Serap Aspirasi Masyarakat, Legislatif Kalsel Bahas Keselamatan Lalu Lintas Kawasan Handil Bakti.
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Gedung B DPRD Kalsel
Banjarmasin – DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi III, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), untuk membahas persoalan keselamatan lalu lintas di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (5/2).
Rapat dengar pendapat ini merupakan tindak lanjut, atas aspirasi para ketua RT dan masyarakat setempat, yang menilai kondisi lalu lintas di wilayah tersebut semakin padat dan rawan kecelakaan.

RDP dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, didampingi Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustakimah, serta dihadiri anggota Komisi III DPRD Kalsel. Hadir pula sebagai mitra kerja dan pihak terkait, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, Polres Barito Kuala, Lurah Handil Bakti, serta perwakilan ketua RT di wilayah terdampak.
Ketua DPRD Kalsel Supian HK menyampaikan, RDP ini membahas berbagai permasalahan disampaikan perwakilan masyarakat, mulai dari tingginya volume kendaraan, kurangnya rambu dan marka jalan, hingga perilaku pengguna jalan dinilai membahayakan keselamatan, khususnya pada jam-jam sibuk.
DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap, solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menjadi langkah awal menuju penataan lalu lintas lebih aman dan berkelanjutan di kawasan Handil Bakti.
“Rapat ini kita laksanakan untuk mendengarkan langsung keluhan dan masukan dari masyarakat Handil Bakti,” ucap Supian HK kepada sejumlah wartawan.

Supian HK menegaskan, DPRD memiliki peran strategis sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dengan instansi teknis yang berwenang. Oleh karena itu persoalan keselamatan lalu lintas tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, karena menyangkut langsung keselamatan warga.
“DPRD berkomitmen menjadi jembatan, agar aspirasi warga bisa ditindaklanjuti secara konkret oleh instansi terkait,” ujarnya.
Supian HK menambahkan, berdasarkan hasil pembahasan, disepakati sejumlah langkah awal sebagai upaya penanganan, diantaranya uji coba pengaturan lalu lintas di kawasan Handil Bakti.
Uji coba tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan serta mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
Dengan demikian sangat penting ditekankan sinergi lintas sektor dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan berlalu lintas. Keberhasilan penanganan persoalan ini tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap seluruh pihak bisa berbagi tanggung jawab dan bersinergi. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat, keamanan, ketertiban, serta kenyamanan warga Handil Bakti dapat terus ditingkatkan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)
