Warga Banjarmasin Diingatkan Untuk Tidak Parkir Atau Berhenti di Jalan A Yani

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengingatkan pengguna jalan A Yani (Nasional) tidak boleh digunakan untuk parkir atau tempat berhenti.

Seperti yang diungkapkan Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Banjarmasin Umar, Senin (29/1).

Kepala UPTD Parkir Dishub Banjarmasin Umar

“Terkait aktivasi masyarakat disepanjang Jalan A Yani, Kota Banjarmasin, berdasarkan undang undang lalulintas, untuk parkir dan berhenti di kawasan jalan nasional tersebut tidak diperbolehkan,” ungkap Umar.

Menurutnya, pihaknya telah membuat aturan atau rambu rambu peringatan dilarang parkir ataupun berhenti di kawasan tersebut.

“Kami berharap warga Kota Banjarmasin dapat mematuhi aturan tersebut,” ucap Umar.

Dalam kesempatan tersebut, Umar juga mengungkapkan, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin masih menemukan adanya praktek parkir liar dikawasan Jalan A Yani.

“Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin sampai saat ini terus melakukan patroli, agar meminimkan praktek parkir liar dikawasan Jalan A Yani tersebut,” ungkap Umar lagi.

Namun, lanjutnya, masih saja pihaknya mendapatkan laporan dari warga, adanya praktek parkir liar di jalan nasional tersebut.

“Apabila kami menemukan adanya praktek parkir liar tersebut, maka langsung diberikan peringatan serta lainnya,” ujar Umar. (SRI/RDM/RH)

Kunjungi Balangan, Gatriwara Kalsel Dilatih “Public Speaking”

BALANGAN – Mengawali Tahun 2024 ini, Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadiri Temu Silaturahmi Arisan yang bertempat di aula Gedung Mayang Maurai, Sabtu (27/1).

Selain ajang silaturahmi, acara ini juga diisi dengan Seminar yang mengangkat tema “Public Speaking, Branding Personality, And Attitude” dengan menghadirkan pembicara yaitu Mr. Dian Hasrie.

Dalam sambutannya, Ketua Gatriwara Kabupaten Balangan, Hidayah Fauzan mengatakan seminar ini bertujuan agar istri-istri anggota Dewan tersebut dapat menjadi pendamping yang sepadan bagi suami-suami mereka sebagai wakil rakyat yang menampung dan memperjuangkan aspirasi dari masyarakat.

“Selain itu, kemampuan “Public Speaking ” ini penting dimiliki agar menjadi diri yang terampil di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Gatriwara Kalsel, Emilda Khairani Iskandar Zulkarnain memberikan apresiasi kepada Gatriwara Balangan yang telah menjadi Tuan Rumah Temu Silaturahmi Arisan. Ia juga mengaku materi seminar yang diberikan sangat bermanfaat. Tidak lupa, Emilda juga berharap agar silaturahmi tetap terjaga di masa-masa mendatang.

“Temu silaturrahmi arisan Gatriwara di Balangan ini merupakan pertemuan terakhir 13 Kabupaten Kota Periode 2019-2024. Mudah-mudahan silaturrahmi seperti ini tetap berkesinambungan untuk Gatriwara periode yang akan datang,” harapnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Masyarakat Tabalong Minta Penambahan PJU dan Perbaikan Tempat Ibadah

TABALONG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK telah menyerap aspirasi masyarakat pada kegiatan resesnya di 11 desa di Kabupaten Tabalong, terhitung dari tanggal 21 – 28 Januari 2024.

Supian HK menjelaskan dari hasil kegiatan resesnya tersebut, masyarakat di beberapa desa mengharapkan adanya penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta perbaikan tempat ibadah yaitu mushola dan mesjid.

“Dari hasil reses kita kali ini, banyak desa di Kecamatan Banua Lawas Tabalong yang meminta PJU ditambah serta perbaikan mushola dan mesjid,” jelasnya, Minggu (28/01).

Selain di Tabalong, Supian HK juga menyerap aspirasi masyarakat di lima desa di kabupaten Balangan yaitu desa Batu Mandi, desa Teluk Mesjid, desa Kasai, desa Pelajau, desa Bungur.

Suasana Reses Ketua DPRD Kalsel, Supian HK di Kabupaten Tabalong dan Balangan

Dari beberapa pertemuan tersebut , lanjutnya, warga di Balangan mengusulkan adanya perbaikan infrastruktur sekolah dan madrasah serta perbaikan jalan longsor.

“Terhadap aspirasi masyarakat tersebut, kita akan pilah-pilah dulu, mana yang menjadi wewenang kami di provinsi dan yang menjadi wewenang kabupaten, akan kami upayakan koordinasi dengan pemerintah kabupaten,” ungkap Supian HK.

Sementara, Kepala Desa Hariang Kecamatan Banua Lawas, Sugianor mengaku senang atas kedatangan salah satu tokoh Kalsel ini. Dirinya berharap dengan kedatangan Ketua DPRD Kalsel ini, permasalahan yang ada di desanya dapat terselesaikan.

“Mudah-mudahan Pak Ketua Dewan bisa memperjuangkan aspirasi kami,” harapnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Hadiri Syukuran Hari Jadi ke-13, Ini Janji Paman Birin Untuk SMA Negeri Banua Kalsel

BANJAR – Pemotongan tumpeng, menjadi puncak acara syukuran hari jadi ke-13 SMA Negeri Banua Kalimantan Selatan, pada Senin (29/1). Istimewanya lagi, pemotongan tumpeng dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, Raudatul Jannah dan Kepala Disdikbud Provinsi, Muhammadun. Potongan tumpeng pertama, diserahkan Gubernur Paman Birin kepada putrinya, yang bersekolah di SMA Negeri Banua, yang kemudian diteruskan kepada Kepala SMA Negeri Banua, Risa Lisdariani.

Gubernur didampingi Ketua TP PKK Kalsel saa tiba di SMA Negeri Banua untuk syukuran hari jadi ke-13 pada Senin (29/1).

Usai acara, kepada wartawan, Paman Birin mengaku sangat bangga dengan prestasi yang sudah ditorehkan SMA Negeri Banua, hingga usianya memasuki 13 tahun pada 2024 ini.

“Pemerintah provinsi akan meningkatkan fasilitas pendidikan di SMA Banua untuk mendukung prestasi yang semakin meningkat,” ujar Paman Birin.

Gubernur didampingi Ketua TP PKK Kalsel menyerahkan piala dan hadiah Banua Mathematic Olympiad 2024 di SMA Negeri Banua

Menanggapi pernyataan Paman Birin ini, Kepala SMA Negeri Banua, Risa Lisdariani mengaku sangat senang, bahwa prestasi yang ditorehkan para anak didiknya, mendapat perhatian dari orang nomor satu di Kalimantan Selatan. Dia berharap, SMA Negeri Banua akan terus memberikan prestasi terbaiknya untuk Banua.

Sementara terkait komitmen Paman Birin untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di SMA Negeri Banua, Risa mengatakan ada dua prioritas yang akan diajukan kepada pemerintah provinsi tahun ini.

“Perbaikan gedung aula atau balairung mendesak untuk dilakukan. Karena keberadaan gedung ini sangat bermanfaat bagi siswa, dan juga dapat dipakai instansi pemerintah hingga masyarakat umum,” jelasnya.

Risa memaparkan, gedung aula berkapasitas sekitar 500 orang itu, sudah mengalami kerusakan atap sejak tahun 2018 lalu, akibat diterjang angin puting beliung.

“Kami juga mengusulkan pengolahan lahan rawa disekitar sekolah. Karena kemarin sempat mengalami kebakaran hutan dan lahan di sini,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Paman Birin juga didaulat menyerahkan piala serta hadiah, bagi pemenang Banua Mathematic Olympiad 2024, yang digelar SMA Negeri Banua bagi siswa SMP sederajat se Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/RH)

Dalam Reses, Paman Yani Langsung Telepon Dirut Bank Kalsel dan Kepala Bappeda Untuk Sampaikan Keinginan Warga

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, membuktikan tidak hanya menampung, namun juga menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Ini dibuktikan Wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu saat menggelar reses di Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (28/1).

Bagaimana tidak, saat ada masyarakat menyampaikan aspirasinya untuk adanya Kantor Samsat Pembantu, Kantor Cabang Bank Kalsel, serta destinasi wisata di desa tersebut.

Dihadapan ribuan warga yang hadir, Paman Yani langsung menghubungi Dirut Bank Kalsel melalui telepon dan meminta aspirasi masyarakat Desa Sukadamai langsung direalisasikan.

Sama halnya dengan pengembangan destinasi wisata di desa itu. Paman Yani langsung meminta Kepala Bappeda Kalsel untuk menyusun perencanaan pembangunan destinasi wisata yang layak.

“Kalau kantor Samsat pembantu di Mantewe sudah kita realisasikan dan saat ini sudah dalam proses pembangunan,” ungkap Paman Yani, saat reses di Desa Sukadamai,

Paman Yani menilai, adanya kantor bank Kalsel di Desa Sukadamai akan menggeliatkan ekonomi masyarakat. Bahkan turut berimbas pada pembangunan daerah melalui PAD yang dihasilkan.

Di samping itu, Mantewe yang menjadi jalur lintas Banjarbakula dan Banua Anam ke Tanah Bumbu melalui jalan bypass, menurutnya juga harus dimanfaatkan untuk pengembangan wisata dan UMKM.

“Nah ini yang dikehendaki masyarakat, kemajuan daerah melalui aspirasi,” tutur Paman Yani.

Tidak hanya Desa Sukadamai, keseriusan Paman Yani dalam menjemput aspirasi juga dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat di daerah konstituennya yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Di beberapa desa yang menjadi lokasi reses, tidak sedikit masyarakat yang berterimakasih karena telah dibantu melalui alat mesin pertanian (alsintan), perlengkapan nelayan hingga pembangunan sekolah.

“Kita bekerja untuk kepentingan masyarakat, melayani masyarakat. Jabatan ini apapun namanya itu di gaji dari uang rakyat, sewajarnya kita melayani masyarakat. Wajar jika masyarakat meminta hasil dari yang kita kerjakan,” pungkas Paman Yani.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukadamai, Budi Sriyanto, menilai Paman Yani merupakan sosok wakil rakyat yang tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga merealisasikannya.

“Sejauh ini hanya kepada Paman Yani kami bisa menyuarakan aspirasi langsung secara tatap muka. Saya rasa Paman Yani selalu membawa desa dan masyarakat menjadi lebih maju lagi,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Warga Antusias Saksikan Lomba Jukung Tradisional Piala Paman Birin 2024

BANJAR – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin membuka secara resmi Lomba Jukung Tradisonal Formasi B6 Piala Paman Birin Tahun 2024 yang digelar di Wisata Khatulistiwa, Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Minggu (28/1).

Paman Birin dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memelihara budaya lokal.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya, jukung merupakan bagian dari budaya kita karena kita hidup di Kalimantan Selatan yang kaya akan sungai,” ujar Paman Birin.

Selain itu, gubernur berharap pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional sambil mendorong pertumbuhan prestasi atletik lokal.

“Saya berharap lomba ini dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan prestasi olahraga dayung di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Paman Birin mengumumkan bahwa enam tim juara akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah, disamping hadiah lain yang telah disiapkan oleh panitia.

Lomba yang diinisiasi oleh Paman Birin ini diikuti oleh lebih dari 80 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, dengan total hadiah mencapai 55 juta rupiah.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menjelaskan, kegiatan ini diadakan rutin setiap tahun dalam rangka mempromosikan wisata sungai serta mencari bibit bibit atlet dayung.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Dalam formatnya yang khas, lomba jukung tradisional ini menggunakan jukung formasi B6, dimana satu jukung ditempati oleh 6 orang dengan jarak perlombaan mencapai 400 meter, dengan menerapkan sistem gugur untuk menentukan pemenang,” ujar Budiono.

Masyarakat yang menyaksikan pun sangat antusias. Tak hanya dari warga sekitar, namun juga datang dari berbagai wilayah di luar Kabupaten Banjar, seperti Banjarmasin maupun Banjarbaru. (BIRO.ADPIM/SRI/RDM/RH)

Paman Yani Minta Pemprov Kalsel Berikan Alsintan Sesuai Kontur Lahan

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, melanjutkan kegiatan reses hari ketujuh, di Tanah Bumbu, Sabtu (27/1).

Kegiatan menyerap aspirasi masyarakat kali ini kembali digelar di dua lokasi yakni Desa Api-Api dan Desa Sepunggur, Kecamatan Kelumpang Hilir.

“Ternyata banyak permintaan masyarakat di Tanah Bumbu dan Kotabaru termasuk di lokasi ini adalah alsintan (alat mesin pertanian),” kata Yani Helmi di sela kegiatan.

Alsintan yang dibutuhkan, menurutnya tentu saja yang sesuai dengan kontur lahan garapan. Seperti di Desa Sepunggur, traktor apung sangat dibutuhkan mengingat kontur tanah yang berair.

“Traktor apung ini bekerja fleksibel, jadi bisa dipakai untuk lahan kering maupun basah,” terang wakil rakyat akrab disapa Paman Yani.

Paman Yani berharap keinginan para petani itu dikabulkan oleh Pemprov Kalsel. Terlebih ada belasan Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) di Desa Sepunggur.

“Ini yang kami dan gapoktan inginkan. Kami juga selaku anggota DPRD akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat bisa terpenuhi sesuai keinginan,” tuturnya.

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu mengungkapkan alasannya fokus pada sektor pertanian lantaran inflasi beras yang terus meningkat.

“Daripada uangnya untuk beli beras luar, lebih baik kita gunakan untuk mensejahterakan petani kita disini. Tentu saja dampaknya kita juga bisa menekan inflasi,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Digagas Paman Birin, Lomba Baca Puisi Nasional Bertema Syekh Arsyad Al Banjari Diminati Peserta se-Indonesia

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menyerahkan piala dan hadiah lomba baca puisi nasional bertajuk Piala Paman Birin 2, kepada para pemenang usai Sholawatan dan Tausyiah yang berlangsung di Bumi Shalawat Desa Kiram, Kabupaten Banjar pada Jumat (26/1) malam.

Lomba yang diikuti 2.371 peserta dari berbagai daerah se-Indonesia ini, mencapai puncaknya dengan penampilan 5 (lima) finalis di acara final yang digelar di Bumi Shalawat desa Kiram, Kabupaten Banjar.

Para finalis ini berhasil mencuri perhatian dengan puisi-puisi indah mereka yang mengangkat tema “Syekh Arsyad Al Banjari.”

Juara pertama lomba baca puisi nasional Piala Paman Birin 2, jatuh kepada Raden Mono Wangsa dari Bekasi, yang berhasil meraih nilai tertinggi sebesar 840.

Sebagai apresiasi atas prestasinya, Raden Mono Wangsa diberikan piala dan hadiah uang sebesar Rp35 juta rupiah oleh Gubernur Kalsel.

Selain juara pertama, empat juara terbaik lainnya adalah Ridho Novrihati dari Kalimantan Selatan, Bode Riswandi dari Tasikmalaya, Jawa Barat, M. Sulkan dari Jawa Tengah, dan Septian Natalia dari Lampung. Masing – masing juara terbaik berhak atas hadiah sebesar 7,5 juta rupiah.

Sebelum penyerahan piala, warga dan jamaah Sholawatan dan tausiyah disuguhkan dengan pembacaan puisi oleh juara pertama dan empat terbaik lomba baca puisi nasional.

Acara tersebut menjadi momentum berharga untuk memperlihatkan bakat-bakat muda di bidang sastra, serta mendukung pengembangan minat baca dan kreativitas di kalangan generasi muda Indonesia.

Gubernur Paman Birin menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah mengikuti lomba baca puisi nasional Piala Paman Birin 2.

Paman Birin pun berharap agar lomba ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan apresiasi terhadap sastra dan budaya Indonesia.

“Lomba baca puisi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan apresiasi terhadap sastra dan budaya Indonesia. Saya berharap, melalui lomba ini, kita dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap sastra dan budaya,” kata Paman Birin. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Perjuangkan Aspirasi Warga, Paman Yani Jadi Tokoh Inspiratif

KOTABARU – Setelah empat hari menyambangi sejumlah desa di Kotabaru, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mantap menampung dan akan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat di Rumah Banjar (kantor DPRD Kalsel). Hal itu diutarakan Yani Helmi, saat berada di titik ke-12 kegiatan reses, Desa Telagasari, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, Jumat malam (26/1).

Suasana reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Telagasari, Kotabaru

Selama di Kotabaru, wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, menampung beragam aspirasi masyarakat. Diantaranya perekonomian pada sektor pertanian dan perkebunan.

“Kita ketahui baik di desa Telagasari maupun desa-desa lain yang kami kunjungi banyak yang bekerja di bidang perkebunan dan pertanian. InsyaAllah apa saja yang mereka butuhkan akan kami dukung,” ujar Paman Yani.

Foto warga Desa Telagasari bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat kegiatan reses

Sektor pariwisata pun tak luput jadi sorotan. Menurut Paman Yani, sejumlah desa termasuk Telagasari sangat layak dibangun destinasi wisata.

“Kita ingin perekonomian warga bukan hanya sekedar bidang pertanian dan perkebunan, tetapi kalau memang bisa digerakkan dalam sektor pariwisata kenapa tidak,” terang Paman Yani.

Semua itu, lanjut Paman Yani, bisa diwujudkan jika ada keinginan dari warga. Ditambah kerjasama yang tepat antara pemerintah desa dan swasta.

“Di sini juga bisa asal kita mengasah kreativitas untuk membentuk sesuatu yang layak jual di pasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Telagasari, Anton, menilai Paman Yani merupakan sosok yang menjadi inspirasinya. Sebab setiap program yang bertujuan mensejahterakan masyarakat desa selalu mendapat dukungan dari legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu.

“Kedepan kami ingin membuka peluang kerja untuk masyarakat, kami dibantu Paman Yani sekitar hampir 300 juta lebih untuk kajian. Sampai kajian itu benar-benar tuntas, beliau sangat mendorong bagaimana program ini bisa sampai tingkat Kementerian,” ungkapnya.

Anton mengaku, Paman Yani juga merupakan sosok yang ditunggu-tunggu oleh warga Desa Telagasari. Terbukti dari banyaknya warga yang terkumpul dalam kegiatan reses itu meski malam hari.

“Kami merasa sangat tersanjung dan terharu karena sudah dihadiri oleh beliau sebanyak tiga kali. Terutama masyarakat kami di sini yang tidak henti-hentinya disupport oleh beliau. Mulai saat COVID hingga sekarang,” pungkasnya.

Selain di Telagasari, sebelumnya Paman Yani juga sudah melaksanakan reses 7 desa lainnya di Kotabaru yakni Desa Gunung Sari, Sarang Tiung, Sungai Limau, Teluk Mesjid, Sungai Taib, Langadai dan Pulau Panci.(SYA/RDM/RH)

Mendekati Ramadhan, Penghasilan Pedagang Bunga di Kuburan Muslimin Cempaka Meningkat

BANJARBARU – Tradisi ziarah bagi masyarakat menjadi hal yang biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan untuk mengunjungi makam dari keluarga ataupun kerabat. Demikian pula yang terjadi di Kuburan Muslimin Cempaka Kota Banjarbaru.

Kuburan Muslimin Cempaka Banjarbaru, Jum’at (26/01)

Dari pantauan Abdi Persada FM, lokasi tersebut dipadati peziarah yang datang. Banyak dari mereka membeli bunga untuk menaburkannya di kuburan keluarga sehingga hal ini menjadi lahan penghasilan bagi para pedagang bunga pada Jum’at (26/1).

Kuburan Muslimin Cempaka Banjarbaru

Salah seorang pedagang bunga di Kuburan Muslimin Cempaka, Abdul Rojak mengaku, pembeli pada bulan ini cukup meningkat karena beberapa bulan lagi menuju Ramadhan.

“Mulai awal bulan Rajab ini sampai pada akhir Ramadhan nanti diperkirakan peziarah yang mendatangi tempat ini akan ramai, sehingga banyak dari mereka membeli bunga, biasanya di hari senin sampai rabu itu lumayan sepi peziarah dan mulai ramainya di hari kamis sampai dengan minggu,” ungkapnya.

Rojak juga menambahkan penghasilan yang didapat pada akhir-akhir ini cukup meningkat karna peziarah mulai memadati kuburan muslimin tersebut.

“Pada bulan sebelumnya dari jam 6 pagi sampai sore jam 5 biasa sehari cuman dapat 150.000 rupiah, untuk bulan ini Alhamdulillah meningkatkan bisa dapat sampai dengan 300.000 rupiah bahkan sampai 500.000 rupiah seharinya terlebih lagi dihari Jum’at ini,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Exit mobile version