Tabalong Juara 1 PeSOda Kalsel

BANJARBARU – Pekan Olahraga Daerah Soina (PeSOda) Kalsel 2022, resmi ditutup Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, Rabu (16/11).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Hermansyah mengucapkan, selamat kepada pemenang. Agar dapat terus meningkat prestasi lagi.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan kepada yang belum berhasil jangan bersedih,” ungkap Gubernur.

Serta, lanjutnya, bagi yang belum berprestasi hendaknya dapat terus berlatih, agar dapat menghasilkan prestasi kedepannya.

Gubernur mengatakan, dilaksanakannya kegiatan Pekan Olahraga Daerah Soina Kalimantan Selatan ini, dalam rangka menghasilkan atlet atlet berprestasi, untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada pertandingan tingkat nasional maupun internasional.

“PeSOda ini digelar dalam rangka menghasilkan atlet atlet berprestasi,” ucapnya.

Gubernur berharap, atlet atlet PeSOda dapat membawa nama harum Provinsi Kalimantan Selatan, dengan prestasi yang maksimal.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan selalu memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi atlet disabilitas di Provinsi ini,” ujarnya.

Pada PeSOda ini keluar sebagai Juara 1 Kabupaten Tabalong, Juara 2 Kabupaten Banjar, Juara 3 Kota Banjarbaru, Juara 4 Kabupaten Tanah Laut, Juara 5 Kabupaten Tapin, Juara 6 Kota Banjarmasin, Juara 7 Kabupaten Tanah Bumbu, Juara 8 Balangan, Juara 9 Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta Juara 10 Kotabaru. (DISPORA-KALSEL/SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Lantik 101 Pejabat Lingkup Pemprov

BANJARBARU – Sebanyak 101 pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Pengambilan sumpah jabatan kepada para pejabat yang dilantik

Berpusat di Gedung Idham Chalid Setda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (16/11), pejabat yang dilantik yakni 3 Pimpinan Tinggi Pratama, 51 Pejabat Administrator dan 47 Pejabat Pengawas.

Dalam sambutannya Sahbirin Noor menyebut pelantikan ini merupakan salah satu upaya Pemprov untuk mengoptimalkan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki demi mencapai Visi dan Misi Kalsel.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan pada proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan

“Dengan terisinya jabatan-jabatan strategis ini, saya berharap agar saudara sekalian segera bekerja, melakukan konsolidasi dan koordinasi, agar tugas dan fungsi instansi yang saudara pimpin, dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya.

Sahbirin juga meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk segera beradaptasi dengan suasana dan lingkungan kerja yang baru. Sebab menurutnya masih banyak agenda pembangunan yang harus dikerjakan dalam rangka menyiapkan Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN)

“Segera beradaptasi dengan suasana dan lingkungan kerja yang baru, karena saat ini kita harus bergerak lebih cepat. Dinamika sosial ekonomi saat ini membutuhkan kesigapan dan respon yang tepat melalui strategi kebijakan sinergi penyelenggaraan pemerintahan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu Plt Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kalsel, Ruspana Sopian mengatakan masih ada beberapa kekosongan jabatan di lingkup Pemprov Kalsel.

Kendati demikian Ruspana menyebut pihaknya sudah memiliki beberapa nama yang saat ini masih diidentifikasi kelayakannya, terutama untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas PUPR, BKD, dan Bakeuda Kalsel.

“Kita masih identifikasi dulu mana yang memenuhi syarat untuk selanjutnya di godok lagi oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Setelah itu baru kita ajukan ke Komisi ASN,” terangnya.

Ruspana mengaku akan sesegera mungkin melakukan pengisian kekosongan jabatan tersebut guna lebih meningkatkan kualitas pemerintahan untuk mencapai visi misi provinsi ini.

“Segera, Insyaallah, karena ini kebutuhan kita, harus diisi semua pejabat-pejabat yang kosong karena kita dituntut untuk mengarah kepada kualitas,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Perempuan Bangsa Diharapkan Solid Hadapi Kemajuan Pembangunan

BANJARMASIN – Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kawasan Banjarmasin Tengah, Selasa (15/11).

Dalam kegiatan itu, ia mengundang sejumlah pengurus dan anggota Perempuan Bangsa yang merupakan organisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalsel menjadi peserta sosialisasi. Tujuannya agar mereka memiliki persepsi yang sama tentang wawasan kebangsaan.

Suasana Soswasbang yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

“Saat ini, masalah persatuan dan kesatuan di Indonesia ini, ada terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan pendiri negara Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka memiliki wawasan kebangsaan yang sama sehingga solid dalam menghadapi kemajuan pembangunan,” jelasnya.

Apalagi menjelang dilaksanakan Pemilu pada tahun 2024 mendatang, Suripno berharap dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang dimiliki, para Perempuan Bangsa dapat menjalankan amanah partai.

Sementara itu, Ketua Perempuan Bangsa PKB Kalsel, Mahayah berharap agar kalangan perempuan bisa aktif di dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari sesuai dengan arahan dan apa yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.

“Selain itu, mereka juga turut berpartisipasi di dalam pembangunan, baik lingkungan mereka masing-masing, di masyarakat maupun di seluruh Indonesia,” harapnya.

Mahayah menilai perempuan memiliki peranan penting dalam turut menyukseskan Pemilu 2024. Mengingat, jumlah pemilih perempuan lebih banyak.

“Sebagai peserta pemilu, perempuan memiliki sumbangsih dalam tercapainya kuota 30 persen keterwakilan perempuan dan sebagai pemilih, mereka ikut menentukan calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Gelar RDP Bahas Anggaran Kajian Calon Kabupaten Tanah Kambatang Lima

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Tim Percepatan Pemekaran Calon Kabupaten Tanah Kambatang Lima pada Senin (14/11).

Suasana RDP DPRD Kalsel Bersama Tim Percepatan Pemekaran Calon Kabupaten Kambatang Lima

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Suripno Sumas, selaku pimpinan rapat menjelaskan bahwa pembahasan RDP kali ini berkenaan dengan perkembangan anggaran kajian calon Kabupaten Tanah Kambatang Lima.

“Permasalahan yang dibahas adalah mereka menyampaikan keluhan dan kekecewaan sebab bantuan biaya penelitian sebesar Rp250 juta yang dijanjikan di APBD Perubahan 2022 ternyata tidak terlaksana,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, lanjut Suripno, pada RDP kali ini juga diundang pihak-pihak terkait, diantaranya Bakeuda Provinsi Kalsel, Bappeda Provinsi Kalsel, Biro Hukum, Biro Pemerintahan dan Balitbangda Provinsi Kalsel untuk memberikan penjelasan terkait dana bantuan yang tidak terakomodir itu.

Dari hasil diskusi pada RDP tersebut, lanjut Suripno ternyata ada miskomunikasi yang perlu untuk diselaraskan. Dari informasi yang disampaikan Bappeda, anggaran yang akan direalisasi pada APBD Perubahan 2022, waktunya sangat pendek. Sehingga dikhawatirkan penelitian dengan biaya yang cukup besar ini tidak akan berjalan maksimal.

“Begitu juga Bakeuda, dengan kondisi waktu yang terbatas tadi, dan di dalam perencanaan awal renja dan RKA-nya tidak sejalan. Sehingga mereka khawatir memasukan hal tersebut menjadi satu catatan dalam pemeriksaan keuangan,” jelas Suripno.

Oleh karena itu, menurut Suripno, Pemprov Kalsel akan menganggarkan bantuan dana kajian akademis itu pada APBD tahun 2023. (NRH/RDM/RH)

200 Atlet Disabilitas Ramaikan Pekan Olahraga Daerah SOIna Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 200 atlet disabilitas mengikuti Pekan Olahraga Daerah SOIna (PeSOda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2022. Acara dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira didampingi Kadispora Kalsel Hermansyah dan Ketua SOIna Kalsel Mudiyono di Halaman Prodi PKH ULM Banjarbaru, Selasa (15/11).

Peserta PeSOda Kalsel Tahun 2022

Dalam sambutan Gubernur, yang dibacakan Nurul Fajar Desira mengatakan, terselenggaranya PeSOda Kalsel ini merupakan wujud nyata pembangunan sumber daya manusia di bidang olahraga, tanpa adanya diskriminasi.

“Semoga event ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, dapat menjadi wahana bagi para atlet, untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya dibidang olahraga,” ungkap Gubernur.

Untuk itu, lanjutnya, Pemprov Kalsel terus berkomitmen dalam memajukan olahraga, serta memberikan apresiasi bagi mereka yang berprestasi, tanpa adanya diskriminasi.

“Melalui event PeSOda ini, saya menaruh harapan untuk kemajuan olahraga di banua. kepada seluruh atlet dan kontingen PeSOda, saya ucapkan selamat bertanding,” ujar Gubernur.

Gubernur meminta agar, para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik, m semangat juang yang tinggi, serta junjung tinggi sportivitas dan keselamatan bersama.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan, agar para atlet ini dapat memberikan yang terbaik dan meraih prestasi sebagai atlet special olympics.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel Hermansyah mengatakan, kegiatan PeSOda tahun ini diikuti 200 atlet dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.

“Ternyata animo para peserta sangat luar biasa pada even kali ini, Ini bukti bahwa kemajuan olahraga di Kalsel sangat bagus,” ungkap Hermansyah.

Kegiatan PeSOda ini dilaksanakan mulai tanggal 14-17 November dengan 8 cabang olahraga yaitu bola voli, atletik, bola bocce, bulu tangkis, tenis meja, senam ritmik, dan renang. (DISPORA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Ajak Gunakan Kompor Induksi Untuk Pangkas Pengeluaran Rumah Tangga

BANJARBARU – Harga kebutuhan rumah tangga termasuk gas LPG kian mengalami kenaikan harga. Masyarakat diimbau untuk beralih menggunakan kompor bertenaga listrik (induksi).

Kenaikan harga membuat sebagian masyarakat menengah atas turut memanfaatkan LPG subsidi 3kg dari pemerintah yang hanya berkisar Rp 23 ribu. Sehingga defisit anggaran hampir Rp 70 triliun yang dikeluarkan pemerintah setiap tahunnya untuk subsidi LPG terasa tidak tepat sasaran.

Alih-alih menikmati subsidi pemerintah, Kepala ESDM Kalsel melalui Kabid Energi Sutikno, Selasa (15/11), meminta masyarakat menengah keatas sadar untuk beralih ke kompor induksi agar memangkas biaya kebutuhan.

Menurutnya, dengan memakai kompor induksi bertenaga 1.000 watt saja, masyarakat hanya akan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 145 ribu perbulannya. Jauh lebih murah dibanding LPG non subsidi 12kg yang hampir mencapai Rp 300 ribu.

“Berartikan lebih efisien (kompor) listrik. Nah ini sayangnya belum diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya bagi masyarakat menengah keatas, penggunaan kompor induksi dinilainya juga akan menghemat pengeluaran bahan bakar rumah tangga masyarakat miskin.

Dengan memakai kompor induksi bertenaga 600 watt, pengeluaran rumah tangga untuk memasak dinilainya hanya kurang lebih sebesar Rp 81 ribu perbulannya. Biaya tersebut lebih sedikit dibanding keperluan LPG 3kg rumah tangga yang rata-rata 3 tabung setiap bulannya.

“Kompor induksi jelas lebih hemat untuk masyarakat. Tetapi kalau ingin menggunakan kompor 600watt setidaknya listrik dirumah sudah berkapasitas 900watt,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Sandi Fitrian Noor Putra Paman Birin Didapuk Jadi Ketua Kontingen Porwanas Kalsel

BANJARMASIN – Pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) VIII 2021 sudah di depan mata. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, sebagai salah satu kontestan sudah melakukan persiapan jauh hari.

Pada Porwanas yang dilaksanakan pada 21 – 26 November 2022 di Malang Raya, Jawa Timur, itu kontingen PWI Kalsel mendapuk putra sulung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin sebagai ketua kontingen. Secara resmi direncanakan Paman Birin akan melepas kontingen Kalsel, Selasa (15/11).

“Kami sudah meminta izin kepada Paman Birin dan anak beliau Sandi Fitrian Noor untuk menjadi ketua kontingen PWI Kalsel. Alhamdulillah beliau berdua memberikan restu dan dukungan kepada kontingen Kalsel,” jelas Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmi, didampingi Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), Irwansyah, Senin (14/11).

Menurut Helmi, bukan tanpa alasan pihaknya mendapuk Sandi sebagai ketua kontingen. Sandi bukan orang yang asing dalam dunia olahraga. Ia sebelumnya pernah menjadi Manajer klub sepakbola Martapura FC. “Beliau tokoh muda di Kalsel dan juga sudah berkecimpung di dunia olahraga,” bebernya.

Ia berharap bergabungnya Sandi menjadi motivasi tersendiri bagi kontingen Kalsel yang akan berlaga pada event akbar olahraga antarwartawan nasional tersebut.

“Mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi atlet wartawan Kalsel meraih prestasi nasional,” ucapnya.

Lebih jauh Helmi menerangkan, pada event olahraga 4 tahunan ini pihanya memboyong 120 wartawan untuk terlibat pada Porwanas Malang Raya. Atlet PWI Kalsel akan turun pada cabang olahraga Futsal U40 dan U27, Bulutangkis, Billiar, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bridge, Catur, E-Sport, Atletik, Karya Tulis, dan Fotografi.

Ditambahkan Helmi, pihaknya optimis bisa meraih medali pada cabor unggulan seperti futsal, bulu tangkis, dan billiar. Belajar dari pengalaman cabor unggulan PWI Kalsel menjadi penyumbang medali porwanas sebelumnya.

“Harapan kami cabor unggulan tetap menyumbang medali. Cabor lainnya juga kami harapkan bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya. (PWI.KALSEL-RDM/RH)

Tanamkan Ideologi Pancasila, Yani Helmi Gelar Soswasbang di SMP Negeri 1 Kusan Hilir

TANAH BUMBU – Pemahaman atas implementasi nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan sejak menegah pertama. Hal inilah yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat menggelar pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di SMP Negeri 1 Kusan Hilir Tanah Bumbu, Senin (14/11) siang.

Peserta didik saat menyimak materi Wawasan Kebangsaan

“Meski ini kali pertama Soswasbang digelar ditingkat SMP. Namun, sosialisasi tersebut penting dilakukan untuk memproteksi diri agar ke depan generasi muda kita di banua khususnya peserta didik bisa terbuka luas tentang bagaimana mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Legislatif asal Daerah pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ini juga mengharapkan siswa yang menyimak dan berhasil menyerap materi khusus tersebut mampu mengamalkan bahkan mengimplementasikan sebaik-baiknya.

“Kita bersyukur bahwa mereka yang hadir di sini ternyata cerdas. Ini yang kita harapkan sebagai penerus bangsa, sehingga, apabila telah menyerap materi yang disampaikan tentu akan baik tak hanya diri sendiri tetapi berguna bagi orang lain,” tutur Wakil Ketua Komisi yang membidangi Ekonomi dan Keuangan itu.

Anggota DPRD yang akrab disapa Paman Yani ini turut andil membuka sejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia selama masa penjajahan. Serta tak lupa, ia juga berbagi pengalaman dengan peserta didik bagaimana cara mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.

“Sejarah perjuangan dari para pahlawan kita harus turut dijunjung dan diapresiasi setinggi-tingginya. Mengamalkannya seperti apa, bisa dengan menunjukkan sebuah prestasi atau menghormati guru, karena mereka juga pahlawan,” paparnya.

Selain itu, ia mengharapkan, generasi muda yang kini masih mengenyang Sekolah ditingkat menegah pertama ini bisa menggapai mimpinya serta mampu menjadi kebanggaan bangsa dan negara.

“Kita pernah dijajah. Tetapi, untuk kali ini generasi muda harus menjadi ujung tombak dalam pembangunan, perekonomian hingga peningkatan pendidikan agar sekiranya negara kita terus berkembang dan maju,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kusan Hilir, Darwanto, turut mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat baik ditanamkan kepada peserta didik supaya kerukunan serta persatuan terjaga selaras dan seimbang.

“Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Paman Yani yang turut berkontribusi dalam memberikan pembinaan kepada siswa kami. Mudah-mudahan ini dapat diimplementasi dengan harapan persatuan tetap terjaga aman dan terkendali,” ucapnya. (RHS/RDM/RH)

Disdag Kalsel Berupaya Maksimalkan Pasmur Dari Dana BTT

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, berupaya memaksimalkan kegiatan pasar murah melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT).

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin (14/11) mengatakan, sebelumnya kegiatan pasar murah terjadwal hingga bulan Desember mendatang. Namun di SK Biaya Tidak Terduga (BTT) yaitu tertulis hingga 10 November atau 30 hari setelah pencairan, dengan demikian akan dimaksimalkan hingga akhir bulan November ini.

“Dalam SK itu kegiatan pasmur dipadatkan selama Oktober dan November,” jelasnya

Birhasani menyampaikan, untuk kegiatan pasar murah melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT), yang belum sempat dilaksanakan ada lima Kabupaten yaitu Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Tapin.

“Rencananya akan diajukan kembali untuk lima Kabupaten itu,” ungkapnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, selain lima Kabupaten yang diajukan, pihaknya tetap mengusulkan dua Kabupaten dan satu Kota untuk kegiatan pasar murah itu Kabupaten Kotabaru, Tabalong dan Kota Banjarmasin, karena tiga wilayah itu sebagai pencatat daerah inflasi di Kalsel.

“Kita upayakan pasmur minimal 8 titik, karena pertengahan Desember semua sudah harus di pertanggung jawabkan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Transformasi Berbasis Inklusi Sosial, Dispersip Kalsel Kenalkan Olahan Pangan Berbahan Singkong

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar bimbingan teknis dengan tema “Hilirisasi Olahan Pangan Lokal Berbahan Singkong Untuk Kesejahteraan Keluarga”.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Dispersip Kalsel pada Senin (14/11) dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar mewakili Kepala Dispersip Kalsel dan diikuti perwakilan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di beberapa kabupaten/kota di Kalsel.

Suasana Bimtek Olahan Pangan Lokal Berbahan Singkong di aula Dispersip Kalsel

“Ini adalah kegiatan yang kelima dan Alhamdulillah respon masyarakat luar biasa terhadap kegiatan ini,” kata Wildan kepada wartawan.

Wildan berharap melalui kegiatan ini, para peserta bisa mengaplikasikannya langsung di masyarakat, baik untuk lingkup rumah tangga maupun di bidang usaha dalam rangka meningkatkan perekonomian.

Sementara, Praktisi Tata Boga, Siti Mardiah menyampaikan olahan pangan dari singkong ini harus gencar diperkenalkan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani lokal. Apalagi, ungkapnya, singkong memiliki banyak manfaat selain bisa diolah menjadi berbagai makanan yakni sebagai obat diabetes.

“Kandungan gizinya banyak di singkong. Bahkan bisa jadi pengganti nasi. Tinggal bagaimana cara mengolahnya agar bisa bervariasi,” jelasnya.

Dalam praktiknya, Siti Mardiah memperkenalkan proses pembuatan bolu singkong, sawut, tiwul, arem-arem hingga kue pais. Para peserta pun sangat antusias apalagi singkong sebagai bahan dasarnya mudah didapat dan dijual di pasaran dengan harga yang ekonomis. Namun, sebelumnya juga digelar talkshow yang dipandu oleh Sub Koordinator Layanan Dispersip Kalsel, Ermawati sebagai moderator. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version