Dorong Optimalisasi Layanan Informasi Publik, Diskominfo Kalsel Gelar Asistensi PPID

BANJARBARU – Ketersediaan informasi yang terbuka dan mudah diakses menjadi salah satu tuntutan masyarakat di era digital saat ini. Pemerintah pun dituntut untuk semakin adaptif dan transparan dalam memberikan layanan informasi kepada publik.

Suasana kegiatan Asistensi PPID Pelaksana di lingkup Pemprov Kalsel

Menyadari hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai garda terdepan dalam keterbukaan informasi.

Sebagai bentuk komitmen itu, Diskominfo Kalsel menggelar kegiatan Asistensi PPID Pelaksana di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Selasa (20/5).

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim yang diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Tarwin Patik Mustafa dan dihadiri perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel serta Ombudsman Kalsel.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim melalui Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Tarwin Patik Mustafa mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan layanan informasi publik serta tindak lanjut atas terbitnya Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 100.3.3.1/094/KUM/2025 tentang Pembentukan Tim Pengelola Layanan Informasi dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia menekankan pentingnya peran strategis setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam mendorong keterbukaan informasi publik.

“SKPD memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung keterbukaan informasi publik melalui peran aktif sebagai PPID Pelaksana sehingga sinergi antar instansi sangat diperlukan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan berhasil meraih predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat pada tahun 2024.

“Prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterbukaan informasi publik, namun menjadi tantangan tersendiri untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Layanan Informasi Publik, Muhammad Ayub Khan berharap, asistensi ini mampu memperkuat kapasitas PPID Pelaksana dalam menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

“PPID Pelaksana berperan penting dalam memastikan masyarakat memperoleh hak atas informasi secara cepat, tepat waktu, proporsional, dan dengan cara yang sederhana,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Dislutkan Kalsel, Tingkatkan Rehabilitasi Kawasan Mangrove

Banjarmasin – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, terus meningkatkan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir pada tahun ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menjelaskan, pada tahun 2025 ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan arahan dari Gubernur Muhidin, diminta untuk melaksanakan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

“Berdasarkan arahan Gubernur Muhidin, Dislutkan Kalsel melakukan rehabilitasi mangrove,” ungkap Rusdi, kepada Abdi Persada FM, Selasa (20/5).

Pada tahun ini, lanjutnya, ada dua kabupaten yang menjadi sasaran kegiatan. Yakni Kabupaten Tanah Laut sebanyak 113 batang pohon, serta 31 ribu batang pohon di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Rehabilitasi mangrove ini sangat penting untuk menjaga kawasan pesisir dari masuknya air laut ke daratan,” jelas Rusdi.

Karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, menargetkan penanaman langsung mangrove dapat selesai di tahun 2025 ini.

“Untuk penanaman mangrove secara langsung di kawasan pesisir hanya dapat dilakukan di tahun 2025 ini,” ungkap Rusdi.

Karena pada tahun depan rehabilitasi mangrove dilakukan dengan cara penanaman tidak langsung.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan, penanaman langsung mangrove ini dapat selesai pada tahun ini,” ucapnya.

Teknik penanaman mangrove sendiri, ada dua cara. Yakni, langsung dan tidak langsung.

Untuk penanaman mangrove langsung adalah metode dimana propagul mangrove ditanam langsung di lokasi yang telah ditentukan/ tanpa melalui proses pembibitan terlebih dahulu.

Sedangkan penanaman mangrove tidak langsung ini adalah metode yang melibatkan proses pembibitan mangrove di tempat yang terkontrol sebelum dipindahkan ke lokasi tanam. (SRI/RIW/APR)

Tinjau Cabor POPDA 2025, Ini Harapan Wagub Hasnuryadi

Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel, Fitri Hernandi melakukan peninjauan pertandingan di cabang olahraga (cabor) panjat tebing serta gulat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalsel Tahun 2025 di Kota Banjarmasin, Minggu (18/5).

Hasnuryadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat bangga dengan kemampuan dari atlet pelajar yang mengikuti POPDA Tahun 2025 di Kota Banjarmasin.

“Kita sangat bangga, dengan atlet pelajar yang mengikuti POPDA ini,” ungkap Hasnuryadi, kepada sejumlah wartawan.

Sehingga diharapkan, lanjutnya, ajang POPDA ini dapat menjadi media bagi pemerintah serta orangtua untuk bersama sama membentuk karakter anak.

“Ajang POPDA ini tidak hanya mencari prestasi tetapi juga dapat menjunjung tinggi nilai nilai disiplin serta sportivitas dalam meraih prestasi,” ujarnya.

Saat menyaksikan langsung pertandingan panjat tebing dan gulat, Hasnuryadi mengakui kemampuan atlet pelajar yang sudah sangat baik, serta kompak satu dengan lainnya.

“Maka dengan semangat tersebut dapat mengabdi pada Banua, serta negara kita yang tercinta, untuk kemajuan bersama di bidang olahraga,” ujar Hasnuryadi.

Mengingat, lanjutnya, ajang POPDA ini merupakan pertandingan yang berjenjang, maka diharapkan para atlet pelajar ini, dapat terus meningkatkan kemampuan untuk meraih prestasi terbaik.

Pada kesempatan ini, Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang datang didampingi istri, drg. Ellyana Trisya, ikut mengalungkan medali kepada para pemenang pada cabor panjat tebing. (SRI/RIW/EYN)

Masuk Dua Nominasi, LPPL Abdi Persada FM Raih Penghargaan Anugerah Syiar Ramadan 2025

BANJARMASIN – Suasana penuh kebanggaan dan syukur mewarnai malam pemberian penghargaan Anugerah Syiar Ramadan (ASR) Tahun 2025 yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Sabtu (17/5) malam.

Acara yang menjadi ajang apresiasi bagi lembaga penyiaran baik Televisi maupun Radio atas tayangan dan program selama Ramadan 1446 Hijriyah ini, turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Kepala Biro Kesra, Fatkhan, sejumlah Kepala Daerah, Pimpinan lembaga penyiaran dan tamu undangan lainnya.

Salah satu yang mencuri perhatian pada malam apresiasi tersebut, adalah LPPL Abdi Persada FM, yang berhasil meraih kategori Radio Wisata Budaya melalui program Jelajah Ramadan.

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani saat menerima penghargaan ASR 2025

Tak hanya itu, Abdi Persada FM juga masuk dalam nominasi kategori Radio Liputan Ramadan lewat program Kilas Ramadan.

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian dan penghargaan yang diraih Abdi Persada FM.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kreativitas seluruh tim mendapat apresiasi. Semoga ini bisa menjadi penyemangat untuk kami terus berkarya lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani

Syarifah juga menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program siaran yang edukatif, informatif, dan inspiratif.

“Kami akan terus berusaha memberikan konten siaran yang berkualitas, yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkaya wawasan masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh tim Abdi Persada FM agar tidak cepat puas dengan pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan ini harus dijadikan motivasi untuk lebih berinovasi, bekerja dengan semangat, serta menjaga konsistensi dalam menghadirkan konten-konten yang bermanfaat bagi masyarakat

“Prestasi ini jangan membuat kita berpuas diri. Justru sebaliknya, ini harus menjadi motivasi agar kita terus meningkatkan kualitas dan memberikan yang terbaik,” pesan Syarifah.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fatkhan, turut memberikan apresiasi kepada seluruh lembaga penyiaran yang menerima penghargaan.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para insan penyiaran yang telah menghadirkan program-program bermutu selama Ramadan. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya positif,” ucapnya.

Fatkhan juga berharap ASR 2025 ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak program siaran yang membawa pesan-pesan kebaikan dan membangun nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

“Penghargaan ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga bentuk tanggung jawab moral kita kepada masyarakat. Setiap pesan yang disampaikan lewat media harus mencerminkan komitmen kita untuk menyebarkan nilai kebaikan dan kebersamaan,” tukasnya. (BDR/RIW/RH)

Terima Kunjungan Diskominfo HSS, Diskominfo Kalsel Bahas Jaring Komunikasi Sandi

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, menerima kunjungan kerja dari Diskominfo Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Kamis (15/5), bertempat di kantor Diskominfo Kalsel, di Banjarbaru.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan jaringan komunikasi sandi, serta tata kelola Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Sandiman dan Manggala Informatika.

Rombongan Diskominfo HSS dipimpin Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Nani Yuniarti dan disambut Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasin Diskominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar diwakili Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Tata Kelola Persandian dan Keamanan Informasi, Muhammad Bayu Aji Kondang Wibowo dan Kepala Seksi Monitoring, Audit dan Evaluasi Persandian dan Keamanan Informasi, Abdul Gafur didampingi Pranata Komputer Muda, Abdul Hafizh.

Kepala Seksi Monitoring, Audit dan Evaluasi Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Abdul Gafur menyampaikan apresiasi, atas kunjungan tersebut dan menyambut baik inisiatif kerja sama antardaerah dalam memperkuat sektor komunikasi dan keamanan informasi.

“Kunjungan ini menjadi momen penting untuk berbagi praktik terbaik, khususnya dalam penguatan komunikasi sandi serta pengelolaan Jabatan Fungsional Sandiman dan Manggala Informatika,” ucap Gafur.

Pada kesempatan tersebut, Pranata Komputer Muda, Abdul Hafizh memaparkan struktur dan sistem kerja jaring komunikasi sandi yang telah berjalan di tingkat provinsi, termasuk penerapannya di lingkungan pemerintah kabupaten untuk menjamin kerahasiaan komunikasi antar instansi

Selain itu, turut disampaikan strategi pembinaan karir dan pengembangan kompetensi bagi pejabat fungsional Sandiman dan Manggala Informatika, yang menjadi tulang punggung keamanan informasi dan sistem digital pemerintahan.

Diskusi berlangsung aktif, mencakup mekanisme penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja untuk JFT Sandiman dan Manggala Informatika, dukungan teknis terhadap instansi lain, hingga penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) berbasis tugas dan fungsi masing-masing JFT.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara kabupaten dan provinsi dalam penguatan komunikasi pemerintah yang aman dan efisien melalui Jaring Komunikasi Sandi, serta peningkatan kapasitas SDM ASN melalui optimalisasi peran jabatan fungsional. (BDR/RIW/RH)

Gelar GPM, DPKP Kalsel Sasar Wilayah Kecamatan di Kalsel

BANJARBARU – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan. Kali ini GPM digelar di Kantor Kelurahan Palam Banjarbaru selama dua hari, terhitung Kamis (15/5) hingga Jumat (16/5).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menyampaikan, GPM ini dilaksanakan dalam rangka menekan tingginya angka inflasi, yang disebabkan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Oleh karena itu, pelaksanaan GPM rencananya akan digelar disejumlah kecamatan di wilayah Kalimantan Selatan dimulai dari kota Banjarbaru pada pekan ini.

“GPM tidak hanya dilaksanakan di kantor kelurahan, tetapi juga dengan jemput bola, yakni produk sayuran dijual di berbagai instansi, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Samsat Banjarbaru, dan Disdukcapil Kalsel,” ungkap Syamsir.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel (Kanan) bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel (Kiri)

Pada Gerakan Pangan Murah ini, ungkap Syamsir, pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Tujuannya agar komoditas bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dapat dibeli masyarakat dengan harga terjangkau.

“Sesuai arahan Gubernur Muhidin, penting untuk menyajikan bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat. Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian menyediakan berbagai jenis sayuran seperti beras, cabe, kangkung, terong, sawi, dan lainnya dengan diskon hingga 50%,” sahut Syamsir.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono mengungkapkan, bahwa pihaknya juga akan ikut berkolaborasi. Sehingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga masyarakat, dapat membeli pangan murah, dan ikan segar maupun hasil olahan ikan dengan harga murah.

“Kami juga akan ikut berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, seperti menjual hasil ikan para nelayan dengan disertai diskon harga,” ungkap Rusdi.

Selain berlokasi di setiap wilayah secara bergantian, GPM juga akan menyinggahi kantor – kantor SKPD lingkup Kalsel setiap Jumat, agar para ASN dapat membeli pangan dengan harga murah. Kegiatan ini menurut Rusdi, sangat bermanfaat untuk membantu para ASN.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi disaat tanggal tua seperti sekarang ini, yang menjadi angin segar bagi para ASN untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga murah,” tutup Rusdi. (MRF/RIW/RH)

Pemuda Kalsel, Ikuti Pelatihan Manajemen Kelembagaan Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Pelatihan Peningkatan Manajemen Kelembagaan Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Jumat (16/5). Pelatihan dibuka Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Fitri Hernandi.

“Pelatihan organisasi kepemudaan dan pramuka ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam hal berorganisasi,” ungkap Fitri.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

Sehingga, lanjutnya, diharapkan para pemuda memahami cara mengelola suatu organisasi.

“Pemuda dapat belajar pengelolaan Manajemen Organisasi dengan organisasi yang sudah eksis saat ini,” ucap Fitri.

Dikatakan Fitri, pelatihan ini diikuti sebanyak 19 organisasi kepemudaan di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan total peserta 100 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Organisasi Kepemudaan di Kalimantan Selatan, diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman, di era modernisasi dan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini.

“Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan tentunya, terus melakukan pembinaan terhadap organisasi kepemudaan tersebut,” ujar Fitri.

Karena itu, lanjutnya, organisasi kepemudaan diminta untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan di Banua.

“Organisasi kepemudaan diharapkan dapat mengikuti perkembangan modernisasi yang terjadi saat ini,” ucapnya.

Dengan mengikuti perkembangan teknologi saat ini, maka organisasi kepemudaan dapat terus eksis memberikan perannya dalam mendukung pembangunan. (SRI/RIW/RH)

Peringati Hardiknas 2025, Pemprov Kalsel Gelar Turnamen Mini Soccer

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan turnamen mini soccer dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Turnamen Hardiknas Cup 2025 ini dilaksanakan disalah satu tempat Minisoccer di Banjarbaru, mulai Kamis (15/5) hingga Minggu (18/5), yang diikuti sebanyak 20 group. Terdiri dari para tenaga pendidik SMA/ SMK/ dan SLB di 13 Kabupaten – Kota se Kalimantan Selatan.

Gubernur Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso mengungkapkan, turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebuah momentum penting, untuk mempererat tali silaturahmi, menggalang semangat sportivitas, serta membangun rasa kebersamaan di antara kita semua.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso

“Olahraga seperti sepak bola, bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga sebuah seni yang menyatukan, membangun karakter, dan mengajarkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ungkap Adi, saat membuka turnamen, Kamis (15/5).

Event mini soccer dalam rangka hari pendidikan nasional, akan lebih menumbuh kembangkan kesadaran semua, akan pentingnya kesehatan jasmani, dan sekaligus makin memasyarakatkan olahraga mini soccer di kalangan masyarakat.

“Turnamen mini soccer dalam rangka Hardiknas akan lebih menumbuh kembangkan kesadaran kita semua akan pentingnya kesehatan jasmani,” lanjut Adi.

Gubernur Muhidin, ungkap Adi, akan terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga di Banua. Pihaknya akan terus berupaya menyediakan fasilitas yang memadai, mengadakan berbagai kegiatan dan turnamen, serta memberikan perhatian khusus pada pembinaan atlet-atlet muda berbakat.

“Melalui turnamen mini soccer dalam rangka hari pendidikan nasional ini membuktikan komitmen pemerintah provinsi dalam memajukan olahraga di kalimantan selatan,” tutup Adi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Hardiknas Cup 2025, Mulyadi menambahkan, peserta pada kompetisi kali ini merupakan tenaga pendidikan SMA, SMK dan SLB hampir 13 Kabupaten/Kota sebanyak 20 tim yang diselenggarakan mulai 15 hingga 18 Mei 2025.

“Para tenaga pendidik yang ikut pada Hardiknas Cup 2025 kali ini merupakan sudah terdaftar di dapodik, untuk para pemenang Juara 1,2,3 dan top score, mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp4,7 juta serta piala,” tutup Mulyadi. (MRF/RIW/RH)

Pengurus DWP Kalsel Masa Bakti 2024–2029 Resmi Dikukuhkan

BANJARMASIN – Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan masa bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan oleh Ketua DWP Pusat, Ida Rachmawati Budi Gunadi Sadikin secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Masrupah Syarifuddin resmi dikukuhkan sebagai Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan bersama jajaran pengurus lainnya di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (15/5).

Selain dihadiri Kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pengukuhan ini juga turut dihadiri pengurus DPW Kabupaten Kota se Kalimantan Selatan.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan apresiasi dan harapan kepada pengurus DWP yang baru dikukuhkan, agar dapat berperan aktif mendukung program pembangunan di Banua.

Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Selamat dan sukses kepada Ketua dan Pengurus Dharma Wanita yang baru dikukuhkan. Semoga, ketua dan seluruh pengurus mampu melakukan pengabdian terbaik bagi organisasi Dharma Wanita Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Bagiawan.

Suasana Pengukuhan Pengurus DWP Provinsi Kalsel

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran DWP sebagai organisasi yang produktif dan kontributif, baik bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

“Kita semua harus bangga menjadi bagian dari organisasi DWP Provinsi Kalimantan Selatan. Organisasi ini berhimpun istri-istri Pegawai Negeri Sipil, dan keberadaannya harus dioptimalkan dalam bentuk program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Bagiawan juga mengingatkan bahwa DWP bukan sekadar simbol, melainkan sarana untuk menuangkan gagasan dan mendukung ketahanan keluarga, serta menjadi mitra sejajar dalam pembangunan.

“Diharapkan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan semakin aktif, solid, dan memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga ASN serta masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin menyampaikan rasa syukur dan bangga, atas pengukuhan tersebut, serta menegaskan bahwa program sosial dan kemasyarakatan menjadi salah satu prioritas utama.

“Dharma Wanita akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, serta mendorong peran aktif perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan yang positif dan berkelanjutan,” kata Masrupah.

Ia juga menegaskan komitmen DWP Kalsel untuk memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah dan organisasi lainnya guna memperluas dampak dari setiap program yang dijalankan.

“Melalui kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Dharma Wanita Persatuan Kalsel dapat menjadi motor penggerak perubahan yang membawa manfaat nyata bagi keluarga ASN dan masyarakat luas,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman, Proses Perpanjangan Izin Operasional

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman, menerima tim visitasi perpanjangan izin operasional, pada Kamis (15/5) pagi.

Tim Visitasi meninjau langsung ke lapangan

Kepada sejumlah wartawan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, Teguh Hadianto, melalui Kabag Administrasi Umum dan Keuangan, Mu’thiah mengatakan, kegiatan visitasi ini untuk mempanjang izin operasional selama 5 tahun ke depan. Ada berbagai saran dan masukan yang akan segera pihaknya lengkapi dari hasil visitasi tersebut.

Kabag Administrasi Umum dan Keuangan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mu’thiah

“Tim Visitasi Perpanjangan Izin Operasional ini terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan kota Banjarmasin, Persatuan Rumah Sakit Indonesia, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalsel,” katanya

Sementara itu, Ketua Tim Visitasi, Ristanti menambahkan, kegiatan visitasi ini terbagi tiga tim. Yaitu tim pertama pemeriksaan dokumen, tim kedua melakukan peninjauan langsung ke pelayanan sarana prasarana diantaranya pelayanan IGD, rawat jalan, rawat inap, farmasi dan kamar operasi. Sedangkan tim ketiga, meninjau pelayanan sarana prasarana dan peralatan, seperti Radiologi, Laboratorium dan bank darah, laundry, gizi dapur, IPAL, listrik serta air.

“Beberapa saran dan masukan sudah kita sampaikan untuk bisa diperbaiki,” tutupnya

Dalam visitasi tersebut, Direktur RSGM, Teguh Hadianto, juga memaparkan tentang Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman secara daring. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version