Green Seminar, Peran Strategis Kalimantan dalam Transformasi Ekonomi Hijau Di Indonesia

BANJARMASIN – Dalam upaya memajukan transisi energi dan mendukung ekonomi hijau di Pulau Kalimantan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Green Seminar 2024. Seminar ini dihadiri berbagai stakeholder termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum, untuk membahas strategi dan inisiatif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mengoptimalkan potensi energi terbarukan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, dalam sambutannya menekankan, bahwa Green Seminar 2024 merupakan kelanjutan dari Seminar Internasional 2023 dan kini semakin berfokus pada pembentukan perilaku hijau di masyarakat.

Fadjar juga menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, bisnis, perbankan, LSM, dan masyarakat lokal, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Saya berharap branding baru dari seminar ini akan mempermudah pemahaman dan implementasi konsep ekonomi hijau, serta memperkuat upaya menuju pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Fadjar mengungkapkan komitmen Bank Indonesia, untuk terus memperkuat kebijakan stabilisasi harga dan pengembangan pembiayaan hijau, serta mendukung transformasi sistem keuangan hijau di Indonesia.

Greenovation, yang diluncurkan pada seminar internasional tahun lalu, juga mendapatkan perhatian khusus sebagai upaya untuk menjaring ide inovatif dan proyek implementatif dalam ekonomi hijau.

Sebagai bagian dari seminar ini Prof. Kornelis Blok, anggota panel IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyampaikan keynote speech mengenai urgensi transisi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca untuk menghadapi perubahan iklim global.

Siap menekankan bahwa dunia, termasuk Indonesia, perlu mengurangi emisi CO2 hingga nol pada pertengahan abad ini. Ia menggarisbawahi dampak perubahan iklim yang semakin nyata, seperti fenomena cuaca ekstrem dan bencana alam yang global.

Prof. Blok memberikan kabar baik bahwa 30% listrik dunia kini dihasilkan dari energi terbarukan, dengan pertumbuhan signifikan pada tenaga angin dan matahari.

“Saya mencatat, China memimpin dalam instalasi energi terbarukan global, diikuti Eropa dan kawasan lainnya. Padahal Indonesia memiliki kekayaan sumber daya energi terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, air, bioenergi, panas bumi, dan energi laut,” ujarnya.

Dalam penelitian yang dilakukan timnya, simulasi sistem energi listrik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2050, energi matahari akan menjadi sumber dominan, menyumbang lebih dari setengah produksi listrik. Meski demikian, energi terbarukan lain seperti bioenergi, panas bumi, dan tenaga air juga akan berperan penting dalam sistem tenaga listrik Indonesia.

Pulau Kalimantan, menurut Prof. Blok, dapat memainkan peran sentral dalam penyediaan energi terbarukan, tidak hanya untuk konsumsi lokal tetapi juga untuk pasokan listrik ke pulau-pulau lain di Indonesia. Potensi besar Kalimantan dalam energi terbarukan memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi baru, mengingat kebijakan global yang mengharuskan pengurangan produksi batu bara.

Ia merekomendasikan Kalimantan sebagai lokasi ideal untuk pengembangan manufaktur panel surya domestik dan teknologi energi terbarukan lainnya seperti PLTA mengingat Pulau Kalimantan yang memiliki sungai-sungai yang besar sebagai sumber PLTA.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengapresiasi Green Seminar 2024, sebagai langkah penting dalam mendukung inisiatif hijau dan transformasi ekonomi di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan berfoto bersama para narasumber

Paman Birin juga memberikan dukungan penuh terhadap Greenovation sebagai kompetisi yang bertujuan menjaring ide inovatif dalam ekonomi hijau dan menggarisbawahi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.

Para pemenang Greenovation berfoto bersama Kepala KPw BI Kalsel dan Gubernur Kalsel

“Kami berkomitmen, implementasi inisiatif hijau adalah kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan di Kalimantan. Kita memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau dan menjadi contoh nyata bagi daerah lain di Indonesia,” tutup Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dian Nor.

Dalam seminar tersebut juga dilakukan diskusi panel mengenai akselerasi dan tantangan dalam Pengembangan Energi Terbarukan di Kalimantan. Mustaba Ari Suryoko, Koordinator Penyiapan Program Usaha Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa potensi energi terbarukan (EBT) di Kalimantan sangat luar biasa namun berbeda di tiap daerah, sehingga diperlukan pemetaan yang komprehensif.

Dalam pandangannya, akselerasi transisi energi di Kalimantan Selatan harus segera dilakukan dengan efektivitas lembaga untuk transformasi dari energi berbasis batu bara (brown energy) menuju energi terbarukan (green energy).

Jaya Wahono, Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan KADIN, menambahkan pentingnya membangun konektivitas listrik antar wilayah Kalimantan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas energi terbarukan. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan energi, melainkan pada penyeimbangan antara supply dan demand. Ia juga menekankan peran Bank Indonesia yang sangat krusial dalam mendukung keseimbangan pasar energi terbarukan di wilayah ini.

Selanjutnya dari sisi swasta, Khalishah M. Purnamasari, Koordinator Macro-National Team, Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, menyoroti bahwa dukungan sektor swasta dalam bentuk studi kasus dan success stories sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar pendekatan sukses seperti carbon offset dan carbon credit dapat direplikasi oleh berbagai pihak, sekaligus memberikan contoh nyata untuk diadopsi di tingkat lokal.

Masalah birokrasi di tingkat daerah juga menjadi sorotan utama dari Sandy Wijaya, Co-Founder Ciroes, yang menekankan perlunya langkah proaktif dari pemerintah daerah untuk mengatasi hambatan regulasi yang sering menghambat implementasi energi hijau. Selain itu, Ia menyarankan agar pengembangan SDM untuk sektor energi hijau terus ditingkatkan agar Kalimantan memiliki tenaga kerja yang siap menyongsong transformasi energi terbarukan. (RIW/RDM/RH)

Hari ke-6 Gema Maulid 40 Malam, Paman Birin Hadirkan Guru Usfia Rusdi Pelaihari

BANJARMASIN – Memasuki hari ke-6 Gema Maulid 40 Malam, Senin (9/9) Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (Paman Birin) mendatangkan Tuan Guru Usfia Rusdi dari Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi paman Birin ini, masih dipusatkan di Gedung Mahligai Pancasila.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel Taufik Hidayat berharap, kegiatan Gema Maulid dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga Banua.

Karo Pemerintahan dan Otda Setdaprov Kalsel Taufik Hidayat

“Kegiatan Gema Maulid ini merupakan upaya untuk mendekatkan diri, meningkatkan keimanan, dan ketaqwaan umat muslim. Serta memberikan pujian dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

Karena itu, Ia mengharapkan dengan adanya kegiatan Gema Maulid di Provinsi Kalimantan Selatan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga di Banua.

Kegiatan Gema Maulid 40 Malam turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan karyawan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, antara lain Dinas Kehutanan, Dinas Dukcapil, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Perdagangan, serta Biro Pem dan Otda, serta masyarakat umum dari A.Yani 1 dan 2, serta Katamso, Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

800 ASN Lingkup Pemprov Kalsel Ikut Penilaian Kompetensi Berbasis CACT

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin melaksanakan penilaian kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis Computer Assisted Competency Test (CACT), bertempat di Ruang CAT, Kanreg BKN VIII, Banjarbaru, Senin (9/9).

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, diwakili oleh Kasubbid Pendidikan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, Reza Fahlevi menjelaskan, kegiatan yang digelar selama empat hari ini mulai dari 9-12 September 2024 ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya implementasi sistem merit dalam penyelenggaraan manajemen ASN dan memenuhi manajemen talenta nasional serta membantu Pemprov dalam memetakan potensi dan kompetensi ASN.

Kasubbid Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, BKD Kalsel, Reza Fahlevi

“Pada tahap pertama ada 800 orang ASN yang di tes secara gratis bagi pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkup Pemprov Kalsel,” ucapnya.

Reza menambahkan peserta sendiri sudah ditentukan oleh BKD Kalsel dengan prioritas peserta ASN yang tidak mempunyai tugas mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

“Kami menargetkan di akhir tahun 2024, untuk ASN yang ikut penilaian kompetensi ini sebanyak 2000 lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reza mengungkapkan ada beberapa kategori tes yang di ujikan pada CACT tersebut diantaranya aspek Manajerial dan Sosiokultural.

“Selain upaya menemukan gap kompetensi ASN sehingga didapatkan progran pengembangan kompetensi yang tepat, diharapkan juga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Laksanakan ‘Gelar Darling’ di Tanah Laut, Libatkan Pelajar Cegah Stunting

TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan malalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Gerakan Pelajar Remaja Sadar dan Peduli Stunting (Gelar Darling) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Asy-Syuhada, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Senin (9/9).

Kegiatan yang merupakan bagian dari upaya bersama antara DPPPA-KB Provinsi dan Kabupaten Tanah Laut dalam mempercepat pengurangan angka stunting ini, juga turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah.

Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang dibacakan oleh Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono menekankan pentingnya program Gelar Darling dalam menumbuhkan kesadaran akan dampak stunting, yang tak hanya memengaruhi fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif mereka.

Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan pembangunan, Rusdi Hartono saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Partisipasi aktif masyarakat, khususnya pelajar dan remaja, sangatlah penting, karena mereka adalah calon orang tua yang harus memahami cara mencegah stunting sejak dini,” ungkap Rusdi.

Lebih lanjut, Rusdi menyampaikan bahwa melalui program ini, diharapkan para remaja bisa menjadi pionir dalam menciptakan kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan mereka. Ini juga sejalan dengan target nasional untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.

“Program ini juga mendukung visi besar untuk menciptakan generasi berkualitas guna menyongsong Banua Emas 2045,” tambahnya.

Rusdi juga menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan dini dan pendewasaan usia pernikahan sebagai salah satu langkah efektif dalam menekan risiko stunting.

“Dengan memastikan kesiapan fisik, mental, dan finansial sebelum pernikahan, kita dapat mencegah stunting dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita,” pungkas Rusdi.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA-KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, juga menyatakan perlunya pencegahan stunting sejak awal, dimulai dari remaja putri yang harus paham akan pentingnya kesehatan gizi.

“Oleh karena itu, perlu kolaborasi semua pihak untuk menyediakan fasilitas dan kegiatan yang ditujukan kepada remaja, agar mereka bisa memahami tentang gizi seimbang, pola hidup sehat, serta menghindari perundungan atau kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tandasnya.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja dan pelajar, tentang pentingnya pencegahan stunting, baik sebagai agen perubahan maupun penyampaian informasi mengenai pencegahan stunting yang didukung berbagai sektor.

Untuk diketahui, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah, dalam acara tersebut memberikan paket sembako sebanyak 740 paket dan 1.080 botol air mineral kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. (BDR/RDM/RH)

Kalsel Masih Duduki 10 Besar Inflasi Terendah se Indonesia

BANJARBARU – Bertempat di Commad Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (9/9), Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan. Menghadiri Rapat Koordinasi Rakoor pengendalian inflasi secara virtual bulan September.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan menyampaikan, perkembangan kondisi inflasi Kalsel hingga 9 September ini baik secara nasional maupun di wilayah Kalsel tetap aman terkendali. Bahkan, per September ini Provinsi Kalsel masih menduduki 10 besar daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan

“Alhamdulillah, Kondisi Inflasi Kalsel saat ini stabil dan terkendali, berdasarkan angka inflasi nasional pada angka 2,12 persen years on years (YoY) dan kalsel berada pada 1,71 persen” ungkap Sulkan.

Dari data, di Kalsel dalam pekan ini terdapat Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di 3 kabupaten-kabupaten, yakni Tanah Bumbu 2,15 persen, Batola 1,37 persen, dan Banjar 0,17 persen. IPH tersebut dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, jeruk, dan bawang putih.

“Secara keseluruhan inflasi wilayah Kalsel aman terkendali, termasuk juga dengan adanya penurunan harga bahan pokok seperti bawang merah, cabai hingga daging ayam dan lain-lain,” lanjut Sulkan.

Sulkan menilai, kenaikan bahan pokok ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang meningkat, di mana pada bulan Rabiul Awal terdapat kegiatan-kegiatan keagamaan yang sudah rutin dilakukan oleh masyarakat.

“Upaya ini juga tidak lepas dari peran Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang mendorong agar terus menjaga kestabilan harga demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” tutup Sulkan. (MRF/RDM/RH)

Anggota DPRD Kalsel 2024-2029 Resmi Dilantik, Paman Birin : Kesejukan Kolaborasi Terus Terjalin Untuk Kalsel Babussalam

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah menghadiri acara Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kalsel Masa Bakti 2024-2029.

Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah (urutan 2 dari kanan) saat menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kalsel 2024-2029

Pengucapan sumbah/janji Anggota DPRD Kalsel terpilih itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK pada Senin (9/9).

Ketua DPRD Kalsel Sementara, Supian HK menerima Pin yang disematkan usai mengucapkan sumpah/janji

Dalam momen bersejarah perjalanan pemerintahan di “Banua” itu, Lampiran Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri RI tentang Penetapan Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2024–2029 dibacakan langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini dengan penuh sukacita.

55 Anggota DPRD Kalsel Masa Bakti 2024-2029 Usai Dilantik

Menjadi istimewa, Supian HK yang semula merupakan Ketua DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2019–2024, kembali menjadi pimpinan sementara delegasi Partai Golkar bersama dengan Kartoyo delegasi Partai Nasdem yang notabene kedua partai tersebut merupakan partai dengan pemilih terbanyak pada pemilu 14 Februari 2024 yang lalu.

“Pertama-tama kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada para purnabakti, baik pimpinan maupun anggota dewan masa jabatan tahun 2019-2024 yang selama masa jabatannya telah menunjukkan pengabdiannya dengan baik, mudah-mudahan kami selaku penerus tugas dewan untuk masa jabatan 2024-2029 dapat melanjutkan serta meningkatkan karya-karya yang telah dicapai sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Supian HK mengajak anggota DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan baru ini untuk sama-sama memberikan masukan, saran dan kritikan yang membangun serta saling berdiskusi dan berdialog dengan pemerintah daerah. Menurutnya, hal itu merupakan kunci dalam mencapai tujuan bersama Kalsel sebagai Gerbang Ibu Kota Negara dan Indonesia Emas menjadi negara tangguh dan mandiri menuju peradaban masyarakat yang modern dan sejahtera.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian melalui sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin ini mengucapkan salam sekaligus ucapan selamat kepada para anggota DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2024–2029 yang dilantik pada hari ini. Dirinya mengingatkan kembali 3 fungsi anggota DPRD.

“Sebagaimana amanat pasal 96 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah menyebutkan 3 fungsi DPRD. Yaitu, fungsi pembentukan peraturan daerah, fungsi penyusunan anggaran dan fungsi pengawasan,” terang Tito Karnavian.

Selain itu, menurutnya, anggota DPRD juga memiliki hak yakni hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat.

Muhammad Tito Karnavian juga berpesan, agar DPRD Provinsi Kalsel menjalin sinergitas dan kolaborasi kerja kolektif dengan pemerintah daerah secara positif, dalam memberikan respon cepat dalam pemecahan persoalan-persoalan kerakyatan di tingkat lokal, membangun kerja sama yang efektif di tingkat regional serta mendukung suksesnya agenda prioritas nasional.

Atas nama Pribadi, Paman Birin mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dilaksanakan DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan 2019-2024 yang dilakukan dengan baik. Serta mengucapkan selamat kepada kepengurusan DPRD yang baru saja dilantik. Dirinya berharap kesejukan kolaborasi antara legislatif dan eksekutif terus terjalin demi masyarakat dan “Banua” Kalsel Babussalam. (ADV-NRH/RDM/RH)

Paman Birin Dorong Kemajuan Pembangunan Bidang Perkebunan dan Peternakan Banua

BANJARBARU – Bukan rahasia lagi, bahwa selama hampir satu dekade kepemimpinan Gubernur, Sahbirin Noor, banyak prestasi yang berhasil diukir Provinsi Kalimantan Selatan diberbagai bidang. Termasuk bidang perkebunan dan peternakan. Salah satu yang paling membanggakan, adalah Penghargaan Terbaik II Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Nasional, melalui program bidang peternakan, SITI HAWA LARI (Sistem Integrasi Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering). Sementara program Sistem Integrasi Kelapa Sawit – Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KUINTIP), juga tidak kalah hebat, mendapatkan penghargaan TPID Award Tahun 2022 dan 2023, untuk regional Kalimantan. Kedua penghargaan bergengsi ini, diserahkan langsung Presiden RI, Joko Widodo, kepada Gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

“Penghargaan ini merupakan bukti tangan dingin Paman Birin dalam memimpin Kalimantan Selatan,” ujar Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, dalam siaran persnya.

Secara rinci, Suparmi juga memaparkan sejumlah kemajuan pembangunan bidang perkebunan dan peternakan selama 10 tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Paman Birin.

Tim penilai PPD Award saat melakukan verifikasi program SITI HAWA LARI

Pada bidang perkebunan, hingga tahun 2023, Kalimantan Selatan berhasil mengembangkan lahan perkebunan sawit hingga seluas 479.788 hektar, dengan produksi tandan buah segar mencapai 5.353.578 ton dan 1.177.787 ton CPO.

“Sementara untuk lahan perkebunan karet mencapai luasan 268.907 hektar, dengan produksi 197.619 ton hingga akhir tahun lalu,” tambah Suparmi.

Provinsi Kalsel menurut Suparmi, juga mengembangkan perkebunan kopi, dengan luasan mencapai 2.231 hektar sampai akhir tahun 2023, dan produksi 884 ton.

Sementara itu, di bidang peternakan, Kalsel ditargetkan dapat menjadi lumbung pangan dan penopang pangan IKN Nusantara. Khususnya untuk ternak sapi dan itik.

“Paman Birin menginisiasi program SITI HAWA LARI untuk meningkatkan populasi ternak itik, dan menjalankan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri atau SI KOMANDAN,” papar Suparmi.

Dua program ini, berhasil meningkatkan populasi itik di Kalimantan Selatan, menjadi 3.608.703 ekor itik hingga akhir tahun 2023, dengan produksi daging 1.604 ton dan telur 28.960 ton.

Sedangkan untuk populasi sapi, hingga akhir tahun 2023, sudah mencapai 171.998 ekor dengan produksi daging sapi 7.892 ton. (RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan Melalui Gelaran Gema Maulid

BANJARMASIN – Gema Maulid 1446 H telah dimulai dan pada malam ketiga Gubernur Kaimantan Selatan mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang dibacakan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan, pada Jumat (6/9) malam mengatakan, Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mulai 4 September – 13 Oktober 2024, hendaklah dimanfaatkan untuk menambah ilmu agama, tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, saat memberikan sambutan

“Gema Maulid merupakan salah satu cara umat Islam untuk menunjukkan rasa cinta kepada Rasulullah, dan menerapkan keteladanan dari ajaran nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya

Sementara itu, tausiyah Habib Musthofa Al Haddar menyampaikan, dalam menjalani kehidupan sehari-hari hendaklah selalu meningkatkan keimanan pertama kepada Allah SWT, menjalankan ajaran Rasulullah SAW, menjaga hubungan baik antar sesama manusia, hewan dan alam.

Habib Musthofa Al Haddar, saat memberikan tausiah

“Biasakan selalu Ikhlas, Sabar, serta Istiqomah, dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tutupnya

Untuk diketahui, Gema Maulid 40 Malam pada hari ketiga, turut hadir sejumlah SKPD lingkup Pemprov Kalsel, antara lain Dinas PUPR, Dinas Nakertran, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan Kesbangpol, Biro Administrasi Pembangunan Kalsel. Tausiyah disampaikan Habib Musthofa Al Haddar, pembacaan syair Maulid Group As shofa kota Banjarbaru, dan jamaah dari Banjarmasin maupun luar kota, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Dukung Rehabilitasi Penanaman Mangrove di Kawasan Pesisir

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanannya melaksanakan program rehabilitasi pesisir dan pulau-pulau kecil dengan penanam mangrove Tahun 2024.

“Penanaman pohon mangrove ini sebagai bentuk keperdulian pimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin atau Paman Birin,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, kepada sejumlah wartawan, akhir pekan tadi.

Rusdi menjelaskan, untuk penanaman pohon mangrove saat ini berada di kawasan Desa Tanjung Pangga, Kabupaten Kotabaru.

“Kegiatan yang kami lakukan ini dalam rangka monitoring kawasan mangrove dikawasan pesisir tersebut,” jelas Rusdi.

Untuk melihat hasil penanaman pohon mangrove yang telah dilakukan sebelumnya.

Saat ini telah ditanam mangrove sebanyak 90 ribu batang mangrove di tiga kabupaten yang ada di kawasan Tanah Laut sebanyak 32 ribu pohon mangrove, Tanah Bumbu sebanyak 55 ribu pohon mangrove, serta Kotabaru sebanyak 150 ribu pohon mangrove.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat sekitar pesisir untuk turut menjaga keberlangsungan hidup mangrove.

“Dalam upaya pelestarian hutan mangrove dikawasan pesisir, maka kami mengajak masyarakat setempat untuk bersama sama menjaga dan memelihara pohon mangrove yang telah ditanam oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” tutur Rusdi.

Dengan adanya penjagaan dari masyarakat sekitar makan pohon pohon mangrove tersebut dapat terus tumbuh.

Seperti diketahui, hutan mangrove ini sangat bermanfaat untuk para nelayan dan masyarakat sekitar, karena salah satu manfaat dari hutan mangrove untuk keberlangsungan aneka Ikan, udang, kepiting, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Akhiri Masa Jabatan di DPRD Kalsel Periode 2019-2024, Paman Yani Dorong Semangat Persatuan

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mendorong masyarakat untuk terus semangat dalam menjaga serta mempertahankan semangat kesatuan dan persatuan.

Suasana Sosialisasi Revitalisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila di Desa Plajau Mulia, Tanah Bumbu

“Semangat persatuan ini harus tetap kita jaga dan kita tumbuhkan dalam rangka ikut membangun bangsa menuju Indonesia Emas,” tegas Muhammad Yani Helmi, saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila, di Desa Plajau Mulia, Tanah Bumbu, Sabtu (7/9).

Meski rentang waktu menuju Indonesia Emas 2045 masih cukup lama, namun menurutnya semangat dalam menghasilkan SDM yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sudah harus ditanamkan sejak saat ini.

“Apalagi kita ketahui, IKN sudah diresmikan pada 17 Agustus lalu, makanya kita harus optimis bahwa masa depan Kalsel khususnya Tanah Bumbu akan cerah karena IKN sudah diresmikan,” kata wakil rakyat akrab disapa Paman Yani.

Paman Yani tidak menampik bahwa akan ada banyak isu miring yang terjadi saat suatu daerah sedang berkembang.

Akan tetapi Paman Yani meyakini, setiap kemajuan suatu daerah akan terlihat melalui semangat persatuan dan kesatuan dari masyarakat di dalamnya.

“Pandangan harus terus ke depan dan hasilnya pasti akan luar biasa. Bagaimanapun kemajuan suatu daerah juga tidak lepas dari semangat persatuan dan keyakinan dari rakyatnya,” jelas Paman Yani.

Diketahui Sosialisasi Revitalisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila ini merupakan kali terakhir dalam masa jabatan Paman Yani sebagai anggota DPRD Kalsel periode 2019-2024.

Meski begitu Paman Yani akan kembali didaulat sebagai wakil rakyat Kalsel Dapil VI periode 2024-2029, pada Senin (9/9) nanti.

Dalam lima tahun ke depan, Paman Yani memastikan akan terus terus mendorong keyakinan masyarakat Kalsel khususnya Tanah Bumbu dan Kotabaru, terhadap NKRI dan Pancasila.

“Insyaallah saya akan terus melakukan kegiatan ini di Kalsel utamanya di Dapil 6, untuk membangun semangat cinta negara, cinta bangsa dan cinta banua,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version