Audiensi dengan Gubernur Kalsel, Kanwil DJP Kalselteng bersama Perwakilan Kemenkeu Satu Kalsel Perkuat Sinergi Fiskal dan Pembangunan Daerah

Banjarmasin – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah bersama Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, pada Rabu (1/7) di kediaman Gubernur di Banjarmasin.

Audiensi ini menjadi wadah memperkuat sinergi dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mendukung pelaksanaan kebijakan fiskal, pembangunan daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Audiensi dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah, Anton Budhi Setiawan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Selatan dan Tengah, Tetik Fajar Ruwandari, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Muhtadi.

Turut hadir Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, beserta jajaran, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan, Fatkhan, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, beserta jajaran.

Kegiatan diawali dengan penyampaian profil, tugas dan fungsi, serta peran strategis masingmasing unit eselon I Kementerian Keuangan sebagai bentuk penguatan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Penyampaian tersebut menjadi pengantar bagi diskusi mengenai berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pengelolaan fiskal, pembangunan daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, berbagai isu strategis menjadi perhatian bersama, meliputi perkembangan inflasi di Kalimantan Selatan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), potensi investasi daerah, rencana pembangunan Gedung Keuangan Negara (GKN) di Banjarbaru, kebijakan perpajakan, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan aset daerah, serta penguatan koordinasi pemenuhan data Instansi Pemerintah, Lembaga, Asosiasi, dan Pihak Lain (ILAP) untuk mendukung pelaksanaan administrasi perpajakan.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian, adalah kebijakan perpajakan sebagai bagian dari upaya mendukung iklim investasi yang kondusif. Selain itu, audiensi juga membahas sejumlah rencana hibah aset antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian Keuangan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Anton Budhi Setiawan menyampaikan bahwa sinergi yang erat antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan merupakan fondasi penting, mendukung efektivitas pelaksanaan kebijakan fiskal di daerah.

“Sinergi yang kuat antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan merupakan fondasi penting mendukung efektivitas pelaksanaan kebijakan fiskal di daerah. Melalui audiensi ini, kami berharap koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas administrasi perpajakan, mendorong iklim investasi yang kondusif, serta mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Anton.

Audiensi berlangsung konstruktif dan interaktif dengan semangat kolaborasi untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Berbagai masukan danpandangan yang disampaikan diharapkan semakin memperkuat sinergi, mendukung pelaksanaan kebijakan fiskal, optimalisasi penerimaan negara, pengelolaan aset yang efektif, peningkatan investasi, serta percepatan pembangunan daerah.

Melalui audiensi ini, Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah bersama Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mendukung pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas administrasi perpajakan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. (DJPKalselteng-RIW/EPS)

Gelar FKD, RSUD Moch. Ansari Saleh Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Banjarmasin – Dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan, RSUD dr. Moch. Ansari Saleh Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, di Auditorium RSUD Moch. Ansari Saleh, Banjarmasin, Kamis (2/7).

Forum yang diikuti berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi wadah dialog antara rumah sakit dan masyarakat untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan standar pelayanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan.

Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, melalui Wakil Direktur Penunjang Medik, dr. Taufik Rahman mengatakan, pelayanan publik merupakan amanah konstitusi yang harus diwujudkan melalui layanan yang cepat, tepat, berkualitas, transparan, mudah diakses, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan masyarakat.

“Standar pelayanan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen rumah sakit kepada masyarakat mengenai kualitas layanan yang diberikan. Karena itu, evaluasi dan penyempurnaan standar pelayanan perlu terus dilakukan mengikuti perkembangan teknologi, regulasi, dan harapan masyarakat,” ujar Taufik.

Menurutnya, Forum Konsultasi Publik merupakan bagian dari komitmen RSUD Moch. Ansari Saleh, menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Berbagai masukan, kritik, serta saran yang disampaikan peserta akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Moch. Ansari Saleh,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, biaya, produk layanan, mekanisme pengaduan, hingga jaminan pelayanan.

“Hasil forum ini akan kami tindak lanjuti melalui penyempurnaan standar pelayanan, penyusunan kebijakan yang diperlukan, serta evaluasi implementasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di RSUD Moch. Ansari Saleh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, RSUD Moch. Ansari Saleh juga memaparkan berbagai langkah transformasi yang telah dilakukan, di antaranya penguatan digitalisasi layanan kesehatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan layanan unggulan, peningkatan sarana dan prasarana, penguatan budaya keselamatan pasien, serta penerapan tata kelola rumah sakit yang baik.

Meski demikian, Taufik menegaskan peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dilakukan rumah sakit sendiri. Sinergi antara pemerintah, masyarakat sebagai pengguna layanan, organisasi profesi, akademisi, media massa, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Peningkatan kualitas pelayanan akan terus dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan standar pelayanan, serta pemanfaatan masukan dari masyarakat sebagai dasar perbaikan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Ananda Ajak Pemuda Hadirkan Inovasi Digital, Atasi Persoalan Lingkungan

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Sosialisasi Peningkatan Kepedulian Pemuda dengan tema “Redesign Ecocreative: Melalui Kreativitas dan Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan”, bertempat di Aula Khatib Dayan Kota Banjarmasin, Kamis (2/7).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda. Turut hadir Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rickval Fachruri selaku narasumber, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, para pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, serta jajaran terkait.

Ket foto : Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda

Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah kota, meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan melalui pendekatan kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital.

Sebanyak 100 peserta dari berbagai kalangan, organisasi kepemudaan (OKP) hingga komunitas ikut dalam kegiatan tersebut.

Usai membuka kegiatan, Wawali Ananda menegaskan, bahwa pemuda memiliki peran strategisbmembantu pemerintah mencari solusi terhadap berbagai persoalan daerah, khususnya permasalahan sampah yang saat ini masih menjadi perhatian bersama.

“Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Bapak Rickval Fachruri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian pemuda terhadap lingkungan. Pemuda Kota Banjarmasin kami tantang untuk ikut menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi bersama, yaitu masalah sampah,” ujarnya.

Menurut Ananda, kritik terhadap pemerintah harus diiringi dengan partisipasi aktif dan kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi.

“Jangan hanya bisa menyampaikan kritik bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin belum mampu menyelesaikan persoalan sampah. Pemuda adalah bagian dari masyarakat Kota Banjarmasin, sehingga kami berharap mereka juga memberikan sumbangsih pemikiran, inovasi, dan kreativitas untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan ini,” tegasnya.

Ia berharap berbagai ide kreatif yang lahir dari generasi muda mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah, mulai dari hulu hingga hilir.

“Apa yang bisa mereka upayakan dan inovasikan untuk menyelesaikan persoalan sampah, mulai dari proses pengurangan, pengelolaan hingga pemanfaatannya kembali. Kami menilai ini sangat penting karena pemuda merupakan salah satu sasaran strategis dalam mewujudkan visi dan misi Yamin-Ananda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk workshop yang bertujuan membekali pemuda agar berwawasan dan mampu mengembangkan inovasi berbasis lingkungan.

“Hari ini kami kembali melaksanakan workshop bertajuk Redesign Ecocreative. Melalui kegiatan ini kami memberikan pelatihan kepada para pemuda agar mampu berkolaborasi bersama pemerintah dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah,” jelasnya.

Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi dengan keikutsertaan 100 pemuda dari berbagai latar belakang organisasi maupun masyarakat umum.

“Pesertanya berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pemuda umum yang mendaftar melalui media sosial. Kegiatan ini juga merupakan inisiatif Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan Perspektif sehingga dapat terlaksana pada hari ini,” ungkapnya.

Ikrom menambahkan, fokus utama kegiatan untuk mendorong pemuda agar dapat mengubah cara pandang terhadap sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Fokus kita hari ini adalah bagaimana pengelolaan sampah yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki nilai ekonomi. Kami tidak membatasi peserta harus sudah memiliki usaha atau belum. Yang terpenting adalah mereka memiliki kemauan untuk berkolaborasi bersama pemerintah dalam kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah,” bebernya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan kreatif yang dapat diimplementasikan sebagai solusi nyata mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmen untuk terus melibatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan yang kreatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi digital menuju Kota Banjarmasin yang maju dan sejahtera. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Wujudkan Kota Layak Anak, DP3A Banjarmasin Gelar KIE Pemenuhan Hak Anak

Banjarmasin – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pemenuhan Hak Anak, di Aula Banjarmasin Creative Hub, Kamis (2/7). Kegiatan dibuka Kepala DP3A Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan.

“Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkomitmen, mewujudkan Kota Layak Anak melalui berbagai program pemenuhan hak anak, salah satunya melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Pemenuhan Hak Anak,” ungkap Ramadhan.

Ket foto : Kepala DP3A Banjarmasin Muhammad Ramadhan

Kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan pemahaman dan motivasi dalam penguatan dan manajemen organisasi bagi Forum Anak Daerah Kota Banjarmasin dari tingkat Kota hingga Kecamatan.

“Melalui kegiatan ini salah satunya dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai potensi, bakat, dan kemampuan yang dimiliki,” ucap Ramadhan.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta, mengembangkan diri dan manajemen organisasi, terbentuknya sikap yang disiplin dan bertumbuh.

Harapan lainnya, juga menyadarkan peserta mengenai pentingnya
kepercayaan diri dan pengembangan diri, terwujudnya lingkungan organisasi yang solid, dan mendukung pelaksanaan program pemenuhan hak anak
dan Kota Layak Anak di Kota Banjarmasin

Pada kesempatan tersebut, Ramadhan juga berharap, memasuki usia 500 tahun ini, Kota Banjarmasin semakin ramah anak.

“Angka kekerasan terhadap anak di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan, sebagai bentuk kesadaran masyarakat yang juga mengalami peningkatan untuk melaporkan adanya tindakan kekerasan terhadap anak,” tutur Ramadhan.

Memasuki usia 500 tahun, anak – anak di Kota Banjarmasin juga semakin memahami, bahwa mereka dapat menjadi pelopor dan pelapor.

“Dalam rangka untuk pencegahan tindakan kekerasan terhadap anak yang dapat terjadi di sekitar mereka, baik dilingkungan sekolah, tempat tinggal, serta lainnya,” ucap Ramadhan.

Dikatakan Ramadhan, salah satu bentuk kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah, yaitu bullying.

“Apabila anak anak ini mengetahui adanya kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka hendaknya segera melaporkan ke DP3A Banjarmasin,” pesan Ramadhan. (SRI/RIW/EPS)

Komisi I Perkuat Transformasi Digital, SPBE Jadi Pilar Pelayanan Publik Modern

Banjarmasin – Komisi I DPRD Provinsi
Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya, mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dukungan tersebut disampaikan saat rapat kerja bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel di Banjarmasin, Rabu (1/7).

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat

Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, yang menilai penerapan SPBE menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Digitalisasi pemerintahan tidak hanya sebatas penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel bagi masyarakat.

“Komisi I sangat mendukung upaya Diskominfo dalam memperkuat implementasi SPBE. Kami berharap sistem pemerintahan berbasis elektronik terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan,” kata Rais.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim. Selain membahas penguatan SPBE, Komisi I juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program kerja lembaga mitra Diskominfo, yakni Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Komisi Informasi (KI) Kalimantan Selatan.

Kedua lembaga tersebut dinilai memiliki peran strategis menjaga kualitas penyiaran, keterbukaan informasi publik, serta edukasi masyarakat di era digital.

“Kami ingin seluruh program yang telah dirancang mampu berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus mempercepat terwujudnya pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” harapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Muhamad Muslim

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi I DPRD Kalsel terhadap berbagai program yang dijalankan.

Diskominfo Kalsel, akan terus memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kualitas sistem pemerintahan berbasis elektronik, serta mempererat koordinasi lintas perangkat daerah, agar transformasi digital di Kalimantan Selatan berjalan terintegrasi.

“Dukungan DPRD menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan berbasis elektronik sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan mudah diakses,” tutup Muslim.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara legislatif dan pemerintah daerah, DPRD Kalimantan Selatan berharap implementasi SPBE dan pengembangan ekosistem digital mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik serta mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Dalami Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, Upaya Pansus I Optimalkan PAD Pengelolaan Aset

Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Melalui rapat kerja bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (1/7), DPRD menegaskan komitmennya, memastikan setiap aset milik pemerintah daerah mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Pansus I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi mengatakan, pembahasan raperda tidak hanya berfokus pada penyesuaian tarif retribusi, tetapi juga mengidentifikasi berbagai titik rawan yang berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan daerah.

Ketua Pansus I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, didampingi Anggota Pansus Jahrian

Pengawasan terhadap pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara menyeluruh, agar setiap potensi penerimaan dapat masuk ke kas daerah secara maksimal.

“Dalam rapat Pansus I menghadirkan Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Dari hasil pendalaman, DPRD menemukan sejumlah persoalan pada pengelolaan aset daerah yang dinilai perlu segera dibenahi,” katanya.

Yani Helmi menjelaskan, salah satu yang menjadi sorotan adalah pengelolaan Lapangan Golf Swargaloka di Banjarbaru. Pansus menilai aset tersebut belum memberikan kontribusi maksimal bagi daerah, meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Selain itu, pengelolaan GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, juga menjadi perhatian, terutama terkait tarif sewa lahan parkir serta sistem pembayaran kolam renang yang masih manual.

“Kondisi ini membuka peluang terjadinya kebocoran pendapatan, apabila tidak segera dibenahi melalui sistem yang lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, DPRD tidak ingin potensi pendapatan daerah terus hilang akibat lemahnya tata kelola aset. Ia menyebut, jika dikelola secara optimal, beberapa aset tersebut mampu menyumbang pendapatan hingga miliaran rupiah bagi daerah.

Sumber humas DPRD Kalsel

Di sektor pendidikan, Pansus I juga mencermati penerapan tarif penggunaan fasilitas di SMA dan SMK negeri, khususnya penggunaan ruang berpendingin udara (AC).

DPRD meminta agar setiap kebijakan retribusi memiliki dasar hukum yang jelas, tidak memberatkan masyarakat, serta tidak menimbulkan kesenjangan antara peserta didik.

Menurutnya, seluruh kebijakan retribusi yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan harus berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan kepastian hukum.

“Pembahasan perubahan perda ini, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah semakin efektif, agar seluruh potensi pendapatan dari aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal, untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Gerak Cepat, DPRD Kalsel Panggil PLN Bahas Pemadaman Listrik Berulang

Banjarmasin – Seringnya pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Selatan menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk mencari penyebab sekaligus solusi atas persoalan tersebut, DPRD Kalsel menjadwalkan pemanggilan manajemen PLN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III pada Kamis, (2/7).

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan, pihaknya ingin memperoleh penjelasan langsung dari PLN mengenai penyebab gangguan listrik yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

Menurutnya, DPRD telah lebih dulu berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajaran pemerintah daerah untuk memastikan penanganan gangguan dilakukan secara cepat dan tepat.

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, pemadaman tersebut bukan disebabkan kendala pasokan batubara maupun stok bahan bakar. Gangguan justru diduga terjadi pada sistem distribusi jaringan listrik di wilayah Kalimantan Tengah yang berdampak terhadap pasokan listrik di Kalimantan Selatan.

“Informasi kami terima, persoalan ini bukan disebabkan hambatan pasokan batubara maupun kondisi stok bahan bakar minyak lainnya. Tapi ada trouble distribusi PLN di wilayah Kalimantan Tengah,” katanya Rabu (1/7).

Disampaikan Supian HK, DPRD Kalsel tidak ingin hanya mengandalkan informasi sementara. Melalui RDP bersama PLN, Komisi III akan meminta penjelasan secara rinci mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan yang telah dilakukan, hingga strategi pencegahan agar pemadaman serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Dengan pasokan listrik yang stabil, aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga roda perekonomian di Kalimantan Selatan, dapat kembali berjalan tanpa terganggu oleh pemadaman berulang,” harapnya.

Supian HK juga mengimbau masyarakat tetap tenang, sembari menunggu proses normalisasi jaringan yang tengah dilakukan PLN. Ia optimis, pasokan listrik dapat kembali stabil dalam beberapa hari ke depan, namun DPRD tetap akan mengawal proses pemulihan hingga pelayanan benar-benar kembali normal.

“Insya Allah dalam dua sampai tiga hari distribusi listrik akan kembali normal. Tapi kita tetap mengundang PLN untuk mendapat penjelasannya secara langsung,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Pemadaman Listrik,
Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Minta Jadwal Siang Hari

Banjarmasin – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin meminta, pemadaman listrik bergilir, hanya dijadwalkan saat siang hari.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki menyampaikan, pihaknya dapat mentolerir pemadaman listrik pada siang hari, namun tidak pada malam hari. Mengingat aktivitas di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, lebih aktif pada malam hari. Mulai dari aktivitas bongkar muat ikan dari kapal nelayan, hingga transaksi jual beli.

Ket foto : Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki

“Melihat kondisi saat ini, telah terjadi pemadaman listrik secara bergilir di Kota Banjarmasin, maka kami berharap untuk di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dapat dilakukan pada siang hari,” ungkap Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki, Rabu (1/7).

Akhmad Jaki menjelaskan, di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, aktivitas dominan dilakukan malam hari. Dimana para pedagang dan pembeli bertemu melakukan transaksi.

“Karena itu, pemadaman listrik di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dapat dilakukan pada siang hari. Mengingat, aktivitas di tempat tersebut dilakukan pada malam hari,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Akhmad Jaki, pada malam hari terjadi aktivitas bongkar muat ikan dari kapal nelayan.

“Kami meminta kepada pihak berwenang yaitu PLN agar jangan memadamkan aliran listriknya pada malam hari di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucapnya lagi.

Jika sampai terjadi pemadaman aliran listrik pada malam hari, maka akan menganggu aktivitas kegiatan jual beli masyarakat di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Mungkin jika pemadaman dilakukan pada siang hari relatif tidak begitu berpengaruh,” ujarnya.

Mengingat, pada siang hari hanya ada aktivitas di perkantoran Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dan masih dapat diatasi apabila terjadi pemadaman pada siang hari.

“Pada siang hari di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin tidak terlalu banyak menggunakan penerangan, dan aktivitas kantor masih dapat dilaksanakan,” ujar Akhmad Jaki. (SRI/RIW/EPS)

Pelindo Tanam 2.500 Pohon di Banjarmasin, Wujudkan Komitmen Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan

Banjarmasin – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan menanam 2.500 bibit pohon di kawasan TPA Basirih, Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan, mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Acara dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin/Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Executive Director 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), jajaran manajemen Sub Regional Kalimantan, serta unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Executive Director 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Daru Wicaksono Julianto, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk mengambil tindakan nyata menjaga kelestarian alam.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk mengambil tindakan nyata, bukan sekadar seremonial. Melalui penanaman 2.500 pohon ini, Pelindo ingin meninggalkan warisan hijau bagi Kota Banjarmasin. Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan akan udara yang lebih bersih, ekosistem yang lebih sehat, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemilihan pohon keras dilakukan karena memiliki daya serap karbon yang tinggi, perakaran yang kuat, serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Daru menyampaikan bahwa sebagai perusahaan pelabuhan nasional, Pelindo meyakini pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Program penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus menghadirkan program – program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

Program penghijauan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang hidup yang lebih sehat bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pelindo, mendukung pelestarian lingkungan melalui aksi nyata penanaman pohon.

Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan penanaman 2.500 pohon ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi menjaga dan merawat lingkungan.

Setiap pohon yang ditanam diharapkan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang serta memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan Kota Banjarmasin yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim. (Pelindo-RIW/EPS)

Dinsos Banjarmasin Salurkan Bantuan Santunan Kematian Kemensos RI

Banjarmasin – Dinas Sosial Kota Banjarmasin menyalurkan bantuan santunan kematian dari Kementerian Sosial, kepada ahli waris 4 warga Kampung Gedang, serta Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, di Aula Kantor Dinsos Banjarmasin, Selasa (30/6).

Bantuan sosial ini diserahkan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin diwakili Sekda Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar, Kadinsos Banjarmasin Jefri Fransyah, serta Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie.

“Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi atas dukungan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan, sehingga Kementerian Sosial memberikan bantuan santunan kematian bencana sosial ini kepada warga Kota Banjarmasin,” ungkap Sekdako Banjarmasin Ichroom Muftezar.

Pemko Banjarmasin, lanjutnya, mendoakan kepada almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.

“Adapun bantuan yang diserahkan ini sebagai wujud kepedulian serta perhatian pemerintah, kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ucap Tezar.

Meskipun, lanjutnya, bantuan yang diberikan ini tidak dapat mengantikan rasa kehilangan. Namun diharapkan dapat meringankan beban keluarga atas kehilangan tersebut.

“Kami berharap, bantuan santunan kematian ini dapat membantu para ahli waris, selain juga sebagai bentuk perhatian dari hadirnya pemerintah ditengah masyarakat yang mendapatkan musibah,” tutur Tezar.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.

“Kami berterimakasih kepada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan perhatiannya sehingga bantuan dapat diberikan,” ujar Tezar.

Sementara itu Plt Kadinsos Kota Banjarmasin Jefri Fransyah menyampaikan, bantuan yang diserahkan ini untuk ahli waris kejadian kebakaran yang menyebabkan korban jiwa tahun 2025 lalu.

“Bantuan yang disalurkan, berupa santunan kematian sebesar 15 juta rupiah per jiwa, dengan total bantuan sebesar 60 juta,” ucapnya.

Sedangkan, Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie mengatakan, pada saat Dinsos Kota Banjarmasin meminta bantuan santunan kematian bencana sosial tahun 2025 lalu, saat itu anggaran Dinsos Provinsi Kalsel untuk bantuan santunan kematian bencana sosial telah habis digunakan.

“Kami membantu untuk menyalurkan atau meminta bantuan kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersyukur bantuan yang diminta tersebut disetujui Kementerian Sosial RI, untuk warga Kota Banjarmasin.

“Dinsos Kalsel mengapresiasi kesabaran para ahli waris, yang mau menunggu hingga bantuan tersebut disalurkan saat ini,” ucap Yopie. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version