BANJARBARU – Puluhan ribu sertifikat tanah diserahkan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan, selain penyerahan sertifikat tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Selatan juga meluncurkan sertifikat elektronik yang diklaim mampu terhindar dari kehilangan dan kebocoran data.
Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Selatan Alen Saputra
Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Selatan Alen Saputra menyampaikan, di kalimantan selatan saat ini sudah mulai diterapkan penggunaan sertifikat elektronik. Namun hanya untuk Instansi Pemerintah dan di masyarakat pihaknya menargetkan pada pertengahan tahun 2024 mendatang. Dirinya menjelaskan, beberapa kelebihan dari sertifikat elektronik yakni sertifikat ini tidak mudah terjadi kebocoran data.
“Untuk Kalsel ada 65 ribu yang diserahkan, diwakili 200 penerima hari ini,” ungkap Alen Saputra, usai menghadiri penyerahan Sertifikat Tanah masyarakat Kalsel, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (4/12).
Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan dengan adanya pembagian 58 ribu sertifikat ini, bisa menekan konflik sengketa tanah di Banua. Pihaknya juga mengajak institusi Pemerintah Daerah maupun Kabupaten – Kota, untuk segera mengubah sertifikat aset tanah yang dimiliki dari sertifikat analog menjadi sertifikat elektronik.
“Di Kalimantan Selatan akan dimulai sosialisasi secara bertahap dan perpindahan ke sertifikat elektronik ditarget pada pertengahan tahun 2024 mendatang” tutup Alen Saputra. (MRF/RDM/APR)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar peringatan hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2023, yang kali ini dilaksanakan di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Selasa (5/12).
Peringatan Hari Disabilitas Internasional, diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Husnul Khatimah
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Husnul Khatimah menyampaikan, di Provinsi Kalimantan Selatan, sudah memiliki Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, yang mengatur tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Peraturan Gubernur tentang pelaksanaan PERDA perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas, telah kita serahkan secara langsung kepada ketua perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kita ingin penyandang disabilitas mendapat akses yang sama, baik akses pendidikan, akses ekonomi, akses lapangan pekerjaan, akses olahraga, dan akses apapun yang berhubungan dengan kehidupan mereka,” ungkap Husnul.
Ia menambahkan, untuk mendukung penyandang disabilitas, membutuhkan aksi-aksi nyata dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas, khususnya berkaitan dengan kewajiban yang diamanatkan oleh Undang-Undang, seperti pemenuhan persentasi pekerja disabilitas dalam dunia kerja, dimana disabilitas mendapat dua persen jatah tenaga kerja di lingkungan Instansi Pemerintah dan satu persen untuk lingkup swasta.
“Memang kita menyadari bahwa menangani penyandang disabilitas bukan tugas yang ringan. Namun bukan alasan bagi kita untuk tidak memenuhi hak-hak mereka, yang jelas-jelas dilindungi oleh Perundang-undangan,” tutup Husnul.
Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri
Sementara itu, Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri mengatakan, momentum hari disabilitas internasional, diharapkan dapat menjadi perhatian semua pihak, dalam bentuk perlindungan berkelanjutan. Pihaknya menginginkan hari disabilitas bukan hanya seremonial saja, namun dapat mengajak semua pihak, yakni dunia usaha, pemerintah daerah, agar bergotong royong memenuhi dan melindungi hak disabilitas.
“Kami terus mendorong penghuni panti fajar harapan, agar dapat berkembang, sehingga dapat menghadapi tantangan pada saat sudah keluar dari panti,” tutup Jumri. (MRF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, kegiatan nikah massal dapat terus dilaksanakan, seperti yang dilakukan oleh Polda Kalsel beserta jajarannya.
Seperti yang disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalsel Sulkan pada saat menghadiri Pernikahan Massal dan Bakti Sosial Presisi Baiman adalah Kita, kerjasama antara Polda Kalsel dan Pemko Banjarmasin, di Siring Balaikota Banjarmasin, Selasa (5/12).
“Pemerintah Provinsi Kalsel tentunya memberi apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan, oleh Polda Kalsel beserta jajarannya,” ungkap Sulkan.
Pelaksanaan pernikahan massal serta bakti sosial ini, hendaknya dapat dilakukan lebih sering lagi di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kegiatan ini menjadi tradisi yang dapat dilaksanakan terus menerus,” ucap Sulkan.
Kapolda Kalsel Irjen (Pol) Andi R Djajadi didampingi Staf Ahli Gubernur Kalsel Sulkan dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina
Sementara itu Kapolda Kalsel Irjen (Pol) Andi Rianto Djajadi menjelaskan, sebanyak 155 pasangan meramaikan pernikahan massal yang digelar, pihaknya.
“Kegiatan Bakti Sosial berupa nikah massal yang saat ini dilaksanakan, di Sering Balaikota Banjarmasin, diikuti oleh 155 pasangan,” ungkap Andi.
Nikah massal ini dilaksanakan oleh Polresta Banjarmasin bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, serta Kemenag Kota Banjarmasin.
“Kami berharap kegiatan nikah massal ini dapat memberikan keberkahan, kepada Provinsi Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin,” ucap Kapolda.
Pada kegiatan tersebut juga, dilaksanakan juga penyerahan bantuan Bakti Sosial seperti Kursi Roda, Paket Sembako, serta Pasar Murah. (SRI/RDM/APR)
Tanah Laut – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Tanah Laut yang di gelar di halaman Kantor Bupati Tanah Laut pada Selasa (5/12) pagi.
Paman Birin hadir didampingi alim ulama, pimpinan Forkopimda Kalsel dan Kabupaten Tala, sejumlah Kepala SKPD lingkup Provinsi Kalsel dan Kabupaten Tanah Laut serta Pimpinan Instansi Vertikal.
Tampak hadir juga sejumlah Penjabat (Pj) Bupati di Kalsel. Diantaranya Pj. Bupati Batola Mujiyat, Pj. Bupati HSS Hermansyah serta Pj. Bupati HSU Zakkly Aswan, Sekda Kabupaten Tanah Laut, Dahnial Kifli, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Laut.
Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-58 mengangkat tema “Bergerak Bahimat, Tanah Laut Tangguh.” Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kegigihan dalam menghadapi segala rintangan, Bahimat dalam Bahasa Banjar bermakna bekerja keras atau bergerak dengan usaha yang terbaik.
Acara dibuka dengan kedatangan Paman Birin yang disambut pengalungan bunga oleh Pj. Bupati Tanah Laut, Syamsir Rahman serta diiringi tarian topeng reog, tari Banjar, dan hadrah.
Tarian topeng reog dan tari Banjar melambangkan dua kebudayaan Jawa dan Banjar yang ada di Kabupaten Tanah Laut.
Gubernur Kalsel menyaksikan penandatanganan berbagai rencana pembangunan di Tala
Rangkaian kemeriahan perayaan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Tanah Laut, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pembangunan, penyerahan bantuan mobil dari Pemkab Tanah Laut kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 1009/Tanah Laut, Pengadilan Negeri Pelaihari dan Kejaksaan Negeri Pelaihari, serta penyerahan piagam penghargaan kepada Pemkab Tanah Laut dari sejumlah Kementrian yang diserahkan dan disaksikan Paman Birin.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibacakan Pimpinan Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Martapura, Alimmul Fadhil Alhafidz TGH. Muhammad Wildan Salman atau Guru Wildan, yang dilanjutkan dengan melantunkan ayat suci Al Qur’an.
Kemudian diikuti dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Tanah Laut yang dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut, setelahnya para tamu undangan diajak menyaksikan video profil kabupaten Tanah Laut yang menggambarkan potensi pertanian, perikanan dan pariwisata, ruang terbuka hijau serta potensi sumber daya alam di Kabupaten Tanah Laut, dilanjutkan dengan hiburan mamanda yang merupakan salah satu kesenian pertunjukan daerah khas Kalsel yang menjadi bagian menarik dari perayaan tersebut.
Dalam sambutannya, Paman Birin mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Laut.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalsel, mengucapkan selamat Hari Jadi ke-58 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Laut. Mudah-mudahan, momentum Hari Jadi ini dapat menjadi pendorong semangat bagi seluruh elemen masyarakat dan Pemkab Tanah Laut untuk terus berkarya memajukan daerah, bangsa, dan negara,” ujar Paman Birin.
Paman Birin juga menuturkan, bahwa Kalsel bagaikan sehelai kain dari surga berkat sinar dari para ulama, terutama dua ulama besar Kalsel, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.
“Sinarnya Banua telah membuat Banua bersinar, cahaya ilmunya yang dipancarkan ke seluruh Banua kita lewat para ulama yang tentu saja, cahaya tersebut berasal dari cahaya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, kemudian sampailah kepada kita semua,” kata Paman Birin.
Selain itu, Paman Birin mengapresiasi upaya pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Laut, khususnya di bidang kesehatan.
Tak hanya itu, Paman Birin juga melihat banyak inovasi yang terus berkembang di Kabupaten Tanah Laut melalui kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Bahkan tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan apresiasi melalui ajang Kalsel Innovation Awards atas berbagai inovasi yang digagas dan diimplementasikan oleh pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Ini membuktikan semangat kemandirian, kebersamaan, dan kemajuan yang tinggi di Tanah Laut,” sambungnya.
Mengakhiri sambutannya, Paman Birin mengajak untuk selalu bersyukur atas segala bentuk capaian yang telah diraih, serta menyoroti pentingnya bersyukur terhadap nikmat kemerdekaan.
Menurutnya, dengan menjalani sikap bersyukur, kenikmatan akan terus bertambah.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Jadi ini sebagai momentum untuk bersyukur, bersyukur dan bersyukur atas segala capaian yang telah diraih Kabupaten Tanah Laut hingga usianya yang ke-58, di tahun 2023 ini. Dirgahayu Tanah Laut, tetap tangguh, dan terus bergerak maju,” tutup Paman Birin.
Sebelumnya, Pj. Bupati Kabupaten Tanah Laut, H. Syamsir Rahman menyampaikan sambutannya, dan mengungkapkan rasa bangga serta terimakasihnya atas kunjungan Gubernur Kalsel yang turut memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Tanah Laut.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Tanah Laut dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mengucapakan terimakasih tak terhingga kepada Paman Birin, yang telah berkenan hadir di acara ini, merupakan suatu kehormatan bagi kami dan masyarakat Tanah Laut,” ujarnya.
Syamsir memaparkan keberhasilan yang telah dicapai melalui kualitas sumber daya manusia yang terus berinovasi dan menerapkan teknologi pembangunan, peningkatan pelayanan masyarakat, kesiap-siagaan menghadapi bencana, kemajuan ekonomi, ketenagakerjaan, serta perencanaan keuangan dan tata kelola pemerintahan telah membawa kabupaten ini meraih penghargaan WTP sebanyak 10 kali berturut-turut.
Selain itu, Syamsir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel yang konsisten memberikan dukungan penuh terhadap capaian pembangunan di Kabupaten Tanah Laut. Hubungan harmonis antara kabupaten dan provinsi diharapkan terus terjaga, mengingat keberhasilan pembangunan di Kabupaten Tanah Laut juga merupakan keberhasilan bagi Provinsi Kalsel.
Syamsir berharap hubungan antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi selalu terjaga baik demi kesuksesan pembangunan di Kalsel.
“Mudah-mudahan hubungan baik ini selalu terjaga karena keberhasilan pembangunan di Kabupaten Tanah Laut merupakan keberhasilan bagi Provinsi Kalsel,” harapnya.
Acara kemudian diakhiri dengan prosesi pemotongan nasi Astakona oleh Paman Birin didampingi Pj. Bupati Tala, Syamsir Rahman beserta para alim ulama Kalsel yang hadir pada acara tersebut.
Dilanjutkan kunjungan Paman Birin ke stan kuliner gratis yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk menjamu masyarakat yang hadir. Selanjutnya, Paman Birin menikmati hidangan durian bersama dengan para hadirin, menciptakan momen akrab dan bersatu dalam kebersamaan. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)
Tanah Bumbu – Ratusan masyarakat nelayan berkumpul di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Batulicin untuk mengikuti sosialisasi peraturan Gubernur tentang tarif pelayanan, bertempat di halaman Pelabuhan Perikanan Batulicin, Selasa (5/12).
Hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi.
Dalam paparannya, Anggota DPRD Dapil 6 Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menyampaikan banyak hal terkait perpajakan, yang mana pentingnya untuk taat terhadap peraturan yang berlaku. Mengingat segala bentuk tarif yang ditarik oleh pemerintah akan kembali kepada masyarakat.
“Penyesuaian tarif ini kan berlaku awal tahun, sosialisasi ini penting agar masyarakat tidak terkejut,” ujarnya.
Ia juga menyebut akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar segala kebijakan pemerintah dapat berpihak pada nelayan di Kalsel.
“Kita tadi sempat tanya jawab dengan masyarakat. Ternyata ada peraturan dari kementerian yang tidak berpihak pada nelayan kita, yang notabenenya adalah nelayan dengan kapal kecil. Maka hal ini kita akan suarakan nantinya. Saya pastikan, saya bersama masyarakat nelayan untuk kesejahteraan,” tegasnya.
Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani menyebut, dengan digelarnya sosialisasi ini untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat pengguna pelabuhan, bahwa ada tarif pelayanan dalam kegiatan di pelabuhan sesuai jenis pemanfaatan lahan, pemanfaatan fasilitas, jual beli dan lainnya.
“Jumlah tarif yang ditarik ini dipastikan untuk kemaslahatan masyarakat. Karena nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan kawasan pelabuhan,” terangnya.
Adapun tarif ini akan terjadi penyesuaian yang berlaku mulai awal tahun mendatang.
“Perubahan tarif antara lain untuk masuk mobil pengangkut ikan, dari 8.000 rupiah menjadi 10.000 rupiah. Begitu juga dengan Kapal, dari 50.000 rupiah menjadi 80.000 persekali masuk. Nantinya saat tarif sudah berlaku akan kembali dilakukan sosialisasi melalui selebaran,” jelasnya. (ASC/RDM/APR)
BANJARMASIN – Nanang Kabupaten Tanah Laut dan Galuh Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dinobatkan menjadi Nanang Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan 2023.
Penobatan berlangsung melalui Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Kebudayaan Tahun 2023, pada Senin (4/12) Malam, di salah satu hotel berbintang Banjarmasin.
Kepada sejumlah wartawan, Staf Ahli Bidang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, usai acara mengatakan, dengan terpilihnya Nanang Galuh Kebudayaan Tahun 2023, ini merupakan salah satu ajang untuk mengembangkan prestasi kebudayaan, agar lebih aktif dan kreatif bersama masyarakat, untuk menjaga kearifan lokal sekaligus memajukan budaya di Banua.
“Keberhasilan acara ini menjadi cerminan kebersamaan dalam menjaga dan memperkaya kekayaan budaya, dan Pemprov Kalsel terus berkomitman untuk mendukung melestarikan budaya,” ucapnya
Staf Ahli Bidang
Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Hatimah, saat diwancara awak media
Disampaikan Husnul, finalis yang terpilih ini menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda di Banua, teruslah menjadi agen perubahan yang dapat memberikan manfaat kepada masyakat luas di Kalimantan Selatan, agar keberadaan budaya akan terus dikenal baik Nasional hingga Internasional.
“Sekarang zaman digital bisa dimanfaatkan untuk lebih mempromosikan Budaya,” pintanya
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati menambahkan, pemilihan pemenang Nanang Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan 2023 telah melalui proses penilaian yang cukup panjang, mulai dari masa karantina, pergelaran seni budaya hingga malam grand final. Hal ini dimaksudkan setelah memiliki gelar sebagai Nanang Galuh Kebudayaan Kalsel 2023, akan menjadi ikon Kebudayaan di Banua dan menjadi perwakilan di ajang pemilihan Putra Putri Kebudayaan di tingkat Nasional.
“Penilaian yang diambil mulai dari bidang pemerintahan, sosial, wisata, ekonomi, teknologi, bahasa, dan kepribadian,” tutupnya
Untuk diketahui, pemenang Nanang Galuh Kebudayaan Provinsi Kalimantan selatan tahun 2023, Azhar Haitamy dan Talita Humaira, Wakil 1 G.T M. Alif dan Tiara Ananda, Wakil 2 Wahyu Ari Sardiko dan Dina Khairina, Wakil 3, Najiburrohman dan Dara Andanti, Wakil 4, Syarif dan Shofia Natasya dan Wakil 5, Hidayat dan Rifdah Buya Harmaidah. Kemudian Nanang Galuh Persahabatan Bagus Ismail dan Nur Afifah, Nanang Galuh Favorit M Andy Fajar dan Nabila Putri, serta Nanang Galuh Berbakat, Muhammad Fahmi dan Ribi Sarawani. (NHF/RDM/APR)
Banjarbaru – Saat apel gabungan di perkantoran Pemprov Kalsel Banjarbaru, pada Senin (4/12), Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, secara simbolis resmi menyerahkan hadiah Undian SIMPEDA KPE Periode IX Tahun 2023 kepada 6 dari 20 orang total pemenang, dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemprov Kalsel. Acara ini merupakan kelanjutan dari pengundian yang telah dilaksanakan pada Rabu (15/11) di Kantor Pusat Bank Kalsel.
Pemenang undian menerima hadiah secara langsung dari Gubernur Kalsel dengan didampingi Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, IGK Prasetya. Pemberian hadiah ini, memperlihatkan dukungan nyata bank Kalsel terhadap ASN yang aktif menggunakan produk dan layanan Bank Kalsel.
Disela kegiatan, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, IGK Prasetya mengungkapkan, hadiah Undian Simpeda KPE bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada para ASN yang konsisten memilih produk dan layanan Bank Kalsel.
“Kami akan lakukan upaya terus-menerus untuk para ASN tidak hanya memilih Bank Kalsel karena kepemilikan Pemerintah Daerah, tetapi juga agar ASN merasa memiliki dan menikmati kualitas produk dan layanan Bank Kalsel, salah satunya melalui pembenahan layanan Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel,” ungkap Prasetya.
Salah satu penerima hadiah, Sutikno, ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, mengungkapkan rasa syukur atas hadiah yang diterima dari Bank Kalsel. Rencananya hadiah ini akan disumbangkan sebagian untuk orang yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel atas hadiah yang diserahkan pada hari ini, tidak pernah menyangka bakal terpilih untuk menerima hadiah dari Bank Kalsel sebesar 10 juta rupiah, rencana hadiah ini akan saya gunakan untuk uang muka rumah nantinya,” ucap Sutikno.
Pada kesempatan yang sama, Bank Kalsel juga memberikan hadiah kepada ASN berupa doorprize kepada peserta upacara di Kantor Sekretariat Daerah Pemprov Kalsel, untuk menunjukkan keterlibatan aktif bank dalam mendukung kegiatan komunitas di wilayah tersebut. (ADV-RIW/RDM/APR)
BANJARBARU – Bertempat di SLB – C Negeri Pembina Provinsi Kalsel, pada Kamis (4/12) Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar peringatan hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2023, dengan mengangkat tema “Bersama Memantapkan Pola Asah, Asih, Asuh, Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Untuk Menjadikan Pribadi Mereka Lebih Kreatif dan Terdepan”.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel akan selalu ada bersama penyandang disabilitas, untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas, yang telah diakui secara Hukum Internasional dan di Negara Republik Indonesia.
“Bagi kami, tidak ada perbedaan penyandang disabilitas dengan manusia lainnya, karena kita diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Karena itu, penyandang disabilitas tidak boleh patah semangat, terus optimis dan pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan,” ucap Husnul, usai menghadiri peringatan hari disabilitas Internasional, Senin (4/12).
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah
Sebagai komitmen dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, Provinsi Kalimantan Selatan, telah menetapkan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, yang mengatur tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Hal ini bertujuan agar penyandang disabilitas mendapat akses yang sama, baik akses pendidikan, akses ekonomi, akses lapangan pekerjaan, akses olahraga dan akses apapun yang berhubungan dengan kehidupan mereka.
“peringatan hari disabilitas internasional ini, kita selenggarakan sebagai bentuk nyata perhatian, dan kepedulian masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terhadap penyandang disabilitas,” Lanjut Husnul.
Sementara itu, Kepala Sekolah SBC C Pembina Provinsi Kalsel Rosita Sari menyampaikan, untuk memberikan pendidikan terbaik terhadap 239 murid SLB C, pihaknya mengarahkan sebanyak 105 orang Tenaga pengajar, sehingga 1 orang tenaga pengajar dapat menangani 2 murid SLB C.
“Tenaga guru SLB lebih banyak dibandingkan guru umum karena kami memiliki sertifikasi, yakni 1 guru hanya bisa mengajar 2 murid autism,” ungkap Rosita.
Ia melanjutkan, untuk membentuk bakat murid-murid autism di SLB C, pihaknya membentuk divisi khusus untuk membina murid – murid autism, sehingga talenta mereka dapat terasah. (MRF/RDM/APR)
BANJARBARU – Sebanyak 10 Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) se- Kalimantan Selatan, mengikuti lomba debat permuseuman di Museum Lambung Mangkurat Kalsel. Debat Permuseuman yang mengangkat tema “Cintai Budaya Kalimantan Selatan” Tersebut, diselenggarakan mulai 1 – 4 Desember, di Aula Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru.
Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, dengan diadakannya Debat Permuseuman, diharapkan para peserta yang terdiri dari tingkat SLTA, dapat mengenal budaya-budaya Kalsel melalui berbagai debat yang disampaikan.
“Antusiasnya para pelajar mengikuti debat, sehingga mereka akan mengetahui budaya budaya Kalsel,” ucap Taufik.
Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel Muhammad Taufik Akbar
Ia menambahkan, usai debat permuseuman selesai dilaksanakan, para peserta yang terdiri dari peserta didik tingkat SLTA, akan diperkenalkan berbagai macam koleksi – koleksi yang ada di Museum Lambung Mangkurat. Sehingga debat permuseuman juga menjadi salah satu strategi, untuk menarik minat para pelajar, mengenal dan mempelajari koleksi-koleksi di Museum Lambung Mangkurat.
“Adapun debat permuseuman dikelompokkan menjadi dua kelompok, yakni Kelompok Pro dan Kelompok Kontra, dengan membahas berbagai kebudayaan yang ada di banua ini,” ucap Taufik.
Ia mengharapkan, lomba debat permuseuman ini dapat lebih membuka pola pikir peserta, untuk kemajuan bangsa tanpa melupakan nilai-nilai kebudayaan terutama yang ada di Kalsel. Sehingga kaum milenial atau generasi muda Kalsel dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk membuat Kalsel menjadi lebih maju. (MRF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengimbau warga di Kota ini, untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.
Yamin menjelaskan, saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, bahkan dengan intensitas lama, pihaknya menghimbau bagi masyarakat, untuk terus meningkatkan kewaspadaan yang tinggi terutama bagi yang melakukan aktivitas diluar rumah.
“Kalau mengalami hujan deras dan angin kencang, sebaiknya berteduh,” katanya
Disampaikan Yamin, Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, dapat melakukan mitigasi, khususnya pohon-pohon yang berpotensi roboh, guna mengurangi resiko berbahaya bagi masyarakat. Kemudian, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, hendaklah rutin memeriksa drainase, agar tidak terjadi genangan air dan banjir rob.
“Dengan dilakukan pemeriksaan rutin tentu mengantisipasi sejak dini berbagai bahaya akibat cuaca ekstrem,” ungkapnya
Lebih lanjut Yamin menambahkan, peran masyarakat mulai sekarang secara aktif, turut serta membantu Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk melakukan gerakan membersihkan sungai dan drainase, agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat dan indah.
“Mari kita lebih peduli menjaga lingkungan sekitar,” tutup Yamin. (NHF/RDM/APR)