UPTD Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar
Pemenang Juara Pertama Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar pencipta lagu Suryani, berjudul Ulun Babakti
BANJARMASIN – Guna menumbuhkan kreatifitas bagi generasi muda, Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan Suharyanti, usai kegiatan Kamis (10/4) mengatakan, gelaran lomba ini untuk semakin menumbuhkan kreatifitas bagi generasi Z, agar mencintai dan melestarikan bahasa daerah sendiri. Sehingga, lagu banjar bisa dinikmati semua kalangan.
“Lomba ini dimaksudkan dapat menggali potensi dalam berkesenian, khusus di bidang tarik suara,” ucapnya

Ia menyampaikan, Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar telah diikuti sebanyak 16 peserta yang tersebar di kabupaten/ kota, setelah melalui hasil penilaian selektif oleh Dewan Juri berkompeten ada tiga orang yaitu, Jefri Albawi Tribowo, Jamest Reansyah, Dino Sirajudin. Kemudian terpilih 6 besar finalis untuk mengikuti Pentas Final tersebut.
“Enam judul lagu yang dibawakan finalis, diantaranya berjudul, Abah Wan Uma Ulun Sayangi ciptaan Hendra Cipta, Anak Pa’asian ciptaan Adhisty Eka Handriyani, dan Banjarmasinku Bungas ciptaan M. Sulthoni Sukma, Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Nayla, Ulun Babakti ciptaan Suriyani, serta Badaku ciptaan M. Azra Raihan,” jelas Yanti
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Jefri Albawi Tribowo menambahkan, beberapa poin penting yang dinilai seperti
kesesuaian tema, struktur lagu, orisinil, melodi dan lirik. Sehingga, sangat mengapresiasi kemampuan para peserta untuk menciptakan dan dibawakan penyanyinya masing-masing.
“Gelaran lomba ini dapat semakin melestarikan lagu Banjar, tidak hanya secara lokal, tetapi hingga luar daerah,” tutupnya
Untuk diketahui, Pentas Final Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar dipusatkan di Gedung Balairung Sari Jalan Kayu Tangi Hasan Basri Banjarmasin. Terpilih sebagai pemenang Juara pertama pencipta lagu atas nama Suryani, berjudul Ulun Babakti, Juara dua judulnya Anak Pa’asian, ciptaan Adhisty Eka Handriyani, dan Juara tiga
Kuda Gipang, ciptaan Sri Helma Nayla.
Kemudian juara harapan pertama judulnya Badaku, ciptaan M. Azra Raihan, juara harapan kedua Banjarmasinku Bungas, ciptaan M. Sulthoni Sukma, serta juara favorit Abah Wan Uma Ulun Sayangi, ciptaan Hendra Cipta. (NHF/RDM/RH)
