Tindaklanjuti Keresahan Nelayan, Komisi II DPRD Kalsel Akan Perjuangkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalsel, PT Pertamina Wilayah Kalsel, nelayan di daerah pesisir di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru, bertempat di ruang Komisi II DPRD Kalsel, Kamis (26/10).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Iqbal Yudiannor didampingi Anggota Komisi II lainnya seperti Karli Hanafi Kalianda, Aris Gunawan dan Iskandar Zulkarnain itu membahas terkait permasalahan BBM bersubsidi bagi para nelayan di Kalsel.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Iqbal Yudiannor, meminta agar pendataan kebutuhan BBM bersubsidi ini dan pengawasan terhadap penyalurannya menjadi perhatian serius sehingga benar-benar tepat sasaran.

“Adanya beberapa upaya untuk mengatasi permasalahannya yakni dengan satu pemutakhiran data agar menambah kuota BBM artinya jangan sampai ketika meminta kuota ternyata tidak tersalurkan secara tepat, selanjutnya fungsi pengawasan perlu diperketat,” jelasnya.

Ditambahkan Iqbal, Komisi II DPRD Kalsel bersama dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan dan Pertamina akan berkunjung ke BPH Migas untuk memperjuangkan penambahan kuota BBM bersubsidi bagi nelayan di Kalsel.

“Saya minta kepada dinas terkait untuk menyediakan data real, dan nanti akan kita bawa ke BPH migas,” jelasnya

Sementara itu, Kepala DKP Kalsel, Rusdi Hartono mengatakan dari data kuota BBM bersubsidi yang tersedia saat ini, hanya mengcover sekitar 10 persen kebutuhan nelayan.

Oleh karena itu, pihaknya bersama Komisi II DPRD Kalsel akan mengupayakan ke BPH Migas untuk meminta penambahan kuota BBM bersubsidi bagi nelayan.

“Kami juga akan mengupayakan pengawasan di lapangan agar tidak terjadi penyimpangan,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Komparasi ke Jatim, DPRD Kalsel Matangkan Materi Raperda Tentang RPIP

BANJARMASIN – Pembangunan industri di Jawa Timur yang lebih maju menjadi salah satu tujuan DPRD Kalimantan Selatan dalam proses penyusunan Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

Ketua Pansus IV DPRD Kalimantan Selatan, Iberahim Noor, mengatakan bahwa pertemuan yang digelar pada pekan lalu itu menghasilkan banyak masukan yang diperlukan dalam proses pembahasan raperda.

Suasana Pertemuan Pansus IV DPRD Kalsel ke Disperindag Jatim

Di mana raperda tersebut merupakan perubahan dari Perda Nomor 19 Tahun 2018 tentang RPIP Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038.

“Jawa Timur mempunyai kontribusi sebesar 21 persen terhadap nilai penjualan dan berkontribusi sebesar 22 persen terhadap total nilai pembelian dari Kalimantan Selatan,” katanya kepada wartawan, baru-baru tadi.

Hal itu pula yang jadi pertimbangan mereka untuk menggali informasi dan memperdalam materi terkait.

Iberahim menambahkan, antara Jawa Timur dan Kalimantan Selatan memiliki hubungan dagang dan industri yang erat karena adanya jalur antar pelabuhan. Yakni dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan Tanjung Perak Surabaya.

“Semoga Perda yang akan kita buat dapat bermanfaat bagi Kalimantan Selatan, khususnya di bidang ekonomi. Juga diharapkan akan memperkuat subtansi materi perda,” jelasnya lagi.

Untuk diketahui, rombongan Pansus IV DPRD Kalsel diterima langsung oleh Kabid Sarana Prasarana, Pengawasan dan Pengendalian Industri, Disperindag Provinsi Jawa Timur, Eddy Wiyono beserta jajarannya.

Sebelumnya, Pansus IV DPRD Kalsel juga sudah melakukan komparasi dan konsultasi ke Kementerian Perindustrian RI di Jakarta dan Disperindag Provinsi Jawa Barat, pada bulan lalu. (NRH/RDM/RH)

Kabut Asap Menipis, Rutinitas di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel Dilonggarkan

BANJARBARU – Semenjak kabut asap di Kalsel sudah dalam kondisi aman, aktivitas rutin pun mulai kembali dilaksanakan. Termasuk yang ada dilingkungan Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalimantan Selatan.

Kepala PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nissa mengatakan, setelah terjadinya beberapa kali hujan setidaknya aktivitas lansia mulai kembali dilonggarkan pihaknya.

Kepala PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nissa, saat menjelaskan kondisi terkini soal rutinitas lansia

“Memang sempat terjadinya kabut asap tebal yang sangat menganggu kesehatan lansia khususnya yang mempunyai riwayat ISPA. Sehingga, kemarin kami menghentikan sementara aktivitas rutin sebagai bentuk antisipasi,” ujarnya, Jumat (27/10).

Ia menerangkan, dengan mulai menipisnya kabut asap tentu proteksi dalam memberikan perlindugan bagi lansia tetap diperketat.

“Yakni tetap dengan pemberian asupan gizi dan vitamin agar imun mereka terjaga,” ungkapnya.

Meski mulai dilonggarkan kegiatan, pihaknya tetap menganjurkan lansia untuk menggunakan perlindungan diri dari kabut asap.

“Kami mengharuskan lansia agar memakai masker apabila kabutnya tebal. Keluar wisma juga wajib menggunakan masker,” paparnya.

Saat ini, kata dia, aktivitas senam pagi yang ditiadakan sementara akibat kabut asap sudah mulai dilaksanakan. Tetapi, masih dalam pengawasan pengelola panti.

“Masih dalam catatan tidak boleh terlalu lama. Kemudian, harus mengenakan masker serta kami tambah dengan minuman susu untuk meningkatkan imunitas lansia,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pelajar Kalsel Sambut Gembira Sosialisasi Pemilu 2024

BANJARBARU – Ratusan pelajar dari empat sekolah di Kota Banjarbaru terlihat antusias mengikuti sosialisasi edukasi politik dan Pemilu 2024, yang digelar Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan.

Para pelajar berasal dari SMKN1 , SMKN 2, SMK PGRI dan SMA PGRI 2 tersebut mengaku terkesan dan gembira dengan kegiatan yagm digelar.

Mereka juga bangga dengan para narasumbet hebat serta profesional moderator selaku pemandu diskusi.

“Rasanya waktu terlalu singkat meski sudah dua jam lebih kami diberikan edukasi terkait pemilu dan edukasi politik,” tutur Rahmat , perwakilan pelajar dari SMKN 1 Banjabaru. di sela mengikuti.sosialisasi pemilu dan edukasi politik oleh Bakesbangpol Kalsel dii salah satu hotel Banjarbaru, Kamis (26/10)

Rahmat mengatakan, sosialisasi politik dan pemilu 2024 di kalangan pelajar atau pemilih pemula sangat penting.

Ini karena kesuksesan pemilu sangat tergantung dari animo.masyarakat untuk berpartisipasi datang ke tempat pemungutan suara , salah satu unsur itu adalah peran penting kalangan milenial.

Dipandu Toto Fachrudin dengan pengalaman sebagai jurnalis senior, membuat suasana jalannya sosialisasi makin hidup dan berkembang.

Kegiatan sosialisasi semakin semarak karena pihak Kesbangpol menghadirkan pakar yang kompetensi di bidangnya.

Mereka adalah, Taufik Arbain dari akademisi ULM, Akhmad Mukhlis dari Bawaslu dan dari unsur KPU diwakili Arif Mukhyar.

Tiga naraumber sepakat sosialisasi di kalangan pelajar atau pemilih pemula merupakan media strategis untuk meningkatkan partisipasi pemilu 2024.

Sementara itu Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalsel Heriansyah melalui Kabid Politik Sri Rachma mengatakan, sosialisasi ini rangka meningkatkan parrtisipasi generasi muda atau pemilih pemula agar lebih awal mengenal proses politik melalui kegiatan edukasi poltik dan proses pemilu .

“Ini sesuai arahan.Bapak Gubernur Paman Birin melalui Kesbangpol agar giat melalukan sosialisasi dan edukasi dalam rangja mensukseskan pemilu dan meningkatkan pengetahuan atau pendidikan demokrasi,” terangnya.

Rachma menjelaskan, sebagai sebuah proses tranformasi politik maka keterlibatan pemilih pemula merupakan bagin dari penataan struktur betekelanjutan menuju demokrasi negara yang lebih baik dan maju. (Bakesbangpol.Kalsel/RDM/RH)

Gubernur Akan Pimpin Pemecahan Rekor Muri Pencak Silat di Kalsel

BANJARMASIN – Jelang pelaksanaan pemecahan Rekor MURI 10 ribu peserta Pencak Silat di Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akan memimpin pemecahan rekor tersebut.

Sumber Foto : Net

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pemecahan rekor muri akan dilaksanakan pada Sabtu 28 Oktober 2023 mendatang.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Pemecahan rekor MURI dilaksanakan kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, dipimpin langsung oleh Gubernur Sahbirin Noor,” ungkapnya.

Gubernur Kalsel ini, lanjut Hermansyah, merupakan Ketua Umum IPSI Kalsel.

Dikatakan Hermansyah, untuk persiapan pemecahan Rekor MURI Pencak Silat saat ini sudah siap, tinggal pelaksanaannya saja.

“Pemecahan rekor Muri pencak silat ini dalam rangka Hari Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Hermansyah berharap, Pemecahan Rekor 10 ribu peserta pencak silat dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

“Tentunya kami berharap pemecahan rekor MURI ini, dapat berharap lancar,” ucap Hermansyah.

Ditambahkan Hermansyah, untuk peserta sendiri sampai saat ini, sudah tercatat sebanyak 11 ribu orang, yang siap meramaikan pemecahan rekor MURI Pencak Silat tersebut.

“Sampai saat ini sudah terdata 11 ribu peserta,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/RH)

Pemprov dan DPRD Kalsel Terus Perjuangkan Pemenuhan SPM Pendidikan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperjuangkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kalsel bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) beserta UPTD-UPTD yang ada di bawah naungannya, pada Rabu (25/10).

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin menyampaikan dalam rapat kerja untuk harmonisasi rencana kerja pada tahun 2024 mendatang, pihaknya menyoroti beberapa hal, salah satunya terkait pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan (SPM Pendidikan), yakni mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar pendidikan yang wajib dan berhak diperoleh setiap Peserta Didik secara minimal.

“Kami ingin mengajak teman-teman di Dinas Perdidikan Provinsi Kalsel untuk sama-sama berjuang. Bahwa, di tahun akhir masa jabatan Gubernur Kalsel, ini bisa betul-betul terpenuhi SPM Pendidikan ini,” harapnya.

Apalagi, menurut Lutfi, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, adalah kepala daerah yang mendapatkan penghargaan nasional sebagai kepala daerah yang sangat konsen terhadap dunia pendidikan. Sehingga, ia yakin Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu juga mendukung hal tersebut.

“Namanya juga minimum ya, jadinya harus terpenuhi. Sehingga nantinya setelah kepemimpinan Paman Birin meninggalkan kenangan yang manis untuk dunia pendidikan di Kalsel,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun menegaskan pihaknya terus berupaya untuk memenuhi SPM bidang pendidikan, terutama pada tahun anggaran 2024 mendatang.

“Secara garis besar, ada sekitar 7 item SPM termasuk sarana prasarana sekolah dan lain-lain yang akan kita penuhi di 2024 nanti,” tegasnya.

Untuk diketahui, SPM Pendidikan bertujuan untuk memberikan panduan kepada Pemerintah Daerah dalam pemenuhan kebutuhan dasar Peserta Didik sesuai dengan jenjang dan jalur Pendidikan. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akan Gelar Event Banua Triathlon

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, akan menggelar Event Banua Triathlon.

Kepada Abdi Persada, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui rilisnya pada Kamis (26/10) mengatakan, guna memperkenalkan dan mengembangkan potensi pariwisata Banua, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebentar lagi, akan menggelar Event Banua Triathlon, yang diagendakan pada tanggal 29 Oktober 2023.
Dimana, Event ini akan berfokus pada salah satu destinasi wisata di Kalsel.

“Kegiatan digelar di Kebun Raya Banua, yaitu dekat pusat Perkantoran Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, Triathlon sendiri merupakan event sport tourism yang menggabungkan tiga macam olahraga, yaitu renang, lari, dan bersepeda. Hal ini merupakan perdana dilaksanakan di Kalsel. Ia berharap, dapat berjalan lancar dan sukses nantinya. Dimana, bertujuan sebagai pengembangan dan promosi wisata daerah, serta memanfaatkan kondisi dan track lintasan yang memadai, seperti danau air buatan Kebun raya banua untuk lomba berenang.

“Selain juga lebar dan luasnya jalan untuk jalur Lari, dan kondisi kultur permukaan tanah yang menurun dan mendaki pada track bersepeda,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, para peserta yang mengikuti Event Banua Triathlon
tidak hanya dari Kalsel, tetapi sebagian besar berasal dari luar daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur , Sulawesi, Sumatra, bahkan dari mancanegara berkebangsaan Inggris dan Irlandia. Total jumlahnya ada sebanyak 120 orang.

“Olahraga wisata yang memacu adrenalin dan fisik ini, akan dibagi menjadi tiga kategori sprint (750 m renang, 10 km sepeda, 5 Km lari), kategori standard (1500 m renang, 20 Km sepeda, 10 Km lari) dan kategori relay sprint (750 m renang, 10 km sepeda, 5 Km lari) dengam berhadiah puluhan juta rupiah,” tutup Pj Bupati Tapin. (NHF/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi E-Katalog dan SIRUP

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan sosialisasi tata cara penggunaan aplikasi E-Katalog dan SIRUP dalam pengadaan barang dan jasa dilingkungan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (26/10).

Kepala Diskominfo Kalimantan Selatan Muhammad Muslim menyampaikan, bahwa pentingnya aplikasi E-Katalog dan SIRUP untuk mengawal hal-hal yang berkaitan dengan efektivitas, efisiensi, maupun akuntabilitas terhadap barang dan jasa.

Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim

“Kita memantapkan lagi pemanfaatan aplikasi E-Katalog dan SIRUP untuk kebutuhan pengadaan barang dan jasa,” ungkap Muslim.

Aplikasi E-Katalog dan SIRUP juga akan memberikan dampak terhadap para produsen, yang akan lebih transparan, komoditif, sehingga Diskominfo Kalsel akan mendapatkan barang yanf berkualitas tinggi dan bagus.

“Aplikasi E-Katalog dan SIRUP ini mengawal terhadap operasi perangan daerah (OPD),” lanjut Muslim.

Aplikasi E-Katalog dan SIRUP memiliki hubungan langsung dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Yakni peningkatan Indeks SPBE dengan cara pemanfaatan-pemanfaatan aplikasi umum seperti E-Katalog dan SIRUP. Sehingga pemanfaatan aplikasi menjadi sebagai indikator, untuk pemanfaatan digitalisasi didalam sistem pemerintahan.

“Digitalisasi akan kita manfaatkan sebanyak mungkin didalam sistem pemerintahan,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Pajak Kendaraan Bermotor di Kalsel Sudah Capai 684 M Lebih

BANJARBARU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel merilis penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 80,94 persen atau Rp684 miliar lebih. Nilai yang menjadi kas daerah ini merupakan realisasi minggu ke 2 Oktober 2023.

Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil, melalui Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Riandy Hidayat, menyebutkan, penerimaan ini akan dimaksimalkan pihaknya agar pendapatan asli daerah bisa tercapai sesuai target.

“Capaian yang kita terima pada 24 November 2023 itu merupakan target murni,” ungkapnya, Kamis (26/10) siang.

Dalam sisa dua bulan ini, melalui Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) yang tersebar di kabupaten/kota itu terus berusaha. Harapannya, penerimaan dapat terus berjalan baik.

“Mudah-mudahan bisa terkejar semuanya. Karena ini akan menjadi tugas yang cukup ekstra bagi tim yang ada di UPPD Samsat se Kalimantan Selatan,” bebernya.

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang secara total sudah terkumpul sebesar 80,94 persen itu setidaknya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel harus mencari 19,06 persen untuk mampu mencapai angka penerimaan 100 persen dalam dua bulan di tahun ini.

“Kita terus semangat agar target yang sudah ditentukan Bapenda Kalsel bisa tercapai,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Gelar Bioskop Keliling

HSS – Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Bioskop Keliling.

Suasana Nonton Film berjudul, Matahari dari Bumi Banjar

Hal itu disampaikan, Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, kepada wartawan, pada Rabu (25/10)

Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, saat memberikan komentarnya

Nita mengatakan, kegiatan Bioskop Keliling ini untuk pertama kalinya digelar ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu untuk peserta didik SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta masyarakat umum yang berlokasi di lapangan Murjani Lambung Mangkurat Kota Kandangan. Film yang diputar berjudul Matahari dari Bumi Banjar yang didalamnya terdapat tokoh ulama kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyaraka, untuk mengenal lebih dekat biografi Datu Kelampayan, yang menceritakan ajaran Islam dalam kesatuan spiritual dan keterkaitan historis,” ucapnya

Disampaikan Nita, kegiatan Bioskop Keliling ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, tetapi terhenti karena Pandemi COVID-19, untuk Tahun 2023 ini kembali menggelar. Rencananya setelah ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan akan dijadwalkan di tiga belas Kabupaten dan Kota secara bertahap.

“Kegiatan ini kami mengoperasikan salah satu sarana mobil bioskop keliling,” jelasnya

Lebih lanjut Nita menambahkan, dalam kegiatan Bioskop Keliling, UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, juga memberikan cinderamata berupa buku cetakan naskah mamanda dan pantun madihin lamut, guna menambah wawasan peserta didik di Banua.

“Kita ingin mereka generasi muda, dapat mengenal dan melestarikan kesenian khas daerahnya,” tutup Nita. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version