Musim Penghujan Warga Banjarmasin Diimbau Waspada Banjir Dan Ular

BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menghimbau warga kota ini, untuk waspada banjir dan keberadaan ular, mengingat di Bulan Nopember sampai Desember musim telur telur ular menetas.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin Fachrulrazi mengatakan, pada musim penghujan ini warga Kota Banjarmasin diminta untuk waspada banjir.

“Warga Kota Banjarmasin hendaknya belajar pengalaman banjir sebelumnya, pada Bulan Januari lalu,” ucap Fahrulraji, kepada sejumlah wartawan, Jumat (5/11).

Kepala BPBD Kota Banjarmasin Fahrulraji

Oleh karena itu, lanjutnya, warga diminta untuk membersihkan saluran saluran air di lingkungan tempat tinggalnya, serta tidak membuang sampah sembarangan seperti di saluran air atau sungai.

“Dengan lancarnya saluran air tidak mampet akibat tumpukan sampah, diharapkan banjir dapat tertangani,” ujarnya.

Fachrulrazi mengatakan, dalam membersihkan salurangan air, warga diminta untuk dapat bergotong-royong.

Selain waspada banjir, warga Kota Banjarmasin juga diminta untuk waspada terhadap keberadaan ular ular. Mengingat, di Bulan Nopember dan Desember musim menetas telur telut ular tersebut. Seperti dikatakan anggota animasi rescue BPBD Kota Banjarmasin Hanafi.

“Untuk musim telur ular menetas terjadi di Bulan Nopember, ditambah saat ini sedang musim penghujan. Agar warga waspada terhadap keberadaan ular ular berbisa tersebut,” ucapnya.

Menurut Hanafi, apabila menemukan hal tersebut, maka warga diminta untuk segera melaporkan atau menghubungi BPDB Kota Banjarmasin.

“Warga bisa mehubungi BPBD melalui media sosial, untuk melaporkan keberadaan ular ular tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Hanafi, warga diminta untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka, jangan menumpuk barang barang yang tidak jelas disekitar tempat tinggal, yang berpotensi didatangi oleh ular ular tersebut. (SRI/RDM/HDR)

Gerak Cepat, DPRD Kalsel Antarkan Perwakilan Demonstran Ke BPH MIGAS

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat menanggapi aksi massa yang terjadi awal bulan lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan NB mendampingi perwakilan dari massa aksi yang menamakan diri sebagai Aspirasi Komunitas Sopir Indonesia (AKSI) bertandang ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk mengantarkan surat rekomendasi pengajuan penambahan kuota BBM yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, pada Jum’at (5/11).

Rosehan mengatakan dirinya ditugaskan Ketua DPRD untuk mendampingi perwakilan AKSI untuk menyampaikan aspirasi langsung di BPH Migas, supaya prosesnya bisa cepat dilaksanakan.

“Pertemuan tadi berjalan lancar, saya mengapresiasi BPH Migas banyak memberikan solusi-solusi yang disampaikan sehingga membuat perwakilan AKSI merasa puas, termasuk diantaranya tadi menawarkan Fuel Card untuk angkutan yang menerima subsidi, sehingga dapat mencegah pelangsiran terjadi lagi,” ungkapnya.

Suasana pertemuan perwakilan DPRD Kalsel ke BPH Migas

Sementara, perwakilan dari BPH Migas, I Ketut Gede Aryawan menyambut baik kedatangan rombongan Dewan bersama perwakilan supir. Dirinya berjanji akan mempelajari kembali permohonan Kalsel untuk penambahan kuota BBM.

“Sementara ini kuota BBM Kalsel saat ini baru terpakai 81 persen, nanti akan kita pelajari lagi untuk pembagian kuota BBMnya diakhir tahun, apakah layak untuk ditambah ditahun depan,” jelasnya.

Sedangkan Koordinator AKSI, Wahyu mengatakan, pihaknya merasa puas dengan pertemuan dengan BPH Migas, yang dimediasi oleh Dewan Kalsel kali ini.

Suasana pertemuan perwakilan DPRD Kalsel ke BPH Migas

“Kali ini kami mendapatkan kesempatan yang bagus sekali untuk bersuara, semua aspirasi kami akhirnya bisa langsung kami utarakan dihadapan Koordinator pengaturan Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas,” pungkasnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RdM/HDR)

Kunjungi Gerai Vaksin Bergerak Tanbu, Paman Birin Gembira Target Hampir Tercapai

Tanah Bumbu – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin kembali melanjutkan peninjuan Vaksinasi Bergerak pada hari ketiga, Jumat (5/11).

Menjadi lokasi peninjauan Paman Birin bersama rombongan termasuk Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) yakni Mahligai bersujud yang terletak di kawasan pengembangan ekonomi terpadu (Kapet).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar bersama jajaran.

Saat memberikan sambutan, Zairullah Azhar menyampaikan mengenai vaksinasi di kabupaten ini, yang telah mencapai 53 persen dari target 70 persen hingga Desember mendatang.

“Kami juga menyampaikan untuk Vaksinasi lansia telah mencapai 36 persen. Sehingga hanya tersisa 4 persen dari target,” terangnya.

Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya menyampaikan, betapa musibah bernama COVID-19 ini telah dirasakan di seluruh belahan dunia hingga ke desa-desa. Yang mana dalam 1,5 tahun kesengsaraan bahkan kepada siapa saja.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi

Wabah yang berasal dari Wuhan lanjutnya, telah memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan. Seperti terjadinya PHK dimana-mana hingga kematian tanpa mengenal jabatan dan usia.

“Maka sering saya katakan, COVID-19 adalah musuh bersama, jadi tidak ada kata lain selain bergotong-royong dan bahu-membahu untuk melawan wabah ini,” tegasnya.

Oleh karenanya papar Paman Birin, adanya vaksinasi COVID-19 ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kekebalan serta meningkatkan imunitas tubuh.

“Kini tiba saatnya, Vaksin yang dulunya selalu kita diskusikan, hari ini telah kita gunakan dalam rangka meningkatkan kekebalan tubuh,” ujarnya.

Paman Birin juga memberikan apresiasi kepada capaian yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Tanah Bumbu atas kinerjanya dalam melaksanakan vaksinasi.

“Kita mengucapkan terimakasih, tadi disampaikan sudah 53 persen Vaksinasi. Ini berarti kerjanya sangat luar biasa,” ungkapnya. (ASC/RDM/HDR)

Hadiri Rakorwil Nasdem, Paman Birin: Parpol   Berperan Menjadi Pilar Demokrasi

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, Dr. (HC) Sahbirin Noor mengatakan, partai politik berperan menjadi pilar demokrasi. Partai politik sangat berperan terhadap lahirnya berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel saat  menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Nasdem Kalsel, di salah satu hotel berbintang pada Kamis (4/11) malam di Banjarmasin.

Pembukaan acara dilakukan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali sekaligus pemberian arahan kepada kader partai.

Gubernur Kalsel yang juga selaku pembina partai politik di daerah, juga  menyampaikam ucapan selamat dan sukses atas pelaksanan Rakorwil Partai Nasdem dan berharap melalui kegiatan ini, Partai Nasdem semakin kuat eksistensinya dalam mewarnai kehidupan berdemokrasi di Banua ini.

Dikatakan Paman Birin, sebagai partai politik, Nasdem selama ini telah membuktikan perannya sebagai instrumen demokrasi, yang menjembatani antara kepentingan negara dan rakyat.

“Konsep ini, yang membentuk keselarasan antara garis haluan partai politik dengan aspirasi rakyat, sehingga keterwakilan rakyat atau dengan kata lain, partai politik berperan menjadi pilar demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutklan, partai politik sangat berperan terhadap lahirnya berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. begitu pula dengan Partai Nasdem. 

“Oleh sebab itu, penting kiranya, partai politik menelaah dan mempertimbangkan unsur-unsur kepentingan publik dalam menyusun arah kebijakan partai ke depan,” pesannya.

Di tingkat daerah, khususnya provinsi Kalsel lanjut Paman Birin dalam sambuitannya, Ia memandang partai politik, baik melalui keterwakilan di legislatif, maupun melalui kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, telah berjalan dengan baik. Apalagi, sudah banyak terobosan dan inovasi, yang diambil partai ini dalam memberikan inspirasi dan teladan, bagaimana berdemokrasi yang baik.

Momentum rakorwil ini diharapkan Paman Birin, menjadi saat yang tepat bagi Partai Nasdem, untuk melakukan evaluasi, koordinasi, dan rekonsiliasi, khususnya dalam menatap agenda-agenda politik ke depan.

Waketum Partai Nasdem, Ahmad Ali mengatakan, Rakorwil adalah kegiatan konsolidasi partai untuk persiapan Pemilu 2024.

Dalam arahannya, Ali meminta kader Nasdem harus berani menjadi garda terdepan ketika ada pihak yang mengganggu  bangsa ini.

“Tugas kebangsaan harus berani kita pikul,” ujarnya.

Pesan lain, kader seyogyanya menjadi pemersatu bangsa dan memegang prinsip “dimana bumi dipijak, distu langit  dijunjung”. Kemudian diminta juga, agar kader menggerakkan mesin partai di daerah.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Nasdem Kalsel, Mansyur mengatakan, kegiatan yang berlangsung 4 – 5 November 2021 di Banjarmasin ini sebagai momentum mengevaluasi partai di daerah dan Ia bertekad partai ini akan mendapat kursi di DPR RI pada Pemilu Legislatif mendatang. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Monitoring Vaksinasi Bergerak Di Balangan, Ini Pesan Paman Birin

Balangan – Meski kasus terkonfirmasi postif COVID-19 di Kabupaten Balangan sudah mulai terkendali, namun masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dikemukakan Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel) saat meninjau Vaksinasi Bergerak di RTH Batu Mandi, Kamis (4/11).

“Walaupun kasus COVID-19 di Balangan sudah mulai terkendali, namun kita harus tetap waspada, jangan lengah,” ucap Paman Birin.

Gubernur Kalsel saat memberikan arahan di Balangan

Pandemi COVID-19 telah membelenggu masyarakat di Banua,
salah satu strategi untuk mengendalikan pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19.

Wakil Bupati Balangan H Supiani mengatakan, Vaksinasi Bergerak merupakan upaya nyata yang dilakukan Paman Birin untuk melindungi masyarakat Banua dari pandemi COVID-19.

Dirinya melaporkan, saat ini kasus aktif sebanyak 1 orang yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit.

Gubernur Kalsel saat memberikan arahan di Balangan

“Dalam satu bulan kasus positif relatif terkendali, hanya 1 orang, mudah mudahan segera sembuh dan menjadi orang yang terakhir terapapar,” katanya.

Dirinya mengatakan, capaian vaksinasi dosis pertama sudah di angka 35 persen dan dosis kedua baru mencapai 22 persen. (Biroadpim-RIW/HDR)

Komisi II DPRD Kalsel Terima Keluhan PINSAR Kalsel

Banjarmasin – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar audensi dengan Koordinator Wilayah Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Kalsel terkait permasalahan tata niaga telur konsumtif, Kamis (4/11).

Salah satu Perwakilan PINSAR, Rauf mengatakan keinginannya melakukan audensi mencoba mengadukan nasib dari para peternak telur yang ada di Kalsel. Tidak hanya masalah yang terkait karantina distribusi masuknya telur ke Kalsel, juga sempat anjloknya harga telur membuat sebagian peternak telur mengalami kerugian.

“Banyak hal permasalahan yang dialami kawan-kawan PINSAR, utamanya adalah terkait dengan telur yang masuk ke kalsel dari Pulau jawa. Perlu ada ijin masuk atau tidak,” katanya.

Suasana audiensi Komisi II DPRD Kalsel dan PINSAR Kalsel

Lebih lanjut Rauf menambahkan terkait jaminan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok salah satunya telur, bagaimana dapat menjaga keterjangkauan harga tingkat konsumen agar tidak terlalu tinggi namun tidak lupa untuk melindungi pendapatan produsen.

“PINSAR berharap perlu ada aturan yang dapat mengendalikan jumlah telur konsumtif yang masuk ke kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo selaku pimpinan pertemuan, berharap ada tindak lanjut dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel terhadap keluhan Korwil PINSAR Kalsel. 

Suasana audiensi Komisi II DPRD Kalsel dan PINSAR Kalsel

“Kita akan mendorong dan merekomendasikan kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk segera melaksanakan konsultasi kepada Kementerian terkait (Kementerian Pertanian Cq. Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan) untuk memperjelas lebih lanjut persyaratan ijin masukan untuk telur konsumtif, apakah memang diwajibkan bagi seluruh daerah asal yang akan memasukan produknya atau hanya dalam situasi dan kondisi tertentu saja ijin masukan tersebut dapat menjadi sebuah persyaratan,” jelas politisi PDIP tersebut.

Audensi juga dihadiri dari Dinas Perdagangan Kalsel, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kalsel, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin, Perum Bulog Devisi Regional Kalsel serta Organisasi ISPI ( Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia). (NRH/RDM/HDR)

Keterlambatan Upah, Kesehatan dan Gaji Menjadi Pengaduan Layanan di BPKD Wilayah II

BANJARBARU – Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan mencatat sepanjang September – Oktober 2021 aduan yang sering diterima pihaknya adalah keterlambatan pembayaran upah dan gaji tidak sesuai aturan hingga permasalahan jaminan kesehatan.

Diakui Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel Tamrin, tak hanya dua bulan terakhir ini menjadi catatan pihak petugas pengawas tetapi masalah tersebut sebelumnya juga sudah terjadi pada 2019 lalu.

“Ada juga kelebihan jam kerja namun tidak mendapat upah, setelah itu, tidak adanya aturan perusahaan untuk memberikan jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (4/11) siang.

Selanjutnya laporan lain yang juga sering menjadi aduan para pegawai atau karyawan perusahaan yang menjadi wilayah tanggung jawab Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan antara lain slip gaji tidak dibagikan hingga perjanjian kerja yang tidak sesuai.

“Itulah yang menjadi tuntutan mereka agar memberikan pembinaan kepada perusahaan agar dapat memberikan hak-hak pegawainya dengan harapan dapat dipenuhi,” jelasnya lagi.

Terkait tindaklanjut aduan, ia menuturkan akan difasilitasi oleh pihaknya untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

“Yang jelas, kami akan membuat kesepakatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya agar yang hak mereka tidak dirugikan dengan menerjunkan para petugas pengawas ketenagakerjaan,” tuturnya.

Tamrin juga mengungkapkan, lingkup tanggung jawab wilayah II Kalsel diketahui meliputi, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Tanah Laut dengan menugaskan 10 pengawas ketenagakerjaan yang tersebar di daerah tersebut.

“Rata-rata yang mengadukan hal ini kebanyakan dari karyawan yang bekerja di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (RHS/RDM/HDR)

Persoalan Permukiman Jadi Perhatian Serius DPRD Kalsel

Banjarmasin – Masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami akan permasalahan perumahan dan pemukiman kumuh di sekitar tempat tinggalnya, menjadi perhatian serius wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suripno Sumas.

Padahal, menurutnya, Kota Banjarmasin sendiri pun sudah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh.

“Sebenarnya keberadaan perda tersebut sudah mewakili masyarakat agar menghindari perumahan dan pemukiman kumuh,” katanya.

Oleh karena itu, Wakil Rakyat Provinsi yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Banjarmasin itu gencar melakukan sosialisasi perda terkait Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh, yang kembali dilaksanakannya di kediamannya jalan Meratus, pada Rabu (3/11). Karena sementara ini, lanjutnya masih ada ketidaksinkronan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah terkait pembangunan.

Suasana Sosper Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

“Kami ingin kehadiran pemerintah baik provinsi maupun kota Banjarmasin bisa menjembatani dengan masyarakat, khususnya terhadap program Pemerintah kota atau sebaliknya, mereka juga bisa mengusulkan hal-hal yang dibutuhkan,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan Sosper yang diikuti para Ketua RT di berbagai kecamatan di Kota Banjarmasin itu juga menghadirkan nara sumber yaitu Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin, Yunisari Dahliani. (NRH/RDM/APR)

Capaian Masih Rendah, Paman Birin Minta HST Percepat Vaksinasi

Hulu Sungai Tengah – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) H Sahbirin Noor meminta kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat. Mengingat capaian vaksinasi di Kabupaten masih belum maksimal.

Hal ini diungkapkan Paman Birin (sapaan akrab gubernur) saat meninjau Vaksinasi Bergerak di Stadion Murakata, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada Kamis (4/11).

“Kabupaten HST masih 30 persen, kita harapkan lebih dipercepat lagi, lebih digiatkan lagi vaksinasinya,” katanya.

Gubernur Kalsel saat meninjau Vaksinasi Bergerak di HST

Menurut Paman Birin, target vaksinasi hingga akhir tahun adalah sebesar 70 persen. Untuk itu, perlu kerja keras, gotong royong, kolaborasi dengan TNI Polri, swasta dan Tokoh Masyarakat.

Disampaikannya, vaksinasi merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

Sebelumnya, Bupati
Hulu Sungai Tengah H Aulia Otaviandi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan Paman Birin.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HST

Dirinya melaporkan, capaian vaksinasi dosis pertama sudah di angka 30 persen dan dosis kedua baru mencapai 13 persen. (Biroadpim-RIW/RDM/HDR)

TIGA DALANG TAMPIL DALAM PERGELARAN WAYANG KULIT Taman Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Menyambut Hari Wayang Nasional pada 7 November 2021, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, menampilkan pergelaran Wayang Kulit Banjar dengan tiga dalang.

Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Suharyanti, dalam sambungan telepon kepada Abdi Persada FM pada Kamis (4/11) mengatakan,
pergelaran Wayang Kulit Banjar, akan ditampilkan pada Jumat malam (5/11) melanjutkan program Karasminan Banua, tiga dalang yang akan tampil bersama itu Dalang Ririt dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Dalang Juju dari Kabupaten HST dan Dalang Aprin dari Kabupaten Tapin.

“Pergelaran ini terbuka untuk umum di panggung dan tetap bisa disaksikan melalui laman YouTube Taman Budaya,” ucapnya.

Disampaikan Suharyanti, pergelaran Wayang Kulit Banjar ini, menampilkan cerita “Sakaki Kambang Membawa Jodoh,” juga akan tampil musik panting saraba sanggam. Pembinaan seni budaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi melalui Taman Budaya Kalsel, salah satunya kesenian Wayang Kulit Banjar.

Kepala UPTD Taman Budaya, Disdikbud Kalsel, Suharyanti

“Dengan segala pembatasan akibat pandemi COVID-19, kita berharap berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, dengan sekarang sudah turunnya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM ke level 2, untuk pergelaran seni telah dilonggarkan. Namun secara bertahap, dan pihaknya siap menerapkan aplikasi peduli lindungi sesuai arahan Pemerintah.

“Para pelaku seni sudah banyak divaksin COVID-19, dan mengimbau kepada semua terutama penonton, tetap disiplin protokol kesehatan,meski angka kasus menurun, tapi tetap waspada,” tutupnya.

Seperti diketahui, Wayang adalah sebuah warisan kebudayaaan Indonesia di masa lampau. Pertujukan Wayang sudah ada sejak dahulu yang meliputi seni peran, suara, musik, tutu, sastra, lukisan, pahat, dan juga seni perlambangan. (NHF/RDM/HDR)

Exit mobile version