Pencegahan Stunting Dimulai Dari Keluarga, Diperkuat Pemerintah

Tanah Bumbu – Upaya mencegah stunting di Kalimantan Selatan membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Pencegahan bahkan perlu dilakukan sejak masa kehamilan, sehingga tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak awal.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman, saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Kesehatan di Desa Barakat Mufakat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Jum’at (18/9).

Alpiya mengatakan, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program atau satu instansi.

Mengingat keluarga memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pertama dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi ibu dan anak, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

Ia berharap sinergi antara keluarga dan pemerintah terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman

“Edukasi kepada calon ibu, ibu hamil, hingga keluarga yang memiliki balita perlu terus diperkuat. Informasi mengenai gizi seimbang, pemberian ASI, makanan pendamping ASI, sanitasi, hingga pemeriksaan kesehatan harus mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Alpiya menilai, pemerintah dituntut menghadirkan intervensi yang lebih terintegrasi. Program pencegahan stunting tidak cukup hanya berorientasi pada penanganan anak yang sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi harus mengutamakan pencegahan sejak dari hulu.

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, desa atau kelurahan, hingga masyarakat.

“Persoalan yang menjadi faktor risiko stunting dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani sebelum berdampak terhadap pertumbuhan anak,” jelasnya.

Lebih lanjut Alpiya menambahkan, pendekatan perlu didukung dengan inovasi dalam pelayanan. Posyandu misalnya, tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi dapat dikembangkan sebagai pusat edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang, sekaligus ruang koordinasi berbagai program kesehatan di tingkat masyarakat.

Keberhasilan pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya diukur dari berkurangnya angka kasus, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Dengan langkah bersama sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi yang baik, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, generasi yang sehat dan berkualitas dapat dipersiapkan sejak awal kehidupan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

KPP Pratama Batulicin dan KPPN Kotabaru Gelar Rekonsiliasi dan Penandatanganan BAR Pajak Pusat

Tanah Bumbu – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batulicin bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Kotabaru, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, melaksanakan rekonsiliasi data penerimaan dan penyetoran Pajak Pusat Semester I Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) Pajak Pusat sebagai bentuk dokumentasi dan kesepakatan bersama atas hasil rekonsiliasi.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (15/9), dihadiri Kepala KPP Pratama Batulicin Hari Tri Utomo, Kepala KPPN Tipe A2 Kotabaru, Sugeng Widodo, Kepala Bidang Anggaran dan Kasda BPKAD Kabupaten Tanah Bumbu, Dedy Noor Irawan, serta Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Kabupaten Kotabaru, Sri Kurniati.

Rekonsiliasi dilakukan melalui pertemuan koordinasi yang melibatkan KPP Pratama Batulicin, KPPN Tipe A2 Kotabaru, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu melalui BPKAD Kabupaten Tanah Bumbu, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru melalui BPKAD Kabupaten Kotabaru.

Para pihak melakukan pencocokan dan verifikasi data penerimaan serta penyetoran Pajak Pusat Semester I Tahun 2026 untuk memastikan kesesuaian data dan mengidentifikasi perbedaan yang perlu ditindaklanjuti.

Hasil rekonsiliasi dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) Pajak Pusat sebagai bentuk dokumentasi dan kesepakatan bersama.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan tertib administrasi, akurasi data, dan optimalisasi pengelolaan Pajak Pusat.

Selain itu, rekonsiliasi menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru, KPPN Tipe A2 Kotabaru, dan KPP Pratama Batulicin mendukung pengelolaan penerimaan negara yang transparan, akuntabel, dan terkoordinasi.

Melalui kolaborasi tersebut, masing – masing instansi dapat menjalankan peran sesuai kewenangannya untuk memperlancar pertukaran informasi dan koordinasi serta mendukung pengelolaan administrasi penerimaan dan penyetoran Pajak Pusat yang tertib, akurat, dan akuntabel.

Upaya ini diharapkan turut mendukung optimalisasi penerimaan negara dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pemerintah. (DJPKALSELTENG-RIW/EPS)

Bapenda Padel Cup, 113 Pasang Peserta Dipastikan Ramaikan Turnamen

Banjarbaru – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bapenda Padel Cup, turnamen olahraga yang untuk pertama kalinya diselenggarakan Bapenda Kalsel.

Turnamen diikuti 113 pasang peserta dari jajaran Bapenda Kalsel serta mitra kerja sama.

Sekretaris Bapenda Provinsi Kalsel, Jaya Abadi,

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara Bapenda dengan para mitra.

Sekretaris Bapenda Provinsi Kalsel, Jaya Abadi mengatakan, Bapenda Padel Cup menjadi kegiatan perdana yang digelar pihaknya sebagai wadah memperkuat hubungan dan kebersamaan di luar lingkungan pekerjaan.

“Ini pertama kali kami laksanakan. Pesertanya tidak hanya dari jajaran Bapenda, tetapi juga dari mitra kerja sama,” ujar Jaya, baru-baru tadi.

Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan olahraga padel semakin diminati berbagai kalangan.

“Banyaknya pasangan yang mengikuti turnamen juga membuat kegiatan berlangsung kompetitif sekaligus meriah,” lanjutnya.

Bapenda Padel Cup mempertandingkan beberapa kategori, yakni kategori pimpinan, putra, dan putri. Peserta berasal dari lingkungan Bapenda Kalsel dan sejumlah mitra kerja sama.

Dalam pertandingan tersebut, persaingan berlangsung pada masing-masing kategori hingga menghasilkan para pemenang.

Untuk kategori putri, gelar juara diraih pasangan Desy dan Winey. Sementara pada kategori putra, pasangan yang mewakili Bank Kalsel berhasil menjadi pemenang. Adapun kategori pimpinan dimenangkan Rahman.

Jaya mengatakan, capaian para pemenang menjadi bagian dari semarak pelaksanaan turnamen perdana Bapenda Padel Cup.

“Yang terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga terbangunnya interaksi dan kebersamaan antara jajaran Bapenda dengan mitra kerja,” sahutnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan berkelanjutan. Dengan demikian, Bapenda Padel Cup dapat menjadi agenda yang tidak hanya mengedepankan kompetisi olahraga, tetapi juga memperkuat silaturahmi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara Bapenda dan mitra kerja,” lanjut Jaya.

Bapenda Padel Cup menjadi salah satu kegiatan yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan upaya membangun hubungan yang lebih erat antarpeserta.

Dengan melibatkan 113 pasangan dari jajaran Bapenda dan mitra kerja sama, turnamen ini sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme terhadap olahraga padel di lingkungan pemerintahan dan mitra kerja Bapenda Kalsel.

Penyelenggaraan turnamen perdana ini diharapkan dapat menjadi awal bagi kegiatan olahraga bersama lainnya di lingkungan Bapenda Kalsel.

Selain menjaga kebugaran, kegiatan olahraga bersama juga dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih akrab, memperkuat komunikasi, dan membangun semangat kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. (MRF/RIW/EPS)

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Kapolres Tanah Bumbu Kunjungi KPP Pratama Batulicin

Tanah Bumbu – Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Novy Adi Wibowo, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batulicin dalam rangka membangun komunikasi dan silaturahmi serta memperkuat sinergi antarinstansi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di KPP Pratama Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (1/9).

Dalam kunjungan tersebut, AKBP Novy Adi Wibowo didampingi Kabag Log Polres Tanah Bumbu Kompol Sjaiful J., Kasat Intel Polres Tanah Bumbu AKP Eko Winarno, Kasat Binmas Polres Tanah Bumbu AKP Joko Suryo Widodo, serta Kapolsek Simpang Empat Iptu Muhammad Dedy Haryanto.

Kedatangan rombongan disambut Kepala KPP Pratama Batulicin, Hari Tri Utomo, beserta jajaran pejabat pengawas, supervisor, account representative, dan penyuluh pajak.

Hari Tri Utomo menyambut baik kunjungan Kapolres Tanah Bumbu sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi antara KPP Pratama Batulicin dan Polres Tanah Bumbu.

Sinergi yang terjalin diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai momentum untuk mempererat sinergi dan komunikasi. Kami berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hari.

Pada pertemuan tersebut, Kapolres Tanah Bumbu menyampaikan bahwa dirinya baru dilantik pada 15 Juli 2026. Kunjungan ke KPP Pratama Batulicin merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai instansi, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai komponen masyarakat.

Melalui kunjungan ini, komunikasi dan koordinasi antara KPP Pratama Batulicin dan Polres Tanah Bumbu diharapkan semakin kuat sehingga dapat mendukung pemberian pelayanan, perlindungan, dan kepastian hukum kepada masyarakat. (Kanwil DJPKalselteng-RIW/EPS)

Perkuat Daya Saing Geopark Meratus, Dispar Cetak Pokdarwis Adaptif Berbasis Digital dan Kearifan Lokal

Tanah Bumbu – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak pembangunan pariwisata berbasis masyarakat, melalui Bimbingan Teknis (Bimtek), Selasa (28/7), bertema “Meningkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Digital dan Kearifan Lokal.”

Kegiatan ini menjadi salah satu strategi mencetak sumber daya manusia pariwisata yang profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan industri pariwisata di era digital.

Dalam sambutannya, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, diwakili Kabid Pengembangan Destinasi, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani menyampaikan, Pokdarwis bersama masyarakat sekitar memiliki posisi sangat strategis mendukung pengembangan destinasi wisata, khususnya kawasan Geopark Meratus yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan.

Keberadaan mereka tidak hanya sebagai pengelola objek wisata, tetapi juga menjadi wajah terdepan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang dimiliki daerah.

Kabid Pengembangan Destinasi, Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani

“Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah,” katanya.

Yovani menjelaskan, wisatawan masa kini tidak lagi hanya mencari panorama alam yang indah atau tempat yang populer.

Mereka menginginkan pengalaman autentik, mengenal budaya masyarakat, memahami sejarah suatu daerah, hingga menikmati cerita yang menjadi identitas sebuah destinasi.

Oleh sebab itu, kemampuan mengelola destinasi dengan baik menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengembangan pariwisata.

Sumber humas Dinas Pariwisata Kalsel

“Persaingan antar destinasi wisata yang ketat, memerlukan inovasi baru, agar mampu bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yovani menambahkan, pengelolaan yang profesional tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga dapat menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, memperkuat karakter destinasi, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.

Melalui pendekatan tersebut, wisatawan tidak sekadar datang untuk berkunjung, tetapi juga memperoleh pengalaman yang bermakna dan memiliki keterikatan emosional dengan destinasi yang mereka datangi.

“Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memberdayakan masyarakat, agar mampu mengelola potensi wisata yang dimiliki daerah secara optimal. Pokdarwis diharapkan menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat promosi destinasi, serta mengembangkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal,” pungkasnya. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/APR)

Kawal Penguatan SMKN 1 Mentewe, Komisi IV Dorong Penambahan Ruang Kelas dan Guru

Tanah Bumbu – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya, mengawal peningkatan kualitas pendidikan vokasi di daerah dengan meninjau langsung kondisi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (17/7).

Kunjungan monitoring tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, didampingi anggota Komisi IV, dr. M. Yadi Mahendra Muhyin, Bambang Yanto Permono, Habib Umar Bahasyim, dan M. Syarifuddin.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan, SMKN 1 Mentewe merupakan sekolah kejuruan negeri yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.44/0480/KUM/2022 tanggal 7 Juni 2022.

Kehadirannya menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang menginginkan akses pendidikan kejuruan lebih dekat bagi generasi muda di wilayah Mentewe dan sekitarnya.

Suasana pertemuan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu

Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi IV melihat secara langsung proses pembelajaran sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan yang masih dihadapi sekolah.

“Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan ruang kelas, minimnya ruang praktik atau laboratorium, hingga masih kurangnya tenaga pendidik untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar,” ungkapnya.

Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menilai, keberadaan SMKN 1 Mentewe memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, berbagai keterbatasan yang masih dihadapi sekolah harus segera mendapat perhatian.

Dimana, sekolah ini lahir dari harapan besar masyarakat agar anak – anak di wilayah tersebut memperoleh akses pendidikan vokasi yang berkualitas tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

“Kami mencatat bahwa sekolah ini masih menghadapi kendala kekurangan ruang kelas baru, ruang praktik atau laboratorium, hingga pemenuhan kuota tenaga pendidik yang ideal,” kata Gusti.

Komisi IV DPRD Kalsel, lanjut Gusti Iskandar, berkomitmen mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan pihak sekolah agar dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Melalui kunjungan ini, Komisi IV DPRD Kalsel berharap kebutuhan sarana prasarana maupun tenaga pendidik di SMKN 1 Mentewe dapat dipenuhi secara bertahap.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, sekolah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, siap bersaing di dunia kerja, sekaligus menjadi penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan.

“Beberapa poin krusial ini menjadi catatan penting yang kami bawa dan kawal nantinya dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Tinjau KPH Kusan, Ketua Komisi II Pastikan Kesiapan Kalsel Hadapi Ancaman Karhutla

Tanbu – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, melakukan kunjungan kerja ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (20/6). Kunker ini untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun 2026.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan DPRD terhadap kesiapsiagaan sektor kehutanan, menjaga kawasan hutan dari berbagai ancaman, terutama karhutla.

Pada kesempatan tersebut, KPH Kusan memaparkan kondisi terkini kawasan hutan, strategi pencegahan karhutla, hingga kesiapan personel dan sarana pendukung yang dimiliki.

Mendengar paparan ini, Yani Helmi memberikan motivasi dan arahan kepada jajaran KPH agar terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

“Sebagai garda terdepan pengelolaan hutan, KPH memiliki peran yang sangat penting. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Disampaikan Yani Helmi, pihaknya tidak hanya melakukan peninjauan, juga turut melaksanakan penanaman pohon bersama jajaran KPH Kusan sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan dan rehabilitasi kawasan hutan.

Menurutnya, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau perlu diantisipasi dengan langkah-langkah preventif.

Selain berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko aktivitas pembalakan liar maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kita ingin mengetahui sejauh mana kesiapan KPH Kusan menjaga dan melindungi kawasan hutan dari ancaman karhutla. Jangan sampai ketika kebakaran terjadi, penanganannya menjadi lebih sulit karena kurangnya kesiapsiagaan. Karena itu, antisipasi harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, untuk upaya perlindungan hutan masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan anggaran.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, sedang melakukan penanaman pohon

Namun demikian, Ia berharap kondisi tersebut tidak mengurangi semangat jajaran KPH menjalankan tugas pengawasan dan perlindungan kawasan hutan.

DPRD Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sektor kehutanan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya bencana karhutla di Banua.

“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian bersama, khususnya dalam pembahasan penganggaran. Luas kawasan hutan yang harus dijaga tentu memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk penambahan tenaga polisi kehutanan agar pengawasan dapat berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, disambut Kepala KPH Kusan, Raihan, beserta jajarannya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Dispora Kalsel Latih Digitalisasi Strategi Marketing Pemuda Pesisir

Tanah Bumbu – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Peningkatan Digitalisasi Strategi Marketing Wirausaha Muda, bagi pemuda pesisir. Yaitu bagi pemuda asal Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru.

Pelatihan yang digelar di Tanah Bumbu baru baru tadi, dibuka Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kabid Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zaenab, didampingi Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Iqbal Khoirul Anam.

“Pelatihan kali ini digelar bagi peserta asal tiga kabupaten, dengan masing-masing mengirimkan 15 wirausaha muda,” jelas Rika.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Rika Ayu Zaenab

Pada pelatihan kali ini, lanjutnya, Dispora Kalsel membatasi usia pemuda dari 16 hingga 30 tahun.

“Dispora Kalsel berharap, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga ilmu yang didapat, benar benar bermanfaat, untuk peningkatan usahanya ke depan,” ucap Rika.

Dalam kesempatan tersebut, Rika juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, terus menyiapkan wirausaha muda di Banua. Salah satunya dengan encar memberikan pelatihan digitalisasi marketing, di 13 kabupaten kota.

“Diharapkan, pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan wirausaha muda di Banua,” ujar Rika.

Sedangkan, tujuan dari pelatihan digitalisasi marketing ini untuk menyiapkan wirausaha muda yang baru memulai usahanya, agar mengetahui bagaimana digitalisasi marketing.

Seperti diketahui, Pelatihan Digitalisasi Strategi Marketing bagi wirausaha muda ini, merupakan upaya pemerintah memperkuat kapasitas kewirausaha muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya pemasaran digital.

Selain itu, pola hidup masyarakat saat ini terus berubah termasuk dalam hal transaksi dan pemasaran yang kini semakin mengandalkan platform digital dan media sosial. Karena itu, wirausaha muda di Kalsel harus mampu beradaptasi. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/APR)

Dari Lampu Jalan hingga UMKM, Aspirasi Reses Alpiya Rakhman di Tanbu

Tanah Bumbu – Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan UMKM, hingga perbaikan fasilitas umum, disampaikan melalui aspirasi oleh masyarakat di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Alpiya Rakhman.

Aspirasi ini disampaikan pada reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel VI, yang meliputi Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu, sejak 13 hingga 20 Mei 2026.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman

Alpiya mengatakan, reses menjadi momentum untuk kembali hadir di tengah masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dua arah, untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, Ia mengunjungi sejumlah titik dan menggelar dialog terbuka bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga kelompok masyarakat lainnya.

“Kami apresiasi, banyak warga menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing – masing. Diantaranya, kebutuhan alat dan bantuan pertanian, perbaikan infrastruktur jalan, hibah untuk majelis taklim serta kegiatan sosial keagamaan, hingga penanganan banjir yang kerap terjadi,” katanya.

Disampaikan Alpiya, dari berbagai masukan ini, seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD, baik dalam fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada.

“Kita mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan persoalan yang dihadapi demi mendorong percepatan pembangunan daerah,” jelasnya.

Sumber humas DPRD Kalsel

Alpiya mengatakan, melalui reses ini, baik unsur pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan masa sidang II tahun 2026, merasa terbantu dengan adanya berbagai aspirasi, masukan, serta kebutuhan masyarakat, yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, program pembangunan, dan penganggaran yang tepat sasaran untuk kemajuan di Kalsel.

“Terkait usulan lain juga pihaknya meneruskan kepada pemerintah Kabupaten, agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme proposal dari masyarakat maupun lembaga seperti mushalla dan masjid,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alpiya menambahkan, sebagian besar warga ingin diberikan bantuan permodalan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.

Pihaknya berupaya mencarikan solusi dalam menunjang perekonomian masyarakat, khususnya kaum ibu. Ia menyebut akan mendorong kerja sama dengan dinas terkait, untuk menghadirkan pelatihan keterampilan yang dapat membantu menopang ekonomi keluarga.

Selain persoalan ekonomi, warga mengeluhkan banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam ada sekitar 2.000 titik lampu jalan yang padam.

Kemudian meminta program bedah rumah bagi salah satu warga kurang mampu melalui mekanisme proposal bantuan.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, akan ditampung bersama anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, untuk selanjutnya diperjuangkan ke tingkat yang lebih tinggi agar dapat direalisasikan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Menteri LH dan Bupati Banjar Turun ke Pasar, Aksi Kurvey Percepat Penanganan Sampah

Banjar – Upaya penanganan sampah di Kabupaten Banjar kian diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur, turun langsung melakukan kurvey sekaligus pungut sampah di kawasan Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Batuah, Senin (20/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional pengelolaan sampah, sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI agar persoalan lingkungan, khususnya sampah, ditangani secara serius dan terukur menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri LH memimpin apel kurvei di Taman Cahaya Bumi Selamat.(foto : MC Banjar)

Dalam kegiatan tersebut, Menteri LH menilai Kabupaten Banjar telah menunjukkan langkah progresif, terutama dengan penghentian praktik open dumping di TPA sejak awal 2025. Namun, Ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan.

“Sekitar 27 persen sampah masih perlu penanganan lebih serius. Tapi kami mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah yang sudah menghentikan open dumping. Ini langkah penting menuju sistem pengelolaan yang lebih baik,” ujar Hanif.

Ia menegaskan, arah kebijakan ke depan harus berfokus pada pengurangan sampah dari sumber, khususnya sampah organik.

Selain itu, penerapan sistem control landfill juga harus dilakukan secara disiplin. Hanif juga menaruh harapan besar agar Kabupaten Banjar mampu menjadi daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah, memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Adipura bukan hal baru bagi Banjar. Kita pernah meraihnya, dan saat ini fokus kami adalah menguatkan komitmen agar pengelolaan sampah semakin optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari penguatan anggaran, penyediaan sarana-prasarana, hingga pemberdayaan masyarakat melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM).

“Kami mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kini sampah juga memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat mendorong kemandirian warga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, yang turut hadir dan terlibat langsung dalam aksi kurvey, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan sampah.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah provinsi siap mendukung Kabupaten Banjar menjadi percontohan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Banjar memproduksi sekitar 365 ton sampah per hari, dengan 265 ton di antaranya telah dikelola di TPA Kencana menggunakan sistem control landfill. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah dapat mencapai 100 persen pada 2029.

Aksi kurvey ini juga melibatkan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi, jajaran Forkopimda, SKPD, serta pelajar, sebagai bentuk edukasi dan penguatan budaya bersih di tengah masyarakat. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version