BANJARMASIN – Dalam rangka peningkatan program kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarmasin, salah satunya membentuk koperasi olahraga, yang bertujuan untuk kesejahteraan bersama.
Ketua KONI Kota Banjarmasin Hermansyah, didampingi Sekretarisnya Arif Rahman Hakim, pada saat menggelar jumpa pers terkait program kerja KONI Kota Banjarmasin Tahun 2023, kepada sejumlah wartawan, di Kantor KONI Kota Banjarmasin, Senin (22/5) mengatakan, saat ini untuk Koperasi Olahraga Kota Banjarmasin telah terbentuk, dan SK Koperasi tersebut juga telah dikeluarkan.
“Sehingga saat ini tinggal menunggu koperasi olahraga Jaya Sportif dilaunching secara resmi,” jelasnya.
Pembentukan koperasi ini, dari anggota untuk anggota. Dengan bertujuan, bagi kesejahteraan bersama. Dengan Anggota koperasi dari, Pencinta olahraga, atlet, serta lainnya.
“Saat ini sudah terdata sebanyak seribu orang yang siap menjadi anggota koperasi tersebut,” ucapnya.
Sedangkan, lanjut Hermansyah, Koperasi Olahraga Jaya Sportif akan bergerak pada bidang, pertanian, kontraktor, pengadaan, simpan pinjam, pertambangan, serta lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah juga menyampaikan, pada Tahun 2023 ini juga banyak program kerja yang dilaksanakan, oleh KONI Kota Banjarmasin.
Selain, pembentukan koperasi olahraga, pihaknya juga melakukan peninjauan ke Sekretariat Cabang Olahraga penerima bantuan dana hibah dari KONI Kota Banjarmasin.
“Sedangkan pada Bulan Juni Tahun 2023 mendatang KONI Kota Banjarmasin akan digelar Rapat Kerja Anggota KONI (Rakon) menuju Rakonas,” ucap Hermansyah.
Pada Rakon ini, akan mensosialisasikan tentang undang undang no 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan.
KONI Kota Banjarmasin saat ini juga mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Pra PON. Dan, rencana menjadi Tuan Rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 mendatang.
“KONI Kota Banjarmasin saat ini juga akan melaunching database Keolahragaan KONI Kota Banjarmasin,” ucap Hermansyah.
Pada database Keolahragaan tersebut, mengenai data atlet, pelatih, prestasi, aset, sekretariat cabang olahraga, serta lainnya. Sehingga, dapat memberikan kemudahan bagi warga, yang memerlukan data Keolahragaan di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Mengawali kegiatan di tahun 2023, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel menggelar, Bimbingan Teknis tentang Optimalisasi Penanganan Hambatan Motorik Serta Peranan Pendidik dalam Menangani Masa Pubertas Anak Disabilitas Tahun 2023.
Kepada Abdi Persada FM, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui Kepala UPTD PLDPI Disdikbud Kalsel, Sri Mawarni, pada Senin (22/5) sore, tujuan Bimbingan Teknis ini, diantaranya memberikan pemahaman kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, tentang Anak Berkebutuhan Khusus, membangun Supporting System pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus, memahami Deteksi Dini Gangguan Motorik, selanjutnya memahami Skrining dan Pemeriksaan Dasar pada Anak Berkebutuhan Khusus.
Kepala UPTD PLDPI Disdikbud Kalsel, Sri Mawarni, membuka secara resmi Bintek 2023
“Dengan adanya Bimtek ini, dapat tercipta manajemen pendidikan khusus yang baik, sistem dan metode pembelajaran untuk mudah dipahami,” ucapnya
Disampaikan Mawar, Bimbingan Teknis ini, menghadirkan narasumber yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, Kepala UPTD PLDPI Disdikbud Kalsel, Sri Mawarni, Kepala Seksi Intervensi Terpadu UPTD PLDPI Disdikbud Kalsel, Slamet Riadi, Ahli Fisioterapi Klinik Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surakarta Jawa Tengah, Ahli Dokter Tumbuh Kembang Klinik Happy Kids Banjarmasin, Ahli Dokter Spesialis Saraf dan Ahli Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ULM Banjarmasin. Terkait peserta ada sebanyak 41 orang, yaitu 26 orang dari UPTD PLDPI Disdikbud Kalsel, terdiri 3 orang perwakilan tenaga ahli bidang Fisioterapi, Terapi Wicara dan Ahli Gizi, serta 23 orang dari seksi Intervensi Terpadu.
Kepala UPTD PLDPI Disdikbud Kalsel, Sri Mawarni, didampingi narasumber dari Ahli Fisioterapi Klinik Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surakarta Jawa Tengah, Nugraheni Agustyaningsih
“Bagi peserta 15 orang perwakilan tenaga pendidik di sekolah, yaitu dari Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, yang berhubungan langsung dengan anak yang mendapatkan layanan Intervensi Terpadu,” jelasnya
Sementara itu, salah satu Narasumber dari Ahli Fisioterapi Klinik Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surakarta Jawa Tengah, Nugraheni Agustyaningsih menyampaikan, untuk kegiatan Bimbingan Teknis ini, ada beberapa materi yaitu tentang Skrining dan Pemeriksaan Dasar pada Anak Berkebutuhan Khusus, kemudian klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus dan Optimalisasi Program Terapi pada Anak Berkebutuhan Khusus.
“Semoga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diimplementasikan, untuk meningkatkan kinerja ditempat kerjanya masing-masing,” tutupnya
Untuk diketahui, Bimbingan Teknis ini, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kepala UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) Disdikbud Kalsel, Sri Mawarni. Kegiatan digelar selama tiga hari, pada tanggal 22-24 Mei 2023, bertempat di salah satu hotel Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar salat hajat sekaligus pelepasan Calon Jamaah Haji (CJH), di Masjid Syi’arussholihin, Martapura, Senin (22/5).
Suasana pelepasan CJH Kabupaten Banjar di Masjid Syi’arussolihin, Martapura, Senin (22/5).
Pelepasan 379 CJH Kabupaten Banjar dilepas oleh Bupati Banjar, Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al-Habsyie dan Kepala Kemenag Kabupaten Banjar, Nazwan Noor.
Dalam sambutannya, Saidi mengucapkan selamat kepada calon jamaah yang berangkat ke tanah suci pada 28 Mei 2023 mendatang.
“Semoga menjadi haji yang mabrur dan pulang dengan selamat ke kampung halaman,” harapnya.
Saidi juga berpesan kepada CJH agar mengutamakan kesehatan selama beribadah haji. Begitupula dengan kesiapan perlengkapan.
“Bawa perlengkapan secukupnya, jangan terlalu berlebihan,” pesannya.
Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Kabupaten Banjar, Nazwan Noor menjelaskan, dari 18 ribuan jemaah yang terdaftar, 461 diantaranya mendapat panggilan berangkat haji tahun ini.
Dari jumlah tersebut, Nazwan mengungkapkan, sebanyak 379 sudah melakukan pelunasan.
“Sisanya menyatakan menunda dengan alasan sakit, hamil, meninggal dunia dan mutasi ke daerah lain,” ungkapnya.
Adapun pada tahun ini, keberangkat CJH Kabupaten Banjar terbagi menjadi 3 kloter. Keloter pertama berjumlah 323 orang ditambah 2 pendaming diberangkatkan pada 28 Mei 2023 terdiri dari 145 laki-laki dan 185 perempuan, dengan usia tertua 85 tahun dan termuda 20 tahun.
“Keberangkaran kedua nanti pada keloter 16 sebanyak 31 orang, diberangkatkan pada 18 Juni 2023 tergabung dengan jamaah asal Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tapin. Sementara yang ketiga pada kloter 17 sebanyak 25 orang diberangkatkan 20 Juni 2023 tergabung dengan jamaah asal Banjarmasin, Hulu Sungai Utara dan Padang,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJAR – Warga Desa Sungkai Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar belajar untuk menyaring informasi menjelang pelaksanaan Pemilu pada Tahun 2024 mendatang melalui sosialisasi nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail, beberapa waktu lalu.
Suasana Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail
Menurut Isra, Kabupaten Banjar tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah pemilih yang cukup besar. Tingginya jumlah pemilih itu, lanjutnya, dikhawatirkan menimbulkan kerawanan konflik akibat salah dalam menerima informasi.
Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail (dua dari kiri) didamping warga Desa Sungkai
Oleh karena itu, Anggota Dewan Kalsel yang merupakan mantan birokrat ini mengingatkan warga agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan.
“Sekarang ini tahun politik, mudah-mudahan nantinya masyarakat di sini walaupun berbeda pilihan, tetapi mereka tetap bersatu dan dapat menghargai perbedaan pendapat,” harapnya.
Sementara, warga Desa Sungkai, Khairil Anwar mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini karena sangat bermanfaat bagi warga untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
“Harapannya melalui kegiatan ini, tentunya masyarakat akan semakin mencintai bangsa dan negara indonesia”, tambahnya.
Sedangkan, warga Desa Sungkai, Widayati mengeluhkan harga kebutuhan bahan-bahan pokok yang kembali merangkak naik. Kondisi ini dirasakan sangat membebani masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga.
“Kami minta supaya harga kebutuhan pokok jangan sampai naik lagi. Kami selaku ibu rumah tangga sangat kebingungan bila harga-harga mahal”, tuturnya.
Tak hanya dalam rangka menyambut pemilu, Isra Ismail juga mengingatkan warga agar menghindari konflik sosial karena ekonomi. Apalagi menjelang hari raya Idul Adha dimana harga beberapa kebutuhan pokok saat ini sudah mulai merangkak naik. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima pendaftaran Bakal Calon Bawaslu Kabupaten/Kota Periode Masa Jabatan Tahun 2023-2028.
Suasana Konferensi pers terkait Sosialisasi Penerimaan Pendaftaran Bakal Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di Kalsel
Sekretaris Bawaslu Kalsel, T Dahsya Kusuma Bangsa mengatakan tim seleksi Bakal Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di Kalsel itu terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Provinsi Kalsel Wilayah I (Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru) yang diketuai Muhammad Fauzi.
Untuk Provinsi Kalsel Wilayah II (Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarmasin) yang diketuai Variana Pura Damayanti.
“Dan Provinsi Kalsel Wilayah III meliputi Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tabalong diketuai Abrani Sulaiman,” katanya dalam konferensi pers di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (22/5) siang.
Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Kalsel Wilayah I, Muhammad Fauzi menjelaskan pelaksanaan tahapan seleksi saat ini telah memasuki tahapan sosialisasi dan pengumuman pendaftaran yaitu 22 sampai 27 Mei 2023.
Ketua Tim Seleksi Provinsi Kalsel Wilayah I, Muhammad Fauzi (tengah) didampingi Sekretaris Bawaslu Kalsel, T Dahsya Kusuma Bangsa (kanan) dan Ketua Timsel Wilayah III, Abrani Sulaiman (kiri)
Selanjutnya tahapan pendaftaran dan penerimaan berkas selama tujuh hari kerja yaitu 29 Mei sampai 7 Juni 2023. Kemudian tahapan perbaikan berkas persyaratan selama tiga hari kalender yaitu 8 sampai 10 Juni 2023. Serta pengumuman masa perpanjangan dan perpanjangan masa pendaftaran dari 12 sampai 15 Juni 2023.
“Perpanjangan pendaftaran selama tiga hari ini meliputi hal-hal yang kurang dari apa-apa yang sesuai ketentuan. Misalnya kuota perempuan kurang dari 30 persen maka akan dibuka kembali pendaftaran untuk memenuhi kuota yang ada,” terangnya.
Setelah itu, lanjut Fauzi, baru nanti akan dilakukan verifikasi untuk menentukan pendaftar yang layak diterima sebagai pelamar bakal calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota. Kemudian dilakukan tahapan-tahapan selanjutnya seperti tes dan sebagainya.
Untuk persyaratan selengkapnya diumumkan secara resmi di laman pengumuman pendaftaran bakal calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota pada situs atau website resmi dan media sosial Bawaslu Kalsel.
Fauzi mengimbau kepada semua komponen masyarakat yang memenuhi syarat untuk bisa mendaftar sebagai bakal calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di Kalsel. Mengingat hal ini merupakan satu kehormatan menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota untuk bersama-sama menjamin terlaksananya Pemilu yang jujur dan adil.
“Karena Pemilu yang jujur dan adil lah yang bisa membawa kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Forum Perduli Bangsa dan Negara (Forpeban) serta Pemuda Islam Kalsel melakukan unjuk rasa, ke Pemerintah Kota Banjarmasin terkait adanya dugaan Pelanggaran Jam Buka Cafe dan Penjualan Minuman Keras (Miras).
Kedatangan puluhan orang pendemo ke Balaikota Banjarmasin, diterima oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Banjarmasin Machli Riyadi, Senin (22/5).
Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel Rolly Irwan mengatakan, maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Pemerintah Kota Banjarmasin, tentunya untuk menyampaikan, laporan tersebut.
“Kami datang untuk menyampaikan adanya pelanggaran peraturan daerah tentang jam tayang (Buka) cafe di Kota Banjarmasin ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melaporkan adanya pelanggaran penjualan minuman keras di cafe di kota ini.
*Sehingga, kami mengharapkan Pemerintah Kota Banjarmasin dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari para pendemo tersebut.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Banjarmasin Machli Riyadi
“Tentu kami akan menindaklanjuti adanya laporan tersebut,” ucapnya.
Dan, akan melakukan penyelidikan tentang kebenaran dari laporan tersebut, bersama dengan pihak terkait lainnya.
“Kami akan menggelar rapat dengan pihak pihak terkait, untuk menindaklanjuti dugaan adanya pelanggaran tersebut,” ujar Machli.
Sedangkan, salah satu pemilik cafe Saud Natan Samosir mengaku, jika tempat usahanya cafe memiliki kelengkapan perizinan, serta untuk minuman keras juga memiliki izin.
Pemilik Cafe Saud Natan Samosir
“Tempat usaha kami tentunya memiliki izin yang lengkap,” ucap Saud Natan. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Mobil Samsat Keliling (Samkel) milik UPPD Banjarmasin II yang belum sempat dibayarkan kini telah dilunasi. Hal itu pun dibuktikan dengan dikeluarkannya notis pembayaran pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil, melalui Kabid Pengelolaan Pajak Daerah, Riandy Hidayat, langsung menanggapi kejadian tersebut dan merespon atas ketidaktahuan dari aset yang sempat menunggak itu.
Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bapenda Kalsel Riandy Hidayat
“Setelah kami telusuri itu bukan plat dari Banjarbaru melainkan dari Banjarmasin II. Menunggaknya itu 1 tahun 3 bulan. Sudah kami tindaklanjuti dan dari Kepala UPPD Banjarmasin II juga mengabarkan pajaknya sudah dilunasi,” ungkap kepada Abdi Persada FM, di ruang kerjanya, baru-baru tadi.
Ia turut menghimbau agar seluruh UPPD dapat memerhatikan hal ini. Mengingat, membayar pajak tidak hanya diwajibkan kepada masyarakat saja melainkan juga ada dari pemda sendiri.
“Nah, ini perlu diingat untuk seluruh unit pendapatan agar turut memerhatikan asetnya tak hanya Samkel, motor antar jemput juga. Dicek, agar tidak terjadi keterlambatan atas pembayaran pajak. Kita ketahui, meskipun aset milik pemda, Samkel tetap ikut berkontribusi terhadap pajak daerah,” tutur mantan Kepala UPPD Samsat Rantau ini.
Atas perhatian serta partisipasi dari masyarakat yang juga sekaligus sebagai wajib pajak, tentu dirinya sangat berterima kasih dalam keikutsertaanya untuk turut ikut mengingatkan bahwa pajak juga menjadi bagian dari tanggungjawab bersama.
“Kami turut mengapresiasi atas kerjasama dari masyarakat yang telah mengingatkan ketaatannya membayar pajak untuk daerah. Sekali lagi dari kami ucapkan terima kasih banyak,” ucapnya.
Sebagai tindaklanjut, dibeberkannya, pihak Bapenda akan melakukan proses balik nama yang terlebih dahulu harus dilakukan penyelesaian dengan Pemerintah (Pemkot) Kota Banjarmasin.
“Rencananya memang mau dilakukan balik nama. Saat ini sedang diurus di BPKPAD Kota Banjarmasin. Kami juga masih menunggu kepastian. Supaya nanti kami lebih protek lagi terhadap aset ini mending dilakukan proses peralihan,” bebernya.
Diketahui saat ini, aset yang merupakan hibah dari pemda setempat pemberkasannya masih dalam tahap peralihan. Sehingga, perlu waktu panjang untuk perpindahan nopol madya ke provinsi.
“Dari hasil informasi yang kami dapatkan, saat ini masih berproses. Karena kelengkapan pemberkasannya masih ada pada Pemkot Banjarmasin. Setelah, dinyatakan lengkap baru bisa dilakukan balik nama,” paparnya.
Kendati begitu, dirinya memastikan tanggungan aset Samkel dikelola sepenuhnya oleh Bapenda Kalsel melalui UPPD Samsat Banjarmasin II.
“Jelas, seluruhnya tetap menjadi tanggungjawab kami dari Pemprov Kalsel,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Terhitung mulai hari ini, Senin (22/5) layanan kantor cabang utama Bank Kalsel pindah ke lantai dua kantor pusat Bank Kalsel. Kondisi ini dikarenakan adanya renovasi kantor cabang utama, hingga tiga atau empat bulan mendatang.
Kepala Cabang Utama Bank Kalsel, Firmansyah menjelaskan, selama renovasi berlangsung, layanan dipindahkan ke lantai 2.
‘Jadi nasabah yang ingin melakukan layanan perbaikan atau keperluan terkait layanan Bank Kalsel bisa langsung naik ke lantai dua,” ucapnya.
Firmansyah menambahkan, renovasi dilakukan untuk peningkatan pelayanan Bank Kalsel kepada nasabahnya. Selain itu Firmansyah juga memastikan, meski pindah ke lantai dua, namun semua layanan perbankan akan tetap dilayani dengan sepenuh hati.
“Hanya pindah tempat sementara saja dan semua layanan perbankan tetap bisa kami layani seperti biasa”, tutupnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel melaksanakan apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115 di halaman Kantor Diskominfo Provinsi Kalsel pada senin (22/5). Apel yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim ini, diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan tenaga kontrak lingkup Diskominfo Provinsi Kalsel.
Usai pelaksanaan Apel, Muhammad Muslim menyampaikan, agar momentum peringatan Harkitnas ini dapat menjadi motivasi dan semangat menumbuhkan kepercayaan diri dalam menjalankan program pengawalan digitalisasi menuju Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Manfaat momentum Harkitnas untuk memantapkan infrastruktur, terutama pengoptimalan jaringan intranet untuk menyambungkan (jaringan) lintas SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel.
“Kedepannya juga lintas kabupaten-kota,” ucap Muslim.
Dilanjutkan Muslim, pembangunan infrastruktur ini harus dimantapkan dalam rangka menjamin kelancaran lalu lintas pengiriman data yang berkaitan dengan aplikasi dan sistem informasi lainnya. Termasuk diantaranya agar sistem jaringan kita, khususnya di kabupaten-kota terutama di Daerah yang masih blank spot bisa segera tertuntaskan.
“Untuk itu kami harapkan, sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten-kota terjalin dengan baik,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)
YOGYAKARTA – Urang Banjar yang tergabung dalam Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) dan Mahasiswa Kalimantan Selatan di Yogyakarta, melangsungkan halal bihalal dengan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin disalah satu hotel berbintang pada Sabtu (20/5) malam.
Kesenian Banjar Sinoman Hadrah menyambut kedatangan Paman Birin yang menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat KKB se- Dunia ini, bersama Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, ulama Kalsel KH Ahmad Supian Al-Banjari sebagai pengisi tausiah, dan qariah juara antar bangsa asal Kalsel, Hj Ramadhan Najwa, yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an di awal acara.
Halal bihalal sekaligus pelantikan KBB Yogyakarta
Bubuhan Banjar yang baru maupun sudah turun temurun berdiam di Yogyakarta ini, nampak gembira dan bangga bisa bertemu langsung dengan Paman Birin, gubernur dua periode.
Apalagi, Paman Birin datang tidak datang tangan kosong. Melainkan membawakan oleh-oleh wadai khas Banjar, bingka dengan beragam rasa dan kue Lam Bakar dari Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, disuguhkan untuk disantap bersama.
Dengan diiringi alunan musik panting, suasana keakraban ini pun membuat warga perantauan di Yogyakarta terasa pulang kampung ke Banua.
Tidak kalah menambah nuansa daerah dalam pertemuan, Paman Birin mengenalkan beberapa baju kaos dengan tulisan “Kalsel Babussalam” dan kain sasirangan untuk diperkenalkan kepada bubuhan Banjar di Yogyakarta itu.
“Silaturahmi ini tentunya akan banyak hal yang dapat dipetik dan membawa manfaat”, ujar Paman Birin.
Kemudian, berbagai masukan informasi dari bubuhan Banjar yang ada di Yogyakarta sangat diharapkan demi terwujudnya kesuksesan berbagai pembangunan di Banua.
Paman Birin yakin, bubuhan Banjar yang menetap di Yogyakarta dan telah berkiprah dalam pelaksanaan pembangunan di DI Yogyakarta, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa.
“Terlebih sekarang dan ke depan Provinsi Kalsel bersiap-siap untuk menjadi daerah penyangga dan daerah pendukung IKN Nusantara di Kalimantan Timur”, sebutnya.
Menjaga hubungan baik dan terus bekerja sama antar daerah yaitu antara pemerintah Provinsi Kalsel dengan Yogyakarta, adalah salah satu simbol hubungan erat antara Yogyakarta dengan masyarakat Banjar.
Salah satu contoh hubungan baik ini, terbangunnya Masjid Quwatul Islam di tengah kota Yogyakarta.
“Sinergitas ini saya diharapkan terus terjalin erat dan dapat saling memberi manfaat”, tambahnya.
Berdirinya Masjid Quatul Islam juga tidak lepas dari peran Pemprov Yogyakarta yang menghibahkan tanah tempat masjid dibangun.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya sangat mengucapkan terima kasih dan merasa bangga terhadap pemerintah provinsi Yogyakarta,” ucap Paman Birin.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini Bubuhan Banjar tidak saja tersebar di kawasan Nusantara, namun di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Mesir, Malaysia dan negara lainnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Halal Bihalal Warga Kalsel, Alfian Noor Sofyan dalam laporannya menyebutkan, halal bihalal ini dihadiri bubuhan Banjar dan mahasiswa Kalsel dari perwakilan asrama milik provinsi Kalsel dan kabupaten kota.
“Saat ini ada 17 asrama milik pemerintah provinsi Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Kota”, sebut Alfian.
Adapun kegiatan anggota KBB di Yogyakarta ujarnya, masih rutin dilakukan arisan, dan kegiatan keagamaan, tersebut masuk peringatan haul KH Ahmad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul setiap tahunnya.
“Kami sangat kangen dengan sampeyan (Paman Birin, red), mudahan-mudahan pian tetap bisa hadir,” ujarnya.
Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X diwakili Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi, Cahyo Hidayat mengajak semua pihak untuk menjadikan momentun ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antar warga.
Acara dirangkai dengan pelantikan Pengurus Wilayah KBB Yogyakarta, dan penyerahan bantuan hibah keagamaan secara simbolis kepada Pengurus Masjid Quwwatul Islam senilai Rp100 juta.
Terkait perkumpulan bubuhan Banjar ini, KKB sebelumnya dinamai “Karukunan Kulawarga Banjar Yogya” atau KAKABAYO, yang dulunya didirikan Husaini Majedi pada tahun 1960-an. Untuk mahasiswa Kalsel, khususnya Banjar di Yogyakarta, mereka membuat paguyuban mahasiswa yang dinamakan Persatuan Mahasiswa Kalimatan Selatan (PMKS), didirikan sejak 1999.
Mahasiswa asal kabupaten/kota di Kalsel juga membuat paguyubannya di sana seperti “Keluarga Mahasiswa Barito Kuala”, “Keluarga Mahasiswa Hulu Sungai Utara” atau KM HSU, “Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Tapin atau KPMT, “Keluarga Mahasiswa Hulu Sungai Tengah” atau KM HST, ‘Keluarga Mahasiswa Kabupaten Banjar Yogyakarta” atau KMKBY, “Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu” atau IKMA Tanbu, “Keluarga Mahasiswa Balangan” atau KM Balangan, “Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Banjarmasin” atau IKPM Banjarmasin, “Keluarga Mahasiswa Hulu Sungai Selatan” atau KM HSS, “Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Tabalong” atau HPMT, HMSKK Sa-Ijaan dari Kotabaru, dan “Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Banjarbaru” atau IPMABA.
Sementara, mahasiswa Kalsel di UGM juga membuat suatu paguyuban yang dinamakan “GAMA Kalsel”. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)