Pemprov Kalsel Apresiasi Gelaran Nonbar Film Matahari Dari Bumi Banjar

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi, langkah Universitas Terbuka menggelar Nonton Bareng Film Matahari dari Bumi Banjar.

Suasana Nontong Bareng Film berjudul “Matahari dari Bumi Banjar

Hal itu disampaikan, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul Khatimah, kepada sejumlah wartawan, usai nonton bareng di salah Mall terbesar di kota Banjarmasin, Rabu (13/9)

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, saat diwancara awak media

Husnul mengatakan, Film tentang Matahari dari Bumi Banjar ini dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menceritakan tentang Tokoh Ulama Kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sangat terkenal di Banua, bahkan hingga ke Mancanegara. Ia meminta, para generasi yang menyaksikan film ini dapat meneladani akhlak mulia dan Semangat beliau, terutama dalam menuntut ilmu.

“Generasi muda tidak hanya harus mengenal dan mengetahui Datu Kelampayan, tetapi
sejarah dan proses pengembangan agama Islam di Indonesia, khususnya di Kalsel,” ucap
Husnul

Disampaikan Husnul, selain berbagai kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau dikenal Datu Kalampayan ini,
telah menjadi pelita di Banua, juga Nusantara hingga ke Mancanegara, berkat jasa beliau dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan umat, yaitu mampu melahirkan alim ulama dari masa ke masa.

“Semoga film ini mewariskan sejarah, nilai kehidupan untuk meneladani akhlak mulia dan semangat, baik dalam menuntut ilmu serta membina umat nanti,” pintanya

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Muhammad Priono, menjelaskan, pihaknya melibatkan sebanyak 26 SMA dan SMK di Kota Banjarmasin masing-masing satu guru pendamping, untuk menyaksikan Nonton Bareng Film Matahari dari Bumi Banjar yang bertujuan mengenalkan kepada para generasi, bahwa di Kalimantan Selatan memiliki Tokoh Ulama Kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, terutama karangan Kitab tentang Sabilal Muhtadin.

“Dari 130 orang SLTA ini, setelah Nonbar, akan mengikuti Lomba Sinopsis, ada 3 juri yang berkompeten memberikan penilaian dan pemenangnya diumumkan pada bulan Oktober mendatang,” tutupnya

Untuk diketahui, Universitas Terbuka menyelenggarakan Nonton Bareng Film berjudul “Matahari dari Bumi Banjar”, bersama Siswa SMA/SMK di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

APBD-P 2023, Pemprov Kalsel Anggarkan 23,55 Persen Untuk Fungsi Pendidikan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar 23,55 persen dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, pada Rabu (13/9).

Sahbirin menjelaskan anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar 23,55 persen atau Rp2,3 triliun tersebut sudah melebihi kewajiban sebesar 20 persen yang ditentukan oleh Undang-undang.

“Sedangkan komponen perhitungannya, terdiri dari urusan bidang pendidikan, urusan bidang kebudayaan, urusan bidang kepemudaan dan olahraga, serta belanja di luar ke empat urusan tersebut yang menunjang kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan,” jelasnya.

Adapun perbedaan penafsiran dan persepsi terhadap perhitungan anggaran fungsi pendidikan yang disuarakan oleh Komisi IV DPRD Kalsel, Pemprov Kalsel akan mencermati bersama pada saat evaluasi Perubahan APBD 2023 dari Kementerian Dalam Negeri.

“Bilamana ada perbaikan perhitungan anggaran fungsi pendidikan ini, maka kita akan melakukan penyesuaian sebagaimana mestinya,” terangnya.

Perubahan APBD Tahun 2023 ini diharapkan dapat mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan daerah, sesuai dengan prioritas yang telah direncanakan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin yang membacakan laporan Badan Anggaran, menyebutkan pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan APBD Tahun 2023 ini sebesar Rp9,087 trilyun, lebih besar dari target Pendapatan pada APBD murni sebesar Rp7,826 trilyun atau naik sebesar 16,11 persen.

Kemudian untuk belanja daerah pada Rancangan Perubahan APBD Tahhn 2023, dianggarkan sebesar Rp10,007 trilyun, lebih besar dari belanja daerah yang dianggarkan pada APBD murni sebesar Rp7,727 trilyun atau mengalami kenaikan sebesar 29,50 persen.

“Dengan postur APBD Perubahan seperti ini diharapkan mampu dalam merealisasikan peningkatan pencapaian pembangunan dan kesejahteraan rakyat yang lebih merata,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Perkuat Pencegahan Korupsi di Dunia Usaha, Paman Birin Dukung KAD Antikorupsi

BANJARMASIN – Dunia usaha di Indonesia, rentan terlibat pada kasus tindak pidana korupsi. Mulai dari gratifikasi, suap hingga ‘kerjasama di balik layar’ untuk meloloskan suatu proyek. Contohnya untuk pengadaan barang dan jasa, termasuk pada sektor perizinan.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, dengan menginisiasi pembentukan Komite Advokasi Daerah (KAD) Antikorupsi diseluruh Indonesia. Termasuk di provinsi Kalimantan Selatan, yang hari ini, Rabu (13/9) mengukuhkan KAD Antikorupsi periode 2023 – 2027, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Pengukuhan dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor.

Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi dikukuhkan sebagai Ketua KAD Antikorupsi, bersama sejumlah anggotanya. Turut dikukuhkan, diantaranya Ketua REI Provinsi, Ketua PHRI Provinsi Kalsel, Ketua GAPKI, dan sejumlah kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang lingkup kerjanya berhubungan langsung dengan dunia usaha. Contohnya Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel.

Kepada wartawan usai mengukuhkan KAD Antikorupsi, Gubernur mendukung terbentuknya komite advokasi inisiasi dari KPK RI ini.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan

“Komite ini menjadi langkah pemerintah provinsi mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, yang rawan terjadi di dunia usaha,” ujar Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel).

Sementara itu, Ketua KAD Antikorupsi Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi mengatakan, keberadaan komite ini menjadi wadah komunikasi dua arah, antara dunia usaha dan pemerintah daerah, yang sering berkolaborasi dalam pembangunan.

“Melalui komite ini, kami ingin mewujudkan ekosistem dunia usaha yang lebih baik, dan yang pasti bersih dari indikasi tindak pidana korupsi,” tutup Shinta.

Hadir pada pengukuhan KAD Antikorupsi Provinsi Kalsel ini, Kasatgas 4 Direktorat AKBU KPK RI, Ipi Maryati Kuding, Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, unsur Forkopimda Provinsi dan tamu serta undangan lainnya. (RIW/RDM/RH)

Investasi Kalsel Semakin Membaik, DPMPTSP Kalsel Komitmen Dorong Green Investment

BANJARBARU – Tren investasi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin membaik. Terhitung mulai Januari hingga Juni 2023, total investasi Kalsel sudah mencapai Rp8,85 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri, menyebut hasil capaian tersebut tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalsel  Sahbirin Noor, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan berinvestasi di banua.

“Beliau (Gubernur Kalsel) sangat mendukung kemudahan investasi di Kalsel. Bahkan terbuka untuk siapapun,” katanya, Selasa (12/9).

Hasil capaian itu membuat Endri semakin optimis mampu mencapai target investasi sebesar Rp 16triliun tahun ini. Pasalnya, dalam triwulan II (April-Juni) 2023 saja, realisasi investasi Kalsel bahkan meningkat kurang lebih 10 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 lalu (y-o-y).

“Realisasi investasi triwulan kedua tahun ini sudah mencapai Rp 4,65triliun. Sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya Rp 4,02triliun,” ungkapnya.

Investasi Kalsel hingga triwulan II tahun 2023, lanjut Endri, masih didominasi oleh sektor pertambangan sebesar Rp4,3 triliun atau 48,76 persen. Sementara proyek paling banyak yakni sektor perdagangan dan reparasi yakni 856 proyek.

“Sampai saat ini pertambangan memang masih dominan. Tetapi sesuai instruksi Gubernur, kami terus menawarkan Green Investment atau investasi hijau yang bersifat ramah lingkungan seperti pariwisata dan padat karya,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Triwulan Kedua, PKB di Banjarbaru Sudah Capai 70 M

BANJARBARU – Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Banjarbaru bergulir positif. Sejak adanya kebijakan relaksasi, capaiannya pun berhasil mengumpulkan Rp70 miliar atau 65 persen dari pendapatan. Namun, angka ini merupakan hasil akumulasi keseluruhan penerimaan Januari – Agustus 2023.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Pengayom Bayu Ajie melalui Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB, Andri Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan, tercatat dari Juni ke Juli 2023 rata-rata pendapatan yang terkumpul selama satu bulannya sekitar Rp8 miliar.

Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Samsat Banjarbaru, Andri Iskandar Zulkarnain, saat menyampaikan capaian penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Agustus 2023

“Namun, setelah kebijakan relaksasi dijalankan ini cenderung mengalami kenaikan penerimaan,” ungkapnya, Selasa (12/9).

Sementara rentang waktu Juli ke Agustus, kata dia, kembali naik diangka Rp10,2 miliar.

“Artinya, ada peningkatan sebesar Rp2,2 miliar,” bebernya.

Berkat pemberian insentif itu, kata dia, sangat berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan. Apalagi, pihaknya tinggal mengejar 35 persen lagi untuk menuntaskan target pendapatan khususnya dari komponen pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Kita optimis realisasinya bakal tercapai dalam rentang 4 bulan dari September ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Kembangkan Perpustakaan Masjid, Dispersip Kalsel dan Kemenag Kalsel Jalin Kerjasama

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel terkait Program Perpustakaan Masjid.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan Kakanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, bertempat di salah satu hotel berbintang, Selasa (12/9).

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyampaikan kerjasama ini sebagai bentuk upaya pengembangan dalam rangka membumikan minat baca kepada masyarakat, khususnya generasi muda Banua.

“Berkaitan dengan kerja sama ini, kami telah menyiapkan dua paket buku untuk perpustakaan masjid yang siap untuk didistribusikan,” katanya.

Suasana Penandatanganan Kerjasama Antara Dispersip Kalsel dan Kanwil Kemenag Kalsel

Pendistribusian buku tersebut, lanjut Nurliani, akan dilakukan setelah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Kemenag Kalsel terkait kriteria masjid yang akan mendapatkan paket buku tersebut terlebih dahulu.

“Nanti akan kita koordinasi lebih lanjut dengan Kemenag Kalsel. Tentunya kita akan pilih masjid yang aktif terlebih dahulu sebagai percontohan, agar pengelola masjid yang lain bisa ikut tergerak,” jelasnya.

Lebih jauh Nurliani menjelaskan, pendistribusian sendiri akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan jumlah buku yang ada.

“Akan kita lakukan secara bertahap, terutama buku yang ada dulu. Karena ini tugas kami selaku pembina perpustakan di daerah,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan data terkait mesjid-mesjid yang aktif di Banua sebagai bahan referensi Dispersip Provinsi Kalsel dalam mendistribusikan buku-buku untuk perpustakaan mesjid.

“Jumlah masjid dan musholla yang ada di Kalsel saat ini berkisar 600 bangunan, dan kita akan siapkan datanya sebagai referensi Dispersip Kalsel untuk menentukan masjid mana yang akan menjadi percontohan untuk Perpustakaan Masjid,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Pepabri dan FKPPI di Kalsel Diharapkan Terus Berkontribusi Dalam Pembangunan

BANJARMASIN – Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) di Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan terus berkontribusi dalam pembangunan.

Harapan itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya pada acara syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun ke 64 Pepabri dan Hari Ulang Tahun ke 45 FKPPI di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Selasa (12/9).

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, menjelaskan suksesnya berbagai pembangunan di Banua, tidak lepas dari peran penting generasi terdahulu, termasuk didalamnya para anggota Pepabri.

“Kita akui bersama, semasa aktif sebagai anggota Polri dan prajurit TNI, tidak sedikit peran dan dedikasi mereka sumbangkan dalam terwujudnya kesuksesan pembangunan di Banua,” terangnya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (kiri) menyerahkan Piagam Penghargaan Satya Lencana dan Pengalungan Medali

Paman Birin juga berharap kepada generasi muda dan generasi penerus bangsa agar dapat meneladani semangat dan dedikasi yang dimiliki oleh anggota Pepabri.

Penyerahan Nasi Tumpeng

Seiring dengan telah ditetapkannya Kalsel sebagai gerbang Ibukota Nusantara, Paman Birin berharap masyarakat dan generasi muda Banua dapat berperan aktif dalam perwujudan cita-cita besar tersebut.

“Kita harus bisa mengambil peran besar sehingga kita dapat menjadi tuan di rumah sendiri,” tegasnya.

Paman Birin juga berharap dengan pengalaman dan kekompakan yang dimiliki Pepabri serta semangat yang dimiliki oleh FKPPI dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam perwujudan cita-cita besar tersebut.

Sementara, Ketua DPD Pepabri Kalsel, Nasib Alamsyah meminta Pepabri dan FKPPI Kalsel bersifat netral menjelang Pemilu 2024 mendatang. Menurutnya, hal ini sesuai dengan Amanat Ketua Umum DPP Pepabri, Agum Gumelar yang dibacakannya dalam Peringatan HUT Pepabri dan FKPPI yang menyebutkan bahwa Pepabri adalah organisasi mandiri dan berwatak pejuang serta bersifat netral dan tidak memihak kepada parpol manapun.

“Namun sebagai individu atau perorangan, anggota Pepabri memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Mereka bebas menentukan pilihan politiknya tanpa kehilangan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang berpegang teguh kepada nilai-nilai Sapta Marga atau Tribrata,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris FKPPI Kalsel, Zulfadli Ghazali. Ia mengimbau anggota FKPPI agar terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan turut menyukseskan pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil.

“Mari kita ciptakan suasana yang adem, ayem dan kondusif,” ajaknya.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan pemberian penghargaan Satya Lencana dan pengalungan medali kepada Pengurus Pepabri Kalsel yaitu Nasib Alamsyah dan Djamhuri.

Selain itu, juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Ketua DPD Pepabri Kalsel, Nasib Alamsyah yang diberikan kepada Anggota Tertua Pepabri Kalsel dan Anggota Termuda FKPPI Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Apresiasi Keberhasilan Kalsel Atas Capaian Aktivasi Tertinggi Nasional

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel turut mengapresiasi capaian yang dilakukan tenaga pengajar untuk berinovasi dalam mensukseskan gerakan belajar melalui pemanfaatan platform yang diciptakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Suasana pengarahan dalam penggunaan user id untuk belajar.id dari google Indonesia untuk tenaga pendidik se kabupaten/kota di Kalsel

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, selain telah berhasil mengenalkan sistem belajar dengan cara baru melalui teknologi digital kepada peserta didik. Nyatanya, implementasi ini juga mampu membawa Kalsel ke gerbang keberhasilan lainnya menjadi yang terbaik.

“Kita bersyukur dan bangga walaupun ini sudah berjalan sejak tahun 2022, Kalsel masuk menjadi deretan terbaik nasional dalam melakukan aktivasi belajar.id,” bebernya, usai mengikuti pembukaan lokarya yang dilaksanakan google for education dengan tema ‘belajar dengan cara baru, di hotel ternama di Kota Banjarbaru, Senin (12/9).

Dari capaian ini, ia menjelaskan, Kalsel berhasil merealisasikan aktivasi user diplatform belajar.id di atas 79 persen. Ini menandakan bahwa tenaga pendidik dan siswa turut antusias dalamnya andilnya berpartisipasi.

“Selain aktivasinya meningkat, IDnya juga meningkat karena banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari pembelajaran secara digital,” ungkap Roy.

Hal yang menunjang, menurut dia, adalah tersedianya jaringan internet, listrik hingga mempuninya sumber daya manuasia (SDM) dalam rangka merealisasikan program pendidikan secara digital.

“Perangkat kerasnya kan juga sudah dibagikan kepada setiap sekolah di Kalsel sebanyak 15 – 30 unit untuk terciptakan pendidikan dengan memanfaatkan sistem digital,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalsel, Yuli Haryanto, mengatakan, dari sistem pembelajaran dengan memanfaatkan sistem digital itu tentunya turut didorong agar proses belajar mengajar lebih menarik.

“Terutama kebijakan Kemendikbudristek RI sudah mengeluarkan dan bekerjasama dengan google untuk pendistribusian akun belajar.id baik guru atau pun siswa dan berikutnya tinggal kita aktifkan akunnya kemudian bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Aktivasi akun belajar.id di Kalsel, tutur dia, sudah mencapai di atas 90 persen. Bahkan, realisasi ini paling tertinggi secara nasional.

“Tahun kemarin aktivasinya juga tertinggi. Akan tetapi, kita akan mengejar penghargaan jawara IT,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Di Hadapan Ribuan Maba UNISKA, Paman Birin Sampaikan Kunci Keberhasilan

BANJARMASIN – Tahun akademik 2023 – 2024 resmi dimulai di Universitas Islam Kalimantan Arsyad Al-Banjari, pada Selasa (12/9), dengan dilaksanakannya Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari hingga Kamis (14/9) itu, secara serentak diikuti sekitar 4.400 lebih mahasiswa baru (maba), di gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Hadir pada hari pertama PKKMB ini, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel saat memasangkan jaket almamater kepada maba UNISKA

Di hadapan ribuan mahasiswa baru ini, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin ini menceritakan, bahwa dirinya sangat bangga menjadi alumni perguruan tinggi swasta terbesar di Kalimantan tersebut.

Ribuan mahasiswa baru UNISKA yang mengikuti PKKMB

Bahkan setelah sekian lama lulus dari UNISKA, Paman Birin mengaku senang, masih bisa bertemu dengan dosen mata kuliah Agama Islam, yang ternyata masih mengajar hingga saat ini.

“Dua puluh tahun sudah saya lulus dari UNISKA, ternyata ibu masih mengajar. Alhamdulillah beliau masih sehat,” ujarnya seraya disambut tepuk tangan gemuruh dari para maba.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga memberikan wejangan kepada para maba, untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan dalam hidup.

“Patuh dan taat kepada orang tua. Insya Allah seluruh semuanya menjadi berkah. Di kampus, dosen lah yang menjadi perwakilan orang tua, maka patuh dan taat kepada mereka,” pesannya.

Paman Birin juga mengingatkan para mahasiswa baru, untuk mengirim kegiatan PKKMB dengan sebaik – baiknya, agar proses adaptasi sebagai mahasiswa di lingkungan yang baru, dapat berjalan lancar.

Sebelum meninggalkan gedung Sultan Suriansyah, Gubernur menyempatkan diri memakaikan jaket almamater UNISKA kepada perwakilan maba. Selain itu, Gubernur juga memberikan hadiah kejutan kepada 4 orang beruntung, yang berhasil menjawab pertanyaan dari orang nomor satu di Kalimantan Selatan tersebut. (RIW/RDM/RH)

Mabes Polri Sita Harta Hasil TPPU Narkotika Rp 43 M di Kalsel

BANJARMASIN – Mabes Polri bersama Polda Kalsel, dan dua Polda lainnya menggelar Konferensi Pers bersama, Pengungkapan Transnasional Organized Crime (TOC) Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jaringan Fredy Pratama, Hasil Joint Operasional Polri dengan Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, US DEA dan Instansi Terkait, dari Mabes Polri yang disiarkan secara virtual bersamaan dari lokasi barang bukti sitaan hasil dugaan TPPU di Polda masing masing, untuk di Polda Kalsel digelar di depan salah satu resto di Banjarmasin, Selasa (11/9).

Konferensi Pers Bersama Pengungkapan Kasus TOC dan TPPU di Kota Banjarmasin

Untuk di Kota Banjarmasin kegiatan ini dihadiri Wadir Narkoba Polda Kalsel AKBP Ernesto Saisar, Kabag Humas Polda Kalsel Mohammad Rifa’ai, serta lainnya.

Ernesto mengungkapkan, di Kalsel terdapat 14 aset terdiri dari harta tidak bergerak berupa bangunan serta tanah.

“Sedangkan aset bergerak 4 mobil mewah dan satu motor besar yang turut disita, dengan total aset yang disita di Kota Banjarmasin ini sebesar 43 Miliar 949 juta rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mohammad Rifa’i menjelaskan, kasus TPPU ini terus dikembangkan oleh Polda Kalsel.

“Pengembangan yang dilakukan untuk mencari barang bukti aset lainnya yang diduga masih ada,” ungkapnya lebih lanjut.

Seperti diketahui, Pengungkapan Kasus TPPU di Kalsel ini, merupa jaringan besar peredaran narkoba Internasional Fredy Pratama. Dari tahun 2020 hingga 2023 terdapat 408 laporan polisi (LP) dan narkoba jenis sabu yang berhasil disita seberat 10,2 ton. Dengan tersangka yang berhasil ditangkap sebanyak 884 orang. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version