Desa Indrasari, Jadi Percontohan Nasional Koperasi Merah Putih Di Kalsel

BANJAR – Koperasi Merah Putih Desa Indrasari Kabupaten Banjar resmi diluncurkan, ditandai dengan pengguntingan untaian bunga secara simbolis, oleh Gubernur Kalsel Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, dan Bupati Banjar Saidi Mansyur, di Desa Indrasari Kabupaten Banjar, Senin (21/7).

Peluncuran Koperasi Merah Putih di Kabupaten Banjar ini, dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel dan Forkompinda Kabupaten Banjar.

Peluncuran ini juga bersamaan dengan peluncuran serentak secara nasional, 80.000 Koperasi Desa Merah Putih bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara virtual. Kalimantan Selatan, menunjuk Koperasi Desa Merah Putih Desa Indrasari, sebagai pilot project percontohan nasional.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Muhidin memaparkan kesiapan beroperasinya Koperasi Merah Putih Indrasari, kepada Presiden Prabowo. Bahwa koperasi tersebut sudah sangat siap untuk beroperasi melayani masyarakat.

Hal itu menurut Gubernur, berkat kolaborasi semua pihak khususnya Forkopimda Kalsel yang turut membantu, sehingga pembentukan Koperasi Merah Putih di Kalsel berjalan dengan baik.

“Kami disini kompak Pak Presiden, ada Forkopimda di sini juga. Yang selalu berkolaborasi untuk menyelesaikan program Koperasi Merah Putih khususnya di Kalsel,” ucap Muhidin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ungkap Muhidin, menyatakan komitmennya mendukung penuh program pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai kekuatan ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Muhidin juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, dan menegaskan bahwa koperasi desa punya peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pengurus koperasi agar mengelola lembaga ini secara profesional dan akuntabel, serta mendorong anggotanya aktif memanfaatkan koperasi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.

“Koperasi desa sebagai kekuatan strategis ekonomi baru yang tumbuh dari desa dan kelurahan. pembentukan koperasi ini harus dijalankan secara transparan dan akuntabel, serta dikelola profesional oleh pengurusnya,” lanjut Muhidin.

Untuk diketahui, saat ini Kalimantan Selatan telah memiliki lebih dari 2.000 koperasi desa dan kelurahan yang tersebar di 1.871 desa dan 144 kelurahan se Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/RH)

Tingkatkan Layanan Nasabah, Bank Kalsel Relokasi Kantor Cabang Pembantu Sultan Adam

BANJARMASIN — Dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan pelayanan kepada nasabah, Bank Kalsel merelokasi Kantor Cabang Pembantu (Capem) Sultan Adam ke alamat baru yang lebih strategis dan representatif.

Terhitung mulai 14 Juli 2025, operasional kantor telah sepenuhnya berpindah dari alamat lama di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 2 Ruko STIHSA, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ke alamat baru Jalan Pangeran Hidayatullah RT.3 No.25, Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah menyampaikan, relokasi ini merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel, untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah dijangkau, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap relokasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah, khususnya dalam hal aksesibilitas dan kenyamanan layanan. Lokasi baru yang lebih representatif diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar,” ujar Firmansyah.

Seluruh layanan perbankan yang sebelumnya tersedia di lokasi lama kini telah beroperasi penuh di kantor baru tanpa perubahan pada jam layanan. (ADV-RIW/RH)

Gelorakan Olahraga Bersepeda, Dispora Kalsel Dukung Gowes Bersama Komunitas

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Mendukung Gowes Bareng 2025, bersama Komunikasi Sepeda di Banjarbaru serta Martapura, di Banjarbaru, Minggu (20/7). Gowes bareng dilepas Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi.

Dalam sambutannya Fitri menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh olahraga gowes, yang dilakukan komunitas sepeda yang ada di Banua. Termasuk di Kota Banjarbaru serta Martapura.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum perayaan 10 Tahun berdirinya komunitas sepeda BMCC,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.

Fitri mengatakan, Dispora Kalsel juga memberikan apresiasi kepada komunitas sepeda tersebut, karena turut berkontribusi besar dalam memasyarakatkan olahraga, khususnya bersepeda, di Kalimantan Selatan.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi (Kaos Biru)

“Gowes ini merupakan bagian dari agenda rutin yang terus didorong, agar budaya berolahraga tumbuh dan bertahan, tidak hanya saat pandemi, tapi menjadi gaya hidup masyarakat saat ini,” ucap Fitri.

Kegiatan gowes ini, diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi masyarakat yang belum terbiasa berolahraga.

“Olahraga merupakan bagian dari upaya menjaga tubuh dan jiwa, melalui acara seperti ini, kami ingin mengajak lebih banyak warga untuk aktif dan sehat,” ujar Fitri. (SRI/RIW/RH)

Peringati Hari Puisi Indonesia 2025, Taman Budaya Kalsel Gelar Pagelaran Seni Sastra

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Puisi Indonesia 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, melalui UPTD Taman Budaya Kalsel, menggelar pagelaran seni sastra dan dialog seni sastra di Banjarmasin.

Salah satu peserta membaca puisi, dalam dialog seni sastra, di Gedung Balairung Sari

Kepada sejumlah wartawan, usai pembukaan pada Minggu sore (20/7), Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, pagelaran seni sastra ini mengangkat tema “Puisi Menajamkan Kepedulian, Puisi Menghangatkan Kehidupan. Dimana,
kegiatan ini menjadi wadah apresiasi, dan refleksi peran sastra, khususnya puisi untuk membangun kepekaan sosial.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, didampingi Sastrawan Banua

“Gelaran ini dalam dialog seni sastra, menghadirkan sastrawan ternama Kalsel seperti Benyamin, Hajriansyah, dan Yadi Muryadi, di Gedung Balairung Sari,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, rangkaian Hari Puisi Indonesia 2025, dilanjutkan pada malam harinya, dengan pergelaran Seni Sastra menampilkan Sastrawan dan beberapa Sanggar. Diantaranya, Sanggar Ar Rumi, Dapur Teater Kalsel, Sanggar Seni Demokrat dan Sanggar Sesaji, di Panggung Rampa.

“Dengan pagelaran ini mendorong sastrawan Banua, mengembangkan bahasa daerah, menjadi karya puisi yang indah,” ucapnya

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, meskipun merupakan program baru, dengan melibatkan mitra kerja UKM Sanggar Bahana Antasari, namun acaranya berlangsung. Selanjutnya pihaknya akan kembali menggelar kegiatan yang sama tahun mendatang.
Mengingat puisi merupakan salah satu bagian dari kehidupan, yang harus terus dilestarikan.

“Kami berharap para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir, bukan cuma menikmati setiap bait puisi, tetapi mencintai seni sastra dan menjadi regenerasi sastrawan muda di Kalsel,” tutup Yanti. (NHF/RIW/RH)

Awali Rangkaian Harjad ke-75 Provinsi Kalsel, Gubernur Muhidin Buka Festival Golf 2025

BANJARBARU – Rangkaian Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, resmi dimulai pada Juli ini. Salah satunya melalui Festival Golf Tahun 2025, yang dibuka langsung Gubernur Muhidin, di Lapangan Golf Swargaloka, Banjarbaru, Sabtu (19/7).

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan, Festival Golf ini sengaja dilaksanakan, sebagai rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke 75 Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel Muhidin

“Alhamdulillah, saat ini kita bersama sama membuka Festival Golf 2025 dalam suasana, yang penuh kebersamaan dan semangat membangun. Kegiatan ini, menjadi awal dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke 75 Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Muhidin.

Diharapkan melalui festival ini, olahraga golf semakin dikenal masyarakat Banua.

Selain diikuti pegolf profesional, Festival Golf ini juga mempertandingkan kategori amatir, yang diikuti unsur Forkopimda, Walikota, Bupati, serta SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Tercatat 100 pegolf profesional dan amatir, mengikuti Festival Golf yang berlangsung selama satu hari tersebut. Para peserta ini memperebutkan hadiah utama umroh, dari Gubernur Kalsel Muhidin, serta puluhan hadiah menarik lainnya.

Gelaran Festival Golf 2025 ini, juga menandai Dinas Kependudukan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, sebagai SKPD pertama, yang melaksanakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel pada Juli ini.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Dispora Kalsel Fitri Hernadi mengatakan, Festival Golf dibuka langsung Gubernur Muhidin, yang menandai dimulainya rangkaian peringatan hari jadi provinsi tahun ini.

“Kegiatan ini juga menandai semakin solidnya koordinasi dan kerjasama, antara pemerintah dengan unsur Forkopimda, serta antar SKPD lingkup Pemprov Kalsel,” ungkap Fitri.

Dengah semangat berolahraga ini, pembangunan di Provinsi Kalimantan diharapkan Selatan semakin meningkat.

Salah satu peserta SKPD Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel Muhamad Muslim mengatakan, bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari promosi gaya hidup sehat masyarakat melalui olahraga.

“Upaya Pak Gubernur ini bukan hanya membudayakan olahraga golf, tetapi juga mendorong lahirnya atlet atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ucap Muslim.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri mengaku bersyukur, pada Festival Golf yang digelar ini Ia merupakan peserta antar SKPD yang berhasil memasukkan bola ke hole. Sehingga menempatkannya menjadi juara pertama pada kategori antar SKPD. (SRI/RIW/RH)

Majukan Industri Kreatif Berbasis Ramah Lingkungan, Dinas Perindustrian Gelar Pelatihan Pengelolaan Bambu se Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan, secara resmi menutup Pelatihan Pengolahan Bambu se-Kalimantan Selatan, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Jum’at (18/7).

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Abdul Rahim

Pelatihan ini resmi ditutup Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Abdul Rahim. Dimana kegiatan yang telah berlangsung selama lima hari ini, menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bambu, menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta akan dapat menjadi agen perubahan di daerah masing – masing, serta memajukan industri kreatif berbasis bambu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepada Abdi Persada FM, Abdul Rahim menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menggali, dan mengembangkan potensi alam Kalimantan Selatan, khususnya bambu, menjadi komoditas strategis yang dapat bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional.

“Diharapkan ilmu, keterampilan, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah masing-masing,” ungkap Rahim.

Dilanjutkan Rahim, pihaknya menekankan pentingnya kualitas hasil kerajinan. Ia mencontohkan, bahwa produk yang dihasilkan harus lebih rapi dan menarik, agar mampu bersaing di pasar dan meningkatkan daya jual.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan teknik pengolahan bambu, inovasi desain kerajinan, serta wawasan pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah dan memperluas jangkauan produk kerajinan ke pasar yang lebih luas.

Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk bahan baku bambu yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.

“Produk-produk bambu yang memiliki nilai estetika tinggi tentu akan lebih mudah diterima oleh pasar. Kami ingin para peserta tidak hanya berhenti di pelatihan ini, tapi terus meningkatkan kualitas kerajinan dan berbagi ilmu kepada masyarakat sekitar yang belum sempat mengikuti pelatihan,” lanjut Rahim.

Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan akan terus mendukung pengembangan kerajinan bambu dan sumber daya alam lainnya melalui program pembinaan lanjutan. Melalui pelatihan ini, akan menjadi bekal yang berkelanjutan.

“Kami akan terus hadir mendampingi agar para pengrajin mampu mandiri secara ekonomi dan turut menggerakkan roda perekonomian daerah,” tutup Rahim.

Sementara itu, Gede Suparti selaku instruktur dari Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap kemampuan dasar peserta pelatihan di Kalimantan Selatan yang dinilainya sudah cukup baik.

Menurutnya, sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman dasar dalam menganyam, meskipun sebelumnya lebih familiar dengan bahan seperti rotan dan enceng gondok.

“Karena basic-nya mereka sudah bisa nganyam, jadi hasil selama tiga hari praktek cukup lumayan,” ujarnya.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya peningkatan terutama pada proses treatment bambu.

“Bambu itu kalau kena hujan bisa jamuran, jadi perlu perlakuan khusus agar lebih tahan lama,” ucap Suparti.

Gede juga berharap potensi kerajinan bambu di Kalimantan Selatan dapat terus dikembangkan, mengingat saat ini baru sedikit daerah yang mulai dikenal secara nasional.

“Yang mulai muncul itu baru di Loksado, Hulu Sungai Selatan, itupun masih kami dampingi terus setiap ada pelatihan bambu,” tutup Suparti. (MRF/RIW/RH)

Dorong Ekonomi Lokal, Legislatif Kalsel Gali Informasi Bumdes di Tala

TANAH LAUT – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memandang perlu pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Rais Ruhayat, ketika memimpin rombongan komisinya, untuk bertandang ke Kabupaten Tanah Laut, baru-baru tadi.

Foto bersama : sumber (HumasDPRDKalsel)

Rais menjelaskan, pihaknya menggali informasi dan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah setempat, terkait implementasi dan pengelolaan Bumdes.
Diantaranya terkait dengan permodalan hingga minimnya Bumdes yang berbadan hukum.

Inilah nanti, menurut Rais, yang akan menjadi evaluasi komisinya, saat rapat dengar pendapat dengan mitra terkait termasuk juga Biro Hukum, agar percepatan badan hukum Bumdes ini dapat terlaksana.

“Kita sama-sama tadi mendengar, apa-apa saja yang menjadi keluhan dan tantangan yang dirasakan oleh Bumdes,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Tala Bambang Kusudarisman, mengaku merasa tersanjung dengan kedatangan para anggota legislatif “Rumah Banjar”. Ia berharap melalui pertemuan ini dapat membuka jalan atas segala kendala dan tantangan yang ada.

“Pertemuan ini, merupakan bahan bakar bagi mereka, agar terus memiliki semangat dalam mengembangkan Bumdes di Tala,” tutupnya

Rombongan Komisi I DPRD Provinsi Kalsel disambut langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bambang Kusudarisman, beserta jajaran, beberapa perwakilan Dinas PMD Provinsi Kalsel, dan sejumlah kepala desa setempat, bertempat di aula kantor Kelurahan Angsau, Kabupaten Tanah Laut. (ADV-NHF/RIW/RH)

Sambut Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel, Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Provinsi Kembali Digelar

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, kembali menggelar Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran lomba, sejak 9 sampai 20 Juli 2025.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel

“Tahun ini akan ada delapan kategori yang dilombakan, diantaranya, kategori kriya, kuliner, film, fashion, hardware, desain grafis, dan vocal solo,” ungkap Rokhyatin.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah banyak peserta yang mendaftar, untuk mengikuti Lomba Kreativitas Pemuda.

“Kami membatasi peserta sebanyak 25 pemuda, pada masing masing kategori lomba tersebut,” ucapnya.

Rokhyatin juga mengungkapkan, pada lomba kreativitas pemuda kategori film, akan mengangkat tema kehidupan sungai di Kalsel.

“Kehidupan sungai masyarakat di Kalimantan Selatan, menjadi tema Lomba Kreativitas Pemuda Tahun 2025,pada kategori film,” ucapnya.

Dikatakan Rokhyatin, kehidupan masyarakat sungai tetap menjadi data tarik tersendiri, untuk dijadikan film pada lomba kreativitas pemuda mendatang.

Karena, lanjut Rokhyatin, mengangkat budaya masyarakat Banjar yang tinggal di kawasan pesisir sungai, serta sungai tidak lepas dari kehidupan masyarakat Banjar.

Oleh karena itu, pelestarian dari budaya sungai ini, perlu dilakukan oleh generasi muda saat ini.

“Lomba pembuatan film dokumentasi kehidupan budaya sungai, sangat bermanfaat bagi pemuda di Banua,” ucap Rokhyatin. (SRI/RIW/RH)

Dukung Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM Daerah, Bank Kalsel Serahkan CSR Pembangunan Spot Pasar Terapung di TMII

JAKARTA – Bank Kalsel dengan bangga menyerahkan dukungan pembangunan spot Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendukung pelestarian budaya nusantara, khususnya budaya pasar terapung yang menjadi ikon khas Kalimantan Selatan.

Dukungan CSR tersebut diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, disaksikan Komisaris Non Independen Bank Kalsel, Karmila Muhidin; Plt. Direktur Operasional TMII, I Gusti Putu Ngurah Sedana; serta perwakilan dari Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan di Anjungan Kalimantan Selatan TMII.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, atas kontribusi ini.

“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia melalui program CSR ini. Pembangunan spot pasar terapung ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap sektor pariwisata, tetapi juga wujud perhatian kami terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Pasar terapung adalah pasar tradisional unik di mana aktivitas jual beli dilakukan di atas air menggunakan perahu tradisional yang disebut jukung. Selain menjadi tempat berdagang, pasar terapung mencerminkan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

Pembangunan fasilitas ini di TMII dipandang sangat strategis, mengingat TMII merupakan etalase budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman tradisi dari seluruh penjuru nusantara. Kehadiran spot pasar terapung ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisata, menjadi media edukatif bagi pengunjung, serta memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Dan TMII, sebagai pusat budaya nasional, adalah tempat yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas dan wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Melalui pembangunan spot ini, Bank Kalsel juga menunjukkan dukungan terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Antara lain SDGs 1, Tanpa Kemiskinan – Memberdayakan pelaku UMKM lokal dengan memperluas akses pasar melalui promosi produk dan budaya khas Kalimantan Selatan. SDG 2, Tanpa Kelaparan – Memperkenalkan hasil pertanian, perikanan, dan kuliner tradisional sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal yang bernilai budaya, dan SDGs10, Berkurangnya Kesenjangan – Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan memperkuat eksistensi budaya dan produk lokal di pusat kegiatan nasional seperti TMII.

CSR bagi Bank Kalsel bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi komitmen moral untuk turut serta membangun negeri dan menjaga warisan budaya bangsa.Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak manajemen TMII atas kerja sama yang solid selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama – sama, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Semoga kolaborasi baik ini terus berlanjut di masa mendatang,” tutupnya. (ADV-RIW/RH)

Perkuat Komitmen Menuju Pemerintahan Digital, Diskominfo Kalsel Gelar Workshop SPBE 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menggelar Workshop Literasi dan Sosialisasi Persiapan Pemantauan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, pada Kamis (17/7).

Suasana Workshop Literasi dan Sosialisasi Persiapan Pemantauan Indeks SPBE 2025 dan Pembinaan Penyelenggaraan Indeks Transformasi Pemerintahan Digital 2026

Workshop yang juga dirangkai dengan persiapan pembinaan Penyelenggaraan Indeks Transformasi Pemerintahan Digital Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin. Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, serta jajaran SKPD lingkup Pemprov Kalsel, dan Diskominfo kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kuat Pemprov Kalsel untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat membuka kegiatan

“Kita hidup di era digital, dimana transformasi teknologi informasi bukan lagi pilihan, tapi sebuah keniscayaan. Pemerintahan dituntut adaptif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan terintegrasi,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, implementasi SPBE bukan hanya tentang digitalisasi proses pemerintahan, tetapi juga menyangkut transformasi pola pikir aparatur menuju budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, dan berbasis data.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi dalam membentuk SDM yang mampu memahami, memanfaatkan, dan mengamankan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini akan menjadi tolak ukur capaian kita dalam penerapan SPBE serta dasar untuk perbaikan berkelanjutan menuju pemerintahan digital. Sistem yang dibangun juga harus inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fasilitasi Pemprov terhadap penetapan Kalimantan Selatan sebagai lokus pemantauan SPBE dan pembinaan Pemerintah Digital tahun 2025 oleh Kementerian PAN-RB RI.

“Melalui workshop ini, kita ingin menyamakan persepsi, meningkatkan kapasitas, dan menyosialisasikan langkah-langkah strategis yang perlu diambil seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Muslim menambahkan, saat ini Indeks SPBE Provinsi Kalimantan Selatan telah berada dalam kategori sangat baik. Capaian ini tidak terlepas dari berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan, termasuk penyediaan layanan internet gratis di sejumlah fasilitas pelayanan publik.

“Pengelolaan jaringan internet kini sudah terpusat di Diskominfo, sehingga kami dapat memantau ketersediaan bandwidth dan mengalokasikannya secara optimal, termasuk untuk layanan WiFi gratis di ruang publik. Ke depan, layanan ini juga akan diperluas ke sejumlah objek wisata di Kalsel agar masyarakat yang berwisata pun bisa menikmati akses internet gratis,” jelasnya.

Dalam workshop ini, peserta diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan prinsip SPBE dan Indeks Pemerintah Digital, serta bagaimana cara mengukur dan meningkatkan indeks SPBE dan Indeks Pemerintah Digital dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian PAN-RB RI, yakni Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah, Mohammad Averrouce dan Analis Kebijakan Madya, Hamzah Fansuri. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version