BANJARMASIN – Bidang kedokteran dan kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Rumah Sakit Bhayangkara tingkat III Banjarmasin, memberikan layanan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat umum, dari remaja hingga lansia, melalui Gerai Vaksin Presisi yang bertempat di Kediaman Karo Ops Polda Kalsel, Komplek Pamen Polri Jalan Belitung, Banjarmasin, pada Rabu (3/11).
Antrean warga menunggu giliran vaksin di Gerai Vaksin Presisi di kawasan pemukiman pada Rabu (03/11)
Kegiatan yang dihadiri Lies Subchan selaku isteri dari Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Noor Subchan yang turun langsung membantu tenaga kesehatan ini, dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai. Pembukaan Gerai Vaksin Presisi di kawasan pemukiman ini, sebagai langkah membantu pemerintah mempercepat capaian pemberian vaksin kepada masyarakat.
Di tempat terpisah, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Ubaidillah mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dipimpin oleh Ipda Diyewaleku Lelono beserta personil Bid Dokkes Polda Kalsel dan Rumkit Bhayangkara tingkat III Banjarmasin.
Dia menuturkan, Polda Kalsel membuka Gerai Vaksin Presisi setiap hari di lokasi berbeda dan kali ini jumlah peserta yang divaksin sebanyak 108 orang. Baik dosis tahap 1 dan 2 dengan dosis yang digunakan sebanyak 10 vial Sinovac multi douse.
“Hari ini ada 10 vial yang kami berikan kepada para remaja dan lansia masyarakat umum sesuai dengan target. Ini akan terus kami lakukan untuk membantu pemerintah mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat,” tutup Kabid Dokkes. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)
BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor menyerahkan bantuan bibit jeruk varietas Siam Banjar senilai Rp1,9 miliar, kepada sejumlah kelompok tani di kabupaten Batola, saat kunjungan dalam rangka Vaksinasi Bergerak, Rabu (3/11).
Gubernur Kalsel menyerahkan bantuan bibit jeruk kepada perwakilan kelompok tani
Bantuan bibit jeruk diserahkan Paman Birin (sapaan akrabnya) disela tanam perdana padi di desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, usai meninjau kegiatan Vaksinasi Bergerak di kawasan Mandastana.
Gubernur mengatakan, bantuan ini untuk meringankan petani jeruk pasca mengalami musibah banjir awal tahun tadi.
“Saya menyaksikan langsung, bagaimana tanaman jeruk milik petani mati akibat banjir. Melihat kondisi ini, saya meminta jajaran dinas terkait untuk menganggarkan bantuan penggantian bibit baru”, tuturnya.
Paman Birin berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani. Terutama para petani yang lahannya terkena dampak banjir awal tahun 2021.
“Mudah-mudahan ini dapat dimanfaatkan oleh petani dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan ini juga membawa keberkahan bagi kita semua,” sebutnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan, bantuan bibit jeruk Siam Banjar yang diberikan sebanyak 124 ribu batang, atau setara dengan 624 hektar.
Menurut Syamsir kebun jeruk milik petani memiliki fungsi yang sangat penting karena hasil dari kebun jeruk digunakan petani untuk membiayai operasional penanaman padi.
Disampaikan Syamsir, selain Barito Kuala, Paman Birin juga membantu petani jeruk di Kabupaten Banjar sebanyak Rp1,6 miliar.
Turut hadir pada kegiatan ini Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani, dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr. (HC) H Sahbirin Noor melakukan panen padi lokal serta tanam perdana padi unggul di desa Sampurna kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (3/11).
Gubernur Kalsel (baju putih paling kanan) saat melakukan tanam perdana
Panen sekaligus tanam di lahan Kelompok Tani (KT) Bunga Padi seluas 87 hektar ini, dilaksanakan Gubernur bersama Bupati Batola Noormiliyani AS, usai memantau kegiatan Vaksinasi Bergerak yang digelar di Kantor Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana, pada hari yang sama.
Gubernur Kalsel (kopiah hitam) saat mengecek padi hasil panen raya
Padi yang dipanen berasal dari jenis Karang Dukuh. Sementara bibit padi yang ditanam berasal dari jenis unggul Inpara 2. Sebelum panen dan tanam dilaksanakan, Gubernur Sahbirin Noor terlebih dahulu mencoba alat pengolah tanah yang berasal dari Rotari Vator.
“Panen kali ini merupakan terakhir untuk padi tahunan sekaligus diawali tanam padi unggul berjenis Inpara 2,” tutur Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman.
Syamsir menambahkan, Batola masih menjadi kawasan andalan pangan Kalsel, kendati sempat terkena banjir awal tahun tadi.
“Batola tetap bisa panen walau pun yang ini merupakan penundaan akibat banjir lalu,” urainya.
Syamsir menjelaskan, kedepannya Batola akan menjadi perhatian untuk menjadi pertanian modern dan pelaksanaannya akan dicoba di kecamatan Mandastana.
“Pak menteri sangat peduli dengan Batola untuk menyambut port estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau agar menjadi sentra dalam rangka mendukung 2024, Kaltim sebagai ibukota negara dan Kalsel sebagai pemasok pangannya,” katanya.
Panen dan tanam di desa Sampurna ini juga dirangkai dengan pemberian bibit jeruk varietas Siam Banjar sebanyak 124.000 batang untuk para petani jeruk yang terdampak banjir. Yakni untuk lahan seluas 624 hektar, yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor kepada Bupati Batola Noormiliyani, dan Kelompok Tani Bunga Padi, Kelompok Tani Budi Berkat, dan Kelompok Tani Berkat Mulia.
Bersamaan ini pula Bupati Batola Noormiliyani memberikan bantuan bibit cabe kepada petani di Desa Sampurna yang diserahkan kepada Kelompok Tani Bunga Padi 2 dan Kelompok Tani Raudhah. Selain itu Bupati juga menyerahkan bantuan traktor kepada Pokja Taruna Jaya.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan, Pemprov Kalsel terus berusaha mendorong petani untuk terus menggalakan pertanian padi. Mengingat hasil produksinya sangat penting untuk keberlangsungan hidup. Karenanya, sebut gubernur, jika pemerintah memberikan perhatian tinggi terhadap pertanian tentunya menjadi suatu keharusan.
“Anda bisa bayangkan seandainya tidak ada beras. Karena itulah sehingga saya katakan satu biji beras saja mempunyai arti yang sangat besar,” selorohnya.
Terkait adanya bantuan jeruk, gubernur yang akrap disapa Paman Birin itu mengutarakan, bantuan diberikan mengingat beberapa waktu lalu tanaman jeruk yang ada di wilayah Batola maupun Kabupaten Banjar, nyaris semuanya mati akibat terendam banjir.
Fakta ini, papar gubernur, Ia saksikan sendiri sewaktu melakukan perjalanan ke berbagai pelosok desa baik siang maupun malam hari, pasca banjir. Selain itu para petani juga menyampaikan permohonan agar segera diberikan bibit agar kebun jeruk mereka bisa ditanami kembali.
Gubernur berharap, dengan pemberian bibit ini ke depan para petani jeruk, baik yang ada di Batola maupun Kabupaten Banjar bisa kembali tumbuh subur agar mereka dapat mempergunakan hasil produksi tersebut untuk menopang biaya kebutuhan pertanian dan keluarga.
Sebelumnya, Bupati Hj Noormiliyani AS menyampaikan, cita-cita Kabupaten Batola adalah Corporate Farming (korporasi petani) dari sejak dilaksanakannya HPS ke-28 di Batola lalu. Namun, menurut Bupati, terdapat kendala sewaktu menyampaikan grand design ke kementerian. Mengingat saat itu tengah terjadi peralihan antara Program Serasi dan Optimalisasi Lahan. Untuk itu, sebut Noormiliyani, jika provinsi berencana menjadikan pertanian modern di Batola tentunya menjadi kebahagian bagi Batola. Mengingat selain berpengaruh untuk peningkatan produksi juga akan membawa peningkatan kepada kesejahteraan petani. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya pengunjung RSUD Ulin Banjarmasin yang mau berobat. Maka, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mengencarkan sosialisasi pendaftaran pasien secara online.
Pada saat melakukan peninjauan di ruang pendaftaran
Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar didampingi Wadir Keperawatan Yudhi Riswandhy Noora, Kepala Bidang Keperawatan Heru Yuli Arifin, mengatakan, saat ini RSUD Ulin Banjarmasin gencar melakukan Sosialisasi Pendaftaran Pasien Online. Dengan tujuan, untuk mengurai antrian panjang pada saat pendaftaran pasien berobat di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Pendaftaran online tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien disaat pandemi COVID-19 ini menurun,” ucap Izzak kepada sejumlah wartawan, Rabu (3/11).
Izzak mengatakan, memang diperlukan waktu untuk mengedukasi masyarakat agar terbiasa melakukan pendaftaran secara online tersebut.
“Untuk pendaftaran online ini, tentunya memerlukan waktu hingga mereka terbiasa,” ucapnya.
Namun, lanjut Izzak, untuk pemberlakuan instan yang diberlakukan mulai besok hari. Pasien yang akan berobat ke RSUD Ulin Banjarmasin, tidak lagi perli antri di loket pendaftaran, mereka cukup duduk di depan masing masing poliklinik yang dituju.
“Saat ini, untuk pendaftaran pasien berobat tidak lagi menungggu di loket pendaftaran, tetapi pasien langsung duduk di depan poliklinik yang dituju. Nanti petugas masing masing poliklinik yang melakukan pendaftaran, untuk para pasien tersebut,” ungkap Izzak.
Izzak mengharapkan, pola jemput bola yang dilakukan RSUD Ulin ini, agar tidak terjadi lagi antrian panjang pada saat pendaftaran pasien.
“Kami berharap pola jemput bola ini, untuk memudahkan masyarakat pada saat berobat di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengunjungi Kecamatan Banjarmasin Selatan, untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan vaksinasi bergerak dengan Baiman.
Paman Birin saat meninjau vaksinasi bergerak di Kecamatan Banjarmasin Selatan
Kedatangan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, disambut Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, di Kota Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (3/11).
Dalam sambutannya Paman Birin mengajak, warga Kota Banjarmasin untuk mau bervaksin sehingga dapat bersama sama membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di Kota ini.
“Diperlukan kerjasama atau bersama sama bergotong royong dalam melawan COVID-19,” ucap Paman Birin.
Menurut Paman Birin, warga Kota Banjarmasin agar tidak takut untuk bervaksin. Mengingat, vaksin merupakan salah satu jalan untuk melawan keberadaan COVID-19.
“Warga diminta untuk tidak takut untuk bervaksin, karena masih ada yang takut dengan jarum suntik atau lainnya. Mengingat, bervaksin itu hanya sebentar tidak sampai hitungan ke 5 sudah selesai,” tuturnya.
Selain memantau pelaksanaan vaksinasi bergerak, Paman Birin juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk warga Kota Banjarmasin.
Sementara itu Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah melaksanakan, vaksinasi bergerak dengan Baiman di Kota Banjarmasin.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini memberikan motivasi kepada seluruh warga Kota Banjarmasin, untuk mau bervaksin. Dengan, melaksanakan vaksinasi bergerak dengan Baiman di Kota Banjarmasin,” ucap Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, atas dukungannya terhadap Kota Banjarmasin dalam memerangi penyebaran COVID-19, serta dalam pembentukan kekebalan kelompok.
“Untuk di Kota Banjarmasin sampai saat ini sudah sebanyak 63 persen warga Kota Banjarmasin telah divaksin,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Vaksinasi Bergerak jilid 2 pada awal November 2021. Tujuannya masih sama dengan Vaksinasi Bergerak awal Oktober lalu, yakni untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Banua hingga akhir tahun nanti.
Gubenur Kalsel saat memberikan keterangan kepada awak media
Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor memimpin langsung monitoring Vaksinasi Bergerak bersama Fokopimda dikuti seluruh Kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang dimulai dari gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/11) pagi.
Gubernur Kalsel mengatakan, Vaksinasi Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19. Karena melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya.
“Melawan COVID-19 tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu segenap usaha nyata, termasuk kolaborasi TNI, Polri, media dan masyarakat itu sendiri,” sebut Paman Birin.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Selatan Muhamad Muslim mengatakan, banyak usaha yang dilakukan untuk melawan COVID-19. Diantaranya, penerapan 5M, peningkatan kapasitas 3T dan percepatan vaksinasi.
“Gubernur Kalimantan Selatan menargetkan 67 ribu penerima suntikan atau dosis vaksin per hari dalam rangkaian Vaksinasi Bergerak ini,” ujarnya kepada wartawan.
Dengan target tersebut, maka harapan cakupan 70 persen sasaran mendapatkan vaksin COVID-19 hingga akhir tahun nanti, dapat terwujud.
Menurut Muslim, Vaksinasi Bergerak bertujuan untuk memotivasi Kabupaten Kota untuk meningkatkan capaian vaksinasi.
“Capaian vaksinasi untuk dosis pertama, saat ini sudah mencapai 38 persen dan 23 persen untuk dosis kedua,” tutupnya.
Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi di 13 kabupaten/kota, selama 4 hari kegiatan Vaksinasi Bergerak, rombongan Gubernur dan Forkopimda Kalsel juga membagikan paket sembako kepada warga yang terkena dampak pandemi COVID-19. Tidak lupa juga, pembagian masker juga dilakukan di titik – titik peninjauan vaksinasi, sebanyak 1.500 masker. Total ada 20.000 masker yang akan dibagikan selama kegiatan Vaksinasi Bergerak berlangsung. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BARITO KUALA – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme kerja pemerintah terkait pemberian pelayanan, perlindungan, dan penjaminan sosial kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial, khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasanuddin Murad.
Dengan menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, mantan Bupati Batola 2 periode ini melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, di Aula Serbaguna Bahalap Marabahan, Selasa (2/11).
Suasana Sosper 5/2016 oleh Anggota DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad
Wakil Rakyat dari Dapil III ini menerangkan, penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.
Untuk itu, Hasan berharap kepada puluhan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) se Kabupaten Barito Kuala agar mempelajari perda ini secara mendalam sehingga dapat dijadikan pedoman saat berinteraksi dengan masyarakat dalam upaya penanganan permasalahan sosial di wilayah kerjanya masing-masing.
“Harapan saya, saudara-saudara sekalian dapat memberikan pemahaman yang baik kepada mereka (para penerima Bansos). Terlebih lagi bila kita mengetahui penerima bansos tersebut ternyata kehidupannya lebih baik dari warga lainnya, sehingga mereka bisa menyadari bahwa tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (menerima),” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, Fuad Syech, selain mengungkapkan rasa terimakasihnya atas terlaksananya kegiatan sosper terkait kesejahteraan sosial, juga berjanji akan memperbanyak materi Perda tersebut untuk dibagikan kepada petugas TKSK dan Pendamping PKH se Kabupaten Barito Kuala.
“Masyarakat harus benar-benar tahu hak-hak mereka. Perda ini sangat menyentuh terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan perlu kita pelajari bersama, khususnya terkait 5 (lima) standar pelayanan sosial yakni pertama rehab sosial dasar penyandang disabilitas terlantar, kedua rehab sosial dasar anak terlantar, ketiga rehab sosial lanjut usia terlantar, keempat rehab sosial dasar gelandangan dan pengemis, dan kelima perlindungan sosial korban bencana alam dan bencana sosial. Ini yang harus kita tangani bersama,” ucap Fuad. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Syaripuddin mendorong pemerintah agar dapat mengakomodir dan memberikan ruang kepada para pemuda dan pemudi berprestasi di Banua.
Suasana Sosper Tentang Kepemudaan oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Supian HK
Hal tersebut diungkapkannya di sela kegiatan sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan yang bertempat di salah satu kafe Selasa, (2/11) dengan melibatkan putra-putri dan duta-duta kepemudaan.
Menurut Wakil Rakyat yang akrab disapa Bang Dhin tersebut, penting untuk menjaring dan menghimpun segala aspirasi pemuda untuk kemajuan Banua ke depan.
“Saya meyakini ada hal-hal konkret yang bisa kita dapatkan dari mereka terkait penyusunan program dan lain sebagainya, juga terkait bagaimana perda tentang kepemudaan ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ditambahkan Bang Dhin, tidak dapat dipungkiri, bahwa para peserta yang tergabung dari berbagai ragam kedutaan tersebut memiliki talenta, ide dan gagasan, yang kemudian dapat dikawinkan dengan program-program pemerintah ke depan. Diharapkan pemerintah maupun pemuda sama-sama mendapatkan manfaat dari Perda tersebut.
“Kita harus memberikan ruang kepada para anak muda untuk terlibat secara aktif, untuk kesiapan bonus demografi ke depan, guna meningkatkan potensi menuju ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Selain Bang Dhin sendiri, dalam kegiatan ini juga menghadirkan tokoh pemuda berpengaruh lainnya, di antaranya yakni Ketua DPD KNPI Provinsi Kalsel, Fazlur Rahman dan seorang tokoh wanita inspiratif Kalsel dengan segudang prestasi dan jam terbang, Hj Ananda.
Harapan yang senada dengan Bang Dhin untuk memberi ruang gerak bagi pemuda juga diungkapkan oleh Fazlur. Ia menganggap perda kepemudaan ini merupakan anugerah dan hadiah dari Provinsi Kalsel untuk para pemuda.
“Sekarang bagaimana caranya perda ini ter-deliver ke kawan-kawan pemuda. Untuk itu kami berharap pemerintah provinsi segera menelurkan tindaklanjutnya berupa peraturan gubernur agar aspirasi kawan-kawan yang ada di sini dapat terakomodir dan perda ini semakin terasa hadirnya di tengah-tengah masyarakat, khususnya para pemuda,” pungkas Fazlur.
Menanggapi kegiatan sosialisasi penyebarluasan perda menyangkut kepemudaan ini, salah satu peserta Oktaviana Citra Arrisa, seorang Putri Kampus Indonesia Kalsel 2021 menyambut positif upaya Bang Dhin dalam menghimpun aspirasi para pemuda-pemudi di Banua.
“Luar biasa sekali, kita diberi ruang untuk benar-benar bisa menyampaikan pendapat kita, para pemuda-pemudi banua dari ragam sudut pandang gelar kedutaan mau pun putra-putri yang disematkan ke kita,” ucap Citra.
Mahasiswi aktif semester tujuh UNISKA MAB tersebut juga berharap, upaya mulia dalam rangka perangkulan berbagai duta maupun putra-putri oleh Bang Dhin ini dapat menjadi bahan bakar agar ke depan para pemuda-pemudi di Banua dapat berperan lebih aktif sesuai kapasitas yang ia miliki untuk kemajuan Kalsel. (DPRD KALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dibukanya tempat tempat wisata di Tanah Air oleh Pemerintah Pusat, dan menerapkan peraturan masuk bagi pelancong. Untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti arahan Pemerintah Pusat tersebut, terkait persyaratan masuknya wisatawan ke Banua ini.
Kasi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Gusti Muhammad Yosalvina Yovani mengatakan, saat ini Pemerintah telah membuka Pariwisata, dan telah menetapkan persyaratan masuk ke daerah masing-masing.
Kasi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kalsel Gusti Muhammad Yosalvina Yovani
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat tersebut,” ucap Gusti Muhammad, pada saat menjadi narasumber di Program Topik Kita Hari Ini (TKHI) di Radio Abdi Persada, Selasa (2/11).
Gusti Muhammad mengatakan, persyaratan masuk seperti menggunakan pesawat terbang tidak lagi wajib PCR tetap cukup dengan swab antigen saja.
“Dengan bangkitnya pariwisata ini diharapkan, roda perekonomian kembali berjalan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sedangkan, di tempat-tempat wisata yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.
Seperti yang diutarakan Kepala UPTD Kebun Raya Banua Agung Sriyono.
Kepada UPTD Kebun Raya Banua Agung Sriyono
“Untuk Kebun Raya Banua saat ini memang telah dibuka untuk umum,” ucap Agung.
Namun, lanjutnya, untuk jam kunjungan masih dibatasi dari Senin – Minggu dibuka dari jam 08.00 – 16.00 WITA, atau sama dengan jam kerja.
Menurut Agung, pada saat sebelum dibukanya Kebun Raya Banua ini untuk umum, pihaknya telah mempersiapkan protokol kesehatan COVID-19. Seperti, menyediakan tempat cuci tangan yang banyak, spanduk spanduk berisi himbauan penerapan protokol kesehatan tersebut, serta lainnya.
“Meski pandemi COVID-19 melandai, tapi pengunjung tempat wisata tetap diminta untuk terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat,” ucap Agung. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Ujian Akhir Disertasi Program Studi Doktor Strata 3 Ilmu Pertanian Program Pascasarjana ULM atas nama Normalina, pada Selasa (2/11).
Rektor ULM Profesor Sutarto menyatakan bersyukur terlaksananya acara tersebut dan berharap ke depan akan semakin banyak doktor-doktor baru yang dilahirkan. Mengingat hingga kini, disamping bidang ilmu pertanian, ULM juga memiliki program doktor studi ilmu pembangunan, ilmu hukum dan ilmu lingkungan.
“Saya kira hal ini menjadikan ULM sebagai wadah yang sangat tepat bagi pembangunan Sumber Daya Manusia di Kalsel pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” katanya.
Sutarto juga berharap hasil-hasil penelitian/disertasi Doktor ULM ini bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk, lanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Doktor Normalina yang berkaitan dengan kepemimpinan hijau yang dinilai merupakan topik yang sangat trendi pada saat ini.
“Karena kepemimpinan hijau ini diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kalsel untuk kemaslahatan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel, Faried Fakhmansyah mengucapkan selamat kepada Normalina atas keberhasilannya meraih gelar Doktor dengan predikat Cumlaude. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan. Kemudian disertasi yang ditulisnya tentang kepemimpinan hijau ini memiliki arti berpihak kepada lingkungan dan masyarakat.
Suasana Penyerahan Buku Model Kepemimpinan Hijau (Green Leadhership) sebagai Role Model Normalina dalam Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup Berkelanjutan di Kalsel Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana ULM
“Tentu hal ini menjadi perhatian penuh Pemprov Kalsel, dimana salah satu visi dan misinya yaitu meningkatkan ketahanan lingkungan dan bencana. Jadi ke depan, isu lingkungan menjadi hal yang prioritas dan strategis,” ucapnya.
Karenanya, tambah Farid, Pemprov Kalsel bersyukur mendapatkan tambahan SDM yang berkompeten untuk nanti ikut berkiprah di bidang lingkungan hidup berkelanjutan. (NRH/RDM/RH)