BPAM Banjarbakula : Perbaikan Pipa Bocor Diprediksi Dua Pekan Selesai

BANJARBARU – Perbaikan pipa di Desa Mandi Kapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula masih tahap pengerjaan. Kondisi tersebut diprediksi akan berlangsung hingga dua pekan.

Kepala BPAM Banjarbakula, Nazrudin Alhaidar mengatakan, terjadinya kebocoran ini membuat pihaknya harus ekstra bekerja, salah satunya harus memanggil teknisi ahli dari luar Kalsel. Mengingat, selain pengalaman yang dimiliki, pipa merupakan hibah dari kementerian itu ternyata dibuat spesial dari negeri gingseng, Korea Selatan.

Kepala BPAM Banjarbakula Provinsi Kalsel, Nazrudin Alhaidar

“Sudah dilakukan perbaikan dan kami memanggil teknisi dari Surabaya, yang mana, ia sudah pernah belajar di sana. Kalau pipanya memang khusus dan Kalsel bahkan di kabupaten mana pun belum memiliki barang ini,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin (4/10) siang.

Bahkan, ia mengakui perbaikan yang masih dalam tahap pengerjaan itu diketahui membutuhkan waktu hingga dua pekan, agar air baku yang akan diolah menjadi air bersih dapat mengalir seluruhnya menuju saluran utama BPAM Banjarbakula.

“Dari pelaksana lapangannya perkiraan estimasi waktunya seperti itu. Progres sekarang, mereka masih melakukan proses penggalian,” bebernya.

Nazrudin menuturkan, total panjang keseluruhan pipa yang masih dalam tahap perbaikan itu sekitar 24 meter dan berada di Desa Mandi Kapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

“Setelah digali, selanjutnya dilakukan pengecekkan baru dilaksanakan proses penggantian. Panjangnya masing-masing dari kiri dan kanan seluruhnya ada sekitar 12 meter,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Proyek Peningkatan Jalan di HSU Diharapkan Berjalan Lancar

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan proyek peningkatan jalan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berjalan lancar. Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kalsel Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Sahrujani kepada wartawan, Senin (4/10).

Untuk itu, Komisi III DPRD Kalsel bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel melakukan peninjauan ke lokasi peningkatan jalan lingkar HSU pada Jum’at 1 Oktober lalu.

“Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut sudah memenuhi kriteria yang ditentukan,” katanya.

Diungkapkan Wakil Rakyat Dapil 5 ini, bahwa saat ini proyek peningkatan jalan Lingkar Utara Amuntai baru terbangun sepanjang 1,2 kilometer dari panjang 2,5 kilometer jadi masih tersisa 1,3 kilometer lagi guna penyempurnaan jalan yang merupakan jalan perlintasan/penghubung dari Banjarmasin menuju ke Provinsi Kalimantan Tengah dan sebaliknya dari Kalteng ke Banjarmasin.

“Mudah-mudahan tahun 2022 nanti, proyek ini bisa dilanjutkan sesuai dengan pagu yang direncanakan oleh Dinas PUPR”, harapnya.

Diketahui, peningkatan jalan di wilayah HSU menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kalsel Tahun 2021 dengan total anggaran sebesar Rp9 miliar yang terbagi dalam dua proyek yaitu rehabilitasi Jalan Lingkar Utara Amuntai dan rehabilitasi Jalan Bayur – Pekapuran. (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Dukung Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Sebagai Padang Pengembalaan

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan pengembalaan. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Senin (4/10).

Menurutnya, sektor peternakan merupakan salah satu sektor unggulan di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Kabupaten Tanah Laut yang terus didorong untuk dikembangkan sehingga Kalsel mampu menjadi daerah penyedia ternak.

“Selain itu, Kalsel juga merupakan daerah penyangga yang terdekat dengan ibukota baru nantinya sehingga berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak, ketersediaan pakan hingga memberdayakan sumber daya manusia di bidang peternakan menjadi mandiri untuk menghadirkan produk unggulan yang berdaya saing di pasar domestik dan global,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Imam, pihaknya bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tanah Laut terkait pemanfaatan lahan bekas tambang PT. Arutmin Indonesia, Jum’at (1/10) lalu. Mereka diterima oleh Kepala DPKH Tala, Suharyo beserta jajarannya.

Pemanfaatan lahan bekas tambang tersebut dilakukan untuk mendapatkan biaya produksi rendah dalam penyediaan pangan hewan yang berupa daging merah baik dari sapi maupun unggas. Salah satunya dengan pinjam pakai lahan bekas tambang PT. Arutmin Indonesia sebagai padang pengembalaan.

“Lahan bekas tambang yang sudah direklamasi merupakan lahan yang sangat potensial untuk pengembangan sapi baik dari sisi luas maupun sumber pakan ternak,” katanya.

Ditambahkan Imam, pihaknya akan menindaklanjuti kunjungan kerja ini dengan mengundang instansi-instansi terkait sehingga pinjam pakai lahan bekas tambang itu bisa segera terealisir.

“Dijadwalkan pada 13 Oktober 2021 nanti, kami akan mengundang Disbunak Kalsel, DPKH Tala, Dinas Kehutanan, Planologi dan Arutmin Indonesia untuk membahas rencana pinjam pakai lahan bekas tambang tersebut,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Jelang HUT ke-76 TNI, Danrem 101/Antasari Pimpin Ziarah ke TMP Bumi Kencana

BANJARBARU – Selain kegiatan bakti sosial dan juga anjangsana dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 TNI tahun 2021, juga dilaksanakan ziarah nasional yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, bertempat di TMP Bumi Kencana Landasan Ulin Banjarbaru, Senin (4/10).

Danrem 101/Antasari (tengah) didampingi Danlanal Banjarmasin dan Danlanud Syamsudin Noor saat menaburkan bunga di TMP Bumi Kencana

Peringatan hari ulang tahun ke-76 TNI tahun 2021 ini, mengambil tema bersatu, berjuang, kita pasti menang.

Tampak hadir para pejabat Korem 101/Antasari, Danrindam VI/Mulawarman, Danlanud Syamsudin Noor, Danlanal Banjarmasin, Dandim 1007/Banjarmasin, Dandim 1006/Martapura, Jajaran Dan/Ka Balak Aju Kodam VI/Mulawarman, Danyonif 623/BWU, Dandenzipur 8/GM, Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mlw, Jala Senastri, dan Pia Ardya Garini.

Ziarah rombongan dimulai pukul 07.00 WITA diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari dilanjutkan mengheningkan cipta dan diakhiri dengan peletakan karangan bunga di Tugu Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana.  Acara kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan yang diawali oleh Danrem 101/Antasari dan diikuti para peserta rombongan ziarah.

Dalam keterangannya Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, kegiatan ziarah merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 TNI tahun 2021, yang sebelumnya telah dilaksanakan beberapa rangkaian. Yaitu lomba fotografi, lomba voli pantai dan futsal, kegiatan bakti sosial donor darah, juga anjangsana dan puncaknya pada Selasa (5/10) dilaksanakan upacara secara virtual terpusat di Lanal Banjarmasin.

“Kegiatan ziarah ini sebagai wujud penghargaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan negara Indonesia tercinta, dan melalui kegiatan ziarah rombongan dalam memperingati HUT ke-76 TNI, diharapkan kita mampu meneladani nilai-nilai juang yang telah dicontohkan oleh para pahlawan yang telah gugur mendahului kita,” pungkasnya. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Tambang Emas Ilegal di Kawasan Kiram Ditindak

BANJARBARU – Berdasarkan arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang memberikan informasi tentang adanya aktivitas tambang emas ilegal di Desa Matang Kanas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Dinas Kehutanan Kalsel bergerak cepat untuk melakukan penelusuran.

Pengangkutan barang bukti tambang emas ilegal

Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel, Haris Setiawan mengatakan, tambang emas tradisional yang dilakukan masyarakat tersebut mereka temukan Senin (27/9) tadi.

“Ada enam orang yang kami temukan sedang beraktivitas di sana,” katanya, Jumat (1/10).

Penemuan tambang emas ujarnya, berawal dari informasi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang melihat sungai di sekitaran Kiram, Kabupaten Banjar keruh.

“Dari informasi beliau (Gubernur), kami lalu diminta ibu (Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel) untuk mencaritahu apa penyebab air sungai keruh,” ungkapnya.

Haris menyebut, setelah menerima arahan dari atasan, pihaknya kemudian mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) guna memastikan apa yang menyebabkan air di Sungai Kiram keruh.

“Dari hasil pulbaket, ternyata ada tambang emas ilegal di sana. Ini lalu kami laporkan ke pimpinan,” sebutnya.

Instruksi untuk mendatangi lokasi yang disinyalir menjadi tambang emas ilegal inipun langsung diberikan Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fatimatuzzahra.

“Saat kami tiba, ada seorang wanita yang kami temukan beserta mesin pompa yang mereka gunakan menambang. Kemungkinan suaminya lari, saat melihat kedatangan kami,” papar Haris.

Lebih lanjut, tim kemudian mendatangi titik lain yang jaraknya sekitar 100 meter. Di sana petugas menemukan lima orang, beserta mesin dan alat tambang emas tradisional.

“Kami datang bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM,” ujarnya.

Atas hasil penelusuran ini, petugas lalu mengumpulkan warga yang melakukan penambangan emas secara ilegal itu untuk diberi penjelasan bahwa aktivitas tersebut dilarang.

“Mereka lalu paham dan membuat pernyataan tidak mengulangi kegiatan itu lagi,” ucapnya.

Haris menuturkan, mereka memilih tidak memberikan sanksi kepada warga yang melakukan penambang liar tersebut, karena belum tahu bahwa aktivitas itu dilarang dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Tapi, kalau mengulangi lagi maka akan kami tindak,” tuturnya.

Namun sebagai bentuk efek jera kepada pelaku penambangan emas secara liar ini ujarnya, semua alat dan mesin yang ada di lokasi itu telah mereka sita.

“Sudah kami bawa ke kantor semua alatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel, Pantja Satata menyampaikan, pihaknya akan terus mengawasi lokasi bekas aktivitas tambang emas ilegal di Desa Matang Kanas.

“Tahun lalu sudah kami stop juga kegiatan di sana. Tapi, tahun ini ada lagi,” ucapnya.

Dia mengatakan, para warga yang tertangkap mengaku baru beraktivitas di sana selama satu bulan setengah.

“Tapi kalau hujan mereka tidak beroperasi,” pungkasnya. (ASC/RDM/RH)

DPRD Kalsel Apresiasi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Berbasis CAT

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi pelaksanaan seleksi kompetensi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu pada saat melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi calon PPPK yang digelar oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel dan Kota Banjarbaru di Gedung Idham Chalid, Minggu (3/10).

Suasana Pemantauan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK oleh Komisi I DPRD Kalsel

Siti Nortita bersama dengan anggota komisi I lainnya yaitu, Gina Mariati dan Burhanuddin, memonitoring pelaksanaan seleksi dengan tujuan untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan dengan lancar dan tertib.

“Kami sangat apresiasi dengan pelaksanaan seleksi PPPK kali ini, prosesnya sangat transparan. Jadi untuk hasilnya kita bisa lihat langsung setelah ujian berakhir, sehingga meminimalisir kemungkinan kecurangan, seperti peserta menggunakan joki dan sebagainya,” kata Siti Nortita.

Sementara, Kepala BKD Provinsi Kalsel, Sulkan mengatakan seleksi kali ini menggunakan sistem berbasis Computer Assisted Test (CAT), sehingga akan sangat sulit untuk melakukan kecurangan pada tes dengan sistem seperti ini.

Sulkan menambahkan sistem CAT ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sistem CAT ini memiliki Face Recognition, jadi setiap peserta yang masuk akan dicocokkan wajahnya dengan foto pada saat pendaftaran.

“Selanjutnya peserta mendapatkan PIN masing-masing untuk mendapatkan soal ujian yang berbeda-beda, sehingga sangat transparan dan hasil ujiannya sangat cepat untuk diketahui oleh peserta,” jelasnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Bersilaturahmi dengan Masyarakat Sumenep Banua, Ini Komentar Paman Birin

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri acara silaturahmi dengan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, bersama para tokoh masyarakat  pada Jum’at (1/10) malam, di Mahligai Pancasila.

Acara ini juga dihadiri para tokoh perwakilan dan masyarakat Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, yang berdomisili di Kalsel.

Gubernur Sahbirin Noor dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya tidak asing dengan masyarakat Kepulauan Kangean.

“Bagi saya masyarakat dan warga Kangean di Kalsel bukanlah hal yang asing, bahkan sering sekali bertemu. Apalagi yang berdomisili di Kelurahan Pemurus Baru, karena dulu saya lurah di sana, ” ungkapnya.

Menurut Sahbirin, Kalsel adalah miniatur Indonesia karena ada berbagai suku dan bangsa berdomisili Kalimantan Selatan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa suku manapun akan selalu diterima di Kalimantan Selatan. Karena masyarakat Kalsel yang mayoritas muslim, selalu memuliakan pendatang atau tamu sesuai dengan ajaran Islam.

“Dan bagi kita masyarakat Banjar, tidak pernah membeda-bedakan siapapun yang datang ke Bumi Lambung Mangkurat ini, kita akan menerimanya. Karena Kalsel mayoritas kaum muslimin, dan ajaran Islam selalu memuliakan tamu,” sampainya.

Pria yang biasa disapa Paman Birin ini juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel selalu terbuka dengan kemungkinan kerjasama, tak terkecuali dengan Kabupaten Sumenep.

Paman Birin tak lupa juga sampaikan ucapan selamat datang dan berharap Wakil Bupati Sumenep dapat menikmati waktunya selama di Kalsel, dan dapat kembali lagi di lain waktu.

“Kita ucapkan juga selamat datang kepada Ibu Wakil Bupati, semoga bisa menikmati waktunya di Kalsel. Kata orang, kalau sudah datang kesini, kata orang kalau sudah terminum air sini, pasti ingin kembali lagi,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan ini, Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah juga menuturkan ujuannya mengunjungi Kalsel bukan hanya untuk silaturahmi, namun juga terbuka dengan segala kemungkinan sinergi dan kerjasama.

“Insya Allah kami terbuka untuk melakukan beberapa kerjasama. Mudah-mudahan kegiatan silaturahmi ini menjadi kegiatan yang bisa kita sambungkan, bukan hanya dalam bidang ekonomi, mungkin nanti budaya, sosial dan lainnya,” harapnya.

Wanita yang juga dikenal dengan nama Nyai Eva ini juga menyampaikan pesan bahwa dirinya menitipkan masyarakat Kepulauan Kangean yang merupakan bagian dari Kabupaten Sumenep.

“Kami titip masyarakat kami Bapak. Insya Allah masyarakat kami yang ini(Kepulauan Kangean) adalah masyarakat yang sangat suka membangun daerahnya dan pekerja keras. Mudah-mudahan mereka bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk membantu pembangunan di Kalimantan Selatan, ” tutupnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

PELTI Banjarbaru Gelar Turnamen Tenis Beregu Putera se-Kalsel

BANJARBARU – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) kota Banjarbaru menggelar Turnamen Tenis Beregu Putera antar PELTI se-Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93, Jumat (1/10)

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 1 – 3 Oktober 2021 serta diikuti sebanyak 26 tim dari perwakilan 10 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dengan total hadiah Rp12 juta.

Ketua Panita Pelaksana Darius Anas mengatakan, selain memperingati Sumpah Pemuda kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kesehatan di masa pandemi serta untuk tetap menjalin silaturahmi antar anggota PELTI se-Kalsel.

“Satu tahun kita terbelenggu dalam keterbatasan gerak akibat wabah pandemi, semoga dalam perlombaan ini dapat menjalin silaturahmi kita sembari meningkatkan kesehatan tubuh serta menyalurkan hobi,” terang Darius.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali kota Banjarbaru Wartono mendukung kemajuan olah raga Tenis di kota ini dengan berencana mempercantik lapangan dengan mengecat ulang lapangan serta menambah lampu untuk kebutuhan pencahayaan.

“Nanti setelah perlombaan, kita akan benahi lapangan Tenis Idaman ini agar menjadi lapangan Tenis kebanggaan kota Banjarbaru,” ucap Wartono.

Pertandingan Tenis ini juga diharapkan menjadi angin segar untuk memajukan kembali olah raga di kota Banjarbaru.

“Kemarin kita sudah laksanakan mini soccer (sepak bola mini), sekarang tenis, semoga nanti setelah level PPKM sudah turun, kita bisa menjalankan aktifitas seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, perlombaan tenis oleh PELTI kota Banjarbaru ini sempat beberapa kali mengalami penundaan pelaksanaan jadwal diakibatkan level 4 PPKM di kota Banjarbaru yang terus diperpanjang. (TR21-01/RDM/RH)

Pantau Pelayanan Publik, Komisi I DPRD Kalsel Bertandang ke Anjir Muara

BARITO KUALA – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) laksanakan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jumat pagi (1/10).

Suasana kunjungan Komisi I DPRD Kalsel ke Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala

Dijelaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias, kunjungan kali ini dalam rangka untuk memonitoring pelayanan publik yang ada di kecamatan Anjir Muara.

“Kecamatan Anjir Muara merupakan salah satu kecamatan yang berdekatan dengan perbatasan provinsi tetangga, karenanya penting untuk memastikan sistem manajemen pelayanan yang ada, sebagai salah satu representasi wajah Kalsel,” ucap politisi partai PAN tersebut.

Rombongan Komisi I DPRD Kalsel diterima langsung oleh Camat Anjir Muara, Jaya Hidayatullah. Ia menyambut baik kedatangan sejumlah wakil rakyat dari komisi I ini.

“Terima kasih kami ucapkan, sebuah kebanggaan bagi kami dapat dikunjungi para wakil rakyat, sehingga menambah semangat kami untuk terus berbenah dan meningkatkan sistem manajemen pelayanan demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Ke depan, Jaya mengatakan dalam waktu dekat pihaknya juga akan membangun beberapa perkantoran pelayanan di sekitar kantor camatnya, seperti koramil dan lain sebagainya.

“Hal tersebut kami upayakan agar semuanya dalam satu kompek kantor pemerintahan, tentunya juga untuk mempermudah urusan-urusan yang diperlukan oleh masyarakat,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I, DPRD Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria yang akrab disapa Tatum ini menanggapi positif dan mengapresiasi rencana pembangunan kantor pemerintahan di satu komplek tersebut.

“Hal ini tentu sangat positif dan orientasinya memang untuk kepentingan masyarakat, harus didukung, ke depan akan kita coba masukan dalam pokok pikiran (pokir) anggota dewan,” pungkasnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Apresiasi Tas Ecoprint Buatan Banua Sendiri

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi yaitu tas ecoprint yang merupakan buatan warga Kalsel.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, pada Kamis (30/9) mengatakan, dari hasil kunjungan lapangan ke salah satu pengrajin Produk Ecoprint di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) baru-baru tadi, pihaknya sangat mengapresiasi salah satu produk kerajinan tas ecoprint.

“Tas ecoprint berbahan dasar kulit asli, yaitu kulit sintetis, dan dikombinasikan dengan kain, hal itu merupakan salah satu karya tangan bernama Dian Rianawati,” ucapnya.

Birhasani menjelaskan, di masa pandemi COVID-19 ini, sangatlah tepat kaum hawa, menyempatkan waktu untuk belajar membuat usaha kerajinan melalui tas handmade, sehingga berawal dari hobby, tentunya akan menjadi peluang bisnis.

“Teknik membuat tas ecoprint dengan cara pewarna alami berbahan dedaunan dan bunga sekitar, untuk proses produksi menggunakan bahan dan peralatan sederhana seperti panci,kompor dan slang untuk menggulung, serta terhindar dari penggunaan bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan,” katanya panjang lebar.

Lebih lanjut Birhasani mengatakan, selain produk tas, juga ada produk kain untuk baju wanita maupun pria, kemudian mukena, pajangan, home dekor lainnya, yang diolah melalui proses ecoprint, hasilnya sangat indah, tidak kalah dibandingkan dengan batik. Seluruh produk itu dijual baik melalui pasar offline maupun online, dan melayani pemesanan tidak hanya di daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, namun seluruh Kalsel bahkan nasional.

“Kita bangga ada produk banua yang mampu bertahan dimasa sekarang, bagi warga yang ingin membeli, bisa berkunjung ke rumah produksi yang beralamat di Pasar III Barabai, kami berharap masyarakat akan
mencintai dan membeli produk UKM Kalsel, yakni bangga buatan Indonesia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version