Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih, kepada produser, sutradara, pemain, serta seluruh kru atas kerja kerasnya, menghadirkan film Kuyank yang mengangkat kekayaan budaya lokal Banua.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, pada kegiatan gala premiere film Kuyank yang digelar di Banjarmasin, Sabtu (24/1) malam.
Dalam sambutannya, Miftahul Chair menyampaikan harapan, agar film Kuyank tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan cerita lokal yang sarat dengan pesan dan nilai budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Film ini syutingnya di wilayah Kalimantan Selatan. Hal tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua, karena Banua tidak hanya menjadi latar cerita, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas film ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, film bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan media yang sangat kuat dalam menyampaikan pesan, nilai, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak luas. Dengan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai lokasi syuting, film Kuyank dinilai turut mempromosikan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kehidupan masyarakat Banua kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Ia juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung pengembangan industri kreatif, termasuk perfilman, karena memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan gala premiere film juga dinilai sebagai bagian dari promosi daerah yang strategis.
“Melalui film Kuyank, kami berharap dapat memberikan inspirasi, khususnya bagi generasi muda Kalimantan Selatan, bahwa berkarya di bidang perfilman merupakan peluang yang nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Miftahul Chair mendorong generasi muda, untuk tidak ragu bermimpi dan berkreasi, mengingat Kalimantan Selatan memiliki banyak cerita, potensi, serta nilai lokal yang layak diangkat ke layar lebar.
Ia juga berpesan kepada para pelaku industri film, agar terus berkarya dengan semangat, menjaga kualitas, serta menghadirkan karya – karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dan menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif di Banua,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

