DPRD Banjarmasin Minta RSUD Sultan Suriansyah Tingkatkan Kinerja

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menyarankan, Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah, tahun 2025 ini dapat semakin meningkatkan kinerjanya.

Suasana rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun 2024, di ruang Komisi IV DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin Masriyah, usai rapat pada Senin (14/4) mengatakan, dari hasil pemaparan yang disampaikan oleh Direktur dan jajaran Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah melalui pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun 2024, untuk pelayanan sudah bagus, dengan demikian harus semakin ditingkatkan lebih lagi di tahun 2025 ini.

“Kami selalu dukung penuh untuk kemajuan di RSUD Sultan Suriansyah,” ucapnya

Masriyah berharap, masyarakat Banjarmasin dapat memanfaatkan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah, baik pemeriksaan kesehatan dan berobat, karena tidak hanya melayani pasien umum juga BPJS Kesehatan. Apalagi ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana yang mumpuni, seperti peralatan memadai, sumber daya manusia (SDM) profesional hingga ruang rawat inap standar dan VIP.

“2025 ini RSUD Sultan Suriansyah akan melakukan pelayanan cuci darah,” jelasnya

Sementara itu, Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Muhammad Syaukani menambahkan, sebagai Rumah Sakit milik kota pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan akan terus berbenah untuk mengembangkan lebih baik lagi di tahun 2025 ini.

Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Muhammad Syaukani, saat memberikan komentarnya

“Kami apresiasi kunjungan setiap tahun selalu mengalami peningkatan,” tutupnya

Untuk diketahui, Komisi IV DPRD kota Banjarmasin mengelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah tahun 2024, dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Neli Listriani, didampingi Wakil dan Sekretaris beserta Anggotanya. Dihadiri Direktur Rumah Sakit Sultan Surianyah Muhammad Syaukani dan juga jajarannya, bertempat di Ruang Komisi IV DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Di Banjarmasin Ada Layanan Ambulans Gratis 24 Jam

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan Program Layanan Ambulans Gratis 24 jam, untuk warga Kota tersebut.

Peluncuran ini dilakukan Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Wakil Walikota Banjarmasin Ananda, di Puskesmas Cemara, Kayu Tangi, Senin (14/4).

Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin

Yamin menjelaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin Meluncurkan 100 Hari Program Kerja Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin menuju Banjarmasin Sejahtera, berupa pelayanan mobil ambulans 24 jam serta Parkir Gratis di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah saat ini telah diluncurkan layanan ambulans gratis 24 jam untuk warga,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Yamin, ini untuk memberikan kemudahan bagi warga Kota Banjarmasin, mendapatkan layanan kesehatan.

“Sehingga kedepannya tidak ada lagi alasan terlambat mendapatkan layanan kesehatan akibat terkendala angkutan seperti ambulans,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan, Program Layanan Parkir Gratis di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin.

“Mulai saat ini di seluruh Puskesmas tidak dikena bayar parkir atau gratis,” ucap Yamin.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Slamet Bedjo menjelaskan, dengan adanya peluncuran layanan parkir gratis di Puskesmas. Maka, untuk parkir di 28 Puskesmas di Kota Banjarmasin tidak dikenakan tarif parkir atau gratis.

“Di puskesmas tidak ada lagi pungutan parkir,” ujarnya.

“Kami mempersilahkan kepada Puskesmas untuk melakukan pengaturan parkir mereka, untuk kenyamanan pengunjung Puskesmas tersebut,” ucap Slamet. (SRI/RDM/RH)

Legislatif akan Gelar Rapat Dengan Perumda PALD Banjarmasin, Terkait Sanitasi

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin akan menggelar, Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD), terkait Program Sanitasi 2025.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Hendra, baru-baru tadi mengatakan, sanitasi ini sangat penting untuk menciptakan kota bersih dan sehat, dengan cara meningkatkan kualitas layanan pengelolaan air limbah domestik. Sehingga, perlu mendengar penjelasan lebih detail dari Direktur dan jajaran Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin.

“Kami ingin mengetahui program jangka pendek, menengah dan panjang,” ucapnya

Disampaikan Hendra, selama ini pihaknya akan terus mendukung, memperluas cakupan wilayah pelayanan, mulai dari melakukan sosialisasi ke pemukiman warga dibantu instansi terkait, dengan cara salah satunya menggandeng pihak swasta seperti developer.

“Dengan berlangganan PALD memastikan limbah cair yang dibuang tidak mencemari lingkungan,” jelasnya

Lebih lanjut Hendra menambahkan, saat ini memang beberapa opsi muncul untuk Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin. Diantaranya, mengubah status menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT), atau merger dengan PTAM. Namun, dipertimbangkan terlebih dahulu.

“Dalam waktu dekat ini akan segera digelar RDP,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Mengucek Mata, Dipastikan Jadi Salah Satu Penyebab Kerusakan Kornea Mata

BANJARMASIN – Pasien kerusakan kornea mata di Provinsi Kalimantan Selatan cukup banyak. Salah satu penyebabnya karena mengucek mata pada saat terjadi kelilipan mata akibat masuknya benda asing seperti binatang kecil, serta lainnya.

Foto : net

Dokter Spesialis Mata RSUD Ulin Banjarmasin Muhammad Ali Faisal yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Kalsel menjelaskan, untuk pasien kerusakan kornea mata di Provinsi Kalimantan Selatan ini, kebanyakan disebabkan infeksi oleh kelilipan mata.

“Bahkan, kami menemukan kelilipan mata tersebut terjadi di perkebunan kelapa sawit,” ungkap Ali.

Pada saat kelilipan tersebut terjadi diminta tidak mengucek ngucek mata, atau mengobati sendiri.

“Tetapi langsung membawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Selain itu, kerusakan kornea mata ini bisa disebabkan oleh virus dari penyakit lainnya.

“Apabila terjadi kerusakan dari kornea mata ini, maka hanya bisa dilakukan dengan cara transplantasi kornea mata,” ujarnya.

Sehingga, warga di Banua diminta untuk dapat menjaga kesehatan mata.

Mengingat, donor mata di Provinsi Kalimantan Selatan bukan hal yang lumrah

“Untuk mendapatkan pendonor mata di Provinsi Kalimantan Selatan sangat sulit bahkan tidak pernah terjadi,” ucapnya.

Karena, donor kornea mata atau lainnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan ini, bukanlah hal yang lumrah.

Yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran, masyarakat serta lainnya.

“Sedangkan di daerah lainnya di Tanah Air sudah ada Bank Mata meski pendonornya masih sedikit,” ujarnya.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan kornea mata di Tanah Air serta Kalimantan Selatan ini, bekerjasama dengan pihak luar, salah satunya dengan Duke Eye Clinical Amerika Serikat. (SRI/RDM/RH)

Rumah Pompa dan Pintu Air Sungai Belasung Belum Beroperasi

BANJARMASIN – Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung, Kota Banjarmasin, belum beroperasi disebabkan masih menunggu pemasangan daya listrik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah menjelaskan, alasan belum bisa berfungsi Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung tersebut, karena daya listrik yang masih dipersiapkan.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak PLN mengenai pemasangan daya listrik tersebut,” ungkap Suri, kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/4).

Kadis PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah

Menurut Suri, kebutuhan daya untuk bisa mengoperasionalkan sangat besar. Diperkirakan sekitar 147 ribu wat.

“Karena daya listrik tinggi maka diperlukan persiapan lainnya,” ucapnya.

Karena itu, saat ini pihaknya, masih menyelesaikan administrasi kelistrikan untuk rumah pompa dan pintu air tersebut bersama pihak PLN.

Namun, lanjut Suri, pihaknya menargetkan sampai akhir Bulan April mendatang Rumah Pompa dan Pintu Air Sungai Belasung sudah dapat beroperasi.

“Target dapat beroperasinya Rumah Pompa dan Pintu Air tersebut, karena sampai saat ini di Kota Banjarmasin masih dilanda hujan serta air pasang masih terjadi,” ujarnya.

Sehingga, diharapkan pada pertengahan bulan April atau sampai akhir bulan ini Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung sudah dapat beroperasi.

“Dengan beroperasi Rumah Pompa dan Pintu Air tersebut, kedepannya dapat mengendalikan banjir disekitar kawasan pemukiman di sekitar Sungai Belasung,” ucap Suri. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Gelar Bakti Sosial Cangkok Kornea Mata

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Cangkok Kornea Mata Bersama Bank Mata Cabang Yogyakarta dan Dokter Lioyd Williams dari Duke Eye Clinical Amerika Serikat serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kalsel, di Instalasi Sentra Lt 5 Gedung IGD Terpadu RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (10/4). Dibuka Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin diwakili Plt Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo.

“RSUD Ulin Banjarmasin tentunya, berterima kasih kepada Bank Mata Cabang Yogyakarta serta Perdami Kalsel yang telah melakukan bakti sosialnya inj,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.

Mengingat, lanjut Agung, pelaksanaan cangkok kornea mata ini merupakan pilot proyek pertama di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Untuk transplantasi organ yang kedepannya tidak hanya mata tetapi juga semuanya seperti ginjal serta lainnya,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Mata Cabang Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap RSUD Ulin Banjarmasin yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan bakti sosial cangkok kornea mata yang mereka selenggarakan tersebut.

Ketua Bank Mata Cabang Yogyakarta Edy Wibowo menjelaskan, dalam pelaksanaan transplantasi mata tersebut, tentunya diperlukan adanya Bank Mata, untuk penyimpanan dari organ mata dari para pendonor.

“Dipilihnya RSUD Ulin Banjarmasin untuk pelaksanaan bakti sosial cangkok kornea mata ini, karena dokter spesialis mata di RSUD Ulin Banjarmasin, memiliki komitmen dalam penanganan penyakit mata,” ucapnya.

Selain itu, tambah Edy, kegiatan ini juga bekerjasama dengan dokter Lloyd Williams dari Duke Eye Clinical Amerika Serikat.

“Kerjasama tersebut, karena di Tanah Air masih minim pendonor mata, berbeda dengan di luar negeri yang hampir setiap hari ada pendonor mata,” ucapnya.

Edy berharap, di Provinsi Kalimantan Selatan segera berdiri Bank Mata tingkat rumah sakit, kemudian Bank Mata tingkat wilayah. Sehingga dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Dokter Lloyd Williams berpesan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan, bahwa penyebab kebutaan kornea adalah trauma pada mata, jadi jagalah mata Anda.

“Kenakan kacamata pengaman saat bekerja dengan benda tajam atau pada saat memukul benda serta menggiling logam,” ucapnya.

Selain itu, berhati hati dengan bahan peledak pihaknya pernah mendapatkan pasien di Yogyakarta kehilangan kedua matanya, karena bahan peledak.

“Jadi menggunakan pelindung mata sangatlah penting, karena di Indonesia tidak banyak transplantasi kornea, sehingga pada saat seseorang mengalami cidera mata serius, sangat sulit untuk diperbaiki,” ujar LIoyd. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Imbau Gen Z Gencar Promosikan Wisata

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengimbau, generasi Z atau (Gen Z) ikut gencar mempromosikan destinasi wisata di kota ini.

Kepada sejumlah wartawan, Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Muhammad Mustakim, pada Selasa (8/4) mengatakan, peranan Gen Z sangat penting dalam promosi pariwisata yang potensial dimiliki khususnya di kota jasa dan perdagangan ini, diantaranya wisata religi, beragam kuliner dan susur sungai yang menjadi daya tarik tersendiri dan kebanggaan warga lokal.

Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Muhammad Mustakim, saat memberikan komentarnya

“Gen Z hendaklah mempromosikan dengan menggunggah di media sosial masing-masing,” ucapnya

Disampaikan Mustakim, Gen Z dapat menjadi promotor dan penggerak pariwisata, karena antusiasme mereka setiap perjalanan menikmati destinasi wisata tersebut. Sehingga, berdampak semakin menambah tingkat kunjungan wisatawan baik luar daerah hingga mancanegara.

“Mereka ini healing bukan setahun dua kali, tetapi bisa dua atau tiga bulan sekali,” jelasnya

Lebih lanjut Mustakim menambahkan, kelebihan Gen Z kalau ke destinasi wisata, mereka mampu menggabungkan antara animasi, visualisasi dan musik. Dengan demikian, akan membuat tertarik para wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi yang dimiliki khususnya di kota seribu sungai.

“Kita ingin Gen Z menjadi bagian untuk memajukan kepariwisataan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Tunda Pelebaran Jalan Simpang 3 Sungai Andai

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang menyampaikan, pelebaran Jalan Simpang Tiga Sungai Andai dilakukan penundaan.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin Suri Sudarmadiyah, ditemui di gedung DPRD Banjarmasin belum lama tadi mengatakan, adanya efisiensi anggaran sebesar Rp 12 miliar khusus di Dinas PUPR, telah berdampak beberapa program pekerjaan pembangunan mengalami penundaan, salah satunya pelebaran Jalan Simpang Tiga Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Suri Sudarmadiyah, saat diwancara

“Sejumlah proyek infrastruktur banyak ikut terdampak di tahun 2025 ini,” ucapnya

Disampaikan Suri, rencananya untuk pelebaran Jalan Simpang 3 Sungai Andai, akan diprogramkan melalui APBD Perubahan 2025 ini, karena sudah lama usulan warga sekitar, yang menilai hampir setiap hari terjadi kemacetan, terutama saat jam aktifitas tinggi baik pagi dan sore hari.

“Sebelumnya tahun 2024 lalu kita sudah nelakukan pengukuran jalan itu,” jelasnya

Lebih lanjut Suri menambahkan, untuk pembangunan yang sudah berjalan, tetap akan dilanjutkan, salah satunya Jembatan dekat Masjid Sultan Suriansyah dan Jembatan penghubung Jalan Sungai Andai serta Cemara Ujung. Sehingga, warga tidak perlu khawatir.

“Rencananya April 2025 akan kembali dilanjutkan pembangunan tersebut,” tutup Suri. (NHF/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin akan Gelar Baksos Cangkok Kornea Mata

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin akan melaksanakan bakti sosial donor atau cangkok kornea mata pertama di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dokter Spesialis Mata RSUD Ulin Banjarmasin Muhammad Ali Faisal menjelaskan, dalam waktu tidak lama lagi RSUD Ulin Banjarmasin bekerjasama dengan Rumah Sakit Sarjito serta Amerika Serikat, bakti sosial donor kornea mata.

“Pada kegiatan tersebut ada beberapa kornea mata yang akan disumbangkan kepada penerima donor,” ungkap Ali, kepada sejumlah wartawan, Selasa (25/3).

Kegiatan bakti sosial tersebut direncanakan pada tanggal 10 April mendatang, di dua rumah sakit yaitu RSUD Ulin Banjarmasin serta Ansari Saleh.

“Rencana kegiatan pada tanggal 10 sampai 12 April 2025 di RSUD Ulin Banjarmasin serta Ansari Saleh,” ucapnya.

Kegiatan bakti sosial ini, untuk warga Kota Banjarmasin dan sekitarnya yang mengalami kebutaan akibat kenainan pada kornea mata yang dideritanya.

“Dari RSUD Ulin Banjarmasin sendiri, saat ini sudah siap melaksanakan operasi cangkok kornea mata tersebut,” ujarnya.

Baik untuk sarana dan prasarana tindakan operasi cangkok kornea mata. Mengingat, untuk tindakan operasi cangkok kornea mata tersebut. Sebagai peralatannya dibawa langsung oleh Tim dari RS Sardjito Yogyakarta, begitu juga dengan kornea mata yang akan diberikan kepada penerima.

“Pada kegiatan bakti sosial cangkok kornea mata tersebut, akan ada sebanyak 10 sampai 11 pasien yang mendapat donor kornea mata, dalam kegiatan bakti sosial tersebut,” ucap Ali. (SRI/RDM/RH)

Jelang H-7 Hari Raya Idul Fitri, DPRD Banjarmasin Minta Perusahaan Berikan THR Pekerja

BANJARMASIN – Menjelang H-7 Hari Raya Idul Fitri 1446 H, DPRD Banjarmasin meminta perusahaan di Kota ini, dapat memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pekerja.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Neli Listiani, pada akhir pekan tadi mengatakan, dalam rangka memenuhi keperluan pekerja, untuk membeli berbagai keperluan baik diri sendiri maupun keluarganya. Para pengusaha hendaklah membayarkan
Tunjangan Hari Raya (THR), apalagi sekarang sudah memasuki H-7, agar terpenuhi hak dan kewajiban tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Neli Listiani

“THR ini bukan hanya digunakan untuk membeli sembako, tetapi utamanya membayar zakat fitrah,” ucap Neli

Ia meminta, peran Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin, dapat melakukan pengawasan bagi Perusahaan di kota ini secara optimal di lapangan, dan bisa membuka pengaduan layanan di kantornya. Mengingat
Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak dari pekerja setiap tahun dan menjadi kewajiban perusahaan.

“Dari data sementara yang pihaknya terima beberapa Perusahaan ada yang sudah membayar THR,” jelasnya

Lebih lanjut Neli menambahkan, bagi
perusahaan yang tidak membayar Tunjangan Hari Raya (THR) akan mendapat sanksi sesuai aturan, mulai dari teguran, tertulis hingga pembatasan kegiatan usaha, dan penghentian sementara operasional perusahaan.

“Kami berharap, perusahaan tidak menunggu adanya laporan dari pekerja, untuk menunaikan hak dan kewajibannya,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version