Gelar Lomba Karya Inovatif 2026, BTIKP Dorong Guru Ciptakan Pembelajaran Interaktif Berbasis AI

Banjarmasin – UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, mendorong transformasi pembelajaran digital di sekolah melalui penyelenggaraan Lomba Karya Inovatif (LKI) 2026.

Kompetisi ini menjadi ajang bagi para guru SMK, SMA, MA, dan SMALB 13 kabupaten kota, menampilkan kreativitas mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Kepala UPTD BTIKP Kalimantan Selatan, Sofyan Feriadi mengatakan, lomba ini merupakan langkah nyata untuk mengumpulkan berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan optimal oleh para pendidik agar pembelajaran tidak lagi berlangsung secara konvensional, melainkan lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik saat ini.

Kepala UPTD BTIKP Kalimantan Selatan, Sofyan Feriadi

“Ini menjadi wadah bagi tenaga pendidik dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif. Kami ingin pembelajaran di sekolah semakin interaktif, agar mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa,” katanya.

Sofyan menjelaskan, salah satu fokus utama lomba tahun ini adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Berbagai karya yang ditampilkan peserta telah mengintegrasikan AI ke dalam media pembelajaran, mulai dari pembuatan kuis interaktif hingga permainan edukatif yang memudahkan siswa memahami materi pelajaran.

Antusiasme guru mengikuti kompetisi ini cukup tinggi. Sebanyak 125 karya dikirimkan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Setelah melalui proses kurasi secara daring yang melibatkan tim dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Kementerian Pendidikan, serta Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), terpilih 50 karya terbaik dari jenjang SMA dan 50 karya terbaik dari jenjang SMK untuk melaju ke babak semifinal.

“Para guru juga memanfaatkan perangkat smart board dan interactive flat panel yang telah tersedia di sekolah sebagai media pembelajaran digital yang lebih inovatif,” ungkapnya.

Salah satu finalis saat memberikan presentasi

Sementara itu, tim Dewan Juri, Arie Mursandi menyampaikan, proses penilaian dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melihat tampilan visual, tetapi juga kualitas materi pembelajaran, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, hingga pengalaman pengguna saat menggunakan media yang dibuat peserta.

“Penilaian meliputi kesesuaian dengan RPP, kualitas materi, tipografi, tata letak, desain antarmuka atau user interface, pemanfaatan unsur permainan edukatif, serta penyusunan kuis yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa,” ucapnya.

Arie menambahkan, dari 100 peserta semifinal, dewan juri akan memilih 10 karya terbaik sebelum menetapkan enam pemenang, yakni Juara I, II, III serta Juara Favorit I, II, dan III.

Para pemenang akan memperoleh trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, sementara peserta yang masuk 10 besar juga akan menerima apresiasi atas inovasi yang dihasilkan.

“Melalui kompetisi ini, BTIKP Kalsel optimis budaya inovasi di lingkungan pendidikan akan terus tumbuh dan mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (NHF/RIW/APR)

DP3A Banjarmasin Gelar Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Banjarmasin – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Sosialisasi yang dilaksanakan ini bekerjasama dengan Ketua Komisi 4 DPRD Kota Banjarmasin Neli Listriani, sebagai penguatan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak di Kota Banjarmasin,” ungkap Kepala DP3A Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, Rabu (8/7).

Diharapkan, melalui sosialisasi ini, apabila ditemukan adanya kasus kekerasan pada perempuan dan anak, maka pihak kelurahan tahu cara penanganan maupun penyelesaiannya.

“Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari pada 6- 7 Juli 2026, dengan tujuan mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan pelindungan anak di Kota Banjarmasin yang berkeadilan, aman, dan bebas dari kekerasan,” jelas Ramadhan lebih lanjut.

Dengan asas kemanusiaan, non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, kesetaraan, partisipasi, perlindungan, dan kemitraan.

Kepala DP3A Banjarmasin Muhammad Ramadhan

“DP3A Kota Banjarmasin mengharapkan kota ini semakin ramah terhadap anak dan perempuan kedepannya,” ucap Ramadhan.

Dengan semakin ramahnya Kota Banjarmasin terhadap anak dan perempuan, maka perempuan akan mendapat akses setara di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hukum, dan sosial budaya.

“Sehingga, Pemko Banjarmasin wajib fasilitasi UMKM perempuan, pelatihan, akses permodalan, dan kemitraan,” ujarnya.

Selain itu setiap SKPD wajib membuat perencanaan, penganggaran, dan evaluasi berbasis gender, maka dengan begitu Kota Banjarmasin akan semakin ramah perempuan dan anak.

“Sedangkan, untuk anak mendapatkan hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi wajib dipenuhi Pemko Banjarmasin,” tutur Ramadhan.

DP3A Banjarmasin juga melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, seperti larangan kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, perdagangan anak, dan pernikahan anak.

Untuk Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Korban, wajib mendapat layanan khusus, kesehatan, pendidikan, rehabilitasi, dan pendampingan hukum.

“Kota Layak Anak (KLA) Banjarmasin didorong memenuhi indikator KLA melalui forum anak, ruang ramah anak, dan data anak,” ucap Ramadhan.

Pada kesempatan tersebut, Ramadhan juga menyoroti hal baru di perda tersebut, yaitu, adanya penguatan peran RT/RW dan kelurahan, sebagai garda terdepan deteksi dini kasus.

Termasuk pelindungan di ruang digital, penanganan perundungan siber dan eksploitasi anak online, serta keterlibatan dunia usaha, yang wajib memiliki kebijakan ramah perempuan dan ramah anak.

“Perda ini jadi payung hukum Pemko Banjarmasin untuk memastikan perempuan punya akses setara dan anak terlindungi. Fokusnya, pencegahan, penanganan, pemulihan, dan pemberdayaan. Pelaksana utamanya DPPPA Kota Banjarmasin dengan dukungan semua pihak terkait lainnya,” pungkas Ramadhan. (SRI/RIW/APR)

Soroti Pemadaman Bergilir, Wali Kota Yamin Minta Penjelasan PLN dan Imbau Warga Siaga Korsleting Listrik

Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin turut menyoroti fenomena pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah terjadi gangguan teknis pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di sejumlah daerah regional Kalimantan.

Hal ini kemudian memengaruhi sistem daya pasok sehingga interkoneksi kelistrikan di Kalimantan menjadi terbatas dan perlu dilakukan upaya pemadaman listrik bergilir.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Pemerintah Kota Banjarmasin pun sangat menyayangkan terjadinya pemadaman bergilir, sebab menurut Yamin, energi listrik merupakan salah satu kebutuhan primer seluruh lapisan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk bagi para pelaku usaha di kota Banjarmasin.

Kendati begitu, Ia mengaku hingga saat ini belum mendapat penjelasan langsung dari PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin terkait peristiwa tersebut.

Foto : net

“Listrik ini kan sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Apalagi jika listrik mati tanpa pemberitahuan sebelumnya, ini tentu sangat berisiko dan merusak daripada barang-barang elektronik milik warga,” ungkapnya di sela kegiatan Rapat Paripurna, Senin (6/7).

Dalam waktu dekat, dirinya akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak PLN dan stakeholder terkait pemicu utama terjadinya pemadaman bergilir.

Ini penting untuk memastikan aktivitas warga tidak terhambat dan hak-hak pelayanan publik bagi warga kota tetap berjalan optimal.

“Masih belum dapat informasi pastinya. Nanti akan kita coba koordinasikan dengan lembaga terkait,” ucapnya.

Dengan kondisi padam listrik yang tidak menentu, Wali Kota pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan siaga terhadap potensi korsleting listrik saat arus kembali menyala. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Gatriwara DPRD Kalsel Padukan Silaturahmi dan Beauty Class, Bangun Percaya Diri Anggota

Banjarmasin – Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar pertemuan rutin yang dikemas dengan konsep berbeda. Selain menjadi ajang silaturahmi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan kali ini juga menghadirkan Demo Class Make Up, sebagai upaya meningkatkan wawasan dan keterampilan para anggota.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung B Lantai 3 Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, berlangsung hangat dan penuh keakraban, pada Senin (6/7) sore.

Pertemuan diawali dengan pembahasan agenda organisasi serta evaluasi program kerja bulanan, sebelum dilanjutkan dengan sesi pengembangan diri melalui pelatihan tata rias.

Dalam sesi beauty class, Beauty Advisor La Tulipe memberikan edukasi mengenai teknik merias wajah yang sesuai untuk berbagai kesempatan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga acara resmi.

Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pemilihan produk kosmetik berdasarkan jenis kulit, teknik aplikasi yang tepat, hingga tips menciptakan tampilan yang elegan namun tetap natural.

Wakil Ketua Gatriwara Kalimantan Selatan, Rubiaty Herlina Kartoyo, (kanan)

Wakil Ketua Gatriwara Kalimantan Selatan, Rubiaty Herlina Kartoyo mengatakan, pertemuan rutin tidak hanya menjadi forum koordinasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kapasitas diri.

Kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggota, baik untuk meningkatkan rasa percaya diri maupun menunjang peran mereka mendampingi suami sebagai anggota DPRD, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan seperti demo make up ini, anggota Gatriwara dapat terus mengembangkan keterampilan dan menambah rasa percaya diri, agar semakin optimal mendukung tugas suami sebagai anggota DPRD maupun berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Rubyati menilai, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para anggota aktif berdiskusi dengan narasumber, mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknik tata rias, hingga mencoba langsung metode yang diperagakan dalam sesi praktik.

“Melalui perpaduan kegiatan organisasi, silaturahmi, dan pengembangan keterampilan, Gatriwara DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menghadirkan program – program bermanfaat bagi anggota,” jelasnya.

Rubyaty berharap, kebersamaan yang terjalin semakin kuat dan mampu mendorong lahirnya organisasi yang solid, inspiratif, serta berkontribusi positif dalam mendukung berbagai kegiatan DPRD dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pertemuan rutin ini tidak hanya menjadi wadah untuk membahas program organisasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kebersamaan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Pertikarada XIII Kalsel, Tempa 520 Pramuka Jadi Generasi Berkarakter dan Berjiwa Pengabdian

Banjarmasin – Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Daerah (Pertikarada) XIII Kalimantan Selatan Tahun 2026 menjadi momentum penting membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–10 Juli 2026 di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin ini, diikuti 520 peserta dari Saka Bhayangkara seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, termasuk Saka Bhayangkara Polda Kalsel dan unsur Polisi Air.

Upacara pembukaan yang digelar pada Senin (6/7) dipimpin Wakapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Noviar, sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin, yang mewakili Gubernur, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Neli Lisriani.

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar menegaskan, Pertikarada bukan sekadar ajang perkemahan, tetapi menjadi media pembinaan karakter bagi generasi muda, khususnya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, melalui berbagai materi pelatihan, kegiatan lapangan, dan pembelajaran kepramukaan, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter yang tangguh.

“Ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranggota Saka Bhayangkara dari seluruh daerah di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertikarada sebagai bagian dari upaya membina generasi muda yang berkualitas.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi peserta untuk mengasah kemampuan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan selama perkemahan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalsel, dan Gerakan Pramuka menjadi kunci dalam mencetak kader-kader muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” tutupnya.

Melalui Pertikarada XIII, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian tidak hanya diterapkan selama perkemahan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal para peserta dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (NHF/RIW/APR)

Kalsel Terima 4 Sertipikat Hak Pakai Tanah SMKN 1 Sungai Tabuk dan Jalan di Kabupaten Banjar

Banjarmasin — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima 4 (empat) sertipikat Hak Pakai atas Barang Milik Daerah (BMD) berupa 1 (satu) sertipikat tanah SMK Negeri 1 Sungai Tabuk dan 3 (tiga) sertipikat jalan di wilayah Kabupaten Banjar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, dalam kegiatan Sosialisasi Program Strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang digelar di Banjarmasin, baru baru tadi.

Sertipikat diterima langsung Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Haris Arsyadi, mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Budi Kristiyana beserta jajaran, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Selain penyerahan sertipikat BMD, acara turut menyertakan penyerahan simbolis sertipikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertipikat tanah wakaf kepada penerima manfaat lainnya.

Muhammad Haris Arsyad menyampaikan, bahwa penerbitan sertipikat Hak Pakai atas aset tanah dan jalan milik daerah ini merupakan langkah penting mendukung tertib administrasi dan kepastian hukum pengelolaan Barang Milik Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kepastian hukum atas aset-aset ini sangat penting bagi kami dalam rangka pengamanan dan optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah ke depan, sekaligus mendukung tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Haris.

Dengan diterbitkannya sertipikat ini, status kepemilikan atas tanah SMK Negeri 1 Sungai Tabuk dan ruas-ruas jalan di Kabupaten Banjar kini memiliki legalitas yang kuat, sehingga memberikan jaminan hukum sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang pertanahan yang digagas Kementerian ATR/BPN. (PEMPROVKALSEL-SRI/RIW/APR)

Perjuangan Ariani Astuti Berbuah Manis, Lolos UI dan Raih BSI Scholarship Unggulan

Banjarmasin – Perjalanan pendidikan Ariani Astuti Roosiani, lulusan SMKN 3 Banjarmasin, memasuki babak baru. Setelah berhasil diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Ariani kini mendapatkan dukungan pendidikan melalui program BSI Scholarship Unggulan.

Program beasiswa tersebut menjadi dukungan penting bagi Ariani, melanjutkan pendidikan tinggi di tengah ujian berat yang sedang dihadapi keluarganya.

Ariani merupakan anak dari almarhumah Dewi Fitriani, petugas kebersihan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Di balik keberhasilannya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, terdapat perjuangan panjang Ariani dan keluarganya. Sang ibunda selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.

Kini Ariani akan melanjutkan perjuangan tersebut dengan menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Kesempatan itu semakin terbuka setelah dirinya menjadi penerima BSI Scholarship Unggulan, program pendidikan yang dikelola BSI bersama BSI Maslahat.

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat mengatakan, keberhasilan Ariani merupakan pencapaian membanggakan dan patut mendapatkan dukungan agar semangatnya menempuh pendidikan tetap terjaga.

“Kami ikut berduka atas musibah yang dialami keluarga Ariani. Di balik keberhasilannya diterima di Universitas Indonesia, tentu ada perjuangan panjang Ariani dan keluarganya. Kami berharap Ariani tetap kuat, terus belajar, dan fokus mengejar cita-citanya,” ujar Sefudin.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Karena itu, BSI melalui program BSI Scholarship berupaya memberikan dukungan kepada generasi berprestasi agar dapat terus mengembangkan potensi dan memberikan manfaat lebih luas di masa mendatang.

“Bagi kami, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan. Ini merupakan investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia. Kami ingin para penerima beasiswa terus berkembang, memiliki karakter yang kuat, menjadi pemimpin masa depan, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Sefudin menambahkan, keberhasilan Ariani juga menjadi contoh bahwa semangat belajar dan perjuangan untuk memperoleh pendidikan tinggi harus terus dijaga, meskipun berbagai tantangan datang dalam perjalanan kehidupan.

“Kami percaya pendidikan dapat memberikan perubahan besar bagi seseorang, keluarga, maupun lingkungan di sekitarnya. Kami berharap dukungan melalui BSI Scholarship Unggulan ini menjadi penguat bagi Ariani untuk terus melangkah, menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

BSI Scholarship merupakan program beasiswa pendidikan jenjang menengah hingga sarjana yang dikelola BSI Maslahat bersama Bank Syariah Indonesia.

Program tersebut hadir untuk mendukung lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki karakter, amanah, mampu menjadi teladan, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Khusus BSI Scholarship Unggulan, program tersebut menyasar mahasiswa berprestasi yang diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.

Beasiswa diberikan sejak awal masa perkuliahan hingga penerima menyelesaikan studi sesuai dengan ketentuan program.

Selain dukungan pendidikan, program tersebut juga dirancang untuk memberikan pengembangan kapasitas kepada para penerima beasiswa.

Para awardee mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, pengembangan keterampilan, mentorship, serta kesempatan membangun jejaring untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Bagi Ariani, dukungan tersebut menjadi kesempatan untuk terus melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkannya bersama keluarga.

Dari SMKN 3 Banjarmasin, Ariani kini bersiap menjalani kehidupan barunya sebagai mahasiswa Universitas Indonesia. Perjalanan tersebut tentu akan menghadirkan tantangan baru, tetapi sekaligus membuka kesempatan lebih luas baginya untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan.

Sefudin berharap Ariani dapat menjalani pendidikan dengan baik sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

“Kami berharap Ariani tidak merasa berjalan sendiri. Teruslah belajar dan meraih prestasi. Semoga kelak ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan Indonesia,” pungkasnya. (RIW/APR)

Resmi Digelar, Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Jadi Wadah Pembinaan Atlet Pelajar

Banjarmasin – Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Banjarmasin Tahun 2026 resmi digelar, setelah dibuka Wali Kota, Muhammad Yamin diwakili Kadisbudporapar, Ibnu Sabil, di Kolam Renang GOR Hasanuddin HM, Senin (6/7).

Dalam sambutan yang dibacakan Ibnu Sabil, Wali Kota atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan, terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dengan baik menyelenggarakan kejuaraan ini.

“Kejuaraan ini merupakan wadah pembinaan bagi para atlet, sebagai ruang untuk mengukur hasil latihan, sekaligus momentum membangun karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Kadisbudporapar Banjarmasin saat membacakan sambutan

Oleh karena itu, lanjutnya, lewat kejuaraan ini, para atlet pelajar berkesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, serta menghargai proses yang dilalui.

“Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas, menang atau kalah adalah bagian kompetisi, namun sportivitas, kerja keras, dan rasa hormat kepada sesama merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” ucapnya.

Selain itu, kepada para pelatih dan orang tua, Pemko Banjarmasin mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan. Sebab prestasi seorang atlet tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan konsisten, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan keluarga dan lingkungan yang positif.

“Saya berharap, kejuaraan ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan bibit bibit atlet renang yang membanggakan serta semakin memperkuat ekosistem olahraga di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Aquatic Kota Banjarmasin, Muchlis Mokhtar mengatakan, kejuaraan ini diikuti atlet pelajar dengan mempertandingkan dua nomor. Yaitu gaya dada 50 meter, serta gaya bebas 50 meter.

“Tujuan kejuaraan ini, dalam rangka pembinaan atlet renang, yang merupakan pelajar perwakilan sekolah di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Banjarmasin berlangsung dari 6-8 Juli 2026. (SRI/APR)

BSI Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di SYAFIF Banjarmasin

Banjarmasin – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin memperkuat kedekatannya dengan masyarakat melalui keikutsertaan dalam Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin yang digelar di Duta Mall Banjarmasin pada 4–5 Juli 2026.

Tak sekadar mengenalkan produk perbankan, kehadiran BSI di ajang tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai kebutuhan finansial, mulai dari tambahan modal usaha, transaksi digital, investasi emas, kepemilikan rumah, hingga kartu pembiayaan syariah.

Dalam ajang tersebut, BSI menghadirkan penawaran untuk sejumlah produk, yakni BSI KUR, BYOND by BSI, BSI Cicil Emas, BSI Emas, BSI Griya, dan BSI Hasanah Card.

Seluruh program khusus tersebut tersedia melalui Booth BSI selama berlangsungnya SYAFIF Banjarmasin.

Funding and Transaction Business Deputy BSI RO IX Kalimantan, Nugroho Agung Dewanto mengatakan, kehadiran BSI dalam SYAFIF merupakan kesempatan untuk mendekatkan layanan keuangan syariah dengan kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, perbankan tidak cukup hanya menawarkan produk, tetapi juga perlu memahami kebutuhan nasabah dan membantu memberikan alternatif solusi yang sesuai.

“Setiap orang datang dengan kebutuhan yang berbeda. Ada pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya, ada masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas, merencanakan kepemilikan rumah, ataupun membutuhkan layanan transaksi digital yang semakin mudah. BSI ingin hadir untuk mendampingi kebutuhan tersebut,” ujar Nugroho.

Ia mengatakan interaksi langsung dalam kegiatan seperti SYAFIF menjadi penting karena masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih lengkap sebelum memilih produk keuangan.

“Di sini masyarakat dapat datang langsung, bertanya dan berkonsultasi dengan tim BSI. Kami ingin mereka memahami produknya, manfaatnya, skemanya, kemudian memilih solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” katanya.

Salah satu produk yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah BSI KUR yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.

BSI menyediakan kategori KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil dengan rentang pembiayaan sesuai kategori dan kebutuhan usaha.

Nugroho mengatakan akses pembiayaan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis.

“Bagi pelaku usaha, tambahan modal dapat digunakan untuk menambah stok, meningkatkan kapasitas produksi, membeli peralatan maupun melakukan ekspansi. Karena itu, kami mendorong masyarakat yang memiliki usaha produktif untuk datang dan berkonsultasi mengenai alternatif pembiayaan yang tersedia,” jelasnya.

Selain pembiayaan usaha, lanjut Nugroho, minat masyarakat terhadap produk investasi dan perencanaan keuangan juga terus berkembang.

Karena itu, BSI menghadirkan sejumlah pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, termasuk kepemilikan emas melalui BSI Emas dan BSI Cicil Emas, serta pembiayaan kepemilikan rumah melalui BSI Griya.

Selama SYAFIF Banjarmasin, BSI memberikan sejumlah benefit khusus. Di antaranya hadiah Tabungan Emas senilai Rp50 ribu untuk BSI KUR, cashback Rp30 ribu untuk pembukaan rekening atau aktivasi baru BYOND by BSI, serta cashback BSI Cicil Emas hingga Rp500 ribu dan bebas biaya administrasi sesuai ketentuan program.

Pengunjung juga dapat menikmati cashback saldo BSI Emas hingga Rp50 ribu, kesempatan memperoleh BSI Emas hingga 0,1 gram untuk BSI Griya, serta welcome bonus cashback hingga Rp150 ribu untuk BSI Hasanah Card.

Nugroho menambahkan, lengkapnya ekosistem produk tersebut memungkinkan nasabah memenuhi berbagai kebutuhan finansial melalui layanan berbasis syariah.

“Perjalanan finansial seseorang tidak berhenti pada satu kebutuhan. Hari ini mungkin mulai menabung dan bertransaksi digital, kemudian mempersiapkan investasi, mengembangkan usaha, hingga memiliki rumah. BSI ingin tumbuh bersama nasabah dalam setiap tahapan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Saefudin Suria Hidayat mengatakan, keikutsertaan BSI dalam SYAFIF menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalimantan.

Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Selain menyediakan layanan berbasis digital, BSI juga perlu hadir langsung untuk memberikan edukasi dan konsultasi.

“Literasi dan inklusi harus berjalan bersama. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal keuangan syariah, tetapi juga memperoleh akses, memahami manfaat produknya, dan dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka,” kata Saefudin.

Penyelenggaraan SYAFIF sendiri merupakan bagian dari upaya memperluas literasi, inklusi, dan kolaborasi industri keuangan syariah.

Pada 2026, rangkaian SYAFIF dan EKSiS dijadwalkan berlangsung di lima kota, dengan Banjarmasin menjadi salah satu kota penyelenggara.

Saefudin berharap momentum SYAFIF Goes to Banjarmasin dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif menyusun perencanaan finansial dengan baik.

“Keputusan finansial yang baik dimulai dari pemahaman yang baik. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini, datang ke Booth BSI, berdiskusi dengan tim kami, dan mengenal berbagai solusi keuangan syariah yang dapat mendukung rencana masa depan mereka,” pungkasnya. (RIW/APR)

Tindak Lanjuti Aduan Gangguan Listrik, Komisi III DPRD Kalsel Panggil PT PLN

Banjarmasin – Keluhan masyarakat terkait gangguan listrik di berbagai daerah mendapat perhatian serius Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, melalui rapat kerja bersama PT PLN (Persero), Kamis (2/7).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalsel, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kalsel Alpiya Rakhman, jajaran PLN UID Kalselteng, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel, Yayasan Lembaga Konsumen Intan Kalimantan (YLKIK), Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, serta anggota Komisi III DPRD Kalsel.

Usai rapat Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah mengatakan, pemanggilan PLN merupakan tindak lanjut atas banyaknya laporan masyarakat mengenai pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas rumah tangga, dunia usaha, hingga pelayanan publik.

Menurutnya, penjelasan dari PLN mengungkapkan bahwa gangguan dipicu kerusakan pada turbin pembangkit yang berdampak pada sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Meski demikian, DPRD meminta agar percepatan perbaikan menjadi prioritas utama sehingga masyarakat tidak terus dirugikan.

Notulen Hasil Rapat sumber humas DPRD Kalsel

“Dari hasil rapat, Komisi III memperoleh kepastian bahwa kondisi sistem kelistrikan mulai menunjukkan perkembangan positif. PLN menyampaikan status sistem ditargetkan memasuki kondisi siaga dengan cadangan daya yang semakin kuat sebagai langkah awal menuju pemulihan penuh,” katanya.

Mustaqimah menegaskan, DPRD Kalsel tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga akan terus mengawasi pelaksanaan komitmen PLN hingga pasokan listrik benar – benar kembali stabil di seluruh wilayah terdampak.

Ia menilai persoalan kelistrikan bukan hanya menyangkut kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap roda perekonomian.

Gangguan listrik yang berkepanjangan dapat menghambat aktivitas pelaku usaha, menurunkan produktivitas, hingga memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

“DPRD memastikan proses pemulihan kelistrikan berjalan cepat sekaligus meminta PLN meningkatkan keandalan layanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” harapnya.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi.

Ia memastikan seluruh jajaran PLN terus bekerja mempercepat pemulihan sistem sekaligus melakukan perbaikan pada pembangkit agar keandalan pasokan listrik semakin meningkat.

“Saat ini sistem kelistrikan telah memasuki status siaga dengan cadangan daya yang terus diperkuat. Adapun proses perbaikan pembangkit ditargetkan rampung dalam beberapa bulan mendatang sehingga sistem kelistrikan dapat beroperasi lebih andal,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Exit mobile version