Anjangsana Ke Jakarta, Pemko Banjarmasin bersama Press Room Kunjungi Anjungan Kalsel TMII

JAKARTA – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik (Diskominfotik) bersama Pressroom Balai Kota Banjarmasin, mengunjungi anjungan Kalimantan Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Kamis Sore (9/10). Kunjungan dipimpin langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Sekdako Banjarmasin Iksan Budiman.

Yamin menyampaikan, selain kunjungan, rombongan juga melaksanakan outbound. Sehingga tidak hanya sekadar rekreasi, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi dan penguatan hubungan strategis, antara pemerintah daerah dan media, yang selama ini menjadi mitra penyebarluasan informasi publik, di Pemko Banjarmasin.

“Kegiatan ini bertemakan Work Together In Harmony, sehingga kegiatan ini menjadi penguat hubungan strategis antara pemerintah daerah dan media,” ungkap Yamin, kepada sejumlah wartawan.

Outbound ini, lanjutnya, bukan hanya soal permainan tim, tetapi tentang bagaimana memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pers, agar sama sama tumbuh dalam semangat keterbukaan informasi.

Menurut Yamin, pemilihan Anjungan Kalsel TMII ini sebagai lokasi kegiatan, bukan tanpa alasan. Langkah ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap arahan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, yang mendoakan agar Anjungan Kalsel tidak sekadar menjadi pajangan budaya, melainkan juga sebagai pusat aktivitas yang hidup dan menarik.

“Kami ingin Anjungan Kalsel kembali aktif, ramai dikunjungi, dan berfungsi sebagai etalase budaya serta pontensi daerah,” ucapnya.

Dengan membawa kegiatan ke Anjungan Kalsel di Taman Mini ini, Pemko Banjarmasin membantu memperkenalkan Kalsel kepada masyarakat luas.

“Kegiatan outbound ini menjadi wujud apresiasi Pemko Banjarmasin terhadap kontribusi FWB dalam menyebarluaskan informasi pembayaran Kota,” ujar Yamin.

Sementara itu, Kadiskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika menjelaskan, bahwa kegiatan bersama jurnalis FWB Balai Kota ini, merupakan agenda tahunan yang kini dikemas lebih dinamis.

“Jika sebelumnya hanya berupa kunjungan kerja, tahun ini konsepnya dikembangkan agar lebih interaktif dan bermakna,” ujarnya.

Melalui outbound ini, pihaknya ingin memperkuat rasa kebersamaan dan membangun semangat baru untuk kolaborasi komunikasi publik yang lebih sehat, dan produktif.

“Tahun ini kami ingin lebih dari sekadar silaturahim, melalui outbound ini, kami ingin memperkirakan rasa kebersamaan,” tutup Windi. (SRI/RIW/RH)

Boyongan ke Jakarta, Pemuda Berprestasi Kalsel Sharing Pengalaman Bersama Juara 1 Nasional

Jakarta – Pemuda Berprestasi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, berbagi pengalaman bersama juara 1 Wirausaha Muda Pemula (WMP) Nasional Enrico Hugo, serta Juara 1 Pemuda Pelopor Nasional Hendra Warsito di Jakarta, Sabtu (4/10).

Pada sharing tersebut, Hendra Warsito memaparkan perjalanannya menjadi pelopor, pengembangan rumah Tahfiz As Sulaimaniyah dengan semboyan, belajar agama tanpa mondok.

“Dibentuknya rumah Tahfiz ini, karena adanya permasalahan masih banyak masyarakat yang buta baca tulis Al Qur’an, serta permasalahan terjadi pada pondok pesantren,” ungkapnya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, lanjut Hendra, maka dibangunlah rumah Tahfiz As Sulaimaniyah.

“Pada awal dibentuk, kami juga mendapatkan permasalahan, namun dapat diatasi,” ucapnya.

Rumah Tahfiz ini, menerapkan metode pengajaran yang mudah untuk dipelajari para santri, dan jam pengajaran 90 menit dalam sehari.

“Para santri mampu bersaing dengan santri pesantren yang belajar penuh waktu,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut Hendra, santri belajar di rumah Tahfiz ini, setelah pulang dari sekolah masing masing.

Sharing pengalaman lainnya disampaikan Juara 1 WMP Berprestasi Nasional, Enrico Hugo.

Enrico menyampaikan, bagaimana Ia membangun bisnis produk olahraga sains dengan jejaring online, yang dimulai sejak 7 tahun lalu, dan dapat bertahan hingga saat ini.

“Ide bisnis yang kami tawarkan terinspirasi dari Singapura, dimana disana dilaksanakan kegiatan olahraga lari secara daring, dengan berpusat di satu daerah,” ungkapnya.

Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan di Indonesia, dan sudah banyak perusahaan yang menggunakan jasa Perusahaan Enrico tersebut.

“Kami berpesan kepada para wirausaha muda Kalsel agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan bisnisnya,” ucapnya.

Sharing pengalaman membangun usaha ini, dimanfaatkan para Wirausaha Muda Pemula untuk menambah pengetahuannya, dalam membangun serta mempertahankan bisnis.

Sementara itu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan berharap, kunjungan ke tempat juara Pemuda Berprestasi Nasional, dapat meningkatkan usaha.

Seperti yang disampaikan, Ketua Tim Pemuda Berprestasi Kalsel Muhammad Syarif, didampingi Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Deny Saputra, usai pertemuan.

“Saat sharing ini, wirausaha muda pemula mendapatkan masukan tentang membangun dan mengembangkan bisnis, serta mempertahankan bisnis,” ucap Syarif.

Ke depan, lanjut Deny, Dispora Kalsel akan lebih fokus untuk menjalin kerjasama pada forum wirausaha muda, yang ada di Kemenpora RI..

“Pengembangan bisnis ini tidak hanya dilakukan secara offline tetapi juga secara online, sehingga, para wirausaha muda pemula di Kalsel, dapat mengambil ilmu yang bermanfaat dari para juara 1 Pemuda Berprestasi Nasional,” ucap Syarif. (SRI/RIW/APR)

Bank Kalsel Raih Penghargaan “The Best Sharia Banking Business Unit 2024” pada Infobank Sharia Financial Institution

JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih Bank Kalsel. Pada ajang 14th Infobank Sharia Financial Institution Award 2025, Unit Usaha Syariah Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “The Best Sharia Banking Business Unit 2024”.

Penghargaan ini diberikan atas kinerja gemilang yang berhasil ditorehkan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel sepanjang tahun 2024.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian acara Indonesia Economic Summit 2025 yang digelar Infobank Media Group bersama Kementerian Koperasi, pada Kamis (2/10) di Jakarta. Acara ini mengangkat tema “Sinergi Perbankan, BUMN, dan Swasta untuk Mendukung Asta-Cita Koperasi Desa Merah Putih”, yang selaras dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

“Penghargaan ini merupakan buah kerja keras seluruh jajaran manajemen, karyawan, dan dukungan penuh dari para nasabah setia. Kami akan terus memperkuat layanan perbankan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, serta berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” ungkap Fachrudin.

Sebagai informasi, kinerja Unit Usaha Syariah Bank Kalsel pada tahun 2024 mencatatkan hasil positif, dengan rincian sebagai berikut:

Laba, Rp98,07 miliar, tumbuh 15,18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp85,14 miliar. Sementara Aset, Rp3,43 triliun, tumbuh 13,92% dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp3,01 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK), Rp1,87 triliun, tumbuh 9,69% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,71 triliun. Kemudian Pembiayaan Rp2,19 triliun, tumbuh 6,12% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.

Penghargaan ini semakin meneguhkan posisi Bank Kalsel sebagai lembaga keuangan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus mendukung misi pemerintah dalam pencapaian Asta-Cita dan pemerataan ekonomi untuk menuju Indonesia Emas 2045. (ADV-RIW/RH)

Dispora Kalsel Ajak 24 Pemuda Berprestasi Ke Kemenpora RI

JAKARTA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak pemuda berprestasi tahun 2025, berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora RI di Jakarta, Jumat (3/10). Rombongan Kalsel dipimpin Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bari didampingi Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Deny Saputra, serta Ketua Tim Pemuda Berprestasi Kalsel Muhammad Syarif.

Kedatangan rombongan Kalsel diterima, Asisten Deputi Binaan Kepemudaan dan Badan Usaha dan Swasta Kemenpora RI Muhammad Aksan.

Aksan menyampaikan, Kemenpora memberikan apresiasi terhadap pemuda berprestasi dari daerah.

“Kemenpora terus memberikan dukungan terhadap kemajuan prestasi pemuda khususnya di bidang usaha,” ungkap Aksan.

Saat ini, lanjutnya, Kemenpora menyebut tidak lagi pelaku UMKM tetapi pengusaha muda.

“Kemenpora mendukung peningkatan wirausaha muda, yang berasal dari daerah, sehingga pemuda tidak hanya berkeinginan bekerja menjadi ASN,” ucapnya.

Kemenpora berpikir, lanjut Aksan, pengusaha muda dapat mempekerjakan beberapa orang pegawai, ini dapat mengurangi jumlah pengangguran.

“Karena itu, Kemenpora terus mensosialisasikan kepada daerah untuk peningkatan wirausaha muda di daerah masing-masing,” ucap Aksan.

Aksan mengucapkan, terima kasih kepada Dispora Kalsel yang terus memberikan dukungan terhadap program program dari Kemenpora RI.

“Rombongan pemuda berprestasi dari Kalsel ini, merupakan rombongan terbesar yang pernah kami terima,” ucap Aksan.

Foto bersama pemuda berprestasi bersama Asped Kemenpora RI Muhammad Aksan

Sementara itu, Ketua Tim Pemuda Kreatif Kalsel Muhammad Syarif mengatakan, Dispora Kalsel memberikan apresiasi kepada Kemenpora RI, yang telah menerima rombongan dari Kalsel.

“Tujuan dari kunjungan ini, untuk meningkatkan pengetahuan dari para pemuda berprestasi ini, agar lebih maju lagi ke depannya, untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Syarif.

Diharapkan, lanjutnya, melalui pertemuan ini Pemuda berprestasi Kalsel, dapat memberikan karya terbaiknya untuk Banua kedepannya.

Sedangkan, Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Dispora Kalsel Deny Saputra menjelaskan, program ini merupakan bentuk aspirasi dari Gubernur Kalsel Muhidin, kepada Pemuda yang telah berprestasi di Tahun 2025 ini.

Pemuda yang mengikuti kunjungan ke Kemenpora sebanyak 24 pemuda berprestasi, yang terdiri dari juara pada Pemilihan Pemuda Pelopor, Pemuda Wirausaha Baru, dan Pasangan Muda Inspiratif. (SRI/RIW/RH)

Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Tingkatkan Kapasitas dan Integritas

JAKARTA – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan integritas dalam menjaga marwah lembaga legislatif daerah. Sebagai garda terdepan, BK memiliki fungsi strategis untuk menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD.

‎Ketua BK DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bachri menegaskan, bahwa peran BK bukan hanya memantau kedisiplinan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

Ketua BK DPRD Kalsel Rosehan NB, kemeja hijau

“Kami bukan hanya menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat, tetapi juga harus menjadi contoh dalam menjaga integritas. Marwah lembaga harus dijaga melalui adab, disiplin, dan profesionalisme,” tegasnya.

‎Menurut Rosehan, upaya peningkatan kapasitas BK perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, fungsi pengawasan etika dan kedisiplinan anggota dewan bisa dijalankan lebih efektif, sekaligus menjaga citra DPRD di mata publik. Sebagai bagian dari proses penguatan tersebut, BK DPRD Kalsel mengadakan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta akhir pekan tadi.

Rosehan menjelaskan, pertemuan ini menjadi sarana bertukar pengalaman dalam menjaga kedisiplinan, etika, dan martabat anggota dewan.

‎“Alhamdulillah, setelah sebelumnya kami berkunjung ke BK DPRD Jawa Barat, ke BK DPR RI, serta hari ini kami mendapat kehormatan bisa belajar langsung dari DPRD DKI Jakarta. Banyak ilmu yang kami bawa pulang, terutama terkait pentingnya menjaga adab dan etika sebagai wakil rakyat,” ujar Rosehan.

‎Sebelumnya, BK DPRD Kalsel juga telah melakukan studi ke DPRD Jawa Barat dan DPR RI. Dari kunjungan ke Jabar, misalnya, BK Kalsel mengkaji penerapan BK Award, yakni penghargaan bagi anggota dewan dengan kinerja terbaik yang terbukti mampu memotivasi anggota legislatif dalam melaksanakan tugasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Bisnis Emas dan Haji Dorong Kinerja Solid, BSI Bukukan Laba Rp3,7 Triliun

JAKARTA – Bisnis emas dan haji menjadi mesin utama pertumbuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Triwulan II 2025. Per Juni 2025, laba BSI tumbuh solid di angka 10,21% (YoY) mencapai Rp3,74 triliun (audited), menjadikan BSI salah satu bank di Indonesia dengan pertumbuhan tertinggi. Rerata indikator kinerja keuangan BSI tumbuh dobel digit, atau di atas industri.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja yang kuat pada Triwulan II/2025 adalah buah dari konsistensi Perseroan, fokus pada bisnis khas bank syariah, yakni emas dan islamic eco system terutama layanan haji dan umrah.

‘’Bisnis tersebut tentu saja didukung transformasi digital sehingga memudahkan nasabah mengakses layanan,” ujarnya pada Paparan Kinerja BSI Triwulan II 2025, Senin (22/9).

Bisnis emas dan haji yang ditopang digitalisasi adalah strategi BSI untuk tetap tumbuh dalam kondisi makro ekonomi pada awal tahun yang cukup menantang. Produk dan layanan BSI, kata dia, saat ini dapat diakses melalui aplikasi mobile banking BYOND.

Per Triwulan II 2025, pembiayaan BSI tumbuh lebih tinggi dari industri perbankan nasional yakni pada level 13,93% (YoY) dengan outstanding mencapai Rp293,24 triliun. Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen Ritel dan Konsumer, termasuk emas sebesar Rp211,78 triliun yang mengomposisi 72,22%, disusul segmen Wholesale sebesar 27,78%.

Pembiayaan bisnis emas BSI melesat 88,25% (YoY) mencapai Rp16,88 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp9,09 triliun tumbuh 155,41% (YoY), dan Gadai Emas Rp7,79 triliun tumbuh 44,08% (YoY).

Melesatnya pembiayaan emas mendorong pembiayaan Konsumer BSI naik 16,20% dengan oustanding Rp162,19 triliun.

Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,87% membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri yang berada pada level 2,22%.

Sementara itu Direktur Finance and Strategy, Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, bahwa strategi lain yang juga mendorong kinerja solid yakni pengelolaan dana murah. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh konsisten dengan Tabungan sebagai engine growth, sehingga menjaga komposisi Dana Murah (CASA) di level 61,78% atau Rp199,48 triliun.

Ekosistem payroll dan haji terbukti mampu mendorong pertumbuhan DPK 8,83% (YoY) mencapai Rp323 triliun. Tabungan BSI mencapai Rp141,30 triliun, tumbuh 9,71% (YoY).

Melesatnya bisnis berbasis emas, kata Ace Cahyo, meningkatkan pendapatan margin perseroan ke level Rp14,09 Triliun, tumbuh 16,61% (YoY) serta pendapatan berbasis fee menjadi Rp2,94 triliun, naik 18,37%. Di sisi lain, peningkatan DPK menjaga aset BSI pada angka Rp401 triliun.

Layanan bulion bank yang dibuka pada Februari 2025, juga turut berkontribusi pada kinerja perseroan karena dapat menghasilkan fee based income dari transaksi jual dan beli emas melalui BYOND. Total Tabungan Emas masyarakat telah menyentuh 1 ton.

“Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar layanan BSI makin cepat, efisien, dan inklusif dan peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur”, pungkasnya. (RIW/RH)

Komisi I DPRD Kalsel, Apresiasi Anjungan di TMII, Juara 1 Nasional dan Ramah Disabilitas

JAKARTA – Anjungan Kalimantan Selatan (Kalsel) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tampil semakin representatif, dengan berbagai fasilitas baru yang ramah bagi semua kalangan. Kini tersedia lift khusus penyandang disabilitas, toilet inklusif, hingga ruang laktasi yang nyaman bagi pengunjung.

Suasana kunjungan ke Anjungan TMII

Selain mengutamakan aksesibilitas, anjungan ini juga memperhatikan kelestarian lingkungan melalui penerapan teknologi resapan biopori. Dengan lubang sedalam dua meter, sampah organik yang bercampur air hujan dapat terurai menjadi kompos, sekaligus meningkatkan daya serap air guna mencegah genangan.

Alhasil, anjungan Kalsel berhasil meraih penghargaan sebagai Anjungan Terbaik 1 se-Indonesia dalam ajang Pradana Nitya Budaya TMII Award 2025. Penghargaan ini diberikan pada perayaan HUT ke-50 TMII, 20 April 2025 lalu.

Atas semua capaian itu, Komisi I DPRD Kalsel menyampaikan apresiasi, saat kunjungan terkait aset milik Pemprov Kalsel pada selasa (9/9) pagi.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat menilai, prestasi itu menambah kebanggaan masyarakat Banua. Anjungan Kalsel mampu meraih juara pertama. Kini anjungan juga semakin ramah disabilitas dengan adanya lift dan toilet khusus.

Rais juga meninjau progres pembangunan dermaga miniatur pasar terapung yang tengah dikerjakan. Menurutnya, ikon khas Banua itu diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung.

“Dengan adanya miniatur pasar terapung, kami optimistis wisata budaya Kalsel akan lebih dikenal secara luas. Fasilitas ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus media promosi budaya Banua di tingkat nasional,” ucapnya.

Lebih jauh, Rais menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keberlanjutan pengelolaan aset daerah. Anjungan ini bukan hanya simbol, tetapi wajah Kalimantan Selatan di tingkat nasional.

“Kami akan terus memberi perhatian agar pengelolaannya berjalan baik dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Banua,” tambahnya.

Sementara itu, Rahimi selaku staf penelaah kebijakan Anjungan Kalsel, menyampaikan apresiasi atas perhatian dari Komisi I DPRD Kalsel. Ia menilai dukungan tersebut dapat memacu pengelola untuk terus berinovasi.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Prestasi juara 1 yang diraih menjadi motivasi agar Anjungan Kalsel semakin dikenal dan dicintai masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Komisi II DPRD Kalsel, Perjuangkan BPR sebagai Penopang Ekonomi Rakyat

JAKARTA – Tantangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai penopang utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banua menjadi perhatian Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama terkait penyertaan modal dan regulasi yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi menilai, BPR bukan sekadar lembaga keuangan biasa. Ia menyebut BPR adalah harapan masyarakat kecil yang ingin memiliki akses modal agar usaha mereka dapat tumbuh dan bertahan.

“Kami ingin memastikan keberadaan BPR tetap kuat, karena di sanalah harapan masyarakat kecil untuk mendapatkan akses modal yang lebih mudah,” ucapnya

Sebagai wujud keseriusan, Komisi II DPRD Kalsel melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa, (9/9).

Suasana pertemuan di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

Konsultasi ini membahas solusi atas permasalahan perubahan Perda Nomor 14 Tahun 2017, tentang Bentuk Hukum BPR serta polemik merger yang masih menjadi kendala di daerah.

Menurut Yani Helmi, jumlah BPR di Kalsel seharusnya mencapai 22 unit sesuai aturan sebelumnya. Namun setelah kebijakan merger dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kini hanya tersisa 8 unit. Kondisi ini terjadi di tengah kebutuhan masyarakat terhadap BPR yang justru semakin besar.

“BPR kita ini tumbuh di masyarakat, tapi butuh tambahan penyertaan modal. Sayangnya kabupaten dan kota tidak bisa memberikan modal sebelum perda direvisi,” jelasnya.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Dalam Perda 2017, lanjut Yani Helmi menambahkan, bahwa telah diatur 21 persen penyertaan modal berasal dari pemerintah provinsi, sementara 51 persen ditanggung kabupaten/kota dan sisanya dari pihak lain. Menurutnya, skema ini perlu direvisi agar lebih fleksibel dan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Namun Ia mengingatkan, proses perubahan perda tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Ada tahapan yang harus dilalui agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan masalah baru. Karena itu, Ia mendorong agar eksekutif terlebih dahulu menyelesaikan persoalan di delapan BPR yang ada bersama pemerintah kabupaten.

“Kalau sudah selesai di tingkat eksekutif bersama pemerintah kabupaten, barulah nanti naik ke DPRD. Saat itu kami akan membahas apakah sudah waktunya perda 2017 ini direvisi,” tutupnya.

Konsultasi ini mendapat sambutan positif dari pihak Kemendagri. Rombongan Komisi II DPRD Kalsel diterima langsung Kasubdit BUMD, Bambang Ardianto. Ia mengapresiasi inisiatif dewan dan menilai langkah ini menunjukkan keseriusan DPRD Kalsel dalam memperkuat peran BPR bagi masyarakat di daerah. (ADV-NHF/RIW/RH)

Penuhi Janji Aliansi Rakyat Kalsel, Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel ke DPR RI

JAKARTA – Menindaklanjuti aksi demo Aliansi Rakyat Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa hari lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) Kalsel, bersama Wakil Ketua DPRD, Ketua Bapemperda, Ketua Badan Kehormatan (BK) dan Anggota DPRD Kalsel didampingi Sekretaris DPRD Kalsel, berangkat menuju Gedung MPR/DPR Republik Indonesia (RI) di Jakarta, untuk menyampaikan 7 tuntutan Aliansi Rakyat Kalsel, Kamis (4/9)

Tiba di Senayan, rombongan diterima Ketua Komisi II DPR RI , Rifkynizami Karsayuda, bersama-sama Anggota DPR DI dan DPD RI asal daerah pemilihan Kalsel 1 dan 2, di ruang kerja Komisi II DPR RI.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih atas penerimaan Ketua Komisi II dan Anggota DPR RI. Ia juga langsung menyampaikan tuntutan Aliansi Rakyat Kalsel berskala nasional maupun menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat lokal di Banua.

Adapun 7 tuntutan berskala nasional yang disampaikan adalah efisiensi gaji dan tunjangan DPR, agar disesuaikan dengan kondisi fiskal negara serta transparansi penggunaannya, reformasi POLRI, revisi undang undang tentang POLRI, komitmen POLRI dalam penyelesaian kasus tindakan represif aparat, pengusutan tuntas kasus meninggalnya Affan Kurniawan, penyelesaian pengelolaan pertambangan batu bara dan penyelesaian konflik agraria, mengevaluasi program strategis yang menggunakan anggaran besar mengingat rakyat dibebani pajak yang besar, seperti program makan gizi gratis (MBG) dan koperasi merah putih (KMP), peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer, dan pengesahan RUU perampasan aset dan RUU perlindungan masyarakat adat.

Foto bersama : Sumber Humas DPRD Kalsel

Terkait isu lokal, para wakil rakyat Kalsel juga menyuarakan aspirasi masyarakat Banua, antara lain penolakan hutan Meratus menjadi taman nasional, percepatan pembangunan jembatan Pulau Laut, peningkatan dana bagi hasil, dan perhatian terhadap tenaga honorer, khususnya guru.

Sebelum menanggapi berbagai tuntutan dan aspirasi yang disiarkan secara live di salah satu media sosial, Ketua Komisi II DPR RI Rifkynizami Karsayuda, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada seluruh elemen masyarakat Kalsel, khususnya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalsel yang sudah melakukan aksi damai pada Senin (1/9) lalu.

Selanjutnya, menjawab tuntutan reformasi institusi DPR RI, Rifky menyatakan bahwa semua tuntutan akan ditindaklanjuti seluruh Anggota DPR RI Dapil Kalsel.

“Silakan dilihat progresnya. Hal-hal yang merupakan kewenangan pimpinan dan presiden, saya sudah janji tadi akan saya bikinkan pengantar ke pimpinan DPR sebagai bentuk pertanggungjawaban”, jelas Rifky.

Dikesempatan itu, Rifky bersama Anggota DPR dan DPD RI asal Kalsel lainnya menyampaikan permohonan maaf bila kinerja mereka belum memenuhi harapan masyarakat Banua.

“Kami memohon maaf kalau kemudian perkataan, perilaku, perbuatan kami selama ini dianggap mungkin belum bisa memenuhi ekspektasi atau harapan masyarakat Kalimantan Selatan,” tuturnya

Usai pertemuan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mngungkapkan rasa syukur yang mendalam karena sudah menunaikan janji untuk menyampaikan dan menyuarakan tuntutan Aliansi Rakyat Kalsel kepada Anggota DPR RI di Senayan.

“Alhamdulillah hari ini kami sesuai dengan janji dan diterima Ketua Komisi II dan Anggota DPR RI lainnya asal Dapil Kalsel. Pada intinya aspirasi yang dituntut elemen masyarakat dan mahasiswa sudah kami serahkan semuanya,” pungkasnya

Turut serta hadir dalam penyampaian tuntutan Aliansi Rakyat Kalsel, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rachman dan Kartoyo, Ketua Bapemperda Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Ketua Badan Kehormatan (BK) Rosehan NB dan Anggota DPRD Kalsel Mustafa Zakir, didampingi Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Zaini. (ADV-NHF/RIW/RH)

Kembali Normal, BYOND by BSI Dapat Diakses Nasabah

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan, bahwa layanan e-channel BYOND by BSI sudah normal kembali dan nasabah dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan lancar untuk semua transaksi mulai dari tarik tunai, pembayaran, pembukaan rekening, maupun transaksi lainnya.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengungkapkan, selain BYOND, nasabah dapat bertransaksi menggunakan e-banking lainnya seperti BSI Mobile, layanan ATM BSI, BSI Netbanking secara lancar ataupun mengunjungi jaringan BSI terdekat.

‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi BYOND.,” ucapnya.

Wisnu mengungkap aplikasi BYOND sudah dapat digunakan sejak Selasa (2/9) malam secara bertahap dan stabil pada Rabu (3/9) pagi.

Aplikasi BYOND BSI diluncurkan pada November tahun lalu dan memiliki user register 8,9 juta. Wisnu juga mengucapkan terima kasih atas loyalitas nasabah kepada BSI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan nasabah dan sejalan komitmen kami untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dari sisi teknologi dengan fokus pada IT Security, IT Capacity dan IT Compliance and Governance,” ujar Wisnu

Tak lupa, Ia juga mengingatkan nasabah untuk tetap menjaga PIN dan kerahasiaan data pribadi serta berhati-hati terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan Bank, seperti perubahan tarif yang disampaikan melalui nomor Whatsapp pribadi.

Informasi dari Bank Syariah Indonesia hanya disampaikan melalui saluran resmi, yakni www.bankbsi.co.id, BSI Call: 14040, Whatsapp Official Bank Syariah Indonesia dengan centang biru di nomor 081584114040. Sementara untuk social media, Instagram @Bank Syariah Indonesia, @Lifewithbsi, Twitter (X) Bank Syariah Indonesia @bankbsi_id, Tiktok, @Lifewithbsi; Facebook, @Banksyariahindonesia, LinkedIn, PTBank Syariah Indonesia Tbk. (RIW/RH)

Exit mobile version