Dukung Wirausaha Muda Naik Kelas, Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Peningkatan Digitalisasi Marketing

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan pelatihan peningkatan Digitalisasi Marketing bagi wirausaha muda, di salah satu hotel Kota Banjarmasin, Kamis (5/3). Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel Pebriadin Hapiz didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zainab.

Dalam sambutannya, Pebriadin menyampaikan, perubahan teknologi yang cepat dan semakin masif, menuntut wirausaha muda memiliki strategi pemasaran efektif dan efisien, untuk meningkatkan visibilitas produk secara signifikan.

Ket foto : Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz (Tengah)

“Di era transformasi digital ini, tantangan wirausaha tidak lagi hanya kualitas produk, tetapi seberapa cepat kita beradaptasi dengan teknologi,” ungkap Pebriadin.

Oleh karena itu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Produksi Kalimantan Selatan melaksanakan pelatihan ini.

“Peningkatan kompetensi digital, seperti digital marketing dan public speaking, menjadi kunci agar produk lokal kita baik jasa, kuliner, maupun olahan hasil perkebunan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, profesional, dan berdaya saing,” tuturnya.

Sehingga, lanjut Pebriadin, kegiatan ini diharapkan mampu mewujudkan sinergi dan perhatian pemerintah, untuk menciptakan wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif, sekaligus mendukung target peningkatan rasio kewirausahaan nasional.

“Saya berpesan peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan maksimal, menjadikan Digitalisasi Strategi Marketing sebagai senjata utama, untuk menaikkan kelas usaha peserta, sehingga berkontribusi langsung pada perekonomian Kalimantan Selatan,” ucap Pebriadin.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga juga meminta wirausaha muda, agar dapat bertahan dan berjuang dalam menjalankan usaha.

Mengingat, saat menjalankan usaha tidak ada yang menginginkan kegagalan. Oleh karena itu pihaknya meminta para pengusaha muda dapat bertahan, dan menjadikan digitali marketing ini sebagai pangsa pasar yang potensial.

Melalui pelatihan ini, para wirausaha muda di Kalsel, dapat terus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan usahanya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zainab mengatakan, pelatihan ini sudah tidak asing lagi bagi para wirausaha muda di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Karena itu, Dispora Kalsel hanya tinggal melakukan pembinaan serta peningkatan kemampuan wirausaha muda,” ucap Rika.

Pelatihan Peningkatan Digitalisasi Marketing bagi wirausaha muda ini diikuti sebanyak 50 peserta dari Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/EPS)

Bagikan THR Anak Yatim Dhuafa, BSI Regional Kalimantan Gelar Ramadan Media Connect

Banjarmasin – Momen Ramadan dimanfaatkan dengan maksimal oleh PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. Bank Syariah berstatus BUMN ini, menargetkan pemberian santunan berupa THR kepada 5.000 anak yatim dhuafa diseluruh Indonesia.

Di wilayah Kalimantan, tepatnya di Kantor Regional IX di Banjarmasin, penyerahan THR anak yatim dan dhuafa, dilaksanakan pada Rabu (4/3), saat agenda buka puasa bersama insan pers, Ramadan Media Connect, disalah satu hotel di Banjarmasin.

THR diserahkan langsung Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Saefudin Suria Hidayat bersama jajaran direksi, kepada anak yatim dhuafa, dari Yayasan Pendidikan Islam dan Tahfidz Dar Al Masyhur.

Dalam sambutannya, Saefudin Suria Hidayat mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial perusahaan, di bulan suci yang penuh berkah.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dan seterusnya mendapat berkah dan pahala yang berlimpah dari Allah SWT,” harapnya.

Saefudin juga berterima kasih kepada insan pers yang hadir, dan berharap kerjasama serta jalinan silaturahmi yang selama ini terjalin, akan terus berlanjut.

“Insan pers sangat membantu kami memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Semoga kerjasama ini dapat terus terjalin,” tutupnya.

Selain penyerahan THR Anak Yatim Dhuafa, kegiatan Ramadan Media Connect juga diisi dengan tausiyah serta doa bersama. Selanjutnya seluruh tamu yang datang, termasuk jajaran direksi dan manajemen BSI Regional IX Kalimantan, serta insan pers berbuka puasa bersama. (RIW/EPS)

Sambut Ramadan, Dinkes Banjarmasin Berbagi Takjil Gratis

Banjarmasin – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan ke 1447 Hijriah tahun 2026, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Banjarmasin, membagikan takjil atau makanan pembuka puasa gratis, kepada masyarakat di kawasan Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, Selasa (3/2) sore.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan menyampaikan, pembagian dipusatkan di titik jalan Pramuka yang menyasar warga sekitar.

Plt Kadinkes Banjarmasin Muhammad Ramadan

“Kami bagikan kepada tukang ojek, tukang parkir serta pedagang dan masyarakat umum yang kebetulan lewat di jalan ini,” ungkap Ramadan, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ramadan, kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian, untuk membantu warga.

Dimana diharapkan, takjil yang dibagikan, dapat membantu warga berbuka puasa tepat waktu.

“Kegiatan berbagi di Ramadan ini merupakan arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, dengan jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 200 paket lebih,” ucapnya.

Selain berbagi takjil, Dinkes juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan selama berpuasa.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Emma menyampaikan, agar masyarakat menjaga asupan makan baik sahur dan berbuka puasa dengan makanan sehat.

Pola makan yang dianjurkan, yakni 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas malam hari dan 2 gelas lagi disaat sahur. Pola ini efektif untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari gorengan serta makanan manis berlebihan, dan memperbanyak konsumsi protein serta serat saat sahur, agar kenyang lebih lama.

“Kami mengingatkan, agar tidak melewatkan waktu sahur,” tutup Emma. (SRI/RIW/APR)

Gelar Raker, DPRD Kalsel Ekspose Rencana Pembangunan Stadion Internasional

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja (Raker), dengan agenda ekspose Rencana Pembangunan Stadion Internasional. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Ismail Abdullah, Gedung B Lantai 4 DPRD Provinsi Kalsel, pada Selasa (3/3).

Raker dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, dan dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan sektor olahraga.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyampaikan, rapat ini menjadi bagian penting dalam mendorong realisasi salah satu program prioritas daerah, yang tertuang dalam RPJMD.

DPRD Kalsel sebagai mitra strategis pemerintah daerah siap mendukung penuh pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut, terutama melalui fungsi penganggaran dan pengawasan agar proyek benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kami siap mengawal dari sisi perencanaan hingga pengawasan, agar pembangunan stadion ini berjalan sesuai aturan dan berdampak positif bagi daerah,” tegasnya kepada sejumlah wartawan.

suasana raker di Gedung B DPRD Kalsel

Supian HK menjelaskan, pihaknya
menyoroti masih minimnya data yang dipaparkan Dinas PUPR, khususnya terkait Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), status alih fungsi lahan, penanggung jawab pembangunan, dan skema pengelolaan stadion ke depan. Sehingga, Supian meminta seluruh data yang dipertanyakan Komisi III dan Komisi IV DPRD Kalsel, dapat disampaikan secara lengkap dan rinci dalam rapat lanjutan yang dijadwalkan satu bulan mendatang.

“Komitmen DPRD untuk proyek strategis ini harus transparan, terukur, dan akuntabel,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, M. Yasin Toyib menyampaikan, untuk progres lahan dan anggaran sekitar Rp65 miliar. Sementara terkait studi kelayakan dan AMDAL, telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Untuk pembebasan lahan stadion seluas 29,7 hektar, saat ini masih dalam proses di Kantor Wilayah Pertanahan, dengan anggaran sekitar Rp65 miliar. Tercatat terdapat sekitar 88 sertifikat lahan masyarakat yang terdampak dalam proses tersebut.

“Kita akan memfokuskan terlebih dahulu pada pembangunan kawasan stadion. Sementara proses alih fungsi lahan untuk pengembangan berikutnya akan dilakukan secara bertahap karena memerlukan waktu yang cukup panjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yasin Toyib, menambahkan,
sadion Internasional merupakan sebuah momentum Kebangkitan Olahraga Banua, maka diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui event nasional maupun internasional.

Melalui pengawalan ketat DPRD dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi, proyek ini ditargetkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur megah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan Kalimantan Selatan di tingkat nasional.

“Dinas PUPR juga tengah mengkaji model pengelolaan yang paling pas untuk stadion ini. Referensi tidak hanya mengambil contoh dari Jakarta International Stadium (JIS), tetapi juga daerah yang memiliki karakteristik alam dan kependudukan yang mirip dengan Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Perkuat Kebijakan Sosial Inklusif, Dinsos Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

Banjarmasin – Dalam rangka merumuskan langkah kebijakan untuk menjawab berbagai isu sosial di daerah, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Perangkat Daerah di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (3/3).

Forum ini menghadirkan narasumber dari unsur Biro Umum, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bappeda Kalimantan Selatan, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

Ket : Kepada Dinas Sosial Kalsel, M. Farhanie saat membuka Forum Perangkat Daerah

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie menegaskan, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah kebijakan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan arahan Presiden RI serta visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan.

“Forum ini merupakan momentum penting bagi kita untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjawab berbagai isu sosial di masyarakat, sehingga terwujud kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Farhanie.

Ia menekankan, kebijakan sosial ke depan harus berbasis pada data tunggal terpadu yang akurat dan mutakhir. Validitas serta pemutakhiran data secara berkala dinilai krusial agar seluruh program perlindungan dan pemberdayaan sosial tepat sasaran.

“Data menjadi landasan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ket : Foto bersama usai pembukaan Forum Perangkat Daerah Dinsos Kalsel

Selain penguatan data, Dinas Sosial Kalsel juga memprioritaskan perluasan jangkauan pelayanan dan rehabilitasi sosial dasar bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya yang berada di dalam panti.

Peningkatan kapasitas panti sosial dan tenaga pendukung menjadi fokus agar layanan semakin optimal dan berkualitas.

Di bidang pemberdayaan, Farhanie menyebut penguatan program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Perorangan (UEP-P) sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian PPKS secara berkelanjutan.

“Program UEP-P harus dikelola secara holistik, mulai dari pendampingan usaha, akses pasar, hingga monitoring keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerima manfaat dapat berkembang secara ekonomi dan tidak kembali pada kondisi rentan,” jelasnya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran, masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Karena itu, kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga filantropi perlu terus diperkuat.

“Kita harus lebih aktif mengoptimalkan potensi pendanaan kesejahteraan sosial dari sektor swasta dan masyarakat sipil. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kesejahteraan sosial yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.

Tak kalah penting, Farhanie menekankan optimalisasi peran pilar – pilar kesejahteraan sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta relawan sosial lainnya.

“Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan ketepatan sasaran program sosial sekaligus memberikan dukungan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Ia menyoroti pentingnya peningkatan penanganan bencana berbasis masyarakat dalam perencanaan strategis. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan respons bencana, risiko dampak sosial dapat ditekan dan proses pemulihan pascabencana berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Melalui forum ini, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan kebijakan sosial yang adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Banua,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Izin Nikah, Permintaan Pelayanan Terbanyak di Banjarmasin Utara

Banjarmasin – Izin nikah menjadi permintaan pelayanan terbanyak di Kecamatan Banjarmasin Utara, selama Ramadan 1447 Hijriah.

Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati menjelaskan, pada bulan Ramadan, pelayanan yang diberikan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, sama dengan bulan lainnya.

Ket foto : Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati

“Pelayanan kami Senin sampai Kamis jam pelayanan buka dari pukul 08.00 sampai 14.30 WITA. Sedangkan hari Jumat dari pukul 08.00 sampai 10. 30 WITA,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (3/3).

Selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara banyak melayani pengajuan berkas pernikahan. Karena banyak calon pengantin memilih melangsungkan pernikahannya saat bulan Ramadan, ataupun setelah lebaran.

“Bulan puasa ini banyak yang menggelar nikahan dan mungkin ada juga memilih mengurus sekarang untuk resepsinya setelah lebaran,” ujarnya lagi.

Selain itu, permintaan pelayanan lainnya di Bulan Ramadan ini adalah masalah waris.

“Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara juga banyak melayani warga yang ingin mengurus Surat Keterangan Waris (SKW), dua keperluan ini yang banyak kami layani,” ucap Norrahmawati.

Selama Ramadhan ini, lanjutnya, ada penyesuaian jam pelayanan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dari hari biasanya.

“Tapi kami tetap memberikan pelayanan sampai jam kepulangan, apabila memang masih ada yang mengurus,” ujar Norrahmawati.

Pihaknya berharap, warga dapat terlayani dengan maksimal, meski sedang menjalankan ibadah puasa. (SRI/RIW/EPS)

FKG ULM Jalani Asesmen Lapangan, RSGM Gusti Hasan Aman Tegaskan Peran Strategis Rumah Sakit Pendidikan

Banjarmasin – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat, menggelar Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi untuk Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG), dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi (PSPPDGPP), yang berlangsung pada 1–5 Maret 2026 di Banjarmasin.

Kegiatan asesmen ini dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), sebagai bentuk evaluasi eksternal, untuk memastikan mutu tata kelola, proses pembelajaran, serta luaran pendidikan tinggi kesehatan sesuai standar nasional.

Foto bersama sumber FKG ULM

Hari pertama asesmen, Senin (2/3), difokuskan pada pembukaan resmi, presentasi pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan program studi, klarifikasi dokumen evaluasi diri, hingga wawancara bersama alumni, pengguna lulusan, dosen, serta mahasiswa.

Selain itu, tim asesor juga melakukan verifikasi implementasi sistem penjaminan mutu internal dan tata kelola akademik.

Tim asesor yang hadir terdiri dari drg. Sri Oktawati, Sp.Perio(K) dari Universitas Hasanuddin, drg. Haris Nasutianto dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, serta drg. Abu Bakar, dari Universitas Baiturrahmah.

Dekan FKG ULM, drg. Maharani Laillyza Apriasari menyampaikan, asesmen lapangan merupakan momentum strategis untuk merefleksikan capaian, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa seluruh proses pendidikan, baik akademik maupun profesi, berjalan sesuai standar.

“Kami ingin menghasilkan dokter gigi yang kompeten, berintegritas, serta siap melayani masyarakat,” katanya.

Disampaikan Maharani, FKG ULM terus melakukan penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk integrasi pembelajaran klinik dengan wahana pendidikan.

Sebagai rumah sakit pendidikan utama Program Profesi Dokter Gigi, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, turut menjadi bagian penting dalam proses asesmen ini.

“Tim asesor melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas, sistem pelayanan, serta proses pembelajaran klinik yang dijalankan mahasiswa profesi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh mendukung peningkatan mutu pendidikan klinik dokter gigi di Kalsel, dengan memastikan pelayanan dan pendidikan berjalan beriringan.

“Mahasiswa profesi mendapatkan pengalaman klinis yang komprehensif dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien dan standar pelayanan rumah sakit pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut drg. Mashuda menambahkan, sinergi antara FKG ULM dan RSGM menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil secara klinis, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

“Seluruh civitas akademika FKG ULM bersama jajaran rumah sakit pendidikan menunjukkan kesiapan dokumen, implementasi program, serta komitmen terhadap budaya mutu,” tutupnya. (RSGMKALSEL-NHF/RIW/EPS)

Perkuat Solidaritas Advokat, Peradi Banjarmasin Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Banjarmasin – DPC Peradi Kota Banjarmasin, menggelar Buka Puasa Bersama anak Panti Asuhan Harapan Bangsa Banjarmasin, di bawah naungan Yayasan KH Sam’ani. Buka puasa yang dihadiri langsung Ketua DPC Peradi Kota Banjarmasin, Edy Sucipto ini, berlangsung pada Minggu (1/3) petang, di Panti Asuhan Harapan Bangsa kawasan Banjar Indah Permai IV Banjarmasin.

Agenda rutin tahunan DPC Peradi Kota Banjarmasin ini, diawali dengan pembacaan salawat, dilanjutkan dengan tausiyah dan pemberian santunan kepada anak Panti Asuhan Harapan Bangsa, yang berusia 3 – 15 tahun.

Keterangan foto: Momen penyerahan santunan dari DPC Peradi Kota Banjarmasin

Saat memberikan sambutan, Edy Sucipto mengaku bersyukur, bahwa di tengah kesibukan, dinamika persidangan, serta berbagai tanggung jawab yang diemban, Allah masih mempertemukan para advokat dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan semata. Tetapi menjadi ruang silaturahmi, saling menyapa, mendengar, menguatkan, dan mempererat ukhuwah sesama advokat,” jelasnya.

Profesi ini, menurut Edy, menuntut ketegasan, ketajaman analisis, bahkan kadang mempertemukan sesama advokat, pada perbedaan pendapat dan posisi.

“Justru dalam kebersamaan seperti ini lah, kita diingatkan bahwa di atas segala dinamika tersebut, kita tetap satu keluarga besar yang memiliki tujuan mulia yaitu menegakkan hukum dan memperjuangkan keadilan,” tegasnya.

Keterangan foto: Momen penyerahan santunan dari DPC Peradi Kota Banjarmasin

Silaturahmi bukan hanya membawa keberkahan umur dan kelapangan rezeki, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya solidaritas.

Ketika hubungan terjalin dengan baik, komunikasi terjaga, dan rasa saling menghormati tumbuh, maka profesionalisme pun akan semakin bermartabat dan berintegritas.

“Semoga kebersamaan hari ini tidak berhenti di buka puasa ini saja, tetapi menjadi penguat komitmen untuk terus menjaga persaudaraan, saling mendukung dalam kebaikan, dan bersama-sama menjaga marwah serta kehormatan profesi advokat,” tutupnya.

Turut hadir pada Buka Puasa bersama ini, Sekretaris DPC Peradi Kota Banjarmasin, Ali Murtadlo, serta seluruh jajaran pengurus dan anggota DPC Peradi Kota Banjarmasin. Hadir pula jajaran pengurus dan pengasuh Panti Asuhan Harapan Bangsa. (RIW/EPS)

Gelar Pasar Murah Ramadan di Banjarmasin Utara, BCSR Siapkan 1.159 Paket Sembako

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadan, sebagai langkah strategis menekan inflasi daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, kali ini dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (2/3).

Pasar Murah Ramadan dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwakili Asisten ll Perekonomian Setdako Banjarmasin Taufik Rivani.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, sejumlah kepala SKPD, camat, lurah se-Kecamatan Banjarmasin Utara, serta jajaran terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, mewakili Wali Kota Banjarmasin, Taufik Rivani menjelaskan, bahwa pasar murah merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang rutin dilaksanakan selama Ramadan.

“Hari ini kegiatan pasar murah dilaksanakan oleh tim Disperdagin bersama Kecamatan Banjarmasin Utara dalam rangka Ramadan. Selama bulan Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16, sebagai upaya Pemerintah Kota Banjarmasin menstabilisasi harga dan mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pelaksanaan pasar murah hingga 185 kali kegiatan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap pergerakan harga di masyarakat.

Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, selain kolaborasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Kita harapkan kegiatan ini dapat memberikan stimulan sekaligus treatment terhadap pergerakan harga. Inflasi saat ini memang cukup tinggi, namun bukan disebabkan harga sembako, melainkan karena kenaikan harga emas. Untuk bahan pokok seperti beras, gula, ayam dan telur masih dalam kondisi normal meskipun ada fluktuasi menjelang Ramadan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin (Disperdagin), Ichrom Muftezar menyampaikan, bahwa kegiatan kali ini merupakan pelaksanaan Pasar Murah Forum BCSR ke-15 yang digelar Pemkot Banjarmasin, dan sebanyak 1.159 paket sembako disiapkan khusus bagi masyarakat Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Insya Allah hari ini kita menyiapkan sekitar 1.159 paket untuk warga di Kecamatan Banjarmasin Utara. Ini adalah pelaksanaan ke-15 Pasar Murah BCSR yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Disperdagin,” ungkap Tezar.

Ia juga menjelaskan adanya perubahan mekanisme pelaksanaan pasar murah mulai tahun 2026. Jika sebelumnya menggunakan sistem kupon melalui kelurahan, kini masyarakat cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin.

“Mulai tahun 2026 seluruh warga Kota Banjarmasin bisa membeli paket pasar murah hanya dengan menunjukkan KTP. Namun tidak berlaku bagi ASN, TNI, dan Polri. Satu orang hanya bisa membeli satu paket per hari dan tidak boleh diwakilkan,” tegasnya.

Ichrom menambahkan, keberhasilan pelaksanaan pasar murah tidak lepas dari dukungan Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) yang memberikan subsidi harga paket sembako bagi masyarakat.

“Sebagaimana kesepakatan bersama Forum BCSR, satu paket sembako mendapatkan subsidi sekitar Rp15.000. Jika harga normal di pasaran untuk 2 kilogram gula dan 2 liter minyak sekitar Rp73.000, maka di pasar murah masyarakat cukup membayar sekitar Rp58.000. Ini merupakan bentuk dukungan luar biasa dari kawan-kawan BCSR,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah secara optimal guna memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (PEMKO.BJM-SRI/RIW/EPS)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Gelar Program Pelindo Berbagi Ramadhan

Banjarmasin – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyelenggarakan kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan 2026, pada Jumat (27/2).

Melalui program ini, Pelindo menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja pelabuhan, meliputi pembagian sembako gratis, santunan anak yatim piatu, serta pembagian takjil Ramadan.

Keterangan foto: Suasana program Pelindo Berbagi Ramadan

Secara keseluruhan bantuan yang disalurkan meliputi 5.950 paket sembako, dengan total nilai sekitar Rp892.500.000, 375 santunan anak yatim piatu dengan total nilai Rp112.500.000,
3.400 paket takjil Ramadan dengan total nilai sekitar Rp119.000.000.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.124.000.000, yang didistribusikan di sejumlah wilayah kerja pelabuhan. Antara lain Banjarmasin, Sampit, Pulang Pisau, Kumai, Kota Baru, dan Batulicin.

Direktur Manajemen Risiko Pelindo, Boy Robyanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai integritas dan kepedulian dalam lingkungan kerja Pelindo.

“Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, namun merupakan ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan nilai. Di tengah dinamika bisnis kepelabuhanan yang semakin kompleks, momen Ramadan mengajak kita untuk menata niat serta memperkuat integritas dan kepedulian, baik sebagai individu maupun sebagai organisasi,” ujar Boy Robyanto.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan sangat relevan dengan penerapan manajemen risiko dalam organisasi, seperti kehati-hatian, kejujuran, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalankan amanah.

Menurutnya, Kalimantan khususnya Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik dan ekonomi kawasan sehingga pengelolaan operasional pelabuhan perlu didukung budaya sadar risiko yang kuat, serta kolaborasi seluruh insan perusahaan.

Sementara itu, Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja pelabuhan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Pelindo dan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujar Sugiono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan stakeholder, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Pelindo-RIW/EPS)

Exit mobile version