Pemprov Kalsel Giat Dorong Peningkatan Mutu Produk IKM

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perindustrian Kalsel, terus berupaya meningkatkan mutu produk para pelaku Industri Kecil dan Menengah – IKM di Banua. Hal ini bertujuan sebagai nilai tambah dalam memperluas pangsa pasar. Oleh sebab itu IKM perlu mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitas dan menjaga mutu produknya agar dapat turut bersaing dengan produk industri besar bahkan produk impor.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Abdul Rahim, mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan IKM di Kalimantan Selatan/ harus terus ditingkatkan. Salah satu aspek yang masih perlu dikembangkan lebih optimal, adalah pembangunan jaringan usaha yang berperan penting dalam memperluas pasar dan daya saing produk lokal.

“Saat ini pelaku industri kecil dan menengah (IKM) memiliki banyak peluang untuk mengembangkan produk yang berkualitas sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ucap Rahim, baru – baru tadi.

Rahim menambahkan, pihaknya akan terus memfasilitasi para pelaku usaha industri agar dapat menumbuhkan serta menciptakan kemitraan usaha. Dengan adanya dukungan ini diharapkan IKM di Kalsel dapat semakin berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

“Peningkatan nilai tambah produk menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas pasar,” tutup Rahim.

Di tempat yang sama, Kabid kerjasama, Pengawasan dan Promosi Investasi, Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Ahmadin, mengungkapkan bahwa pihaknya juga terus berkolaborasi, bersinergi, bersama Pemerintah Kabupaten – Kota dalam pembinaan IKM. Hal ini bertujuan agar pembinaan dapat mendukung sentra IKM dalam memasarkan produk mereka hingga tingkat nasional. sebagai pengusul IKM One Village One Product (OVOP), maka evaluasi IKM sesuai kriteria OVOP terus dilakukan, yakni dari sisi produksi, jenis kualitas produk, jangkauan pasar, hingga kapasitas produksi.

“Pembinaan IKM berfokus pada aspek yang dapat mendorong IKM go global, khususnya aspek inovasi pengembangan produk yang berorientasi pada permintaan pasar, perluasan akses pasar, dan peningkatan citra,” tutup Ahmadin. (MRF/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi 2025

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan melaksanakan Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Rabu Malam (9/4). Dibuka Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, diwakili Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah.

“Kegiatan pemilihan pasangan muda inspiratif dan berprestasi ini atas dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin,” ungkapnya.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

Kegiatan ini bertujuan, untuk memilih pasangan muda yang kedepannya dapat menjadi inspirasi bagi pasangan muda lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada pemilihan tahun ini diikuti sebanyak 14 pasangan dari perwakilan 12 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dispora Kalsel mendukung peran Forum Komunikasi Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kalsel.

“Alumni peserta pasangan muda inspiratif dan berprestasi bergabung pada Forum Komunikasi Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Pada Forum tersebut, para pasangan muda inspiratif ini terus berkegiatan untuk memberikan manfaat kepada pasangan muda lainnya di Banua.

“Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Forum Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi tersebut, bagaimana sebuah keluarga dapat mengatasi masalah keluarga masalah sosial masalah ekonomi, serta lainnya,” ujar Anugrah.

Maka, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi memberikan dukungan kepada Forum tersebut. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Gelar Bakti Sosial Cangkok Kornea Mata

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Cangkok Kornea Mata Bersama Bank Mata Cabang Yogyakarta dan Dokter Lioyd Williams dari Duke Eye Clinical Amerika Serikat serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kalsel, di Instalasi Sentra Lt 5 Gedung IGD Terpadu RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (10/4). Dibuka Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin diwakili Plt Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo.

“RSUD Ulin Banjarmasin tentunya, berterima kasih kepada Bank Mata Cabang Yogyakarta serta Perdami Kalsel yang telah melakukan bakti sosialnya inj,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Mengingat, lanjut Agung, pelaksanaan cangkok kornea mata ini merupakan pilot proyek pertama di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Untuk transplantasi organ yang kedepannya tidak hanya mata tetapi juga semuanya seperti ginjal serta lainnya,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Mata Cabang Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap RSUD Ulin Banjarmasin yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan bakti sosial cangkok kornea mata yang mereka selenggarakan tersebut.

Ketua Bank Mata Cabang Yogyakarta Edy Wibowo menjelaskan, dalam pelaksanaan transplantasi mata tersebut, tentunya diperlukan adanya Bank Mata, untuk penyimpanan dari organ mata dari para pendonor.

“Dipilihnya RSUD Ulin Banjarmasin untuk pelaksanaan bakti sosial cangkok kornea mata ini, karena dokter spesialis mata di RSUD Ulin Banjarmasin, memiliki komitmen dalam penanganan penyakit mata,” ucapnya.

Selain itu, tambah Edy, kegiatan ini juga bekerjasama dengan dokter Lloyd Williams dari Duke Eye Clinical Amerika Serikat.

“Kerjasama tersebut, karena di Tanah Air masih minim pendonor mata, berbeda dengan di luar negeri yang hampir setiap hari ada pendonor mata,” ucapnya.

Edy berharap, di Provinsi Kalimantan Selatan segera berdiri Bank Mata tingkat rumah sakit, kemudian Bank Mata tingkat wilayah. Sehingga dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Dokter Lloyd Williams berpesan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan, bahwa penyebab kebutaan kornea adalah trauma pada mata, jadi jagalah mata Anda.

“Kenakan kacamata pengaman saat bekerja dengan benda tajam atau pada saat memukul benda serta menggiling logam,” ucapnya.

Selain itu, berhati hati dengan bahan peledak pihaknya pernah mendapatkan pasien di Yogyakarta kehilangan kedua matanya, karena bahan peledak.

“Jadi menggunakan pelindung mata sangatlah penting, karena di Indonesia tidak banyak transplantasi kornea, sehingga pada saat seseorang mengalami cidera mata serius, sangat sulit untuk diperbaiki,” ujar LIoyd. (SRI/RDM/RH)

Wagub Hasnuryadi, Sambut Kedatangan Kepala BIN, Turut Dampingi ke Korem 101/Antasari

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyambut kedatangan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Letnan Jenderal (Purn) Muhammad Herindra beserta rombongan, dalam rangka kunjungan kerja di Kalsel di VIP Room Bandara Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, pada Rabu (9/4) sore.

Suasana penyambutan Kepala BIN RI di VIP room bandara Syamsudin Noor

Tiba sekitar pukul 16.30 WITA dengan menggunakan pesawat yang bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Letnan Jenderal (Purn) Muhammad Herindra disambut dengan penuh kehangatan.

Dalam prosesi penyambutan, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mengalungkan bunga sebagai simbol penghormatan, yang diiringi tarian selamat datang serta taburan bunga melati sebagai tanda penyambutan kepada tamu kehormatan.

Setibanya di VIP Room, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyambut langsung Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Letnan Jenderal (Purn) Muhammad Herindra, dengan berjabat tangan sebagai bentuk keakraban. Keduanya tampak berbincang – bincang hangat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel, kami mengucapkan selamat datang di bumi Lambung Mangkurat, Bapak Kepala BIN Herindra,” ujar Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman.

Turut hadir dalam penyambutan, Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurrullah, Kepala kejaksaan tinggi Kalimantan Selatan, Rina Virawati, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Ilham Yunus, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Suparjo, Kepala Biro Adminstrasi Pimpinan Kalsel, Berkatullah, serta tamu undangan lainnya.

Usai acara penyambutan dan ramah tamah singkat, Kepala BIN beserta rombongan melanjutkan agenda kunjungan ke Korem 101/Antasari di Banjarmasin.

Silaturahmi ke Korem 101/Antasari bagi Kepala BIN ini mengenang dan bernostalgia karena dirinya pernah menjabat sebagai Komandan Korem 101/Antasari pada periode 2012 silam.

Di Korem 101/Antasari, Herindra juga menyempatkan melihat gambar para pejabat Komandan Korem dari masa ke masa. Selanjutnya, Herindra juga melihat ruang kerja Komandan Korem 101/Antasari tempat dirinya pernah bertugas.

Selain itu, Mantan Wakil Menteri Pertanahan RI ini juga menyempatkan melihat lapangan di areal Masjid Korem 101/Antasari.

Setelah bersilaturahmi dan mengenang tempat tugasnya dulu di Korem 101/Antasari, Herindra melanjutkan istirahat menuju salah satu hotel di Banjarmasin.

Pada malam harinya, Kepala BIN Herindra menghadiri pertemuan dan silaturahmi dengan Forkopimda Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila.

Sedangkan pada Kamis (10/4), agenda dilanjutkan dengan peresmian Markas Komando (Mako) BIN Daerah Kalsel di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel.

Usai seluruh rangkaian kegiatan, Letnan Jenderal (Purn) Muhammad Herindra bertolak kembali ke Jakarta pada siang harinya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akselarasikan Transformasi Ekonomi Menuju Hilirisasi dan Agroindustri

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengakselerasi transformasi ekonomi daerah dari sistem berbasis ekstraksi sumber daya alam mentah menuju ekonomi bernilai tambah.

Hal itu diwujudkan dengan upaya pendorongan hilirisasi komoditas unggulan dan penguatan sektor agroindustri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor, mengatakan pembangunan infrastruktur dan kawasan industri menjadi kunci utama untuk mendukung peralihan menuju ekonomi non-ekstraktif.

Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor

Bahkan sebelum Musrenbangnas akhir Desember lalu, Ariadi mengaku sudah melakukan konsultasi dengan Bappenas dan mengusulkan beberapa intervensi strategis untuk pembangunan Kalsel. Salah satunya adalah pembangunan jembatan Pulau Laut – Kalimantan serta pelabuhan laut dalam Mekar Putih.

“Keduanya menjadi prasyarat utama untuk mewujudkan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan,” jelas Ariadi, di ruang kerjanya, Selasa (8/4).

Menurut Ariadi, jembatan dan pelabuhan merupakan satu paket infrastruktur dasar yang akan memperlancar konektivitas dan memperkuat jalur distribusi barang, baik di dalam maupun luar negeri.

Pembangunan ini juga didukung oleh pengembangan kawasan industri seperti Batulicin, Kawasan Industri Jorong, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga.

“Saat ini yang masih dalam proses adalah realisasi KEK Mekar Putih. KEK ini akan menjadi pusat industri pengolahan berbasis potensi daerah,” ungkapnya.

Ariadi menambahkan, Pemprov Kalsel menargetkan basis transformasi ekonomi pada sektor agroindustri, meliputi pengolahan sawit, karet, perikanan, hingga industri hilir batubara yang diarahkan untuk memproduksi pupuk dan produk turunan lainnya.

“Jadi kita tidak lagi mengekspor bahan mentah begitu saja, tapi sudah masuk ke era pengolahan. Ini bagian dari upaya menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menjaga keberlanjutan sumber daya,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan arahan nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta mewujudkan keinginan Presiden Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan perekonomian yang mencapai 8 persen tahun 2029. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Imbau Gen Z Gencar Promosikan Wisata

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengimbau, generasi Z atau (Gen Z) ikut gencar mempromosikan destinasi wisata di kota ini.

Kepada sejumlah wartawan, Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Muhammad Mustakim, pada Selasa (8/4) mengatakan, peranan Gen Z sangat penting dalam promosi pariwisata yang potensial dimiliki khususnya di kota jasa dan perdagangan ini, diantaranya wisata religi, beragam kuliner dan susur sungai yang menjadi daya tarik tersendiri dan kebanggaan warga lokal.

Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Muhammad Mustakim, saat memberikan komentarnya

“Gen Z hendaklah mempromosikan dengan menggunggah di media sosial masing-masing,” ucapnya

Disampaikan Mustakim, Gen Z dapat menjadi promotor dan penggerak pariwisata, karena antusiasme mereka setiap perjalanan menikmati destinasi wisata tersebut. Sehingga, berdampak semakin menambah tingkat kunjungan wisatawan baik luar daerah hingga mancanegara.

“Mereka ini healing bukan setahun dua kali, tetapi bisa dua atau tiga bulan sekali,” jelasnya

Lebih lanjut Mustakim menambahkan, kelebihan Gen Z kalau ke destinasi wisata, mereka mampu menggabungkan antara animasi, visualisasi dan musik. Dengan demikian, akan membuat tertarik para wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi yang dimiliki khususnya di kota seribu sungai.

“Kita ingin Gen Z menjadi bagian untuk memajukan kepariwisataan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

BPBD Kalsel Terus Siaga Tangani Bencana

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus menyiagakan fasilitas penanganan bencana, yang ditujukan untuk membantu masyarakat di Banua. Baik bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), maupun bencana musibah banjir.

Plt. Kepala BPBD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bambang Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dalam upaya memperkuat ketahanan bencana di lingkungan masyarakat, BPBD Provinsi Kalsel terus bersinergi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana. Berbagai fasilitas penanganan bencana yang dimiliki BPBD, akan terus disiagakan untuk memberikan pertolongan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Sinergitas dari seluruh pihak, baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten – Kota, hingga swasta sangat penting untuk optimalnya penanganan kebencanaan,” ucap Bambang saat ditemui di Kantornya, baru – baru ini.

Dilanjutkan Bambang, pihaknya bersyukur atas dukungan dari semua pihak baik Swasta Maupun Kabupaten Kota. Dengan adanya dukungan ini, Kalsel tidak bergerak sendiri dalam menangani bencana sehingga upaya bantuan dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih optimal.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat juga selalu memberikan dukungan untuk Kalsel, dan hal ini tidak terlepas dari kerja keras Gubernur Kalsel Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman,” tutup Bambang. (MRF/RDM/RH)

Bonus Atlet PON Direncanakan Setelah Lebaran Idul Fitri ini Dicairkan

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan berharap bonus atlet secepatnya akan dicairkan.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi menjelas, pihaknya saat ini, masih dalam tahap pengumpulan data atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Sumut dan Aceh lalu. Dalam pengumpulan data atlet ini pihaknya bekerjasama dengan KONI Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Mengingat untuk data seperti nama, nomor rekening atlet, serta lainnya ada di KONI Kalsel,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (9/4).

Fitri berharap, dalam satu minggu ini Dispora Kalsel sudah menerima surat rekomendasi atau pengajuan dari KONI Kalsel.

“Tentunya kami berharap, proses pengumpulan data ini dapat selesai pada Akhir Bulan,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Fitri, pada akhir Bulan April ini, bonus dapat segera dicairkan setelah diterbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel.

Sedangkan, untuk proses pendataan atlet National Paralympic Committee (NPC) Kalsel penerima bonus tersebut, sudah selesai.

“Untuk pendataan atlet NPC penerima bonus sudah selesai,” ucap Fitri.

Namun, tambahnya, anggaran untuk bonus atlet PON dan Peparnas menjadi satu, sehingga pencairan dilakukan bersamaan. (SRI/RDM/RH)

Hingga Awal April 2025, Serapan Gabah dan Beras Petani Kalsel Sudah Lampaui Target

BARITO KUALA – Hingga akhir April 2025, Perum Bulog Kalsel ditargetkan mampu membeli gabah dan beras petani hingga sebanyak 6.200 ton. Dengan Harga Patokan Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar 6.500 Rupiah per kilogram.

“Hingga awal April ini, kita sudah membeli gabah dan beras petani sebanyak 7.200 ton. Ini artinya sudah melebihi target yang ditetapkan,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said kepada wartawan, disela Panen Raya dan Tanam Padi Serentak 14 Provinsi, di Desa Panca Karya Alalak, Barito Kuala pada Senin (7/4).

Lokasi pembelian gabah petani oleh Perum Bulog Kalsel

Pembelian gabah dan beras ini, menurut Akbar, dilakukan pihaknya dengan langsung mendatangi petani usai melaksanakan panen.

“Kita langsung ambil dari petani. Jadi dari Combine Harvester langsung kita angkut gabah kering panen dari petani dengan harga 6.500 per kilonya,” jelas Akbar.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel saat melakukan pembelian gabah petani di Desa Panca Karya

Lebih lanjut Akbar memastikan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk pembelian gabah dan beras petani ini, hingga akhir tahun nanti.

“Yang pasti sudah disediakan. Jadi petani tidak perlu khawatir, karena Bulog siap melakukan pembelian langsung usai panen sepanjang tahun ini,” tegasnya.

Bahkan menurut Akbar, pihaknya mendapat tambahan target pembelian sebesar 7.400 ton hingga akhir April mendatang. Mengingat pembelian saat ini yang sudah melampaui target hingga 100 persen lebih.

“Untuk pembelian selanjutnya, akan ada target baru yang ditetapkan,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Gelar RDP Bahas Kesiapan PSU Pilwali Kota Banjarbaru Bersama KPU Provinsi Kalsel

BANJARMASIN – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel di ruang rapat Komisi I DPRD Kalsel lantai 4, Selasa (8/5). Kegiatan ini dilakukan untuk membahas kesiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Wali kota (PSU Pilwali) Kota Banjarbaru.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, mengungkapkan bahwa tahapan persiapan Pilwali Kota Banjarbaru telah berjalan dengan baik dan hampir rampung. Ia mengingatkan agar sisa waktu yang ada dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis dan partisipatif.

“Ini kan tinggal menghitung hari saja lagi untuk Pilwali Kota Banjarbaru, tahapan-tahapan persiapan dari KPU Kalsel sudah mencapai 96 persen, tersisa 4 persen saja lagi. Nah 4 persen itu nanti digunakan untuk penyempurnaan dan masukan yang kurang dari kami,” ujarnya.

Supian HK juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menggunakan hak pilih, mengingat suara mereka menentukan masa depan daerah.

“Kita juga harus waspada, jangan sampai kejadian seperti sebelumnya terulang kembali. Untuk itu kami mengharapkan pemilih menggunakan hak suaranya untuk memilih. Kotak suara itu sangat berharga, karena dari suara pemilih lah menentukan nasib Kota Banjarbaru,” tegas Supian HK.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Dirham Zain, menambahkan bahwa pihaknya mendorong KPU untuk menjalankan seluruh tahapan sesuai peraturan yang berlaku. Ia menyoroti pentingnya menjaga tingkat partisipasi pemilih agar tidak mengalami penurunan dari pemilu sebelumnya.

“Selain itu kami juga meminta bagaimana untuk meningkatkan partisipasi pemilih, jangan sampai partisipasi pemilih turun dari sebelumnya. Jadi yang kita minta adalah kepercayaan publik, karena Pilwali Banjarbaru saat ini akan dipantau oleh berbagai pihak, termasuk pengamat dari nasional,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Provinsi Kalsel, Andi Tenri Sompa menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja maksimal menyelesaikan tahapan-tahapan krusial, terutama terkait logistik dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Semua tahapan sedang kita lakukan, utamanya terkait logistik dan sosialisasi. Surat suara sudah siap dan tinggal menunggu kedatangan kotak suara, tinta serta segel,” jelasnya.

Andi Tenri Sompa menambahkan bahwa antisipasi terhadap potensi rendahnya kehadiran pemilih terus dilakukan dengan upaya yang masif dan terukur.

“Kami berusaha agar H-3 memberikan C Pemberitahuan yang akan dilakukan oleh KPPS. Antisipasinya kita tetap harus melakukan sosialisasi secara masif. Kita sudah memasang 5 baliho di 5 kecamatan, kemudian 20 spanduk di 20 kelurahan, serta melalui radio dan media sosial. Dan tentunya rencana ke depannya lagi kita akan melakukan sosialisasi untuk peningkatan kapasitas di tiap kelurahan yang akan dilaksanakan oleh PPK dan PPS,” tutupnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version