Resmikan Kapal Wisata Pinisi, Gubernur Muhidin Rasakan Sensasi Barito River Cruise

BANJARMASIN – Setelah kurang lebih satu bulan bersandar di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kapal Wisata Pinisi akhirnya resmi diluncurkan pengoperasiannya pada Rabu (12/2) sore. Pengoperasian Kapal Wisata Pinisi bertajuk Borneo River Cruise ini, dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dan disaksikan unsur Forkopimda Provinsi, Ketua TP PKK Provinsi, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel saat membeli tiket perdana Kapal Wisata Pinisi.

Peluncuran Kapal Wisata Pinisi ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, antara Direktur Utama PT Ambang Barito Nusa Persada (AMBAPERS), Zulfadli Gazali, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, terkait pembelian tiket kapal wisata.

Selanjutnya, Gubernur, Muhidin menjadi orang pertama yang melakukan transaksi pembelian tiket Kapal Wisata Pinisi, di aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Tak lama berselang, Gubernur juga menarik tali tiang kapal, sebagai pertanda diresmikannya Kapal Wisata Pinisi.

Kepada wartawan, sebelum memulai perjalanan perdana menyusuri sungai Barito menaiki Kapal Wisata Pinisi, Gubernur, Muhidin memastikan, bahwa kapal ini dapat dinikmati masyarakat umum, dengan sejumlah pilihan jarak tempuh. Mulai dari jarak pendek, sekitar 2 jam, jarak panjang hingga 3 jam, dan jarak khusus atas permintaan masyarakat.

“Kapal ini berlayar setiap hari, melayani umum dengan membeli tiket melalui aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Setiap penumpang akan mendapatkan jatah makan selama pelayaran,” ujar Muhidin.

Ke depan, menurut Muhidin, layanan kapal wisata ini akan ditingkatkan, dengan menggandeng lebih banyak investor. Sehingga wisata susur sungai dengan cara baru ini, akan semakin menarik wisatawan datang ke Kalimantan Selatan.

“Saya dulu pernah naik kapal semacam ini di Vietnam. Di sana pelayanan nya bagus, tali sayang perjalanan nya hanya menyusuri sungai saja, tidak ada yang dikunjungi. Sementara di sini, kita memiliki lokasi yang dapat disinggahi kapal wisata. Contohnya Pulau Kembang dan Jembatan Barito,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut PT Ambapers, Zulfadli Gazali memastikan, selama Februari ini, pihaknya menawarkan harga tiket promo, untuk Kapal Wisata Pinisi. Yakni sebesar 230 ribu rupiah per penumpang.

“Harga sudah termasuk makan di kapal, dan menikmati sensasi menyusuri sungai Barito, sambil menikmati sunset,” jelasnya.

Kapal Wisata Pinisi ini, merupakan terobosan PT Ambapers untuk memajukan dunia pariwisata, terutama di perairan Barito. Pengoperasian kapal ini juga untuk mendukung Geopark Meratus, dimana perairan sungai Barito termasuk didalamnya. (RIW/RDM/EYN)

Peringati Bulan K3 Nasional, Lab K3 Kalsel Gelar Baksos

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bakti Sosial.

Kepada wartawan, Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel Noorlianisyah, disela kegiatan Rabu (12/2) menyampaikan, Bulan K3 Nasional adalah peringatan yang diadakan setiap tahun pada tanggal 12 Januari – 12 Februari. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan prinsip K3. Dengan demikian, pihaknya menggelar Bakti Sosial ini dalam bentuk pemeriksaan kesehatan kerja secara gratis bagi pekerja.

“Alhamdulillah sasaran Baksos kita sebanyak 150 orang lebih, telah tercapai,” ucapnya

Disampaikan Noorlianisyah, dalam Bakti Sosial ini dari berbagai sektor diantaranya Industri, Hospitality serta Wirausahawan yang berada di Kota Banjarmasin. Terkait

Parameternya seperti Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu, Hemoglobin Darah, Tekanan Darah, Indeks Masa Tubuh (IMT), Golongan Darah dan Kelelahan Kerja.

“Ini perdana kami laksanakan, insya Allah tahun depan akan ditambah parameternya sepertinkolesterol dan asam urat,” jelas Lily

Sekretaris Disnakertrans Kalsel, didampingi Kepala Lab K3 Kalsel, saat diwancara.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Disnakertrans Kalsel Hasnan Ash Shiddieqy menilai, gelaran pertama kalinya dilaksanakan oleh Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel sangatlah diapresiasi, karena secara langsung mengenalkan Lab K3 Kalsel. Dimana, fungsi utamanya memeriksakan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan – perusahaan. Sehingga, ini tentu harus berkelanjutan ke depan, agar para pekerja mengetahui sejak dini kesehatan masing-masing.

“Kita mendorong bakti sosial ini dapat menjadi agenda rutin tahunan di Lab K3 Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Hasnan menambahkan, melalui Baksos ini, para pekerja yang telah mengetahui hasilnya ada gejala penyakit sejak dini, dapat segera mendatangi pusat layanan kesehatan terdekat dan juga  memperbaiki pola hidup untuk lebih sehat.

Sekretaris Disnakertrans Kalsel, saat diberikan pemeriksaan tekanan darah

“Edukasi kepada para pekerja untuk menciptakan kesehatan dan produktif dalam bekerja,” tutup Hasnan.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel, menggelar Bakti Sosial dalam rangka memperingati bulan K3 Nasional tahun 2025, dibuka secara resmi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan Irfan Sayuti, melalui Sekretaris Disnakertrans Kalsel Hasnan Ash Shiddieqy, didampingi Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel, Kepala Tata Usaha, Kepala Seksi Kesehatan Kerja, Kepala Seksi Ergonomi dan seluruh jajaran Lab K3 Kalsel, gelaran dipusatkan di Aula Lab K3 Kalsel Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. (NHF/RDM/EYN)

Pemprov Kalsel Targetkan Panen Gabah Petani Sebesar 6.350 Ton

BANJARBARU – Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian bangsa, terutama dalam mewujudkan ketersedian pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Para petani telah bekerja keras menghasilkan gabah dan beras sebagai komoditas utama yang harus terus dijaga keberlanjutannya.

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, melalu Kementerian Pertanian, dimana Kementerian Pertanian berkomitmen dengan melakukan kerjasama atau MoU bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerah gabah hasil panen petani, dengan target yaitu 3 juta ton gabah setara beras hingga bulan April tahun 2025. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional, dan kesejahteraan petani. Sehingga dari MoU tersebut menghasilkan kesempakatan menyerap beras hingga April 2025 sebanyak 3 juta ton beras se – Indonesia.

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Rahmawati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kabid Tanaman Pangan, Rahmawati, menyampaikan bahwa untuk daerah Kalsel, mendapat target untuk menyerap gabah petani setara beras dengan jumlah sebesar 6.350 ton sampai dengan April 2025.

“Ini juga salah satu upaya untuk menyukseskan program swasembada pangan karena swasembada pangan ini tidak hanya untuk meningkatkan produksi pertanian saja tetapi juga mensejahterakan petani,” ungkap Rahmawati, Rabu (12/2).

Dengan adanya penyerapan gabah petani ini, Rahmawati mengharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini tentu saja dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan, baik Kementerian Pertanian maupun lembaga disektor pangan, dapat bergerak cepat dan bersama-sama mencapai target.

“Sebagai upaya mempercepat penyerapan gabah para petani, Pemerintah juga telah menyetujui penyesuaian derajat sosok beras dari 100 persen menjadi 95 persen, sehingga mempermudah proses pengolahan dan distribusi,” lanjut Rahmawati.

Ditahun 2025 ini Bulog diberi amanah besar untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional, dengan menyerap gabah petani. Maka penyerahan gabah dan beras dalam Negeri tentunya saja mengacu pada kebijakan Badan Pangan Nasional dan peraturan Menteri Pertanian, yang mengatur mekanisme penyerapan gabah, sehingga dapat mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras pada musim panen pertama ini.

“Tekad pemerintah untuk melindungi petani sebagai elemen penting dalam rangka percepatan swasembada pangan, tentu saja tanpak kebijakan yang telah diterapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen atau GKP ditingkat petani sebesar Rp6.500 kg,” lanjut Rahmawati.

Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan, menghimbau dan menyebar luaskan kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP), penyuluh lapangan, dan Dinas Pertanian Kabupaten – Kota, untuk menyebar luaskan target serapan gabah dan beras Kalsel ini ke masing-masing wilayah, khususnya menyebarluaskan ke para petani, bahwa Bulog akan membeli gabah petani seharga 6.500 per kg.

“Ini tentu saja sangat memberikan kemudahan kepada petani dan petani juga mendapatkan harga tinggi dari Bulog yang akan membeli harga gabah tersebut,” tutup Rahmawati. (MRF/RDM/EYN)

Tujuh Anggota DPRD Provinsi Kalsel Terima BK Award

BANJARMASIN – Tujuh orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan penghargaan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalsel bertajuk “BK Award” pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (12/2).

Ketujuh orang anggota DPRD Provinsi Kalsel tersebut yakni Athaillah Hasbi dan Rahimullah dari Fraksi Golkar, Ilham Nor dari Fraksi Gerindra, Rais Ruhayat dan Adrizal dari Fraksi PAN, Taufik Rahman dari Fraksi PKS dan Suripno Sumas dari Fraksi PKB.

Dalam sambutannya, Ketua BK DPRD Provinsi Kalsel, M. Rosehan Noor Bahri mengatakan bahwa BK Award ini merupakan upaya bersama untuk menghadirkan akuntabilitas politik dalam kerangka pencapaian demokrasi substantif di DPRD Provinsi Kalsel.

“BK Award boleh jadi hanya sesuatu yang sederhana, tapi kami berharap dari hal kecil ini kita bisa menumbuhkan semangat yang berkali-kali lipat dalam menjalankan tugas konstitusional kita sebagai anggota DPRD Provinsi Kalsel,” ujar Rosehan.

Atas nama pimpinan dan seluruh Anggota BK, Rosehan mengucapkan selamat kepada seluruh penerima anugerah BK Award. Ia berharal penghargaan ini menjadi manfaat untuk seluruh anggota wakil rakyat “Rumah Banjar” untuk terus meningkatkan kedisiplinan. (NRH/RDM/EYN)

DPRD Kalsel Sepakati Raperda tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah Jadi Inisiatif Dewan

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyepakati usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah yang merupakan inisiatif dari Komisi I DPRD Kalsel menjadi raperda inisiatif DPRD Provinsi Kalsel.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Paripurna Internal pada Rabu (12/2) yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel melalui perwakilannya, Rahimullah, memberikan penjelasan atas usulan raperda tersebut di hadapan para peserta rapat. Ia menyatakan bahwa raperda ini penting untuk dihadirkan dalam pemerintahan di Banua.

“Raperda ini mampu memberikan pedoman yang baku dan standar untuk mengikat semua pihak, baik DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya agar tertib administrasi, terpadu, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Selanjutnya, masing-masing fraksi di DPRD Provinsi Kalsel menyampaikan pandangan umum terhadap usulan raperda tersebut. Secara keseluruhan, fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Kalsel menyepakati pentingnya raperda ini sebagai pedoman untuk menciptakan keselarasan administrasi di lingkungan pemerintahan daerah.

Tahapan berikutnya, Panitia Khusus (Pansus) yang akan segera dibentuk diharapkan mulai bekerja dengan merumuskan draf raperda secara lebih rinci. Pansus juga diharapkan melakukan konsultasi publik dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan bahwa raperda ini sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. (ADV-NRH/RDM/EYN)

HPN 2025 Jadi Gaung Kalsel Gerbang Logisitk

BANJARMASIN – Hari Pers Nasional 2025 di Provinsi Kalimantan Selatan tak hanya meninggalkan kesan kesuksesan.

HPN 2025 juga menjadi tonggak awal dimulainya visi Pemprov Kalsel menjadikan Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan.

Pemukulan gong bersama menandai Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan yang dilakukan pada puncak HPN 2025, Minggu (9/2), menjadi penanda komitmen Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin tersebut telah go nasional.

Sehari pasca-puncak HPN, Gubernur Kalsel H Muhidin langsung tancap gas dengan mengelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh jajaran Kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel, Senin (10/2).

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, M Muslim mengatakan, Gubernur Kalsel Muhidin telah memerintahkan seluruh jajaran dinas dan Kepala SKPD di seluruh lingkup Pemprov Kalsel untuk menyusun program dan agenda yang mendukung visi 2025-2029 itu.

“Beberapa rencana strategis telah disusun, seperti rencana melanjutkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Laut kepulauan (Kotabaru) dengan Batulicin. Kemudian menyiapkan rencana pembangunan pelabuhan internasional di Kotabaru,” jelas Kadis Kominfo Kalsel, Muslim.

Dijelaskannya, pembangunan pelabuhan internasional di Kotabaru dinilai sangat starategis, karena posisi perairan Kalsel yang menjadi jalur perlintasan logistik nasional dan internasional.

Dengan karakter perairan Kotabaru yang cukup dalam, membuat kapal kargo besar bisa sandar di pelabuhan internasional di Kotabaru.

“Pelabuhan ini harus didukung dengan infrastruktur jalan dan jembatan yang bisa menghubungkan seluruh daratan Kalimantan. Itu mengapa Pemprov Kalsel juga menargetkan pembangunan jembatan penghubung Kotabaru dan Batulicin dilanjutkan kembali,” jelasnya.

Sementara Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie mengatakan, PWI Kalsel secara kelembagaan telah membangun komitmen yang kuat untuk mengawal visi Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan.

Menurutnya, pers berperan penting dalam mengawal visi ini dengan memberitakan semua informasi positif maupun kritik konstruktif sesuai koridor etik jurnalistik.

“Pers dan jurnalis di Kalsel, terutama teman-teman yang tergabung dalam PWI Kalsel, selalu menjadi mitra sejajar bagi Pemrov Kalsel untuk mencapai visi bersama demi kemajuan Kalsel,” tegasnya.

Zainal Helmie juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setingginya kepada Gubernur Kalsel atas dukungan yang diberikan terhadap PWI Kalsel.

“Sejarah mencatat, siapa pun kepala daerah atau gubernur yang memimpin Kalsel, selalu menjadi mitra sejajar dengan PWI Kalsel dalam mengawal visi dan misi daerah untuk mewujudkan pembangunan di Kalsel,” tegas Zainal Helmie. (ADV/RDM/RH)

Bank Kalsel Dukung Pembangunan Gazebo Anjungan Kalsel di TMII

Jakarta – Bank Kalsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin. Salah satunya terkait optimalisasi promosi potensi daerah dan pembangunan Kalimantan Selatan. Dukungan yang diberikan Bank Kalsel berupa pembangunan gazebo di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi promosi pariwisata di Kalimantan Selatan dan memberikan ruang bagi masyarakat maupun wisatawan untuk lebih mengenal potensi alam dan budaya daerah yang berkunjung ke Anjungan Kalimantan Selatan.

Penyerahan dukungan pembangunan gazebo secara simbolis dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang juga turut didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Terpilih, Hasnuryadi Sulaiman, Plh Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, dan Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Roy Rizali Anwar, saat acara Rapat Kerja Koordinasi Provinsi Kalimantan Selatan belum lama tadi di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dalam keterangannya menyampaikan, Bank Kalsel selalu berkomitmen untuk mendukung program – program pemerintah provinsi untuk kemajuan Kalimantan Selatan, salah satunya melalui dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang mendukung promosi pariwisata dengan memperkenalkan keindahan dan potensi Kalsel kepada lebih banyak orang.

“Pembangunan gazebo di Anjungan Kalsel ini kami harapkan dapat menjadi salah satu daya tarik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” harap Fachrudin.

Gazebo yang dibangun dua lantai ini diharapkan menambah daya tarik bagi para pengunjung. Selain memberikan fasilitas bagi pengunjung untuk beristirahat, gazebo ini juga berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan berbagai produk lokal, keindahan alam, serta kearifan budaya Kalsel. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Kalsel dalam berperan aktif dalam pengembangan sektor pariwisata dan budaya Kalimantan Selatan.

Dengan adanya gazebo tersebut, Bank Kalsel juga ingin menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah, melalui kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai pihak terkait. (ADV-RIW/RDM/APR)

Inilah Pesan Presiden Prabowo untuk Peserta HPN 2025 di Kalimantan Selatan

Banjarbaru – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi pesan penting bagi insan pers nasional dalam memperingati Hari Pers Nasional 2025 yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (9/2). Presiden Prabowo mengingatkan agar pers Indonesia harus selalu mengutamakan kepentingan bangsa.
Prabowo juga meminta pers nasional harus waspada terhadap usaha untuk mengendalikan pemikiran dan memengaruhi opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar.

“Walau kita menjunjung tinggi kebebesan pers, tapi kita harus selalu waspada dengan penyebaran informasi yang tak benar, penyebaran kebencian, penyebaran ketidakpercayaan terhadap sesama warga negara dan upaya memecah belah bangsa. Ini harus selalu kita waspadai,” ucap Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (9/2) 2025.

Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa pers Indonesia pada ujungnya akan selalu setiap pada cita-cita pendiri bangsa Indonesia. Ia meminta insan pers untuk menjadi pers Pancasila, yaitu pers yang terlibat dalam pembangunan bangsa. “Pers harus komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Prabowo.

Pesan penting dari Presiden Prabowo ini sejalan dengan amanatnya yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu (9/2).

Fadli Zon mengatakan, pers berperan sangat penting dalam kehidupan bangsa, karena pers penjaga memori kolektif bangsa. Ia menyebutkan pers yang baik adalah pers yang mengajar dan mendidik, bukan hanya mengabarkan.
Menteri Fadli Zon juga mengajak insan pers merenungkan kembali peran pers dalam menjaga kedaulatan bangsa dan penjaga ketahanan sosial. “Pers punya peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan. Bukan hanya mengabarkan, tapi mengawal kebijakan, dan mengawasi transparansi dalam sektor vital dan pangan. Tanpa jurnalisme berbasis data, masyarakat bisa terjebak dalam disinformasi,” ujar Fadli Zon.

Setelah memberi sambutan, Menteri Fadli Zon menerima buku Bumi Lambung Mangkurat yang diserahkan oleh Plh Sekdaprov Kalsel. Menteri Fadli Zon pun memberikan buku tentang Pewayangan kepada tuan rumah HPN 2025.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, PWI ingin kembali ke jati diri untuk aktif menjaga kedaulatan bangsa. “PWI merah putih dan NKRI harga mati. Pers harus menjaga kedaulatan bangsa merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu berdasarkan keputusan Kongres PWI Pertama, 9 Februari 1946 di Solo,” kata Hendry dalam sambutannya dalam acara puncak HPN 2025.
Salah satunya adalah mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi visi utama Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini, lanjut Hendry Ch Bangun bukan berarti mengekor. “Kita tidak mengekor, tapi melayangkan kritik dengan memberi solusi untuk mencari kebaikan,” ujar Hendry Ch Bangun.

Hendry juga mengatakan jurnalis lahir bukan hanya bicara jurnalistik di atas meja. Akan tetapi menjaga kedaulatan bangsa yang ujungnya kemandirian, khususnya dari impor pangan. “Kami juga terus memperbaiki internal dengan meningkatkan kualitas wartawan, salah satunya uji kompetensi,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plh Sekda Muhammad Syarifuddin mengatakan, Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen mendukung pers bertanggung jawab dan kegiatan seperti HPN dan Porwarnas. Provinsi Kalsel telah menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas masing-masing dua kali. “Kami siap kerja bersama dan merangkul semua,” ujar Muhammad Syarifuddin.
Hadir dalam acara tersebut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha; Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan; Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizal Anwar, Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Anton Charlian, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie. Selain itu, hadir juga Ketua PWI Provinsi, Kabupaten/Kota dari ujung barat Aceh sampai Papua Selatan. (ADV/RDM/APR)

Refleksi HPN 2025: Ikhtiar Bersama Mengawal Kemerdekaan Pers

Oleh: Zainal Helmie, Ketua PWI Kalimantan Selatan

Pers dan kepemimpinan bangsa adalah dua aspek yang tak bisa dipisahkan dalam perjalanan demokrasi bangsa. Sejarah juga membuktikan bahwa pers menjadi bagian dalam perjuangan anak bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Melekatnya pers dengan nilai-nilai perjuangan membuktikan bahwa insan pers adalah pejuang tangguh yang setia mengawal visi besar bangsa. Dalam setiap lintasan sejarah bangsa, dari zaman perjuangan, kemerdekaan awal, hingga kuasa Orde Baru sampai Reformasi, pers memberi warna yang tak pernah lepas dengan kepemimpinan bangsa.
Saya sangat bersyukur, sebagai insan pers yang saat ini memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, hubungan pers daerah dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat harmonis. Siapa pun kepala daerah atau gubernur yang memimpin Kalsel, selalu terjalin hubungan kemitraan yang sejajar dan setara.

Sebagai organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia, PWI Kalsel selalu menjadi mitra strategis bagi Pemprov Kalsel dalam mengawal visi dan misi kepala daerah. Hubungan dan relasi yang harmonis ini membuktikan bahwa kemerdekaan pers sesungguhnya adalah hak rakyat, bukan hanya hak sekelompok orang atau institusi.

Pers memiliki peran vital dalam memberikan informasi yang jujur dan objektif, menjadi pengawas jalannya pemerintahan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang baru saja kami rayakan di Kalimantan Selatan, kita dapat melihat betapa kemerdekaan pers di daerah ini telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan HPN di Kalimantan Selatan berjalan lancar dan sukses berkat kolaborasi yang solid antara berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, pers, hingga masyarakat.

Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk merayakan kebebasan pers, tetapi juga untuk menegaskan komitmen kita terhadap kemerdekaan media sebagai bagian dari pilar demokrasi. Tahun ini, kita patut berbangga, karena Kalimantan Selatan berhasil meraih nilai tertinggi dalam Indeks Kemerdekaan Pers.

Pencapaian ini tentu bukan kebetulan, melainkan bukti dari hubungan yang harmonis antara pers dan pemerintah provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung kebebasan pers dengan memberikan ruang bagi media untuk melaksanakan tugasnya secara independen.

Tidak hanya itu, adanya saling pengertian antara pemerintah dan pers membuat proses penyampaian informasi kepada publik berjalan efektif dan tidak terhambat oleh tekanan-tekanan politik atau ekonomi.
Kemerdekaan pers yang terjamin ini juga tercermin dalam keberhasilan media di Kalimantan Selatan dalam memberikan informasi yang berimbang dan berkualitas kepada masyarakat. Pers yang bebas dapat berfungsi sebagai kontrol sosial yang kuat, memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, serta memberi solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Dalam situasi ini, pers bukan hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sebagai pendorong perubahan positif bagi pembangunan daerah. Tentu saja, kemerdekaan pers tidak hanya ditentukan oleh sejauh mana media dapat mengekspresikan diri mereka, tetapi juga oleh sejauh mana pemerintah memberikan kebebasan itu tanpa takut diintervensi.

Hal ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai contoh nyata bahwa ketika pers dan pemerintah bekerja bersama dalam suasana saling percaya dan mendukung, kemerdekaan pers yang sejati dapat tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.
Dengan nilai tertinggi dalam Indeks Kemerdekaan Pers, kita menyadari bahwa kebebasan yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil dari kerja keras bersama. Oleh karena itu, mari kita jaga dan teruskan hubungan harmonis ini.

Kemerdekaan pers adalah milik rakyat, dan ini adalah tanggung jawab kita semua untuk memastikan bahwa kebebasan tersebut terus terjaga, agar media dapat terus menjalankan fungsinya untuk kepentingan rakyat, mendorong kemajuan daerah, dan mendukung demokrasi yang sehat.

Pada Hari Pers Nasional 2025 ini, mari kita rayakan bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai momentum untuk terus memperkuat kemerdekaan pers di Kalimantan Selatan dan di seluruh Indonesia. Pers adalah kekuatan rakyat, dan kemerdekaan pers adalah pilar utama dalam menjaga kebebasan, keadilan, dan demokrasi kita. (ADV/RDM/APR)

2025, DPPPA KB Kalsel Terus Perkuat Program Perlindungan Perempuan dan Anak

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA KB) Kalsel terus mengoptimalkan berbagai program yang mendukung perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak di tahun 2025.

Kepala DPPPA KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, menegaskan bahwa program yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kualitas keluarga. Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan perlindungan hak-hak anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kepala Dinas PPPA KB Kalsel, Sri Mawarni

“Kami juga terus mengedukasi masyarakat dan melakukan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini termasuk kampanye anti-kekerasan serta pemberian penguatan baik secara mental maupun ekonomi,” ungkap Mawar, belum lama tadi.

Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sejahtera tanpa kehilangan kodratnya. Oleh sebab itu, kesetaraan dalam harkat dan martabat menjadi aspek yang terus diperjuangkan.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak berjalan efektif di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mawarni menyebutkan bahwa semakin banyak perempuan di Kalimantan Selatan yang berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah laporan yang masuk ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalsel.

“Tingginya angka pelaporan menunjukkan bahwa kesadaran perempuan untuk melindungi diri semakin meningkat. Kami menyediakan layanan UPTD PPA serta call center SAPA 129 sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Exit mobile version