TPPS Kalsel Siap Terjun ke Desa, Guna Tekan Angka Stunting

BANJARBARU – Berdasarkan data BKKBN, Kalimantan Selatan merupakan salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia tahun 2022 ini.

Merujuk pada Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, 5 wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk dalam 76 kabupaten/kota berkategori “merah”. Diantaranya Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Balangan, dan Tanah Laut.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalsel sudah memberikan gambaran ke kabupaten/kota terkait kondisi stunting di wilayah mereka.

Dari hasil pemetaan tersebut tersebut diakuinya, TPPS Kalsel akan terjun langsung ke kabupaten/kota untuk mengevaluasi komitmen Pemerintah Daerah masing-masing dalam menekan angka stunting, dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke desa-desa untuk melihat langsung keperluan ibu hamil dan balita dalam melengkapi kebutuhan asupan gizi.

“Pemerintah daerah kami minta untuk mengumpulkan data nama dan alamat ibu hamil dan balita, selanjutnya akan dikunjungi oleh TPPS provinsi dengan skala prioritas,” ucapnya Ariadi, Selasa (7/6).

Selain itu, lanjut Ariadi, pihaknya juga akan menjadikan daerah yang angka stuntingnya rendah sebagai contoh inovasi dalam menekan angka stunting untuk daerah lain.

“Kita akan melihat upaya apa yang telah mereka lakukan dalam menekan stunting, lalu akan kita kaji tiru, sehingga tim kita dapat lebih fokus dalam mencegah stunting di Kalsel,” terangnya.

Langkah lainnya, beber Ariadi, Wagub Kalsel, Muhidin, selaku Ketua TPPS Kalsel menginginkan keterlibatan pihak swasta dalam mencegah stunting di Kalsel melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Misalnya ada yang memberikan CSR ke desa atau kecamatan sehingga bisa dinikmati langsung oleh masyarakat, seperti memberikan susu formula atau makanan tambahan,” bebernya.

Menurut Ariadi, keterlibatan tokoh masyarakat dan pemuka agama juga sangat berpengaruh terhadap penekanan stunting. Karena  selain akibat asupan gizi yang tidak tercukupi, stunting juga diakibatkan oleh pernikahan di usia muda yang cenderung terjadi di wilayah pelosok.

“Jika kita lihat, angka kemiskinan Kalsel ini terbaik se Indonesia, jadi stunting bisa saja diakibatkan oleh pernikahan di usia muda. Makanya kita libatkan pemuka agama untuk mensosialisasikan ini,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Bank Kalsel Berikan Beasiswa Kepada Mahasiswa UNISKA MAB

BANJARMASIN – Sebagai bentuk perhatian dalam bidang pendidikan sekaligus implementasi atas upaya pencapaian tujuan nasional, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memberikan bantuan beasiswa kepada 92 (sembilan puluh dua) mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB).

Seremonial dilakukan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, pada Selasa (7/6). Secara simbolis, bantuan diserahkan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada perwakilan mahasiswa UNISKA MAB, Nina Khairina Fadillah, dengan didampingi Kepala Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel, Muhammad, dan Pembina Yayasan UNISKA MAB, Rahmi Hayati Tadjuddinnor. Turut menyaksikan Sekretaris Yayasan, Maskur Sariman beserta jajaran Wakil Rektor UNISKA MAB, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Suriadi beserta jajaran staf Divisi Usaha Syariah dan UPZ Bank Kalsel.

Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi, dalam sambutannya menyampaikan, bantuan beasiswa yang diberikan merupakan salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan siap pakai, untuk terjun ke masyarakat atau pemerintahan.

“Saat ini jenjang pendidikan yang harus dilewati sangatlah panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, semoga bantuan beasiswa ini dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan para penerima beasiswa, sehingga nantinya melahirkan penerus bangsa yang unggul. Sebagai informasi, para penerima beasiswa ini telah dipilih atas dasar kesesuaian dengan 8 (delapan) asnaf sehingga layak menerima bantuan beasiswa,” terang Fajri.

Selanjutnya, Muhammad Zainul selaku Wakil Rektor I yang bertindak mewakili Rektor UNISKA MAB, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang ditunjukkan Bank Kalsel melalui UPZnya, dalam memberikan beasiswa kepada anak didiknya yang membutuhkan.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Bank Kalsel melalui UPZnya atas bantuan beasiswa yang diberikan. Kami harap ini dapat memacu pada mahasiswa penerima beasiswa untuk semakin meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri, sehingga nantinya menjadi individu yang mampu berkontribusi untuk masyarakat, bangsa dan negara. Kami juga mengharapkan kerjasama antara Bank Kalsel dengan UNISKA MAB yang telah terjalin baik selama ini, dapat terus dilakukan dan ditingkatkan,” tutur Zainul.

Pada kesempatan yang sama, Nina Khairina Fadillah, mahasiswi semester 6 FKIP Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA MAB, yang bertindak sebagai perwakilan mahasiswa penerima beasiswa, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan dan rasa syukurnya atas beasiswa yang diterima.

“Saya sebagai perwakilan mahasiswa penerima beasiswa UPZ Bank Kalsel sangat berterima kasih kepada Bank Kalsel dan UNISKA MAB atas bantuan beasiswa ini. Semoga hal ini dapat menjadi amal jariyah bagi pihak Bank Kalsel dan UNISKA MAB, dan bantuan ini dapat kami gunakan sebaik-baiknya. Berkah selalu untuk kita semua, maju terus Bank Kalsel dan UNISKA MAB,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Dispar Kalsel, Minta Pemkab dan Pemko Terus Angkat Potensi Desa

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan meminta kepada seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk terus mengangkat potensi desa di daerah masing-masing.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru-baru tadi, mengatakan, saat ini desa wisata di Kalimantan Selatan memiliki potensi dan keindahan alam yang bagus, dari data sementara ada sekitar 100 desa wisata, sehingga Pemerintah Kabupaten dan Kota setempat, harus meangkatnya agar semua potensi bisa dikenal tidak hanya penduduk lokal, luar daerah juga mancanegara.

“Kita tidak perlu berwisata ke jauh tempat, karena alam sendiri sudah memberikan cukup banyak kelebihan,” pintanya.

Syarifuddin menyampaikan, pihaknya akan selalu berupaya untuk mengembangkan destinasi wisata, terutama berbasis desa wisata. Ia berharap ke depan Pemerintah Kabupaten dan Kota, dapat mempetakan desa wisata unggulan untuk bisa dikembangkan bersama, karena mereka lebih mengetahui potensi yang dimiliki daerahnya.

“Tahun 2023 mendatang, diupayakan akan banyak lagi diusulkan persiapan ADWI,” katanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, dalam pengembangan desa wisata, pihaknya siap memberikan dukungan fasilitasi untuk mengembangkan potensi, supaya lebih banyak desa wisata yang mewakili hingga ke tingkat nasional.

“Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, pekan lalu, tentu semakin menambah kemajuan pariwisata di Kalsel,” tutup mantan Pjs Bupati Kotabaru itu. (NHF/RDM/RH)

Pansus PBG DPRD Banjarmasin, Bahas 23 Item Bentuk Bangunan

BANJARMASIN – Panitia khusus Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), memasuki pasal pembahasan tentang item bentuk bangunan.

Menurut Ketua Pansus Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, kepada wartawan pada Selasa (7/6), dalam pembahasan pasal kali ini lebih fokus pada besaran nilai bangunan. Ada sekitar 23 Item bentuk bangunan yang akan ditentukan besaran nilai bangunan mulai dari pagar, lapangan olahraga, lapangan upacara, dan menara BTS.

“Semua nilai bangunan mengacu pada ketentuan sudah baku dari Kementrian RI PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang retribusi PBG,” ungkapnya

Hilyah menjelaskan, dalam pembahasan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terjadi perbedaan dengan Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yakni perhitungannya lebih detail. Ia mencontohkan, perhitungan IMB hanya permeter persegi. Namun dalam aturan PBG dihitung perunit dengan item berbeda.

“Misal warga akan membangun rumah, maka ruangan satu izin, kemudian pagar satu izin, bahkan septik tank harus ada izin, sehingga satu bangunan itu bisa lebih dari tiga izin,” jelasnya.

Lebih lanjut Hilyah menambahkan, dalam pembahasan Raperda PBG, lebih menegaskan peningkatan kualitas dan kuantitas dari setiap bangunan, baik rumah atau gedung, sebagai memberi tempat berlindung yang layak dan aman.

“Kita bahas mulai dari izin, bahan dan kontruksi bangunan yang harus sesuai dengan aturan ketetapan yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Percasi Kota Banjarmasin Ditargetkan Raih 7 Medali Emas Pada Porprov di HSS Mendatang

BANJARMASIN – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga (Porprov) Kalimantan Selatan, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Banjarmasin, melakukan peningkatan latihan atlet mereka.

Ketua Percasi Kota Banjarmasin Sudrajat mengatakan, Percasi Kota Banjarmasin saat ini telah melakukan penginsentifan latihan semua kategori, untuk atlet.

Ketua Percasi Kota Banjarmasin Sudrajat

“Latihan yang diberikan untuk para atlet lebih ditingkatkan lagi, sejak saat ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Dengan ditingkatkannya pelatihan tersebut lanjut Sudrajat, maka diharapkan prestasi atlet dapat dicapai secara maksimal, pada Porprov di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Sudrajat juga menyampaikan, pihaknya ditargetkan dapat meraih 7 medali emas, pada Pekan Olahraga Provinsi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendatang.

“Target yang diberikan kepada Percasi Kota Banjarmasin tersebut, sama dengan hasil medali yang diperoleh pada Porprov di Tanjung lalu. Yaitu sebanyak 7 medali emas,” jelasnya

Berdasarkan hasil tersebut, lanjut Sudrajat, maka pada Porprov di Hulu Sungai Selatan pihaknya kembali ditargetkan, dapat meraih medali seperti 4 tahun yang lalu.

“Namun target tersebut masih menunggu kategori apa saja yang dipertandingkan pada Porprov di Kabupaten HSS tersebut,” ucap Sudrajat. (SRI/RDM/RH)

Supian HK Sosialisasi Wasbang Kepada Mahasiswa UMB

BATOLA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologis Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di kampus UMB Jalan Gubernur Sarkawi, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Senin (6/6).

Menurut Supian HK, wawasan kebangsaan sangatlah penting diberikan kepada masyarakat khususnya generasi muda sebagai salah satu metode untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, kesadaran membela tanah air demi menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.

“Saya mengingatkan kepada generasi penerus agar jangan cepat termakan issue-issue negatif yang bisa memecah belah negara kita. NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Ketua DPRD Kalsel, Puar Junaidi yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, hingga skala yang lebih besar seperti Negara.

Dijelaskan Puar, nilai-nilai dalam empat konsensus dasar mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dalam semboyan itu, ia menekankan pada aspek persatuan dan kesatuan dalam setiap perbedaan yang ada.

“Setiap agama, aliran, dan pemikiran tertentu selalu memiliki makna dan tujuan yang sama, sebabnya persatuan merupakan hal yang mutlak dalam keberagaman yang ada,” jelasnya.

Oleh karena itu, Puar mengajak peserta untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa serta menanamkan atas kesadaran pribadi.

“Jangan mudah terhasut oleh kelompok-kelompok radikal yang ingin memaksakan negara indonesia ini menjadi negara khilafah,” tambahnya.

Sementara, Tokoh Pemuda, Tajudinnor yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan dengan pendidikan Pancasila akan dapat meningkatkan akhlak mulia dan pembangunan karakter bangsa. Sebagai ideologi dan dasar negara Pancasila mempunyai fungsi sebagai acuan dalam mempersatukan Indonesia.

“Wawasan Kebangsaan yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan indonesia dan cinta NKRI meningkatkan kualitas penangkal paham-paham radikal demi lestarinya Bangsa”, pungkasnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Ajak Seluruh Kalangan Wujudkan Keberlanjutan Pengelolaan Lingkungan

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk menguatkan komitmen dalam mewujudkan keberlanjutkan pengelolaan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Selasa (7/6) pagi mengatakan, efek pemanasan global dan kerusakan lingkungan, baik pada ekosistem darat maupun laut harus segera menjadi perhatian bersama. Karena menurutnya, segala tindakan yang dilakukan saat ini akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dimasa yang akan datang.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Untuk itu kita harus melakukan upaya kolektif agar kondisi lingkungan Kalsel dapat terjaga,” ucap Gubernur.

Sahbirin mengungkapkan, ada 6 pilar pembangunan lingkungan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Meliputi air bersih dan sanitasi layak, kota dan pemukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim serta daratan.

“Ini harus menjadi perhatian dalam landasan pembangunan di Kalsel,” tegasnya.

Upaya pengelolaan lingkungan diakui Sahbirin, terus menjadi prioritas Pemprov Kalsel. Terbukti capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalsel tahun 2021 terus menunjukkan perbaikan.

Meski begitu lanjut Sahbirin, Pemprov maupun Pemkab/ko masih perlu melakukan upaya pemulihan lingkungan khususnya pasca banjir tahun 2021 lalu.

“Perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja pembangunan berkelanjutan khususnya bidang lingkungan di Kalsel,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana pelestarian dan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian semua kalangan termasuk pelaku usaha.

“Sejatinya apa yang kita nikmati di bumi ini hanya titipan, kita hanya minjam ke anak cucu kita, jadi kita harus mengembalikannya dalam kondisi baik bahkan lebih baik,” ucapnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diharapkannya, menjadi momen bagi seluruh kalangan untuk bergerak dan bersatu padu bersama dalam melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“Secara fisik kita masih mempunyai banyak PR mengenai lingkungan hidup, sehingga momen (peringatan) ini diharpkan mampu merefleksi kita semua dalam melakukan upaya pelestarian lingkungan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tanbu Raih Medali Emas Terbanyak Pada Kejurprov Catur

BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil meraih medali emas terbanyak pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur, yang digelar di kota Banjarmasin, Minggu (5/6).

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Selatan Sutarto Hadi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para peraih medali, pada Kejurprov Catur kali ini.

Ketua Percasi Kalsel Sutarto Hadi

“Pada Kejurprov kali ini, prestasi yang diraih oleh Kabupaten Tanah Bumbu patut diberi apresiasi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, usai menutup secara resmi Kejurprov Catur tersebut.

Menurut Sutarto, pembinaan yang dilakukan oleh Kabupaten Tanah Bumbu untuk atlet junior sangat baik. Sehingga, terbukti mereka mampu meraih medali emas untuk junior putra dan putri.

Pada Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin ini, kontingen Tanah Bumbu berhasil mengumpulkan 4 emas dari kategori Veteran, Junior Putri B, Junior Putri C, dan Junior Putra A.

“Maka dengan hasil tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih medali emas terbanyak,” ucapnya.

Untuk peraih medali emas, lanjut Sutarto, akan diberangkatkan ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Jakarta mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Sutarto juga mengajak atlet peraih medali perunggu atau peringkat kedua, melalui KONI masing masing daerah, agar dapat mengirimkan atlet mereka mengikuti ke Kejurnas Catur tersebut.

“Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin, digelar sebagai ajang menyeleksi atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Namun, bagi atlet daerah peraih medali perunggu dapat difasilitasi KONI masing masing melalui Percasi Kalimantan Selatan dapat mengikuti kejuaraan nasional tersebut,” tuturnya.

Sehingga, lanjut Sutarto, dengan mengikuti agenda-agenda nasional tersebut, atlet catur Kalimantan Selatan dapat menambah jam terbang serta dapat meningkatkan kualitas permainan atlet. (SRI/RDM/RH)

Golkar Terus Perkuat Konsolidasi Sambut Pemilu 2024

BANJARMASIN – Partai Golongan Karya (Golkar) terus memperkuat konsolidasi dalam rangka menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung kepada wartawan, disela acara Temu Kader DPP Golkar dengan Keluarga Besar Golkar Kalsel di aula kantor DPD Partai Golkar Kalsel, Minggu (5/6).

Doli menjelaskan partai Golkar harus mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024 mendatang. Pasalnya, Pemilu Tahun 2024 itu dinilai penting karena pada tahun tersebut adalah tahun pertama kali tiga jenis Pemilu dilangsungkan dalam satu tahun yang sama yaitu Pilpres, Pileg dan Pilkada.

Selain itu, lanjut Doli, pada 2024 nanti, partai Golkar akan berumur 60 tahun dan menjadikan Golkar sebagai partai tertua di Indonesia. Bahkan mungkin menjadi salah satu partai tertua di dunia.

“Hal ini tentu harus dijadikan momen untuk menempatkan Golkar tidak hanya sebagai partai tertua, namun juga parpol yang dewasa dan diterima rakyat karena dianggap dapat memperjuangkan aspirasi mereka,” katanya kepada wartawan.

Untuk mencapai target-target tersebut, menurut Doli, seluruh internal partai Golkar harus mempersiapkan diri. Salah satunya, dengan memanfaatkan rapat-rapat konsolidasi dan melakukan penguatan fungsionaris yaitu memetakan kader-kader terbaiknya untuk duduk di posisi-posisi politik pada Pemilu 2024 mendatang.

Terkait terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni Partai Golkar, PAN dan PPP di tingkat pusat, menurut Doli, juga menjadi bagian yang dikonsolidasikan pada pertemuan nanti. Ia juga mengungkapkan pihaknya sudah menyusun agenda kerja KIB termasuk agenda kerja bersama sampai ke tingkat dan jajaran partai paling bawah.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Sahbirin Noor menyatakan konsolidasi partai merupakan agenda rutin internal sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024.

“Pertama membahas persiapan Partai Golkar sendiri, yang kedua ada pencerahan dari DPP partai,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Bapemperda Banjarmasin Targetkan 27 Prolegda Rampung

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menargetkan sebanyak 27 program legislasi daerah (prolegda) akan rampung.

Menurut Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjarmasin, Darma Sri Handayani, kepada wartawan pada akhir pekan tadi, tahun 2022 ini harus bekerja keras dalam menyelesaikan, seluruh Rancangan Peratutan Daerah yaitu sebanyak 27 buah Raperda baik usulan dari Pemerintah Kota dan inisiatif kalangan legislatif.

“Kita targetkan insya Allah 27 raperda akan rampung, dukungan ketua dan anggota pansus sangat penting,” katanya

Darma menjelaskan, saat ini baru ada tiga panitia khusus (pansus) yang mulai melakukan pembahasan raperda usulan dari Pemerintah kota di tahun 2022, yaitu retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG) yang sebelumnya dikenal izin mendirikan bangunan (IMB), kemudian retribusi tenaga kerja asing serta
tolerasi bermasyarakat.

“Rencana bulan Juni ini, ada lagi pengajuan raperda baru,” jelasnya

Politisi Golkar DPRD Banjarmasin ini menambahkan, dari hasil rapat evaluasi baru-baru tadi, untuk tahun 2021 lalu, ada dua buah raperda yang belum finalisasi yaitu pajak daerah, dan penanggulangan bahaya kebakaran, sedangkan perda perubahan badan hukum PDAM menjadi Perseroda dan raperda perlindungan hak penyandang Disabilitas sudah di finalisasi. Namun belum disahkan melalui rapat paripurna.

“Kita sudah jalin komunikasi dengan ketua pansus kendala di lapangan selama ini, dan terus dilakukan pembahasan, dalam waktu dekat akan finalisasi,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version