Gubernur Kalsel Buka Lomba Olahraga dan Fotography Tingkat SMA

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel menggelar lomba olahraga dan fotography tingkat pelajar SMA, yang bertempat di Kiram Park Desa Kiram Kabupaten Banjar, Kamis (11/11), lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang diselenggarakan selama sehari ini memperlombakan olahraga tradisional seperti silat, enggrang, begasing, dan behadap yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai SMA di Kalsel.

Dalam sambutannya saat membuka, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan apresiasinya pada lomba olahraga dan fotography tingkat pelajar SMA, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalsel.

“Ulun (Saya) berpesan kepada generasi muda di Banua agar jangan takut bermimpi, jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi dan jangan malas dalam belajar, inilah kesempatan terbaik kalian untuk menunjukan potensi dan prestasi di tingkat provinsi,” ucap Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor menambahkan, dengan adanya perlombaan ini, maka bisa untuk menggali potensi bidang olahraga tradisional, bahkan seni fotography yang dimiliki para pelajar.

“Dimasa sekarang kita dituntut untuk terus kreatif dalam melihat segala peluang. Sehingga generasi muda Banua perlu memiliki kreativitas tinggi dan bersaing dengan daerah lain,” lanjut Sahbirin Noor.

Selain perlombaan tradisional dan fotography, di tempat perlombaan juga terdapat tempat vaksinasi COVID-19, yang ditujukan kepada masyarakat sekitar serta para pelajar yang belum bervaksin.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammadun menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan instruksi gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang dalam setiap kegiatan harus mengikut sertakan program vaksinasi untuk percepatan pemulihan.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Muhammadun 

“Vaksinasi massal ini merupakan kerjasama Disdikbud Kalsel, Dinkes Kalsel, serta Polda Kalsel, yang setiap instansi menurunkan personilnya untuk kegiatan vaksinasi,” ungkap Muhammadun.

Muhammadun melanjutkan, dengan adanya vaksinasi maka akan terdapat antivirus disetiap tubuh para pelajar yang telah bervaksin, sehingga dapat mempercepat proses pembelajara di banua ini, yang lebih dari setahun diadakan secara daring (online).

“Pelajar, guru dan para peserta didik harus divaksin. Momen – momen dimanapun bisa dilaksanakan vaksinasi untuk mengejar angka tinggi vaksinasi,” tutup Madun. (MRF/RDM/RH)

Pimpin Rakor Percepatan Vaksinasi COVID-19, Ini Instruksi Paman Birin

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) Sahbirin Noor menekankan,  ketersediaan vaksin di tingkat provinsi harus selalu ada. Ini sangat penting untuk meningkatkan capaian vaksinasi masyarakat.

Gubernur Kalsel saat memimpin rakor percepatan vaksinasi COVID-19

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sahbirin Noor saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi COVID-19 di Gedung Idham Chalid,  Setda Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (10/11).

Berkaitan hal itu, lanjutnya,  pemantapan koordinasi menjadi kunci utama. Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota hingga di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa harus aktif berkoordinasi.

“Kita bersyukur pelaksananaan vaksinasi di Kalsel sangat terbantu dengan kerja bersama antarkomponen Baik TNI/POLRI, tenaga kesehatan, swasta, para ulama, unsur pers, swasta organisasi kemasyarakatan dan lainnya,” ucap Paman Birin sapaan akrabnya.

Jika ada kabupaten kota yang persediaan vaksinnya menipis atau habis, pihak provinsi bisa segera mendistribusikannya. Dan kalau di tingkat provinsi berkurang segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta penambahan.

Vaksinasi  menurutnya, merupakan ikhtiar yang terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan target tercapainya Herd Immunity di Kalsel.

“Segera kita perhatikan kabupaten kota yang stok vaksinnya hampir habis,”  ingatnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, 425 ribu dosis vaksin di Kalsel telah didistribusikan di 13 kabupaten kota, sedangkan sisa stok sebanyak 9.200 dosis tengah disiapkan untuk kegiatan vaksinasi yang sudah terjadwal.

Melihat data itu,  lanjut Paman Birin, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Kalsel meminta stok vaksin kembali pada pemerintah pusat.

“Kita beberapa kali berjuang menurunkan PPKM Level IV di wilayah Kalsel. Alhamdulillah, level di beberapa wilayah terus menurun, bahkan ada yang mencapai level I,” ujarnya.

Kendati begitu, Paman Birin mengingatkan, perjuangan harus terus berlanjut. Capaian vaksinasi merupakan salah satu indikator yang diperhatikan KPC-PEN dalam menentukan level PPKM suatu daerah.

Dalam kesempatan tersebutm Kadinkes Kalsel Muhammad Muslim memaparkan, berdasarkan data KPC-PEN, capaian vaksinasi di Kalsel terhitung 9 November 2021 yakni dosis pertama sebesar 41.85 persen dan dosis kedua sebesar 25.68 persen.

Ia mengatakan, angka tersebut secara real-nya bisa saja berbeda, mengingat masih banyak data yang belum terinput.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel saat memaparkan data vaksin di Kalsel

“Capaian vaksinasi kabupaten kota sejak minggu pertama bulan November menunjukkan angka rata-rata  meningkat,” jelas Muslim.

Saat ini, ujar Muslim, Banjarbaru mencatatkan capaian vaksinasi terbesar di Kalsel, yaitu sekitar 63 persen. Sedangkan peringkat kedua terbanyak adalah Banjarmasin, yakni sekitar 61 persen. 

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin secara virtual menyampaikan, pihaknya berterima kasih dengan adanya Vaksinasi Bergerak.

Program vaksinasi yang dipimpin Paman Birin tersebut, diakuinya sangat meningkatkan laju capaian vaksinasi, tak terkecuali di Banjarbaru.

“Kami sudah mempersiapkan tiga bus bersama tim vaksinator untuk mendukung Vaksinasi Bergerak menuju tiap RT dan RW. Dalam satu hari, tiga sampai lima RT bisa terkejar,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan rakor antara lain Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, unsur TNI/POLRI, Kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, juga dihadiri lurah dan Kepala Desa se-Kalsel serta diikuti bupati walikota se-Kalsel secara virtual. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Terisak Bacakan Puisi di Hari Pahlawan

BANJARBARU –Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor membacakan dua buah puisi pada peringatan Hari Pahlawan 2021,  Rabu (10/11) di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel , di Banjarbaru.

Dua buah puisi yang mengingatkan bangsa ini agar menghargai pahlawan yang penuh dengan kegigihan dan pengorbanan itu, disampaikan Paman Birin (sapaan Sahbirin Noor) setelah membacakan pidato sambutan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.

Peringatan Hari Pahlawan di Kalsel tahun ini digelar langsung, diikuti pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto serta  undangan lain.

Paman Birin yang betindak selaku inspektur upacara bertema “Pahlawanku Inspirasiku” itu, tak kuasa menahan haru saat membacakan bait demi bait kedua puisi itu. Bahkan ia sempat terisak dan menarik nafas dalam-dalam.

Puisi pertama yang sampaikan Paman Birin berjudul : Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito !. Isi lengkap puisi adalah :

Nak, pernahkah ikam mendengar,

kisah tentang demang lehman? yang rela mengalami tiang gantungan demi cintanya pada bumi banua?

Nak ai, pernahkah ikam mencari tahu, apa yang diperjuangkan pangeran antasari? hingga beliau bertekad dalam perjuangannya mengusir penjajah belanda “haram manyarah, waja sampai kaputing!”.

Eh nak, nak ai, pernahkah ikam didongengkan oleh kuitan di rumah,
atau guru ikam di sekolah? kisah panglima wangkang atau Panglima Batur.juga ada kisah perjuangan Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati, Tumenggung Abdul Jalil, dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

Nak, amun ikam belum pernah tahu kisahnya carilah di buku-buku sejarah, lajui baca semuanya supaya ikam paham kalau cinta tanah air itu, perlu perjuangan perlu pengorbanan dan bukan sekedar kata-kata yang dititipkan pada ingatan! (Banjarmasin, 25 Oktober 2020)

Selanjutnya Paman Birin membacakan puisi karya Khairil Anwar, berjudul Kerawang – Bekasi. Puisi ini berisi pesan moral yakni semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah tiada.

Pesan lainnya,  bahwa perjuangan para pahlawan belum selesai hingga Chairil Anwar mencoba mengetuk hati kaum muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Puisi ini mengandung makna yang dalam, yang menggambarkan insan-insan yang rela mati muda demi perjuangan kemerdekaan yang meminta kesadaran serta simpati insan masa kini untuk tetap mengenang mereka dan melanjutkan perjuangan untuk membela Tanah Air.

Sementara itu, Menteri Sosial dalam amanatnya yang dibacakan Paman Birin, antara lain menyampaikan pesan bahwa kita berbeda–beda, tetapi jangan sampai terpecah–pecah oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1928.
(ADPIM/RDM/RH)

Paman Birin: Jiwa Kepahlawan Harus Ada Dalam Diri Siapapun

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengingatkan bahwa jiwa kepahlawanan harus ada dalam diri siapapun dan bisa dari lingkup terkecil yakni pahlawan bagi ekonomi keluarga.

Pesan ini disampaikan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, pada peringatan Hari Pahlawan 2021 di Halaman Setdaprov Kalsel, Rabu (10/11).

Paman Birin menyebut, melalui momentum Hari Pahlawan ini, maka hendaknya nilai-nilai kepahlawanan dapat selalu menjadi inspirasi dalam setiap langkah yang penuh inovasi dan daya kreasi.

“Setiap orang bisa menjadi pahlawan di bidang apapun, bahkan bisa memulai menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarga dan komunitasnya,” ujar Gubernur di podium Inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 2021.

Sebagai Inspektur Upacara, Paman Birin juga membacakan amanat tertulis Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, yang mana secara garis besarnya untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan menghindari perpecahan oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1982.

“Kita harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta persatuan dan kesatuan. Perbedaan justru memperkaya dan memperkuat kita, Bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Paman Birin menyempatkan diri untuk membacakan dua buah puisi yang mengingatkan bangsa ini agar menghargai pahlawan yang penuh dengan kegigihan dan pengorbanan.

Puisi pertama yang sampaikan Paman Birin berjudul : Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito !

Adapun isi lengkap puisi yang dibacakan hingga membuat orang nomor satu di Kalsel ini tak kuasa menahan haru hingga sempat terisak dan menarik nafas dalam-dalam, adalah;

“Nak, pernahkah ikam mendengar, kisah tentang demang lehman? yang rela mengalami tiang gantungan demi cintanya pada bumi banua?

Nak ai, pernahkah ikam mencari tahu, apa yang diperjuangkan pangeran antasari? hingga beliau bertekad dalam perjuangannya mengusir penjajah belanda “haram manyarah, waja sampai kaputing!”.

Eh nak, nak ai, pernahkah ikam didongengkan oleh kuitan di rumah,
atau guru ikam di sekolah? kisah panglima wangkang atau Panglima Batur.juga ada kisah perjuangan Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati, Tumenggung Abdul Jalil, dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

Nak, amun ikam belum pernah tahu kisahnya carilah di buku-buku sejarah, lajui baca semuanya supaya ikam paham kalau cinta tanah air itu, perlu perjuangan perlu pengorbanan dan bukan sekedar kata-kata yang dititipkan pada ingatan! (Banjarmasin, 25 Oktober 2020)”

Selanjutnya Paman Birin membacakan puisi karya Khairil Anwar, berjudul Kerawang – Bekasi. Puisi ini berisi pesan moral yakni semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah tiada.

Diketahui Peringatan Hari Pahlawan di Kalsel tahun ini digelar secara langsung, setelah sebelumnya urung dilaksanakan karena masifnya penyebaran COVID-19 di Banua. Peringatan ini diikuti pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto serta  undangan lainnya. (ASC/RDM/RH)

Komparasi Bidang Kehumasan, Sekwan DPRD Kalsel Kunjungi Diskominfosantik Kalteng

PALANGKARAYA – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (9/11).

Suasana Kunker Sekwan Kalsel ke Diskominfosantik Kalteng

Kepala Bagian Tata Usaha, Keprotokolan dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kalsel, Riduansyah menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sharing mengenai pengelolaan peliputan dan informasi kedewanan serta persroom.

“Mengingat salah satu tugas kami yaitu melaksanakan pelayanan terhadap anggota Dewan, menyebarluaskan kegiatan dan produk hukum yang dibuat kepada masyarakat. Jadi kami juga sangat dibantu oleh para wartawan yang ada di persroom Dewan,” katanya.

Riduansyah menjelaskan dari pertemuan tersebut, ada beberapa hal dari Diskominfosantik Kalteng yang patut menjadi pertimbangan untuk diterapkan di Kalsel, antara lain mengenai sistem tanda tangan elektronik serta sistem kemitraan dengan media massa, baik itu cetak maupun elektronik dan media online.

“Sistem tanda tangan elektronik ini sangat baik untuk diterapkan, terlebih di masa pandemi saat ini, tentu untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain itu, kemungkinan kita mencontoh pola Diskominfosantik Kalteng dalam menjalin hubungan kerja sama dengan media massa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswadi menerangkan ke depan pihaknya bersama semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD,) jajaran pemerintah provinsi menerapkan tanda tangan sistem elektronik.

“Karena tanda tangan elektronik lebih aman dan praktis kalau dibandingkan dengan tanda tangan basah,” jelasnya.

Mengenai hubungan kerja sama dengan media massa, Agus menyatakan, lebih cenderung menggunakan sistem kemitraan daripada kontrak.

“Dengan sistem kemitraan lebih manusiawi karena saling menguntungkan. Sedangkan dengan sistem kontrak terkesan kurang baik, karena si penerima kontrak harus mematuhi apa-apa dari pemberi kontrak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekwan Kalsel juga mengikutsertakan para jurnalis yang tergabung dalam Persroom DPRD Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Peringatan di Kalsel, Hari Pahlawan Harus Jadi Momentum Bersejarah Kaum Millenial

BANJARBARU – Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru, Kalsel, Rabu (10/11), diharapkan menjadi momen paling bersejarah bagi generasi muda di provinsi ini.

Acara khidmat yang diisi dengan upacara dan tabur bunga itu, dihadiri oleh jajaran aparat TNI-Polri dan Pemprov Kalsel menjadi pelengkap pada kegiatan tersebut.

Staff Ahli Gubernur bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang mengerti akan adanya keberadaan pejuang kemerdekaan di zaman dulu tentu hal ini tidak boleh dilupakan.

Staff Ahli Gubenur Kalsel bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah (tengah) saat diwawancarai usai mengikuti upacara Hari Pahlawan Nasional.

“Yang kami harapkan generasi penerus seperti kaum millenial dapat memahami adanya perjuangan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan di Indonesia terkhusus Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dalam melanjutkan perjuangan kemerdekaan RI, ia menyebutkan, generasi millenial harus mampu mendapatkan segudang prestasi dari berbagai bidang yang berlandaskan asas Pancasila.

“Tercapai Adil dan Makmur, memajukan kesejahteraan rakyat seuai dengan landasan negara kita,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat di Kalsel dapat memanfaatkan momentum peringatan Hari Pahlawan ini sebagai langkah dalam menumbuhkan rasa patriotisme dan menanamkan semangat untuk membangun daerah.

“Sehingga harapan masyarakat di Kalsel untuk adil dan makmur bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete, mengungkapkan, agar lebih meningkatkan sikap bela negara yang tinggi dikalangan generasi kaum millenial. Setidaknya, harus mengingat secara jelas tentang sejarah perjuangan pahlawan.

Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete

“Jangan pernah sesekali melupakan jas merah, artinya bagaimana para pahlawan kita memperjuangkan dan merebut kemerdekaan serta tanpa pamrih dan telah mengorbankan jiwa raganya. Maka, untuk generasi muda jadilah pahlawan di era saat ini,” papar mantan Kapolres Banjar ini.

Terkait dimasa pandemi yang kini masih berlangsung, ia mengajak masyarakat di Kalsel untuk bersama-sama agar tetap tegar menghadapi permasalahan tersebut. Dimana, salah satu langkah tepat yang bisa dilakukan adalah berikhtiar dan tidak terpuruk dengan keadaan ini.

“Terus berkarya dan buatlah prestasi-prestasi yang saat ini bisa dilaksanakan demi generasi yang akan datang,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Kalsel Jadi Salah Satu Lokasi Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegrasi (SRIKANDI)

BANJARBARU – Komitmen Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka menggerakkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), membuat Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) memilih provinsi ini menjadi salah satu tempat kegiatan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi e-Arsip Terintegrasi (SRIKANDI).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kota Banjarbaru ini, berlangsung mulai 10 – 11 November 2021, dan di ikuti oleh 36 peserta dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lingkup provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (10/11).

(ki-ka) Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie bersama dengan Arsiparis Ahli Utama ANRI, M Taufik

Disela kegiatan, selaku pemateri, Arsiparis Ahli Utama ANRI, M Taufik menyebut, secara teknik, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beserta jajaran SKPD lingkup provinsi ini sudah sangat siap dan berkomitmen untuk menggerakkan SPBE di sektor kearsipan melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Terintegrasi (SRIKANDI).

“Terpilihnya Kalsel sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan Bimtek ini tentunya tidak serta merta dalam kita memilih kepercayaan, melainkan karna kesiapan pemerintah provinsi ini dalam berkomitmen terhadap SPBE,” ungkap Taufik.

Oleh karena itu melalui kegiatan ini, lanjut Taufik, pihaknya ingin menyampaikan transformasi teknologi terhadap aplikasi SRIKANDI, agar provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Mudah mudahan dengan kegiatan ini, Kalsel dapat menjadi tujuan utama daerah lain, untuk saling berbagi dan belajar dalam menerapkan SPBE melalui aplikasi SRIKANDI,” harapnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani Dardie mengatakan, dengan kecepatannya di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak yang cukup besar di berbagai sendi kehidupan.

“Kecepatan perkembangan teknologi di era digital saat ini menuntut tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik untuk terus beradaptasi dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk dalam hal tata kelola kearsipan,” ungkapnya.

Tata kelola kerasipan menurut Nurliani, harus terus mengikuti perkembangan zaman dan melakukan perubahan utamanya dalam dalam penerapan SPBE.

“Dalam memasuki era Disruptif (Inovasi), kita dituntut melakulan perubahan yang cepat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, tak lupa Nurliani turut mengapresiasi ANRI yang telah memilih banua ini sebagai salah satu tempat kegiatan pelaksanaan Bimtek. Menurutnya, Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegrasi ini merupakan salah satu cerminan untuk menyatukan langkah dalam memajukan kearsipan di provinsi Kalimantan Selatan pada era digital ini. (TR21-01/RDM/RH)

Supervisi Diktukba Bintara Polri di Pusdik Binmas Semarang, Ini Pesan Wakapolda Kalsel

SEMARANG – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono meninjau langsung pelaksanaan pendidikan Bintara Polri yang berlangsung di Pusdik Binmas Banyubiru, Semarang, Selasa (9/11).

Kedatangan Wakapolda Kalsel didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Ubaidillah dan Kabag Watpers Ro SDM Polda Kalsel AKBP Dani Humardani itu pun disambut langsung oleh Waka Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Gadik/Staf Pusdik Binmas Lemdiklat Polri dan Siswa Diktuk Bintara Polri asal Polda Kalsel.

Wakapolda Kalsel saat melakukan kunjungan ke Semarang

Dalam keterangannya, Wakapolda Kalsel mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka Supervisi Pendidikan Dan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I TA.2022 Menggunakan Dana Hibah.

Tujuan Supervisi ini yakni untuk mengetahui pelaksanaan Satuan Pendidikan (Satdik) yang melaksanakan Diktukba Polri TA 2021 menggunakan dana hibah dari APBN ini, memberikan gambaran kepada pemberi hibah dari Kabupaten/Kota tentang pelaksanaan Diktuk Bintara Polri di Pusdik-pusdik, Sepolwan dan SPN, serta penerapan protokol kesehatan COVID-19 di Pusat Pendidikan.

Didepan Waka Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Gadik/Staf Pusdik dan 75 Siswa Diktuk Bintara Polri asal Polda Kalsel, Wakapolda mengucapkan terimakasih karena Pusdik Binmas telah mendidik para siswa Bintara dengan sangat baik.

Wakapolda berharap apa yang telah diberikan oleh para Gadik di Pusdik Binmas agar diresapi dan dipelajari dengan seksama oleh para siswa sehingga dapat menjadi anggota Bintara Polri yang Presisi, seperti pendekatan dalam ilmu komunikasi terhadap masyarakat.

Kepada para siswa, Wakapolda mengingatkan agar dapat menjaga Polri dengan baik dengan cara mempertimbangkan/memperhitungkan segala sesuatu dengan lebih matang terlebih dahulu sebelum terjadi tindakan dan perilaku yang bisa berakibat baik atau tidak.

“Para Siswa di sini adalah kebanggaan keluarga jadi jagalah nama baik keluarga dan nama baik Polri selama kalian hidup,” tegas Wakapolda Kalsel.

Dia pun mengimbau agar para siswa belajar berbuat kebaikan salah satunya menghargai orang lain, dan tidak mengharapkan imbalan dalam mengerjakan sesuatu.

“Berprinsiplah kita sebagai manusia yang bisa menghargai orang lain, suka menolong dan bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Menurut Wakapolda, dengan menjadi Polisi yang baik masyarakat akan merasa kehilangan tanpa kehadiran Polisi, dan jadilah Polisi yang dapat memecahkan suatu masalah bukan malah sebaliknya menjadi trigger atau pemicu masalah. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Pangdam Vl/Mulawarman Berganti, Pejabat Baru Puji Prestasi Pangdam Sebelumnya

BALIKPAPAN – Pucuk pimpinan tertinggi Kodam VI/Mulawarman mengalami pergantian dari pejabat lama Mayjen TNI Heri Wiranto, M.M., M.Tr.(Han), kepada Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, yang sebelumnya menjabat sebagai Danpuspenerbad. Serah terima jabatan Pangdam VI/Mulawarman secara resmi berlangsung di Mabesad, pada Jumat (5/11). Adapun rangkaian tradisi lepas sambut Pangdam VI/Mulawarman berlangsung di Balikpapan pada 8-9 November 2021.

Rangkaian tradisi diawali dengan penyambutan dan tepung tawar yang dilaksanakan di Bandara SAMMS Balikpapan, dilanjutkan dengan penyerahan risalah Serah Terima Jabatan Pangdam VI/Mulawarman, yang dilaksanakan di Ruang Yudha Makodam, Senin (8/11).

Puncak kegiatan Lepas Sambut Pangdam VI/Mulawarman dilaksanakam pada Selasa (9/11). Tepat pukul. 08.00 WITA Pangdam VI/Mulawarman masuk Kesatrian Makodam VI/Mulawarman yang disambut dengan hormat jajar dan tradisi pedang pora, dilanjutkan dengan Apel Kehormatan di lapangan Makodam dan penanaman pohon sawo kecik oleh Mayjen TNI Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) dan Ibu Endang Heri Wiranto.

Kegiatan Lepas Sambut ini juga dihadiri Gubernur Kalimantan Utara, Wakil Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim,  Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Kajati Kaltim, Kepala Pengadilan Tinggi  Kaltim, Wakapolda Kaltara, para pejabat Utama Kodam VI/Mulawarman, para  Danrem, Dandim, Dansat BS,  Danyonif dan Persit KCK Daerah VI/Mulawarman, yang dilaksanakan di Aula Makodam VI/Mulawarman.

Pada sambutannya, Mayjen TNI Heri Wiranto menyampaikan bahwa dinamika tugas di Kodam VI/Mulawarman cukup padat.

“Tanggung jawab wilayah Kodam VI/Mulawarman cukup luas, membentang dari Kaltara, Kaltim dan Kalsel, serta sepanjang 1.038 kiloneter wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia. Tidaklah mudah menjaga kedaulatan negara dengan wilayah seluas ini tanpa adanya dukungan  semua pihak. Ini sangat luar biasa dan saya mengucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh komponen masyarakat yang telah bekerjasama dalam menjaga wilayah NKRI,” ungkap Mayjen TNI Heri Wiranto.

Sementara itu Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso yang merupakan Alumni Akabri 1991, mengungkapkan prestasi yang telah dibuat oleh Mayjen Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) sebagai pejabat Pangdam VI/Mulawarman yang lama. Diantaranya adalah suksesnya pelaksanaan Latma Garuda Shield 15/2021 di Kodam VI/Mulawarman, yang membuktikan bahwa satuan ini cukup baik.

Ditambahkan oleh Pangdam, bahwa kegiatan-kegiatan lain juga sudah berjalan  dengan baik, seperti penanganan pandemi COVID-19 yaitu serbuan vaksinasi, pengamanan perbasatasan dan prestasi sebagai juara I pada lomba Binter tingkat Kodim serta lomba Karlister yang merupakan prestasi luar biasa bagi Kodam VI/Mulawarman.

Keberhasilan ini tidak bisa diraih tanpa ada kerja sama, baik dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh komponen masyarakat.

Pelaksanaan lepas sambut Pangdam VI/Mulawarman berlangsung dengan khidmad dan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Kapolda Kalsel Ajak Generasi Muda Menjadi Pemimpin di Era Milenial 4.0.

BANJARMASIN – Untuk menjadi seorang Leader / Pemimpin di era 4.0. saat ini, selain harus memiliki attitude yang baik, perlu juga memiliki kemampuan memanfaatkan peluang (Visioner), Pemecah masalah (Problem Solver) dan Pengambil keputusan (Decision Maker).

Sebagai pemimpin yang mengepalai sebuah organisasi, lembaga, atau bisnis, sudah sewajarnya harus memiliki sebuah pandangan visioner. Dengan demikian, Ia diharapkan mampu membuat keputusan yang tepat demi menjadikan organisasi menjadi lebih baik di masa mendatang.

Selain itu dengan menjadi Pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan maka tidak akan ada beban yang di dapat.

Hal itu diucapkan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto saat menjadi Narasumber pada Seminar Kepemimpinan Mahasiswa TKT Dasar Fire 2021 yang diadakan oleh Polda Kalsel bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, pada Selasa (9/11).

Suasana seminar yang digelar Polda Kalsel bekerjasama dengan UIN Antasari

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mathilda Batlayeri Polda Kalsel itu bertemakan “Kepemimpinan Di Era Milenial Untuk Menciptakan Roda Organisasi Yang Visoner, Decision Maker, Problem Solver”.

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Seminar Kepemimpinan tersebut turut dihadiri Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Mujiburrahman para Pejabat Utama Polda Kalsel dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin.

Dalam paparannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menjelaskan beberapa hal meliputi tentang Tantangan Industry 4.0 dan Society 5.0 Era Disrupsi Teknologi, Perilaku Di Era Industri 4.0 Society 5.0, dan Media Sosial Sarana Sebar Informasi.

Lebih lanjut dipaparkan oleh Kapolda Kalsel, terkait Perkembangan Revolusi Industri, Maksud Pimpinan Organisasi, 5 Tips Menjadi Pemimpin yang Baik, Cara Memimpin Diri Sendiri, serta Peran Positif Mahasiswa.

Disela kegiatan, Kapolda mengatakan pertemuan silaturahmi ini selain sebagai sharing pengetahuan juga dapat memberikan pengalaman kepada para generasi muda tentang kepemimpinan.

Kapolda berharap pertemuan ini tidak hanya berlangsung kali ini saja namun berlanjut diwaktu yang akan datang.

Ucapan terimakasih pun disampaikan oleh Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Mujiburrahman kepada Kapolda Kalsel dan Jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Dia terkesan kepada Kapolda Kalsel yang berkesempatan menjadi narasumber dan memberikan materi kepada para mahasiswa-mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan UIN Antasari Banjarmasin.

“Materi yang disampaikan Kapolda Kalsel pada kesempatan ini, sangat berkesan dan bermanfaat bagi para mahasiswa-mahasiswi generasi muda penerus Bangsa, untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” ucap Prof. Dr. Mujiburrahman.

Selain itu materi yang diberikan oleh Kapolda Kalsel juga menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di era digital saat ini.

Prof. Dr Mujiburrahman, pun berharap, kerjasama yang telah terjalin saat ini dapat berlanjut dan ditingkatkan. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version