Kota Banjarbaru Didatangi KPK RI, Untuk Dinilai Jadi Percontohan Kota Anti Korupsi

BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu dari tiga Kab/Kota di Kalimantan Selatan yang dilakukan observasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk menjadi percontohan daerah anti korupsi, selain Banjarmasin dan Barito Kuala.

Dalam kunjungannya ke Banjarbaru, Kamis (29/8) Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Fries Mount Wongso mengatakan, Observasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah dalam memenuhi indikator yang telah ditetapkan. tiga Kabupaten dan Kota yang terpilih ini nantinya akan dinilai apakah daerah daerha ini layak menjadi Kabupaten dan Kota percontohan anti korupsi pada tahun 2025.

“Kota Banjarbaru adalah lokasi ketiga yang kami datangi, setelah Banjarmasin dan Batola,” ujar Fries.

Disampaikan Fries, di Kota Banjarbaru, pihaknya akan mengobservasi MPP yang dimiliki kota ini. Karena menurutnya, segala perizinan dengan MPP dapat dilakukan satu tempat. Terlebih MPP bersifat terbuka dan tidak ada ruang khusus, kecuali ruang pengaduan.

“Di ruang pengaduan di MPP pun kami minta adakan kamera pengintai, agar ruang ini tidak menjadi ruang transaksi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mengaku bangga menjadi kandidat kota yang diobservasi oleh KPK RI.

“Semoga Banjarbaru dapat mewujudkan sebagai kota anti korupsi,” tutup Aditya

Untuk diketahui, ada enam komponen dan 19 indikator yang menjadi acuan bagi suatu Kabupaten dan Kota untuk dapat dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota anti korupsi.

KPK bekerja sama dengan berbagai Kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Ombudsman dan BPKP yang menilai kelayakan pemenuhan komponen dan indikator tersebut. (RDM/RH)

Tingkatkan Konsumsi Ikan, Dilautkan Kalsel Gelar Lomba Masak Ikan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalsel, menggelar Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel ke-21 Tahun 2024, di Halaman Perkantoran Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, pada Rabu (21/8) siang.

Lomba tersebut diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kalimantan Selatan, dengan tiga kategori lomba, yaitu menu kudapan, menu keluarga, dan menu balita.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor, didampingi Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan yang mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel berkeliling mencicipi makanan pada lomba masak ikan

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Ahmad Bagiawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sangat menekankan pentingnya upaya pemanfaatan sumber daya hayati perikanan dan perairan sebagai bagian integral dari pembangunan sektor perikanan di daerah tersebut.

“Pembangunan sektor perikanan memiliki nilai ekonomis yang penting dan tinggi, bahkan sangat strategis dan prospektif sebagai produk yang menjanjikan di masa mendatang,” ucapnya.

Sahbirin Noor juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan perhatian serius terhadap permasalahan stunting dan gizi buruk. Masalah ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia dan tumbuh kembang anak.

“Mengingat Banua kita yang kaya akan sumber daya perikanan serta kebiasaan masyarakat Banjar yang gemar makan ikan, tentunya ini merupakan potensi yang dapat diangkat, dikembangkan, dan dipromosikan untuk mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting di daerah kita,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa lomba masak ikan tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kebiasaan makan ikan di seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, angka konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi, mencapai 65 kg per kapita per tahun. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 55 kg per kapita per tahun.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Selatan sudah memiliki kesadaran yang baik terhadap pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein,” tutup Rusdi. (MRF/NRH/APR)

384 Peserta Ikuti Kejuaraan Paman Birin Archery Open ke-3 DESDM Kalsel Competition 2024 di Banjarbaru

BANJARBARU – Paman Birin Archery Open ke-3 Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel Competition 2024, resmi dibuka di Lapangan Panahan DESDM Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (21/8).

Kejuaraan yang berlangsung mulai 21 hingga 25 Agustus 2024 ini diikuti 384 peserta dari 60 klub panahan, yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di empat provinsi termasuk Kalsel.

Paman Birin Archery Open ke-3 terbagi dalam 10 kelas diantaranya kategori Standar Bow U-10 jarak 10meter, Bear Bow umum jarak 20meter, Vita Recap 70meter, dan Bear Bow 50meter.

Pembukaan dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Membacakan sambutan Gubernur, Adi Santoso menyampaikan rasa syukurnya terhadap popularitas olahraga panahan di Kalsel, yang dibuktikan dari banyaknya minat masyarakat serta meningkatnya berbagai kompetisi panahan.

Kepala DESDM Kalsel Isharwanto (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu pihak swasta yang mendukung kegiatan

“Momentum baik ini harus dapat kita jaga dan kita tingkatkan lagi secara konsisten,” katanya.

Adi berharap kejuaraan ini dapat diselenggarakan secara rutin, agar olahraga panahan di Banua semakin dikenal, banyak diminati oleh masyarakat dan dapat meningkatkan prestasi olahraga di banua Kalsel.

“Saya berharap sekarang dan ke depan olahraga memanah di banua dapat terus menunjukkan eksistensinya baik dari segi pembinaan maupun raihan prestasi,” tuturnya.

Sementara, Kepala DESDM Kalsel, Isharwanto mengatakan, kejuaraan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT RI ke-79.

“Kita jadikan momentum itu untuk melahirkan atlet panahan, di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isharwanto juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalsel dan seluruh aparat pemerintah provinsi Kalsel karena telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh akan terselenggaranya acara ini.

“Termasuk pihak-pihak swasta yang telah membantu memberikan partisipasi dan berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (SYA/NRH/APR)

Badan Kesbangpol Kalsel Riang Gembira Bentangkan Sasirangan Rekor MURI 2024

Banjarbaru – Seluruh karyawan/karyawati Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat riang gembira membentangkan kain sasirangan berwarna cokelat, saat menyambut kedatangan Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah yang secara khusus menyapa mereka.

Istimewanya lagi para pegawai kompak mengenakan seragam kain batik sasirangan bermotif indah dan pada ujung kain diberikan tulisan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selamat siang ibu, Salam Hangat dari kami semua,” ucap para pegawai saat membalas sapaan ramah Acil Odah.

Ya, suasana penuh kegembiraan dan keceriaan juga bisa dilihat ratusan para pegawai, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang secara serentak membentangkan ribuan meter kain sasirangan dengan beragam corak.

Inisiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel, Acil Odah itu dinilai Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai event budaya penggerak perekonomian daerah dalam mendorong peningkatan kerajian lokal dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Inisiasi Dekranasda Provinsi Kalsel itu pun mendapat apresiasi MURI dengan memberikan anugerah piagam istimewa MURI Award 2024.

“Kami sangat terkesan dengan even luar biasa ini. Bapak Kaban Kesbangpol dan kami seluruh pegawai sangat mendukung” tutur Sri Rachma SSos MAP, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, ditemui di lokasi pembentangan kain sasirangan, di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Selasa (20/8).

Menurut Rachma sapaan akrabnya, inisiasi dari Ketua Dekranasda Kalsel ini sangat luar bisa. Selain efektif mengenalkan produk lokal unggulan daerah, mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah, juga sebagai media promosi efektif di tingkat lokal, nasional maupun dunia .

Berdasarkan pantauan harian ini, dukungan terhadap pemecahan rekor MURI dengan cara Membentangkan Kain Sasirangan terpanjang ini tidak hanya dari kalangan pegawai, juga dari para mahsiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Salah satu SKPD yang juga terlihat antusias mendukung kegiatan ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel Raden Suria Fadliansyah mengatakan, even budaya membentangkan kain sasirangan terpanjang ini merupakan baru pertama digelar di Kalsel.

Pada event tersebut, oleh BPBD Kalsel disisipkan dengan sosialisasi mitigasi bencana berupa imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan dan informasi mitigasi bencana lainnya. (Rilis/NRH/APR)

Pj Sekda Banjarbaru Nurliani, Pimpin Upacara Serenade HUT ke-79 RI

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar upacara penurunan bendera HUT Kemerdekaan ke -79 Republik Indonesia, di lapangan dr Murjani, Sabtu (17/8) sore.

Sebelum penurunan bendera, dilangsungkan upacara serenade yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekda Nurliani Dardie didampingi ajudan Muhammad Nor Ikhsan.

“Upacara serenade ini, diisi dengan nyanyian lagu-lagu nasional yang dibawakan paduan suara PGRI Kota Banjarbaru dan penampilan marching band Diva Swara Dharma Banjarbaru,” ungkap Nurliani, usai acara.

Setelah serenade selesai, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera Merah Putih.
Penurunan bendera dipimpin inspektur upacara Ketua DPRD Fadliansyah Akbar.

Ketua DPRD Banjarbaru menggantikan Wakil Wali Kota Wartono yang dikabarkan mendadak sakit.
Sekadar diketahui, serenade adalah istilah umum yang merujuk kepada nyanyian atau alunan musik untuk memberikan penghormatan pada sore hari. Biasanya dibawakan oleh banyak orang, bisa dalam bentuk paduan suara, nyanyian tunggal, atau kelompok musik (ensembel, orkes simfoni).

Di Indonesia, serenade kerap kali ditambahkan sebagai bagian dari upacara perayaan hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, yang ditampilkan setelah upacara penurunan bendera selesai.
Lagu perjuangan, lagu nasional, dan lagu bertema patriotisme nasionalisme yang dinyanyikan dalam serenade bertujuan untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam rangka ikut memerdekakan Indonesia. Selain itu juga untuk membangkitkan semangat seluruh generasi dalam rangka mengisi kemerdekaan. (RILIS/RDM/RH)

Abu Yajid Bustami, ASN Penerima Penghargaan SLKS dari Presiden RI

BANJARBARU – Pria berjas abu-abu tua, nampak gagah berdiri di halaman depan Balai Kota Banjarbaru bersama 83 Aparatus Sipil Negara (ASN) lain, menunggu giliran pemasangan tanda penghargaan yang disematkan Wali Kota Banjarbaru, Muhammad Aditya Mufti Ariffin.

Bertepatan peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan ke-79 RI itu, Sabtu (17/8), pria bernama Abu Yajid Bustami resmi menerima tanda penghargaan Satya Lencana Karya Satya (SLKS) dari Presiden RI Joko Widodo yang disematkan orang nomor satu di jajaran Pemko Banjarbaru tersebut.

Penghargaan SLKS diterima pria kelahiran 11 Juli 1966 yang saat ini aktif menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarbaru (DKP3) setelah 30 tahun mengabdikan diri sebagai ASN di lingkungan pemerintah Kota Banjarbaru maupun di lingkup pemerintah daerah lainnya.

Satya Lencana Karya Satya (SLKS) adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada ASN yang telah menunjukan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan serta prestasi kerja dalam setiap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Yajid menceritakan dirinya memulai karirnya menjadi CPNS pada 1 Maret 1987, pengabdian yang panjang itu membuat dirinya semakin matang sebagai seorang ASN, bahkan tidak jarang harus berpindah tugas baik antardaerah maupun instansi saat di lingkup Pemkot Banjarbaru sesuai pencapaian jenjang karier.

Selama bertugas di Dinas Kesehatan Banjarbaru, Yazid ikut andil dalam beberapa bidang pembangunan, seperti menjadi tim perencanaan pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru, selain itu juga menjadi salah satu perancang Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Gerai Pelayanan Publik (GPP) saat mengabdi di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarbaru.

Tidak hanya sampai disitu, pikiran dan inovasinya sebagai seorang konseptor membuat Abu Yazid Bustami juga masuk dalam jajaran konseptor pembangunan 10 buah Puskesmas Banjarbaru sebagai program peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal karena peningkatan jumlah penduduk dan juga perluasan cakupan pelayanan kesehatan.

Sementara, di masa kepemimpinan Wali Kota Muhammad Aditya Mufti Ariffin, Abu Yajid kembali berkiprah dan memberikan andil besar, kali ini terkait pencetus kebijakan dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan serta peternakan yang tentu sangat bermanfaat bagi Kota Idaman di masa mendatang.

Buah pemikiran pertama sebagai Kepala DKP3 Banjarbaru adalah pencetus peraturan daerah yang mengatur tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan telah disahkan DPRD Banjarbaru tahun 2023, dan sudah terealisasi dengan menetapkan lahan seluas 1.500 hektar sebagai lahan pertanian berkelanjutan di Kota Banjarbaru.

Kemudian Perda Penyelenggaraan Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan yang telah disahkan pada tahun 2024 sehingga akan menjadi kenangan bagi sosok Abu Yazid yang tinggal menunggu waktu dua tahun sebelum memasuki masa pensiun sebagai ASN namun siap memberikan yang terbaik bagi Kota Banjarbaru.

“Kesuksesan merupakan hasil dari niat yang kuat dan penuh ketekunan didasari keberanian. Berpikir besar adalah setengah dari keberhasilan namun tetap jalani kehidupan sesuai kemampuan. Terus berkarya dan berkarya hingga akhirnya meraih kebahagiaan. Insya Allah,” tutur abu Yajid menutup ceritanya.

Sementara itu, jumlah ASN lingkup Pemkot Banjarbaru yang menjadi penerima penghargaan SLKS dari Presiden RI Joko Widodo sesuai Surat Keputusan sebanyak 117 orang dengan rincian masa kerja 30 tahun 20 org penerima, masa kerja 20 tahun 12 orang penerima, dan masa kerja 10 tahun sebanyak 85 orang penerima.

“Kami atas nama pemerintah Kota Banjarbaru berterima kasih atas pengabdian, kesetiaan, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan serta prestasi kerja saat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Wali Kota Aditya usai menyerahkan penghargaan. (RILIS/RDM/RH)

Bukti Keberhasilan Walikota Aditya Tingkatkan Pelayanan, SKPD Banjarbaru Borong Penghargaan Pada Harjad ke-74 Kalsel

BANJARBARU – Kota Banjarbaru di era kepemimpinan Walikota M Aditya Mufti Ariffin sukses menyabet berbagai penghargaan dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan. Bukti kesuksesan Aditya dalam mendorong perbaikan dan meningkatkan pelayanan di berbagai SKPD di lingkungan Pemko Banjarbaru.

Penghargaan pertama ialah SATU WASAKA Award Tahun 2024 atau Sanitasi dan Air Minum Tuntas Waja Sampai Kaputing. Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor kepada Walikota Aditya yang diwakili Pj Sekdako Banjarbaru Nurliani Dardie, Rabu (14/8).

Penghargaan SATU WASAKA ini diberikan kepada Kabupaten/Kota yang dinilai berprestasi di bidang sanitasi dan air minum. Dalam hal ini, Banjarbaru melalui SKPD terkait di antaranya Dinas PUPR hingga Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA), dinilai telah berhasil meningkatkan akses sanitasi dan air minum yang lebih baik bagi masyarakat di Kota Banjarbaru.

Penghargaan selanjutnya yang diterima Kota Banjarbaru pada hari ini juga ialah Penghargaan sebagai Kabupaten/Kota dengan Pengelolaan Tindak Lanjut Terbaik melalui LAPOR PAMAN 2023. Penghargaan ini diterima Walikota Aditya melalui oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Banjarbaru Asep Saputra.

Penghargaan kedua ini merupakan pencapaian kota Banjarbaru dalam mengelola layanan aduan masyarakat melalui aplikasi Lapor Paman 2023. Ini juga menjadi bukti komitmen Walikota Aditya dalam mengapresiasi dan mengakomodir laporan dari masyarakat yang ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait.

Penghargaan selanjutnya datang dari Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, yang sukses meraih juara pertama Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2024. Ini menjadi kedua kalinya Kota Banjarbaru melalui Kelurahan Guntung Manggis meraih juara utama secara beturut-berturut, dimana pada 2023 lalu berhasil diraih penghargaan yang sama.

Terakhir, penghargaan Poskamling Terbaik tingkat Provinsi Kalsel yang diraih Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan. Penghargaan ini diterima oleh Kepala Satpol PP Banjarbaru, Hidayaturrahman.

Walikota Aditya dikonfirmasi secara terpisah terkait beragam penghargaan yang diraih dinas-dinas di Pemko Banjarbaru, mengaku bersyukur dan bangga atas kinerja seluruh SKPD. Menurutnya, pelayanan di setiap SKPD saat ini terus berangsur membaik dengan fokus utama memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulilah, penghargaan-penghargaan diraih SKPD kita dalam peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan di setiap dinas semakin membaik dalam memberikan akses kemudahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Insya Allah, hasil ini akan terus dipertahankan,” ucapnya.

Kendati demikian, Aditya mengingatkan bahwa peningkatan pelayanan tidak berhenti sampi disini. Ditegaskannya pelayanan di tiap-tiap dinas harus terus dikembangan dan berinovasi untuk masyarakat.

“Ya intinya tidak berhenti sampai disini. Harus terus dievaluasi, apa-apa saja yang harus diperbaiki dan apa-apa saja yang harus dikembangkan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh dinas atas kinerjanya selama ini, telah membawa dan mengharumkan nama Kota Banjarbaru,” pungkas Aditya. (RILIS/RDM/RH)

Kenang Sejarah dan Romantisme, Pj Sekda Kunjungi Disarpusda Banjarbaru

BANJARBARU – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Nurliani mengunjungi Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Banjarbaru, Senin (12/8) siang.

Kunjungan didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Banjarbaru Rahmah Khairita.

Kedatangan Pj Sekda Banjarbaru ini disambut Kepala Disarpusda Kota Banjarbaru Slamet Riyadi bersama Sekretaris Disarpusda Kota Banjarbaru Nahwan.

Kedatangan Pj Sekda ke Disarpusda Banjarbaru seakan mengulang memori ketika dirinya menjabat kepala Dinas Perpustakaan Banjarbaru. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sebabnya karena ada sejarah dan romantisme tersendiri bagi saya memulai karier sebagai eselon 3 di sini. Kemudian menghantarkan meniti karier sebagai Kadispersip Kalsel, hingga diberi amanah sebagai Pj Sekda oleh Gubernur Kalsel,” kata Bunda Nunung (akrab disapa) disela kunjungan.

Pj Sekda berkunjung ke Disarpusda Kota Banjarbaru juga terkait rencana kegiatan penyelenggara pembudayaan kegemaran membaca dan literasi masyarakat tahun 2024 oleh Perpusnas RI.

Kegiatan Duta Baca Indonesia dengan mengangkat tema “Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat”, diisi dengan sosialisasi dan pelatihan menulis tentang kearifan lokal.

Sementara itu, seiring perkembangan teknologi informasi, Bunda Nunung mengharapkan perpustakaan Kota Banjarbaru memberikan pelayanan berbasis teknologi dengan inovasi yang dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan.

“Perpustakaan mengembangkan pelayanan agar masyarakat lebih berminat ke perpustakaan seperti adanya fasilitas wi-fi, ruang baca yang nyaman, hingga toilet-nya demi kenyamanan pemustaka,” kata Kadispersip Kalsel ini.

Disamping itu, ia menginginkan perpustakaan Banjarbaru menyediakan sebuah informasi beragam yang bisa diakses semua kalangan masyarakat mencari dan mendapatkan bahan pustaka maupun bacaan.

“Tak hanya tempat buku, perpustakaan menjadi tempat inklusi sosial semua kalangan masyarakat. Itu yang saat ini dikembangkan Perpusnas RI ke seluruh perpustakaan di Indonesia,” ujarnya.

Untuk diketahui, transformasi pelayanan perpustakaan yang berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Salah satu pemustaka yang kerap berkunjung ke Disarpusda Kota Banjarbaru Tri Fitriani mengaku layanan di perpustakaan Kota Banjarbaru sangat bagus.

“Perpustakaan Banjarbaru sangat akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat, wifi internetnya cepat, toilet bersih, AC dingin, dan ruangan sangat kondusif,” ujarnya. (RILIS/RDM/RH)

Jalin Kembali Silaturrahmi, Pj Sekdako Banjarbaru Ajak Wartawan Makan Bareng

BANJARBARU – Ditengah kesibukannya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani (Bunda Nunung) menyempatkan untuk berkumpul dengan para awak media yang biasa bertugas di Kota Banjarbaru, dengan makan bersama di salah satu rumah makan di kota ini, Senin (5/8).

Ya, Bunda Nunung yang dikenal dekat dengan wartawan ini sengaja melakukan hal tersebut, meski masih dihari-hari awal penunjukannya sebagai Pj Sekdako.

“Bunda senang sekali, hari ini bisa bertemu dengan rekan-rekan Bunda dari media. Tolong kerjasamanya ya, selama Bunda di sini (bertugas dipemko Banjarbaru),” ucap Bunda Nunung.

Pj. Sekdako Banjarbaru yang baru ditugaskan sejak 1 Agustus ini juga berharap, pemberitaan di kota Idaman ini selalu positif.

“Bunda berpesan, agar rekan-rekan wartawan juga selalu memberitakan berbagai hal yang positif di kota ini. Agar kondusifitas selalu terjaga,” tutupnya.

Ia juga mengingatkan, agar apapun informasi yang didapat tentang Pemko Banjarbaru, harus dikonfirmasi sebelumnya.

Sebelumnya, di hari yang sama Bunda Nunung juga menjadi Pembina upacara di Setdako Banjarbaru. Ia menutup amanatnya dengan sebuah pantun.

“Dengan Bismillah Bunda melangkah,
Menuju Banjarbaru yang penuh berkah,
Mohon terima Bunda dengan lillah karena Allah,
Agar Bunda bisa menjalankan tugas dengan amanah.

Satu lagi,
Tapai Gambut liwar manisnya
Baras lakatan itu bahannya
Mari kita bekerja bersama
Agar Banjarbaru selalu JUARA,” tutupnya dengan tersenyum. (RDM/RH)

Jabatan Sekdako Resmi Terisi, Aditya : Banyak PR yang Harus Diselesaikan

BANJARBARU – Sepeninggal Said Abdullah yang purna tugas pada 31 Juli 2024, kini jabatan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru diisi Penjabat yang tertuang dalam SK Gubernur Kalsel Nomor 800.1.33/02/BKD/2024 tentang Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru. Ya, nama Nurliani tertung didalamnya yang mengemban tugas sebagai Pj Sekdako Banjarbaru.

Kamis (1/8) oleh Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, Bunda Nunung (sapaan akrabnya) resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya sebagai Pj Sekdako Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan Setdako Banjarbaru.

Usai pelantikan Wali Kota Banjarbaru Aditya berpesan agar Pj Sekda dapat bekerja sebaik-baiknya dan penuh dedikasi untuk kota ini.

“Pesan ulun (saya) beliau dapat bekerja sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab dan berdedikasi. Banyak tugas yang menunggu. Banyak PR yang harus diselesaikan. Apalagi saat ini tengah masuk pembahasan penganggaran, mengingat sekda sebagai Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), jadi tolong beberapa PR segera diselesaikan,” pesan Aditya.

Ia juga berharap, kerjasama dan kekompakan di Pemerintahan Kota Banjarbaru dapat tercipta.

Sementara itu, di tempat yang sama Bunda Nunung menyampaikan segera melakukan konsolidasi internal untuk mengawali tugasnya sebagai Pj. Sekdako Banjarbaru.

“Setelah dilantik hari ini, tentu saja langkah pertama, Bunda harus konsolidasi internal dengan rekan-rekan di sekretariat. Termasuk SKPD terkait. Bagaimana caranya kita fokus melanjutkan pekerjaan yng ditinggalkan sekda sebelumnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pelantikan Penjabat Sekdako ini disaksikan pula oleh Forkopimda kota Banjarbaru, para Staf Ahli dan para Asisten, serta seluruh kepala SKPD dan Camat se Kota Bnajarbaru, tak ketinggalan Sekdako Banjarbaru yang sebelumnya purna tugas, Said Abdullah. Karena pada moment ini, sekaligus dilakukan serah terima jabatan dari Said Abdullah ke Nurliani. (RDM/RH)

Exit mobile version