TPK Banjarmasin Perkuat Operasional dengan 4 E-RTG Baru, ALFI Optimis Dukung Kelancaran Logistik

Banjarmasin – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin, memperkuat kapasitas operasional dan kualitas layanan dengan mendatangkan 4 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru.

Empat unit E-RTG yang akan memperkuat operasional TPK Banjarmasin ini, merupakan peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik yang dirancang meningkatkan produktivitas penanganan peti kemas di lapangan penumpukan (container yard).

Penambahan peralatan bongkar muat modern tersebut merupakan bagian dari program investasi PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), untuk meningkatkan kapasitas terminal, produktivitas layanan, serta kesiapan infrastruktur mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya.

Terminal Head Terminal Petikemas Banjarmasin, Sirin Purnomo mengatakan, investasi peralatan menjadi bagian dari strategi perusahaan, meningkatkan keandalan operasional terminal sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas yang terus berkembang.

“Penambahan empat unit E-RTG ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas terminal. Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis dapat memberikan layanan yang semakin cepat, andal, dan efisien kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Sirin.

Menurutnya, modernisasi peralatan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan kepelabuhanan serta memperkuat posisi TPK Banjarmasin sebagai salah satu simpul logistik utama di Kalimantan Selatan.

“Selain meningkatkan kapasitas operasional, penggunaan E-RTG juga mendukung implementasi pelabuhan yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih efisien. Hal ini sejalan dengan komitmen Pelindo dalam mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.

Perwakilan Pengurus ALFI/ILFA Banjarmasin dan JPT, Tujan Noor, menyambut positif investasi peralatan yang dilakukan Pelindo Terminal Petikemas di TPK Banjarmasin.

Menurutnya, penambahan empat unit E-RTG akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas terminal dan kelancaran arus logistik di Kalimantan Selatan.

“Kami mengapresiasi langkah Pelindo Terminal Petikemas melakukan investasi peralatan modern di TPK Banjarmasin. Penambahan empat unit E-RTG ini tentunya akan meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas dan mendukung kelancaran arus barang yang menjadi kebutuhan utama para pengguna jasa,” kata Tujan.

Ia menilai keberadaan E-RTG berbasis listrik menunjukkan komitmen Pelindo dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan.

“Dari sisi pengguna jasa, yang paling kami harapkan adalah peningkatan produktivitas terminal, percepatan pelayanan, serta berkurangnya potensi antrean ketika volume peti kemas meningkat. Dengan dukungan peralatan yang lebih andal, tentu akan berdampak positif terhadap efisiensi biaya logistik dan daya saing dunia usaha di daerah,” ujarnya.

Tujan menambahkan, bahwa TPK Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama Kalimantan Selatan sehingga penguatan infrastruktur dan peralatan terminal perlu terus dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan aktivitas perdagangan dan industri.

“Kami optimis kehadiran E-RTG baru ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan TPK Banjarmasin serta mendukung kelancaran distribusi barang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor-impor,” tutupnya. (Pelindo-RIW/EPS)

Berbagi Qurban 2026, Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Salurkan 19 Sapi dan 13 Kambing

Banjarmasin — Dalam rangka memeringati Hari Raya Iduladha 1447 H, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan kembali melaksanakan program sosial keagamaan bertajuk Pelindo Berbagi Qurban 2026, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.

Pada tahun 2026, khusus di wilayah Banjarmasin, Pelindo Group menyalurkan sebanyak 19 ekor sapi dan 13 ekor kambing yang berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta bantuan sosial dari berbagai entitas Pelindo Group.

Kegiatan penyerahan hewan qurban tersebut dihadiri jajaran manajemen Pelindo Group, mitra kerja, stakeholder, serta panitia qurban dari masing-masing entitas perusahaan.

Dalam sambutannya, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sugiono menyampaikan, bahwa momentum Hari Raya Iduladha menjadi sarana untuk memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Melalui program Pelindo Berbagi Qurban 2026, kami ingin terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dengan lingkungan sekitar. Kami berharap bantuan hewan qurban ini dapat memberikan kebahagiaan, keberkahan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sugiono.

Ia juga menegaskan, bahwa Pelindo tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis semata, tetapi turut berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan.

Program Pelindo Berbagi Qurban merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai perusahaan, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan sosial yang harmonis.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan ini dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Pelindo-RIW/EYN)

DPRD Kalsel Bentuk Pansus Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi

Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi, untuk memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran, melalui Rapat Paripurna Internal, Selasa (26/5).

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, kepada wartawan mengatakan, pembentukan pansus dilakukan menyusul berbagai temuan dan laporan terkait distribusi Bahan Bakar Minyak bersubsidi di Kalimantan Selatan yang dinilai masih belum berjalan optimal. Ini dibentuk sebagai langkah DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di daerah.

Suasana rapat paripurna internal DPRD Kalsel.

“Pansus ini dibentuk berdasarkan penilaian dan hasil rapat dengar pendapat bersama sejumlah pihak, termasuk asosiasi sopir dan kelompok masyarakat,” ucapnya.

Kartoyo menjelaskan, pansus akan langsung bekerja setelah proses pembentukan struktur pimpinan selesai dilakukan. Tahapan awal yang akan dilaksanakan yakni rapat kerja serta penyusunan rencana kerja pansus sebelum nantinya turun langsung ke lapangan.

“Kita akan fokuskan pada fungsi pengawasan dan pengumpulan berbagai temuan di lapangan, yang nanti akan dijadikan rekomendasi kepada pihak terkait,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Dessy Oktavia Sari, saat membacakan usulan draf Pansus.

Lebih lanjut Kartoyo menambahkan, untuk pengawasan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Masyarakat, asosiasi sopir, LSM, hingga satgas terkait bisa menjadi mitra pansus untuk memberikan masukan maupun pengawasan di lapangan.

“Kami berharap, pembentukan pansus tersebut, distribusi BBM bersubsidi di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, serta mampu meminimalisir berbagai pelanggaran yang merugikan masyarakat,” tutupnya.

Rapat paripurna di pimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, didampingi Dessy Oktavia Sari dan Plh Sekretaris DPRD Kalsel, Andre Yuzhar, dihadiri Anggota DPRD Kalsel, di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Banjarmasin. (NHF/RIW/EYN)

Sapi Kurban Presiden dan Wali Kota Disalurkan untuk Warga Banjarmasin

Banjarmasin – Bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi diserahkan kepada masyarakat Kota Banjarmasin di halaman Masjid Agung Miftahul Ihsan, Selasa (26/5). Sapi jenis Simmental dengan bobot mencapai 973 kilogram atau hampir satu ton itu, akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) sebelum dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Hari Raya Iduladha.

Tak hanya bantuan dari Presiden, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, turut menambahkan satu ekor sapi kurban sebagai bentuk kepedulian terhadap warga dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi, atas perhatian Presiden kepada masyarakat Kota Seribu Sungai.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar simbol ibadah kurban, tetapi juga bentuk hadirnya negara di tengah kebutuhan masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi masyarakat dan menjadi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Dengan tambahan satu ekor sapi kurban dari pemerintah kota ini, harapnya, dapat memperluas jangkauan penerima manfaat, khususnya masyarakat kurang mampu di sekitar kawasan masjid.

Selain penyaluran hewan kurban, Ia juga menyoroti persoalan lingkungan saat pembagian daging nanti. Yamin menegaskan, agar pembagian daging kurban tahun ini dapat diarahkan lebih tertib dan ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Selain itu, warga juga diimbau membawa wadah sendiri atau menggunakan kemasan alternatif seperti anyaman purun. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi untuk menekan volume sampah pasca-Iduladha yang setiap tahun meningkat di kawasan perkotaan.

“Kami ingin pembagian daging kurban tetap berjalan lancar tanpa meninggalkan persoalan lingkungan. Edukasi penggunaan wadah ramah lingkungan harus mulai dibiasakan,” pesannya lagi.

Di sisi lain, pemerintah kota juga tengah mempercepat penataan Masjid Agung Miftahul Ihsan agar menjadi ikon religi dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Kawasan masjid yang berada dekat Pasar Antasari dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus wajah kota.

Saat ini proses pengecatan dan pembersihan kawasan terus dilakukan menjelang Salat Iduladha. Pemerintah melihat langkah tersebut sebagai peluang memperkuat citra kota religius dan humanis.

Senada, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar berharap, distribusi daging kurban nantinya berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan panitia kurban menjadi kunci agar pembagian berlangsung tertib tanpa menimbulkan kerumunan berlebihan.

“Di momentum Iduladha, kita ingin ini menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Anang Wijatmiko, memastikan stok hewan kurban di kota tersebut dalam kondisi aman menjelang Iduladha 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat sekitar 2.000 ekor sapi dan 2.500 ekor kambing yang telah diperiksa kesehatannya.

Meski demikian, pihaknya menerima laporan adanya beberapa sapi yang mengalami kelelahan akibat perjalanan dan cuaca ekstrem.

“Jika kondisi hewan tidak pulih sempurna, kami sarankan tidak digunakan untuk kurban dan dialihkan menjadi stok daging segar harian,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para panitia dan pemotong hewan agar menerapkan tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam sekaligus memerhatikan kesejahteraan hewan demi menjaga kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat.

Kegiatan penyerahan sapi kurban tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, pengurus Masjid Agung Miftahul Ihsan, unsur Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menyambut antusias bantuan kurban dari Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Banjarmasin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EYN)

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Solid, Inflasi Terkendali dan Belanja Daerah Terakselerasi

Banjarmasin – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kanwil DJPb Kalsel) kembali melaporkan capaian impresif pada indikator ekonomi dan fiskal regional. Laporan itu disampaikan pada Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan untuk realisasi hingga 30 April 2026, pada Senin (25/5).

Publikasi dipimpin Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, didampingi Muhtadi, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan, Tetik Fajar Ruwandari, Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, dan Rimedi Tarigan Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.

Dalam pemaparannya, Catur Ariyanto Widodo menjelaskan, performa positif yang tercatat sepanjang Triwulan I berhasil dipertahankan dan terus berlanjut hingga April 2026. Lewat pertumbuhan ekonomi yang solid serta penyaluran anggaran yang kian efektif, Kalimantan Selatan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sukses mencapai 5,67% pada Triwulan I 2026,” jelasnya.

Dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara telah mencapai sebesar Rp9,50 triliun atau 31,75% dari pagu, di mana porsi terbesarnya dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,68 triliun.

Selain itu, menurut Catur, kinerja APBD pada periode ini juga mencatatkan surplus sebesar Rp993,29 miliar, menandakan ruang fiskal yang sehat untuk mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan.

Dinamika Neraca Perdagangan dan Tantangan Pengendalian Inflasi Perekonomian Kalimantan Selatan, juga terus menunjukkan resiliensi yang solid memasuki awal kuartal II 2026. Neraca Perdagangan Kalsel pada April 2026 konsisten mencatatkan surplus yang signifikan sebesar US$805,95 juta.

Meski surplus ini mengalami kontraksi sebesar 2,29% (yoy) dan 13,46% (mtm) yang disebabkan pertumbuhan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, kinerja perdagangan luar negeri tetap impresif.

“Nilai ekspor pada April 2026 mencapai US$1.059,10 juta, tumbuh 15,1%, yang utamanya didorong peningkatan volume ekspor komoditas batubara sebagai penopang utama dengan kontribusi lebih dari 50%,” tambahnya.

Di sisi lain, nilai impor juga naik tajam sebesar 46,06% (yoy) menjadi US$253,15 juta, akibat naiknya nilai impor komoditas minyak petroleum serta kenaikan harga transaksi BBM diesel.

Dari sisi pergerakan harga, tekanan inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren melandai pada April 2026. Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,67% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,75, turun dan melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya.

Meskipun angka ini masih berada di atas rata-rata inflasi nasional yang menyentuh level 2,42% (yoy), secara bulanan (month-to-month), Kalimantan Selatan justru mencatatkan deflasi sebesar -0,04%, berbeda dengan nasional yang mengalami inflasi 0,13%.

Kabupaten Tanah Laut tercatat sebagai wilayah dengan tekanan inflasi tertinggi di regional yang mencapai 3,96% (yoy), sementara inflasi terendah berada di Kabupaten Kotabaru sebesar 2,90% (yoy).

“Tekanan inflasi tahunan masih didominasi andil komoditas emas perhiasan, beras, dan ikan nila. Namun secara bulanan, deflasi yang terjadi utamanya disumbang penurunan harga pada komoditas daging ayam ras, emas perhiasan, dan terong, yang mampu meredam dorongan inflasi dari angkutan udara dan beras,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, Catur menegaskan, TPID di wilayah Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi. Hingga 26 April 2026, pelaksanaan Operasi Pasar dan Gerakan Pasar Murah telah menyalurkan beras SPHP sebesar 3,69 ribu ton.

Langkah strategis lainnya juga terus diimplementasikan, meliputi Gerakan Tanam Padi Serempak dan Optimasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan, pemberian bantuan distribusi bapokting di kawasan Basirih, serta penguatan sisi pasokan melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan diversifikasi konsumsi yang ditekankan melalui HLM TPID Kota Banjarmasin. (DJPKalselteng-RIW/EYN)

Taklukan Banjarbaru, Kontingen Banjarmasin Rebut Emas Sepakbola POPDA Kalsel 2026

Banjarmasin – Kontingen Kota Banjarmasin berhasil meraih gelar juara cabang olahraga sepak bola pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Selatan 2026, setelah menundukkan Banjarbaru dengan skor tipis 1-0 pada partai final, Minggu (24/5) siang.

Laga final yang berlangsung di Green Yakin Soccer Field itu berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Kedua tim sama-sama tampil agresif demi memperebutkan medali emas ajang olahraga pelajar terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.

Gol kemenangan Banjarmasin tercipta pada babak kedua melalui Muhammad Fathan Noor pada menit ke-21. Gol tunggal itu sekaligus memastikan Banjarmasin keluar sebagai kampiun sepak bola POPDA Kalsel 2026.

Sepanjang pertandingan, Banjarbaru sebenarnya berupaya memberikan perlawanan. Namun, rapatnya lini pertahanan Banjarmasin membuat peluang yang dibangun lawan gagal dikonversi menjadi gol.

Pelatih Banjarmasin, Ana Supriatna mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya merebut gelar juara, meski dalam kondisi kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan.

“Kita memang menargetkan juara. Anak-anak juga kelelahan karena tidak ada jeda pertandingan. Strategi sebenarnya tidak begitu berjalan sesuai rencana, tetapi kami bersyukur bisa menjadi juara,” ujar Ana Supriatna usai pertandingan.

Menurutnya, mental bertanding dan semangat juang para pemain menjadi faktor utama keberhasilan timnya meraih kemenangan pada laga final tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, menyambut positif hasil kompetisi sepak bola POPDA tahun ini.

Ia menilai munculnya Banjarmasin sebagai juara menjadi gambaran pemerataan kekuatan pembinaan olahraga di daerah.

“Alhamdulillah ada satu peta kekuatan baru. Banjarmasin bisa meraih peringkat pertama. Ke depan kita berharap pembinaan olahraga ini semakin merata,” katanya.

Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengalungkan medali kepada pemenang.

Pebriadin menambahkan, hasil POPDA menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, mempersiapkan atlet muda menuju level yang lebih tinggi.

“Ini juga menjadi ajang evaluasi bagi kami agar para atlet nantinya bisa masuk ke level atlet junior dan berkembang lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya.

Sementara di peringkat ketiga ditempati Kabupaten Tanah Laut yang menang atas Tapin dengan skor 3-0. (DISPORAKALSEL-SRI/EYN)

Banua CreativePreneur 2026, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Kalimantan Selatan

Banjarmasin – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmennya, memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan Banua CreativePreneur 2026. Program digelar selama dua hari, dari 25 – 26 Mei 2026 disalah satu Hotel berbintang di Banjarmasin.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, didampingi Kabid Ekraf Kelembagaan dan SDM Pariwisata, dan Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Ekonomi Kreatif, Kemitraan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (EK2P-SDMP) ini, diikuti peserta yang mengikuti kurasi dengan seleksi ketat, melalui tahapan open call lebih dari hampir 300 pendaftar. Akhirnya terpilih 60 peserta terbaik untuk mengikuti proses kurasi.

“Nantinya akan dipilih kembali 20 pelaku ekonomi kreatif unggulan yang akan menjadi binaan tahun 2026,” katanya kepada wartawan.

Menurut Iwan, untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, Dispar Kalsel menghadirkan tim kurator dari berbagai kalangan profesional dan praktisi nasional.

Mereka di antaranya Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Neli Yana, kemudian Head of Program Fashion BINUS University, Ratna Dewi Paramita, Chef sekaligus Entrepreneur Agus Sasirangan, serta pelaku ekonomi kreatif binaan tahun 2025, Nurhamdhani, serta melibatkan para kurator eksternal Dinas Pariwisata Kalsel, untuk memastikan proses kurasi berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Banua CreativePreneur 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Salah satu produk ekonomi kreatif.

Iwan menambahkan, peserta yang mengikuti kurasi mayoritas berasal dari subsektor kuliner, kriya, dan fashion yang selama ini menjadi unggulan ekonomi kreatif Kalimantan Selatan.

Meski demikian, kesempatan juga diberikan kepada subsektor ekonomi kreatif lainnya, agar memiliki peluang berkembang dan mendapatkan pembinaan.

“Program ini dapat membantu para pelaku ekonomi kreatif meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta memperkuat identitas lokal sebagai ciri khas ekonomi kreatif Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EYN)

FGD Transformasi APIP, Gubernur Muhidin: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sistem pengawasan internal untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi APIP Menuju Pengawasan yang Adaptif, Terintegrasi, dan Berdampak yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (22/5).

Ket : Gubernur Kalsel Muhidin, saat memberikan sambutan

FGD tersebut dibuka langsung Gubernur Kalsel, Muhidin dan turut dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Mahendra Jaya, serta kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Gubernur Muhidin menegaskan, forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota terkait pengawasan pemerintahan dan pengelolaan anggaran daerah.

Menurutnya, pemahaman yang sama terhadap regulasi dan kebijakan terbaru sangat diperlukan agar pelaksanaan program pemerintahan berjalan optimal serta terhindar dari kesalahan administrasi.

“Melalui FGD ini, kami berharap pelaksanaan pemerintahan di seluruh perangkat daerah semakin baik, terutama dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan,” ujar Muhidin.

Ia menambahkan, penguatan pengawasan tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi juga akan dilanjutkan melalui pendampingan langsung ke kantor maupun dinas-dinas di lingkungan pemerintah daerah.

“Pendampingan akan terus dilakukan agar seluruh perangkat daerah dapat menjalankan tugas sesuai aturan dan meminimalisasi potensi kesalahan dalam tata kelola pemerintahan,” tambahnya.

Muhidin juga berharap penguatan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mampu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Kalimantan Selatan.

Ket : Suasana pembukaan FGD Transformasi APIP

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Mahendra Jaya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inspektorat Daerah yang menginisiasi FGD transformasi pengawasan APIP tersebut.

Menurutnya, peran APIP saat ini telah berkembang menjadi mitra strategis kepala daerah dan organisasi perangkat daerah dalam mendeteksi persoalan sejak dini, bukan lagi sekadar aparat pemeriksa.

“APIP bukan untuk ditakuti. APIP hadir untuk membantu kepala daerah dan OPD dalam mendeteksi persoalan, memberikan peringatan, serta bersama-sama mencari solusi agar masalah yang sama tidak kembali terjadi,” katanya.

Ia menilai transformasi pengawasan menjadi kebutuhan penting agar tata kelola pemerintahan semakin kuat dan seluruh program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan agar seluruh program dapat berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Regulasi Pengelolaan Limbah dan Sampah, Jadi Prioritas DPRD Banjarmasin Tahun Ini

Banjarmasin – DPRD Kota Banjarmasin mendorong Perda prioritas 2026, untuk memperkuat sistem sanitasi dan pengelolaan sampah di Kota Seribu Sungai. Kedua aturan tersebut dinilai penting, agar penanganan lingkungan di Banjarmasin memiliki dasar hukum yang jelas dan terintegrasi.

Anggota Badan Musyawarah DPRD Banjarmasin, Hendra menjelaskan, selama ini pengelolaan limbah domestik maupun persampahan belum berjalan maksimal, karena tidak adanya regulasi kuat yang mengatur kerja sama lintas instansi.

Menurutnya, perda pertama yang menjadi prioritas adalah Perda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Regulasi tersebut menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah, menjalankan sistem sanitasi yang lebih terstruktur dan legal.

“Pengelolaan air limbah domestik dimaksudkan penanganan sanitasi, lebih terstruktur dan legal,” ujarnya kepada wartawan baru-baru tadi.

Hendra menjelaskan, penanganan limbah domestik membutuhkan kolaborasi sejumlah dinas terkait, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin.

Dengan adanya perda tersebut, koordinasi lintas sektor diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami juga memprioritaskan Perda Pengelolaan Persampahan. Regulasi ini harus mampu mengubah paradigma pengelolaan sampah di Banjarmasin, agar tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan semata,” jelasnya.

Hendra menilai, sampah seharusnya dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan memberi manfaat bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, pengelolaan sampah yang baik dapat membuka peluang tambahan pemasukan bagi warga.

“Kedua Perda tersebut menjadi landasan hukum yang kuat bagi pemerintah kota, meningkatkan kualitas sanitasi serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

Masuki Babak Semifinal, Ini Grup Yang Berlaga di Cabor Sepak Bola POPDA Kalsel

Banjarmasin – Pertandingan sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026, di Kota Banjarmasin, kini memasuki penghujung fase grup.

Masing-masing kontestan terus bersaing memperebutkan tiket menuju babak semifinal dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Green Yakin Soccer Field (GYSF), Kabupaten Banjar, Kamis (21/5).

Persaingan di seluruh grup berlangsung ketat. Sejumlah tim masih memiliki peluang lolos ke semifinal, terutama di Grup B dan D yang persaingannya masih terbuka hingga pertandingan terakhir.

Rilis Dispora Kalsel, Kamis (21/5) menyebutkan, pada pertandingan hari pertama, Balangan sukses mengalahkan Banjarmasin dengan skor tipis 1-0. Tabalong juga tampil impresif usai menundukkan Hulu Sungai Selatan (HSS) 2-0.

Di Grup A, Banjarbaru membuka peluang lolos setelah menang 2-0 atas Hulu Sungai Utara (HSU), sementara Tapin bermain imbang 1-1 melawan Hulu Sungai Tengah (HST). Adapun Tala berhasil mengatasi Kotabaru 2-0.

Memasuki hari kedua, HST kembali bermain imbang 1-1 kontra Barito Kuala (Batola). Tanah Bumbu (Tanbu) meraih kemenangan penting 1-0 atas HSU. Sedangkan Kotabaru bangkit usai mengalahkan Banjar 2-0.

Di Grup D, Balangan dan HSS bermain tanpa gol, sementara Banjarmasin menjaga asa lolos setelah menaklukkan Tabalong dengan skor 2-1.

Sementara itu, laga hari ketiga sudah mulai berlangsung dengan hasil imbang 1-1 antara Banjar melawan Tala di Grup C. Pertandingan lainnya masih akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke semifinal.

Di Grup A, Banjarbaru dan Tanbu sama-sama mengoleksi tiga poin dan akan saling berhadapan pada laga penentuan. Grup B juga masih terbuka dengan HST memimpin klasemen sementara dengan dua poin, diikuti Batola dan Tapin yang sama-sama mengantongi satu poin.

Persaingan paling sengit terjadi di Grup D. Tabalong, Balangan, dan Banjarmasin sama – sama mengoleksi tiga poin, sedangkan HSS masih memiliki peluang dengan dua poin.

“Seluruh tim dipastikan tampil maksimal demi mengamankan posisi terbaik dan melaju ke babak semifinal Popda Kalsel 2026,” ucap referee assesor, Baktiansyah dalam siaran persnya.(DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version