Peserta Kemah Bela Negara Nasional di Kalsel Bakal Diperkenalkan Sistem Persenjataan TNI/Polri

BANJARBARU – Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional di Kalsel yang diselenggarakan mulai 10 – 16 Juli 2023 di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, bakal diwarnai dengan pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, mengungkapkan, dalam mendukung agar suksesnya jalan acara dari kegiatan Kemah Bela Negara tingkat Nasional. Maka, pameran ini dilaksanakan.

Kasrem 101/Antasari Kol Inf Iwan Rosandriyanto saat menjelaskan bakal ada pameran alutsista di KBN Nasional 2023

“Meliputi tiga unsur yaitu darat, laut dan udara,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Selain membackup acara pameran alutsista, TNI yang juga turut berkolaborasi dengan Polri itu turut hadir berpartisipasi dalam kegiatan pemberian materi untuk peserta KBN selama satu hari.

“Kita akan melaksanakan kegiatan dalam bentuk simulasi keterampilan, outbond dan sebagainya. Nah, itu nanti kami juga disiapkan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Agus Salim, mengungkapkan, pameran alutsista yang bakal hadir dalam kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional itu peran sepenuhnya dipegang oleh TNI/Polri.

Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Agus Salim menerangkan terkait penyelenggaraan pameran alutsista yang difasilitasi TNI/Polri di KBN Nasional 2023

“Ini adalah pameran yang wajib dikunjungi peserta dan merupakan kolaborasi antara TNI/Polri. Yang mana, Kasrem 101/Antasari juga menyatakan siap mendukung secara maksimal,” ucapnya.

Ia menyebut, kegiatan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi peserta yang melihat secara langsung alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik prajurit penegak keamanan negara.

“Ini ajang terbaik nantinya bagi mereka karena banyak hal baru yang mereka lihat di sana,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Warga Lok Buntar Minta Wakil Rakyat Kalsel Perjuangkan Bantuan Pemerintah

BANJAR – Masyarakat Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar meminta Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperjuangkan agar mereka bisa mendapatkan bantuan pemerintah untuk mengembangkan usaha di bidang perikanan.

Harapan itu disampaikan, Aparat Desa Lok Buntar, Syarwani, kepada wartawan, usai mengikuti sosialisasi Perda yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail yang bertempat di salah satu rumah makan di kawasan Sungai Tabuk, Rabu (21/6).

“Warga kami ada yang ingin berusaha tambak ikan. Namun terkendala masalah ekonomi. Kami sudah berupaya meminta bantuan kepada dinas terkait. Kemudian diarahkan untuk membuat tambak ikan secara swadaya masyarakat terlebih dahulu, baru bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail menyatakan akan memperhatikan usulan warga tersebut dan akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel agar bisa ditindaklanjuti.

“Kebetulan narsum sosper ini dari perwakilan DKP Kalsel. Mudah-mudahan bisa direspon dengan cepat karena usaha ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” harapnya.

Dalam sosialisasi Perda Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Ikan, Isra juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian habitat populasi ikan dan tidak menangkap ikan dengan cara-cara yang melanggar peraturan seperti, menyetrum atau menggunakan racun.

“Kalsel ini memiliki banyak potensi jenis ikan lokal seperti ikan haruan, papuyu dan sangga yang sudah seharusnya dilestarikan. Jangan sampai anak cucu kita mengenal ikan-ikan khas Kalsel itu lewat gambar atau foto saja. Tanpa pernah merasakan bagaimana rasa ikan-ikan lokal tersebut,” tuturnya.

Sedangkan, Pembakal Desa Lok Buntar Mursyidi menyambut baik kegiatan sosialisasi Perda tersebut karena melalui kegiatan ini, masyarakat bisa memahami Perda ini dan menyebarluaskannya kepada warga yang lain.

“Mudah-mudahan warga kami tidak lagi menangkap ikan dengan cara menyetrum,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Konsorsium Pers Banua Komitmen Jaga Marwah dan Kemerdekaan Pers di Kalsel

BANJARMASIN – Konsorsium Pers Banua berkomitmen menjaga kemerdekaan Pers dengan menjunjung tinggi prinsip aturan Undang-Undang Pers dan kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Komitmen tersebut dibacakan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel, Anang Fadillah, saat acara Deklarasi Konsorsium Pers Banua di ruang seminar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (22/6).

Suasana Deklarasi Konsorsium Pers Banua dan Dialog Nasional di ruang seminar FISIP ULM

Lebih lanjut, Konsorsium Pers Banua juga berkomitmen menjadi pilar demokrasi dalam melaksanakan fungsi kontrol dan penyeimbang dengan berpegang teguh pada asas kejujuran, keadilan dan keberimbangan.

“Mengawal jalannya proses demokrasi yang sehat melalui Pemilu yang berkualitas, bermartabat dan berdaulat serta bersama-sama mewujudkan Kalsel yang lebih baik melalui pemberitaan yang sehat, berkualitas dan berimbang,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim menilai Deklarasi Konsorsium Pers Banua ini merupakan kegiatan yang penting dalam membangun edukasi kepada masyarakat karena entitas-entitas yang berkaitan dengan media dan pers bisa membuat satu kesatuan untuk meliterasi dan mencerdaskan masyarakat serta mencegah berita-berita hoax, terutama pada saat-saat ke depan dalam eskalasi politik berkaitan menjelang Pemilu 2024 mendatang.

“Kami tentu dari Pemprov sangat menghargai dan mendukung adanya konsorsium seperti ini”, jelasnya.

Oleh karena itu, Muslim berharap nantinya suasana masyarakat di Banua akan menjadi “sejuk” dan tidak terpolarisasi dengan pemberitaan yang terkesan hoax.

“Tentunya ini sudah dapat diedukasi dan diarahkan oleh teman-teman yang tergabung dalam konsorsium ini”, tambahnya.

Untuk diketahui, organisasi pers yang tergabung dalam Konsorsium Pers Banua adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Kalsel.

Kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Nasional yang mengangkat tema “Pemilu Cerdas dan Pers Bermartabat, Melawan Hoax dan Disinformasi Untuk Marwah Banua” yang menghadirkan narasumber yaitu Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu melalui virtual, Ketua KPU Kalsel DR Andi Tenri Sompa, Dekan Fisip ULM Prof Budi Suryadi serta moderator Toto Fachrudin. (NRH/RDM/RH)

Implementasikan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dispersip Kalsel Gelar Lomba Paduan Suara

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel menggelar Lomba paduan suara tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Sederajat dan Perguruan Tinggi.

Suasana Lomba Paduan Suara Antar SLTA/Sederajat dan Perguruan Tinggi se Kalsel

Kegiatan yang diikuti sebanyak 28 grup paduan suara terdiri dari 14 grup SLTA/sederajat dan 14 grup perguruan tinggi dilaksanakan selama dua hari yaitu 21 dan 22 Juni 2023.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi mengatakan, lomba paduan suara ini merupakan bentuk dari implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kemampuan mereka khususnya dalam hal tarik suara.

“Ini merupakan lomba paduan suara yang pertama kali dilaksanakan oleh Dispersip Kalsel, melalui kegiatan ini kita ingin mensosialisasikan bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan para pemustakanya,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/6).

Hanafi juga berharap melalui, lomba ini para peserta bisa lebih mengenal dan mencintai perpustakaan, sehingga mereka bisa lebih rutin mengunjungi perpustakaan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka.

Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi tugas pihaknya untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Banua mulai dari pra sekolah, pelajar, maupun masyarakat umum lainnya.

“Jadi lomba ini kami jadikan juga sebagai ajang promosi perpustakaan, selama mengikuti lomba, peserta yang sudah tampil kami perekenankan untuk melihat layanan dan fasilitas perpustakaan kami, bahkan kami ajak juga untuk menjadi anggota Perpustakan Palnam,” tutur Hanafi.

Sementara itu, perwakilan dewan juri lomba paduan suara Dispersip Kalsel, Dino Sirajuddin menjelaskan, ada empat hal yang juri nilai dari penampilan peserta lomba paduan suara ini diantaranya, vokal dasar, dan teknik menyanyi.

“Untuk vokal dasar kita lihat seberapa banyak peserta yang memenuhi SATB (jenis suara sopran, alto, tenor, dan bass) sebagai dasar produksi suaranya, setelah itu kita lihat teknik menyanyi mereka,” kata Dino.

Selain itu, lanjut Dino, dewan juri juga melihat bagaimana pembawaan dan penampilan peserta saat membawakan lagu.

“Jadi dalam teknik itu ada yang namanya pembawaan, pada indikator ini kita lihat bagaimana teknik-teknik yang dihubungkan dengan lagunya. Kemudian penampilan, ini berhubungan dengan fisik peserta, seperti sorot mata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh mereka apakah menghayati atau tidak,” jelasnya.

Pada lomba hari pertama untuk kategori SMA/SLTA sederajat, SMK Negeri 1 Amuntai berhasil keluar sebagai juara pertama dengan total nilai 1.852, kemudian juara kedua SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan total nilai 1.829, dan juara tiga diraih oleh MAN 2 Kota Banjarmasin dengan total nilai 1.823.

Sementara, lomba dihari kedua untuk kategori Perguruan Tinggi, Universitas Lambung Mangkurat (SBC) berhasil meraih juara pertama dengan total nilai 1.858, disusul juara kedua Universitas Islam Negeri Banjarmasin dengan total nilai 1.854, dan juara tiga diraih STIENAS dengan total nilai 1.770. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berharap Festival Parang 2023 Jadi Kearifan Lokal

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel mengharapkan, Festival Parang 2023 dapat menjadi sebuah kearifan lokal.

Festival Parang 2023, saat ini tengah digelar oleh Museum Waja Sampai Kaputing milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang berkolaborasi dengan Museum Lambung Mangkurat, Museum Rakyat dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, didampingi Kabid Kebudayaan Kalsel, Raudati Hildayati, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, Kasi Kesenian, Sunjaya Adhiarso, bersama jajaran Disdikbud Kalsel, dan turut hadir Asosiasi Antropologi Indonesia. Kegiatan bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Kamis (22/6).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, didampingi Kabid Kebudayaan Kalsel, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, dan Kasi Kesenian

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, usai menghadiri acara pembukaan Festival Parang 2023, mengatakan, saat ini Kalimantan Selatan dikenal beragam jenis Parang tradisional yang berkembang, ini menunjukkan parang merupakan entitas yang penting bagi masyarakat, dengan adanya kegiatan ini dapat semakin melestarikan kearifan lokal, yaitu harus semakin mengenali beragam jenis Parang.

“Kami apresiasi Festival Parang ini, warga ayo kunjungi,” pintanya

Hal senada disampaikan, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati. Ia menjelaskan, hasil penelitian yang dituangkan melalui buku Eksotisme Parang tradisional Kalimantan Selatan, ada beragam jenis Parang,yang menjadi khas di Kalsel ada empat seperti Parang Kayutangi, memiliki bentuk bilah bagian atasnya lurus rata, kemudian Parang Bungkul lebih banyak ditemukan di daerah Hulu Sungai, Parang Lais Antasari adanya ornamen berupa susuran darah di sepanjang bilah bagian atas, dan Parang Cingkuk yang tersebar di daerah yang mata pencaharian masyarakatnya berladang atau bertani.

Kabid Kebudayaan Kalsel, Raudati Hildayati, Kasi Cagar Budaya Permuseuman, Arry Risfansyah dan Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, Faisal Embron

“Selain Pameran Temporer Parang, kita juga gelar talk show tentang Parang, Wafak, kemudian penyampaian Lintasan Sejarah Industri Seni Tempa di Kalsel, Maturi Dahar, Silaturahmi Wasi Pusaka Banua dan Lomba Basumpit,” ungkapnya

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, menambahkan, dalam kegiatan talk show tentang Parang dan Wafak, pihaknya mengundang perwakilan beberapa peserta didik dari Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi, agar para generasi muda dapat lebih mengenal beragam jenis Parang dan mengetahui sejarahnya.

“Festival Parang 2023 ini, warga tidak hanya akan melihat beragam jenis Parang, juga ada Bursa Wasi, Pandai Besi dan Pengumpangan,” tutupnya

Untuk diketahui, Festival Parang 2023 ini digelar selama empat hari, mulai tanggal 22 hingga 25 Juni, pada Pukul 09.00 hingga 20.00 WITA, dan khusus untuk Sabtu Malam sampai dengan jam 21.00 WITA, karena akan dilaksanakan Maturi Dahar, untuk pertama kalinya di Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RH)

Saksikan Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan Pasca Bencana, Ini Harapan Paman Birin

BANJARMASIN – Kementerian Kesehatan RI menggelar Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan Pasca Bencana di Kalimantan Selatan, tepatnya di kota Banjarmasin. Kegiatan sudah disiapkan sejak 21 Juni 2023, dan puncaknya simulasi dilakukan pada Kamis (22/6) di halaman salah salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Hadir langsung pada simulasi ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Simulasi yang diikuti ratusan peserta dari unsur perguruan tinggi, pemerintah provinsi dan kabupaten kota, rumah sakit, TNI/Polri dan juga sukarelawan ini, memakai situasi banjir besar tahun 2021 di Kalsel, sebagai skenario penanggulangan krisis kesehatan pasca bencana.

Peserta yang mengukir gladi penanggulangan krisis kesehatan pasca bencana

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini.

“Ini menjadi langkah untuk penguatan tenaga cadangan kesehatan, dalam rangka penguatan sistem ketahanan kesehatan yang tangguh,” paparnya.

Terobosan ini, menurut Paman Birin (sapaan khas Gubernur) menjawab kebutuhan akan jumlah SDM, respons cepat dan tepat serta pengelolaan yang efektif di lapangan ketika terjadi kondisi darurat kesehatan.

Saat ini kondisi Kalsel yang tidak lepas dari risiko bencana alam, sehingga keberadaan tenaga cadangan kesehatan diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM kesehatan.

“Saya berharap melalui simulasi ini, pemerintah dapat membangun kapasitas tenaga kesehatan dalam manajemen bencana banjir, sistem komando, serta koordinasi antara lintas program dan lintas sektor,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa dalam sambutannya secara daring menyampaikan, bahwa gladi lapangan ini adalah bentuk latihan untuk mengetahui kesiapan klaster kesehatan, terutama dalam menangani kondisi krisis kesehatan pasca bencana.

“Pemilihan skenario bencana banjir untuk gladi lapangan, memang disesuaikan dengan kondisi Kalsel. Dimana Kalsel merupakan daerah yang rawan bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan angin kencang,” tutupnya.

Momen penyelamatan korban hanyut sesuai skenario simulasi

Saat ini Kemenkes RI, mendorong tiap kabupaten dan kota serta provinsi di Indonesia memiliki tenaga cadangan kesehatan yang terintegrasi dengan sistem di pusat, dan mendorong misi pengembangan tenaga cadangan kesehatan berkelas dunia. (RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Ekonomi, Organda Kalsel Diminta Bersinergi Dengan Pemerintah Daerah

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dapat bersinergi dengan Pemerintah dalam hal peningkatan perekonomian.

Harapan ini disampaikan Gubernur Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Sulkan, pada saat membuka, Musyawarah Kerja Daerah 1 DPD Organda Provinsi Kalimantan Selatan, di Kota Banjarmasin, Kamis (22/6).

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Sulkan

Sulkan mengatakan, sesuai dengan tema Rakerda Tahun 2023, yaitu Memperkuat Kalimantan Selatan dan Memperkokoh Angkutan Umum Untuk Bangkit Dalam Menghadapi Era Digitalisasi Angkutan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Organda menjadi bagian integral dari pertumbuhan ekonomi saat ini. Terutama yang menjadi target target peningkatan perekonomian oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Sulkan.

Sinergitas antara Organda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diperlukan, untuk saling membantu dalam peningkatan ekonomi di sektor angkutan darat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, DPP Organda melantik Divisi Khusus Angkutan Barang Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekretaris DPP Organda Ateng Aryono mengatakan, DPP Organda memberikan apresiasi kepada DPD Organda Provinsi Kalimantan Selatan, yang terus bekerja untuk kemajuan organisasi dan pembangunan disektor angkutan jalan di Provinsi ini.

“Hal tersebut, terbukti dengan terbentuknya Divisi Khusus Angkutan Barang, untuk Organda Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Ateng.

Menurut Ateng, sebenarnya komitmen bersama Organda di seluruh Tanah Air, untuk bersama sama membentuk Devisi Khusus Angkutan Barang tersebut.

“Dan, saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan telah terbentuk Divisi Khusus Angkutan Barang, yang bertujuan untuk melancarkan pasokan barang di daerah masing masing,” ucap Ateng. (SRI/RDM/RH)

Kumpulkan 10 Ribu Pesilat, Paman Birin Ajak Pecahkan Rekor MURI

BANJARMASIN – “Ayo pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)!”. Ajakan penyemangat tersebut disampaikan Gubernur Kalsel saat menyambut silaturahmi dari Perguruan Pencak Silat se-Kalsel, yang tergabung pada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, pada Rabu (21/6) malam.

Seni beladiri yang ditampilkan pada silaturahmi dengan Gubernur Kalsel

Dalam momentum silaturahmi tersebut, Paman Birin mengajak para pesilat-pesilat di Banua untuk bersama-sama memecahkan rekor MURI dengan mengumpulkan 10 ribu lebih pesilat berlatih bersama.

Gubernur saat mengajak para pesilat Kalsel memecahkan rekor MURI

“Semoga seluruh perguruan silat yang di Kalsel dapat berkolaborasi dan berkumpul untuk pecahkan rekor MURI tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Hermansyah menyampaikan, akan coba persiapkan para pesilat-pesilat dari seluruh perguruan silat yang ada di Kalsel.

“Kita akan coba siapkan lebih dari 10 ribuan pesilat yang pesertanya semua dari perguruan silat yang ada di Kalsel sekaligus perwakilan IPSI se-Kalsel,” ucapnya.

Hermansyah menuturkan, ini merupakan event Provinsi Kalimantan Selatan dan diharapkan semua perguruan bisa ikut berkolaborasi dengan Pemprov Kalsel untuk mensukseskan acara tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa kita laksanakan dan Insya Allah akan kita kolaborasikan dengan momen Hari Olahraga Nasional 2023,” harapnya.

Disamping itu juga, selain melakukan pemecahan rekor, Pemprov Kalsel juga tengah mempersiapkan agenda nasional yakni persiapan mengikuti Pra-PON, POPNAS dan POMNAS.

“Harapan Paman Birin, kita bisa menyiapkan segala sesuatunya, sehingga semua agenda yang sudah terjadwal bisa berjalan dan terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Banking Service Excellence 2023

BANJARMASIN – Infobank – MRI menggelar Leadership Sharing and Recognition 20th Infobank – MRI Banking Service Exellence Recognition bertajuk ‘Preventing Financial Crime in Banking Sector’ Dalam kegiatan ini pula, Infobank – MRI memberikan apresiasi kepada bank – bank yang berhasil diakui sebagai peraih 20th Infobank – MRI Banking Service Exellence 2023, atas hasil pelayanan prima dan pengalaman nasabah pada tahun 2022, hasil kajian secara independen oleh Biro Riset Infobank (BiRI) bersama Marketing Research Indonesia (MRI).

Pada gelaran yang dihelat di Jakarta tersebut, Bank Kalsel dianugerahi tiga penghargaan sekaligus. Yaitu The 3rd Best in Service Exellence, 3rd Regional Development Bank, The 3rd Best Walk in Channel and Digital Channel in Service Exellence 3rd Regional Development, The 1st Best – Mobile Banking 1st Regional Development Bank.

Penghargaan tersebut masing – masing langsung diterima oleh Hatmansyah selaku Komisaris Utama Independen, Fachrudin selaku Plt. Direktur Utama dan Hambali selaku kepala Divisi Jaringan dan Pelayanan Cabang Bank Kalsel, Selasa (20/6).

Hatmansyah mengatakan, Bank Kalsel berhasil mendapatkan apresiasi yang membanggakan dengan menempatkan diri sebagai Bank Pembangunan Daerah yang berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

”Terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Infobank – MRI, tentunya hal ini merupakan bukti upaya kami dalam membangun dan merawat kepercayaan yang telah diberikan seluruh nasabah, pemegang saham, serta pemangku kepentingan atas produk dan layanan dari Bank Kalsel,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Fachrudin mengungkapkan, tantangan yang akan dihadapi oleh industri perbankan tentunya akan semakin besar, oleh sebab itu Bank Kalsel harus senantiasa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan baik dari sisi layanan maupun digital channel untuk kenyamanan dan kemudahan nasabah dalam bertransaksi.

“Kami berharap agar semua varian produk dan layanan digital dari Bank Kalsel semakin memberikan kemudahan bagi nasabah dan masyarakat dalam bertransaksi keuangan dengan cepat, mudah, aman dan nyaman,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Lantik PJ Bupati HSU, Ini Pesan Paman Birin Kepada Zakly Asswan

BANJARMASIN – Setelah kurang lebih bertugas selama 7 bulan, Raden Suria Fadliansyah resmi diberhentikan sebagai Penjabat Bupati Hulu Sungai Utara. Pemberhentian ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, nomor 100.2.1.3-1292 tanggal 19 Juni 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Penjabat Hulu Sungai Utara.

Gubernur Kalsel menyaksikan penandatanganan SK pelantikan Pj Bupati HSU

Berdasarkan SK yang sama, maka Menteri Dalam Negeri juga menunjuk Zakly Asswan sebagai Penjabat Bupati Hulu Sungai Utara yang baru. Dimana prosesi pelantikan Pj Bupati HSU ini, dilakukan pada Rabu (21/6) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Pelantikan dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

“Saya Gubernur Kalimantan Selatan atas nama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan resmi melantik saudara Zakly Asswan sebagai Penjabat Bupati Hulu Sungai Utara,” kata Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, saat mengucapkan kata – kata pelantikan.

Gubernur Kalsel berfoto bersama Pj Bupati HSU

Dalam arahannya, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, tidak lupa mengucapkan terima kasih, atas kinerja dan kontribusi yang telah diberikan Penjabat Bupati sebelumnya, Raden Suria Fadliansyah.

“Saya juga mengucapkan selamat bekerja dan mengemban amanah kepada Penjabat Bupati yang dilantik pada hari ini, saudara Zakly Asswan. Saya yakin, dengan pengalaman dan kompetensi yang anda miliki, anda akan mampu menjalankan tugas dengan baik serta melanjutkan pembangunan kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujarnya.

Menurut Paman Birin, keberhasilan pembangunan daerah juga ditentukan oleh faktor kepemimpinan kepala daerah, yang mampu menggerakkan serta memaksimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki.

“Oleh karena itu, pada masa transisi ini, peran Penjabat Bupati sangat penting dalam rangka menjamin keberlangsungan program-program pembangunan daerah yang telah direncanakan,” tambahnya.

Disampaikan Paman Birin, Penjabat Bupati memiliki tugas yang tidak ringan, yaitu menjaga stabilitas daerah serta bersiap dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024, agar dapat berjalan aman, demokratis, dan tetap mendukung suasana kondusif di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Penjabat Bupati Hulu Sungai Utara, Zakly Asswan mengaku, akan turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi saat ini.

“Langkah pertama kita akan melihat keadaan di lapangan dan akan melanjutkan apa yang perlu kita percepat, tentunya yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Zakly juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan Forkopimda Hulu Sungai Utara untuk menjaga stabilitas daerah terlebih menghadapi pemilu 2024 mendatang.

Turut hadir pada pelantikan Pj Bupati HSU ini, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan unsur Forkopimda Kalsel, Ketua PKK Kalsel Kalsel Hj Raudatul Jannah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, sejumlah Kepala SKPD lingkup Provinsi Kalsel dan kabupaten HSU, serta tamu undangan lainya. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version