Ekspedisi Meratus 2023 Kolaborasi Mensukseskan Revolusi Hijau

HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pena Hijau Indonesia, melakukan penanaman 1.000 pohon produktif di dua kabupaten. Meliputi Tapin dan Hulu Sungai Tengah. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Ekspedisi Meratus 2023.

Selain Pena Hijau, kegiatan penanaman di lokasi daerah aliran sungai (DAS) tepatnya di Desa Layuh, Kecamatan Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah, Sabtu (12/8) berkolaborasi dengan berbagai pihak diantaranya Dinas LHP, Biji Kopi, organisasi IAAS Universitas Lambung Mangkurat, Posko Meratus, KNPI, Gembuk, Gema MA dan masyarakat desa setempat.

Sehari sebelumnya, Jumat (11/8) juga dilakukan penanaman di lokasi Desa Buniin, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tapin dan Kelompok Tani Hutan Desa Buniin, Kecamatan Piani, KPH Hulu Sungai, PT Adaro dan PT Harapan Warga Mandiri.

Bibit pohon yang ditanam antara lain mahoni, kopi, jengkol, sawo, kayu manis, pulantan, mangga dan sebagainya.

“Ekspedisi Meratus 2023 ini merupakan bagian dari menyemarakkan Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalsel dan Hari Kemerdekaan RI melalui kegiatan penanaman. Ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel untuk menggelorakan revolusi hijau untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup Kalsel,” tutur Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzahra.

Pihaknya berharap bibit yang sudah ditanam ini dapat dipelihara masyarakat dengan baik, sehingga kedepannya dapat memberikan manfaat langsung secara ekonomi dan manfaat tidak langsung dengan meningkatnya kualitas lingkungan hidup.

Ekspedisi Meratus merupakan kegiatan penjelajahan desa-desa terpencil di kawasan Pegunungan Meratus, mengeksplor potensi keanekaragaman hayati, budaya, wisata dan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2023 ini juga dibarengi kegiatan pendakian puncak – puncak pegunungan Meratus. (Pena.hijau-RIW/RDM/RH)

Dorong Ekonomi dan Keuangan Digital Banua, BI Kalsel Kembali Gelar Festival Antasari

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Festival Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini (Antasari) tahun 2023. Kegiatan yang ditujukan untuk mendorong pengembangan ekosistem dan keuangan digital di Kalimantan Selatan itu, digelar dari 13 Agustus hingga 14 Oktober 2023 mendatang. Pembukaan atau kick off Festival Antasari 2023 dilaksanakan di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, pada Minggu (13/8) malam.

Sekdaprov Kalsel (putih) berfoto bersama unsur perbankan Kalsel

Acara rutin tahunan Bank Indonesia ini, dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Wahyu Pratomo, dan sejumlah pimpinan perbankan di Kalsel.

Sekdaprov Kalsel (putih) berbelanja menggunakan QRIS usai membuka Festival Antasari

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan perkembangan teknologi digital tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tren digitalisasi turut mempengaruhi sendi – sendi perekonomian, mengubah pola transaksi masyarakat, dan tatanan bisnis konvensional.

“Pola konsumsi masyarakat pun bergeser dalam bertransaksi menggunakan platform digital dengan berbagai fasilitas layanan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” tutur Wahyu.

Wahyu berharap, Festival Antasari dapat mewujudkan ekonomi keuangan Kalsel yang inklusif serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan volume dan nominal transaksi QRIS.

“Secara nasional, Kalsel memiliki target volume transaksi QRIS di angka kurang lebih 6,9 juta transaksi di tahun 2023. Selain itu, Kalsel juga memiliki target pengguna QRIS baru sebanyak 290 ribu,” ujar Wahyu kepada wartawan usai pembukaan.

Hingga Juni 2023, jumlah merchant QRIS di Kalsel mencapai sekitar 281 ribu merchant/pedagang. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 45,24% dibanding Juni tahun 2022.

“Hal tersebut juga sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kalsel yang telah mencapai sekitar 475 ribu pengguna, atau meningkat sebesar 166,25% dibanding Juni 2022. Jumlah merchant maupun user QRIS diperkirakan akan terus meningkat sampai akhir tahun 2023,” kata Wahyu.

Capaian ini, menurut Wahyu, tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi bersama dengan penyelenggara jasa pembayaran (PJP), pemerintah daerah, dan lembaga/instansi terkait lainnya dalam konteks mendigitalkan Banua.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, mengapresiasi langkah BI Kalsel, mendigitalkan Banua.

Upaya mengakselerasi transaksi digital di Kalsel, juga sudah dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi dari Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Kami berharap, Festival Antasari 2023 dapat meningkatkan pemahaman masyarakat soal pemanfaatan teknologi digital, sehingga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalsel,” harap Roy di hadapan wartawan.

Festival Antasari diisi dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari kick-off yang dirangkaikan dengan kegiatan Banker’s Day 2023, Antasari Cashless Days selama 7 pekan, di mana PJP akan memberikan promo di ratusan merchant yang tersebar di Kalsel.

Selain itu, ada pula Pesta Rakyat Banua yang dirangkai dengan Pekan QRIS Nasional, Seminar Perlindungan Konsumen dan Transaksi Pembayaran Digital, Fun Run bertema “Banua Bukah Baimbaian”, High Level Meeting (HLM) TP2DD, serta dimeriahkan berbagai macam perlombaan dan ditutup dengan hiburan dan konser amal untuk warga Banua. (RIW/RDM/RH)

Lomba Membuat Kue Masubah, Kenalkan Kuliner Khas Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka menghidupkan kembali khasanah kuliner khas masyarakat Banjar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata menggelae lomba membuat wadai (kue) Masubah, di Siring 0 Km Banjarmasin, Sabtu (12/8).

Kegiatan ini masih dalam rangkaian Festival Budaya Pasar Terapung dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-73.

Turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Dalam sambutannya, Roy mengapresiasi atas diselenggarakannya lomba membuat wadai Masubah ini. Ia mengajak masyarakat di Banua agar mencintai kuliner daerah. Selain itu, juga meminta kepada peserta untuk bertanding secara sportif.

“Bertandinglah secara sportif, pastikan cita rasa, tekstur, plating, dan kebersihannya sudah bagus, karena itu pasti masuk dalam aspek penilaian” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifudin menyampaikan, bahwa wadai Masubah ini merupakan salah satu kuliner khas dari Sungai Jingah, salah satu kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin.

Wadai ini, lanjutnya, sempat populer pada zaman dahulu, namun sayang saat ini wadai Masubah hanya ada pada saat tertentu saja seperti pasar wadai ramadhan yang menjajakan wadai kue khas Banjar.

Kue Masubah sendiri memiliki cita rasa yang unik dan kuat akan rempah, seperti kayu manis, adas manis, dan juga cengkeh yang menjadi bahan utamanya.

“Kue ini dulunya sangat populer di masyarakat, pada momen ini kita coba angkat kembali wadai Masubah, karena saat ini banyak orang yang tidak tahu,” terangnya.

Syarifuddin berkomitmen kedepan pihaknya akan terus menggali kearifan kuliner lokal agar wadai atau kue khas yang dulu sempat populer bisa terangkat kembali.

Para peserta dari 22 SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tampak sangat antusias mengikuti lomba membuat kue masubah.

Salah satunya, Direktur RSUD dr H. Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo. Ia mengaku baru mengetahui dan mencicipi kue Masubah ini melalui kegiatan tersebut. Selain melestarikan kuliner khas Banua, menurut Among, lomba ini juga sebagai upaya promosi kepada masyarakat luas.

“Saya secara pribadi belum pernah merasakan. Ini baru tahu ada kue Masubah ini. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini sekaligus promosi kuliner khas Banjar sehingga menambah wawasan citra warisan budaya Kalsel,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Empat Negara Delegasi Meriahkan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2023

BANJARMASIN – Pelaksanaan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2023, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena dimeriahkan empat Negara bertempat di Siring Nol Km Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, resmi membuka Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2023, pada Jumat (11/8) petang.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat memberikan komentarnya

Kepada sejumlah wartawan, Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, setelah meninjau ke stand-stand Kampung Banjar mengatakan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2023, kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-73 tahun, dan menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun. Ia mengapresiasi, kehadiran empat Negara menyaksikan yaitu Korea Selatan, Turki, Taiwan dan Romania.

“Dengan hadirnya mereka ini dapat memperkenalkan secara langsung potensi pariwisata, budaya dan kuliner, agar dikenal oleh seluruh dunia,” ucapnya

Disampaikan Roy, dengan didatangkan delegasi dari empat negara sahabat ini, juga sekaligus memperkenalkan Geopark Meratus, dimana saat ini sudah didaftarkan untuk masuk ke dalam jajaran UNESCO Global Geopark, agar dapat dikenal oleh mereka keindahan alam dari pegunungan Meratus tersebut.

“Ke depan event ini lebih meriah dan dapat mendatangkan banyak lagi tamu dari negara sahabat,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak Kementerian Dalam Negeri yang telah membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam mengkoordinasikan kedatangan Delegasi dari empat negara sahabat ini. Ia berharap, Kalsel tidak hanya dikenal di Nusantara, namun hingga ke Mancanegara.

Kadispar Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat diwancara awak media

“Ada banyak keragaman budaya dan keindahan wisata di Kalsel, yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” tutupnya

Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2023, dihadiri secara langsung dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Unsur Forkopimda Kalsel, Perbankan Kalsel, Bupati dan Walikota Se Kalsel serta tamu undangan lainnya.

Foto bersama : Sekdaprov Kalsel didampingi pihak Kemendagri (ditengah) bersama Unsur Forkopimda Kalsel

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2023, yang juga merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-73 ini diantaranya ada lomba kelotok hias SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, lomba hias Astokona, balap dayung, pawai karnaval, dan lomba membuat kue Banjar antar SKPD Pemprov Kalsel, serta dimeriahkan stand Kampung Banjar dari 13 kabupaten/kota dan juga stand UMKM. Kegiatan dilaksanakan dikawasan Siring 0 KM Banjarmasin, mulai 11 – 15 Agustus 2023. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Lepas 9 Regu Lomba Gerak Jalan Kategori 20 K Putera

BANJARBARU – Dengan mengayunkan bendera start, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin melepas peserta lomba gerak jalan 20 K di halaman kantor Sekdaprov Kalsel, Banjarbaru, pada Minggu (13/8) pagi.

Acara lomba gerak jalan Piala Bergilir Gubernur Kalimantan Selatan Paman Birin yang rutin digelar tiap tahun ini, merupakan kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan untuk memeriahkan hari jadi ke-73 Kalsel dan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 9 regu dari kategori 20 K Putera, merupakan delegasi dari Yonif 623, Yonif 621, Ditsamapta Polda, KORMI Banjar, TNI AL, Denzipur 8/GM, Ditpolairud, Saka Bhayangkara Ditpolairut dan TNI AU.

Penilaian lomba gerak jalan ini adalah ketepatan waktu, keutuhan regu dan semangat, kedisiplinan, kerapian

Dalam sambutannya, Paman Birin mengatakan, bahwa lomba gerak jalan yang rutin digelar tiap bulan Agustus, mengandung makna yang dapat menggugah semangat, mengingat sejarah, dan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan Banua.

“Melalui lomba gerak jalan ini, saya mengharapkan, para peserta dapat mengaplikasikan, semangat dan makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga dapat menjadi pioneer atau teladan, sebagai generasi yang mencintai bangsa dan banua, generasi yang menghargai jasa para pahlawan, serta generasi yang terus berupaya, untuk mewujudkan cita-cita para pejuang, dan para pendiri bangsa dan banua kita,” ucap Paman Birin.

Ia juga mengenang masa kecilnya ketika mengikuti Lomba Gerak Jalan Agustusan, menurutnya waktu itu Ia mengikuti lomba tersebut berbeda jauh dengan yang sekarang.

“Lomba gerak jalan sekarang ini 20 Kilometer sementara di jaman saya itu jauhnya mencapai 45 Kilometer. Pokoknya sampai sepatu di taruh di pundak jauhnya dari Banjarmasin-Banjarbaru. Dan saya ditunjuk menjadi Komandan sama seperti sampeyan,” ujar Paman Birin disambut tepuk tangan peserta.

Paman Birin juga berpesan agar para peserta dapat mengikuti lomba gerak jalan ini dengan penuh semangat.

“Apa pun hasil yang didapatkan nantinya, yang terpenting adalah semangat kita dalam mengikuti, memeriahkan, serta memaknai hari yang bersejarah bagi bangsa dan Banua kita,” tutupnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Kukuhkan Pengurus KKB Pusat, Bergerak ke Arah yang Lebih Baik

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, melantik pengurus Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) periode 2023 – 2028 di Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Minggu (13/8). Paman Birin saat ini juga menjabat Ketua Dewan Pembina KKB Pusat.

KKB yang dibentuk pada 22 Februari 1953 ini, merupakan organisasi suku Bakumpai yang berdomisili di wilayah Provinsi Kalsel, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Acara yang turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Ariyanto, dan Sekdaprov Kalteng Nuryakin ini, merupakan rangkaian kegiatan setelah Yuni Abdi Nur Sulaiman ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua KKB Pusat, pada Musyawarah Nasional IV sebelumnya di Banjarmasin.

Paman Birin dalam sambutannya, menggarisbawahi kalimat yang ada dalam catatan sejarah KKB, yakni bergerak ke arah yang lebih baik.

“Bergerak ini juga kita gelorakan, dan bergerak juga diartikan jangan pangoler (pemalas,red),” ujar Paman Birin.

Paman Birin memotivasi warga KKB agar tidak menyerah dengan kondisi atau masalah yang datang, termasuk ancaman El-Nino.

Gubernur juga berharap, kedepannya KKB di bawah kepemimpinan Yuni Nur Abdi, mampu membawa kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Ketum KKB Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diamanatkan kepadanya untuk memimpin organisasi ini.

Yuni berjanji akan membawa KKB lebih dikenal masyarakat dan memberikan manfaat melalui program-program positif.

“Amanah yang pian berikan ini sama dengan amanah ayahanda almarhum Sulaiman HB,” ujarnya.

Pelantikan juga diisi dengan tausiyah oleh Habib Fahmi Al Mihdar dari Probolinggo dan Habib Rifky Alaydrus dari Jakarta. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Lepas Peserta Gerak Jalan 10 K, Paman Birin Kobarkan Semangat Pahlawan

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin melepas lomba gerak jalan 10 K, yang diikuti pelajar SMA/SMK se-Kalsel di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Banjarbaru pada Sabtu (12/8) siang.

Pelepasan peserta gerak jalan ini dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalsel dan HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Tahun 2023.

Dihadapan ratusan pemuda-pemudi pelajar se-Kalsel itu, Paman Birin kembali mengobarkan semangat pahlawan yang harus selalu diwarisi. Terlebih untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

“Kita harus memiliki semangat pahlawan untuk menghadapi berbagai tantangan. Apalagi, sebentar lagi Ibukota Nusantara akan pindah ke Kalimantan Timur,” kata Paman Birin.

Perpindahan Ibukota Nusantara (IKN) ke Kaltim, jelas Paman Birin, akan menjadikan Kalsel sebagai pintu gerbangnya.

“Tagline kita hari ini Kalsel Babussalam yang artinya pintu keselamatan sebagai pintu gerbang Ibukota Nusantara,” ungkap Paman Birin.

Disampaikan Paman Birin, mindset generasi muda saat ini, adalah siapa pun yang tinggal di bumi Kalimantan akan selamatan berataan.

“Adik-adik semua selamat barataaan, masuk surga barataan,” kata Paman Birin.

Diakhir sambutannya, Paman Birin menyampaikan yel penyemangat “Merdeka” yang dijawab ratusan siswa dengan kata “Merdeka”, kemudian “Bergerak”, dijawab “Yes” serta “Anak Banua Kalimantan Selatan”, dijawab “Yes”.

Lomba gerak jalan 10 K yang dilepas langsung Paman Birin ini, adalah untuk kategori SMA/sederajat yang diikuti 28 tim, terdiri masing-masing 15 orang/tim. Selain itu juga diikuti kelompok kategori dewasa putri 9 tim (15 orang/tim).

Sebelumnya pada pagi harinya, juga dilakukan pelepasan peserta gerak jalan 5 K untuk kategori SD 10 tim (11 orang/tim), SMP 26 tim (11 orang/tim) dan SKPD 13 tim ( 15 orang/tim).

Untuk gerak jalan peserta 20 K akan diikuti kategori Dewasa Putra 10 tim (17 orang/tim) yang akan dilaksanakan pada Minggu (13/8) pagi.

Perkiraan total peserta untuk semua lomba gerak jalan mencapai sekitar 1.316 orang. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Yani Serukan Program Relaksasi Untuk Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

TANAH BUMBU – Pemberian insentif yang diberlakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel khusus kendaraan bermotor (ranmor) dari 1 Juli – 31 September terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai wajib pajak. Termasuk Bea Balik Nama (BBN II) yang juga berakhir pada 9 Desember 2023.

Selain sebagai bentuk menyambut perayaan Hari Jadi (Harjad) Provinsi Kalsel ke 73 dan HUT RI ke 78 juga bertujuan untuk meringankan beban perekonomian masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, meminta agar masyarakat dapat memaksimalkan program tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan dengan digelarnya sosialisasi Perda Pajak Daerah tersebut dapat menjadi pemahaman penting bagi masyarakat. Bahkan, bulan ini bisa dimanfaatkan,” ujarnya usai menggelar Sosialisasi Propem, Rancangan Perda, Perda dan Rancangan Perundang-Undangan (Sosper) Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah, Jumat (11/8) sore.

Apalagi, kata dia, kebijakan yang diberikan selama tiga bulan itu juga menerapkan program diskon hingga penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Wajib pajak yang membayar tepat waktu itu mendapatkan diskon. Terlebih, ada kendaraan yang sudah menunggak puluhan tahun mendapatkan pemotongan. Nah, ini yang diberikan Pemprov Kalsel untuk masyarakat khususnya di Tanah Bumbu,” ungkap Paman Yani (sapaan akrab) yang juga membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Batulicin, Hariyadi, menyampaikan, supaya masyarakat selaku wajib pajak (wp) dapat memanfaatkan momen dari program tersebut secara maksimal. Bahkan, banyak keuntungan yang didapatkan.

“Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Paman Yani tentu juga berdampak positif. Sehingga masyarakat juga mengetahui apa saja keunggulan dari program relaksasi yang diterapkan Pemprov Kalsel,” paparnya.

Ditambahkannya, untuk diskon pajak kendaraan bermotor (PKB) berlaku dari 1 Juli – 31 September 2023. Sedangkan untuk BBN II berakhir 9 Desember 2023.

“Silahkan manfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Maksimalkan Penerimaan PAP, Paman Yani Sosialisasikan Perda Pajak Daerah ke PT JAL

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, turut mengingatkan, agar setiap perusahaan yang terdaftar resmi sebagai penyumbang Pajak Air Permukaan (PAP) dapat mematuhi perundang-undangan yang berlaku. Seperti yang tertuang di dalam Perda Nomor 05 Tahun 2011 soal penerimaan Pajak Daerah.

Kali ini, legislator dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru menyambangi perusahaan yang bergerak di industri perkebunan sawit. Tepatnya di kawasan JAL 26 (PT Jhonlin Agro Lestari), di Desa Mentawakan Mulia, Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (11/8) sore.

Kedatangannya ini, tak lain untuk memberikan pemahaman lebih dalam soal pajak daerah melalui Sosialisasi Propem, Perda, Rancangan Perda dan Perundang-Undangan.

Terkhusus, penekanannya itu lebih mengenalkan berapa besaran tarif untuk pemakaian Pajak Air Permukaan (PAP) yang digunakan untuk aktivitas industri persawitan.

“Yang jelas, tujuannya mendorong perusahaan agar mampu memahami perda ini serta ikut berkontribusi dengan cara taat membayar pajak salah satunya PAP,” ujarnya.

Ia mengemukakan, untuk melakukan penerimaan PAP tentu tidak sembarangan. Karena ada klasifikasinya. Hal ini pun jelas juga dirincikan didalam perda tersebut.

“Ini pun sebagai bentuk upaya kita agar tunggakan PAP dari sejumlah perusahaan tak bakal terjadi,” ungkap legislator yang sering akrab disapa Paman Yani.

Sementara itu, General Manager PT JAL, Muhammad Imran, turut memberikan apresiasi atas kesedian anggota DPRD Kalsel itu untuk menyampaikan secara langsung soal isi di dalam perda pajak daerah. Baik pengenaan tarif pemakaian atau pun sebaliknya.

“Jarang ada anggota DPRD Kalsel yang secara langsung turun ke lapangan dan mau mensosialisasi perda ini,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)

Mitigasi El Nino, Mentan SYL Tanam Padi di Barito Kuala

BATOLA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan panen raya padi, sekaligus pencanangan tanam 1.000 hektar per kabupaten se Kalimantan Selatan di Kabupaten Barito Kuala, pada Jumat (11/8) siang.

Mentan saat menanam padi di Batola

Selain menanam padi, Mentan juga menggelorakan penggunaan pupuk organik dengan Elisitor Biosakan, yang dapat dibuat sendiri oleh petani, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrem yang menyebabkan kemarau panjang (El Nino).

Mentan saat mempraktikkan pembuatan pupuk organik

“Pertanian adalah sektor yang paling siap memperbaiki, membahagiakan dan mensejahterakan hidup manusia. Oleh karena itu, pertanian di Barito Kuala harus semakin bagus walaupun dihadapkan dampak perubahan iklim ektrim El Nino, karena air masih tersedia. Kegiatan tanam harus terus kita lakukan,” ujar Mentan saat panen dan tanam di Desa Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Barito Kuala.

Mentan SYL mengajak pemerintah Kabupaten dan petani Barito Kuala untuk mandiri dalam membangun pertanian, mengingat APBN sektor pertanian yang terbatas. Pemerintah menyediakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang cukup besar untuk petani yang dapat digunakan untuk mengadakan alat mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi lainnya.

Saat ini menuruti Mentan, dibutukan 500 ribu hektar tambahan untuk perkuat stok beras nasional yang diperkirakan menghasilkan gabah 3 juta ton dan beras 1,5 juta ton. Dan di Kalimantan Selatan, ditargetkan ada 100 ribu hektar, dimana 3.000 hektar adalah dari Barito Kuala.

“Kita siap bantu benih, pompa air, combine harvester dan hingga kesiapan pasar,” janji SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menambahkan, berdasarkan pengalaman kejadian El Nino tahun 2015, provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan sangat berkontribusi pada produksi beras. Sebab saat El Nino terjadi lahan-lahan rawa yang biasa airnya tinggi justru menjadi lahan potensial ditanami padi.

“Jadi sesuai petunjuk Bapak Menteri pada bulan Agustus-September ini mengejar luas tambah tanam 500.000 hektar di 10 provinsi. Tidak hanya menghandle tanam hingga panen tapi sekaligus asuransi, KUR, penggilingan hingga offtaker dan pasarnya sebagai cadangan pangan,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Barito Kuala, Mujiyat mengatakan, menghadapi dampak El Nino, pertanian di Barito Kuala sangat membutuhkan bantuan pompanisasi dan pipanisasi yang memadai. Meski begitu, hingga saat ini perkembangan pertanian di Barito Kuala tidak menghadapi kendala karena budidaya dan panen padi terus berlangsung, dilakukan meskipun di musim kemarau.

” Saat pandemi COVID-19, Barito Kuala dilanda banjir. Tapi hari ini padi tumbuh baik, mulai menguning dan mulai panen. Panen padi di Barito Kuala sudah mulai sejak Mei,” katanya.

Perlu diketahui, pada kegiatan ini Mentan SYL menyerahkan bantuan untuk Kabupaten Barito Kuala sebesar Rp3,82 miliar. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version