Lomba Jukung Tradisional Tabunganen Piala Paman Birin Berhasil Diraih Ridho Ilahi

BATOLA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar, lomba jukung tradisional di Tabunganen, Kabupaten Batola, Minggu (28/4).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, melalui Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono mengatakan, saat ini kembali pihaknya menyaksikan lomba jukung tradisional di tahun 2024 ini.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Kita saat ini kembali bersama menyaksikan lomba jukung tradisional di Tabunganen, Kabupaten Batola,” ungkap Budiono.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan bukti dari pelestarian Olahraga tradisional yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada lomba jukung tradisional di Tabunganen ini, dapat menghasilkan atlet atlet dayung, untuk Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Mengingat, tambah Budiono, Tabunganen ini merupakan daerah yang memiliki atlet dayung nasional asal Provinsi Kalimantan Selatan.

Sehingga, lomba jukung tradisional yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya di Tabunganen.

Pada lomba jukung tradisional, dipertandingkan kategori umum, serta kategori anak anak.

Untuk Kategori Umum, berhasil keluar sebagai juara 1 Ridho Ilahi, juara 2 Bading Sanakan, juara 3 N.J 2, juara 4 Babil 1, serta juara 5 Kunang kunang.

Sedangkan, pada Kategori Anak Anak Juara 1 Ridho Ilahi 1, juara 2 Mbek Mambai 2, juara 3 Naga Gunting, juara 4 Mahkota, juara 5 Bulan Biru. (SRI/RDM/RH)

Anang Fadhilah Luncurkan Album Meratus Soul of Borneo, Hadir dengan Format Blues

BANJARMASIN – Lagu yang ditulis dan dinyanyikan sendiri oleh Pemimpin Redaksi Barito Post ini, menceritakan betapa indahnya kawasan Pegunungan Meratus yang ada di Bumi Kalimantan.

Diketahui, kawasan Pegunungan Meratus memang memiliki sumber kekayaan alam yang luar biasa. Tak hanya sumberdaya mineral, kawasan ini juga merupakan salah satu ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati terbesar di Benua Asia yang dianggap sebagai paru-paru dunia.

” Meratus mountain stand tall a Proudly (Pegunungan meratus berdiri tegak dengan gagahnya),” tulis Anang dalam lirik lagu tersebut.

Melalui lagu ini, Anang juga ingin mengungkapkan kepada dunia, bahwa banyak rahasia keindahan termasuk cerita-cerita kuno yang belum terungkap di Pegunungan Meratus.

” Meratus Mountain, Where Legend Abide, Misty Veils Embrace the Secrets (Pegunungan Meratus, di mana sebuah legenda bertahta, berselimut kabut, tersimpanlah sebuah rahasia).”

Menurut Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel ini, meski dirinya sudah kurang lebih 30 tahun lamanya puasa bermain musik, karena kesibukannya tidak sertamerta mematikan hasratnya bermain musik dan bernyanyi.

“Meski sibuk sebagai wartawan di surat kabar harian Barito Post dan heloindonesia.com. Tak membuat keinginan saya untuk berkarya dalam dunia musik menjadi terhenti,” ungkap Anang Fadhilah, Senin (29/4).

Kini, ujar Anang, di usianya yang sudah menginjak angka 57 tahun, dirinya mencoba lagi merilis lagu kedua yang ia luncurkan tahun ini.

Sebelumnya, di awal Ramadhan pada 11 Maret 2024 lalu, Anang juga telah merilis lagu religi bertema Ramadan.

“Hampir 26 tahun menjadi wartawan, rasanya perlu break (istirahat: red), relaksasi menggali lagi hobi lama untuk bernyanyi dan bermain musik. Meski suara pas-pasan, saya nekat menulis lagu dan berkarya,” terang Pemimpin Redaksi Barito Post ini.

Anang menceritakan, ada sepuluh lagu yang ia ciptakan dalam album Meratus Soul of Borneo dengan nuansa musik genre pop-blues.

Bagi Anang, album ini terasa sangat spesial lantaran adiknya Erfansyah Anandata (Band Hiatus Mantra) musisi dari Kota Malang turut andil dalam penggarapannya.

Empat lagu yang diluncurkan Anang Fadhilah yakni, Meratus Soul of Borneo, Subuh, Bekal Diri, Muhasabah, dan banyak lagi.

Anang berharap lagu yang ia ciptakan bisa diterima oleh masyarakat. Bagi yang ingin menikmati lagu-lagu ciptaan dan didendangkan Anang Fadhilah dapat dilihat melalui link YouTube.

“Silakan buka link YouTube dengan mengklik https://www.youtube.com/watch?v=cnEggqwe9dA ini.
Selamat menikmati dan semoga bisa diterima masyarakat,” pungkasnya.


Berikut lirik lengkap dan arti lagu Meratus Soul of Borneo:

Meratus Soul of Borneo

Meratus Mountains stand tall a proudly in the golden light
In the heart of Borneo, where dreams hold up to the hide
Meratus Mountains, where legends abide…
Misty veil embrace the secrets of nature the hold In the soul of these ancient mountains stories quietly unfold
Meratus Mountains, the beauty untold… Meratus Mountains stand tall a proudly in the golden light
In the heart of Borneo, where dreams hold up to the hide

Meratus Mountains, where legend abide…
Meratus Mountains, the beauty unhide …

Meratus Jiwanya Pulau Borneo
Pegunungan Meratus berdiri tegak dengan gagahnya dalam cahaya keemasan
Di jantung Borneo, impian tersembunyi
Pegunungan Meratus, sebuah legenda…
Berselimut kabut, menyimpan sebuah rahasia alam yang dipegang teguh Di dalam jiwa pegunungan kuno ini berbagai cerita terlupakan terungkap
Bukit Meratus, keindahannya tak terkira…
Bukit Meratus berdiri tegak dengan gagah di bawah cahaya keemasan
Di jantung Borneo, tempat impian tersembunyi Bukit Meratus, sebuah legenda..
Bukit Meratus, keindahannya tersingkap…

(RILIS-RDM/RH)

Pertajam Pembahasan LKPj Gubernur T.A 2023, Pansus III DPRD Kalsel Kunjungi DPRD Jawa Barat

BANDUNG – Pansus III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengunjungi DPRD Provinsi Jawa Barat, Jum’at (26/04).

Suasana Pertemuan Pansus III DPRD Kalsel dan DPRD Jabar

Ketua Pansus III DPRD Kalsel pembahas LKPj Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Hormansyah mengatakan tujuan ingin mengetahui lebih dalam tentang pembahasan LKPj di Jawa Barat.

Ketua Pansus III DPRD Kalsel, Hormansyah (kiri) selaku pimpinan rombongan

“Tentu saja kunjungan ini ingin melakukan mencari informasi yang berkenaan dengan Pansus LKPj ini, untuk nanti bisa menjadi bahan rekomendasi, ” ucapnya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Program dan Keuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rahmad Ripai mengatakan di Provinsi Jawa Barat sebelum Pansus bekerja, masing-masing komisi diberikan kesempatan untuk memberikan masukan ke Pansus pembahas LKPj.

“Kami memberikan kesempatan selama tiga hari kepada masing-masing komisi untuk melakukan RDP dengan dinas-dinas terkait untuk memberikan masukan-masukan, tergantung dengan LKPj, ” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga turut berhadir Wakil Ketua DPRD Kalsel, Mariana dan Dinas terkait yang menjadi mitra kerja Pansus III DPRD Kalsel yaitu Dinas PUPR, Bappeda dan Dinas Perhubungan Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)

Pansus I DPRD Kalsel Dorong Penerapan Sistem e-LKPj

SURABAYA – Kemudahan dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) menjadi tolak ukur Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kaji banding ke Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Timur. Jum’at (26/4).

Pertemuan Pansus I DPRD Kalsel dan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim

Bukan tanpa alasan, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur telah membangun sistem Elektronik (e) – LKPj. Sistem e-LKPj merupakan sebuah sarana untuk pelaporan pertanggung jawaban kepada DPRD untuk menjamin beroperasinya Sistem dan Transaksi Elektronik, Dinas Kominfo Jatim memberi jaminan keamanan sistem dan transaksi elektronik, menerapkan manajemen risiko, menyusun standar operasional dan prosedur.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengatakan, sistem ini memiliki keterlibatan Oorganisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sangat kuat. Mengingat, jika tidak adanya persetujuan dari pihak mereka, maka laporan yang sudah masuk tidak akan divalidasi oleh sistem.

“e-LKPj ini mempunyai kekuatan dari OPD. Kalau tidak mereka tidak sepakat, maka Biro Pemerintahan tidak melanjutkan,” tuturnya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Bang Dhin, menginginkan hal ini dapat segera diterapkan agar meminimalisir kesalahan dalam penyusunan penggunaan anggaran.

Sementara Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria Roosani atau yang akrab disapa Ibu Tatum ini menyampaikan hal senada. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memberikan secara langsung rekomendasi kepada Biro Pemerintahan Provinsi Kalsel untuk segera menggunakan sistem e-LKPj ini.

Ditemui seusai acara, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel, Pulung Chausar menanggapi, hal ini merujuk pada Surat Gubernur Jatim tanggal 18 Desember 2023 agar semua OPD untuk melaporkan LKPj melalui aplikasi e-LKPj mulai tanggal 2 hingga 29 Januari 2024.

“Dengan adanya e-LKPj ini, kita banyak sekali diberi kemudahan, salah satunya keterbatasan SDM, ketepatan dan kecepatan,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Taman Budaya Kalsel Libatkan 500 Penari Banua Rayakan Hari Tari Sedunia

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, merayakan Hari Tari Sedunia, dengan melibatkan 500 penari Banua.

Foto bersama

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah, Taman Budaya Kalsel Suharyanti, usai membuka kegiatan pada Sabtu malam (27/4) mengatakan, perayaan Hari Tari Sedunia dalam rangka memberi inspirasi dan dukungan terhadap para seniman di tiga belas Kabupaten dan Kota. Ia berharap, dapat semakin memberi semangat untuk terus berkarya, tidak hanya penari dewasa juga generasi millenial.

“Perayaan Hari Tari Sedunia ini diikuti 500 penari, dari 40 sanggar dengan 44 penampilan,” ucapnya

Fashion Show Busana Daerah Pengantin Banjar

Disampaikan Suharyanti, dalam rangka semakin memeriahkan perayaan Hari Tari Seduni, pihaknya menggelar peragaan busana Tari Daerah, agar memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat, karena setiap pakaian para penari yang digunakan tidak hanya menjadi hiasan, tetapi memiliki arti yang terkandung dari bentuk dan juga pola jahitannya.

“Kegiatan ini kami gelar selama 3 hari mulai tanggal 27 – 29 April 2024, bertempat di panggung Bakhtiar Sanderta Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin,” jelasnya

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, selain penampilan penari dan peragaan busana Tari Daerah, juga terdapat puluhan stand beragam pakaian daerah, agar para pengunjung mengetahui pakaian daerah masing-masing, serta kuliner jajanan ringan.

“Kita tidak ingin pengunjung jenuh, tetapi dapat terhibur dan mengetahui berbagai busana daerah,” tutupnya

Untuk diketahui, perayaan Hari Tari Sedunia, dibuka secara resmi Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, didampingi Jajarannya. Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammaddun, yang diwakili Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Arry Risfansyah, beserta kalangan seniman dan budayawan Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RH)

Malam Ta’aruf Kafilah MTQ Tingkat Kalsel, Paman Birin Ajak Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Al-Qur’an

TAPIN – Kegiatan Malam Ta’aruf, sebagai dukungan nyata untuk mempersiapkan pelaksanaan MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, berlangsung sukses dan lancar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, saat menghadiri acara Malam Ta’aruf Kafilah MTQ Tingkat Nasional Provinsi Kalimantan ke-35 Tahun 2024, di halaman rumah dinas Bupati di Rantau, Tapin, pada Jumat (26/4) ba’da Isya’.

Dihadiri kafilah MTQ tiap kabupaten/kota se Kalimantan Selatan dan para dewan hakim, malam ta’aruf berjalan dengan sukses dan lancar. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan – sambutan hingga penyerahan tropi bergilir dari sang juara umum MTQ Tingkat Provinsi tahun lalu yakni Kabupaten Banjar kepada LPTQ Kalsel. Selanjutnya dari LPTQ Kalsel kepada Kemenag Kalsel, lalu Kemenag Kalsel kepada tuan rumah yakni Kabupaten Tapin.

Dalam sambutannya, Paman Birin berharap pelaksanaan MTQ ke-35 yang dilaksanakan di kota berjuluk Ruhuy Rahayu tersebut dapat sukses dan meriah. Dan terpenting, bagi Paman Birin adalah dapat meraih kebersamaan untuk mencintai, menghormati, dan mengagungkan kesempurnaan kitab suci Al-Qur’an.

“Al-Qur’an merupakan kitab yang merangkum segala ilmu. Karena itulah tugas kita bersama, mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan kita,” ujarnya.

Paman Birin juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kalsel untuk benar – benar membumikan Al-Qur’an, terutama dalam lingkungan keluarga, sosial maupun dalam berbangsa dan bernegara.

“Insya Allah ini akan membawa kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian bagi kehidupan kita bersama di Banua yang kita cintai ini,” harapnya.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengurus LPTQ Kalsel, pemerintah Kabupaten Tapin, panitia, dan seluruh pihak yang membantu menyukseskan pagelaran event bergengsi tersebut.

“Semoga, apa yang kita kerjakan ini, selalu mendapat taufik dan hidayah-Nya untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Pj. Bupati Tapin, Syarifuddin, menyampaikan ucapan selamat datang di Tapin bagi seluruh kafilah dan dewan hakim.

Meski pun dalam dua hari terakhir Kabupaten Tapin diguyur hujan, Syarifuddin berharap hujan tersebut adalah berkah yang diturunkan Allah dalam menyambut MTQ.

“Mudah-mudahan hujan ini adalah rahmat yang diturunkan Allah kepada kita, dan melalui pintu rahmat inilah pelaksanaan MTQ yang akan kita gelar dari 27 April-2 Mei 2024 dapat berjalan aman, sukses dan berkah,” ujarnya

Syarifuddin mengatakan total peserta dari kafilah 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan sebanyak 1.560 orang dan dewan hakim mencapai 140 orang.

“Semoga ini dapat menarik lebih banyak orang untuk berkunjung ke Kabupaten Tapin,” harapnya.

Untuk diketahui, dari rangkai acara MTQ Ke-35 di Kabupaten Tapin, pada Sabtu (27/04) akan dilaksanakan Pawai Ta’aruf yang diikuti 13 kabupaten/kota se Kalsel, bazar, hingga pembukaan MTQN Tingkat Provinsi Kalsel pada malam harinya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berkomitmen Tingkatkan Kapasitas BUMDes

BALI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) telah memfasilitasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melaksanakan Benchmarking ke BUMDes Puspa Harum Sejahtera, Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Provinsi Bali, Kamis (25/4) yang berhasil mengembangkan BUMDesnya sebagai penggerak ekonomi desanya.

Benchmarking diikuti BUMDes yang berprestasi di 11 kabupaten sebagai reward yang diberikan oleh Pemprov Kalsel, Pimpinan Apdesi Kalsel dan Para Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady menyampaikan, benchmarking ini ke-2 kalinya dilaksanakan dalam peningkatan kapasitas pengelola BUMDes ke daerah yang mempunyai BUMDes berprestasi dalam mengembangkan unit usahanya.

“Sehingga dari Benchmarking dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada pengelola BUMDes di Kalsel dalam melaksanakan unit usahanya yang nantinya menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di desanya,” ucap Agus.

Agus menambahkan, sesuai arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (Paman Birin), agar Dinas PMD Kalsel selalu bergerak dalam memajukan desa dan sejalan dengan visi Kalsel Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan (Maju) sebagai Gerbang Ibu Kota Negara (IKN). BUMDes Puspa Harum Sejahtera telah meraih terbaik pertama tingkat Nasional 2023 dan Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat Provinsi Bali terbaik pertama kategori Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan memiliki penghasilan omset mencapai Rp800 juta di 2023.

“Memang sejak didirikan di 2018 hingga 2023 BUMDes Puspa Harum Sejahtera dengan modal awal sekitar Rp140 juta telah mampu menghasilkan PADes sebesar Rp1 miliar lebih dengan usahanya yaitu pengelolaan pasar desa, simpan pinjam, parkir, perdagangan dan pelayanan jasa,” lanjut Agus.

Agus melanjutkan, BUMDes Puspa Harum Sejahtera Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat Provinsi Bali dalam mengelola BUMDesnya telah memahami dengan baik regulasi yang menjadi payung hukumnya dan dikerjakan secara profesional serta semua unit usaha yang dikelolanya menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara tepat dan disiplin.

“Jadi sebenarnya Desa Tegal Harum tidak mempunyai potensi wisata sebagaimana desa lainnya yang ada di Provinsi Bali, tetapi dengan kerjasama dan didukung oleh masyarakat desanya akhirnya bisa menghasilkan BUMDes yang menjadi penopang ekonomi desa,” sambung Agus.

Sementara itu, Dalam mengawal Benchmarking BUMDes di Kalsel, Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias menuturkan, kegiatan Benchmarking BUMDes Kalsel ke BUMDes Puspa Harum Sejahtera Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat Provinsi Bali sangat tepat untuk mendapatkan informasi terkait pengelola BUMDes yang baik dan terarah sehingga mampu memaksimalkan segala potensi yang ada di wilayahnya guna meningkatkan PADesnya masing-masing.

“Sehingga kedepannya desa tidak hanya mengandalkan pembangunan desa dari dana desa tetapi sudah mampu mengembangkan potensi desa dalam menghasilkan PADes dan bisa menjadi desa yang mandiri,” jelas Rachmah. (DINASPMD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Tingkatkan Kapasitas, Dinsos Kalsel Bekali 100 Anggota Karang Taruna se Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karang Taruna se-Kalsel selama tiga hari yaitu 25-27 April 2024 di salah satu hotel berbintang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kalsel, Muhammaddun yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, Surya Fujianorrochim, pada Kamis (25/4).

Kasi Pemberdayaan PSDKSKS, Dion Mulia Anggara Putra (kiri) dan Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kalsel, Surya Fujianorrochim (kanan) saat acara Pembukaan Bimtek Karang Taruna se Kalsel

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kalsel, Surya Fujianorrochim mengatakan karang taruna merupakan salah satu pilar sosial masyarakat yang sangat diandalkan sebagai mitra kerja pemerintah.

“Peran dan kontribusinya sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan pengentasan permasalahan kesejahteraan sosial yang ada di masyarakat,” katanya.

Surya menjelaskan tujuan bimtek ini adalah dalam rangka pemberdayaan karang taruna untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, penguatan peran Karang Taruna dan pemahaman meningkatkan jejaring karang taruna.

“Dalam bimtek ini, kami menghadirkan beberapa narasumber yang dapat mendukung perkembangan karang taruna di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Surya, kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan kapasitas dan memberikan pengetahuan dasar kepada karang taruna yang meliputi konsep dasar penyelenggaraan kesejahteraan sosial, tugas pokok dan fungsi, serta konsep dasar kemampuan teknis Karang Taruna yang didukung pemberian motivasi untuk meningkatkan komitmen Karang Taruna dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Maka untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan perlu dilakukan bimtek tentang Karang Taruna se-Kalsel,” terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Kesejahteraan Sosial Kelembagaan Sosial Dinsos Kalsel, Dion Mulia Anggara Putra mengungkapkan kegiatan ini diikuti 100 orang yang berasal dari unsur Karang Taruna Provinsi dan Karang Taruna dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wujud dan perhatian Pemerintah Daerah dalam upaya pemberdayaan potensi sumber daya kesejahteraan sosial Karang Taruna agar dapat berperan secara optimal dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Dion menambahkan Karang Taruna juga mempunyai tugas yaitu mengambil inisiatif dalam penanganan masalah sosial, membantu mendorong menggerakkan dan mengembangkan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraaan sosial, dan mendampingi warga masyarakat yang membutuhkan layanan sosial.

“Mendampingi program kesejahteraan sosial di tingkat desa atau kelurahan, berperan aktif dalam program nasional dan sebagai mitra pemerintah/institusi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat Kandangan Antusias Ramaikan Pekan Olahraga Tradisional Daerah

HSS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora)nya menggelar, Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Portrada), di Lapangan Basket Amandit Utama, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kegiatan dimulai dari 24 – 27 April 2024.

“Kami bersyukur masyarakat Kandangan antusias mengikuti maupun menyaksikan Portrada ini,” ungkap Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Hermansyah, Jumat (26/4).

Menurut Pj Bupati Hulu Sungai Selatan, tujuannya digelar Portrada ini untuk melestarikan Olahraga tradisional.

Pj Bupati HSS Hermansyah

“Portrada ini untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah,” ucapnya.

Hermansyah mengatakan, sudah menjadi tugas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghidupkan olahraga tradisional yang secara turun temurun ada di Kalimantan Selatan.

Sehingga, generasi muda semakin menggenal olahraga tradisional yang ada di Kalsel.

“Generasi muda diharapkan dapat mengeluti olahraga tradisional ini,” ucap Hermansyah.

Olahraga tradisional saat ini sudah dipertandingkan di tingkat nasional melalui Fornas.

“Dengan dilaksanakan portrada di daerah maka semakin memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat lebih luas lagi,” ujarnya.

Dilaksanakan portrada di Kandangan ini juga dapat meningkatkan kegiatan UMKM di Kabupaten HSS.

“Kami berterima kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten HSS, serta Kormi Kabupaten HSS atas terselenggaranya Portrada ini,” ucap Hermansyah.

Pada Portrada Tahun 2024 di Kandangan dilombakan, lima Indorga (Cabang Olahraga) tradisional yang dipertandingkan, yaitu layang layang aduan, lari balok, enggrang, sumpitan, serta balogo. (DISPORA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

192 Peserta di Kalsel Ikuti PDN 2024

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar acara pembukaan Pemagangan Dalam Negeri (PDN) Dana Dekonsentrasi APBN Tahun 2024.

Penyerahan Stater Kit Pelatihan, Baju Seragam dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Para Peserta PDN

Acara yang dibuka oleh Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti di aula kantor Disnakertrans Kalsel, Kamis (25/04), yang dihadiri, antara lain Direktur Pemagangan Dalam Negeri yang diwakili Sub Koordinator Evaluasi PDN, Habib Daudi yang hadir secara daring, perwakilan Kepala Disnakertrans Kabupaten/Kota di Kalsel, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjarmasin, Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Kalsel, perwakilan perusahaan pelaksana PDN, dan 192 orang peserta PDN.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti saat membuka Program PDN 2024

Dalam sambutannya yang disampaikan melalui daring, Direktur PDN yang diwakili Sub Koordinator Evaluasi PDN Kementerian Ketenagakerjaan, Habib Daudi menyampaikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) di Kemnaker RI menunjukkan bahwa terdapat 22.864 jumlah perusahaan yang ada di Kalsel. Jika dihubungkan dengan jumlah tingkat pengangguran di Kalsel yang mengalami penurunan sekitar 93 ribu orang, Daudi menilai Kalsel adalah provinsi yang ideal diselenggarakan pemagangan.

“Pemagangan berbeda dengan pelatihan keterampilan yang lain karena menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tempat penyelenggara pemagangan. Sehingga hasilnya tidak hanya meningkatkan jumlah tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga peningkatan jumlah penempatan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti menjelaskan pemagangan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan masyarakat Kalsel yang sejahtera dan berkualitas sesuai dengan visi Pemprov Kalsel adalah Kalsel Maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan).

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan terhadap bursa kerja, tidak semua lowongan kerja dapat diisi oleh angkatan kerja karena tidak sesuai kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, program pemagangan merupakan salah satu solusi tepat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten sesuai dengan pasar kerja,” terangnya.

Irfan menyatakan pihaknya menyambut baik dengan program yang ditargetkan oleh Pemerintah Pusat di Kalsel. Pada tahun 2024 ini, Kalsel mendapatkan kuota peserta sebanyak 192 orang dengan pelaksanaan selama lima bulan.

“Kami berpesan kepada para peserta agar dapat melakukan yang terbaik selama mengikuti pemagangan di perusahaan yang telah diinginkan supaya kedepannya bisa ditarik langsung oleh perusahaan untuk menjadi pegawai tetap,” harapnya.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK) Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati, untuk teknis peserta nantinya akan melakukan pemagangan yang dibagi dengan satu bulan pelatihan secara teori dan empat bulan langsung terjun ke dunia kerja.

“Tahun 2024 ada 24 perusahaan dari berbagai sektor yang ikut berpatisipasi dengan didominasi oleh sektor perkebunan dan perhotelan,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version