Banyak Yang Rusak, Asrama Mahasiswa Kalsel Diharapkan Segera Dibenahi

BANJARMASIN – Kondisi asrama mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel) yang ada di luar daerah yang mengalami kerusakan mendapat perhatian Anggota DPRD Kalsel. Salah satunya, Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin.

Ia mengakui jika tidak sedikit keluhan dan aspirasi yang disampaikan Perkumpulan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) terkait dengan kondisi asrama yang terbilang memprihatinkan.

“Hampir di setiap provinsi kondisinya memprihatinkan. Bukan hanya di Semarang, tapi di Surabaya dan Yogyakarta juga ada yang lebih parah lagi,” katanya kepada wartawan, belum lama tadi.

Namun karena keterbatasan kewenangan yang dimiliki, pihaknya hanya dapat menyampaikan kembali aspirasi tersebut kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, kewenangan pihaknya terbatas pada kemahasiswaannya. Sementara untuk bangunan yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan kewenangan dari Komisi I.

“Kami seringkali juga berkoordinasi dengan teman-teman di Komisi I untuk memperjuangkan anggaran perbaikan asrama itu, tapi mungkin ada kendala dalam proses pembahasannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, melakukan peninjauan langsung di asrama mahasiswa yang ada di Semarang, Jawa Tengah.

Hasilnya, kondisi asrama dinilai sangat tidak layak huni dan perlu perbaikan dengan segera. Apalagi dari lima kamar yang tersedia, hanya satu kamar yang dapat ditempati.

Sementara dari fisik bangunan, kerusakan terlihat jelas yang mengganggu kenyamanan para penghuni asrama, seperti plafon yang bolong hingga sarana lainnya yang sudah seharusnya dapat perbaikan. (NRH/RDM/RH)

Dit Intelkam Polda Kalsel Kunjungi Asrama Papua

BANJARBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan melalui Panit I Subsit Kamneg Dit Intelkam Polda Kalsel, AKP Muhammad Shodiq beserta Anggota menyambangi Asrama Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin asal Papua, di kawasan Unlam II Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru, Rabu (9/11).

Kunjungan ke asrama mahasiswa asal Papua

Kedatangan AKP Muhammad Shodiq beserta Anggota dalam rangka bersilaturahmi dengan Mahasiswa asal Papua yang saat ini sedang menempuh pendidikan di ULM Banjarbaru.

Disambut Koordinator Asrama Adaro Mahasiswa ULM Banjarbaru asal Papua, Paulus Blesia dan beberapa mahasiswa ULM Banjarbaru asal Papua lainnya, suasana hangat terjalin diantara sembari berdiskusi santai.

“Kami bersilaturahmi dengan mereka adik-adik Mahasiswa asal Papua yang kuliah di wilayah Provinsi Kalsel,” ungkap Shodiq.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan agar mereka merasa aman dan nyaman, sehingga lebih fokus dalam menempuh pendidikan.

“Sehingga para mahasiswa tersebut dapat pulang membawa gelar kesarjanaan dan kebahagiaan untuk keluarganya di tanah Papua,” ujar Shodiq.

Dalam kesempatan tersebut, Shodiq berpesan kepada mahasiswa asal Papua agar mereka bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi Kota Banjarbaru.

“Hendaknya dapat bergaul dengan baik, berinteraksi dengan baik dengan lingkungan masyarakat sekitar, dan menjaga kehormatan sebagai warga Papua di tempat menempuh pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Asrama Adaro Mahasiswa ULM Banjarbaru asal Papua Paulus mengatakan, ia dan teman temannya merasa senang mendapat kunjungan dari Polda Kalsel.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami yang ada di asrama ini, karena mendapat kunjungan langsung kakak-kakak dari Polda Kalsel,” ucap Paulus.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh kakak-kakak dari Polda Kalsel.

“Bantuan yang diberikan sangat membantu kebutuhan kami,” ujar Paulus.

Pada kesempatan itu, Panit I Subsit Kamneg Dit Intelkam Polda Kalsel juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk mahasiswa ULM Banjarbaru asal Papua tersebut. (DIT-INTELKAM POLDA KALSEL/SRI/RDM/RH)

Kendalikan Inflasi, Dinas TPH Kalsel Gelar Pasar Murah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel menggelar pasar murah di sejumlah lokasi di Kabupaten/Kota se-Kalsel. Pasar murah sudah dilaksanakan sejak Oktober hingga November di sejumlah Kabupaten-Kota yakni kabupaten tapin, kabupaten tabalong, kabupaten kotabaru, hingga Kota Banjarbaru.

Beberapa waktu lalu kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan, kegiatan pasar murah ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, harga komoditi barang yang ditawarkan pun, relatif lebih murah dari komoditi barang yang ditawarkan dipasaran, khususnya komoditi barang yang mengalami lonjakan harga signifikan seperti bawang merah dan cabai.

“Pasar murah diharapkan dapat menekan dan mengendalikan inflasi di Kalsel, ” ungkap Syamsir Rahman.

Kegiatan pasar murah ini ungkap Syamsir Rahman, selain membantu masyarakat mendapatkan komoditi barang dengan harga murah, juga membantu para petani wilayah Kalsel.

“Kita beli dari petani dengan harga standar lalu kita subsidi sehingga dapat dijual murah kepada masyarakat,” lanjut Syamsir.

Ia melanjutkan, pasar murah akan terus dilaksanakan sebagai upaya dalam gerakan pengendalian inflasi, sehingga masyarakat dapat terbantu dalam komoditi pangan seperi beras, bawang merah dan cabai. (MRF/RDM/RH)

Tingkatkan Wawasan, Setwan Kalsel Komparasi ke DKI Jakarta

JAKARTA – Sekretariat DPRD (Sekwan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan studi komparasi ke Sekretariat DPRD DKI Jakarta, Kamis (10/11).

Rombongan Sekretariat DPRD Kalsel yang dipimpin Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Rumah Tangga, Perlengkapan dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kalsel, Deddy Noraidi mewakili Plt Sekwan Kalsel disambut oleh Staf Protokol dan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD DKI Jakarta, Priyono.

Dalam kegiatan itu, Setwan Kalsel didampingi sekitar 23 orang wartawan yang tergabung dalam presroom dewan.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Rumah Tangga, Perlengkapan dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kalsel, Deddy Noraidi mengatakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan wawasan kehumasan sekretariat DPRD Kalsel dan insan media yang tergabung dalam pressroom dewan.

“Hal itu guna menjalin kerjasama dan kemitraan yang lebih baik ke depannya,” katanya kepada wartawan.

Dalam pertemuan itu, menurut Deddy, terungkap bahwa kondisi antara Setwan DKI Jakarta dan Setwan Kalsel sedikit berbeda. Salah satunya, hubungan kerjasama dan kemitraan Sekwan Kalsel dan Presroom Dewan lebih erat terjalin.

“Tapi hal itu bukan berarti kita lebih bagus. Mengingat antara Sekwan DKI Jakarta dan media-media yang ada juga terjalin sinergitas yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Protokol dan Perjalanan Dinas Setwan DKI Jakarta, Priyono mengatakan pihaknya memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di bidang kehumasan. Menurutnya, pihaknya merekrut tenaga-tenaga honorer di bidang kehumasan berdasarkan kemampuan dan keterampilan khusus untuk menyajikan berita-berita kegiatan Dewan melalui website.

Suasana Studi Komparasi Setwan Kalsel ke Setwan DKI Jakarta

“Mereka memiliki kemampuan dan keterampilan khusus, seperti pernah menang lomba karya ilmiah ataupun pemenang lomba foto. Tenaga honorer tersebut sekitar 10 sampai 15 orang yang terbagi dalam tiga grup untuk menyajikan berita di DPRD DKI Jakarta,” jelasnya.

Meskipun demikian, lanjut Priyono, hubungan antara Setwan DKI Jakarta dengan insan media yang memberitakan kegiatan Kedewanan tetap berjalan harmonis. (NRH/RDM/RH)

DPMD Kalsel Dorong Pemdes Optimalkan Dana Desa Untuk Tekan Pertumbuhan Inflasi

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel mendorong upaya peningkatan perekonomian desa. Ini merupakan bentuk menekan pertumbuhan inflasi. Agar tak bertambah, salah satu langkah kongkritnya adalah penggunaan alokasi dana desa yang diharuskan tepat sasaran.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Farid Fakhmansyah menyampaikan, sesuai dengan visi misi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, bahwa penekanan inflasi menjadi skala prioritas. Apalagi, desa menjadi ujung tombak perkembangan jangka panjang untuk pembangunan dari perekonomian.

“Penurunan angka inflasi saat ini menjadi titik fokus utama Paman Birin, tak hanya ditingkat perkotaan saja melainkan desa juga mendapat perhatian. Maka dari itu, Turun ke Desa (Turdes) dilaksanakan dan menjadi alasan kuat untuk mengetahui sejauh mana potensi kemajuan desa untuk berkembang,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (10/11) siang.

Menangani inflasi, lanjut Farid, setiap pemerintahan desa (pemdes) diperbolehkan menggunakan alokasi melalui dana desa untuk mengentaskan permasalahan ini. Bahkan, sebagai bentuk antisipasi hal tersebut telah tertuang resmi dalam peraturan.

“Dalam peraturan, ada yang namanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa dan di alokasikan sebesar 40 persen,” bebernya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan di desa, ia menuturkan, apabila ada pengerjaan fisik setidaknya dapat memberdayakan masyarakat sekitar yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

“Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan melalui dana yang dialokasi untuk program padat karya dan ini merupakan dorongan dari Gubernur Kalsel saat melakukan Turdes kemarin,” ucapnya.

Terlebih melalui dukungan kepala daerah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) juga dianggap sebagai langkah menjadi batu loncatan agar perekonomian masyarakat di desa mampu terpenuhi.

“Libatkan mereka apalagi yang kurang mampu, baik itu usaha pariwisata atau pun itu agar bisa memberikan dampak positif bagi penghasilan mereka,” ujarnya

Setelah seluruhnya berhasil dikembangkan, dipastikan Farid, desa yang sebelumnya terisolir alias tertinggal akan siap menjadi berkembang dan maju.

“Ini jadi fokus utama Gubernur dalam mengejar ketertinggalan status. Paman Birin mendorong hal itu agar perkembangannya dapat mencapai kemajuan serta kemandirian,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Produk Pakaian Jadi Sasirangan Kalsel Disukai Pasar

BANJARMASIN – Pada 2022 ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan mulai memberikan pelatihan peningkatan produk jadi sasirangan kepada pengrajin di Provinsi ini.

Ketua Harian Dekranas Provinsi Kalimantan Selatan Mahyuni mengatakan, sejak awal tahun lalu berdasarkan arahan Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, untuk pemberian pelatihan kepada para pengrajin tidak lagi hanya berdasarkan bahan semata.

“Tahun ini kami mulai memberikan pelatihan peningkatan produk sasirangan kepada pengrajin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Mengingat, lanjut Mahyuni, untuk potongan kain sasirangan dijual masih dengan harga tidak terlalu tinggi. Sedangkan, untuk bahan jadi seperti pakaian serta lainnya bisa dijual dengan harga tinggi.

“Selain itu pada industri produk jadi sasirangan ini, banyak pihak yang seperti penjahit serta lainnya,” ucap Mahyuni.

Oleh karena itulah pengrajin sasirangan dilatih, untuk dapat meningkatkan produk sasirangan mereka tersebut.

“Pakaian jadi Sasirangan atau fashion desainer saat ini disukai pasar,” ujarnya lebih lanjut.

Mahyuni mengatakan, saat pandemi berlangsung, arahan Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, kepada pengrajin untuk dapat meningkat produk sasirangan. Berupa, pakaian jadi serta lainnya.

“Ternyata pakaian jadi produk sasirangan disukai pasar lokal dan internasional,” tutur Mahyuni.

Dengan alasan, lanjutnya, pakaian jadi sasirangan dinilai lebih menarik dibanding, jika hanya bahan kain saja.

“Untuk pemenuhan permintaan pasar tersebut, maka pengrajin sasirangan, diminta untuk membuat produk jadi sasirangan tersebut,” ucap Mahyuni. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akan Lakukan Operasi Pasar Demi Tekan IHK

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan operasi pasar untuk menekan tingginya Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 115,87 pada Oktober 2022.

Sekretaris Daerah Kalsel didampingi Kepala Biro Ekonomi saat memimpin Rakor Penanganan Inflasi di Aberani Sulaiman Setda Kalsel

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) ada 3 daerah yang menjadi penyumbang tertinggi IHK Kalsel dalam periode tersebut yakni Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tabalong dan Kota Banjarmasin.

Menurut Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Inflasi, di Aberani Sulaiman Setda Kalsel, Kamis (10/11), ada 3 komiditi bahan pokok yang menurut Roy perlu diberikan perhatian khusus yaitu beras, daging sapi dan daging ayam ras.

Suasana Rakor Pengendalian Inflasi di Ruang Aberani Sulaiman Setda Kalsel

Sehingga langkah cepat untuk menekan tinggi harga, lanjut Roy, yakni dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah.

“Akan kita agendakan paling lambat dalam pekan depan (yaitu) operasi pasar. Begitu juga pasar murah yang akan terus kita lakukan hingga akhir tahun ini,” ujar Roy.

Sebagai langkah panjang Roy membeberkan, pihaknya juga tengah mendata komoditi apa saja yang dapat ditingkatkan produksinya.

“Kita tingkatkan produksinya, kita perbaiki distribusinya, penyalurannya, kemudian kita benahi permasalahan terkait peningkatan produksi di daerah yang menjadi lokasi penanaman,” papar Roy.

Pemprov Kalsel sendiri diakui Roy sudah menambah divisi baru di Perusahaan Daerah (Pusda) Bangun Banua, untuk produksi pangan. Sayangnya divisi tersebut masih dalam tahap reorganisasi hingga pencarian Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menjalankan program divisi tersebut.

“Divisi ini kita harapkan nantinya sama seperti Bulog kalau dari Pusat. Bedanya ini nanti khusus menangani kebutuhan pangan di daerah,” ungkapnya.

Sebagai upaya pemaksimalan, selain dengan koordinasi antar SKPD, Roy menyebut siap memaksimalkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Untuk alokasinya kurang lebih 80 Miliar Rupiah, kita sudah gunakan sebanyak 50 persen dan akan kita maksimalkan lagi karena masih ada waktu hingga Desember mendatang,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Kawal MCP KPK, BPKP Kalsel Minta Para Inspektur Lebih Gigih Awasi Pemerintah Daerah

BANJARMASIN – BPKP Kalsel tegaskan siap mengawal upaya pencegahan korupsi di Kalimantan Selatan, bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu sebabnya, para Inspektur di Kalimantan Selatan harus lebih gigih mengawasi pemerintah daerah melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK.

“Inspektur di pemerintah daerah harus lebih meneguhkan tekadnya mengawal proses intervensi MCP dari KPK,” ungkap Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap, saat membuka verifikasi penilaian MCP dengan seluruh Inspektur dan tim verifikasi KPK, Kementerian Dalam Negeri, dan BPKP di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (10/11).

Pada acara verifikasi tersebut, Rudy juga mengungkapkan, tren capaian MCP di Kalimantan Selatan tahun 2018-2021 secara umum berada di atas capaian rata-rata nasional. Namun, pada capaian tahun 2022 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini, beberapa area intervensi MCP belum memberikan sinyal yang positif.

Area intervensi tersebut adalah Manajemen ASN, Pengelolaan BMD, dan Tata Kelola Keuangan Desa. Area-area ini masih di bawah rata-rata nasional.

Rudy juga mengingatkan, belum ada pemerintah daerah di Kalimantan Selatan yang berhasil mencapai Manajemen Risiko Indeks (MRI) Level 3. Kemudian, hanya 1 pemerintah daerah yang mulai menerapkan Fraud Control Plan (FCP), yakni Pemerintah Kota Banjarmasin.

Selain itu, pelaksanaan kebijakan terkait Perencanaan dan Penganggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Manajemen ASN, dan Tata Kelola Keuangan Desa belum berjalan dengan baik.
Sebagai contoh, terdapat potensi penerimaan daerah yang belum digali dan tunggakan penggunaan aset yang belum ditagih dibeberapa pemerintah daerah.  Hal ini menunjukkan kelemahan tata kelola (governansi) pemerintah daerah yang serius, yang berpotensi fraud dan diajukan ke meja pengadilan tindak pidana korupsi.

“Upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Kalimantan Selatan harus menjadi kerja bersama”, katanya.

Upaya ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi semua unsur di pemerintah daerah, terutama para Inspektur.

“Karenanya, para Inspektur harus mempertajam kegiatan pengawasan dengan mengimplementasikan audit berbasis risiko (risk-based audit),” pinta Rudy.

Ia juga meminta penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah SPIP Terintegrasi, aplikasi Sistem Pengawasan Keuangan Desa (Siswaskeudes), dan percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di pemerintah daerah.

“SPIP saat ini juga sudah diintegrasikan dengan penilaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), MRI, dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK),” tambah Rudy.

Hal ini akan mampu memberikan nilai tambah dalam pencegahan korupsi di pemerintah daerah.
Sementara itu, Siswaskeudes akan membantu pengawasan keuangan desa sehingga perencanaan dan pengelolaan keuangan lebih akuntabel, sebagaimana ditekankan dalam salah satu unsur penilaian MCP dari KPK.

Rudy juga mengingatkan, para Inspektur di Provinsi Kalimantan Selatan agar lebih meningkatkan pengawasan dan memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan di pemerintah daerah.

“Hal ini akan meminimalkan peluang terjadinya tindak pidana korupsi di Kalimantan Selatan dan akan menjadi soft landing bagi kepala daerah yang akan mengakhiri masa tugasnya di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Hari Pahlawan ke 77, Gubernur Kalsel : Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa NKRI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ke 77 Tahun 2022 di halaman kantor Sekretariat Daerah Kalsel, Banjarbaru, Kamis (10/11) pagi. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bertindak sebagai inspektur upacara.

Suasana upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 77 di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kalsel

Turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101 Antasari, Kapolda Kalsel, Danlanud, Danlanal, pimpinan instansi lembaga vertikal, para veteran serta tamu undangan lainnya.

Membacakan amanat Menteri Sosial RI, Sahbirin mengajak masyarakat kembali menghidupkan perjuangan pahlawan bangsa di dalam benak. Terutama pahlawan yang gugur dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan.

Peringatan hari pahlawan diharapkannya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghargai satu sama lain.

“Bersama kita kenang dan hormati perjuangan para pahlawan. Bersama kita bangun ingatan kolektif bangsa agar dapat implementasikan semangat dan nilai-nilai luhur pahlawan. Bersama kita perkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan amanat pahlawan bangsa,” kata Sahbirin.

Kemerdekaan dengan menjadi pahlawan menurutnya dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, dengan menjadikan semangat dan nilai–nilai kepahlawanan sebagai inspirasi dalam setiap langkah hidup dan kehidupan bersama.

Lebih jauh, lanjut Sahbirin, kesiapsiagaan menghadapi bencana alam termasuk pandemi COVID-19 serta kelangkaan sumber daya, menjadi suatu hal yang masih diperjuangkan secara bersama dengan kesungguhan.

Sahbirin juga mengajak seluruh masyarakat untuk berantas kebodohan, perangi kemiskinan dan upaya pecah–belah bangsa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Kita lawan paham radikal, kita tumbuh kembangkan semangat gotong royong untuk menyongsong masa depan yang cerah. Pahlawan akan menjadi teladan bagi kita mengarungi masa–masa penuh tantangan. Teladan bagi kita menata masa depan dan menjadi pemenang,” imbuhnya.

Pertunjukan drama kolosal dari mahasiswa ULM

Upacara juga dirangkai dengan nyanyian dari tim paduan suara Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan ditutup dengan drama kolosal yang dipersembahkan oleh Prodi Pertunjukan Seni Pertunjukkan ULM.(SYA/RDM/RH)

Terima Kunjungan Puluhan Pelajar, Depo Arsip Kalsel Siap Beri Edukasi Tata Kelola Arsip

BANJARBARU – Depo Arsip Banjarbaru dibawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menerima kunjungan puluhan siswa yang ingin melihat langsung proses pembentukan hingga pemusnahan arsip, Rabu (9/11). Kunjungan kali ini berasal dari siswa SMK Negeri 1 Pelaihari.

Antusiasi siswa saat melihat arsip yang ada di Depo Arsip Banjarbaru

Rombongan yang dipimpin Wakasek Bidang Kehumasan, Ahmad Robbi serta Wali Kelas dan sejumlah Guru ini disambut hangat oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Riza Fahlevi, serta ASN di Depo Arsip Banjarbaru.

Kepala Bidang Pengelola Kearsipan Dispersip Kalsel, Riza Fahlevi

“Kedatangan mereka (rombongan) adalah untuk mengetahui bagaimana proses pemilihan, pembentukan, hingga pemusnahan arsip yang ada di Depo Arsip,” papar Riza.

Depo Arsip sendiri memang menyediakan wadah untuk pelajar maupun mahasiswa yang ingin mengenal lebih jauh tentang tata kelola kearsipan yang sesuai standar dan kaedah yang tertera dalam Undang-Undang.

Menurut Riza, semua hal tentang kearsipan sangat penting bagi pelajar dan mahasiswa, terutama yang mengenyam pendidikan di jurusan perkantoran. Depo Arsip diakuinya siap untuk mengedukasi siapapun yang datang berkunjung.

“Kita sangat terbuka, kita siap melayani siapapun yang datanf berkunjung ke tempat kita, baik lewat surat terlebih dahulu atau datang langsung. Asalkan kita tidak ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” ungkapnya.

Sementara Wakasek Bidang Kehumasan SMK Negeri 1 Pelaihari, Ahmad Robbi mengaku bangga atas pelayanan yang diberikan oleh Depo Arsip dibawah naungan Dispersip Kalsel ini.

Ia berharap, kunjungan rombongannya kali ini dapat meningkatkan tali silaturahmi antar sekolahnya dengan Depo Arsip Banjarbaru.

“Semoga nanti siswa kami bisa mengikuti program magang disini. Sebaliknya, dari Depo Arsip juga kami harap bisa jadi guru tamu kedepannya,” harapnya.

Untuk diketahui, SMK Negeri 1 Pelaihari mengikutsertakan 72 siswa kelas 11 dan 12 jurusan Manajemen Perkantoran pada kunjungan kali ini.

Puluhan siswa tersebut terlihat semangat ketika diajak mengelilingi lokasi penyimpanan arsip yang tertata rapi sembari dijelaskan tata cara pengelolaannya.

“Rencananya kita juga akan ajak siswa kelas 10 pada kunjungan kita di tahun depan,” tutup Robbi.(SYA/RDM/RH)

Exit mobile version