TAPIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Tapin, Jumat (11/4).
Penyerahan Bantuan Pemprov Kalsel ke Pemkab Tapin
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i, didampingi Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi, kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapin.
Menurut Gusti Yanuar, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi warga.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu mempercepat proses pemulihan pascabanjir,” ujarnya.
Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan terdiri atas lauk pauk siap saji, makanan siap saji, perlengkapan keluarga (family kit), selimut, perlengkapan anak (kids ware), tenda keluarga portabel, dan kasur. (DINSOS.KALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pasien kerusakan kornea mata di Provinsi Kalimantan Selatan cukup banyak. Salah satu penyebabnya karena mengucek mata pada saat terjadi kelilipan mata akibat masuknya benda asing seperti binatang kecil, serta lainnya.
Foto : net
Dokter Spesialis Mata RSUD Ulin Banjarmasin Muhammad Ali Faisal yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Kalsel menjelaskan, untuk pasien kerusakan kornea mata di Provinsi Kalimantan Selatan ini, kebanyakan disebabkan infeksi oleh kelilipan mata.
“Bahkan, kami menemukan kelilipan mata tersebut terjadi di perkebunan kelapa sawit,” ungkap Ali.
Pada saat kelilipan tersebut terjadi diminta tidak mengucek ngucek mata, atau mengobati sendiri.
“Tetapi langsung membawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.
Selain itu, kerusakan kornea mata ini bisa disebabkan oleh virus dari penyakit lainnya.
“Apabila terjadi kerusakan dari kornea mata ini, maka hanya bisa dilakukan dengan cara transplantasi kornea mata,” ujarnya.
Sehingga, warga di Banua diminta untuk dapat menjaga kesehatan mata.
Mengingat, donor mata di Provinsi Kalimantan Selatan bukan hal yang lumrah
“Untuk mendapatkan pendonor mata di Provinsi Kalimantan Selatan sangat sulit bahkan tidak pernah terjadi,” ucapnya.
Karena, donor kornea mata atau lainnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan ini, bukanlah hal yang lumrah.
Yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran, masyarakat serta lainnya.
“Sedangkan di daerah lainnya di Tanah Air sudah ada Bank Mata meski pendonornya masih sedikit,” ujarnya.
Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan kornea mata di Tanah Air serta Kalimantan Selatan ini, bekerjasama dengan pihak luar, salah satunya dengan Duke Eye Clinical Amerika Serikat. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Ansari Saleh melaksanakan kegiatan bakti sosial operasi Keratoplasty atau Cangkok Kornea pertama di Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (11/4). Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam peningkatan layanan kesehatan mata di wilayah tersebut.
Suasana Konferensi Pers Baksos Keratoplasty di RSUD Ansari Saleh
Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo, menyampaikan bahwa operasi akan dilakukan terhadap sembilan pasien, yang terdiri dari tujuh penerima donor kornea dan dua pasien lainnya yang akan menjalani pemasangan lensa mata.
“Seluruh pasien telah menjalani proses rawat inap sejak Rabu, 9 April, untuk persiapan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan penunjang lainnya, serta konsultasi ke beberapa bagian, seperti anestesi. Hal ini dilakukan agar pasien benar-benar siap dan memenuhi syarat untuk tindakan operasi,” jelas Among, kepada wartawan, dalam konferensi pers di Lantai 5 Gedung Kumala RSUD Ansari Saleh.
Pasien Cangkok Mata di RSUD Ansal
Among menjelaskan tim medis yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan kolaborasi antara tenaga kesehatan nasional dan internasional. Dari dalam negeri, hadir tim dari Bank Mata Yogyakarta, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, serta RSUP dr. Sardjito. Sementara dari luar negeri, hadir tim medis yaitu Dokter Llyod Berthold Williams dari Duke Eye Center Duke University Amerika Serikat. Selain itu, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kalimantan Selatan turut ambil bagian dalam pelaksanaan operasi.
“Operasi dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh. Setelah tindakan operasi, pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan persiapan pemulangan pasien. Satu minggu kemudian, pasien kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari evaluasi pascaoperasi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bank Mata Cabang Yogyakarta, dr Edy Wibowo menambahkan kehadiran dokter Oftalmologi dari Duke Eye Center Amerika Serikat, dr. Lloyd Berthold Williams akan memperkenalkan teknik baru dalam cangkok kornea, yang memungkinkan satu donor kornea digunakan untuk menangani banyak kasus.
“Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan cangkok mata,” harap Edy.
Untuk diketahui, donor kornea yang digunakan dalam operasi ini didatangkan langsung dari Amerika Serikat sebagai bentuk sumbangan kemanusiaan. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar, memberikan kesembuhan bagi pasien, serta meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat dan menekan angka kebutaan di Indonesia, khususnya di Kalsel. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung, Kota Banjarmasin, belum beroperasi disebabkan masih menunggu pemasangan daya listrik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah menjelaskan, alasan belum bisa berfungsi Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung tersebut, karena daya listrik yang masih dipersiapkan.
“Kami sudah berdiskusi dengan pihak PLN mengenai pemasangan daya listrik tersebut,” ungkap Suri, kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/4).
Kadis PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah
Menurut Suri, kebutuhan daya untuk bisa mengoperasionalkan sangat besar. Diperkirakan sekitar 147 ribu wat.
“Karena daya listrik tinggi maka diperlukan persiapan lainnya,” ucapnya.
Karena itu, saat ini pihaknya, masih menyelesaikan administrasi kelistrikan untuk rumah pompa dan pintu air tersebut bersama pihak PLN.
Namun, lanjut Suri, pihaknya menargetkan sampai akhir Bulan April mendatang Rumah Pompa dan Pintu Air Sungai Belasung sudah dapat beroperasi.
“Target dapat beroperasinya Rumah Pompa dan Pintu Air tersebut, karena sampai saat ini di Kota Banjarmasin masih dilanda hujan serta air pasang masih terjadi,” ujarnya.
Sehingga, diharapkan pada pertengahan bulan April atau sampai akhir bulan ini Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung sudah dapat beroperasi.
“Dengan beroperasi Rumah Pompa dan Pintu Air tersebut, kedepannya dapat mengendalikan banjir disekitar kawasan pemukiman di sekitar Sungai Belasung,” ucap Suri. (SRI/RDM/RH)
DENPASAR – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi komparasi ke DPRD Provinsi Bali terkait mekanisme pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun Anggaran 2024, pada Kamis (10/4).
Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses dan tata cara pembahasan LKPj yang diterapkan di Provinsi Bali. Hasil studi tersebut nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dan rekomendasi dalam proses penyusunan mekanisme serupa di Kalimantan Selatan.
“Kami ingin menggali lebih dalam bagaimana mekanisme pembahasan LKPj di Bali, sehingga bisa menjadi referensi dalam penyempurnaan proses di daerah kami,” ujar Rais kepada wartawan usai pertemuan.
Rombongan Pansus I DPRD Kalsel disambut hangat oleh Kepala Bagian Keuangan DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Edy Subagiartha. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah mitra kerja Komisi I DPRD Kalsel, antara lain perwakilan dari Biro Pemerintahan, Biro Umum, Biro Organisasi, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Suasana Studi Komparasi Pansus I DPRD Kalsel ke DPRD Bali
Selain itu, juga hadir perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan kunjungan ini, DPRD Kalsel berharap dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Provinsi Bali dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kalimantan Selatan. (ADV-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap program Jelajah Ramadan yang digagas oleh Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM.
Program Jelajah Ramadan di Kab. HSS
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menilai program ini bukan hanya sarat dengan nilai religius, tetapi juga turut memperkenalkan warisan budaya dan sejarah melalui cagar budaya masjid dan tempat bersejarah di Kalimantan Selatan.
“Program inisiatif ini sangat bagus, terutama dalam momentum Ramadan. Banyak tempat ibadah di Kalimantan Selatan yang memiliki nilai sejarah dan keunikan, melalui program ini masyarakat bisa mengenalnya lebih dekat,” kata Muslim, Rabu (9/4).
Menurutnya, Kalimantan Selatan merupakan daerah yang sangat religius. Oleh karena itu, ia menilai langkah Abdi Persada FM dalam mengangkat sisi religi dan budaya lokal patut diapresiasi.
“Apa yang dilakukan oleh Abdi Persada saya berikan apresiasi yang sangat tinggi. Mudah-mudahan ini dapat dijadikan sebuah program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Muslim juga berpesan agar LPPL Abdi Persada FM terus berinovasi dan berkreasi untuk menjadi media yang tidak hanya menyampaikan informasi pemerintahan, tetapi juga memberikan edukasi dan memperluas wawasan masyarakat.
“Teruslah berkreativitas dan berinovasi untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kalimantan Selatan, agar Abdi Persada FM menjadi media milik masyarakat yang membawa manfaat,” harapnya.
Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, menjelaskan bahwa Jelajah Ramadan merupakan bentuk tanggung jawab media dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan literasi sejarah lokal.
“Program ini kami gagas sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah yang ada di Banua, khususnya melalui masjid-masjid bersejarah yang ada di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – Guna menumbuhkan kreatifitas bagi generasi muda, Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar.
Foto bersama Pemenang Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar
Kepada sejumlah wartawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan Suharyanti, usai kegiatan Kamis (10/4) mengatakan, gelaran lomba ini untuk semakin menumbuhkan kreatifitas bagi generasi Z, agar mencintai dan melestarikan bahasa daerah sendiri. Sehingga, lagu banjar bisa dinikmati semua kalangan.
“Lomba ini dimaksudkan dapat menggali potensi dalam berkesenian, khusus di bidang tarik suara,” ucapnya
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia
Ia menyampaikan, Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar telah diikuti sebanyak 16 peserta yang tersebar di kabupaten/ kota, setelah melalui hasil penilaian selektif oleh Dewan Juri berkompeten ada tiga orang yaitu, Jefri Albawi Tribowo, Jamest Reansyah, Dino Sirajudin. Kemudian terpilih 6 besar finalis untuk mengikuti Pentas Final tersebut.
“Enam judul lagu yang dibawakan finalis, diantaranya berjudul, Abah Wan Uma Ulun Sayangi ciptaan Hendra Cipta, Anak Pa’asian ciptaan Adhisty Eka Handriyani, dan Banjarmasinku Bungas ciptaan M. Sulthoni Sukma, Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Nayla, Ulun Babakti ciptaan Suriyani, serta Badaku ciptaan M. Azra Raihan,” jelas Yanti
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Jefri Albawi Tribowo menambahkan, beberapa poin penting yang dinilai seperti kesesuaian tema, struktur lagu, orisinil, melodi dan lirik. Sehingga, sangat mengapresiasi kemampuan para peserta untuk menciptakan dan dibawakan penyanyinya masing-masing.
“Gelaran lomba ini dapat semakin melestarikan lagu Banjar, tidak hanya secara lokal, tetapi hingga luar daerah,” tutupnya
Untuk diketahui, Pentas Final Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar dipusatkan di Gedung Balairung Sari Jalan Kayu Tangi Hasan Basri Banjarmasin. Terpilih sebagai pemenang Juara pertama pencipta lagu atas nama Suryani, berjudul Ulun Babakti, Juara dua judulnya Anak Pa’asian, ciptaan Adhisty Eka Handriyani, dan Juara tiga Kuda Gipang, ciptaan Sri Helma Nayla. Kemudian juara harapan pertama judulnya Badaku, ciptaan M. Azra Raihan, juara harapan kedua Banjarmasinku Bungas, ciptaan M. Sulthoni Sukma, serta juara favorit Abah Wan Uma Ulun Sayangi, ciptaan Hendra Cipta. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Muhammad Herindra didampingi Gubernur Kalsel, Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman meresmikan gedung baru Markas Komando (Mako) Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalsel yang berlokasi di Jalan Bina Praja Selatan, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Kamis (10/4) pagi.
Peresmian Mako BINDA ini ditandai dengan penandatangan prasasti dan dilanjutkan dengan pemotongan pita di depan kantor yang berlokasi di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel tersebut.
Suasana peresmian Mako BINDA Kalsel oleh Gubernur dan Kabin RI
Pada peresmian Mako BINDA itu, Kepala BIN Muhammad Herindra mengungkapkan rasa bangga dan puas atas terwujudnya kantor BINDA Kalsel yang dinilai sebagai salah satu gedung terbaik dan paling representatif di Indonesia.
“Melihat langsung secara fisik, kantor BINDA Kalimantan Selatan merupakan yang paling bagus di seluruh Indonesia. Ini sungguh sangat memuaskan dan membanggakan,” ujar Kabin RI.
Herindra juga memuji sinergitas bersama antara Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel bersama-sama dengan Bupati/Walikota se-Kalsel sehingga pembangunan Mako BINDA dapat terselesaikan.
“Sekali lagi, terimakasih sebesar – besarnya kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati/Walikota se-Kalsel atas dukungan pembangunan Mako BINDA. Bagi saya dan selama saya berkeliling, Mako BINDA Kalsel ini terbaik dan terbesar di Indonesia,” ungkap Herindra.
Peresmian Markas Komando Binda Kalsel ini menandai langkah penting dalam memperkuat infrastruktur strategis pemerintahan di kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel yang telah dikembangkan sejak tahun 2009.
Dengan luas lebih dari 400 hektar, kawasan ini memang dirancang sebagai pusat pemerintahan provinsi dan berbagai instansi vertikal.
Hingga saat ini, hampir seluruh instansi vertikal telah menerima hibah lahan dari Pemprov Kalsel, termasuk Kepolisian Daerah, Pengadilan Tinggi Negeri, Pengadilan Tinggi Agama, Kejaksaan Tinggi, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Gedung Markas Komando BINDA Kalsel sendiri berdiri di atas lahan seluas 9.173 meter persegi yang dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel pada tahun 2017. Proses pembangunan dimulai pada tahun 2022 dan dilaksanakan secara bertahap, dengan total anggaran pembangunan sebesar Rp53,187 miliar.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan rasa syukur dan bangga atas rampungnya pembangunan kantor BINDA Kalsel.
Gubernur Muhidin, berharap keberadaan kantor baru ini dapat semakin menunjang kinerja BINDA Kalsel dalam melaksanakan tugas secara profesional dan optimal.
“Keberadaan kantor ini menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjaga keamanan wilayah, sekaligus sebagai pusat koordinasi yang efektif dan responsif terhadap dinamika yang berkembang di daerah,” ujar Muhidin.
Lebih lanjut, Muhidin juga menegaskan bahwa BINDA Kalsel merupakan mitra kerja strategis Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memelihara stabilitas dan ketertiban di Kalsel.
Oleh karena itu, sinergi antara Pemprov Kalsel dan BINDA Kalsel diharapkan terus terjalin secara kuat, terpadu, dan berkelanjutan.
“Selamat atas peresmian kantor baru ini. Semoga menjadi langkah maju dalam menjaga stabilitas keamanan di Kalsel serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, atas nama seluruh jajaran BINDA Kalsel, Kepala BINDA Kalsel Brigjen Pol. Nurrullah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terwujudnya gedung tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapabilitas dan efektivitas pelaksanaan tugas intelijen di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moril, materil, dan kolaborasi nyata dalam mewujudkan pembangunan Mako BINDA Kalsel. Keberhasilan ini adalah bentuk nyata sinergi yang kuat antara BIN, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan seluruh stakeholder terkait,” ungkap Nurrullah.
Usai sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan dan ucapan terimakasih secara langsung oleh Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (Kabin RI), Muhammad Herindra atas kontribusi signifikan dalam pembangunan Gedung Mako BINDA Kalsel.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Kapolda Kalimantan Selatan, Komandan Korem 101/Antasari, para Bupati dan Wali Kota se Kalsel, CEO PT. Arutmin Indonesia, Perwakilan PT. Hasnur Group, General Manager PT. PLN UIP Kalbagtim dan Perwakilan PT. PLTU Asam-Asam.
Usai pemberian penghargaan, seluruh tamu undangan melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan dalam mendukung kinerja BINDA Kalsel.
Momentum bersejarah ini dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian oleh Kepala BIN RI dan Gubernur Kalsel, sebagai tanda resmi beroperasinya gedung baru tersebut.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan prosesi pemotongan pita yang dilanjutkan dengan pengecekan langsung oleh para pejabat terhadap fasilitas dan infrastruktur Gedung Mako BINDA Kalsel.
Tampak hadir dalam peresmian tersebut, staf khusus Kepala BIN RI dan jajaran Deputi BIN RI, Endang Agustina Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rina Virawati, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Ilham Yunus, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Suparjo, Anggota DPR RI Endang, pejabat lingkup Pemprov Kalsel, alim ulama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Supian HK menghadiri peresmian Markas Komando (Mako) Badan Intelejen Daerah (Binda) Kalsel bertempat di Jalan Bina Praja Selatan, pada Kamis (10/4).
Peresmian Mako Binda Kalsel yang baru ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatangan prasasti oleh Kepala Badan Intelejen Negara Republik Indonesia (KA BIN RI) Letjen TNI (Purn.) Muhammad Herindra dan Gubernur Kalsel, Muhidin didampingi oleh Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta Forkopimda Kalsel.
Pada kesempatan ini, Supian HK mengharapkan dengan diresmikannya Mako Binda yang baru dapat meningkatkan kemampuan dan efektivitas intelejen di Kalsel.
“Dengan sarana dan prasarana yang baru saja diresmikan, semoga Badan Intelejen Daerah Kalsel dapat meningkatkan kontribusinya dalam menjaga keamanan di Kalsel,” harap Supian HK
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BIN RI Muhammad Herindra mengatakan di era yang penuh tantangan seperti ini, ancaman terhadap keamanan nasional tidak hanya berbentuk konvensional saja, namun juga terdapat ancaman siber, radikalisme, dan separatisme.
Oleh karenanya, ia berharap keberadaan Binda Kalsel dengan fasilitas yang baru diharapkan dapat semakin meningkatkan kemampuan dalam deteksi dini terhadap segala bentuk potensi ancaman sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menghadiri peresmian Mako Binda Kalsel
Dalam momentum yang sama, Supian HK mewakili DPRD Provinsi Kalsel menerima Piagam Penghargaan atas dukungan dan kerjasama dalam proses pembangunan Mako Binda Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Rombongan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia (RI) Letnan Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan kepala daerah serta tokoh masyarakat, bersilaturahmi sekaligus makan malam bersama di Mahligai Pancasila Kompleks Rumah Dinas Gubernur di Banjarmasin, pada Rabu malam (9/4).
Suasana malam ramah tamah Kepala BIN RI dengan Wagub dan Forkopimda Kalsel
Wagub Hasnuryadi berharap silaturahmi dengan Kepala BIN RI dan jajaran ini terus terjaga dan terjalin sinergi yang baik dengan pemerintah provinsi maupun forkopimda lainnya.
Hasnuryadi juga menyebut, pertemanannya dengan Herindra sudah terjalin sejak lama dan sering bertemu yakni saat Herindra menjabat Komandan Korem 101/Antasari dan Ia selaku CEO Barito Putera setiap penyelanggara pertandingan sepakbola di Kalsel.
Kedatangan rombongan Kepala BIN RI ini dalam rangka peresmian Kantor BINDA Kalsel di Banjarbaru, Kamis (10/4).
Mantan Komandan Korem 101/Antasari ini pun menyampaikan perasaan harunya bisa ke Kalsel kembali dan bertemu rekan sejawat, termasuk Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang sudah lama dikenalnya.
Bahkan Herindra tidak pernah melupakan jasa almarhum, Sulaiman HB (ayah Wagub Hasnuryadi) yang memberikannya kesempatan untuk menunaikan ibadah haji saat menjabat sebagai Komandan Korem 101/Antasari tahun 2012 – 2013 lalu.
“Saya punya kenangan tinggal di sini, karena orang Banjar sangat komunikatif, sangat terbuka,” ujarnya.
Sinergitas yang sebelumnya terjalin juga diharapkan terus terbina untuk masa-masa ke depan, demi menjaga NKRI.
Hadir dari unsur Forkopimda Kalsel yakni Ketua DPRD, Supian HK, Kapolda Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BINDA Brigjen Pol Nurullah, Kepala Kejaksaan Tinggi Rina Virawati, Ketua Bawaslu Aries Mardiono, Ketua KPU Andi Tenri Sompa, dan lainnya.
Turut hadir Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, Asisten Administrasi Umum Ahmad Bagiawan, dan sejumlah pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov seperti Kepala Dinas Kominfodigi Muhammad Muslim, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Irfan Sayuti, Kepala Dinas ESDM Isharwanto, Kepala Biro Kesra Setdaprov Fatkhan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Berkatullah, Kepala Inspektorat Akhmad Fydayeen, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Syamsir Rahman, dan Kepala Dinas Perhubungan Fitri Hernadi.
Kemudian, Pj Walikota Banjarbaru merangkap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Subhan Nor Yaumil, dan Kepala Bappeda Ariadi Noor, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Suparmi, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Galuh Tantri Narindra, Kepala Dinas Kehutanan merangkap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fathimatuzzahra, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Mursyidah Aminy, dan Kepala Satpol-PP dan Damkar Zakly Asswan.
Beberapa saat sebelumnya, Herindra bersama Wagub Hasnuryadi juga melakukan kunjungan kerja ke Markas Korem 101/Antasari di Banjarmasin. Rombongan pun sempat meninjau berbagai fasilitas Makorem 101/Antasari ini, termasuk ruang kerja lama Herindra saat bertugas di tempat tersebut yang masih terjaga dengan baik dan menjadi saksi bagian sejarah perjalanan karier militernya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)