Dua Hari di Kalsel, Paman Birin Lepas Kunjungan Wapres di Bandara Syamsuddin Noor

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin, melepas kunjungan kerja 2 hari Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, pada Kamis (11/8) siang.

Saat pelepasan Wapres dan istri Wury Ma’ruf Amin itu, tampak mendampingi Paman Birin diantaranya Pangdam VI Mulawarman Mayjen Tri Budi Utomo, Kapolda Kalsel Irjen Rikwanto, Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Pnb. M. Yulmaizir Chaniago serta Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr Hanla.

Selama 2 hari kunjungan kerja sejak datang pada Rabu (10/8) di bumi Lambung Mangkurat, Kalsel Babussalam itu, Wapres melakukan pembukaan One Pesantren One Product (OPOP) Expo Kalsel 2022 di Lapangan dr. Murjani Banjarbaru dan meninjau Posyandu Kenanga di Banjarbaru Selatan pada Kamis (11/8).

Pada pembukaan OPOP Expo Kalsel 2022 misalnya, Wapres berharap pesantren dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesejahteraan, menghilangkan kemiskinan menunju Indonesia Maju.

Wapres juga menyebut pesantren selain mencetak ulama, juga melahirkan pejuang tanah air.

“Makna melahirkan pejuang tanah air pada era sekarang ini dengan membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wapres dalam sambutannya saat membuka OPOP Kalsel Expo 2022.

Sementara itu, saat di Posyandu Kenanga, Wapres dan Wury Ma’ruf Amin memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh posyandu berjalan secara aktif, sesuai dengan tugas dan fungsinya, terutama dalam melakukan deteksi dini dan penanganan balita stunting.

Pada kesempatan itu, Wapres yang juga Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat, juga memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Kalsel untuk mempercepat penurunan stunting.

Momentum kunjungan Wapres dan Wury Ma’ruf Amin ke posyandu pada bulan Agustus ini, juga bertepatan dengan momen bulan timbang, ukur dan pemberian vitamin A di Posyandu. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Resmikan OPOP Kalsel Expo 2022, Wapres : Pesantren Harus Jadi Offtaker

BANJARBARU – Upaya pemberdayaan ekonomi berbasiskan pesantren merupakan bentuk dari memenuhi tanggung jawab umat dalam memakmurkan bumi. Hal ini dapat dilakukan dalam bidang ekonomi, seperti industri, pertambangan, perdagangan maupun pertanian, melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Oleh karena itu, pesantren harus dapat menjadi offtaker, agar program OPOP dapat terus menghasilkan produk-produk terbaiknya, khususnya dalam upaya memakmurkan bumi dan mendorong pengembangan sektor ekonomi rakyat.

“Offtaker membuat produk, membeli, menjual, sehingga proses produksi terus berjalan. Ini saya kira yang ingin kita bangun,” tegas Wakil Presiden Ma’ruf Amin, saat membuka acara One Pesantren One Product Kalsel Expo 2022 di Lapangan dr. Murjani Banjarbaru, Kamis (11/8).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, selain menjadi offtaker, pesantren juga harus menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan pasar sehingga pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Saya minta pesantren itu menjadi hamzah washl, menjadi penghubung dari produk-produk pertanian, perkebunan, kemudian diolah, di hilirisasi setengah jadi, kemudian dijual baik untuk di dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Wapres.

Untuk itu, Wapres menekankan, agar jangan ada lahan dan tenaga tidak terpakai. Sebab, Allah SWT pun telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an agar manusia dapat memanfaatkan bumi untuk dimakmurkan dengan baik.

Hal tersebut, lanjutnya, juga sesuai dengan makna perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 tahun ini.

“Maka itu kita istilahnya pulih lebih cepat, bangkit lebih tangguh dari sebelumnya. Karena itu, Insya Allah, kita akan bisa melewati tantangan – tantangan apabila seluruh elemen termasuk pesantren mengambil peran dan supaya pesantren bisa mandiri tidak menjadi beban orang lain,” imbaunya.

Menutup sambutannya, Wapres pun berpesan agar program OPOP Kalsel Expo 2022 dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan OPOP di daerah lain. Sehingga, kemandirian umat dan manfaatnya bagi masyarakat dapat terimplementasi dengan baik.

“Saya mengajak kita sekalian untuk menyemarakkan OPOP Kalsel Expo 2022. Semoga Program OPOP Kalimantan Selatan tidak hanya membuka peluang pengembangan produk pesantren ke depan, tetapi juga menginspirasi dan menggaungkan pengembangan program OPOP di seluruh Kalimantan, bahkan di wilayah lain Indonesia,” pesan Wapres.

Diharapkan, bermula dari program ini, akan betul-betul tercipta kemandirian ekonomi pesantren dan kemanfaatan bagi umat.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyampaikan dukungan jajaran pemerintah Kalimantan Selatan dalam menyukseskan program OPOP. Ia pun berharap agar upaya ini dapat mendorong seluruh pesantren di Kalimantan Selatan, untuk berlomba-lomba menghasilkan produk terbaiknya.

“Mudah-mudahan dengan adanya peresmian dan gebyar OPOP, pondok pesantren akan berlomba-lomba menghasilkan produk unggulan,” harap Gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Supian HK, Walikota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin beserta Vivi Mar’i Zubedi Ariffin, Ketua Ikatan Pesantren Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan M. Mukri Yunus dan para peserta OPOP Kalsel Expo 2022.

Sementara itu, Wapres didampingi Wury Ma’ruf Amin, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz, serta Tim Ahli Wapres Johan Tedja Surya dan Farhat Brachma. (RIW-SETWAPRES/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : SD SN Antasan Besar 7 Harus Segera Direhab

BANJARMASIN – Kondisi rusak parak terlihat di beberapa ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Standar Nasional (SN) Antasan Besar 7, yang berlokasi di Jalan Meratus, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala SDN SN Antasan Besar 7 Widarini Febrianingrum, pada Kamis (11/8) mengatakan, saat ini beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan parah, berjumlah 15 ruangan.

Kepala SD SN Antasan Besar 7, Widarini Febrianingrum

“Kondisi plapon dan lantai berlubang, ada retakan di bagian dinding serta sebagian sudah miring, bahkan menimbulkan bau tidak sedap akibat limbah. Kita terpaksa memasang police line, agar anak-anak tidak bermain di area ruang kelas yang rusak,” ungkapnya

Rini menyampaikan, hasil kunjungan Komisi III dan Komisi IV DPRD Banjarmasin, diharapkan dapat segera mengakomodir untuk direhab total ruang kelas yang mengalami rusak parah.

Untuk saat ini pembelajaran tatap muka total siswa 490 siswa di sekolah ini setiap hari telah dilaksanakan di beberapa ruang kelas lain dan aula milik Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

“Semoga bisa segera ditangani semua permasalahan ini,” harap Rini.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, usai melihat langsung kondisi sekolah mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menjadwalkan rapat lintas Komisi, dengan mengundang Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Banjarmasin, untuk mencari solusi yang tepat terhadap kondisi ruang kelas yang rusak parah sejak tahun 2018 lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir

“Rapat Dengar Pendapat akan digelar segera, agar proses belajar dan mengajar berjalan lancar,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Ke Kalsel, Wapres Minta Penurunan Stunting Masuk APBD

BANJARBARU – Meski tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, namun jumlah stunting di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih terbilang tinggi. Padahal pemerintah pusat menargetkan prevelensi stunting tahun 2024 sebesar 14 persen.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021, prevalensi stunting di Kalsel mencapai 33,08 persen atau berada pada urutan 6 tertinggi secara nasional.

Saat meninjau pencegahan stunting di Posyandu Kenanga, Banjarbaru, Kalsel, pada Kamis (11/8), Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses mitigasi ulang terkait hasil prevelensi stunting ini, untuk menetapkan sistem intervensi yang tepat di tiap daerah.

“Kita masih melakukan mitigasi ulang. Kita ingin tahu kenapa terjadi, kemudian bagaimana sistem intervensinya,” ucapnya.

Wapres menyebut pihaknya juga telah melakukan berbagai macam upaya percepatan, salah satunya dengan mengintegrasikan program dan anggaran mulai dari kementrian dan lembaga di tingkat pusat hingga pemerintah daerah.

“Kalau dulu mungkin (penganggaran) hanya nasional, sekarang sudah harus masuk APBD juga,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihak swasta menurutnya dalam hal ini juga harus dilibatkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perusahaan itu harus ikut ambil bagian dari penurunan stunting, wajib. Jadi, perusahaan di mana dia berdomisili harus ikut ambil bagian dalam intervensi stunting,” lanjutnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengaku telah memiliki Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) yang diketuai langsung oleh Wagub Kalsel, Muhidin, dan didukung dengan anggaran daerah yang maksimal serta keterlibatan pihak swasta.

“Jadi Kalimantan Selatan ini memang sejak dulu orangnya keliatan kecil-kecil. Saya pikir semangat mereka yang perlu kita bangkitkan karena mereka jauh di kampung-kampung. Butuh sentuhan lagi dari cita-cita pemerintah,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berikan Sosialisasi PPID di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Diskominfo Kalsel melalui Kasi Layanan Publik Diskominfo Kalsel M Ayub Khan memberikan sosialisasi bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemko Banjarmasin Tahun 2022.

Kasi Layanan Publik Diskominfo Kalsel M Ayub Khan

Sosialisasi dibuka langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (11/8).

Ayub mengatakan, pihaknya saat ini menjadi narasumber untuk Sosialisasi PPID dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Yang kita sosialisasi saat ini kepada pejabat pengelola informasi daerah, sehingga disetiap daerah kembali mengaktifkan PPID,” ungkapnya.

Fungsi PPID sendiri, lanjut Ayub, untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang memerlukannya.

“Informasi yang dikelola seperti stuktur organisasi, kinerja masing masing perangkat daerah, kepegawaian perangkat daerah, serta lainnya,” jelas Ayub.

Sedangkan, lanjutnya, PPID inilah yang menangani informasi informasi tersebut. Jadi diharapkan setiap SKPD memiliki PPID tersebut.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, digelarnya sosialisasi ini berdasarkan undang undang keterbukaan informasi, namun terdapat informasi rahasia dan terbuka.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Untuk informasi terbuka, maka apabila ada masyarakat yang meminta maka informasi tersebut diberikan. Tetapi jika informasi tersebut tertutup atau rahasia, maka tidak dapat diberikan, karena memiliki mekanisme yang harus dijalankan,” ujar Ibnu.

Sedangkan, lanjutnya, untuk Pemerintah Kota Banjarmasin bersifat fleksibel, dalam memberikan informasi pemerintahan kepada publik, berdasarkan klasifikasi tersebut.

“Oleh karena itu diperlukan pejabat pengelola informasi disetiap SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Sedangkan Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin Windiasti Kartika mengatakan, setiap awal tahun setiap SKPD dilingkup Pemko Banjarmasin membuat SK menetapkan siapa yang menjadi pejabat PPID.

“Untuk di Pemko Banjarmasin saat ini sudah ada 15 SKPD yang sudah memiliki PPID,” ujarnya.

Untuk, lanjutnya, SKPD yang belum memiliki agar segera membentuk PPID. (SRI/RDM/RH)

Atlet NPC Kalsel Berhasil Sumbang 10 Medali Emas Pada Asean Paragame di Solo

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan apresiasi, atas keberhasilan atlet Nasional Paralimpik Comite (NPC) Kalsel pada ajang Asean Paragame di Solo, Jawa Tengah.

“Atas nama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, memberikan apresiasi kepada atlet NPC asal Banua, pada Asean Paragame di Solo,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.

Kadispora Kalsel Hermansyah

Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya bangga atas prestasi yang berhasil diraih, oleh atlet NPC Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang bergengsi Asean Paragame di Solo tersebut.

Tercatat, lanjutnya, atlet NPC Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menyumbangkan 10 medali emas, 18 medali perak serta 8 medali perunggu pada ajang tersebut.

Sedangkan, kontingen Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali 175 medali emas, 144 medali perak, serta 106 medali perunggu. Total medali yang berhasil diraih sebanyak 425 medali.

Hermansyah mengatakan, tentu atas keberhasilan atlet NPC Provinsi Kalimantan Selatan ini, membanggakan Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.

“Prestasi atlet NPC Kalsel ini tentu membanggakan Indonesia dan Kalsel,” ucap Hermansyah.

Seperti diketahui, Asean Paragame 2022 dilaksanakan pada 30 Juli – 6 Agustus di Solo, Jawa Tengah.

Pada event olahraga Asean Paragame tersebut, Provinsi Kalsel mengirim 24 atlet, untuk mewakili Indonesia di cabang olahraga atletik, renang, panahan, menembak, serta sepakbola. (SRI/RDM/RH)

Siap Terima Bonus Demografi, Pemprov Kalsel Susun Grand Design Kependudukan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel tengah menyusun grand design pembangunan kependudukan. Selain bersiap menyambut bonus demografi 2045, hal ini menyusul Kalsel juga dinyatakan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara Indonesia (Nusantara) di Kaltim.

Kepala Dinas Dukcapil dan Keluarga Berencana Kalsel, Zulkipli, mengungkapkan, tujuan dirancangnya grand design pembangunan kependudukan supaya mengetahui lebih jelas terkait sejauh mana daya tampung lahan di provinsi ini setelah IKN resmi dipindah.

“Ataukah kita juga memerlukan tenaga (pekerja) dari luar. Apalagi, Kalsel ini juga menjadi penyangga IKN itu sendiri tentu harus dipersiapkan segala sesuatunya,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Rabu (10/8) siang.

Terkait bonus demografi 2045, menurut dia, Kalsel harus benar-benar siap menerima perkembangan teknologi seiring meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia yang mulai menunjukkan kemampuannya berdaya saing.

“Maka dari itu, penting adanya peran SDM untuk peningkatan itu,” bebernya.

Dirinya melanjutkan, rancangan yang juga ada di dalam grand design hasil kolaborasi bersama Kemendagri RI ini kedepan tentu menitik beratkan kualitas dan jumlah penduduk.

“Anggap kita sudah berhasil menekan jumlah penduduk tetapi malah kekurangan tenaga. Apa yang dibutuhkan IKN justru tak sesuai yang diharapkan. Maka, grand design ini menjadi patokan untuk mensukseskan program tersebut,” ucap Kadisdukcapil Kalsel, Zulkipli.

Artinya, ungkap dia, apabila masih ada masyarakat yang ingin bermigrasi ke Kalsel. Tentu, pemda memberikan kesempatan untuk tinggal dan menetapkan di wilayah ini.

“Apalagi yang datang itu memiliki kualitas terbaik. Tentu, ini sangat bermanfaat,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Akan Gelar Lomba Mural

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Bidang Kebudayaan akan menggelar lomba Mural. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati, kepada wartawan baru-baru tadi.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Ia mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-72 dan Dirgahayu Republik Indonesia ke-77, pihaknya akan menggelar lomba mural untuk pertama kalinya dilaksanakan dari Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman.

“Kita berharap lomba ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucapnya

Disampaikan Raudati, untuk tema lomba Mural mengangkat tentang “Perjuanganmu, Perjuanganku, Perjuangan Kita”. Lomba ini akan dilaksanakan pada Senin 15 Agustus 2022, di halaman Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) Banjarmasin.

“Kami ingin seluruh lapisan masyarakat mencintai Banua dan Bangsa sendiri, serta mengenal seni tentang Mural,” ungkap Helda

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran lomba Mural sejak 18 Juli – 10 Agustus 2022, peserta yang ikut berpartisipasi tersebar di 13 kabupaten dan kota, karena terbuka untuk umum.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Jumlah peserta yang ikut lomba Mural ada sebanyak 15 group, satu group terdiri tiga orang,” katanya.

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk juri lomba Mural ini ada tiga orang yang berkompeten di bidangnya, yaitu Ketua Ikatan Pelukis Kalsel Muslim, seniman M Syahriel M Noor, serta Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya.

“Lomba Mural ini akan semakin membuat warga mengenal dengan Museum milik Pemprov Kalsel,” tutup Arry. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Ajak Songsong Kalsel Layak Jadi Gerbang IKN

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengajak semua elemen di Banua untuk bekerja keras agar Kalsel layak menjadi gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara nanti.

Ajakan itu disampaikannya saat peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-72 Provinsi Kalsel pada rapat paripurna istimewa yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin, Mariana dan Karmila, pada Rabu (10/8).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, untuk layak sebagai gerbang IKN, hendaklah merefleksikan perjuangan para pendahulu, terutama dalam pembentukan Kalsel pada 14 Agustus 1950 lalu.

Suasana Peringatan Harjad ke 72 Kalsel dalam rapat paripurna DPRD Kalsel

Selain itu, dirinya mengajak meningkatkan komitmen untuk bersatu dan memberikan karya serta prestasi terbaik bagi Banua Kalsel.

“Kita gelorakan pula semangat bergerak, ‘batiti adat’ (meniti adat) dan tegakkan agar Banua ‘harat’ (bagus/unggul). Begitu pula kita sinari kehidupan bermasyarakat di Kalsel dengan suluh iman, sehingga Banua Kalsel menjadi terang di segala aspek kehidupan dan pembangunan,” jelasnya.

Sebelum memulai rapat paripurna istimewa tersebut persembahan tarian tradisional “Baksa Kembang” diiringi lantunan musik khas daerah Kalsel.

Pada kesempatan itu pula dibacakan sejarah singkat terbentuknya Provinsi Kalsel, kejadian penting hingga perkembangannya oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin.

Tak hanya itu, nama-nama Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel serta Ketua DPRD Kalsel terdahulu juga dibacakan untuk mengenang perjalanan Provinsi Kalsel sejak dibentuk 72 tahun yang lalu hingga saat ini.

Turut hadir dalam rapat paripurna istimewa itu antara lain Wakil Gubernur Kalsel Muhidin, Sekdaprov Roy Rizali Anwar, sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajak Ketua RT Cegah Konflik di Masyarakat

BATOLA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Haryanto mengajak para Ketua RT untuk mencegah konflik di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada para Ketua RT di kelurahan Alalak Tengah, di salah satu Rumah Makan di kawasan Handil Bakti, Selasa (9/8).

Suasana Sosialisasi Wasbang oleh Anggota DPRD Kalsel, Haryanto

Haryanto menilai peran ketua RT sangat besar. Apalagi warga di wilayah ujung kecamatan Banjarmasin Utara itu rata-rata berpenghasilan menengah kebawah.

“Ketua-ketua RT, mereka yang sering menghadapi atau melayani masyarakat sehingga kalau mereka memiliki wawasan kebangsaan yang tepat, kita bisa punya banyak tangan sehingga bisa menyentuh ke tingkat bawah terkait NKRI dan sebagainya,” jelasnya.

Haryanto berharap Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dapat menjadi dasar untuk mencegah konflik di masyarakat. Apalagi, menurutnya, konflik karena faktor ekonomi dinilai rawan terjadi.

Dalam sosialisasinya, Anggota Komisi I DPRD Kalsel mengajak Lurah Alalak Tengah dan Anggota TNI dari Kodim 107 Banjarmasin sebagai narasumber. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version