BANJARBARU – Dalam upaya mendukung dunia pendidikan khususnya di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berikan bantuan biaya Pendidikan kepada Santriwati Al Falah Puteri Banjarbaru dengan total sebesar Rp75.130.000 untuk pelunasan infaq sekolah dan biaya daftar ulang kepada 20 santriwati kurang mampu dan yatim piatu, yang tergolong 8 Asnaf di Al Falah Puteri Kota Banjarbaru.
Penyerahan secara simbolis dilakukan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Puteri Kota Banjarbaru, KH. Mukhlis Kaspul Anwar. Turut mendampingi Kepala Bank Kalsel KCP Landasan Ulin dan Staf UPZ Bank Kalsel.
Dalam siaran pers yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (21/6), Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi menyampaikan, bahwa bantuan yang diberikan kali ini berasal dari zakat yang dikumpulkan dari pegawai Bank Kalsel, maupun donator yang menyalurkan zakatnya ke UPZ Bank Kalsel.
“Semoga dengan adanya bantuan ini santriwati kurang mampu dan yatim piatu yang ada di Pondok Pesantren Al Falah Puteri Kota Banjarbaru semakin bersemangat dalam bersekolah dan menjadi anak yang sukses di masa depan,” tegas Fajri.
Pada kesempatan lainnya, Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Puteri Kota Banjarbaru, KH. Mukhlis Kaspul Anwar mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atas bantuan yang diterima.
“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk para satriwati yang memang memerlukan untuk meneruskan pendidikan Islam di Al Falah Banjarbaru ini. Berharap kedepannya Bank Kalsel terus memberikan manfaat baik dari dunia pendidikan maupun lainnya,” ucap Mukhlis.
Sebagai Informasi, zakat yang dikumpulkan Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ini disalurkan kembali kepada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat. Nasabah bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel.
Adapun untuk rekening zakat, infak dan sedekah di Bank Kalsel Syariah dengan nomor 6500844928 (Zakat) dan 6500846214 (Infak dan sedekah) atas nama Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel. Untuk konsultasi dan konfirmasi transfer bisa melalui WA Center UPZ Bank Kalsel di nomor 0811505153. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pelaksanaan ibadah Kurban Berkah BAZNAS Kalsel tahun 2024 telah mencapai puncaknya. Sebanyak 19 ribu penerima manfaat di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan merasakan kebahagiaan Idul Adha dengan menerima hewan kurban yang disalurkan BAZNAS Kalsel. Penyaluran hewan kurban dilakukan baik secara langsung oleh tim BAZNAS Kalsel maupun melalui kerjasama dengan BAZNAS daerah di Kalsel.
Kegiatan ini berlangsung hingga Rabu (19/6), dengan titik penyaluran utama di Banjarmasin dan beberapa wilayah lainnya.
Para penerima manfaat Kurban Berkah BAZNAS Kalsel
Syafii, salah satu penerima manfaat di Desa Hariyang, Tabalong, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program Kurban Berkah BAZNAS Kalsel.
“Kurban Berkah BAZNAS Kalsel ini lah yang menjadikan kami semua bisa kumpul dan bergotong royong. Rasa kekeluargaan sangat terasa sekali di sini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak,” ujar Syafii dengan penuh haru.
Miki, seorang mualaf di Desa Sungsum, Balangan, mewakili para mualaf di desanya, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kalsel dan para mudhohi yang telah menitipkan hewan kurban bagi mereka.
Selain penyembelihan hewan kurban mudhohi perorangan, baik sapi maupun kambing, BAZNAS Kalsel juga bermitra dengan 10 lembaga, termasuk perbankan, perusahaan pertambangan, travel perjalanan haji, perusahaan jasa pengiriman, Rumah Tahfiz Al Alzhar Al Syarif, Rumah Amal Ukhuwah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Dalam siaran persnya Jumat (21/6) Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kalsel, Ahmad Rafiie, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan para mitra kepada BAZNAS Kalsel dalam mengelola kurban.
“Setelah ini tugas kami adalah melaporkan hasil pelaksanaan Kurban Berkah BAZNAS Kalsel. Tim panitia sedang mempersiapkan laporan kepada masyarakat dan mitra,” ujar Rafiie.
Ia menekankan komitmen BAZNAS Kalsel untuk selalu transparan dalam pengelolaan dana-dana yang diamanahkan.
“Ini tugas kami menyampaikan apa yang telah kami lakukan pada pengelolaan ZIS di Kalimantan Selatan, khususnya pada momen ini adalah pengelolaan DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya) yaitu pelaksanaan kurban. Kendati waktu pelaksanaan di hari H kami juga sudah langsung menyampaikan ke mudhohi penyembelihan hewan kurban dan pembagian dagingnya,” jelas Rafiie. (BAZNASKalsel-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Meratus Geopark Great Culture Carnival akan menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke- 74 Provinsi Kalsel Tahun 2024.
Event menunjukkan seluruh keanekaragaman yang terkandung dalam Geopark Meratus itu akan dilaksanakan pada 20-21 Agustus 2024.
Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, semua yang ada didalam event tersebut sangat penting karena akan menggali semua budaya yang menjadi budaya lokal seperti Dayak ataupun Banjar.
Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus, Hanifah Dwi Nirwana (mic), saat memaparkan kegiatan event Meratus Geopark Great Culture Carnival di Banjarbaru.(foto : BiroAdpim)
“Dua hari itu akan tumpah ruah kebahagiaan, kegembiraan kita untuk memperingati hari jadi sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya, keanekaragaman biodiversity, keanekaragaman hayati serta geologi,” katanya, usai menghadiri rapat persiapan rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-74, di Banjarbaru, Kamis (20/6).
Menurut Hanifah, event yang bertepatan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV di Banjarbaru itu, juga akan menjadi momentum untuk memviralkan Geopark Meratus yang saat ini tengah diproses sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).
“Ini juga memang keinginan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, untuk memanfaatkan momentum penyelenggaraan Porwanas. Karena diperkirakan akan ada 4.000 wartawan yang datang ke Kalsel,” ungkapnya.
Event yang bertemakan “Ungkapkan Dengan Sasirangan” tersebut juga akan dibuat semakin meriah dengan pemecahan Rekor MURI pembentangan kain sasirangan sepanjang 5.700 meter.
Hanifah menyebut, aksi tersebut merupakan luapan kegembiraan karena kain Sasirangan sudah dinyatakan sebagai kekayaan indikasi geografis oleh Kemenkumham RI.
Untuk melengkapi event ini juga akan dihadirkan wisata kuliner, gelar kerajinan UMKM, dan Edutalk untuk mengenalkan secara lebih dalam Geopark Meratus.
Meratus Geopark Great Culture Carnival akan mengundang tamu internasional. Mulai dari jejaring Geopark UNESCO, hingga para pengelola Geopark di Indonesia yang sudah terdaftar di UGG.
“Ada 10 Geopark di Indonesia yang sudah terdaftar UGG. Kita ingin mereka membuka stand di event kita untuk berbagi informasi tentang pengembangan dan pengelolaan geopark di Indonesia khususnya yang sudah mendapat status dari UNESCO,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar seleksi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) terbaik tingkat Provinsi Tahun 2024, Kamis (20/6).
Suasana Seleksi KIM Terbaik Tingkat Provinsi Kalsel 2024
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel, Banjarbaru ini diikuti oleh 7 peserta KIM dari berbagai kabupaten yang sebelumnya telah mengikuti seleksi administrasi.
Kepada sejumlah wartawan Juri KIM dari praktisi media televisi, Syaifudin mengatakan, pihaknya mengapresiasi para peserta KIM karena telah mempresentasikan profil dan program dari KIM wilayahnya masing-masing dengan semangat dan maksimal.
Juri KIM Tingkat Provinsi Kalsel, Syaifudin saat diwawancara (tengah)
“Perlu dibanggakan dari penyampaian peserta dimana kesadaran masyarakat akan informasi, yang mana mereka mengelola informasi untuk menggali potensi daerah kemudian disampaikan ke masyarakat dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ucapnya.
Ia berharap, dengan adanya KIM ini potensi wilayah atau desa bisa lebih dikembangkan lagi sehingga dapat memajukan daerah khususnya Provinsi Kalimantan Selatan.
“Mudahan akan semakin banyak tumbuh KIM didaerah lainnya, dimana informasi sangat diperlukan bukan hanya bagian dari masyarakat di kota melainkan juga masyarakat di desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, penilaian yang diambil dari seleksi KIM ini dilihat dari potensi desa secara keseluruhan dan menambahkan kreasi informasi pengetahuan wawasan masyarakat desa.
“Dari seluruh peserta semuanya memenuhi harapan, dan kami pastikan akan memilih dari semua yang terbaik untuk mewakili kalsel ke nasional nanti,” katanya.
Untuk diketahui, 7 KIM yang masuk tahap presentasi dan wawancara tersebut diantaranya KIM Jika Maka, KIM Kunang-Kunang dari Kab. Tabalong, KIM Tiwingan Lama dari Kabupaten Banjar, KIM Rancah Mampulang dari Kab. Balangan, KIM Karang Rejo, Banyu Irang, dan Tirta Jaya dari Kab. Tanah Laut. (BDR/ RDM/RH)
BANJARMASIN – Untuk memperkenalkan beragam benda-benda koleksi peninggalan bersejarah di Kalimantan Selatan, Museum Wasaka menggelar Pameran Temporer.
Pemaparan materi tentang pengenalan Museum oleh Slamet triyanto, dalam Belajar Bersama di Museum
Kepada wartawan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, usai pembukaan pada Kamis (20/6) mengatakan, Pameran Temporer ini bekerjasama dengan Museum Kayuh Baimbai kota Banjarmasin, Museum Candi Agung dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Museum Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Museum Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin dan Komunitas Wasaka, gelaran dilaksanakan selama enam hari, sejak 20 – 25 Juni mendatang.
Foto bersama
“Kami ingin Pameran Temporer tidak hanya memperkenalkan dan mempublikasikan kepada generasi muda, tetapi dapat dimanfaatkan untuk rekreasi, interaksi baik sesama pengunjung dan komunitas di Banua,” ucapnya
Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah menyampaikan, selama Pameran Temporer berlangsung pihaknya menggelar Belajar Bersama di Museum selama tiga hari tanggal 20, 21 dan 24 Juni, bagi peserta didik dari 6 sekolah, yakni SMA PGRI 1, SMAN 5, SMKN 3, SMKN 5, SMA DAN SMK Sabilal Banjarmasin, satu sekolah diikuti 30 siswa dan siswi, dengan menghadirkan narasumber Slamet triyanto.
“Kita juga gelar Lomba Drama Petilan Perjuangan tanggal 21 dan 22 Juni malam Jam 19.00 WITA. Sedangkan Lomba Mewarnai untuk anak usia 7 – 8 tahun pada Minggu 23 Juni 2024, kegiatan dipusatkan di halaman Museum Wasaka Kalsel, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara,” jelasnya
Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk kegiatan Belajar Bersama di Museum ini dimaksudkan, generasi muda dapat semakin melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di Kalimantan Selatan, agar dikenal masyarakat secara luas. Para peserta didik tidak hanya diberikan materi tentang pengenalan Museum secara umum, tetapi melihat langsung berbagai benda-benda koleksi peninggalan bersejarah.
“Mereka mengunjungi ke stand-stand Pameran Temporer, ke pandai besi, dan pengumpangan, serta ke Museum Wasaka Kalimantan Selatan,” tutupnya
Untuk diketahui, Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pameran Temporer, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, didampingi Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, dan jajaran Museum Wasaka Disdikbud Kalsel. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Seluruh anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) akan berkantor di Markas Komando (Mako) Polda Kalsel yang baru di Banjarbaru.
Peristiwa penting ini akan ditandai dengan Upacara Pemindahan Pataka Polda Kalsel “Tunggal Dharma Visuda” dari Mako Polda lama di Banjarmasin ke Mako Polda baru di Banjarbaru.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, upacara pemindahan ini dijadwalkan berlangsung Jumat 21 Juni 2024, dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto, dihadiri Wakapolda, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Kalsel.
“Pemindahan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Polda Kalsel, Pataka Tunggal Dharma Visuda, yang selama ini menjadi simbol kehormatan dan semangat juang Polda Kalsel akan diarak dari markas lama ke markas baru,” ungkap Adam.
Pemindahan pataka tersebut, sebagai bagian dari serangkaian prosesi seremonial yang telah dipersiapkan dengan matang.
“Pemindahan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan fasilitas yang lebih modern dan lokasi yang lebih strategis di Banjarbaru, pihanya berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Upacara pemindahan markas ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur dan efisiensi operasional di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Dengan pemindahan ini, seluruh kegiatan operasional Polda Kalsel akan resmi dilaksanakan di Mako Polda yang baru, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk mendukung tugas tugas kepolisian.
“Semoga dengan adanya markas baru ini, Polda Kalsel dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Adam. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kementrian Hukum dan HAM RI kembali menggelar Mobile Intelectual Property Clinic di Kalimantan Selatan tahun 2024. Penyelenggaraan tahun ketiga ini, dilaksanakan pada 19-21 Juni 2025, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Dimana opening ceremony atau pembukaannya, dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada Rabu (19/6) malam.
Pada kesempatan ini, Gubernur menyampaikan dukungannya terhadap perlindungan kekayaan intelektual. Sebab kekayaan intelektual memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Di era globalisasi ini, kekayaan intelektual merupakan aset yang sangat berharga dan memiliki peran strategis, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi,” ujar Paman Birin dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov.
Menurut Paman Birin, kegiatan ini menunjukkan sebuah konsistensi usaha dalam rangka peningkatan dan perkembangan kekayaan intelektual kepada pemda dan masyarakat Kalsel.
Tidak lupa, Paman Birin menyampaikan harapannya, terkait pelaksanaan kegiatan Mobile IP Clinic yang sudah terselenggara untuk ketiga kalinya hingga tahun ini.
“Semoga melalui Mobile IP Clinic ini, masyarakat Kalsel akan semakin memahami pentingnya melindungi karya dan inovasi mereka, serta memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai alat untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal,” harap Gubernur.
Pada pembukaan Mobile IP Clinic Tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk produk kain Sasirangan.
Gubernur yang diwakili Sekdaprov Kalsel mengangkat sertifikat Indikasi Geografis Sasirangan diapit Kakanwil Kemenkumham (kiri) dan Staf Ahli Menkumham (kanan)
Sertifikat yang diterbitkan Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI tersebut, diserahkan Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Bidang Ekonomi, Lucky Agung Binarto, kepada Sekda Provinsi Kalsel.
Sertifikat ini merupakan yang kedua diperoleh Kalsel, setelah sebelumnya menerima sertifikat untuk produk cabai Hiyung.
“Pemberian sertifikat Indikasi Geografis ini merupakan pengakuan atas keunikan dan kualitas produk Sasirangan asal Kalsel. Saya harap tidak berhenti di sini, mengingat Kalsel masih menyimpan banyak potensi yang luar biasa,” tutup Paman Birin.
Pada malam pembukaan ini, juga diserahkan penghargaan South Borneo Intellectual Property tahun 2024, kepada sejumlah pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kalsel. Yakni untuk kategori Jumlah Permohonan Kekayaan Intelektual Terbanyak, kepada 3 pemda di Kalsel, dengan peringkat satu diberikan kepada Kota Banjarmasin. Kemudian tiga daerah lainnya mendapat penghargaan kategori Fasilitasi Layanan Kekayaan Intelektual Terbaik, dengan Hulu Sungai Selatan sebagai peringkat pertama.
Sementara penghargaan untuk Perguruan Tinggi atas kontribusi pembentukan Intellectual Property Corner pertama di Kalsel, diberikan kepada Politeknik Tanah Laut.
Usai menyerahkan penghargaan, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM, Lucky Agung Binarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah di Kalsel.
“Kami sampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada pemda di Kalsel, untuk capaian pendaftaran kekayaan intelektual di Kalsel yang sudah mencapai angka 3.790 pada tahun 2023 sampai dengan Mei 2024,” sampainya.
Hal ini menurut Lucky, tak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi seluruh pemda di Kalsel dengan Kanwil Kemenkumham Kalsel.
Dirinya juga menyampaikan harapan agar terselenggaranya kegiatan ini mampu mendorong upaya menumbuhkan semangat masyarakat untuk melindungi kekayaan intelektualnya.
“Kekayaan intelektual menunjukkan bahwa setiap kreativitas dan inovasi memiliki nilai ekonomi, oleh karena itu penting untuk didaftarkan agar dapat memperoleh perlindungan hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Taufiqurrahman, melalui laporan pelaksanaan kegiatan, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman seluruh elemen akan pentingnya kekayaan intelektual.
“Kehadiran saudara-saudara sekalian menunjukkan komitmen untuk terwujudnya sustainable development goal, yang merupakan agenda pembangunan global untuk meningkatkan kesejahteraan, melalui implementasi sistem kekayaan intelektual yang komprehensif,” sampainya.
Seluruh peserta Mobile IP Clinic Tahun 2024 berfoto bersama
Mobile IP Clinic dengan mengusung tema “Bergerak Memperkuat Identitas Budaya Kalsel di Mata Dunia, melalui Indikasi Geografis” ini, dihadiri setidaknya 100 peserta yang berasal dari berbagai satuan kerja di wilayah Kalsel, perguruan tinggi dan UPTD terkait, serta perkumpulan masyarakat peduli Indikasi geografis. (RIW/RDM/RH)
JAKARTA – Kepedulian Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin terhadap dunia kesenian khususnya seni peran di Banua, mendapatkan apresiasi dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Gubernur Kalsel saat didaulat naik ke panggung IKJ
Pada anugerah Penghargaan IKJ 3 Tahun 2024 bertajuk Seni untuk Kehidupan yang digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Rabu (19/6) malam, Paman Birin menerima penghargaan yang diserahkan langsung Rektor IKJ, Indah Tjahjawulan.
Gubernur Kalsel diantara tamu – tamu IKJ 3 tahun 2024
Suasana malam itu meriah, terlihat Paman Birin duduk disamping Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana dan tokoh seniman Yadi Muryadi, serta sejumlah pengurus Yayasan Seni Budaya Jakarta (YSBJ).
Begitu diumumkan meraih Anugerah IKJ, Paman Birin diperkenankan naik ke atas panggung dan dikelilingi aktor teater sembari membawa microphone
“Selamat malam untuk kita semua, senantiasa diberi kesehatan. Alhamdulillah, saya tak menyangka dan sungguh luar biasa. Sebuah penghargaan yang bergengsi, tentu saya wajib datang pada malam ini,” ucap Paman Birin di atas panggung Teater Besar, TIM.
Paman Birin juga mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap IKJ atas terselenggaranya acara yang ketiga ini. Sehingga, Paman Birin menginginkan eksistensi dunia seni peran terus tumbuh di kalangan masyarakat.
Dalam hal itu, Paman Birin berharap dalam dunia kesenian makin diminati banyak orang, terlebih kalangan mudah yang menjadi generasi akan datang.
“Bidang seni peran sangat berguna di masyarakat. Karena menghibur warga Indonesia maupun daerah,” tutur Paman Birin yang merupakan inisiator Kiram Arts Festival Kalsel 2023 itu.
Dukungan Gubernur Kalsel dalam dunia kesenian, khususnya dunia keaktoran tak lepas dalam mengenalkan kesenian ke kancah internasional.
Pada ajang event bergengsi Kiram Art Festival Kalsel 2023 itu pernah mengundang seniman asal Malaysia, Philipina, Kamboja, Thailand, Jepang, Hongkong, Taiwan, India, Zimbabwe, Ghana, Australia, New Caledonia, New Zealand, Inggris, Swedia, Italia, Jerman, Colombia dan Belanda.
Bagaimana tidak, dengan dukungan itu, Paman Birin sangat peduli terhadap dunia kesenian di Banua. Dalam kesempatan itu, dirinya sangat tersanjung atas penghargaan IKJ terhadap anugerah kesenian dalam kategori pejabat publik tersebut.
“Saya salut dan merasa istimewa pada malam ini. Terimakasih kepada pengurus IKJ dan panitia atas undangannya dan kami akan terus mendorong perfilman di Kalimantan Selatan,” tutup Paman Birin.
Penghargaan itu turut disaksikan dan dihadiri sejumlah aktor, sutradara, dan pelawak, diantaranya Indro Warkop, Prilly Latuconsina, Joko Anwar, serta artis lainnya.
Tampak hadir juga Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Tenaga Ahli Gubernur Rizal Akbar dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan, Zainal Helmie dan sebagainya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Dalam rangka untuk memberikan perhatian kesejahteraan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi kesejahteraan pegawai bagi ASN di lingkup Pemprov Kalsel.
Kepada Abdi Persada FM Kepala BKD Provinsi Kalsel, Dinansyah melalui Kasubbid Penghargaan, Kartika Kumala mengatakan tujuan dari sosialisasi tersebut agar seluruh ASN di Kalsel mengetahui bagaimana informasi dari program pemerintah daerah untuk menunjang kesejahteraan baik yang berstatus aktif maupun nantinya akan memasuki masa purna tugas.
Kasubbid Penghargaan BKD Kalsel, Kartika Kumala saat diwawancarai
“Untuk sosialisasi kesejahteraan ini merupakan program dari BKD Kalsel yang setiap tahun di laksanakan dengan bekerjasama dari berbagai pihak, untuk tahun ini diantaranya PT. Taspen dan BPJS kesehatan sebagai narasumber,” ucapnya, Rabu (19/6).
Kartika menambahkan pihaknya juga menggandeng Badan Pusat Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk mensosialisasikan kesejahteraan bagi ASN dikarenakan masih belum banyak mengetahui secara detail dari program tersebut.
“Kita ingin ASN Pemprov Kalsel mengetahui hak-hak atau manfaat apa saja yang mereka dapatkan melalui Program Tapera atau dulu yang dikenal Bapertarum PNS ini,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi Tapera bagi ASN lingkup Pemprov Kalsel
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, selain gaji dan tunjangan yang sudah melekat dari awal bagi ASN, pemerintah juga menyiapkan program kesehatan yang di cover oleh BPJS dan juga program jaminan hari tua serta kecelakaan kerja yang dicover oleh PT Taspen.
“Dengan adanya sosialisasi ini ASN di lingkup Pemprov Kalsel mengetahui hak-hak untuk menunjang kesejahteraan, baik itu yang ada di BPJS, PT. Taspen dan juga Tapera,” ujarnya.
Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi kesejahteraan bagi ASN lingkup Pemprov Kalsel Tahun 2024 dibagi menjadi beberapa angkatan dimana angkatan pertama dan kedua dilakukan pada bulan Mei serta angkatan ketiga dan keempat dilaksanakan pada 10-11 Juni secara Offline maupun Online atau daring. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Banua Kalimantan Selatan, berbagai varian beras didatangkan ke Banua ini, seperti padi lokal ( beras unus, mayang, pandak) terus dikembangkan di banua ini. Selain itu, padi jenis unggul (beras jawa) juga turut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono menyampaikan, meskipun berbagai macam padi jenis unggul telah pihaknya kembangkan di banua ini, namun masyarakat di Banua ini yang mayoritasnya adalah masyarakat Banjar, lebih dominan mengkonsumsi beras jenis lokal dibandingkan beras jenis unggul.
Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono
Hal ini dikarenakan, selain dominan masyarakat banjar, beras jenis lokal memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Konsumsi beras masyarakat Kalsel masih didominasi oleh padi jenis lokal. Namun, dari sisi penjualan, terpantau padi jenis unggul juga mendominasi penjualan beras di pasaran,” ungkap Saptono, yang juga menjabat sebagai Kabid Ketahanan Pangan ini.
Ia menambahkan, mayoritas pedagang nasi yang didominasi masyarakat banjar di banua, juga sangat banyak memakai bahan nasi dari beras jenis lokal.
“Ini juga yang membuat beras jenis lokal digandrungi masyarakat Banjar,” tutup Saptono.
Seperti diketahui, beras jenis lokal hanya dapat dipanen sekali dalam 1 tahun, berbading dengan padi jenis unggul yang dapat dipanen 2 kali dalam setahun. Meskipun dengan berbagai keunggulan yang dimiliki beras jenis unggul, dengan mayoritas masyarakat banjar yang ada di Kalimantan Selatan, membuat para petani masih mempertahankan membudidayakan padi (beras) jenis lokal. (MRF/RDM/RH)