Paman Birin Pimpin Latihan Karateka Sabuk Hitam

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor,  memimpin secara langsung latihan ilmu bela diri karate  sabuk hitam di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Minggu (5/12) pagi

Latihan karate ini digelar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) sebagai salah satu program strategis untuk mempersiapkan atlet karateka pada kejuaraan berskala nasional maupun internasional.

Tujuan lainnya, dalam rangka konsolidasi organisasi dan menumbuhkan spirit karateka di bumi Lambung Mangkurat.

“Kita berharap FORKI ke depan lebih baik lagi, terutama dalam mempersiapkan atlet kita menghadapi kejuaraan nasional maupun dunia di masa mendatang,” tutur Sahbirin Noor sebelum memulai latihan.

Dikatakan Paman Birin, melalui latihan bersama paling tidak mampu menyiapkan laboratorium latihan mereka dulu, agar dapat latihan sebaik-baiknya untuk persiapan tampil sesuai event ke depan

Terkait PON 2024, Paman Birin menyebut soal persiapan sejak awal, yakni menggencarkan latihan yang dimanajemeni dengan baik.

“Di arena 2024 PON, kita sudah minta siapkan untuk bertempur di event itu. Karena maju dengan persiapan, maka kita akan tampil  prima hingga mampu menjadi juara. Ini karena lancar kaji karena diulang. Hari ini kita butuh latihan. Latihan pun perlu dimanajemeni dengan baik, mulai dari pelatihannya yang andal dan kesiapan atletnya sendiri,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Ketua FORKI Banjarmasin Johansyah Muchlis, mengatakan, kehadiran Paman Birin mampu meningkatkan semangat kebersamaan dan persatuan karateka Kalsel.

“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Paman Birin, kita makin semangat untuk meningkatkan prestasi karateka Banua semakin maju,” tutur Johansyah.

Menurut pria yang berkarier di Kejaksaan ini, kegiatan karate tanpa disadari dapat membantu masyarakat maupun pemerintah.

“Hampir 75 persen perkara di pengadilan menyangkut narkoba. Dengan olahraga karate, harapannya dapat membina adik-adik kita terhindar dari pergaulan bebas khususnya narkoba,” pungkasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gowes Korpri, Paman Birin Berharap ASN Lebih Produktif

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor lepas peserta gowes dalam rangka peringati HUT Korpri ke 50, di siring Nol Kilometer, Jl Jenderal Sudirman Banjarmasin, Minggu (5/12) pagi.

Para goweser menempuh jarak 17 Kilometer sekaligus menikmati udara pagi di dalam kota Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, gowes mempunyai banyak manfaat, selain mendapatkan kebugaran kegiatan ini juga dapat merekatkan silaturahmi dan meningkatkan persaudaraan.

“Kami berharap dengan badan dan jiwa yang sehat ASN akan lebih produktif lagi dalam bekerja. Jika produktif maka daya saing daerah akan semakin meningkat,” ujarnya.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu ikhtiar dalam meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah mengatakan, gowes ini dilaksanakan untuk menjaga kebugaran ASN di tengah Pandemi COVID 19.

“Pada pelaksanaan gowes ini tetap menaati protokol kesehatan yang ketat. Tiap SKPD lingkup Pemprov Kalsel dibatasi hanya mengikutsertaan 7 ASN,” jelasnya.

Peringatan Hari Jadi Korpri yang jatuh pada 29 November 2021, di lingkungan Pemprov Kalsel digelar beragam jenis lomba lomba. Salah satunya lomba yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel melalui berbagai even.

Bahkan kado terindah HUT Korpri ke 50, bagi Provinsi Kalsel adalah Kalsel dinobatkan sebagai Juara Umum MTQ Korpri 2021. (BIROADPIM/SRI/RDM/RH)

Lantik Direktur Utama, Paman Birin Minta Bank Kalsel Beradaptasi dengan Dunia Digital

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor secara resmi melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, pada Sabtu (4/12) di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, saat ini dan ke depan, persaingan dunia perbankan pasti lebih ketat lagi, seiring  dengan berkembangnya digitalisasi dalam berbagai layanan perbankan.

Sekarang ini, hampir seluruh perbankan memberikan layanan melalui sistem digital. Jika ingin transfer, maka  tidak perlu lagi datang ke bank, cukup melalui mobile banking, termasuk untuk pembayaran air, listrik dan lain-lain.

“Karena itu, saya minta kepada direktur utama, dan seluruh jajaran Bank Kalsel, agar tidak ketinggalan untuk beradaptasi dalam memanfaatkan sistem  digital,” pesannya.

Dikatakan, saat ini, Bank Kalsel memang sudah punya akses pelayanan dengan basis digital.

Tetapi, upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelayanan, hendaknya selalu menjadi motivasi bagi seluruh kalangan Bank Kalsel.

Bagaimanapun, bisnis perbankan sesungguhnya juga bisnis pelayanan. semakin baik pelayanan di Bank Kalsel, maka bank kebanggaan urang Banua ini, akan semakin eksis dan sukses.

“Semoga, pelayanan terbaik dari Bank Kalsel, hadir di bawah kepemimpinan saudara Hanawijaya,” doa Paman Birin.

Potensi dan peluang bagi Bank Kalsel untuk berkembang lebih besar, sangat terbuka lebar.

Di antara potensi dan peluang itu, dapat diwujudkan melalui produk keuangan syariah dari Bank Kalsel.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam, maka produk jasa keuangan syariah akan menjadi pilihan masyarakat, karena selaras dengan tatanan muamalah dalam agama Islam.

Ini akan menambah berkah dan kebaikan dalam membangun masyarakat yang agamis dan menumbuhkan perekonomian daerah yang Islami.

Saat ini produk jasa keuangan syariah bukan hanya perbankan syariah, tetapi juga sudah berkembang ke industri keuangan non-bank syariah seperti asuransi syariah, dana pensiun syariah, perusahaan pembiayaan syariah lainnya.

Gubernur Kalsel  berharap, produk syariah dari Bank Kalsel juga dapat meningkatkan upaya pengembangan pasar dengan dukungan pada sektor riil seperti  industri fashion, kesehatan, dan pariwisata syariah.

“Saya tekankan sekali lagi pesan utama kepada direktur utama dan seluruh jajaran Bank Kalsel, agar terus berinovasi dalam upaya digitalisasi pelayanan perbankan. Maksimalkan potensi kesyariahan dari produk jasa keuangan Bank Kalsel, dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tentang layanan syariah di Bank Kalsel,” ujarnya.

Bank Kalsel juga  diminta membuat manajemen terbaik dilingkungannya, baik dari aspek pelayanan, pemasaran, peningkatan SDM termasuk kehadiran Bank Kalsel untuk mendukung pengembangan UMKM  serta mendorong pergerakan perekonomian daerah.

Hanawijaya  yang lahir pada 3 Desember 1963 ini, adalah alumni Institut Pertanian Bogor dan S-2 Jurusan Ilmu Manajeman Internasional Universitas Prasetya Mulya 1999. Hanawijaya pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng (2018-2017), kemudian Direktur Pembiayaan Mikro Kecil Bank Syariah Mandiri (2010-2014).

Ia juga sempat menjabat Direktur Pembiayaan Konsumen, Komersial Cabang dan Pengembangan Produk Bank Syariah Mandiri (2007-2010) dan Direktur Kepatuhan Manajeman Resiko, Produk dan IT Bank Syariah Mandiri 2005-2007.

Terkait harapan gubernur terhadap Bank Kalsel di era digital, Hanawijaya mengakui banyak tantangan yang harus dilewati Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank digital, sehingga mau tidak mau pihaknya harus mempercepat proses digitalisasi Bank Kalsel mengejar ketinggalan dan menjadi bank terdepan dalam digital banking.

“Bank ini adalah bank Banua, pendapatan terbaik adalah untuk masyarakat Kalsel. Mari manfaatkan Bank Kalsel sebagai tempat  penyimpanan hingga investasi,” imbaunya.  (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Hanawijaya Resmi Jabat Posisi Direktur Utama Bank Kalsel

BANJARMASIN – Berdasarkan surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-173/D.03/2021 tanggal 12 November 2021 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan, Hanawijaya, Selaku Calon Direktur Utama Membawahi Unit Usaha Syariah PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, serta hasil RUPS Luar Biasa sebagaimana termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkular Pemegang Saham PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan Nomor 25 Tanggal 30 November 2021, menyetujui dan mengesahkan pengangkatan Hanawijaya sebagai Direktur Utama, Membawahi Unit Usaha Syariah Bank Kalsel terhitung sejak 1 Desember 2021 sampai 1 Desember 2026. Atas hal tersebut, maka I Gusti Ketut Prasetya selaku Direktur Kepatuhan Bank Kalsel dengan ini dibebaskan atas tugas sebagai Plt. Direktur Utama Bank Kalsel.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dengan disaksikan seluruh Pemegang Saham Bank Kalsel, Pejabat dan Tamu Undangan, serta seluruh Pejabat Eksekutif dan Karyawan/ti Bank Kalsel, di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (4/12).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin tersebut berpesan kepada Pejabat yang dilantik, agar dapat mengemban jabatan sebagai Direktur Utama dengan sebaik-baiknya, secara profesional dan bertanggungjawab.

“Selamat dan sukses kepada Hanawijaya, selaku Direktur Utama Bank Kalsel. Semoga amanah dan jabatan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, bekerja secara profesional serta menjunjung tinggi tanggungjawab dalam menunaikan tugas dan kewenangan yang diamanahkan dalam jabatan ini,” pesan Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Paman Birin juga berharap agar Bank Kalsel tidak ketinggalan dalam beradaptasi dengan memanfaatkan sistem digital.

“Bank Kalsel agar terus berinovasi dalam upaya digitalisasi pelayanan perbankan. Maksimalkan potensi syariah dan produk jasa Bank Kalsel dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Semoga layanan terbaik Bank Kalsel hadir dari kepemimpinan Hanawijaya sebagai Dirut Bank Kalsel,” harapnya.

Selanjutnya, Hanawijaya yang telah resmi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Pemegang Saham yang telah mempercayakan dirinya untuk didapuk sebagai pimpinan di bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Seluruh Pemegang Saham yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Bank Kalsel. Ini merupakan amanah yang akan saya jawab dengan komitmen memberikan yang terbaik bagi kemajuan bank yang kita banggakan. Tentunya saya tidak bisa sendiri, perlu kerjasama dengan seluruh pihak agar visi kita menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional dapat tercapai,” ujar Hana.

Bank Kalsel berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, sebagaimana tagline Setia Melayani, Melaju Bersama. Dengan kepemimpinan baru, Bank Kalsel optimis akan semakin tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)

Tanbu dan HST Akan Dibangunkan Bendungan Sebagai Upaya Pengurangan Dampak Banjir

BANJARBARU – Pembangunan bendungan kusat yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.Saat ini persiapan tengah dilakukan terutama penyiapan lahan untuk proyek tersebut

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengatakan, disetujuinya pembangunan Bendungan Kusan diketahui setelah mereka berdiskusi dengan Bappenas dan Direktur Bendungan pada Kementerian PUPR.

“Dalam diskusi itu, rencana pembangunan Bendungan sangat direspons oleh pemerintah pusat,” katanya, saat mengikuti giat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel belum lama ini.

Zairullah berujar, dalam pembangunan ini, Pemkab Tanah Bumbu mempunyai tanggungjawab terkait pembebasan lahannya.

“Ketika lahan siap, maka pembangunan bendungan langsung menjadi program prioritas nasional,” ujarnya.

Saat ini ungkapnya, pembebasan lahan sedang dilakukan. Luasnya mencapai 22 ribu hektare untuk menampung 2,3 juta kubik air.

“Jadi nanti lahan yang dibebaskan digenangi air, seperti Waduk Riam Kanan,” terangnya.

Dia menuturkan, lokasi rencana waduk berada di Kecamatan Teluk Kepayang. Ada enam desa yang terdampak dengan pembangunan.

“Sedangkan rumahnya, ada 122 KK yang kena dampak. Itu sudah disiapkan rumah pengganti untuk relokasi,” tuturnya.

Dirinya berharap, pembebasan lahan berjalan lancar. Sehingga pembangunan waduk dapat segera dilaksanakan.

“Kalau waduk selesai dibangun, maka pengairan untuk pertanian dan perikanan akan lebih baik,” ujarnya.

Di samping itu, Zairullah menyebut, di waduk nantinya akan dibangun tenaga listrik berkapasitas 42 MW yang bisa menyuplai kelistrikan di ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kaltim.

Pembangunan bendungan baru sendiri menjadi prioritas Pemprov Kalsel untuk penanganan banjir di Kalsel.

Ditambahkan Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira, selain Bendungan Kusan, juga ada bendungan Riam Kiwa yang kini dalam proses pembebasan lahan dan telah disetujui pusat untuk dilakukan pengerjaan fisik pada 2022.

Untuk Bendungan Kusan lanjutnya, pihaknya bersama Bupati Tanah Bumbu telah mengajukan pengusulan ke pemerintah pusat agar bisa menjadi program prioritas nasional.

“Sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan dan kita di Pemprov Kalsel juga akan bantu pembebasan itu,” katanya.

Selain bendungan Kusan, Bendungan Pancur Hanau di HST terang Fajar juga akan dikawal hingga dapat dibangun oleh pemerintah pusat seperti bendungan Tapin sebelumnya.

Bendungan Pancur Hanau yang direncanakan dibangun pemerintah berada di empat desa yaitu Desa Alat, Datar Ajab, Hinas Kanan dan Murung B.

Dengan pembangunan dua bendungan tersebut maka pengurangan dampak banjir di Tanah Bumbu dan HST diharapkan dapat terwujud. (ASC/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berikan Hak Informasi Kepada Kaum Disabilitas

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung dengan upaya pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas. Yang mana menurut UU 8 Tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas, setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Kesamaan kesempatan adalah keadaan yang memberikan peluang dan/atau menyediakan akses kepada Penyandang Disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat.

Dalam UU tersebut hak-hak penyandang disabilitas yang terkait literasi antara lain hak di bidang pendidikan, aksesibilitas (literasi Braille, pendengaran, dan sebagainya), pelayanan publik, berekspresi, berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Kalsel Syarifah Norhani menyebut, dalam pemberian informasi terutama pembangunan di Banua, pihaknya telah bekerjasama dengan sekolah luar biasa yang ada di Kabupaten Banjar.

“Kita sudah berkoordinasi dengan SMK SLB 3 Banjar untuk menyampaikan bahasa isyarat dalam kegiatan,” ujarnya Jumat (3/12).

Syarifah juga mengungkapkan, pada tahun ini Diskominfo Kalsel melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) telah berhasil meraih predikat cukup informatif, yang mana salah satu faktornya adalah melalui penyebarluasan informasi kepada kaum berkebutuhan khusus.

“Dalam acara itu kita ada penayangan tentang keterbukaan informasi. Kita juga menggunakan bahasa isyarat agar informasi dapat tersampaikan kepada penyandang disabilitas ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada 3 Desember merupakan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) atau International Day of Persons with Disability (IDPD). Hari Disabilitas Internasional diperingati untuk menghilangkan stigma, memberi dukungan atas hak-hak untuk meningkatkan martabat, dan kesejahteraan yang diberikan kepada penyandang disabilitas.

Pada tahun ini Hari Disabilitas Internasional 2021 memiliki tema “Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel dan Berkelanjutan Pasca COVID-19″. (ASC/RDM/RH)

BPBD Kalsel Kembali Kirim Personil Untuk Bantu Kabupaten Terdampak Banjir

BANJARBARU – Bencana banjir masih menggenang dibeberapa Kabupaten di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel pertanggal 2 Desember, bencana banjir telah merendam lima kabupaten.

“Yang masih terendam HSS, HSU, HST, Tabalong dan Balangan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel Abriansyah Alam, Jum’at (3/12).

Dari 5 kabupaten ini, lanjut Alam, ada 35 kecamatan yang terdampak banjir dengan 137 desa/kelurahan.

Dari data ini juga disampaikan Alam, jumlah KK yang terdampak sebanyak 10.685 KK dengan 31.193 jiwa.

“Jumlah rumah terdampak ada 9.495 rumah, terdapat 3.133 orang telah memilih untuk mengungsi. Korban jiwa hingga saat ini belum ada laporan,” katanya.

Terkait dampak banjir yang kian meluas ini, Pemprov Kalsel juga telah mengambil langkah-langkah strategis, terutama di Kabupaten HST yang telah menetapkan status tanggap darurat.

“Kita sudah melakukan beberapa upaya, yakni pembangunan posko induk, evakuasi, assessment, membangun tenda pengungsian serta dapur umum,” paparnya.

Ia menyebut, saat ini kembali mengirimkan personil BPBD Kalsel untuk membantu kabupaten terdampak yang dilengkapi dengan beberapa peralatan berupa mobil, perahu karet, perahu bermesin serta keperluan lainnya.

“Yang baru dikirim adalah tim kedua menggantikan tim pertama. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebugaran personil,” ujarnya.

Alam juga menambahkan, jika diakumulasikan, banjir di Kalsel sepanjang tahun 2021 ini tercatat 12 Kabupaten Kota telah merasakan bencana banjir yang merendam 172.902 rumah ini.

“Hanya Kabupaten Kotabaru yang tidak mengalami banjir pada 2021 ini,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Ratusan PNS Banjar Dianugerahi Satyalancana Karya Satya 

BANJAR – Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (KDPSDM) Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany yang didampingi Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Pembinaan dan Kesejahteraan Gusti Muhammad Chandra Suryana, menyerahkan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah PNS, dengan masa kerja 30, 20 dan 10 tahun, di Aula Wisma Sultan Sulaiman, Kamis (2/11).

Penghargaan Satyalancana Karya Satya (SLKS) tersebut diberikan oleh pemerintah pusat kepada PNS  atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinannya dalam melaksanakan tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil selama 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tahun, atau 30 (tiga puluh) tahun lebih.

Selain mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan, Kepala BKDPSDM Banjar Rahkmat Dhany juga berharap, agar penghargaan yang diterima  dapat menjadi motivasi bagi para PNS untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya.

“Sehingga tercipta PNS professional yang mampu memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat,” ucap Rakhmar Dhany

Rakhmat Dany menambahkan, dengan telah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS, yang menekankan pada larangan dan kewajiban. Munculnya regulasi terbaru itu, ASN tidak bisa lagi seenaknya dalam bekerja. Ketidakhadiran tanpa keterangan akan diakumulasikan dalam periode waktu tertentu, yang akan berimbas pada penjatuhan hukuman disiplin, mulai dari teguran, pemotongan tunjangan kinerja, penurunan jabatan hingga pemberhentian.

“Penghargaan SLKS ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 34/ TK/ Tahun 2021 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya,” tutup Rakhmat.

Untuk diketahui, adapun nama-nama PNS calon penerima  penghargaan di Lingkungan Pemkab Banjar yang terbit dan memenuhi syarat sebanyak 419 (Empat Ratus Sembilan Belas). Satyalancana Karya  Satyamasa kerja 30 tahun 71 orang, 20 tahun 37 orang dan  10 tahun 311 orang. (HUMASBANJAR/MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Dukung Pemberlakuan PPKM Level 3 Saat Nataru 2022

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalsel menyambut baik Surat Edaran Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terkait penetapan PPKM level 3 mulai berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi kepada wartawan, belum lama tadi.

“Penerapan PPKM Level 3 di Kalsel sesuai kebijakan pemerintah menjelang natal dan tahun baru (Nataru) 2022,” katanya.

Firman Yusi mengaku sependapat dengan kebijakan tersebut mengingat tujuan dari kebijakan tersebut untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Dimana pasca Idul Fitri lalu, Kalsel kembali mengalami peningkatan jumlah kasus COVID-19 dan hunian rumah sakit jadi tinggi karena adanya kegiatan yang dilakukan sebelum dan setelah Idul Fitri. 

Maka dari itu, kata Firman pemberlakuan PPKM Level 3 ini akan mencegah terulangnya peningkatan kasus COVID-19.

“Dengan diberlakukannya PPKM Level 3 dapat meminimalkan mobilisasi orang sehingga penyebaran COVID-19 bisa kita tekan,” jelasnya.

Apalagi, kata Politisi PKS itu, vaksinasi Kalsel juga belum memenuhi capaian yang masih di bawah target 70 persen hingga akhir tahun 2021.

“Sampai dengan hari ini capaian vaksinasi kita belum tercapai,” ungkapnya.

Firman menilai dengan pemberlakukan PPKM tersebut masyarakat dapat menerima dalam tengang waktu yang ditentukan pemerintah agar tidak terulang lonjakan COVID-19 karena yang dicegah merupakan pergerakan seluruh orang di Indonesia.

Meskipun seperti Kota Banjarmasin telah berada di Level II namun kata Firman pemberlakuan PPKM Level 3 ini dapat meningkatkan prokes khususnya bagi orang yang masuk keluar Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Desember, Pemkab Banjar Gelar 4 Kali Pasar Murah

BANJAR – Menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru) pada Desember ini, membuat harga bahan-bahan pokok mengalami kenaikan, sehingga untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Banjar dalam membeli bahan-bahan pokok, Pemerintah setempat menggelar pasar murah di empat titik lokasi.

Pasar murah di 1 lokasi yang bertempat di Kecamatan Astambul Kab Banjar merupakan hasil kerjasama Pemkab Banjar bersama Pemprov Kalsel, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjar bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kab Banjar yang diselenggarakan pada Jum’at (3/12).

Pengadaan pasar murah di Kec Astambul Kab Banjar

Kepada Abdi Persada FM, Kabid Perdagangan Disperindag Banjar Jimmy menyampaikan, untuk membantu masyarakat Kab Banjar menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru) pada bulan ini (Desember) pihaknya telah menggelar kegiatan pasar murah sebanyak 4 kali, di kecamatan-kecamatan yang berbeda, pelaksanaan pasar murah juga disertai dengan protokol-protokol kesehatan COVID-19 yang ketat, sehingga penularan pandemi pada pelaksanaan pasar murah diharapkan tidak terjadi.

Kabid Perdagangan Disperindag Kab Banjar Jimmt

“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan di 3 lokus di Kecamatan Aranio, Kecamatan Simpang Empat, dan Kecamatan Tatah Makmur, lokus yang ke 4 kami berkerjasama bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel yang terlaksana di Kecamatan Astambul,” ucap Jimmy.

Saat ditanya apakah Pemkab Banjar akan kembali mengadakan lokus pasar murah di bulan Desember ini, Jimmy menyampaikan bahwa dengan waktu yang semakin sempit menjelang Nataru, maka pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel menjadi pasar murah terakhir yang diadakan di Kabupaten ini.

“Karena waktu yang semakin sempit, kemungkinan pasar murah di Kecamatan Astambul menjadi yang terakhir diadakan,” tutup Jimmy. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version