DPRD Banjarmasin Gelar Rapur Penyampaian RAPBD 2024

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Tahun 2024.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, setelah Rapat Paripurna pada Kamis (15/8) mengatakan, pihaknya menerima penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2024, untuk dibahas melalui Rapat Badan Anggaran, yakni secara detail dan terperinci. Ia berharap, akan finalisasi sebelum berakhir masa jabatan di bulan September mendatang.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, saat memberikan komentarnya

“Kami akan benar-benar fokus untuk melakukan pembahasan,” ucapnya

Ia menyampaikan, dalam pembahasan RAPBD 2024 ini tidak ada perubahan signifikan dalam plafon anggaran, tetapi ada beberapa pergeseran yang perlu dilakukan untuk menjaga efisiensi. Jangan sampai dalam mempertahankan program, berakibat besar pasak daripada tiang.

“Kegiatan yang dianggap tidak efisien harus dikurangi,” jelasnya

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menambahkan, pihaknya akan siap melakukan pembahasan bersama, untuk mewujudkan efesiensi anggaran, agar tepat sasaran dalam penggunaan dan realisasi nantinya. Ia mengapresiasi masukan dan saran, dari masing-masing delapan Fraksi, untuk pembenahan yang lebih baik ke depannya.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, saat diwancara awak media

“Semoga dengan disetujui APBD Perubahan ini, memprioritaskan pembangunan yang telah direncanakan,” tutupnya

Untuk diketahui, DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna Tingkat I Penyampaian RAPBD Tahun 2024, dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya didampingi Wakil Ketua Matnor Ali, Tugiatno dan Sekretaris Dewan Banjarmasin Iwan Ristianto. Dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Sekretaris Daerah Banjarmasin Ikhsan Budiman, kalangan Legislatif dan Eksekutif, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kepengurusan PGI Kota Banjarmasin Periode 2024-2028 Resmi Dikukuhkan

BANJARMASIN – Kepengurusan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Banjarmasin periode 2024 sampai 2024 dikukuhkan, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/8).

Pada kepengurusan Persatuan Golf Indonesia Kota Banjarmasin 2024 – 2028 resmi dipimpin oleh Abdul Qadir Jailani.

Dalam sambutannya Abdul Qadir menyampaikan tekad untuk memperkenalkan olahraga golf ke masyarakat di Kota Banjarmasin. Menurut Abdul Qadir, karena Olahraga golf adalah olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Sehingga, perlu lebih dikenalkan lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Qadir juga mengungkapkan, jika selama ini Kota Banjarmasin belum memiliki lapangan golf milik pemerintah.

Ketua PGI Kota Banjarmasin Abdul Qadir Jailani

“Saat ini kami telah membicarakan pembangunan lapangan golf di Kota Banjarmasin bersama dengan PGI Kalsel,” ujarnya.

Menurut Abdul Qadir, selama ini di Kota Banjarmasin tidak miliki lapangan golf milik Pemerintah. Yang ada dimilik swasta.

“Sehingga, pembangunan lapangan golf di perlukan saat ini di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Abdul Qadir mengatakan, untuk pembangunan lapangan golf di kawasan Pulau Bromo atau di kawasan Sungai Andai.

“Karena di kawasan tersebut memiliki pemandangan alam yang bagus,” ujar Abdul Qadir.

Seperti diketahui, Cabang Olahraga Golf ini sudah lama di Provinsi Kalimantan Selatan, namun kepengurusan PGI Kota Banjarmasin baru diresmikan. Diharapkan, dengan adanya PGI di Kota Banjarmasin, olahraga golf semakin dikenal oleh masyarakat. (SRI/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Beri Pelatihan bagi Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan Pelatihan Bagi Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/8).

“Dilaksanakannya kegiatan ini tentunya untuk memberikan pengetahuan hukum kepada peserta,” ungkap Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman, kepada sejumlah wartawan.

Pelatihan ini, lanjutnya, tentang produk hukum mengenai perlindungan perempuan dan anak terhadap kekerasan tersebut.

“Para legal inilah yang akan membantu para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Dalam hal penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, apakah berlanjut ke jalur hukum dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga Kota Banjarmasin diminta untuk lebih peduli dengan melaporkan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan tempat tinggal masing masing.

“Untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang bukan delik aduan. Masyarakat dapat langsung melaporkan apabila mendapatkan adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Sehingga, tidak harus anggota keluarga tersebut yang melaporkan atas kejadian kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak. Warga yang melihat pun dapat langsung melaporkan.

“Para korban biasanya mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya, sehingga diperlukan dukungan masyarakat untuk memberikan laporan tersebut,” ucapnya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 12 – 15 Agustus 2024. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat peduli terhadap perlindungan kepada perempuan dan anak. (SRI/RDM/RH)

KPU Banjarmasin Gelar Sosialisasi Visi dan Misi Bakal Calon Kepala Daerah

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum Banjarmasin menggelar sosialisasi tentang visi-misi dan program Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua KPU Banjarmasin, Rusnailah, pada Jumat (9/8) mengatakan, saat ini bagi Bakal Calon Walikota dan Wakilnya yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah, harus membuat visi dan misi menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Dengan demikian, pihaknya menggelar sosialisasi dengan menghadirkan Narasumber, diantaranya Kepala Bappeda Litbang, Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah Banjarmasin.

“Visi-misi dan program Balon Walkot dan Wakilnya harus bersesuaian dengan RPJPD, agar siapapun yang terpilih nanti, pembangunan dapat kesinambungan,” ucapnya

Disampaikan Rusnailah, Bakal Calon Kepala Daerah nanti, pada saat pendaftaran tanggal 27 – 29 Agustus mendatang, tidak hanya menyerahkan bukti dukungan partai politik, juga wajib melampirkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

“Hingga saat ini masih belum ada Balon Walkot atau Wakilnya melakukan konsultasi,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Ahmad Syauqi menambahkan, untuk materi yang disampaikan, pembangunan di kota seribu sungai yang menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), selama 20 tahun ke depan, salah satunya menjadikan sebagai pintu gerbang logistik.

Kepala Bappeda Litbang Banjarmasin Ahmad Syauqi, saat menyampaikan materi

“Pedoman ini menjadikan maju terdepan pembangunan yang juga dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan,” tutupnya

Foto bersama : Ketua KPU Banjarmasin dan Peserta Sosialisasi Visi dan Misi Balon Walkot dan Wakilnya

Untuk diketahui, KPU Banjarmasin menggelar Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024 dan penyusunan visi-misi serta program Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, dibuka secara resmi Ketua KPU Banjarmasin Rusnailah, didampingi Komisioner KPU, Sekretaris KPU dan Jajaran KPU Banjarmasin, dihadiri Unsur Forkopimda dan Perwakilan Partai Politik Banjarmasin, bertempat disalah satu hotel berbintang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pembayaran Pajak Secara Online Tingkatkan PAD di Banjarmasin

BANJARMASIN – Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin menerapkan pembayaran pajak secara online atau digital, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin Edy Wibowo menjelaskan, sejak beberapa tahun lalu pihaknya telah menerapkan sistem pembayaran secara online tersebut, dan saat ini semakin banyak warga menggunakan pembayaran online ini.

Kepala BPKPAD Banjarmasin Edy Wibowo

“Saat ini masyarakat yang menggunakan layanan pembayaran online semakin meningkat,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Jumat (9/8).

Sehingga, lanjut Edy, pihaknya terus melakukan peningkatan sistem untuk kenyamanan pada saat pembayaran online tersebut berlangsung.

“Dalam sistem pembayaran online ini pihaknya bekerjasama dengan beberapa pihak terkait lainnya. Untuk kelancaran sistem pembayaran online.

Dalam kesempatan itu, Edy mengungkapkan, dengan adanya pembayaran online ini wajib pajak semakin meningkat dalam membayar pajaknya.

“Pembayaran pajak ini sebagai salah satu penyumbang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Peningkatan tersebut dilihat dari adanya pertumbuhan ekonomi dari tahun 2022 ke 2023 hingga saat ini, pembayaran pajak dari warga Kota Banjarmasin terus mengalami peningkatan.

“Jika sebelumnya pendapatan dari sektor pajak sebesar 250 Miliar lebih kini meningkatkan sampai 300 Miliar lebih,” ujarnya.

Kenaikan tersebut, akibat meningkatkan pembayaran pajak oleh warga Kota Banjarmasin, karena tersedianya sistem pembayaran online atau Digital. Sehingga, warga tidak perlu datang ke kantor untuk melakukan pembayaran. (SRI/RDM/RH)

Pamer Borneo, Ajang Promosi Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Unggulan

Banjarmasin – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Pamer Borneo Tahun 2024 ini. Tahun ini, Pamor Borneo digelar di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, mulai 10-14 Agustus 2024. Tema yang diangkat tahun ini, adalah Innovative Pathways Driving South Borneo Economic Development with Trade Tourism and Investment.

Saat Bincang Bareng Media (BBM) di Banjarmasin pada Kamis (8/8), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fajar Madjardi memaparkan, Pamor Borneo merupakan agenda rutin Bank Indonesia yang sudah digelar sejak 2020 lalu.

“Pamor Borneo telah menjadi agenda tahunan Bank Indonesia untuk meningkatkan daya saing UMKM daerah, mempromosikan pariwisata daerah dan mempercepat implementasi proyek investasi unggulan,” jelasnya di hadapan puluhan jurnalis Kalsel.

Kegiatan ini juga, menurut Fajar, merupakan bagian integral dari strategi pengembangan ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kontribusi Kalimantan Selatan, terhadap perekonomian nasional dan global.

Flyer Pamor Borneo tahun 2024

Pamor Borneo 2024, juga untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja (Gernas BBI-BWI) di Kalsel.

“Kami telah menyelenggarakan kurasi produk UMKM unggulan berorientasi ekspor untuk produk kriya, fesyen, dan olahan makanan di an minuman. Dimana akhirnya terdapat 28 potensial untuk mengikuti Pamor Borneo tahun ini”, tambah Fajar.

Selama proses kurasi, menurut Fajar, UMKM unggulan telah diikutsertakan dalan program boot camp berkolaborasi dengan agregator, eksportir, desainer, dan tenaga ahli di tingkat nasional yang memiliki keahlian untuk pasar internasional. Selain itu, dalam rangka mengakselerasi akses pembiayaan dan perluasan pasar ekspor, KPw Kalsel juga telah menyelenggarakan pra business matching penjualan dan pembiayaan bagi UMKM binaan dan mitra.

Dan sisi pariwisata, tambah Fajar, KPw BI Kalsel telah mendukung penyediaan prasarana penunjang atraksi wisata Geopark Meratus, yang merupakan kandidat UNESCO Global Geopark. Berupa pembuatan totem objek wisata, peningkatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pelatihan kepada pelaku UMKM d kawasan Geopark Meratus.

Sementara dari sisi investasi, pada rangkaian Pamor Borneo kali ini, juga digelar South Borneo Investment Forum (SBIF) yang mengundang sejumlah investor, untuk menanamkan modalnya pada sejumlah sektor potensial.  (RIW/RDM/APR)

Festival Wisata Budaya Internasional Akan Meriahkan Harjad Ke-74 Provinsi Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, kembali menggelar Festival Wisata Budaya Internasional 2024

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, diwakili Plh Dispar Kalsel Muhammad Noor, usai ekspos pada Kamis (8/8) mengatakan, Festival Wisata Budaya Internasional 2024 ini dalam rangka menyambut HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi (Harjad) ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan. Ia berharap, dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan dan memajukan perekonomian di Banua.

Plh Dispar Kalsel didampingi Kasi Promosi Pariwisata dan Kepala Seksi Kerjasama dan Kemitraan Dispar Kalsel

“Festival Wisata Budaya Internasional ini kedua kalinya, setelah sukses digelar tahun 2023 lalu,” ucapnya

Ia menyampaikan, ada lima Negara Delegasi yang akan hadir dalam Festival Wisata Budaya Internasional 2024, yaitu dari Negara Tibet, Prancis, India, Mexico dan Republik Arab Mesir. Kegiatan berlangsung selama enam hari mulai tanggal 12 – 18 Agustus. Di mana, nantinya akan berkunjung ke beberapa Destinasi Wisata dan Kawasan Geopark Meratus, berlokasi di kota Banjarmasin, Banjarbaru serta Kabupaten Banjar.

“Semoga event ini menambah khazanah budaya dan kemajuan kepariwisataan Provinsi Kalsel,” harapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammadun, melalui Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarsho, menyampaikan saran dalam Rapat Ekspos Festival Wisata Budaya Internasional 2024, nantinya lima Negara Delegasi tidak hanya mengunjungi Destinasi Wisata, juga ke Museum baik Museum Wasaka di Banjarmasin maupun Museum Lambung Mangkurat kota Banjarbaru.

Suasana Rapat Ekspos Kegiatan Festival Wisata Budaya Internasional 2024

“Mereka tidak hanya mengenal Adat, Budaya, Kesenian dan Tradisi, juga Sejarah di Kalimantan Selatan, berupa peninggalan benda-benda koleksi di dua Museum tersebut,” tutupnya

Ekspos Kegiatan Festival Wisata Budaya Internasional 2024, dipimpin oleh Plh Dispar Kalsel Muhammad Noor, didampingi Kepala Seksi Promosi Pariwisata, Gusti M Yosalvina Yovani dan Kepala Seksi Kerjasama dan Kemitraan, Abdul Karim Zaidan, serta jajaran Dinas Pariwisata Kalsel.

Untuk diketahui, Rapat Ekspos Kegiatan Festival Wisata Budaya Internasional 2024, dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Bidang Kebudayaan Seksi Kesenian, Pihak Kepolisian Kalsel, perwakilan Dinas Pariwisata Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Event Organizer Jingga dan Mitra Kerja Dinas Pariwisata Kalsel, bertempat disalah satu Hotel Berbintang Banjarmasin. (NHF/RDM/APR)

DPRD Kalsel Gelar Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel pada Kamis (8/8).

Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin dan Mariana.

Dalam suasana yang penuh hikmat, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Roy Rizali Anwar mengapresiasi jajaran DPRD Provinsi Kalsel, yang tak pernah berhenti dalam mencurahkan bakti dan pengabdiannya demi kemajuan Banua Kalsel.

Dengan mengangkat tema, “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini berharap peringatan momen istimewa ini mampu menjadi wahana untuk melakukan refleksi bahwa setiap waktu menjadi sangat berarti apabila semua pihak mampu berbuat sesuatu yang berguna bagi kemajuan masyarakat dan banua Kalsel.

“Harapan kita bersama, bahwa refleksi saat ini akan membawa semangat pembenahan dan perubahan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” katanya.

Dalam acara ini pula, dibacakan sejarah singkat Provinsi Kalsel oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin. Dengan dibacakannya sejarah singkat ini diharapkan mampu menambah rasa kecintaan kepada banua tercinta ini.

Selain itu, pimpinan DPRD Provinsi Kalsel memberikan penghargaan atas dedikasinya dalam pemberantasan narkotika di Kalsel, yakni kepada Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel.

Turut berhadir dalam kegiatan ini, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalsel 1, Syamsul Bahri R dari Fraksi Gerindra, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gusti Farid Hasan Aman serta seluruh jajaran stakeholde di Provisi Kalsel, baik pemerintah, swasta, maupun segenap elemen masyarakat. (ADV-NRH/RDM/APR)

Ketua Suku Adat Se-Indonesia Kawal Porwanas dan Siap Sambut Kontingen Berbagai Daerah

Banjarmasin – Ikatan Keluarga Antar-Suku Bangsa (Ikasba) Kalsel mengawal dan mendukung penuh gelaran Porwanas XIV Kalimantan Selatan yang akan digelar pada 20-26 Agustus 2024 di Banjarmasin.

Dukungan ini disampaikan oleh Ketua Ikasba Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi saat mengikuti silaturahmi bersama jajaran pengurus PWI Kalimantan Selatan di Sekretariat PWI Kalsel di Banjarmasin, Kamis (8/8).

Suasana pertemuan di Aula PWI Kalsel Banjarmasin

“Kami sangat mengapresiasi PWI Kalsel melibatkan Ikasba untuk menyukseskan Porwanas,” katanya.

Bahkan, ujarnya, demi kesuksesan pelaksanaan Porwanas yang diikuti ribuan wartawan dari seluruh daerah di Indonesia, Ikasba akan mengerahkan jajarannya untuk turut serta menjamu keluarga besar PWI yang akan datang ke Kalsel.

“Kalsel merupakan miniatur nusantara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Kami ingin menjalin silaturahmi bersama saudara-saudara kita yang akan hadir di Porwanas nanti,” ungkapnya.

Ketua PWI Kalsel bersama Ketua Ikasba Kalsel serta Jajaran Pengurus

Dukungan dari Ikasba Kalsel disambut hangat oleh Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie. Menurutnya, peran Ikasba sangat penting untuk kelancaran dan kesuksesan Porwanas.

“Kami ingin Kalsel menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut para Kontingen Porwanas,” tuturnya.

Sebagai simbolis dukungan terhadap kelancaran Porwanas, Ketua PWI Kalsel menyerahkan maskot dan kaos merchandise Porwanas XIV kepada Ketua Ikasba Kalsel.
Dalam kegiatan ini, perwakilan pengurus Ikasba yang hadir diantaranya suku Banjar, Dayak, Betawi, Madura, Jawa, Arab, Tionghoa, Bonabulu, Papua dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. (PWI.KALSEL-NHF/RDM/APR)

Dislutkan Kalsel Bantu Alat Pendukung Pengamanan Sungai Ke Pokmaswas Udang Lestari Banjarmasin

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, berupa perlengkapan sarana dan prasarana pengawasan untuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perairan Umum Udang Lestari, Sei Jelai, Kota Banjarmasin, Rabu Sore (7/8).

Bantuan diserahkan langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin Yuliansyah, serta Ketua Pokmaswas Udang Lestari Syahrani.

“Bantuan yang kami serahkan berupa perlengkapan pengawasan, seperti, handytalki, teropong, kamera, sepatu boots, serta lainnya,” ungkap Rusdi.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono (Tengah)

Bantuan yang diberikan ini menurutnya, sebagai penunjang Pokmaswas dalam menjalankan aksinya melakukan pengawasan terhadap Sungai, dari kejahatan ilegal fishing.

“Sampai saat ini Dislutkan Kalsel masih menerima laporan adanya kejahatan ilegal fishing tersebut,” ucapnya.

Kejahatan ilegal fishing, jelas Rusdi, masih adanya pengambilan ikan di sungai masih menggunakan bahan kimia, disetrum serta lainnya.

“Pokmaswas inilah sebagai ujung tombak di lapangan dari kejahatan ilegal fishing di Provinsi Kalimantan Selatan termasuk di Kota Banjarmasin,” tutur Rusdi lebih lanjut.

Dalam melakukan pengawasan, lanjut Rusdi, pihaknya menghimbau kepada Pokmaswas agar tidak main hakim sendiri. Tetapi, dapat melaporkan kepada pihak berwajib ketika menemukan langsung pelaku kejahatan ilegal fishing tersebut.

“Untuk di Kota Banjarmasin kejahatan ilegal fishing tidak sampai berlanjut ke Pengadilan, hanya ada satu kejadian di Kabupaten Banjar sampai ke Pengadilan dan pelaku ditetapkan menjadi tersangka,” ungkap Rusdi.

Karena itu, pihaknya berharap tidak adalagi tersangka lainnya, cukup di Kabupaten Banjar saja.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di Banua, agar dapat bersama sama menjaga sungai dari kejahatan ilegal fishing, karena sanksi yang diberikan cukup berat,” ucap Rusdi.

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Udang Lestari Syahrani mengucapkan, terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

“Bantuan yang diberikan ini sangat membantu kami dalam menjaga keamanan sungai dari kejahatan ilegal fishing,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Syahrani, pengambilan ikan dengan cara menggunakan potasium atau potas serta penyetruman sangat merugikan, bagi kelompok tani perikanan di tempat mereka ini.

“Penggunaan potas serta penyetruman tersebut dapat mematikan ikan, bibit ikan lainnya di Sungai, serta dapat merusak lingkungan,” ucap Syahrani. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version