BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menggelar Rapat Dengar Pendapat, dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, Rabu (3/1).
Suasana RDP dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin
Usai kegiatan Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi, menyampaikan rapat ini sangat penting untuk melakukan evaluasi program kerja di tahun 2023. Guna mengetahui berapa proyek pekerjaan, terlwbih infrastruktur. Mulai jalan, jembatan dan drainase, baik sudah selesai maupun terlambat diselesaikan. Ia berharap, dapat segera rampung.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi, saat memberikan komentarnya
“Dari rapat ini beberapa proyek infrastruktur yang belum selesai sudah diketahui kendalanya,” ucap Afrizal
Disampaikannya, selain evaluasi, pihaknya juga menerima penyampaian program kerja di tahun 2024, untuk pekerjaan pelebaran Jalan, di Jalan Padat Karya Sungai Andai, dan pembangunan Jembatan yang menghubungkan Sungai Jingah dengan Sungai Bilu.
“Kami berharap perencanaan ini dapat direalisasikan,” pintanya
Lebih lanjut Afrizaldi menambahkan, pekan depan pihaknya menjadwalkan Rapa Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Banjarmasin, mulai dari realisasi kegiatan tahun 2023 dan program kerja di tahun 2024 mendatang. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan.
“RDP ini untuk semakin meningkatkan kinerja, agar dapat mengetahui kendala di lapangan,” tutupnya
Untuk diketahui, Komisi III DPRD Banjarmasin, menggelar Rapat Evaluasi Bidang Infrastruktur tahun 2023, bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin. Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, didampingi Wakilnya Afrizaldi dan Anggota, dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, didampingi Sekretaris bersama Kabid, bertempat di ruang Komisi III DPRD kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan merencanakan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Konservasi Perairan Banua Raya.
Ekspos Pembentukan UPTD baru di Kementerian Dalam Negeri
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menjelaskan, pada awal Desember 2023 lalu, pihaknya telah melakukan ekspos pembentukan UPTD baru ini di Kementerian Dalam Negeri.
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono
“Kami bersyukur pada awal Desember lalu, telah melaksanakan ekspos UPTD baru tersebut,” ungkap Rusdi, Rabu (3/1).
UPTD baru tersebut, lanjutnya, merupakan UPTD Konservasi Perairan Banua Raya, di 4 wilayah salah satunya di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.
“Pembentukan UPTD baru tersebut, guna menunjang Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam melindungi dan melestarikan sumber keluatan dan ekosistem pesisir,” jelas Rusdi lebih lanjut.
Rusdi berharap, kawasan konservasi perairan yang di kelola UPTD Banua Raya kedepannya, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat persisir disekitar kawasan tersebut.
“Tentunya dengan adanya UPTD baru tersebut, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ucap Rusdi.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi juga mengungkapkan, di Tahun 2024 ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkatkan, potensi Kelautan yang ada di Banua.
“Untuk upaya peningkatan potensi kelautan di Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya terus melakukan penggalian potensi tersebut,” ujar Rusdi.
Untuk kewenangan pengelolaan kelautan 0 – 12 mil laut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Tentunya, lanjut Rusdi, dengan wilayah tersebut akan banyak potensi perikanan dapat dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan.
“Peningkatan potensi kelautan ini, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Komisi II DPRD Kalsel mengapresiasi hasil kinerja Bank Kalsel Cabang Batulicin yang terus meningkat setiap tahun.
Suasana kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin
Saat memimpin kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel ke Kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin, Rabu (3/1), Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mengaku sangat gembira dengan hasil capaian Bank Kalsel Cabang Batulicin.
“Jadi ini yang sebenarnya kita inginkan. Jangan sampai stagnan atau tidak ada yang menggembirakan dari hasil capaian kinerja tahun-tahun nanti,” ujar Yani Helmi.
Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel akrab disapa Paman Yani itu, hasil capaian ini tidak terlepas dari peran Pemprov Kalsel maupun Pemkab Tanah Bumbu yang terus memperhatikan bank daerah untuk terus tumbuh.
“Mudah-mudahan Pemkab Tanah Bumbu lebih perhatian kepada bank daerah karena ini milik dan untuk rakyat Kalsel termasuk Tanah Bumbu,” harapnya.
Paman Yani berharap hasil kinerja Bank Kalsel Cabang Batulicin bisa lebih meningkat tahun 2024. Baik dalam hal tabungan maupun deposito.
“Kredit usaha untuk UMKM dan usaha lain juga harus diperhatikan dan dijalankan,” pintanya.
Beberapa masukan juga disampaikan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya yaitu lokasi cabang pembantu yang harus lebih strategis demi meningkatkan jumlah nasabah.
Menanggapi hal itu, Pimpinan Bank Kalsel Cabang Batulicin, Teguh Indra Bayu akan menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan.
“Ini tentu suatu masukan yang sangat baik dan akan terus coba kami tindaklanjuti dan harapannya segera terealisasi,” ungkap Teguh.
Teguh berharap Komisi II DPRD Kalsel terus mendukung segala upaya mereka dalam mewujudkan kinerja yang semakin baik.
“Semoga kami terus menjaga dan meningkatkan kinerja,” tutup Teguh.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota Komisi II DPRD Kalsel yakni Karlie Hanafi Kalianda, Fahrani, Iskandar Zulkarnain serta Habib Musa Assegaf. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin melepas keberangkatan sekitar 320 jemaah umrah di depan pintu keberangkatan bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, pada Selasa (2/1).
Wajah kegembiraan terpancar di raut wajah Paman Birin saat melepas rombongan jemaah umrah, yang dipimpin dan nantinya sebagai pembimbing ibadah Umrah, Alimmul Fadhil Al Hafidz, KH Muhammad Wildan Salman.
Sebagaian jemaah yang berasal dari berbagai unsur masyarakat seperti tenaga pengajar, ustad, tokoh masyarakat, pelajar, dan lainnya itu, diberi kesempatan menunaikan ibadah umrah yang diinisiasi Paman Birin, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam membangun Banua melalui berbagai kegiatan.
Jemaah umroh yang berangkat ke tanah suci juga satu penerbangan dengan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, beserta sejumlah kepala dinas lingkup Pemprov Kalsel.
Paman Birin berpesan agar jemaah umrah tetap menjaga kesehatan dan stamina dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.
Tidak lupa diingatkan, agar para jemaah umrah menjaga kekompakan dan saling membantu satu sama lain jika ada yang kesulitan atau memerlukan bantuan, serta menjaga nama baik Kalsel Babussalam.
“Ulun doakan pian-pian berangkat dengan selamat dan kembali nantinya dengan selamat pula, mudah-mudahan segala ibadah yang dilakukan selama umrah menjadi amal ibadah oleh Allah SWT serta ibadahnya mabrur,” doa Paman Birin.
Paman Birin pun menyalami satu persatu jemaah umrah sebelum memasuki ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor untuk selanjutnya diberangkatkan ke Mekkah.
Para jemaah nampak sangat bahagia berkesempatan umrah dilepas orang nomor satu di Kalsel itu.
Turut menyaksikan pelepasan keberangkatan jemaah yang akan menjalani umrah mulai 2 – 11 Januari itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel mencatat performa positif pada tahun 2023. Hingga November 2023, aset bank menembus Rp26,26 triliun atau tumbuh 18,65 persen secara tahunan. Dari sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan sebesar15,24 persen, mencapai nominal Rp20,57 triliun. Sementara untuk penyaluran Kredit dan Pembiayaan tumbuh di 8,19 persen dengan nominal mencapai Rp14,66 triliun.
Suasana saat jumpa pers akhir tahun Bank Kalsel
Pencapaian atas kinerja bisnis dan operasional tersebut mendorong perolehan laba konsolidasi bank sebesar Rp338 miliar pada November 2023, mengalami pertumbuhan 5,82 persen secara tahunan. Perolehan laba ini menjadi kontribusi terhadap peningkatan Modal Inti Bank Kalsel yang terealisasi secara organik sebesar Rp2,65 triliun pada November 2023, dan diproyeksikan akan terealisasi sebesar Rp3,42 triliun pada Desember 2024.
“Selama tahun 2023, Bank Kalsel juga telah menyalurkan pembiayaan KPR Sejahtera dengan total pembiayaan sebesar Rp1,68 miliar, sedangkan untuk UUS Bank Kalsel realisasi penyaluran pembiayaan KPR Sejahtera pada tahun 2023 kepada 37 peserta dengan total pembiayaan sebesar Rp6,05 miliar,” ujar Fachrudin, selaku Direktur Utama Bank Kalsel, saat jumpa pers akhir tahun di Banjarmasin belum lama tadi.
Direktur Utama Bank Kalsel saat memaparkan capaian tahun 2023
Disisi lain, menurut Fachrudin, Bank Kalsel yang telah menginjak usia ke-59 di tahun 2023, terus mendapat apresiasi dan penghargaan atas berbagai prestasi cemerlang di tahun 2023. Berbagai bentuk penghargaan ini sebagai bukti bahwa Bank Kalsel telah dikelola dengan baik dan profesional.
Tercatat ada 10 penghargaan yang diraih Bank Kalsel sepanjang tahun 2023. Diantaranya adalah Banking Service, Category BPD yang diberikan oleh Warta Ekonomi dalam ajang Indonesia Best BUMD Awards 2023, Top BPD Bintang 5, Top CEO BUMD 2023 dan Top Pembina BUMD 2023 dari TOP BUMD Awards 2023, dan kategori Pembiayaan Daerah Terbaik oleh Republika dalam Anugerah Syariah Republika 2023.
“Melanjutkan apa yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, Bank Kalsel juga konsisten melakukan ekspansi bisnis, inovasi dan pengembangan serta transformasi digital dalampeningkatan produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan stakeholder diberbagai sektor bidang usaha,” tambah Fachrudin.
Tidak hanya itu, Bank Kalsel juga optimis mampu berekspansi di bidang layanan jasa keuangan yang lebih baik, serta berperan mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa-masa mendatang.
Dalam menghadapi tahun 2024, dari sisi rencana kinerja dan strategis, Bank Kalsel telah mengatur strategi bisnis yang tepat dan prudent di berbagai segmen bisnis, dengan target menjaga optimalisasi pendapatan, meningkatkan efisiensi dan menjaga kualitas kredit bank.
Untuk merealisasikan strategi tersebut, Bank Kalsel harus selaras dengan ketentuan regulator maupun pemerintah dalam memproyeksikan tumbuhnya kinerja keuangan yang positif serta turut menjaga kesehatan industri keuangan dan perbankan dalam negeri.
Dalam proyeksi tahun 2024 yang telah tercantum dalam Rencana Bisnis Bank, Bank Kalsel menargetkan pertumbuhan Aset sebesar 10,94 persen, Dana Pihak Ketiga tumbuh 9,32 persen, sedangkan Kredit dan Pembiayaan Bank Kalsel ditargetkan tumbuh 10,39 persen.
Dari aktivitas dan ekspansi bisnis bank yang akan dilakukan di tahun 2024 tersebut, ditargetkan laba bank tumbuh 6,55 persen. Pertumbuhan laba ini juga menjadi upaya bank untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 Triliun di tahun 2024, sebagaimana disyaratkan POJK 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Dengan semua rencana strategis dan bisnis yang akan dijalankan di tahun 2024, Bank Kalsel optimis, modal inti akan melampaui regulasi tersebut.
Disamping semua yang telah diutarakan diatas, selain dunia bisnis, Bank Kalsel juga memberikan kontribusi dalam bentuk lain. Untuk pengembangan industri keuangan, Bank Kalsel berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem keuangan di daerah. Melalui partisipasinya dalam pengembangan ekosistem keuangan daerah tersebut, Bank Kalsel dapat menciptakan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan mendukung kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Selain itu, bank juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan sosial di sekitarnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun Taksonomi Hijau. Dengan melibatkan diri dalam CSR, bank tidak hanya fokus pada keuntungan finansial semata, tetapi juga pada pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Bank juga menunjukkan kepeduliannya terhadap umat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel. Melalui UPZ ini, bank secara rutin mengumpulkan Zakat, Infaq, dan Sedekah dari penghasilan seluruh pegawainya. Tindakan ini mencerminkan kepedulian bank terhadap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, serta komitmen untuk berkontribusi pada pemberdayaan dan kesejahteraan umat. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Paripurna Internal dengan agenda Penutupan Masa Sidang Ketiga Tahun Sidang 2023 dan Pembukaan Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2024 bertempat di Ruang Paripurna H. Mansyah Addrian gedung DPRD Kalsel, Selasa (2/1).
Rapat Paripurna tersebut diawali dengan penyerahan hasil pelaksanaan kegiatan reses Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel Masa Sidang Ketiga Tahun 2023 yang diserahkan perwakilan masing-masing fraksi Dewan kepada Ketua DPRD Kalsel, Supian HK selaku Pimpinan rapat.
Suasana Rapat Paripurna Internal DPRD Kalsel
Ada delapan Fraksi yang menyerahkan hasil reses yaitu Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PAN, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi PKS, dan Fraksi Persatuan Nurani Demokrat.
Kemudian dilanjutkan dengan Penutupan Masa Sidang Ketiga Tahun 2023 terhitung September – Desember 2023.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menjelaskan bahwa pada tahun 2023, Dewan telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang meliputi rapat-rapat komisi dan Alat Kelengkapan Dewan, pelaksanaan studi komparasi dan konsultasi, penyerapan aspirasi, penyebarluasan program pembentukan Rancangan Perda, Perda serta peraturan perundang-undangan lainnya, serta sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila ke Kabupaten/Kota.
“Pada tahun 2023, DPRD Kalsel telah merampungkan beberapa Raperda bersama dengan Pemerintah Daerah sehingga Perda-perda yang dimaksud dapat segera diimplementasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Supian HK menambahkan kegiatan Masa Sidang Pertama Tahun 2024 yang dimulai terhitung 1 Januari dan berakhir pada 30 April 2024.
Adapun pokok-pokok kegiatan dewan yang akan dilaksanakan antara lain kegiatan komisi-komisi DPRD dan AKD berupa rapat kerja maupun rapat dengar pendapat dengan pihak terkait, pembahasan Raperda atau rancangan keputusan DPRD, penyebarluasan program pembentukan Raperda, Perda dan peraturan perundang-undangan lainnya dan sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila.
“Selain itu, kegiatan-kegiatan rapat paripurna yang disesuaikan dengan kebutuhan, rapat konsultasi Forum Silaturahmi DPRD dengan Gubernur Kalsel, kegiatan masa reses Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Mengawali tahun 2024, Komisi Informasi Provinsi (KIP) provinsi Kalimantan Selatan, terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait kelembagaannya dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat. Termasuk kepada organisasi kemasyarakatan yang ada di Kalimantan Selatan.
Suasana pertemuan antara Komisi Informasi Provinsi Kalsel dan HIPMI kota Banjarmasin pada Selasa (2/1)
Diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kota Banjarmasin, digelarlah silaturahmi dengan Komisi Informasi Provinsi Kalsel, pada Selasa (2/1) disalah satu kafe di kota Banjarmasin.
Pertemuan penuh keakraban ini, dihadiri langsung Ketua Umum HIPMI kota Banjarmasin, Aulia Rahman, Sekretaris Ridwan Abdul Qadir Jailani, Bendahara Dewi Marissa, serta para ketua bidang. Begitu juga dari Komisi Informasi Provinsi, dihadiri langsung Ketua KI, Nawang Wijayati, didampingi 3 komisioner. Yakni Komisioner Bidang Kelembagaan, AH Rijani, Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi Riduannor, serta Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, Yati Nurhayati.
“Tujuan pertemuan ini adalah untuk lebih mengenalkan tugas dan fungsi Komisi Informasi kepada masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Selain itu juga untuk mengedukasi dan mensosialisasikan terkait keterbukaan informasi publik, sesuai amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008,” jelas Nawang.
Dalam pertemuan tersebut, komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Selatan menjelaskan terkait keorganisasian Komisi Informasi, serta tugas, fungsi dan wewenangnya dalam hal keterbukaan informasi publik.
Pada kesempatan ini, juga terjadi dialog santai antara anggota HIPMI dengan komisioner Komisi Informasi provinsi, terkait bagaimana cara memohon informasi di badan publik dan apa yang harus dilakukan masyarakat, untuk ikut serta mengawal undang-undang nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik
“Saya harap dengan pertemuan ini, gaung keterbukaan informasi publik di Kalimantan Selatan menjadi lebih luas, sehingga menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai provinsi yang terbuka informasinya untuk menuju Banua sejahtera Kalsel Babussalam,” harap Aulia Rahman, ketua umum HIPMI kota Banjarmasin, menutup pertemuan. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pengusaha Perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan meminta dibangun serta kapasitas pabrik es batu ditambah di kawasan tersebut.
Salah satu Pengusaha Perikanan di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Haji Jaya mengatakan, saat ini di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin mengalami kekurangan pasokan es batu.
Salah satu Pengusaha Perikanan Haji Jaya
“Kekurangan es batu ini, jadi keluhan pengusaha ikan di sini” ungkapnya.
Karena itu, lanjut Haji Jaya, pihaknya meminta agar pabrik es batu dapat dibangun di kawasan tersebut.
“Pabrik es batu yang ada saat ini sudah mengalami kerusakan sejak tiga bulan lalu. Sehingga, pasokan es batu berkurang,” ujarnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengakui, masalah kurangnya pemenuhan es batu tersebut..
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki
Jaki menjelaskan, saat ini keterbatasan pabrik es di lingkungan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha.
“Pabrik es batu yang ada saat ini hanya berkapasitas 10 ton, produksi tersebut hanya mampu memenuhi sepertiga dari kebutuhan es batu di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucap Jaki.
Jaki juga mengungkapkan, pihaknya telah berhasil mencapai Target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulilah kami berhasil memenuhi target PAD sebesar 936 juta rupiah, dari perolehan retribusi sewa gedung dan kios bagi pelaku usaha yang berada di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ungkapnya.
Capaian tersebut, melebihi target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan di tahun 2023 sebesar 800 juta rupiah. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Mengawali kinerja tahun 2024, DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna, bertempat di ruang Paripurna DPRD kota Banjarmasin, pada Selasa (2/1).
Kepada sejumlah wartawan, usai rapat Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Matnor Ali, mengatakan, agenda Rapat Paripurna Perihal Tutup Masa Sidang tahun 2023 dan Buka Masa Sidang tahun 2024, merupakan kegiatan rutin tahunan. Dimana, pihaknya menyampaikan realisasi kegiatan dewan sesuai fungsinya yaitu Legislasi, Pengawasan, dan Anggaran. Ia berharap, untuk tahun 2024, dapat semakin meningkatkan kinerja lebih baik lagi.
“Seluruh kegiatan sudah banyak terealisasi di tahun 2023,” kata Matnor
Hal senada disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, dijelaskannya, dalam Rapat Paripurna pihaknya menyampaikan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah. Dimana, merupakan inisiatif Dewan Banjarmasin yaitu Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi, kemudian Penyelenggaraan Kearsipan dan Pemberian Insentif atau kemudahan kepada masyarakat atau investor. Ia meminta, setelah diajukan ini akan segera dilakukan pembahasan.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, didampingi Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali
“Setelah disampaikan Raperda, 8 fraksi masing-masing menyampaikan saran dan pendapatnya,” ucap Yamin
Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyampaikan pihaknya sangat berterima kasih sudan berjalan dengan baik, selama ini dalam membangun Kota Banjarmasin, dengan terus saling berkolaborasi memajukan kota seribu sungai. Terkait pengajuan Rancangan Peraturan Daerah, pihaknya akan terus bersinergi dalam melakukan pembahasan nantinya.
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina (ditengah)
“Kami apresiasi awal tahun 2024 langsung bekerja,” tutup Ibnu
Untuk diketahui, Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, didampingi unsur pimpinan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, Matnor Ali, dan Tugiatno, serta Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Iwan Ristianto. Dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, kalangan legislatif juga pihak eksekutif. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Seiring dengan dicabutnya status pandemi COVID-19 pada pertengahan tahun 2023, maka kondisi perekonomian Kalimantan Selatan pun, terus mengalami peningkatan. Termasuk untuk angka inflasi, yang dipengaruhi Indeks Harga Gabungan – IHK di 3 kota, yakni Banjarmasin, Tanjung (Tabalong) dan Kotabaru. Terbukti, data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Kalsel, yang dirilis pada Selasa (2/1) terlihat bahwa inflasi Kalimantan Selatan tahun 2023, turun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2022 inflasi Kalsel tercatat 6,99 persen, maka pada 2023 menjadi 2,43 persen.
“Inflasi pada Desember 2023, juga terjaga di angka 0,18 persen, dari kumulatif penghitungan di 3 kota,” jelas Martin Wibisono, saat jumpa pers perdana tahun 2024 dikantornya di Banjarbaru, Selasa (2/1).
Martin merincikan, inflasi di 3 kota yang melakukan penghitungan IHK di Kalsel, juga turun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Yakni Tanjung mengalami inflasi sebesar 2,39 persen, turun dari tahun sebelumnya sebesar 5,01 persen. Begitu juga dengan Kotabaru mengalami inflasi tinggi hingga 8,55 persen tahun lalu, turun menjadi 3,81 persen tahun ini. Sedangkan kota Banjarmasin, mengalami inflasi 2, 28 persen atau turun drastis dari 6, 98 persen tahun lalu.
“Secara Month to Month pada Desember terjadi inflasi gabungan tiga kota IHK sebesar 0,18 persen, dengan penyumbang andil inflasi terbesar antara lain, ikan gabus, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan nila, dan cabai rawit,” paparnya.
Sedangkan yang menahan laju inflasi bulanan antara lain, angkutan udara, ikan tongkol, kacang panjang, mangga, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, buncis dan ayam hidup.
“Sementara komoditas penyumbang andil inflasi terbesar pada tahun 2023, antara lain rokok kretek filter, emas perhiasan, dan beras,” tutup Martin.
Diantara kota-kota IHK di Kalimantan, kota Banjarmasin mencatatkan inflasi paling rendah yakni 0,12 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Pontianak, sebesar 0,66 persen. (RIW/RDM/RH)