Serap Aspirasi Warga Kuin Cerucuk, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Jalani Reses Masa Sidang III Tahun 2025

Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan,
terus menyerap Aspirasi warga melalui kegiatan reses. Kali ini, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel Rais Ruhayat, melaksanakan reses masa sidang III tahun 2025 di daerah pemilihannya, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kota Banjarmasin, baru-baru tadi.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel Rais Ruhayat, (kemeja hitam)

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rais Ruhayat, menyampaikan, dalam masa reses ini pihaknya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meninjau langsung kondisi lingkungan warga. Salah satu bentuk kepeduliannya diwujudkan dengan penyerahan bantuan program bedah rumah secara simbolis kepada warga yang dinilai layak menerima bantuan.

“Program bedah rumah ini berasal dari Disperkim Kalsel dan merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang kami sampaikan sebelumnya,” ucapnya

Rais menjelaskan, kawasan padat penduduk seperti Kuin Cerucuk masih banyak dihuni masyarakat dengan kondisi rumah yang tidak layak, sehingga perlu dukungan pemerintah, agar mereka dapat tinggal dengan aman dan sehat.

“Kita tidak hanya datang untuk menyampaikan program, tetapi juga memberikan bukti nyata melalui bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Rais

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Lebih lanjut Rais menambahkan, selain menyerahkan bantuan, pihaknya juga mendengarkan secara langsung berbagai keluhan warga terkait infrastruktur lingkungan, seperti kondisi jalan, gang yang rusak dan drainase tersumbat. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut, agar segera ditindaklanjuti pemerintah daerah melalui dinas terkait.

“Kegiatan reses bukan hanya sekadar agenda rutin anggota dewan, melainkan wahana penting untuk memastikan program pembangunan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Cegah Stroke, RSUD Ulin Banjarmasin Imbau Warga Banua Jalankan Gaya Hidup Sehat

Banjarmasin – Tingginya angka penderita hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan, membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin turut serta mendukung penurunan angka kasus penyakit mematikan ini.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin menjelaskan, Kalimantan Selatan pernah menjadi provinsi nomor satu penderita hipertensi secara nasional, namun saat ini mulai mengalami penurunan.

“Sering kami sampaikan bahwa hipertensi ini merupakan penyakit nomor satu di Indonesia, terbanyak di Kalimantan Selatan,” ungkap Diauddin, belum lama tadi.

Angkanya, lanjut Diauddin, mencapai 50 persen sehingga Kalsel pernah menjadi peringkat pertama.

“Tingginya penderita hipertensi di Kalsel ini, mengakibatkan banyak kasus stroke, jantung, serta gagal ginjal,” ucapnya.

Dari kasus stroke, tambah Diauddin, yang terbanyak disebabkan oleh sumbatan.

“Sumbatan ini sebenarnya bisa diperbaiki asalkan cepat ditangani, dalam waktu 4,5 jam dari serangan stroke,” jelas Diauddin.

Sehingga, lanjutnya, dapat mengurangi kecacatan pada penderita stroke tersebut.

“RSUD Ulin sudah mendapatkan sertifikat penghargaan dari Word Stroke Organisasion, untuk penanganan kurang dari 4,5 jam pada penderita stroke,” tutur Diauddin.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

Dikatakannya, penghargaan tersebut tidak banyak diterima oleh rumah sakit lainnya, di Indonesia. Di Kalimantan hanya dua rumah sakit yang mendapatkannya.

“Pada intinya apabila terserang stroke harus cepat cepat dibawah ke rumah sakit, jika terlambat maka akan terjadi kecacatan yang permanen,” ucap Diauddin.

Karena itu, RSUD Ulin Banjarmasin terus berusaha dalam penurunan angka hipertensi tersebut, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai bahaya hipertensi, yang dapat memicu stroke serta gagal ginjal.

“RSUD Ulin Banjarmasin saat ini juga terus melakukan, peningkatan pelayanan kesehatan terhadap penderita hipertensi di Banua, selain melakukan pencegahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diauddin mengimbau, warga Banua untuk menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit stroke.

“Masyarakat di Kalimantan Selatan, diimbau untuk dapat mengubah gaya hidup ke arah lebih sehat, termasuk menjaga pola makan, agar terhindar dari penyakit stroke,” ungkapnya.

Penyakit stroke ini, lanjut Diauddin, merupakan penyakit yang tidak menular, yang kebanyakan disebabkan dari gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya dengan mengomsumsi makanan yang asin, atau banyak mengandung pengawet.

“Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hidup sehat, dapat langsung berkonsultasi ke ahli gizi yang ada di RSUD Ulin Banjarmasin atau puskesmas terdekat,” ucap Diauddin. (SRI/RIW/APR)

Menyapa Mahasiswa di Masa Reses, Dirham Zein Hadiri Law Festival XIV: Dorong Mahasiswa Siapkan Karier Hukum Berintegritas

Banjarmasin – Di tengah agenda masa resesnya, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Dirham Zein, menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan, dengan menghadiri Opening Talkshow “Lambung Mangkurat Law Festival XIV” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akhir pekan tadi.

Kegiatan tahunan mahasiswa hukum ini mengangkat tema “Seni Menentukan Arah: Meniti Karier Hukum di Tengah Idealisme dan Realisme”, yang mengajak peserta untuk memahami dinamika profesi hukum di era digital dan perubahan sosial yang cepat.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kemeja hitam

Dalam paparannya, Dirham Zein menekankan bahwa dunia hukum modern tidak dapat lagi dilepaskan dari pengaruh kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, Ia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu yang memperkuat nalar hukum, bukan menggantikan peran manusia sebagai pelaku utama dalam menegakkan keadilan.

“Seni dalam hukum adalah kemampuan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di atas logika sistem. AI bisa membantu menganalisis data, tetapi yang memberi makna dan keadilan tetap manusia,” ujarnya

Dirham menambahkan, hukum sejatinya memiliki dimensi estetika tersendiri, yakni keseimbangan antara rasionalitas, empati, dan nilai moral. Ia menilai bahwa generasi muda, terutama calon-calon sarjana hukum, harus mampu menjaga keseimbangan tersebut agar tidak kehilangan arah ketika berhadapan dengan realitas dunia kerja dan sistem hukum yang kompleks.

Menurut Dirham, kolaborasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia perlu diatur secara proporsional agar tidak menggerus nilai-nilai dasar hukum itu sendiri. Harapannya, acara seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melatih cara berpikir kritis dan idealis.

“Teknologi memang penting, namun kemampuan berpikir rasional dan beretika jauh lebih penting,” pungkasnya.

Selain menjadi wadah diskusi akademik, kegiatan Law Festival XIV juga diisi dengan berbagai agenda seperti lomba debat hukum, seminar nasional, dan pameran karya ilmiah mahasiswa. Acara ini menjadi salah satu kegiatan terbesar Fakultas Hukum ULM yang rutin digelar setiap tahun dan selalu menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai bidang. (ADV-NHF/RIW/APR)

Hadiri Puncak Harjad Ke-499, Ini Doa Gubernur Muhidin Untuk Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Meski hujan sempat mengguyur deras, Malam Puncak Peringatan Hari Jadi ke 499 Kota Banjarmasin dengan mengusung tema “Gawi Sabumi untuk Banjarmasin Maju dan Sejahtera” tetap berlangsung meriah, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Selasa (30/9) malam.

Gubernur Kalsel Muhidin, didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi, Sekdaprov M. Syarifuddin, masing – masing beserta Isteri turut hadir bersama unsur-unsur Forkopimda, dan pejabat daerah se- Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin, didampingi Wagub Hasnuryadi Sulaiman, mengucapkan selamat dan rasa syukur yang mendalam di usia ke 499 Kota Banjarmasin.

Dalam momentum tersebut, mereka berharap, kemajuan dan kesejahteraan warga kota dapat terwujud melalui pembangunan kolaboratif dan penuh aksi nyata.

“Kemajuan tidak bisa diraih jika tidak dengan kebersamaan, termasuk rasa toleransi dan gotong royong antara pemerintah dan warganya. Kami harap di bawah kepemimpinan Pak Yamin dan Ibu Ananda, Banjarmasin dapat berdaya saing, maju dan sejahtera,” kata mereka.

Selaku tuan rumah, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi, kepada seluruh pihak sehingga seluruh rangkaian hari jadi kota Banjarmasin dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Ia menekankan, semangat Gawi Sabumi mengandung makna mendalam tentang hadirnya gotong royong, rasa kebersamaan, dan persatuan dari seluruh elemen masyarakat yang saling bergandengan tangan dalam merajut pembangunan.

“Hal ini tergambar jelas, bagaimana hampir sebulan penuh pemerintah mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan langsung komunitas dan elemen masyarakat,” ucap Yamin.

Wali kota juga melaporkan, dalam rangkaian Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, pemerintah kota telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang menyentuh seluruh aspek. Diantaranya Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Bersholawat Bersama Habib Syech, Baayun Maulid, Banjarmasin Art Week, Job Fair, Phoria Band Competition, berbagai lomba dan turnamen olahraga, Bamara Fair serta ajang penggerak ekonomi berupa Bakul Fest, yang total transaksinya per Selasa (30/9) sore, telah terkumpul kurang lebih Rp2,5 Miliar.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan kembali tentang perjalanan dan program yang telah Pemerintah Kota Banjarmasin laksanakan di bawah duet kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ananda, dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. Khususnya dalam hal penanganan sampah yang berkelanjutan.

“Mulai dari perlengkapan sekolah gratis, layanan ambulans dan gawat darurat 24 jam, pembebasan biaya parkir di Puskesmas, penertiban kawasan parkir liar, pengembangan Culture Hub serta pembenahan kawasan Siring, dan normalisasi sungai,” ungkapnya lagi.

Ia pun berharap, seruan aksi Gawi Sabumi dapat terus hadir, terjaga dan tercermin di setiap perilaku hidup masyarakat dan warga Kota Banjarmasin.

“Keberhasilan ini tentu tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali,” tambah Yamin.

Terakhir, dirinya ingin ikhtiar dan semangat kolaborasi nyata untuk pembangunan kota dapat terus diwujudkan, agar visi Banjarmasin Maju dan Sejahtera tidak sekadar menjadi slogan semata.

Pada kesempatan itu, sebagai ungkapan rasa syukur juga dilaksanakan pemotongan Nasi Astakona oleh Gubernur Kalsel bersama Wali Kota Banjarmasin.

Momentum ini sekaligus menandai ditutupnya serangkaian Hari Jadi Kota berjuluk Seribu Sungai yang selangkah lagi genap berusia 5 abad. Berbagai atraksi seni budaya hingga sederet penampilan artis lokal serta talenta Banua berprestasi, turut mewarnai acara.

Puncaknya para tamu undangan dan masyarakat yang hadir dihibur Angie Carvalho (jebolan Finalis Indonesian Idol 2025). (ADV/SRI/RIW/RH)

Gelar Diklat, Pemko Banjarmasin Libatkan Guru Dalam Penanganan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Stunting, sekaligus Penyerahan Bantuan bagi anak-anak Stunting, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (29/09). Diklat dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani.

Ikhsan menyampaikan apresiasi, kepada Dinas Pendidikan, khususnya bidang Pembinaan PAUD dan PNF, para narasumber serta tenaga pendidik PAUD yang terus berkomitmen membangun generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Usia dini adalah masa emas (golden age) bagi anak-anak yang sangat menentukan tumbuh kembang generasi penerus,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Ikhsan, penanganan stunting serta penguatan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif menjadi sangat penting.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, stimulasi perkembangan anak, layanan kesehatan hingga lingkungan belajar yang kondusif,” ucapnya.

Oleh sebab itu, tambah Ikhsan, pendekatan holistik integratif yang melibatkan aspek gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama.

Melalui diklat ini, diharapkan para pendidik PAUD dapat memperoleh pemahaman lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak.

“Semoga lahir sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah stunting serta mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan holistik di Kota Banjarmasin,” ujar Ikhsan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menyampaikan, bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan langkah menuju target zero stunting.di tahun 2026.

“Dengan adanya diklat stunting dan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak, harapannya angka stunting di Kota Banjarmasin dapat berkurang hingga mencapai zero stunting di tahun 2026, sesuai visi dan misi Wali Kota yang ingin mewujudkan kota maju dan sejahtera,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dikerjakan bersama-sama, baik oleh pemerintah, tenaga pendidik, PKK, posyandu, maupun masyarakat.

“Kami berkolaborasi, khususnya melalui PKK dan posyandu, agar kesehatan anak-anak dapat terus dipantau dan diberikan layanan terbaik. Semoga cita-cita kita bersama menuju zero stunting Insya Allah dapat tercapai,” ucap Neli.

Neli mengatakan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam penanganan stunting, sehingga tercipta generasi emas Banjarmasin yang sehat, tangguh dan berdaya saing.

“Semoga penanganan stunting dapat terlaksana sehingga mencapai zero stunting,” ujar Neli. (SRI/RIW/RH)

Berlangsung 4 Hari, Bamara Fair 2025 Suguhkan Pameran Produk Lokal dan Pasar Murah

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-499, Kota Banjarmasin kembali melaksanakan Bamara Fair 2025, yang menampilkan produk lokal hasil kerajinan pelaku UMKM serta Pasar Murah. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim, didampingi Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, di kawasan eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu (27/9).

Bamara Fair 2025 resmi digelar ditandai pemukulan gong

Abdul Rahim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, terhadap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut.

“Dimana pameran ini juga menghadirkan pasar murah, untuk pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok warga Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abdul Rahim, pameran ini juga untuk mendukung pasar produk UMKM di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa Bamara Fair bukan sekadar pameran, melainkan wadah promosi, edukasi, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pameran produk IKM dan UMKM unggulan seperti kain sasirangan, kriya, dan olahan pangan lokal, hingga pojok pelayanan publik, pasar murah, fashion show, talkshow, serta hiburan rakyat.

“Yang lebih membanggakan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi pentahelix. Ada pemerintah, BUMD, perbankan, pelaku usaha, komunitas, hingga Dekranasda se Kalimantan Selatan, bahkan Dekranasda dari Kalimantan Tengah juga ikut hadir,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci pembangunan, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Bamara Fair adalah mendorong peningkatan transaksi perdagangan, memperluas pasar, dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui program pasar murah.

“Program ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong tumbuhnya investasi, memperkuat penggunaan produk dalam negeri, serta mengangkat UMKM Banjarmasin agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Yamin berpesan, agar seluruh pihak menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh bupati, wali kota, serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Kabupaten Seruyan yang telah mendukung penuh terselenggaranya Bamara Fair 2025,” ucap Yamin.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Icrom Muftezar mengatakan, kegiatan Bamara Fair tidak hanya menghadirkan stand Dekranasda, tetapi juga ada hiburan bagi pengunjung selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari 27 hingga 30 September. Ada sekitar 130 IKM dan UMKM yang ikut serta, termasuk Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta Kabupaten Seruyan dari Kalimantan Tengah. Tak lupa juga hiburan sore hari kita hadirkan,” ungkapnya.

Selain pameran produk unggulan, Bamara Fair juga menghadirkan program tebus murah sembako.

“Setiap hari disediakan 1.500 paket sembako, totalnya 6.000 paket selama kegiatan berlangsung. Antusias masyarakat luar biasa, sejak pukul 08.30 WITA mereka sudah hadir di lokasi,” jelas Icrom.

Kegiatan pembukaan pada Sabtu (27/9), juga diisi penyerahan 25 sertifikat hak cipta motif sasirangan dari Kementerian Hukum kepada Wali Kota Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Resmi, RSUD Ulin Laksanakan Tindakan Coiling Perdana

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin bersinergi dengan RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, melaksanakan tindakan Coiling Perdana melalui Program Pengampuan Layanan Prioritas Stroke, di RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/9). Kegiatan ini dibuka Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Obrin Parulian.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta, Al Rasyid menjelaskan, pelaksanaan coiling perdana ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Al Rasyid (Batik) bersama Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Kami bersama RSUD Ulin Banjarmasin telah mempersiapkan pelaksanaan tindakan coiling ini, beberapa bulan lalu. Dan, hari ini bisa terlaksana,” ungkap Al Rasyid.

Pihaknya melihat semangat kerja dari RSUD Ulin Banjarmasin, dalam pelaksanaan tindakan coiling perdana ini, yang juga menandai langkah maju RSUD Ulin, meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya penanganan stroke dan penyakit serebrovaskular, dari tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan RSUD Ulin Banjarmasin mampu memperkuat layanan prioritas stroke di Kalimantan Selatan, serta mendekatkan pelayanan kesehatan unggulan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga menjadi rumah sakit rujukan, bagi Rumah Sakit di Kalimantan Tengah, serta Timur.

Dalam kesempatan ini, Al Rasyid berpesan kepada masyarakat di Kalsel, apabila menemukan gejala stroke, maka segera bawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Gejala awal dari stroke dapat dilihat dari bentuk senyum yang miring sebelah, kesulitan bicara atau artikulasi tidak jelas, sakit kepala, serta penglihatan menjadi buram atau kabur,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Al Rasyid, penanganan penyakit stroke ini berkejaran dengan waktu. Maka, sesegera mungkin untuk mendapatkan pertolongan medis apabila mendapatkan serangan, ataupun gejala awal tersebut.

“Jangan menunda nunda untuk mendapatkan pertolongan dari penanganan gejala stroke tersebut,” ucapnya.

Begitu juga, tambahnya, jika mendapatkan serangan di malam hari, jangan menunda besok hari ke rumah sakit.

“Segera bawa secepat mungkin meski malam hari untuk mendapatkan pertolongan di rumah sakit,” pesannya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, RSUD Ulin Banjarmasin resmi memberikan layanan tindakan coiling, sebagai salah satu penanganan penyakit stroke.

“Dengan didukung RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, RSUD Ulin Banjarmasin telah siap memberikan layanan Coiling bagi pasien stroke di Kalsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan penanganan yang dilakukan langsung tim dokter RSUD Ulin Banjarmasin, pada tindakan perdana, yang didampingi tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo.

“Diharapkan, dengan semakin seringnya tindakan coiling di RSUD Ulin Banjarmasin, pasien dapat segera ditindaklanjuti, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi, serta angka kecacatan semakin rendah,” jelas Diauddin.

Selain itu, menurut Diauddin, dengan layanan ini, maka pasien dari Kalimantan Selatan dan sekitarnya, tidak perlu lagi pergi keluar daerah atau luar negeri, untuk mendapatkan penanganan tersebut, dan cukup dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Untuk diketahui, coiling adalah sebuah prosedur medis minimal invasif, untuk menangani aneurisma otak, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah otak, dengan cara memasukkan kumparan logam (Coil) melalui kateter ke dalam aneurisma untuk menutupnya dan mencegah pendarahan atau pecah.

Prosedur ini bertujuan memblokir aliran darah ke aneurisma sehingga mengurangi risiko terjadinya stroke hemoragik, kerusakan otak, dan komplikasi serius lainnya. (SRI/RIW/RH)

Masuki Usia 499 Tahun, Pemko Banjarmasin Ziarah ke Makam Sultan Suriansyah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, dipimpin Wali Kota Muhammad Yamin, pada Peringatan Hari Jadi Ke 499 Kota Banjarmasin, berziarah ke makam Sultan Suriansyah, Raja Pertama Kesultanan Banjar, di Kelurahan Kuin Utara, Rabu (24/9).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akar sejarah lahirnya kota, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

Wali Kota Banjarmasin ziarah ke Makam Sultan Suriansyah

“Alhamdulillah, hari ini Banjarmasin genap berusia 499 tahun. Tanggal 24 September adalah hari bersejarah karena di sinilah Sultan Suriansyah dinobatkan sebagai raja, dan mulai memeluk agama Islam. Sejarah ini menjadi sakral bagi kita semua, sebab berdirinya Banjarmasin tidak bisa dilepaskan dari peran Kerajaan Banjar,” ungkap Yamin.

Menurutnya, ziarah ini memiliki dua pesan penting. Pertama, meneguhkan identitas masyarakat Banjar yang menjunjung nilai sejarah dan spiritual. Kedua, menegaskan tanggung jawab bersama dalam menjaga situs budaya seperti makam dari Sultan Kerajaan Banjar pertama.

“Kondisi komplek makam ini harus menjadi perhatian. Selain nilai sejarah, makam ini juga memiliki potensi wisata budaya,” ucap Yamin.

Namun, lanjutnya, hingga kini masih ada polemik status pengelolaan yang belum sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah kota.

“Ke depan, kami ingin memastikan tempat ini dirawat secara serius karena ini simbol kerajaan dan cikal bakal Banjarmasin,” ujar Yamin.

Prosesi ziarah tahun ini juga dilakukan dengan cara yang khas, yaitu rombongan Wali Kota dan pejabat menggunakan speed boat menyusuri sungai menuju lokasi.

Langkah ini, menurut Yamin, merupakan simbol penguatan identitas Banjarmasin sebagai kota sungai.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sungai adalah identitas kita. Dengan naik Speedboat, kita ingin mengingatkan warga bahwa sungai harus dirawat, dijaga, sekaligus dimanfaatkan sebagai pusat budaya dan destinasi wisata. Kota seribu sungai ini harus tetap indah dan nyaman,” tambahnya.

Tak hanya diwarnai doa dan tabur bunga, acara ziarah juga berlangsung meriah dengan partisipasi warga sekitar. Usai prosesi, masyarakat diajak makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan syukur. Pemerintah kota pun menyerahkan tali asih secara simbolis.

Bagi masyarakat, acara ini diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan terhadap sejarah, tetapi juga menjadi dorongan agar situs bersejarah dijaga bersama-sama sebagai bagian dari identitas kota.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ananda, Ketua TP PKK Neli Listriani, pimpinan SKPD, dan jajaran Forkopimda Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Sambut Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka puncak Peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin Tahun 2025, Rabu (24/9).

Rapat paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakilnya Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris DPRD Iwan Ristianto. Dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Wakilnya Ananda, Gatriwara kota Banjarmasin, jajaran Forkopimda, pimpinan media, pimpinan partai politik, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan, agenda rutin tahunan ini menjadi momentum penting, untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Seribu Sungai, sekaligus memperkuat komitmen pembangunan ke depan.

Dimana pada hari jadi tahun ini, mengangkat tema “Gawi Sabumi, Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera”. Tema ini dinilai sangat tepat, mencerminkan semangat kebersamaan. gotong royong, untuk membangun kota seribu sungai, agar semakin maju dan sejahtera.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat diwancara

“Tema ini syarat makna seperti ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya saat diwancara awak media

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, peringatan hari jadi tidak bersifat seremonial semata tetapi menjadi refleksi untuk kemajuan bersama. Dengan mewujudkan kebersamaan, kerja nyata, serta dukungan semua pihak.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, saat memberikan komentarnya

“Kami optimis Banjarmasin mampu berkembang menjadi kota yang lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, masyarakat juga harus terus menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat identitas budaya Banjar yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

“Menuju Banjarmasin maju dan sejahtera bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata, yang bukan hanya Pemko, DPRD, SKPD serta masyarakat sebagai penentu utamanya,” tutup Yamin.

Dalam dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa, juga disampaikan cerita pendek sejarah tentang terbentuknya Kota Banjarmasin, pada 24 September 1526, yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini. (NHF/RIW/RH)

Peduli Nelayan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

BANJARMASIN – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan, nelayan, serta pelaku usaha setempat, di Aula Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Rabu (24/9). Pemeriksaan kesehatan gratis, dibuka Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Achmad Jaki saat mengikuti pemeriksaan kesehatan

Jaki mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan para karyawan, nelayan, serta pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yang bersama kami telah melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Jaki.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, lanjutnya, kesehatan karyawan, nelayan, dan pelaku usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dapat terkontrol dengan baik.

“Dengan kondisi kesehatan yang diketahui sejak dini, maka mereka dapat berjaga jaga, terhadap kesehatan diri sendiri,” ucap Jaki.

Jaki berharap, dengan tubuh yang sehat maka aktivitas dan pekerjaan dapat dilakukan dengan maksimal, mengingat tugas nelayan yang cukup berat. Dimana aktivitas fisik ini , memerlukan kondisi tubuh prima.

Dikatakan Jaki, tercatat lebih dari 70 karyawan serta karyawan magang di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjalani pemeriksaan kesehatan kali ini.

“Pada pemeriksaan kesehatan gratis ini kami tidak memasang target, karena itu bagi nelayan serta ABK Kapal nelayan yang sedang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dipersilakan juga untuk dapat memeriksakan kesehatannya,” tutur Jaki.

Sementara itu, Koordinator Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Rusman mengatakan, layanan pemeriksaan kesehatan kepada para nelayan dan karyawan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, untuk mendeteksi keluhan penyakit yang dirasakan.

“Pemeriksaan kesehatan sejak dini ini sangat penting, untuk mengetahui penyakit yang dialami, sehingga pengobatan cepat dilakukan,” ucapnya.

Pada pemeriksaan ini, lanjut Rusman, dilakukan pemeriksaan pada tekanan darah, gula darah, asam urat, serta kolesterol.

Dalam kesempatan tersebut Rusman berpesan, kepada para nelayan serta ABK kapal nelayan, agar dapat menjaga kesehatannya, dengan memperbanyak asupan makanan bergizi serta perbanyak minum air putih.

“Pada saat menjaga kesehatan tubuh apalagi di tengah laut, untuk dapat makan yang bergizi serta minum air putih,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version