DPRD Kalsel Sampaikan 1.774 Usulan Pokir RKPD 2027

Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Paripurna, dengan agenda penyampaian gambaran umum Pokok-Pokok Pikiran DPRD sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu (1/4).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rahman. Dihadiri unsur pimpinan dan anggota dewan, mitra kerja, serta undangan lainnya.

Foto : Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo

Dalam kesempatan itu, sambutan pimpinan DPRD Kalsel dibacakan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rachman, yang menekankan pentingnya pokok-pokok pikiran sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.

Penyampaian pokok – pokok pikiran DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini merupakan hal yang sangat penting sebagai wujud nyata pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD kepada masyarakat.

Sehingga, pokok-pokok pikiran DPRD tersebut disusun berdasarkan hasil reses dan penjaringan aspirasi masyarakat yang dilakukan seluruh anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing.

“Saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD sebagaimana dimaksud, akan disampaikan secara tertulis kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo menambahkan, berdasarkan data ada sebanyak 1.774 usulan pokok pikiran yang akan diajukan dalam penyusunan RKPD Tahun 2027, yang merupakan akumulasi dari berbagai aspirasi masyarakat.

Suasana Rapat Paripurna Internal, sumber humas DPRD Kalsel

Seluruh usulan tersebut telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bagian dari upaya mewujudkan perencanaan yang transparan dan akuntabel.

“Jumlah tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang dihimpun langsung oleh anggota dewan, saat kegiatan reses di daerah pemilihan masing – masing,” katanya.

Kartoyo menambahkan, seluruh pokir yang diusulkan merupakan kebutuhan riil masyarakat yang harus diperjuangkan untuk direalisasikan.

Namun demikian, tidak semua usulan dapat langsung diakomodir, karena harus melalui proses penyaringan sesuai kewenangan, baik pemerintah kabupaten/kota provinsi, maupun pemerintah pusat.

Penyesuaian juga dilakukan berdasarkan prioritas pembangunan daerah yang telah ditetapkan pemerintah, untuk pokir yang belum terakomodir pada tahun sebelumnya, disebutkan jumlahnya masih cukup banyak, bahkan mencapai ratusan usulan.

“Menindaklanjuti hal tersebut DPRD Kalsel berencana membuka ruang pembahasan melalui rapat kerja bersama mitra kerja pemerintah daerah,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Jelang POPDA 2026, Cabor Bola Voli Banjarmasin Gelar Seleksi Peserta

Banjarmasin – Cabang Olahraga Bola Voli Kota Banjarmasin, melaksanakan seleksi peserta atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2026, di Gedung Bola Voli Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Rabu (1/4).

Pelatih Bola Voli Putri Kota Banjarmasin, Yusi Ari Sandi menyampaikan, peserta yang mengikuti seleksi berasal dari perwakilan sekolah yang ada di Kota Banjarmasin.

Ket foto : Pelatih Bola Voli Putri Banjarmasin Yusi Ari Sandi

“Seleksi Cabang Olahraga POPDA Tingkat Provinsi Kalsel, untuk bola voli Kota Banjarmasin melakukan seleksi,” ungkap Yusi, kepada sejumlah wartawan.

Peserta seleksi, lanjutnya, merupakan pelajar SMP serta SMA yang ada di Kota Banjarmasin.

“Pada seleksi ini hadir peserta putra sebanyak 42 atlet, sedang putri sebanyak 19 atlet,” ujarnya.

Nantinya, akan dipilih 12 atlet pelajar putri serta 12 atlet pelajar putra, yang akan memperkuat Kontingen Kota Banjarmasin pada ajang POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Kota Banjarmasin.

Yusi berharap, melalui seleksi ini, akan terpilih atlet bola voli pelajar yang memiliki bakat serta kemampuan, dan dapat memberikan prestasi terbaiknya, pada ajang POPDA mendatang.

“Kami berharap, semoga dengan seleksi ini kita mendapatkan atlet putra dan putri yang terbaik untuk Tim POPDA Tahun 2026 Kota Banjarmasin,” ucap Yusi.

Karena, lanjutnya, Kota Banjarmasin merupakan tuan rumah pelaksanaan POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026, maka pihaknya menginginkan yang terbaik. Dengan mendapatkan atlet yang terbaik pula.

“Sehingga kami para panitia serta pelatih bola voli Kota Banjarmasin berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya, pada seleksi ini,” tuturnya.

Materi seleksi yang diberikan kepada para peserta, meliputi kemampuan atau skill yang dimiliki, serta fisik peserta.

“Peserta yang memiliki kemampuan melebihi yang lain, maka itulah yang kami pilih untuk memperkuat Tim Bola Voli POPDA 2026 Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Cabor Bola Voli Kota Banjarmasin juga ditarget mampu meraih medali emas pada POPDA Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

“Karena Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah pelaksanaan POPDA Tingkat Provinsi Kalsel, maka wajar apabila tim bola voli Banjarmasin ditarget medali emas,” ungkapnya lagi.

Dengan target tersebut, lanjut Yusi, maka seleksi tim bola voli pelajar dilakukan untuk mendapatkan atlet yang handal, serta melakukan latihan yang optimal kepada atlet yang terpilih nantinya.

“Kami optimis, mampu mencapai target medali emas yang telah diberikan tersebut,” tutup Yusi. (SRI/RIW/EPS)

April 2026, Kalsel Gelar Gowes Starling dan Banua Criterium

Banjarmasin – Pada April 2026 ini, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar, Gowes Starling dan Banua Criterium Pada April 2026.

Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga Muhammad Anugrah menjelaskan, memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2026, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah agenda olahraga dan kepemudaan. Salah satunya melalui pelaksanaan dua event olahraga yang akan digelar sepanjang April 2026.

Ket foto : Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

“Sesuai arahan Kepala Dinas, kami mulai mempercepat pelaksanaan program, baik di bidang olahraga khusus di bidang pembudayaan,” ungkap Anugrah, Rabu (1/4).

Sehingga, lanjutnya, pada April 2026 pihaknya akan menggelar dua event olahraga utama. Pertama adalah Gowes Starling yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 di Kota Banjarmasin, dengan target sekitar 200 peserta.

“Kegiatan Gowes Starling ini terbuka untuk umum dan kami juga melibatkan komunitas sepeda di Kalimantan Selatan untuk berpartisipasi,” ucapnya.

Selain itu, Dispora Kalsel juga akan menggelar Banua Criterium Challenge 2026, yang merupakan ajang balap sepeda pada 17–18 April 2026 di kawasan Kantoran Gubernur Kalsel, di Banjarbaru.

Event ini akan mempertandingkan dua kategori utama, yakni Men Open dan Women Open, dengan sistem perlombaan kriterium di lintasan sepanjang kurang lebih 800 meter hingga 5 kilometer.

Ket foto : Gowes Sepeda yang dilaksanakan Dispora (Net)

Untuk jarak tempuh, panitia menyiapkan tiga kelas, yaitu kelas pemula dengan jarak 20–40 kilometer, kelas menengah 40–60 kilometer, serta kelas profesional dengan jarak 60 hingga lebih dari 100 kilometer.

“Untuk peserta sementara ini dibuka untuk umum, sehingga tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga atlet sepeda bisa ikut berpartisipasi. Kami memperkirakan event ini juga akan diikuti oleh atlet-atlet karena jaraknya cukup menantang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedua event ini turut melibatkan komunitas sepeda di Kalimantan Selatan sebagai bentuk kolaborasi, dalam rangka memasyarakatkan olahraga sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Dispora Kalsel berharap dapat mendorong budaya hidup sehat, meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, serta menjaring potensi atlet berbakat di daerah.

“Kami berharap event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah silaturahmi dan pembinaan bagi komunitas serta atlet di Kalimantan Selatan,” ucap Anugrah. (SRI/RIW/EPS)

Kembali, Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Digital Marketing Bagi Pemuda Wirausaha

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, melaksanakan Pelatihan Digitalisasi Marketing bagi Wirausaha Muda, Selasa (31/3). Kegiatan ini dibuka Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Rika Ayu Zaenab.

Pebriadin mengatakan, Dispora Kalsel memberikan tempat dan fasilitas kepada pemuda selaku wirausaha muda di Banua, agar dapat mengembangkan kemampuannya, menjalankan serta mengembangkan usahanya.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz (Tengah) saat menyampaikan sambutan

“Pada pelatihan ini peserta berasal dari Kabupaten Banjar, Banjar Baru, serta Batola,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan.

Pada pelatihan kali ini, lanjut Pebriadin, Dispora Kalsel menghadirkan narasumber yang dapat membantu meningkatkan kemampuan para peserta, khususnya bidang Digitalisasi Marketing.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari pelaku usaha muda, dengan syarat sudah memiliki INB,” ujarnya.

Dispora Kalsel memberikan fasilitas dan kesempatan kepada pemuda wirausaha, untuk dapat meningkatkan ilmu pengetahuannya.

“Para peserta pada pelatihan ini diberikan ilmu seperti strategi branding, serta digital marketing,” jelas Pebriadin lagi.

Pihaknya berharap, pemuda wirausaha ini dapat bertahan dalam menjalankan usaha tersebut.

“Saat ini zaman terus berubah, karena itu para pemuda wirausaha ini dapat bertahan dalam usahanya,” tutur Pebriadin.

Mengingat, untuk kedepan tidak ketahui krisis dunia apa yang akan dihadapi. Perubahan tersebut harus dapat diatasi pemuda wirausaha.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Rika Ayu Zaenab mengatakan, pelatihan ini mengundang peserta para pemuda wirausaha muda Kota Banjarmasin Banjarbaru, serta Barito Kuala. Dengan jumlah peserta 15 orang dari masing masing daerah, dengan total sebanyak 45 orang..

“Kami berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para peserta menjalankan usahanya melalui Digital Marketing,” tutup Rika. (SRI/RIW/APR)

Diskominfo Kalsel Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Informasi Publik di Daerah

Banjarmasin – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menyarankan Diskominfo Kabupaten/Kota tentang pentingnya pengelolaan informasi publik.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim diwakili Kasi Layanan Informasi Publik Diskominfo Kalsel, Muhammad Ayub Khan, saat menjadi narasumber Rapat Koordinator Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksanaan Tahun 2026, di Aula Diklat BKD Banjarmasin, Jalan Kayu Tangi 2, Senin (31/3).

“Diskominfo Kalsel bekerjasama dengan Diskominfotik Kota Banjarmasin, memberikan penjelasan kepada peserta rapat, mengenai pentingnya penyusunan informasi publik, yang akan dilaksanakan,” ungkap Ayub, kepada Abdi Persada FM.

Kabid Kasi Layanan Informasi Publik Diskominfo Kalsel M Ayub Khan didampingi Kabid Informasi Publik Diskominfotik Banjarmasin Nurbaiti

Nantinya, lanjut Ayub, informasi tersebut akan ditayangkan pada website masing masing SKPD Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Sehingga informasi yang diberikan benar serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Diskominfo Kalsel berharap, para peserta yang mengikuti rapat ini, dapat membagikan ilmu yang didapat kepada rekan lainnya.

“Kami berharap peserta dapat membagikan pengetahuannya ini kepada unit kerjanya masing masing,” ucap Ayub.

Dengan tujuan, mereka dapat melakukan penyusunan informasi publik dengan lengkap.

“Manfaat dari pelatihan ini tentu, pemerintah daerah dapat membagikan informasi publik kepada masyarakat lebih efisien dan efektif,” tutur Ayub lebih lanjut.

Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor, untuk mendapat informasi yang diberikan. Karena, informasi telah disediakan.

“Pelatihan ini dilaksanakan di 13 kabupaten/kota, ada yang dilakukan Diskominfo daerah serta dari pemerintah provinsi,” ucap Ayub.

Sementara itu, Kabid Informasi Publik Diskominfotik Banjarmasin, Nurbaiti mengatakan, pihaknya bersyukur atas dukungan Diskominfo Kalsel, yang telah memberikan penjelasan mengenai penting penyusunan informasi publik, kepada peserta dari perwakilan SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Kami berharap, Diskominfo Kalsel dapat terus mendampingi pihaknya, meningkatan kualitas penyusunan informasi publik milik pemerintah daerah,” ucap Nurbaiti. (SRI/RIW/APR)

Penguatan Pokdarwis, Kunci Pariwisata Berkelanjutan Kalsel

Banjarmasin – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelolaan Destinasi Wisata, yang digelar di salah satu hotel berbintang, pada Selasa (31/3).

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, disela kegiatan menyampaikan,
Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelolaan Destinasi Wisata, menghadirkan dua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai peserta. Yakni dari Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.

Pelatihan kali ini, mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pokdarwis dalam Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Inklusif, dan Berdaya Saing Melalui Inovasi Digital dan Kearifan Lokal”.

Iwan berharap, ini menjadi langkah strategis memperkuat peran masyarakat sebagai aktor utama penggerak pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Iwan Fitriady, saat diwancara

“Di era persaingan global yang semakin dinamis, pariwisata tidak lagi hanya bertumpu pada keindahan alam semata. Wisatawan kini mencari pengalaman yang autentik, penuh makna, dan memiliki cerita yang kuat,” katanya.

Iwam menjelaskan, para wisatawan ingin merasakan langsung budaya, tradisi, serta kehidupan masyarakat lokal. Di sinilah peran Pokdarwis menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai pengelola destinasi, tetapi juga sebagai “storyteller” yang mampu menghidupkan nilai-nilai lokal menjadi daya tarik wisata.

Oleh karena itu,
pelatihan merupakan garda terdepan dalam pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan strategis seperti Geopark Meratus.

“Keberhasilan pengelolaan destinasi tidak hanya ditentukan oleh potensi alam, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan, pelayanan, serta inovasi yang dilakukan oleh masyarakat,” jelasnya.

Salah satu narasumber dari BPS Kalsel, saat memberikan materi

Lebih lanjut Iwan menambahkan, pelatihan ini juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran ide antar peserta. Diskusi interaktif, studi kasus, serta berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas dan kepercayaan diri Pokdarwis, mengelola destinasi wisata di daerah masing-masing.

Dengan memberikan berbagai materi penting, mulai dari dasar-dasar kepariwisataan, pelayanan prima, pelestarian lingkungan, hingga strategi promosi dan pengemasan daya tarik wisata berbasis digital.

“Pokdarwis harus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan kearifan lokal sebagai identitas utama,” tutupnya.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelolaan Destinasi Wisata, menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Iwan Fitriady, Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Praktisi Konten Kreator Fajar Rizki, Resa Sabrina dan Resita Rahmatiasari. (NHF/RIW/APR)

Pererat Kebersamaan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Halalbihalal

Banjarmasin – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, melaksanakan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah, di Aula Pertemuan Nelayan Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Senin (30/3).

Ket foto : Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengatakan, halalbihalal ini dalam rangka mempererat kebersamaan setelah Lebaran.

“Alhamdulillah, hari ini dilaksanakan kegiatan halalbihalal di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ungkapnya.

Dimana, lanjut Jaki, kegiatan dilaksanakan bersama dengan perwakilan masyarakat setempat, unsur Pemerintah Kota Banjarmasin melalu Kecamatan setempat, serta aparat kepolisian.

“Tujuan dari halal bihalal ini untuk saling memafkan, selain itu mempererat hubungan silaturahmi,” ucapnya.

Halalbihalal juga bertujuan, agar moto Bekerja Bersama Merangkul Semua, berdasarkan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, dapat berjalan di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Pelaku usaha perikanan juga turut hadir dalam kegiatan silaturahmi ini,” ujarnya lagi.

Jaki berharap, kedepannya, saat menjalankan tugas, seluruhnya dapat berjalan dengan baik, serta saling dukung.

“Sehingga dengan begitu, kami berharap agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih dioptimalkan,” tutur Jaki.

Halalbihalal diisi ceramah agama yang disampaikan Ustadz Fadliyani, mengenai indahnya jalinan silaturahmi, yang diharapkan terus terjaga di masyarakat. (SRI/RIW/EPS)

Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kerja, Disdikbud Kalsel Gelar Halalbihalal

Banjarmasin – Dalam rangka memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat kerja pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan Halalbihalal, Jumat (27/3).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Panggung Rampa, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin ini, diikuti jajaran pegawai Disdikbud, UPTD, dan insan pendidikan dari berbagai satuan pendidikan di Kalimantan Selatan, serta dihadiri Tenaga Ahli Gubernur Kalsel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim, saat diwancara

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim menyampaikan, halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan antarpegawai, sekaligus membangun kembali semangat kerja setelah libur panjang Idulfitri.

Disdikbud Kalsel optimis, semangat baru yang tumbuh pasca lebaran, dapat memperkokoh komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Melalui kegiatan ini, kita saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan antar insan pendidikan. Ini menjadi langkah awal untuk kembali fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Rahim menegaskan, solidaritas dan kerja sama menjadi kunci utama dalam mendukung kinerja organisasi. Oleh karena itu, seluruh jajaran, baik di tingkat dinas, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), maupun satuan pendidikan seperti SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Selatan, agar terus menjaga kekompakan.

Foto : suasana Halalbihalal Disdikbud Kalsel

“Semangat kebersamaan yang terbangun melalui halalbihalal, diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja di seluruh lini pendidikan,” harapnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan tausiah keagamaan dari K.H. Muslimin. Dalam ceramahnya, Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan keikhlasan dalam bekerja.

“Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang menjadi fondasi dalam dunia pendidikan,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Tingkatkan Layanan, Dispora Perbaiki Fasilitas Kolam Renang GOR Hasanuddin HM

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan perbaikan fasilitas kolam renang Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM Banjarmasin.

Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Dispora Kalsel, Zulhaidir menjelaskan, perbaikan yang dilakukan, bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Ket foto : Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Dispora Kalsel Zulhaidir

“Perbaikan fasilitas kolam renang ini, untuk memastikan pelayanan terbaik bagi pengunjung serta atlet atlet renang,” ungkap Zulhaidir, kepada sejumlah wartawan, Jumat (27/3).

Mengingat, lanjutnya, kolam renang di GOR Hasanuddin HM tersebut, tidak hanya untuk latihan para atlet renang Kalsel, tetapi juga digunakan masyarakat umum.

Fasilitas yang diperbaiki tersebut, berada di bagian samping kolam renang, agar terlihat lebih rapi serta nyaman bagi pengunjung.

“Yang kami perbaikan bagian samping, sehingga tidak menganggu bagian utama kolam renang, pengunjung serta latihan atlet tetap berjalan seperti biasanya, ” jelas Zulhaidir.

Pihaknya berharap, pemeliharaan ini dapat dilakukan setiap tahunnya. Namun, disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin di kawasan kolam renang GOR Hasanuddin HM Banjarmasin ini, seperti air kolam, wc, sedangkan untuk perbaikan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ucap Zulhaidir.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhaidir juga menyampaikan secara keseluruhan perbaikan pemeliharaan di kawasan GOR Hasanuddin HM. Seperti perbaikan kantor sekretariat cabang olahraga panahan, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan di area kolam renang. (SRI/RIW/EPS)

DPRD Kalsel Dorong Legalisasi Galian C, dan Optimalisasi Aset Daerah

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penataan sektor pertambangan rakyat, khususnya galian C, agar memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Jahrian, Rabu (25/3).

Jahrian mengatakan, pada pembahasan yang menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah pihaknya ingin seluruh aktivitas galian seharusnya dapat dilegalkan melalui skema yang telah diatur pemerintah. Seperti perizinan usaha pertambangan rakyat, koperasi, hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Jahrian, saat diwancara

Menurutnya, banyaknya aktivitas galian ilegal menyebabkan potensi pendapatan daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, terbuang begitu saja.

“Jika dikelola secara legal dan terstruktur, sektor tersebut dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” ucapnya.

Disampaikan Jahrian, usulan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan dewan dan mendapat respon positif.

DPRD Kalsel bahkan mendorong pembentukan panitia khusus atau pansus yang fokus pada persoalan pertambangan dan tata kelola lahan, serta pembentukan satuan tugas untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Selain sektor pertambangan, DPRD Kalsel juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Aset-aset yang mangkrak diharapkan dapat dihidupkan kembali melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau pengelolaan berbasis kelembagaan seperti yayasan,” jelasnya.

Jahrian menambahkan, DPRD Kalsel juga berencana mengusulkan kepada pemerintah pusat, agar aset milik negara yang tidak produktif di daerah dapat dihibahkan kepada pemerintah provinsi.

Usulan tersebut nantinya akan diperjuangkan melalui jalur legislatif dengan melibatkan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Keuangan.

Meski diakui prosesnya tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang, DPRD Kalsel menegaskan akan terus memperjuangkan hal tersebut demi meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pengelolaan sumber daya alam dan aset daerah dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version