Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Gubernur Kalsel Minta Pejabat Sukseskan Penyelenggaraan Pemerintahan

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor melantik pejabat struktural dan pejabat fungsional setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di gedung Mahligai Pancasila, Jum’at (25/2).

Pelantikan disaksikan oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, Sekretaris DPRD Kalsel A.M Rozaniansyah dan sejumlah Kepala serta pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menegaskan bahwa pengisian jabatan, baik karena mutasi, promosi maupun mengisi kekosongan sebagai sebuah proses yang biasa-biasa saja. Menurutnya, hal ini kelaziman yang berulang-ulang terjadi dalam organisasi pemerintahan, baik karena penyegaran, prestasi maupun evaluasi yang telah dijalankan secara proporsional termasuk meningkatkan kinerja SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Apapun latar belakangnya, setiap pelantikan pejabat pada posisi apapun, saya ingin agar keberadaan pejabat-pejabat yang baru mampu bekerja lebih baik, lebih cepat dan lebih tanggap terhadap dinamika yang berkembang, khususnya berkaitan dengan tugas dan fungsi yang melekat di SKPD yang Saudara pimpin,” katanya.

Selain itu, Sahbirin juga meminta pejabat yang baru dilantik bisa menjadi “kunci-kunci” untuk membuka “pintu-pintu” yang menampakkan kemajuan Banua. Pasalnya, lanjut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, keberadaan pejabat pimpinan tinggi Pratama yang kompeten dan profesional menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan serta mewujudkan Kalsel maju sebagai gerbang ibu kota negara.

“Sebagai provinsi yang menyatakan diri menjadi gerbang ibu kota negara sekaligus sebagai penyangga IKN maka Pemprov harus bergerak cepat bahwa Kalsel layak dan pantas menyandang predikat tersebut,” tegasnya.

Karenanya, menurut Paman Birin, para pejabat harus segera meningkatkan kinerja SKPD, khususnya dengan membangun budaya kerja yang baik di lingkungan SKPD yang dipimpin. Ia juga akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja pejabat SKPD Lingkungan Pemprov Kalsel dan tidak segan-segan untuk mengganti pejabat di posisi manapun jika kinerjanya tidak sesuai harapan.

Adapun nama-nama pejabat yang dilantik sebagai berikut :
(1) Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kalsel.
(2) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Siswansyah dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel.
(3) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel Sulkan dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel.
(4) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kalsel.
(5) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel Husnul Hatimah dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel
(6) Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel Irfan Sayuti dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel.
(7) Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel, Adi Santoso dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel.
(8) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kalsel, Fathurrahman dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel.
(9) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Zulkifli dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel.
(10) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Informatika Kalsel, Faried Fakhmansyah dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel.
(11) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kalsel.
(12) Direktur RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr Izaak Zoelkarnain Akbar dilantik sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin.
(13) Kepala Badan Keuangan Daerah Kalsel, Agus Dyan Nur dilantik sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin.
(14) Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Muhammad Muslim dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel.
(15) Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Kalsel, Ina Yuliani dilantik sebagai Kepala Bidang Ketransmigrasian pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel. (NRH/RDM/APR)

Reses Legislator Kalsel, Ini Harapan Warga Karang Intan

Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel, Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihannya di Kabupaten Banjar pada 13-20 Februari 2022 lalu.

Syarifah mengungkapkan banyak aspirasi yang disampaikan oleh warga dalam resesnya, antara lain rehabilitasi fasilitas umum (fasum) seperti langgar, masjid, sekolah hingga infrastruktur jalan.

“Di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan misalnya, warga meminta perbaikan tempat ibadah seperti langgar karena kapasitasnya yang sudah tak mampu lagi menampung warga, serta kondisi bangunan yang dinilai sudah memerlukan rehabilitasi,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/2).

Begitu juga di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan, lanjut Syarifah, warga di RT 03 meminta perbaikan mesjid, jalan, madrasah, termasuk penambahan tiang listrik.

Legislator yang duduk di Komisi IV DPRD Kalsel ini memastikan akan menindaklanjutinya berdasarkan tanggung jawab dan kewenangannya.

“Ada beberapa aspirasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Banjar, adapula yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel. Kami akan sampaikan sesuai kewenangannya untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

PEMPROV KALSEL TARGETKAN KAFILAH KALSEL JUARA UMUM FASI XI PALEMBANG

BANJARMASIN – Mendapatkan target kembali untuk menjadi juara umum pada Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang. Maka, BKPRMI Provinsi Kalsel menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda dan Training Center (TC) peserta FASI Kontingen Kalsel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan BKPRMI Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda serta TC Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengikuti Festival Anak Soleh di Palembang, mendatang.

“Kegiatan ini dilaksanakan, untuk melihat kesiapan Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghadapi FASI tingkat nasional ke 11 di Palembang, Sumatera Selatan tersebut,” ungkapnya.

Pada kejuaraan FASI tingkat nasional Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan anggaran untuk keberangkatan para kafilah tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah

Selain itu, lanjut Hermansyah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menargetkan untuk Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan dapat menjadi juara umum pada FASI Tingkat Nasional ke XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang.

“Target tersebut sesuai dengan keberhasilan Kontingen Kalimantan Selatan pada FASI sebelumnya di Bandung, dan di Kota Banjarmasin. Kontingen Kalimantan Selatan telah berhasil berturut turut keluar sebagai juara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian BKPMRI Provinsi Kalimantan Selatan Fahrurazi mengatakan, pada FASI ke XI di Palembang, kontingen Kalimantan Selatan diperkuat 41 peserta yang siap bertanding mengikuti semua nomor yang dipertandingkan.

“Secara umum persiapa peserta sendiri sudah matang dan siap bertanding, untuk kembali merebut juara umum pada FASI tingkat nasional di Sumatera Selatan mendatang,” ucap Fahrurazi. (SRI/RDM/APR)

Musrenbang di Banjarmasin Timur LEBIH Banyak Usulkan Infrastruktur

BANJARMASIN – Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di
Kecamatan Banjarmasin Timur, usulannya lebih banyak mengarah pada infrastruktur.

Kepada sejumlah wartawan Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah, pada Jumat (25/2) mengatakan, dari hasil kegiatan Musrenbang di Kecamatan Banjarmasin Timur baru baru tadi, warga menyampaikan usulan perbaikan jalan lingkungan dan drainase, karena dampak banjir rob pada bulan Januari 2022 lalu, yang menyebabkan terjadi genangan.

“Kita sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan usulan ini hingga di musrenbang tingkat kota,” katanya

Disampaikan Awan, langkah pihaknya saat ini akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kota, untuk melakukan pemetaan titik-titik yang perlu diperhatian.

Ia berharap semua usulan warga di masing-masing Kelurahan dapat terakomodir.

“Kita ingin setiap pekerjaan itu terencana dengan matang,” ucapnya.

Lebih lanjut politisi PKS ini menambahkan, selain usulan infrastruktur, warga juga menyampaikan terhadap pemerintah kota untuk terus memperhatikan kondisi ekonomi mereka. Mengingat dampak pandemi COVID-19, masih banyak yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan.

“”Pemerintah bisa terus menstimulan bantuan permodalan melalui UMKM, supaya terus bangkit dan berkembang,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2021 Melebihi Target Nasional Sebanyak 117 Persen

Banjarbaru – Realisasi Investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) triwulan IV atau Oktober-Desember 2021 sebesar Rp3,28 triliun.

“Pada triwulan IV 2021, realisasi investasi PMA di Kalsel sebesar US$ 50,3 juta atau setara dengan Rp734,78 miliar dan realisasi investasi PMDN sebesar Rp2,55 triliun. Total keduanya mencapai Rp3,28triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel Nafarin, pada Kamis (24/2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dibandingkan dengan tahun 2020 di triwulan yang sama, terjadi peningkatan sebesar 1,32 triliun atau sebesar 40 persen.

“Pada triwulan yang sama di tahun 2020, realisasi investasi kita hanya sebesar Rp1,95 triliun,” jelasnya.

Jika ditotal secara keseluruhan sepanjang tahun 2021, disebutkannya, realisasi investasi Kalsel mencapai Rp12,71 triliun, meningkat sebesar 39 persen dibanding tahun 2020 sebesar Rp9,43 triliun.

“Dengan jumlah tersebut, capaian realisasi investasi Kalsel berhasil melebihi 117 persen dari target yang diberikan BKPM sebesar Rp10,83 trilun,” ungkapnya.

Secara kuantitas jumlah proyek di Kalsel pada tahun 2021 secara kumulatif berjumlah 3.157 proyek, mengalami peningkatan sebanyak 1.158 proyek atau 37 persen dibanding tahun 2020.

Sedangkan untuk tenaga kerja yang diserap sejumlah 22.933 orang, mengalami peningkatan sebanyak 841 orang atau 4 persen dibanding tahun 2020.

“Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh lapabgan usaha. Lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan paling tinggi adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 10,89 persen,” ungkapnya lagi.

Berdasarkan sektor, lanjutnya, proyek paling banyak di triwulan IV adalah sektor perdagangan dan reparasi dengan jumlah 280 proyeK dengan nilai investasi sebesar Rp248,64 miliar, disusul sektor jasa lainnya sebanyak 65 proyek sebesar Rp85,83 miliar dan sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan dengan jumlah 41 proyek dengan nilai Rp897,40 miliar.

“Untuk nilai investasi paling banyak masih berada pada sektor pertambangan dengan nilai investasi sebesar Rp997,03 miliar,” jelasnya.

Kemudian, berdasarkan lokasi DPMPTSP Provinsi Kalsel mencatat tiga besar kabupaten/kota penyumbang investasi PMDN dan PMA triwulan IV tahun 2021, yakni Kota Banjarmasin sebanyak 144 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp770,88 miliar . Lalu, Kabupaten Tanah Bumbu dengan 101 proyek dan nilai investasi sebesar Rp206,15 miliar, serta Kabupaten Banjar dengan 82 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp197,20 miliar.

Sedangkan, berdasarkan negara asal lima besar penyumbang investasi asing pada triwulan IV tahun 2021 di Kalsel, yakni Malaysia sebesar US$ 21,78 juta atau Rp310,66 miliar. Kemudian, Jerman sebesar US$ 20,58 juta atau Rp300,59 miliar, British Virgin Island sebesar US$ 2,3 juta atau Rp34,53 miliar, dan Belanda sebesar US$ 2,23 juta atau Rp34,53 miliar.

“Jika di total, sepanjang tahun 2021, Malaysia menjadi negara dengan nilai investasi terbesar, yakni Rp438,2 miliar. Disusul Jerman sebesar Rp337,9 miliar dan British Virgin Island sebesar Rp321,1 miliar,” paparnya.

Untuk di tahun 2022, Nafarin membeberkan, Kalsel ditargetkan dapat mencapai nilai investasi sebesar Rp14,4 trilun. Meskipun bukan hal yang mudah, namun Nafarin optimis target tersebut dapat tercapai di tahun ini.

“Kita masih punya banyak investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kalsel, diantaranya nanti akan pembangunan kilang minyak di Kabupaten Kotabaru dan pembangunan PLTB di Kabupaten Tanah Laut,” tutupnya.(SYA/RDM/APR

2022, RSGM GUSTI HASAN AMAN KALSEL SIAPKAN BERBAGAI INOVASI

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, tahun 2022 ini telah mempersiapkan berbagai inovasi.

Kepada Abdi Persada FM, Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman, Provinsi Kalimantan Selatan Sapta Rianta Hutasoit, melalui sambungan telepon pada Kamis (24/2) mengatakan, ditahun 2022 ini pihaknya memiliki berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua lapisan masyarakat, dengan cara berupaya menjadikan sebagai Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD, kemudian naik tingkat menjadi rumah sakit tipe A, dan membuat pelayanan semakin meningkat yaitu RSGM sebagai pusat pelayanan gigi di Kalsel.

“Saya mengupayakan, setelah lulus pasca sarjana dari Fakultas Kedokteran, Magister Kesehatan Jurusan Analisis Kebijakan Kesehatan ini, dapat semakin meningkatkan setiap kebijakan dengan kemampuan manager yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Disampaikan Sapta, selama menempuh masa study satu tahun lima bulan, di masa masih pandemi COVID-19 tentulah menghadapi berbagai macam tantangan, namun semuanya mampu dilalui berkat dukungan penuh dari suami, tiga buah hatinya, keluarga besar serta jajaran di RSGM. Untuk judul tesis yang digarap pada bulan Desember 2021 tadi, tentang hubungan penggunaan APD level 3 dan ruangan bertekanan negatif terhadap keselamatan tenaga kesehatan pada tindakan aerosol, dan telah mengantarkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 4,00.

“Memang tingkat kesibukan yang tinggi, mulai Direktur RSGM, kuliah S2 dan punya praktek, dan semua bisa terakomodir, yakni ia mengagendakan setiap kegiatan di google kalender dibantu asisten,” katanya.

Wanita kelahiran Medan 24 September 1971 ini menambahkan, selama ini di RSGM Gusti Hasan Aman dalam memberikan pelayanan bagi pasien di ruangan bertekanan negatif,
yaitu sebuah ruangan yang disaring dengan Hepafilter, sehingga udara yang dikeluarkan sudah sangat aman, dan tidak akan terkontaminasi COVID-19. Sebelumnya dimiliki ruang enam ruangan, sekarang ini ditambah enam, sehingga ada sebanyak 12 buah ruangan.

“Dengan maksimalnya kami melayani, masyarakat diminta tidak perlu takut untuk berobat, saat mengalami sakit terutama di bagian gigi dan mulut,” tutup Sapta.

Seperti diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman adalah rumah sakit daerah yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, menggunaan teknologi modern. Sehingga pelayanan kesehatan gigi yang diberikan kepada masyarakat selalu berkembang, seiring kemajuan ilmu pengetahuan. (NHF/RDM/APR)

Ormas di Tanah Laut Diharapkan Implementasikan Pancasila Dalam Berorganisasi

Banjarmasin – Organisasi Masyarakat (Ormas) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Kabupaten Tanah Laut (Tala) diharapkan dapat mengimplementasikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dalam berorganisasi.

Harapan itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Syarifah Rugayah kepada wartawan, Kamis (24/2).

Menurutnya dua elemen itu sangat penting untuk ditanamkan pada seluruh pengurus maupun anggota dalam menjalankan roda organisasi. Pasalnya, dalam sebuah organisasi, tentu banyak hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan, tak sedikit karena perbedaan pendapat.

“Kan di dalam organisasi itu banyak orang banyak kepala, kita tidak bisa memaksa mereka untuk menyamakan pendapat satu sama lain. Toleransi salah satu hal yang mencegah adanya perselisihan karena perbedaan persepsi itu,” kata Srikandi Dewan dari Fraksi Golkar ini.

Untuk diketahui, Anggota DPRD Kalsel Syarifah Rugayah melaksanakan sosialisasi
Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di salah satu rumah makan di Desa Ambungan Kabupaten Tanah Laut, Selasa (22/2).

Kegiatan itu yang dihadiri para perempuan dari berbagai Ormas di Tala, mulai dari PMi, Karang Taruna, Perwari, dan Fatayat NU Tanah laut, termasuk juga penyuluh agama dan guru TPA di Pelaihari yang menghadirkan Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemprov Kalsel Ratna Rosana sebagai narasumber. (NRH/RDM/APR)

PELATIHAN WIRAUSAHA PEMUDA RESMI DITUTUP OLEH DISPORA KALSEL

BANJARMASIN – Setelah kurang lebih 4 hari melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Se Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan resmi menutup pelatihan tersebut. Kamis (24/2).

Kebag Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Heru Susmianto mengatakan, pelatihan kewirausahaan pemuda saat ini resmi ditutup oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Dan, diharapkan peserta pelatihan dapat meningkatkan usaha mereka.

“Saat ini kami telah menyelesaikan proses pelatihan Kewirausahaan Pemuda Se Kalimantan Selatan, yang digelar di Kota Banjarmasin,” ucap Heru.

Heru mengharapkan, kepada 80 peserta tersebut dapat meningkatkan kemampuan mereka, dalam menjalankan usaha mereka tersebut.

“Peningkatan usaha dapat dilakukan oleh peserta yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan pemuda, di daerah mereka masing masing,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengatakan, pihaknya juga akan memberikan bantuan peralatan usaha untuk 58 kelompok usaha.

“Kami membuka peluang kepada pemuda di kabupaten dan kota, untuk mengajukan proposal untuk permohonan bantuan peralatan, untuk meningkatkan usaha yang mereka jalankan,” ujarnya.

Menurut Heru, bantuan yang diberikan sebesar 10 juta, dan nanti akan dibelikan peralatan usaha seperti yang diajukan dalam proposal mereka tersebut.

“Permohonan bantuan peralatan usaha tersebut, dapat disampaikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga di daerah masing masing,” ucapnya. (SRI/RDM/APR)

Pajak Perhotelan Jadi Penyumbang PAD Terbesar Ketiga di Kabupaten Banjar

BANJAR – Pajak perhotelan menjadi penyumbang terbesar ketiga bagi Pemerintah Kabupaten Banjar. Sektor ini diakui mampu melampaui target penerimaan di 2020 lalu dari semula berkisar Rp3,3 miliar berhasil terealisasi Rp3,8 miliar dengan nilai perolehan 106 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Dzulyadaini, menyebutkan, menyusul selain PBHTB dan PBB sebagai penyumbang terbesar pertama. Pajak perhotelan ternyata juga ikut mengalami pergerakan yang cukup positif terutama bagi penerimaan kas daerah di wilayah Kabupaten Banjar.

“Seiring keberadaan perhotelan di Kabupaten Banjar capaian ini naik bahkan melebih target,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Meningkatnya penerimaan, tutur Dzulyadaini, tentu merupakan imbas pertumbuhan ekonomi masyarakat yang mulai membaik seiring menurunnya penyebaran COVID-19. Meski, saat ini lonjakan kasus mulai kembali alami kenaikan.

“Kalau presentasenya 106 persen dari Rp3,3 menjadi Rp3,8 miliar naiknya cukup signifikan,” bebernya.

Apabila angka perolehan ini melebihi target. Tentu kalkulasinya dari kenaikan 106 persen disederhanakan berubah menjadi 1,06. Artinya, penerimaan pajak perhotelan sudah mulai merangkak naik.

“Tentu, kalau dilihat data yang didapatkan sudah melebihi dari angka normal di tahun 2019,” ucap Dzul.

Kepala BPKPAD Kabupaten Banjar, Dzulyadaini

Selain perhotelan, restoran juga ikut menjadi pendamping ketiga dalam sektor penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banjar.

“Nah, ini yang juga ikut berpengaruh signifikan karena ada pemasangan alat perekaman pajak dari akhir tahun 2020 ada sekitar 25, 2021 ada 46 secara keseluruhan sebanyak 71 dan ini terus dipantau oleh tim di lapangan. Bahkan, kontribusinya sangat baik ini dan naik secara signifikan,” ungkap Kepala BPKPAD Banjar, Dzulyadaini.

Bahkan, ungkap Dzul, capaian angka keseluruhan penerimaan di 2021 kemarin, menurutnya hampir mendekati normal atau sama persis seperti realisasi 2019.

“Mudah-mudahan bisa tercapai tahun ini melebihi dari target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

11 DAERAH HANYA MENGUSULKAN 1 NAMA KETUA DPC PARTAI DEMOKRAT YANG DIAJUKAN KE TIM 5

BANJARMASIN – Banyaknya Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan hanya mengusulkan 1 nama Ketua DPC Partai Demokrat, dalam Muscab IV Serentak 13 Kabupaten dan Kota se Kalsel.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Yanto Permono mengatakan, hanya ada 1 nama calon Ketua DPC Partai Demokrat yang diusulkan 11 kabupaten di Kalsel. Bukan menandakan bahwa tidak adanya regenerasi atau kurangnya kader yang layak.

“Satu nama calon Ketua DPC Partai Demokrat tersebut, karena kita melihat kedewasaan yang baik di tiap DPC Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya, Kamis (24/2).

Bambang menjelaskan, sebelumnya banyak nama yang berpotensi dan layak serta ingin meramaikan perhelatan Muscab serentak ini.

Namun, lanjutnya, terjadi komunikasi yang baik dari tiap daerah tersebut karena memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan Partai Demokrat di Kabupaten dan Kota masing Masing. Sehingga, dimunculkan 1 nama calon Ketua DPC Partai Demokrat saja.

“DPD Partai Demokrat juga telah berkomunikasi keseluruh bakal calon ketua ditiap Kabupaten dan Kota dan banyak yang menyatakan menjadi satu untuk memenangkan Partai Demokrat,” ungkapnya.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalsel Bambang Yanto

Bambang mencontohkan, seperti di Kota Banjarmasin, terdapat 3 nama (Edi Junaidi, Muhammad Syahreza dan Gusti Yuli), namun mereka bersepaham untuk bersatu dan menunjuk Edi Junaidi untuk maju di dalam Muscab IV Kota Banjarmasin.

“Seperti arahan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan Ibnu Sina, daripada Kita Berperang di Dalam, lebih baik Kita Satukan Amunisi dan Energi untuk Berperang di Luar. Karena yang akan kita hadapi adalah Pilpres , Pileg dan Pilkada 2024. Kita harus mengutamakan Kebersamaan,” tutur Bambang lebih lanjut.

Pihaknya bersyukur, Perhelatan Muscab IV Serentak Kabupaten dan Kota Se Kalimantan Selatan telah selesai. Dan. Diharapkanakan muncul Ketua Ketua DPC yang terbaik dan siap berjuang bersama, untuk Kayuh Baimbai memenangkan Partai Demokrat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menjelaskan tahapan pemilihan ketua DPC Partai Demokrat tersebut.

Tahapannya seluruh Calon Ketua akan melalui Fit dan Propertest oleh Tim 5 yang terdiri dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat , Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalsel . Setelahnya baru seluruh Calon akan di pilih dan di tetapkan menjadi Ketua DPC Definitif periode 2022-2027.

Bambang mengatakan, untuk daftar Nama Calon Ketua DPC Kabupaten Kota Se – Kalsel, Kota Banjarmasin Edi Junaidi, Kota Banjarbaru Said Sobari, Kab Batola Ihsan Giyanto, Kab Banjar Masrur Auf Jafar serta Ismail, Kab Tanah Laut Arkani, Kab Tanah Bumbu Yudha Kusuma, Kab Kotabaru Sahidudin, Kab Tapin Miftahul Janah, Kab Hulu Sungai Selatan Muhajir Rahman, Kab Hulu Sungai Tengah Rifki Rifani dan Rahim, Kab Hulu Sungai Utara Romeir Emma Ramadayanti Rivilla, Kab Balangan Samsudinor serta Kab Tabalong Ferry T Elpani. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version