Banjarmasin Terus Percantik Panggung Siring Balai Kota

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bagian Umum Setdako Banjarmasin, terus mempercantik panggung Siring Balai Kota Banjarmasin. Sehingga, suasana malam di kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin kini tampak berbeda.

Tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” yang menyala menjadi daya tarik baru bagi warga yang menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

Pemasangan lampu pada tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” membuat panggung Siring Balai Kota terlihat lebih terang dan menarik saat malam hari.

Keberadaan ornamen tersebut pun sontak menjadi perhatian warga yang kerap nongkrong maupun menikmati suasana malam di kawasan Siring.

Salah seorang warga, Hidayatullah, menilai penambahan penerangan tersebut membuat kawasan siring terlihat lebih hidup.

“Sekarang terlihat lebih terang dan cantik saat malam hari. Tulisan Maju Sejahtera yang menyala juga menjadi perhatian warga yang datang dan nongkrong di sini,” ujar Hidayatullah, ditemui saat nongkrong di kawasan siring, belum lama tadi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, pemasangan lampu tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” merupakan bagian dari upaya mempercantik kawasan Balai Kota, khususnya area Siring.

Terutama agar kawasan Balai Kota dan Siring memiliki tampilan yang lebih menarik, pada malam hari.

“Ini berdasarkan arahan Bapak Wali Kota, Muhammad Yamin untuk mempercantik kawasan Balai Kota dan Siring pada khususnya. Salah satunya dengan pemasangan lampu pada tulisan Maju Sejahtera,” kata Ahmad Zazuli.

Ia menambahkan, keberadaan penerangan dan ornamen tersebut diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Siring Balai Kota.

Dengan pencahayaan baru itu, kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin kini tidak hanya menjadi ruang publik untuk bersantai. Namun memiliki tampilan malam yang lebih menonjol dan menjadi salah satu wajah kawasan pusat pemerintahan Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM/SRI/RIW/APR)

Sambut Harjad ke-500, Pemko Banjarmasin Siapkan Ziarah Makam Sultan Suriansyah

Banjarmasin – Dipimpin Sekretaris Daerah, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota, Muhammad Yamin, rapat finalisasi ziarah makam Sultan Suriansyah peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin, digelar Senin (21/9). Turut hadir pada rapat tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli.

Sekretaris Daerah Banjarmasin, Ichrom Muftezar menekankan pentingnya memastikan seluruh persiapan telah berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar ziarah berlangsung tertib dan sesuai dengan rangkaian yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Rapat ini untuk memastikan seluruh teknis pelaksanaan ziarah sudah matang. Termasuk kesiapan masing-masing SKPD dan instansi terkait,” ujar Tezar.

Sementara itu, Ahmad Zazuli menjelaskan, rapat membahas kesiapan masing – masing SKPD dan instansi yang terlibat dalam mendukung kelancaran prosesi ziarah makam Sultan Suriansyah.

Ahmad Zazuli memastikan Bagian Umum turut mempersiapkan kebutuhan teknis yang menjadi tanggung jawabnya, dalam pelaksanaan ziarah, seperti meja dan tenda.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung. Kami juga memastikan kebutuhan teknis yang menjadi bagian dari tugas Bagian Umum dapat dipersiapkan dengan baik,” kata Ahmad Zazuli.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan untuk meniadakan seluruh rangkaian perayaan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan.

Keputusan tersebut diambil di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tragedi KM Virgo Transport 8 baru-baru tadi.

Dari rangkaian agenda yang biasanya mewarnai peringatan hari jadi, prosesi ziarah ke makam Sultan Suriansyah menjadi agenda yang tetap dipertahankan.

Ziarah makam raja pertama Kesultanan Banjar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9) pukul 08.00 Wita dan diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Banjarmasin, kepala SKPD, serta sejumlah unsur lainnya.

Usai ziarah, rangkaian harjad ke-500 dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Hari Jadi Kota di Gedung DPRD Kota Banjarmasin.

Sidang istimewa menjadi agenda resmi berikutnya setelah prosesi penghormatan di makam Sultan Suriansyah. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Jelang Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, BKPRMI Gelar Wisuda Akbar Santri TK/TP Al Quran

Banjarmasin – Jelang Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, BKPRMI kembali melaksanakan wisuda akbar ke-38 santri TK/TP Al Quran, di Gedung Mahligai Pancasila, Senin (21/9).

Wakil Wali Kota Ananda, menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin atas dilaksanakannya wisuda santri TK/TP Al Quran ini.

“Atas nama Pemko Banjarmasin kami mengapresiasi kegiatan wisuda akbar ini,” ungkap Ananda, kepada sejumlah wartawan.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda saat menyampaikan sambutannya

Ananda berharap, khataman ini membawa berkah bagi Kota Banjarmasin yang sebentar lagi memasuki usia 500 tahun.

“Semoga khataman Al Quran ini, terus dijaga bacaannya karena apa yang kita baca tersebut mengandung kebaikan,” ucap Ananda.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kota Banjarmasin, Mahalli mengatakan, wisuda akbar kali ini diikuti 780 dari yang seharusnya 840 santri khatam Al Quran.

“Semboyan BKPRMI Kota Banjarmasin adalah tadarus Al Quran setiap hari di rumah,” ujar Mahalli.

Dijelaskan Mahalli, santri yang belajar di TK/TP Al Quran di Kota Banjarmasin berjumlah ribuan, dan mereka diminta terus belajar dengan sungguh sungguh, seperti apa yang diajarkan ustadz dan ustadzah di unit masing-masing.

“Sedang untuk yang sudah diwisuda ini dapat melanjutkan sesuai dengan kemampuan masing – masing, seperti ke tilawah, tartil, serta tahfidz,” ucapnya.

Dikatakan Mahalli, pihaknya bersyukur karena setiap tahun jumlah santri yang mengikuti wisuda akbar terus mengalami peningkatan. (SRI/RIW/APR)

Bantu Warga 3 Kecamatan, PT PAM Bandarmasih Distribusikan Air MCK

Banjarmasin – PT Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih, mendistribusikan Air Bersih Darurat untuk keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Rencana aksi ini disampaikan Direktur Utama PT PAM Bandarmasih Zulbadi, di Aula PAM Bandarmasih, Senin (21/9).

“Pendistribusian air bersih hanya untuk MCK tersebut dilaksanakan Selasa 22 September 2026 jam 12 malam,” ungkap Zulbadi, kepada sejumlah wartawan.

Air bersih tersebut, lanjutnya, hanya untuk keadaan darurat, yakni untuk keperluan MCK saja.

Daerah terdampak air bersih yang mendapat distribusi, adalah seluruh wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat. Begitu juga sebagian Banjarmasin Tengah, yakni, kelurahan Teluk Dalam, Mawar, Kertak Baru Ilir, Kertak Baru Ulu, Pasar Lama, dan Kelurahan Antasan Besar.

Air MCK juga dibagikan di sebagian Kecamatan Banjarmasin Utara, meliputi Kelurahan Pangeran, Kuin Utara, Alalak Selatan, Alalak Tengah, serta Alalak Utara.

“Kami mengimbau masyarakat, untuk mengikuti apa yang telah disampaikan, yakni memanfaatkan air MCK sesuai fungsinya,” ucap Zulbadi.

Zulbadi juga mengingatkan masyarakat, agar mematuhi aturan yang telah disampaikan melalui sosialisasi kepada pelanggan di wilayah terdampak air bersih.

Mengingat
air yang didistribusikan hanya untuk MCK saja, dan tidak untuk dikonsumsi.

Sedang untuk air minum, pihaknya telah menyediakan tandon atau tempat penampungan air di beberapa titik ke wilayah di Kecamatan Banjarmasin Barat, sebagian wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah, serta Banjarmasin Utara.

Dijelaskan Zulbadi, sebelum rencana tersebut dilaksanakan, pihaknya telah melakukan audensi dengan pelanggan di wilayah tersebut, dan sebanyak 70 persen menyatakan setuju dengan distribusi air bersih untuk keperluan MCK, dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (SRI/RIW/APR)

Kader Posyandu Harus Makin Terampil, Bukan Sekadar Aktif

Banjarmasin – Kader Posyandu Kota Banjarmasin didorong agar tidak berhenti pada keaktifan dalam kegiatan, tetapi terus meningkatkan keterampilan dan kapasitas, agar mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Banjarmasin, di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Kamis (17/9).

Menurut Neli, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting di tengah semakin luasnya peran Posyandu melayani masyarakat.

Kader dituntut memiliki keterampilan yang memadai, kemampuan komunikasi yang baik, serta terbuka terhadap inovasi dalam pelayanan kesehatan.

“Yang perlu kita lakukan adalah terus mengasah kemampuan, keterampilan klinik, komunikasi, serta mengadopsi inovasi dalam seluruh pelayanan kesehatan,” ujar Neli.

Ketua TP PKK Banjarmasin Neli Listriani

Oleh karena itu, Jambore Kader Posyandu tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan, tetapi dirancang untuk mengasah kemampuan kader melalui penguatan 25 keterampilan dasar Posyandu yang menjadi bekal dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

Neli mengatakan peningkatan kapasitas ini turut berjalan beriringan dengan pemberian apresiasi terhadap kader.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Upaya memperkuat kapasitas kader tersebut sejalan dengan capaian yang telah ditorehkan tim dan kader Posyandu kota Banjarmasin di tingkat provinsi.

Posyandu Antasan Indah 2, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meraih Juara VI kategori Pemberdayaan Masyarakat tingkat Kalimantan Selatan.

Pada ajang yang sama di kategori individu, Khairunnisa, kader Posyandu (Antasan Indah 2) berhasil meraih Juara I.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah, menyoroti capaian Posyandu Kota Banjarmasin yang mengalami penurunan peringkat pada penilaian tingkat provinsi.

“Sebelumnya kita di posisi ketiga, penilaian terakhir kita berada pada peringkat keenam,” ungkap Yanuar.

Terkait apa yang menjadi hasil evaluasi penilaian, ujarnya, kendala terdapat pada aspek sarana dan prasarana, meskipun kemampuan individual kader dinilai sudah sangat baik.

“Dari segi bina kemampuan, para kader kita ini luar biasa. Namun, kelemahan kita ada pada sarana dan prasarana. Posyandu kita kebanyakan belum memiliki tempat yang definitif, masih berpindah-pindah, kadang di rumah warga atau mushola,” jelasnya lagi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yanuar menegaskan komitmennya agar ke depan lokasi posyandu diupayakan tidak lagi berpindah-pindah.

Jambore Posyandu kali ini diikuti kelompok dari kader-kader terbaik perwakilan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan se- kota Banjarmasin.

Kegiatan diisi dengan peningkatan pengetahuan, salah satunya melalui lomba cerdas cermat yang menguji 25 keterampilan dasar posyandu.

Berikut daftar pemenang Penilaian Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Banjarmasin 2026

Peringkat I : Eka Sri Lestari (Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan)

Peringkat II : Munawwaroh (Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara)

Peringkat III : Siti Nurlia (Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar Kecamatan Banjarmasin Tengah)

Peringkat IV : Rahimah (Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur)

Peringkat V : Neneng Christina (Pos Pelayanan Terpadu Nusa Indah 3 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat)

Daftar pemenang Penilaian Kinerja Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Banjarmasin 2026

Peringkat I : Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan

Peringkat II : Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur

Peringkat III : Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara

Peringkat IV : Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar Kecamatan Banjarmasin Tengah

Peringkat V : Pos Pelayanan Terpadu Nusa Indah 3 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Pesan Bunda PAUD Banjarmasin, Jangan Bebani Anak dengan Tes Calistung Saat Masuk SD

Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menegaskan, anak tidak seharusnya dibebani kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat memasuki Sekolah Dasar (SD).

Masa transisi dari PAUD ke SD harus berlangsung menyenangkan, sesuai tahapan tumbuh kembang, serta membuat anak merasa aman dan nyaman di sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Neli dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan di Banjarmasin, Kamis (17/9).

Dalam kegiatan itu, Neli mendorong kesamaan persepsi agar kebijakan transisi PAUD-SD benar-benar diterapkan di ruang kelas, bukan berhenti sebagai program.

“Anak-anak memiliki masa yang berbeda – beda untuk cepat menangkap pelajaran akademik. Jadi tidak ada paksaan, tidak ada tuntutan yang membebani anak – anak,” kata Neli.

Bunda PAUD Banjarmasin Neli Listriani

Menurutnya, pengalaman anak saat pertama memasuki SD penting untuk membangun fondasi pendidikan selanjutnya.

Anak perlu datang ke sekolah dengan rasa gembira, bukan takut karena merasa belum mampu membaca, menulis atau berhitung.

“Perkembangan tiap anak itu berbeda-beda, jangan sampai hanya karena ada tes calistung, anak-anak kita tidak memiliki niat atau ketertarikan untuk masuk sekolah,” ucapnya.

Neli berharap, seluruh satuan PAUD dan SD menjalankan pendekatan tersebut secara konsisten agar anak tidak lagi melihat masuk SD sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Harapannya seluruh guru satuan PAUD maupun SD bisa menjalankan program ini, sehingga anak-anak untuk masuk sekolah itu tidak takut,” ujarnya.

Bagi anak, masuk SD bukan tentang seberapa cepat Ia dapat membaca atau berhitung, tetapi tentang bagaimana pertama kali belajar mencintai sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan, penerimaan murid baru SD tidak melalui tes calistung.

Setelah diterima, kemampuan membaca, menulis dan berhitung tetap dikembangkan melalui pembelajaran yang menyenangkan, termasuk pendekatan bermain dan aktivitas yang membantu anak memahami konsep berhitung, bukan sekadar menghafal.

Untuk mendukung implementasinya, Disdik bersama Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD Kota Banjarmasin memperkuat kapasitas guru PAUD dan guru SD, menyiapkan alat peraga transisi secara bertahap, menyesuaikan lingkungan belajar kelas I SD, serta mendorong kolaborasi guru PAUD dengan guru SD.

Bimtek tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran “Asyiknya Batik SD”, program yang menegaskan komitmen menghadirkan masa transisi PAUD ke SD yang menyenangkan tanpa tes calistung. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Sambut Harjad ke-500, Banjarmasin Barat Gelar Lomba Masak dan Menghias Tanggui

Banjarmasin – Kecamatan Banjarmasin Barat melaksanakan Lomba Memasak Ikan Nila serta Lomba Kreasi Menghias Tanggui, di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (17/9).

Ket foto : Camat Banjarmasin Barat Amrullah

Camat Banjarmasin Barat Amrullah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Dalam rangka memperingati Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, kami dari Kecamatan Banjarmasin Barat bekerjasama dengan beberapa mitra, melaksanakan lomba kreasi masak ikan Nila dan menghias tanggui,” ungkap Amrullah.

Dengan peserta yang mengikuti dari perwakilan kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dijelaskan Amrullah, dipilihnya masak ikan Nila ini karena mudah didapat, bergizi, serta disukai masyarakat Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan diadakannya lomba ini lahir menu atau inovasi baru dari pengolahan ikan Nila,” ucap Amrullah.

Kecamatan Banjarmasin Barat bersyukur peserta antusias mengikuti dua lomba.

“Sebenarnya peserta yang ingin mendaftar cukup banyak, namun karena keterbatasan tempat maka peserta kami batasi,” ujarnya.

Begitu juga, lanjut Amrullah, untuk peserta menghias tanggui, pihaknya minta dari 2 perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Lomba ini tentunya bertujuan turut serta melestarikan Budaya Banjar melalui kriya dengan lomba menghias tanggui serta kuliner dengan lomba masak ikan Nila,” tutur Amrullah.

Lomba kreasi tanggui ini juga digelar, karena di Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat Kampung Pembuat Tanggui, sehingga pelestarian harus terus dilakukan. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Yamin Resmi Tiadakan Perayaan Meriah Hari Jadi ke-500 Banjarmasin

Banjarmasin — Wali Kota, Muhammad Yamin, resmi meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan.

Keputusan tersebut disampaikan Yamin melalui tayangan video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9).

Yamin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, gangguan kualitas udara dan kesehatan, kekeringan serta persoalan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan keluarga, yang menunggu kabar orang-orang terdekat mereka.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.

Menurut Yamin, kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.

“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernafasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebutuhan masyarakat dan sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Selain itu, Yamin mempertimbangkan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.

“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.

Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang terdampak keputusan tersebut.

Ia menegaskan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi arti perjalanan panjang Kota Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.

“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujar Yamin.

Yamin mengajak masyarakat mengarahkan momentum tersebut untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas menghadapi situasi yang sedang terjadi.

“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan.” ucap Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Dukung Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan, Bank Kalsel Salurkan CSR Budidaya Lele di Bank Sampah “Bahe’mart”

Banjarmasin – Bank Kalsel memperkuat komitmennya mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kali ini, Bank Kalsel menyerahkan bantuan CSR Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Ikan Lele, kepada Pusat Daur Ulang (PDU) skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (16/9).

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Kehadiran para pimpinan ini disambut hangat Pengurus Bank Sampah “Bahe’mart” yang diketuai Istiqomah bersama Ardiansyah, beserta warga setempat.

Sinergi ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara Bank Kalsel, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan penggerak lingkungan, menciptakan kawasan permukiman mandiri dan berwawasan lingkungan. Dukungan ini merupakan keberlanjutan dari kolaborasi sukses sebelumnya.

Pada program awal, Bank Kalsel telah menyalurkan 20 unit Tempat Sampah Sedekah Botol Plastik yang tersebar di 13 titik strategis Kota Banjarmasin—meliputi 7 titik di lembaga pendidikan, 3 titik di masjid, 1 titik di kantor pemerintahan, serta 2 titik di lingkungan RT.

Dalam kurun waktu 7 bulan, program tersebut berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik, di mana hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa integrasi antara pengelolaan sampah organik dan budidaya ikan lele ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sirkular yang nyata bagi warga setempat.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Ibu Istiqomah, Bapak Ardiansyah, beserta seluruh pengurus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak berdiri tahun 2019 mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,” ujar Fachrudin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat melalui program CSR tersebut.

“Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti karena menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sekaligus mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk mendorong masyarakat agar memulai kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari sumber, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutur Muhammad Yamin.

Wali Kota juga menekankan pentingnya keberlanjutan fasilitas yang telah diserahkan.

“Peresmian hari ini bukanlah akhir dari sebuah program, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan,” tambahnya.

Melalui program CSR terpadu ini, Bank Kalsel terus membuktikan peran aktifnya sebagai mitra pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta kemandirian ekonomi masyarakat. (ADV-RIW/EPS)

Masuki Hari Kelima,
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Maksimalkan Seluruh Kekuatan

Banjarmasin — Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin melanjutkan pelaksanaan Operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Memasuki hari kelima (H5), operasi pencarian dan pertolongan terus diintensifkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR dari instansi pemerintah, TNI/Polri, serta potensi SAR lainnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban kecelakaan ini sebanyak 243 orang. Hingga saat ini tercatat 108 orang berhasil selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pada operasi pencarian hari sebelumnya, berbagai perkembangan signifikan terjadi di lapangan.

Tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing dan persiapan operasi SAR. Unsur laut dan udara terus melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan.

Secara visual, pada Rabu (17/9), badan KM Virgo Transport 8 sudah tidak terlihat di permukaan laut dari jarak 1,1 mil laut.

Deteksi bawah air oleh unsur TNI AL menggunakan sonar aktif berhasil mengidentifikasi posisi objek yang diduga kapal pada koordinat 04°31,667′ S – 114°00,245′ T, dengan pergeseran sekitar 500 yard ke arah tenggara dari posisi sebelumnya.

Selain itu, ditemukan pula life raft yang diduga berasal dari kapal tersebut di perairan Kuala Pembuang.

Pada hari kelima operasi, Kamis (17/9) strategi pencarian dibagi menjadi dua sektor utama, yaitu udara dan laut.

Unsur udara melibatkan helikopter Basarnas, Polri, dan TNI AL yang difokuskan pada penyisiran area seluas kurang lebih 1.489 nautical mile persegi.

Sementara itu, unsur laut melakukan pencarian dengan pembagian empat sektor utama dengan total luas area mencapai sekitar 5.600 nautical mile persegi.

Operasi SAR ini melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur. Berbagai alut (alat utama) juga dikerahkan, meliputi kapal SAR, kapal perang TNI AL, helikopter, pesawat udara, hingga peralatan pendukung pencarian dan evakuasi.

Dalam pelaksanaan operasi, tim di lapangan menghadapi kendala berupa perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.

Meski demikian, kondisi cuaca saat ini dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,5 meter, yang masih memungkinkan pelaksanaan operasi secara optimal.

Basarnas menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan pertolongan hingga seluruh korban dapat ditemukan. (Basarnas-RIW/EPS)

Exit mobile version