Paman Birin Tambah Tenaga Ahli Gubernur, Memperkuat Pemerintahan dan Mempercepat Visi-Misi Kalsel Maju

BANJAR – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin terus bergerak untuk mensejahterakan warga Banua.

Sebagai upaya atau langkah itu, serta untuk memperkuat pemerintahan dan mempercepat pencapaian visi misi Pemprov Kalsel, Paman Birin menambah anggota Tenaga Ahli Gubernur, dari yang semula 7 orang menjadi 18 orang.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis diserahkan Paman Birin kepada Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur, Noor Aidi di Alam Roh 24, Kiram, Kabupaten Banjar pada Kamis (12/10) siang.

Dalam arahannya, Paman Birin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi sejumlah tokoh, yang terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat yang telah berkenan membantunya sebagai Tenaga Ahli Gubernur.

Gubernur Kalsel saat menyampaikan penambahan jumlah tenaga ahli

“Ulun sampaikan terima kasih, atas perkenan pian-pian untuk membantu ulun, menyelesaikan tugas sebagai Gubernur Kalsel, membantu ulun berarti membantu rakyat, karena ulun menjadi Gubernur karena dipilih oleh rakyat,” sampainya.

Lebih lanjut Paman Birin menyampaikan, salah satu tujuan utama dalam setiap pemerintahan adalah rakyat yang sejahtera, artinya segala kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi.

Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur saat memberikan komentar

Sementara itu, Ketua Tenaga Ahli Gubernur, Noor Aidi menyampaikan sejumlah capaian maupun keberhasilan kepemimpinan Paman Birin selama ini. Diantaranya adalah dilaksanakannya berbagai even nasional maupun internasional, yang membuat Kalsel dan Paman Birin semakin dikenal di seluruh Indonesia.

Berikut daftar Tenaga Ahli Gubernur yang dibagi dalam tiga (3) tim, yakni, Tim Kebijakan Pembangunan Daerah, terdiri dari Noor Aidi, Taufik, Achmad Maulana, Syamsul Rani, Alim Bachri, Akhmad Fauzi Aseri.

Untuk Tim Pemantapan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah, yaitu Apriansyah, Samahuddin, Ubaidillah, Akhmad Zakhrani, Mohammad Effendy, Eksan Wasesa.

Selanjutnya Tim Monitoring Evaluasi Pembangunan Daerah, yaitu Syaifudin, Mawardi, Rizal Akbar Sarupi, Wahyuddin, Syahbuddin, Dudung Suryana. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Disperdagin Banjarmasin Gelar Pelatihan Kerajinan Olahan Kayu

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin terus melakukan upaya peningkatan kualitas produk kerajinan. Salah satunya, olahan kayu. Maka, digelar, Pelatihan Kerajinan Olahan Kayu di kota tersebut. Dibuka Asisten 1 Setda Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar menjelaskan, pelatihan kerajinan kayu tersebut, dilaksanakan selama tiga hari kedepan, mulai 12 – 14 Oktober 2023.

Kadisperdagin Banjarmasin Ichroom Muftezar

“Narasumber didatangkan langsung dari Jogjakarta Aruma serta pengrajin kayu Kota Banjarmasin Junaidi,” ucap Tezar.

Peserta Pelatihan Kerajinan Kayu ini diikuti sebanyak 30 orang dari sentra olahraga kayu di Alalak Tengah, serta Pelambuan.

“Peserta pelatihan dari setra kayu Alalak Tengah dan Pelambuan,” ujarnya.

Sehingga, tambah Tezar, pengrajin olahan kayu di Kota Banjarmasin semakin meningkat keterampilannya.

“Kami berharap, hotel di Kota Banjarmasin untuk dapat menggunakan produk kerajinan olahan kayu tersebut,” tutur Tezar.

Karena pihaknya melihat aksesoris yang digunakan oleh hotel kebanyakan dari kerajinan kayu.

“Kamiberusaha terus untuk meningkatkan kualitas dari kerajinan kayu di Kota Banjarmasin,” ucap Tezar.

Menurut Tezar, saat ini untuk keterampilan dari pengrajin kayu di Kota Banjarmasin, terus mengalami peningkatan.

“Sehingga diharapkan kualitas produk kerajinan olahan kayu di Kota Banjarmasin terus berkualitas,” ujarnya. (SRI/RDM/RH)

Progres Pembangunan GOR Milik Pemprov Kalsel Sudah Terealisasi 66,3 Persen

BANJARBARU – Gelanggang Olahraga (GOR) yang berdiri di atas lahan seluas 6.015,30 M2 di kawasan Kompleks Perkantoran Setdaprov Kalsel itu progresnya sudah 66,3 persen. Artinya, gedung olahraga serbaguna yang kapasitasnya juga mampu menampung tiga ribu orang lebih itu tinggal sedikit lagi rampung.

Pemasangan rangka atap baja GOR yang ada di kawasan Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Kabid Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan, tahapannya sudah melakukan pemasangan rangka baja atap.

“Total luas terbangun keseluruhan mencapai 6.015,30 M2 dengan daya tampung 3.133 kursi. Termasuk fasilitas didalamnya ruang VVIP sekitar 20 kursi, tribun VIP kapasitas 266 kursi dan tribun untuk penonton sebanyak 2.847 kursi,” ungkapnya, belum lama tadi.

Anggaran yang ditaksi menelan Rp64 miliar tersebut, pelaksanaannya terus dikejar agar mampu terealisasi tepat waktu.

“Semoga dengan cuaca kali ini mendukung progres penyelesain GOR ini,” tuturnya.

Peninjauan yang juga dilakukan bersama tenaga ahli Gubernur Kalsel itu, Ryan mengungkapkan, dari rancangan arsitektur bangunan masih dalam tahap sedang dikerjakan.

“Kami optimis bisa mengejar target pembangunan yang akan dihadapi adalah POMNAS di Kalsel,” ungkapnya.

Pembangunan GOR diera Paman Birin dengan tipe B itu diketahui nantinya akan digunakan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). (RHS/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Media Event Jelang Pemilu dan Pilkada 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan media event dengan tema “kawal ruang digital” dalam rangka menciptakan ruang digital yang sehat untuk pemilu dan pilkada pada 2024 mendatang. Media event ini juga diharapkan mampu menekan potensi hoaks, polarisasi, konten negatif maupun kampanye hitam. Pada media event ini juga dilakukan penandatanganan petisi online.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, media massa memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk opini dan pandangan masyarakat. Oleh karena itu, fungsi media harus dioptimalkan dengan baik, sehingga mampu menjadi sarana penyebarluasan informasi positif, mendorong terbentuknya pemikiran dan sikap positif masyarakat, serta menciptakan atmosfer politik yang kondusif.

Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim

“Ini merupakan perwujudan komitmen kita bersama untuk menghadirkan perubahan positif dalam perkembangan dunia digital,” ungkap Muslim.

Peran ruang digital kini semakin penting dalam kehidupan manusia seharihari. tidak hanya sebagai sarana hiburan dantempat berkomunikasi namun juga menjadi sarana masyarakat untuk mendapatkan informasi. bahkan di ruang digital juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengakses segala informasi terkait penyelenggaraan pemilu dan pilkada 2024.

“Dengan digelarnya media event, merupakan perwujudan komitmen kita bersama untuk menghadirkan perubahan positif dalam perkembangan dunia,” lanjut Muslim.

Ditambahkannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan sungguh-sungguh berkomitmen untuk menghadirkan ruang digital yang sehat karena tantangan besar yang dihadapi, seperti penyebaran hoaks, polarisasi, konten negatif, dan kampanye hitam.

“Pemprov Kalsel telah dan akan terus berupaya untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika” lanjut Muslim.

Diskominfo Kalsel juga berkomitmen untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik itu masyarakat, Media, LSM, dan pihak-pihak terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi. Kita dapat bersama-sama menjaga integritas dan kualitas informasi yang beredar di ruang digital. untuk bersama-sama berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang berita palsu (hoaks), menggalakkan literasi digital, serta berperan aktif dalam memerangi konten-konten yang merusak dan merugikan.

“Kita dapat memastikan bahwa pemilu dan pilkada 2024 nanti, dapat berjalan dengan kondusif dan baik,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Niat Hanya Bertransaksi, Malah Dapat Rezeki

BANJARMASIN – Nasabah Bank Kalsel kembali memenangkan hadiah dari Undian Simpeda Nasional pada Periode Ke-1 Tahun 2023 yang di gelar di Makassar Sulawesi Selatan, pada 31 Agustus 2023 lalu.

Nasabah yang berhasil menjadi salah satu pemenang untuk kategori hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta rupiah adalah Warga Tambak Sirang Laut Kecamatan Gambut. Penyerahan hadiah secara simbolis dilakukaj Kepala Divisi Dana dan Digital Banking Bank Kalsel, Suriadi kepada Erlin Kencanawati, yang disaksikan Kepala Bank Kalsel Cabang Utama, Firmansyah dan Kepala Cabang Pembantu Gambut, Syafwan, pada Rabu (11/10).

Setelah Penyerahan hadiah, Erlin Kencanawati mengatakan tidak pernah menyangka mendapatkan rezeki seperti ini, setelah mendapatkan informasi dari Bank Kalsel bahwa telah mendapatkan undian Tabungan Simpeda dengan hadiah puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel atas rezeki yang tidak terduga. Padahal kurang lebih 1 tahun terakhir, baru menggunakan Tabungan Simpeda Bank Kalsel yang mana tabungan tersebut biasanya sebagai rekening penerima uang pensiun suami yang sudah meninggal dunia. Rezeki ini nantinya akan saya pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk hal-hal yang bermanfaat lainnya,” ujar Erlin.

Sementara itu, Kepala Divisi Dana dan Digital Banking Bank Kalsel, Suriadi menambahkan Pelaksanaan Undian Nasional Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia, rutin dilaksanakan dua kali dalam setiap tahunnya. Dimana salah satunya pemenangnya, adalah nasabah Bank Kalsel, Erlin Kencanawati yang berhasil mendapatkan hadiah undian dari 36 pemenang lainnya.

“Tahun ini total hadiah yang disiapkan mencapai Rp6 miliar yang undiannya dibagi dalam 2 tahap, untuk tahap 1 selain Ibu Erlin Kencanawati masih ada 35 pemenang lainnya merupakan nasabah Bank Kalsel yang mendapatkan hadiah Undian Nasional Tabungan Simpeda. Namu nilai hadiah dibagi dalam beberapa kategori, termasuk Ibu Erlin Kencanawati yang mendapatkan hadiah sejumlah Rp50 juta rupiah,” ungkap Suriadi.

Sebagai informasi, bagi nasabah Tabungan Simpeda Bank Kalsel yang belum beruntung jangan berkecil hati, karena masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hadiah besar untuk pemenang utama yakni sebesar Rp500 juta pada tahap ke-2 yang akan diselenggarakan di kota Medan nantinya.

Jadi, tunggu apalagi!! Segera buka rekening Tabungan Simpeda di Kantor Cabang Bank Kalsel terdekat. (ADV-RIW/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Sukses Gelar Lomba Mading 3D

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, sukses menggelar
Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, kategori pelajar selama tiga hari, pada 9 – 11 Oktober bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kepada wartawan, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, setelah lomba pada Rabu (11/10) petang berharap, para peserta didik yang mengikuti lomba, setelahnya ini dapat menurunkan ilmunya kepada adik tingkat sekolah, baik dari sisi sejarah hingga cara pembuatan mading tiga dimensi.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

Mengingat sebelum lomba juga telah digelar Sosialisasi Mading 3D, guna menumbuhkan semangat, apresiasi dan minat dalam upaya mengenal kembali, sejarah perjuangan para pejuang di Kalimantan Selatan.

“Kami apresiasi para peserta yang mengikuti lomba ini, telah berinovasi dengan menambahkan teknologi maupun kreasi untuk mempercantik dalam memberi kesan baru penyajian mading 3D,” ucapnya

Arry meminta, setiap peserta yang mengikuti lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D ini dapat men-tag akun IG Museum Wasaka, sebagai promosi untuk semakin mengenalkan Museum Perjuangan di Kalimantan Selatan, terutama bagi generasi muda di Banua, agar kunjungan semakin meningkat.

“Dengan dipromosikan di medsos, tentu meningkatkan kunjungan wisatawan baik Nusantara dan Domestik,” jelas Arry

Sementara itu, salah seorang Juri, Budi Kurniawan, menilai setiap tahun digelar lomba ini untuk mengasah kemampuan peserta didik, dan selama empat tahun perlombaan ternyata ada banyak perubahan mulai dari pengetahuan sejarah, saat presentasi hingga pesan yang disampaikan menyesuaikan tema tentang Revolusi Fisik Kalimantan Selatan.

“Mereka ini semakin mampu menunjukkan kreativitasnya,” kata Budi

Foto Juara I Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D

Hal senada disampaikan, salah seorang peraih Juara I dari SMA Kristen Kanaan, Valentina Halim, dijelaskannya, dalam lomba ini mengangkat cerita tentang Semangat dibalik 17 Mei, mulai dari adanya berdirinya tugu Jalan Ahmad Yani di kilometer 17, maka direfleksikan melalui Mading 3D.

“Kita akan beri pembelajaran ini kepada adik kelas nanti,” tutupnya

Untuk diketahui, Lomba Edukatif Kultural Museum Mading Tiga Dimensi, ada tiga juri yang memberikan penilaian, yaitu Wajidi, Budi Kurniawan dan M Syahriel M Noor, dan telah ditetapkan para pemenangnya, yakni Juara I SMA Kristen Kanaan, disusul Juara II SMAN 7 dan Juara III SMAN 1. Sedangkan Harapan I SMAN 8, Harapan II SMAN 6 dan Harapan III SMAN 4 Banjarmasin. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat, Juara I mendapatkan Rp 7 juta, Juara II Rp6 juta, Juara III mendapatkan Rp5 juta, Juara Harapan I Rp4 juta, Juara Harapan II Rp3 juta dan Juara Harapan III Rp2 juta. (NHF/RDM/RH)

Sahkan Dua Perda, Paman Birin Apresiasi Kinerja Pansus DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Akhirnya, setelah melalui tahapan pembahasan yang cukup panjang, dua raperda usulan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, akhirnya disahkan menjadi Perda. Pengesahan perda dilakukan pada rapat paripurna, Rabu (11/10) dengan agenda pengambilan keputusan serta pendapat akhir Gubernur Kalsel atas pengambilan keputusan atas dua raperda.

Adapun dua raperda yang disahkan menjadi perda tersebut, adalah perda Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika dan Psikotropika (P4GN), serta perda Pajak dan Retribusi Daerah.

Suasana rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan atas dua Raperda

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan dihadiri 37 anggota DPRD Kalsel.

Dalam pendapat akhir Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi, Roy Rizali Anwar, Paman Birin menyampaikan penghargaan setinggi – tingginya atas kinerja panitia khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kalsel, yang berhasil menyelesaikan pembahasan dua raperda tersebut.

Sekdaprov Kalsel saat membedakan pendapat akhir Gubernur atas dua Raperda

“Dengan disahkannya perda P4GN, Kalsel akhirnya memiliki landasan hukum dan komitmen yang kuat dalam pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan narkotika. Hal ini juga memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi perda Pajak dan Retribusi Daerah, Paman Birin berharap dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah.

Dalam perda yang baru disahkan tersebut, terdapat beberapa ketentuan baru. Salah satunya peningkatan sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, dalam pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.

Selain itu, terdapat opsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai sumber penerimaan baru bagi pemerintah provinsi.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Pajak dan Retribusi Daerah DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi berharap, pemerintah kabupaten kota dapat memanfaatkan hasil PKB dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat porsi untuk kabupaten sekarang menjadi 70 persen sedangkan provinsi hanya 30 persen.

“Kabupaten kota kita harapkan benar benar bijak dalam memanfaatkan pajak ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perda ini sudah mengakomodir kepentingan masyarakat,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

PAW KPID dan KI Provinsi Kalsel Resmi Dilantik

BANJARBARU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Komisi Informasi (KI) Kalimantan Selatan resmi dilantik. Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium KH Idham Chalid, Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (11/10) siang, turut dihadiri pejabat teras dari kabupaten/kota.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, mengungkapkan, poin penting keberadaan dari lembaga itu tentu agar keterbukaan informasi mampu berjalan selaras. Sebagaimana tugas dan fungsinya dengan tujuan mencerdaskan masyarakat.

“Maka pentingnya sinergi antara pemerintah daerah (pemda), organisasi masyarakat dan media massa agar menjaga stabilitas dari radikal di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Acara pelantikan dihadiri pejabat teras dilingkup Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota

Selaku dipercaya mewakili orang nomor di Kalsel itu, dia menekankan, jelang pemilu 2024 tugas penting yang harus dijalankan kedua lembaga independen tersebut adalah menangkal maraknya hoax.

“Saat ini kita juga menghadapi tantangan besar yakni pemilu serentak yang akan datang. Terkait hal itu media massa sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi dengan jujur dan objektif. Menghindari penyebaran hoax dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang damai dan aman,” ungkap Suparmi juga menjabat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel tersebut.

Menanggapi itu, Ketua Komisi Informasi (KI) Kalsel, Nawang Wijayanti, menuturkan, akan melakukan kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga. Termasuk media massa agar terciptanya keterbukaan informasi.

“Yang jelas kami akan menjalin kerjasama antar lembaga. Apalagi, diakui keterlibatan media luar biasa juga untuk membantu menyebarluaskan keterbukaan informasi. Yang jelas, keterbukaan saat ini sangat diperlukan masyarakat dalam menjembatani arah kebijakan informasi dari media itu sendiri,” paparnya.

Dari pemetaan sendiri, kata dia, pihaknya turut terbuka apabila ada aduan dari masyarakat terkait informasi yang dianggap menyimpang. Secara tegas, juga bakal melakukan tindakan apabila terbukti menyalahi aturan.

“Kami dari Komisi Informasi (KI) sendiri turut menerima aduan apapun dari masyarakat apabila ada permasalahan yang tentu harus diselesaikan,” pungkasnya.

Dalam rangkaiannya itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, Suparmi, ikut melantik dan membacakan ikrar atau sumpah setelah dibacakannya Surat Keputusan (SK) yang sah dikeluarkan.

Adapu nama-nama anggota yang dilantik dalam susunan bagan struktur Penganti Antar Waktu (PAW) KPID Kalsel di antaranya Marliyana, Muhammad Syaukani dan Daddy Fahmanadie.

Dihadiri Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji (tengah) dan Dewan Pengawas, Novita Tyasti (kanan) bersama Diskominfo Kalsel

Sedangkan, dari bagan struktur keanggotaan Komisi Informasi (KI) Kalsel dinahkodai Nawang Wijayanti (ketua), Decky C Kananto (Wakil Ketua), AH Rijani (Koordinator Bidang Kelembagaan), Riduannor (Koordinator Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi) serta Yati Norhayati sebagai Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa.

Acara ini juga turut dihadiri sejumlah kepala SKPD ditingkat provinsi Kalsel antaranya BKKBN, Dinas Kominfo, Dinas PMPTSP, Dinas Koperasi dan UKM hingga Dewan Pengawas (Dewas) dan Direktur LPPL Abdi Persada FM serta tak lupa dari sejumlah perwakilan jajaran aparat TNI dan kepolisian daerah. (RHS/RDM/APR)

Potensi Zakat di Banua Capai 3 T, Paman Birin Harapkan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Banjarmasin – Potensi zakat infak dan sedekah di provinsi Kalimantan Selatan, ternyata sangatlah besar. Yakni mencapai 3 trilyun rupiah. Hal ini wajar, karena jumlah penduduk muslim di Kalimantan Selatan, saat ini mencapai 97 persen dari total jumlah penduduk.

Data ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja dan Rapat Koordinasi BAZNAS se Kalimantan Selatan tahun 2023, di Banjarmasin pada Rabu (11/10) di salah satu hotel berbintang.

“Potensi luas biasa ini harus dimaksimalkan, agar dapat mengentaskan kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem di Banua,” papar Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Sekdarprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Paman Birin menyebut, BAZNAS Provinsi Baznas Kalimantan Selatan sebagai sebuah organisasi, dapat meningkatkan penerimaan zakat, serta dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat bagi masyarakat mustahik di Kalsel Babussalam.

“Saya optimis target 88 miliar rupiah untuk BAZNAS se Kalsel dan 33 miliar rupiah khusus untuk BAZNAS Provinsi, dapat tercapai tahun 2024 mendatang,” tambahnya.

Paman Birin menuturkan, sebagai lembaga negara, BAZNAS juga tidak bisa lepas dari administrasi maupun regulasi. Begitu juga dengan lembaga zakat resmi lainnya, yang menghimpun zakat umat. Harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara syar’i maupun secara administrasi.

“Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dan menjadi tanggungjawab kita bersama, yaitu potensi zakat yang besar ini, jangan sampai dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Sekdaprov Kalsel (baju putih) saat mewakili Gubernur pada pembukaan rakor BAZNAS se Kalsel

Paman Birin berharap, keberadaan BAZNAS mampu memainkan perannya dalam pengelolaan zakat yang lebih profesional dan sebagai mitra pemerintah, diharapkan memiliki strategi dan cara yang dapat terus meningkatkan penerimaan dan pengelolaan zakat.

“Sejarah pernah mencatat, kejayaan suatu negeri, kesejahteraan masyarakat dapat dicapai, dengan pengelolaan zakat yang sangat baik oleh negara. Kita sangat optimis, sistem zakat akan mampu memberikan alternatif solusi bagi pengentasan kemiskinan, dan perwujudan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel, Irhamsyah Safari mengatakan, raker dan rakor BAZNAS se-Kalsel ini sebagai tindak lanjut Rakornas BAZNAS se Indonesia pada 20-23 September 2023 di Jakarta. Dimana rakornas mengagendakan penguatan peran BAZNAS dalam meningkatkan tata kelola dan integrasi pengelolaan zakat, infak dan sedekah dengan prinsip 3 A. Yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Hadir pada raker dan rakor BAZNAS se Kalsel di Banjarmasin, Ketua BAZNAS Pusat, Noor Achmad, dan seluruh BAZNAS kabupaten kota se Kalsel. Termasuk juga perwakilan dari pemerintah daerah se Kalimantan Selatan, serta sponsor kegiatan Bank Kalsel. (RIW/RDM/APR)

Pertama di Kalsel, Disdik Banjarbaru Debut Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru di era kepemimpinan Wali Kota, M. Aditya Mufti Ariffin telah memulai debut pelayanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Program ini menjadi yang pertama berhasil terlaksana di Provinsi Kalimantan Selatan.

ABK sendiri adalah anak yang mengalami kelainan atau penyimpangan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan baik berupa fisik, mental, dan emosional. Kondisi tersebut membuat ABK memerlukan pelayanan dan penanganan pendidikan khusus dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

Menurut Wali Kota Banjarbaru, program layanan ini menjadi langkah awal dalam mengubah budaya proses belajar mengajar di fasilitas pendidikan. Sehingga diharapkannya hambatan ABK dalam belajar dapat dihilangkan dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

“Sekarang semua sekolah di Banjarbaru kita upayakan untuk menerima anak inklusi dan kita ciptakan iklim yang baik di sekolah untuk penanganan anak inklusi,” ucapnya.

Wali Kota Banjarbaru mendorong terselenggarannya pelayanan pendidikan bagi ABK dengan menujuk Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru sebagai pelaksananya. Keseriusan itu juga dibuktikan dengan tersedianya dana khusus melalui APBD Pemko Banjarbaru untuk pelaksanaan evaluasi pendidikan (assessment) bagi ABK.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo, mengatakan assessment tersebut ditujukan untuk mengetahui apa kekurangan seorang anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Sumbernya dari APBD Pemko Banjarbaru. Assessment ini agar kita mengetahui anak tersebut mengalami gangguan belajar seperti apa. Nah yang melakukan assessment itu pihak ULM dari prodi Pendidikan Khusus. Kami sudah menekan MoU kerjasama,” katanya, Rabu (11/10).

Pentingnya assessment terhadap ABK, lanjut Dedy, agar Guru Pembimbing Khusus (GPK) di masing-masing sekolah dapat menyesuaikan metode mengajar yang efisien. Terlebih lagi pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas ruang khusus di masing-masing sekolah bagi ABK yang disebut Pojok Inklusi.

“Karena ada berbagai macam jenis anak inklusi. Kita haru tau dulu, jenisnya dan apa hambatannya dalam belajar. Jika sudah tau, maka GPK di sekolah bisa menyesuaikan metode mengajarnya sesuai rekomendasi dari hasil assessement tersebut dan sudah disiapkan ruangan khusus untuk proses belajar mengajarnya di Pojok Inklusi,” terangnya.

Layanan pendidikan iklusif di Kota Banjarbaru telah terlaksana di 181 sekolah negeri di Banjarbaru, dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari jumlah sekolah tersebut, Dinas Pendidikan telah mendata ada sebanyak 668 ABK, dengan rincian 320 pelajar PAUD, 263 pelajar SD dan 85 pelajar SMP.

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru hingga saat ini memiliki GPK di masing-masing sekolah dengan jumlah mencapai 117 orang. Meskipun tak sebanding dengan jumlah ABK yang dilayani, namun program ini telah berhasil telaksana dengan baik. (MC.BJB-RDM/APR)

Exit mobile version