Polda Kalsel Gelar Sosialisasi Dampak El Nino Terhadap Ketahanan Pangan

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Dampak El Nino dan Langkah Antisipasi serta Penanaman Padi dan Perkebunan Sawit Rakyat.

Sosialisasi dipimpin oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, di Aula Mathilda, Senin (28/8).

“Sosialisasi ini digelar dalam rangka untuk mempertahankan ketahanan pangan di Provinsi kalimantan Selatan, berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat,” ungkap Kapolda.

Kementerian Pertanian memiliki dua program dalam upaya ketahanan pangan pada saat El Nino terjadi ini.

“Program tersebut yaitu untuk lahan pertanian serta perkebunan,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Andi, pihaknya mengundang narasumber dari Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi kalimantan Selatan. Untuk mendengarkan penjelasan dari kedua Dinas tersebut.

“Berdasarkan arahan dari pemerintah, agar Polda Kalsel turut serta mengawal kedua program tersebut.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi kalimantan selatan turut serta menjaga ketahanan pangan di Kalsel ini. Dengan membantu para petani dalam melakukan penanaman padi di musim kemarau ini.

Seperti yang disampaikan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman.

“Penanaman padi yang dapat dilakukan pada saat musim kemarau ini, dengan melihat lahan yang masih memiliki kandungan air. Dengan masa tanam kurang dari tiga bulan, sudah bisa dipanen,” tutur Syamsir.

Untuk melakukan hal tersebut, lanjutnya, tentu petani tidak bisa melakukan sendiri. Maka, perlu dibantu oleh pihak pihak terkait lainnya. Seperti, TNI dan Polri. (SRI/RDM/RH)

Mudahkan Pembelian Beras SPHP, Bulog Kalsel Gandeng 135 Pedagang di Banua

BANJARMASIN – Seiring dengan masih tingginya harga beras lokal Kalimantan Selatan, masyarakat pun mulai terbiasa mengonsumsi beras dari luar Kalsel, termasuk beras SPHP dari Bulog.

Salah satu pengecer beras SPHP di pasar Sederhana

Tercatat ada 135 pedagang beras di 13 kabupaten kota di Kalsel, yang sudah berstatus sebagai pengecer beras SPHP dari Bulog ini. Dimana sebagian besar diantaranya, berada di 9 pasar tradisional dan ritel modern yang ada di kota Banjarmasin.

Kepada wartawan, usai melakukan sidak di pasar Sentra Antasari Banjarmasin pada Senin (28/8) pagi, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kalsel, Taufan Akib menjelaskan, penjualan beras SPHP melalui pedagang atau pengecer ini, untuk memudahkan masyarakat membeli tanpa harus menunggu dalam antrean.

“Selama ini kan penjualan beras SPHP dilakukan saat pasar murah atau operasi pasar. Kalo beli di situ kan lama mengantrenya. Nah dengan dijual melalui pengecer, maka masyarakat dapat dengan mudah membeli beras ini”, jelasnya.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kalsel (dua dari kanan) saat sidak di pasar Sentra Antasari Banjarmasin

Lebih lanjut Taufan memastikan, harga jual beras SPHP di tingkat pengecer ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan pasar murah atau operasi pasar. Yakni dengan kisaran 49 ribu hingga 49.500 rupiah per sak atau 5 kilogram.

Sementara itu, menurut pedagang beras di pasar Sederhana Teluk Dalam Banjarmasin, Ahmad, dalam sehari terbilang banyak orang yang mencari beras SPHP ini. Sementara jumlah stok yang dipasok Bulog kepada dirinya, hanya sebanyak 2 ton setiap pekannya.

“Ini sudah dibatasi 2 sak per orang. Kalo tidak dibatasi, bisa habis jatah pasokan dari Bulog sebelum satu pekan”, ujarnya kepada wartawan.

Sasaran sidak yang dilakukan Bulog Kanwil Kalsel kali ini, adalah pasar Sentra Antasari dan pasar Sederhana Teluk Dalam Banjarmasin. Di pasar Sentra Antasari, ada satu pedagang atau pengecer beras SPHP yang didatangi, yakni toko Adi Intalu. Sedangkan di pasar Sederhana Teluk Dalam, setidaknya ada 4 toko yang dikunjungi, termasuk toko Ahmad yang berada di bagian los pasar paling depan. (RIW/RDM/RH)

Jamin Kebutuhan Uang Kartal, BI Kalsel Perpanjang Kerja Sama Kas Titipan dengan Bank Kalsel Batulicin

BANJARMASIN – Untuk menjamin kebutuhan uang kartal bagi masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali memperpanjang perjanjian kerja sama (PKS) kas titipan dengan Bank Kalsel Cabang Batulicin. Penandatanganan PKS tersebut dilakukan di Kantor BI Kalsel, Banjarmasin, akhir pekan lalu. Perjanjian kerja sama kas titipan itu berlaku hingga dua tahun mendatang.

Kepala KPw BI Kalsel (dua dari kiri) berfoto bersama usai penandatanganan perpanjangan PKS kas titipan

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan, kas titipan merupakan kegiatan penyediaan uang Rupiah milik Bank Indonesia, yang dititipkan di Bank Umum untuk menjamin kebutuhan uang kartal di daerah yang sulit dijangkau kantor BI.

Kepala KPw BI Kalsel (pegang mic) didampingi Dirut Bank Kalsel saat memberikan sambutan

Hal itu, kata Wahyu, merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pengelolaan uang Rupiah oleh BI yang diamanatkan oleh Undang-Undang No.7/2011 tentang Mata Uang.
Dimana plafon layanan kas titipan Batulicin sebesar Rp150 miliar, untuk melayani kebutuhan uang kartal bagi masyarakat Tanah Bumbu dan sekitarnya.

“Selain Bank Kalsel sebagai bank pengelola kas titipan, saat ini ada 11 bank umum yang menjadi peserta kas titipan di Batulicin, yakni Bank Mandiri, BSI, BCA, BRI, Danamon, BNI, Bank Mega, Bank Sinarmas, BTN, dan Bank Panin,” tutur Wahyu.

Wahyu juga mengatakan, perpanjangan perjanjian kerja sama kas titipan dengan Bank Kalsel dilakukan secara cermat. Yaitu, BI Kalsel melakukan pemantauan secara menyeluruh. Dari hasil pemantauan tersebut, lanjut Wahyu, kehadiran kas titipan Batulicin mampu memenuhi kebutuhan stok uang layak edar, menampung uang kartal yang dimiliki, serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar untuk kebutuhan transportasi.

“Selain itu, secara mayoritas bank peserta kas titipan sangat puas dengan dengan ketersediaan jumlah uang dan jenis pecahan yang dibutuhkan, kondisi uang yang diterima, dan kapasitas khazanah untuk menampung kelebihan uang yang dimiliki,” ungkap Wahyu.

Wahyu juga menambahkan, BI Kalsel akan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk penyediaan uang kartal bagi masyarakat. Hal itu tidak akan tercapai tanpa kolaborasi yang baik dengan Bank Kalsel selaku bank pengelola kas titipan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan, perpanjangan kerja sama kas titipan di Batulicin ini merupakan bukti nyata bahwa Bank Kalsel Cabang Batulicin mampu memberikan pelayanan yang terbaik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.

“Pada kesempatan ini, kami bersyukur dan mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan BI Kalsel kepada Bank Kalsel*, harapnya.

Momentum perpanjangan kerja sama kas titipan ini, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Bank Kalsel Cabang Batulicin kepada bank peserta dan masyarakat.

Fachrudin juga menegaskan, selain di Batulicin, Bank Kalsel juga dipercaya sebagai bank pengelola kas titipan di Tanjung, Kabupaten Tabalong. Dengan jumlah plafon yang sama, yakni sebesar Rp150 miliar.

Bank Kalsel Cabang Tanjung juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Banua. (BI.Kalsel-RIW/RDM/RH)

Tangkal Berita Hoax, Diskominfo Kalsel Gelar IHT

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, menggelar In House Training (IHT) Tangkal Berita Hoax, di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel, Jum’at (25/8).

Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, kegiatan ini sangatlah penting, dikarenakan upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memberikan dukungan dan bantuan, sebagai seorang ASN dan Non ASN, yang berperan dan berkewajiban untuk menangkal isu-isu yang akan muncul menjelang Pemilu 2024.

“Sebagai seorang Staff di Diskominfo mempunyai kewajiban untuk menangkal isu-isu yang akan muncul bertubi-tubi menjelang pemilu,” ungkap Muslim.

Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan ASN dan Non ASN tidak meneruskan pesan-pesan media sosial, apabila pesan tersebut terindikasi HOAX.

“Kita harus memberikan kontra bagaimana mengidentifikasi pesan-pesan terindikasi HOAX,” lanjut Muslim.

Kegiatan IHT tersebut, akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih besar, yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi Kalsel, agar semakin banyak yang memahami penangkalan berita HOAX.

“Bahkan akan kami lanjutkan ke masyarakat, agar semakin nanyak orang yang memahami, maka akan semakin banyak orang yang mengerti berita-berita yang mengandung HOAX,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Ajak Penerbit dan Produsen Karya Rekam Serahkan Karya ke Perpustakaan

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak penerbit dan produsen karya rekam untuk menyerahkan karya ke perpustakaan palnam.

Suasana Sosialisasi Undang-Undang Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam yang dilaksanakan Dispersip Kalsel

Hal itu disampaikan, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani kepada wartawan, usai membuka acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SS KCKR) di salah satu hotel berbintang, pada Kamis (24/8) kemarin.

Menurut Nurliani, dengan adanya sosialisasi Undang-Undang tersebut sejak tahun 2019 hingga sekarang, Dispersip Kalsel mendapatkan banyak buku deposit karya cetak para penulis Banua.

“Namun, untuk koleksi karya rekam masih kurang,” katanya.

Oleh karena itu, Nurliani mengajak penerbit dan produsen karya rekam untuk menyerahkan karyanya ke Dispersip Kalsel karena secara tidak langsung akan mendukung tersedianya koleksi bahan perpustakaan yang bisa diakses masyarakat.

“Apalagi Perpustakaan Palnam telah memiliki gedung teater yang dapat dimanfaatkan untuk menayangkan karya rekam,” jelasnya.

Ditambahkan Nurliani, Dispersip Kalsel juga pro aktif untuk menambah koleksi KCKR dengan berkunjung ke kabupaten/kota di Kalsel.

Sementara, narasumber sosialisasi, Pustakawan Ahli Muda Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpusnas, Wijiyanto mengungkapkan Perpusnas telah menerima sebanyak 200 penerbit asal Kalsel yang menyimpan karya cetak dan karya rekam hingga tahun 2023.

“Hal ini membuktikan bahwa Kalsel merupakan salah satu provinsi yang cukup maju untuk pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam,” terangnya.

Ditambahkan Wijayanto, sosialisasi pada tahun ini fokus kepada serah simpan karya rekam menjadi potensi di Kalsel karena karya rekam sebagai hasil budaya bangsa perlu dilestarikan dan menjadi bukti bagi perkembangan generasi bangsa nantinya.

Untuk diketahui, kegiatan yang mengangkat tema tentang “Literasi Informasi Melalui Karya Rekam” diikuti sekitar 100 orang peserta, antara lain Dispersip tingkat kabupaten/kota di Kalsel, penggiat seni di bidang karya cetak dan karya rekam, serta jurnalis. (NRH/RDM/RH)

Paman Yani Soroti Aset Bangunan dan Listrik di PBAPL Kotabaru

KOTABARU – Komisi II DPRD Kalsel menyoroti sejumlah fasilitas yang ada di UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Kotabaru. Mulai dari masalah listrik hingga sebagian bangunan yang sudah mulai lapuk.

Paman Yani dan Akhmad Baihaki beserta jajarannya saat melihat langsung bangunan yang sudah lapuk dan harus segera mendapat penanganan (rehab)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, berbagai fasilitas menjadi perhatian serius. Yang mana, masih ada terdapat bangunan yang dikatakan kurang memadai dalam pelaksanaan pembibitan benih ikan di UPTD milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel tersebut.

“Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Lihat saja atapnya yang sudah mulai bolong semua dan kami juga menemukan alat filterisasi air laut juga sudah terbilang lama sehingga perlu diganti yang baru. Terlebih, apabila ini tidak disegerakan maka berpengaruh besar terhadap pengembangan pembibitan ikan disini,” ujarnya, usai meninjau sejumlah lokasi bangunan di UPTD BPBAPL Kotabaru dalam kunjungan kerjanya, Jumat (25/8).

Paman Yani saat memantau aktivitas produksi pembibitan ikan dan bangunan sudah banyak yang lapuk

Terlebih, ia menyebutkan, persoalan belum diserahkannya aset juga menjadi alasan belum dapat dimaksimalkannya perbaikan.

“Sebenarnya kita sudah urus itu, mulai dari tahun 2019 hingga sekarang ini. Bahkan, Sekdakab hingga dinas kelautan dan perikanan dari Pemkab Kotabarunya akan tetapi belum juga memberikan respon. Namun demikian, aset tetap menjadi perhatian kami termasuk sarana prasarananya bahkan tempat penangkaran pembibitan juga tak dapat digunakan karena atapnya yang bolong,” bebernya.

Sampai sekarang, kata Paman Yani (sapaan akrab), belum ada serah terima aset antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

“Kondisi balai juga ada beberapa yang memprihatinkan. Mau kita ganti tetapi susah karena sampai saat ini belum ada penyerahan aset ke Pemprov Kalsel,” ungkap legislator dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Provinsi Kalsel.

Tak sampai disitu, ia juga mengharapkan, agar PT PLN Kalselteng juga dapat memberikan perhatian yang sama kepada wilayah terujung kepulauan di Kabupaten Kotabaru.

“Kita tahu kalau ini adalah diujung pulau. Persoalan listrik juga kadang nyala kadang padam. Tentu, kami berharap untuk memperhatikan daerah ini karena rencananya bakal ada dibangun industri besar yakni pelabuhan besar skala regional kalimantan yang bisa saja nanti diatasi. Meski begitu, nantinya juga akan berpengaruh terhadap keberlangsungan balai ini,” paparnya.

Terkait penangkaran bawal bintang, ia berpesan, Balai PBAPL Kotabaru harus benar-benar serius dalam pengawasan agar tak terjadi lagi pencurian dari bibit ikan tersebut.

“Tetapi Kepala BPBAPL sudah mengkondisikan supaya ada indukan baru. Treatmennya pun juga tidak mudah sehingga perlu ekstra, di mana bibitnya itu asli dari Taiwan. Nah, soal pencurian sudah diatasi bersama dengan Pemdes dan Polsek setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai PBAPL Kotabaru, Akhmad Baihaki, menyebut, alasan terjadinya pencurian ikan (bawal bintang) memang saat ini kondisi rumah jaga yang dimiliki kondisinya juga tak layak ditinggali. Sehingga, perlu mendapatkan perhatian serius.

“Petugas di sana juga kesusahan. Sehingga, kondisi ini yang dimanfaatkan orang yang tak bertanggungjawab untuk melakukan itu dan jangka panjangnya kami juga sudah bekerjasama dengan kepolisian ditambah lagi masalah itu sudah selesai. Selanjutnya, kami akan memperbaiki fasilitas rumah jaga dipenangkaran,” tuturnya.

Diakuinya, kondisi listrik di daerahnya memang sering padam. Apalagi, datangnya hujan deras hingga cuaca ekstrim sering menjadi kekhwatiran mereka dalam menjalankan tugas. Terlebih, juga mempengaruhi kondisi keberlangsungan bibit ikan.

“Itu sangat mengganggu kegiatan pembudidaya. Kita ketahui, listrik sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas produksi di sini,” jelasnya.

Dia turut berterima kasih atas kunjungan yang dilaksanakan. Terlebih, ini menjadi momen perhatian dalam mendorong sektor ekonomi melalui pengembangan pembibitan perikanan di kepulauan Kabupaten Kotabaru.

“Kami sangat senang sekali karena Paman Yani mau melihat langsung kondisi balai di sini. Berharap juga, beliau bisa membantu tadi sempat melihat bagaimana sarana prasarananya. Karena selama kurang lebih 20 tahun kita hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin dan untuk rehab bangunan kami tak lakukan hal itu disebabkan belum adanya penyerahan aset,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)

Peringati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 71, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Selatan menggelar, bakti sosial pembagian paket sembako untuk tukang becak dan penggali kubur di Kota Banjarmasin, dilaksanakan di Gedung Chandra, Kamis Sore (24/8). Dalam kegiatan tersebut digelar juga Pasar Murah UMKM.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, kegiatan Pembagian Paket Sembako Pasar Murah dan UMKM ini, dalam rangka memperingati Kemerdekaan, sekaligus dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 71 Tahun 2023.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi

“Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI dan HKGB,” ungkap Kapolda, kepada sejumlah wartawan.

Polda Kalimantan Selatan tentunya turutserta membantu pengentasan kemiskinan di daerah. Bantuan yang diberikan tersebut, untuk warga kurang mampu di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdaprov Kalimantan Selatan Sulkan mengatakan, Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan memberi apresiasi terhadap Bakti Sosial yang digelar Polda Kalsel ini.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sulkan

“Kegiatan bakti sosial yang digelar Polda Kalsel ini, menciptakan kebersamaan, saling berbagi, kegembiraan, dan saling pengertian,” ujar Sulkan.

Sehingga, lanjutnya, harapan suasana damai seperti ini, dapat terus dipertahankan di Provinsi Kalimantan Selatan. Mengingat, saat ini menghadapi tahun politik, dan diselenggarakan Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang.

Sedangkan, Pemko Banjarmasin yang mendapatkan paket sembako untuk warganya yang berprofesi sebagai tukang becak dan penggali kubur tersebut, di wakili oleh
Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdako Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel ini, sebagai sebagai upaya strategi untuk mengatasi kemiskinan ekstrim di Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami berterimakasih atas bantuan dari Polda Kalsel,” ucapnya.

Machli berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilakukan di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Pelindo Dukung Polri Lestarikan Negeri, Serentak Tanam 21 Juta Pohon di Seluruh Indonesia

BANJARMASIN – Dalam rangka berkontribusi mencegah perubahan iklim, agar tercipta lingkungan yang lebih baik, Pelindo mendukung Polri pada program penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan seluruh anggota kepolisian di tingkat Polda hingga Polres dan Polsek setempat.

Jajaran Pelindo Sub Regional Kalimantan berfoto bersama unsur kepolisian usai penanaman serentak

Program penanaman pohon dengan total 21 juta pohon tersebut, salah satunya dilaksanakan di wilayah Polsek KPL Banjarmasin yang dihadiri langsung CEO Pelindo Sub Regional Kalimantan Fariz Hariyoso. Turut mendampingi Kapolsek KPL Banjarmasin Kompol Aryansyah, KSOP Kelas I Banjarmasin Agustinus Maun, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dan Insan Maritim lainnya pada Rabu (23/8).

Dalam sambutannya, Aryansyah menyampaikan, bahwa Polsek KPL Banjarmasin berpartisipasi menanam 200 bibit pohon dengan total 3.100 bibit di wilayah kota Banjarmasin. Dukungan penuh dari tiap pemangku kepentingan tiap wilayah, program penanaman pohon ini dapat menjadi motivasi bagi instansi lainnya, untuk dapat ikut menjaga lingkungan sekitar yang lebih baik. Khususnya menjaga alam Kalimantan yang merupakan oulau dengan peranan penting sebagai paru paru dunia.

Fariz Hariyoso dalam kesempatan lainnya, menegaskan komitmen Pelindo, dalam kangkah transformasi, salah satunya penerapan GreenPort yang dimulai dengan pola hidup ramah lingkungan oleh masing – masing Insan Pelindo.

Pola hidup ramah lingkungan itu, sejalan  dengan value perusahaan yaitu Loyal dan Harmonis.

“Khususnya karyawan Pelindo Sub Regional 3 Kalimantan, untuk dapat hemat energi, bijak menggunakan plastik, terlebih lagi Banjarmasin merupakan kota seribu sungai yang harus selalu dijaga kelestariannya dari pencemaran sampah,” ujarnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (25/8).

Aksi penanaman pohon anggota kepolisian ini, dipusatkan di kawasan RTH Kamboja Banjarmasin pada Rabu (23/8), yang dipimpin langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Andi Rian Djajadi. (RIW-PelindosubregionalKalimantan/RDM/RH)

Kontingen POPNAS ke 16 di Palembang, Resmi Dilepas Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 159 atlet yang menjadi peserta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) asal Kalimantan Selatan (Kalsel), akan mengikuti POPNAS ke 16 di Palembang, Sumatera Selatan. Keikutsertaan atlet pelajar tersebut juga bersama 38 pelatih dan 21 official.

Keberangkatan atlet muda tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dihalaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, Jum’at (25/8).

Foto bersama atlet POPNAS Kalsel bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Sahbirin Noor menyampaikan, para atlet kontingen Kalsel harus bisa bersaing dan menjadi yang terbaik di pegelaran tersebut. Bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang, maka dari itu, mari kita jadikan pelajaran dari sejarah ini untuk berjuang, termasuk bagi kontingen Kalsel di ajang POPNAS yang akan bertanding di tingkat nasional.

“Pelajaran sejarah yang bisa kita dapatkan adalah semangat juang dari pada pejuang yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan, ” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

‘Dalas Batapung Tali Salawar Haram Manyarah, Dalas Balangsar Dada Manyarah Kada’ inilah jati diri rakyat Banua Kalimantan Selatan. Menurut Paman Birin, ungkapan ini mengandung makna yang begitu mendalam, yakni Dalas Batapung Tali Salawar Haram Manyarah artinya suatu perbuatan nekat menyangkut membela harga diri Kalimantan Selatan, dan Dalas Balangsar Dada Manyarah Kada artinya adanya usaha yang sangat keras hingga akhir sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.

“kita harus tanamkan semangat dalam dada dan jiwa kita, ” lanjut Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah menyampaikan ucapan selamat berjuang kepada para peserta kontingen Kalsel di ajang bergengsi tersebut.

“Mudah-mudahan dari 16 cabang yang kita perlombakan ini dapat meraih prestasi,” tutup Hermansyah. (MRF/RDM/RH)

Harjad ke 73 Kalsel dan HUT RI ke 78, Pemprov Kalsel Gelar Gowes Bersama

BANJARBARU – Ribuan peserta Gowes yang yang berasal dari ASN dan Non ASN lingkup Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), antusias mengikuti Gowes bersama yang diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Kalsel ke 73 dan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke78, yang bertempat di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, pada Jum’at (25/8).

Gowes dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah, bersama seluruh Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, orang yang akrab disapa Paman Birin tersebut menyampaikan, gowes ini dilaksanakan, selain dapat mempererat jalinan silaturahmi para pecinta sepeda, juga dapat terus menjaga semangat, untuk hidup sehat, dengan senantiasa rutin berolahraga.

“Hari ini kita juga besepedaan pagi-pagi dan sekaligus memecah sejarah, yakni besepedaan dapat hadiah sapi 4 ekor dan hadiah 1 umroh,” ungkap Paman Birin.

Dengan rutin berolahraga ringan seperti bersepeda, sangat baik dan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita, sehingga kegiatan gowes juga sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuh.

“kondisi pandemi yang melanda seluruh dunia, sudah berakhir, sehingga dapat berkumpul bersama, dapat melaksanakan berbagai kegiatan, tanpa harus menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya” tutup Paman Birin. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version