Nataru 2025/2026, Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan Sukses Layani 63.950 Penumpang

BANJARMASIN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, mencatatkan kinerja positif selama penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Berdasarkan data enumpang di wilayah Subregional Kalimantan, total penumpang yang dilayani mencapai 63.950 orang, atau mengalami kenaikan sebesar 1,05% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi kinerja tersebut berasal dari sejumlah pelabuhan di wilayah Subregional Kalimantan.

Pelabuhan Batulicin melayani 7.220 penumpang dan bertumbuh 7,92% dibanding periode tahun sebelumnya. Pelabuhan Trisakti mencatat 23.161 penumpang dan bertumbuh 14,44%, sementara Pelabuhan Kotabaru melayani 2.981 penumpang dan bertumbuh 19% dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, Pelabuhan Sampit melayani 7.464 penumpang, dan Pelabuhan Kumai melayani 23.124 penumpang selama periode Angkutan Nataru 2025/2026.

Secara umum, kinerja angkutan penumpang selama masa Nataru 2025/2026 di wilayah Subregional Kalimantan, menunjukkan tren yang positif dan terkendali.

Capaian ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat, aparat keamanan, pemerintah daerah, operator pelayaran, penyedia jasa transportasi, serta para pemangku kepentingan lainnya yang turut berperan aktif dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus penumpang selama periode libur akhir tahun.

Suprayogi Sumarkan, Junior Manager Umum dan Humas Subregional Kalimantan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

“Capaian ini merupakan hasil dari kesiapan operasional serta kolaborasi lintas sektor yang terus kami perkuat. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bersinergi mendukung kelancaran arus Angkutan Nataru. Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kepelabuhanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Suprayogi, dalam rilisnya Kamis (8/1).

Lebih lanjut, penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan dalam mempersiapkan agenda angkutan berikutnya, khususnya Angkutan Lebaran yang secara historis memiliki tingkat pergerakan penumpang lebih tinggi.

Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta pertumbuhan sektor transportasi laut nasional. (Pelindo-RIW/RH)

53 Persen Wajib Pajak Kalselteng Aktifkan Coretax, DJP Ingatkan Waspada Calo

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng), mencatat peningkatan aktivasi akun Coretax dan pembuatan Kode Otorisasi Wajib Pajak. Hingga Senin (5/1) total sebanyak 229.540 Wajib Pajak telah mengaktifkan akun Coretax, dengan rincian sebanyak 85.929 Wajib Pajak di Kalimantan Tengah dan sebanyak 143.611 Wajib Pajak di Kalimantan Selatan.

Jumlah total Wajib Pajak yang telah mengaktifkan akun Coretax tersebut setara dengan 53 persen dari total 432.347 Wajib Pajak yang melaporkan SPT Tahunan Tahun Pajak 2024.

Sementara itu, jumlah Wajib Pajak yang telah melakukan pembuatan Kode Otorisasi pada akun Coretax mencapai 183.809 Wajib Pajak atau setara dengan 46 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Direktorat Jenderal Pajak dalam meningkatkan kemudahan akses dan kualitas layanan perpajakan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Coretax merupakan sistem administrasi perpajakan Direktorat Jenderal Pajak yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan perpajakan secara digital, aman, dan efisien. Aktivasi akun Coretax dan pembuatan Kode Otorisasi merupakan tahapan awal yang diperlukan sebelum Wajib Pajak memanfaatkan layanan perpajakan melalui sistem tersebut.

Kepala Kantor Wilayah DJP Kalselteng, Syamsinar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kanwil DJP Kalselteng atas konsistensi pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada Wajib Pajak, serta kepada Wajib Pajak yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung transformasi layanan perpajakan digital.

“Capaian aktivasi akun Coretax dan pembuatan Kode Otorisasi ini menunjukkan bahwa transformasi layanan perpajakan digital di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah berjalan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Syamsinar, dalam siaran persnya Kamis (8/1).

Lebih lanjut, Syamsinar menegaskan, bahwa seluruh proses aktivasi akun Coretax dan pembuatan Kode Otorisasi tidak dipungut biaya. Ia mengimbau Wajib Pajak untuk melakukan proses tersebut secara mandiri atau melalui pendampingan resmi Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam kesempatan yang sama, Kanwil DJP Kalselteng juga mengingatkan Wajib Pajak untuk waspada terhadap praktik penipuan dan tidak menggunakan jasa perantara atau calo yang mengatasnamakan DJP atau pihak lain yang meminta sejumlah biaya tertentu. Wajib Pajak diminta untuk tidak memberikan data pribadi, kata sandi, maupun Kode Otorisasi kepada pihak mana pun yang tidak resmi.

Ke depan, Kanwil DJP Kalselteng akan terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan asistensi kepada Wajib Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) serta kanal digital resmi, agar seluruh Wajib Pajak dapat memanfaatkan layanan perpajakan digital secara optimal dan aman. (DJPKalselteng-RIW/RH)

Puluhan Sekolah di Terendam Banjir, Ortu Siswa di Banjarmasin Diminta Awasi PJJ

BANJARMASIN – Puluhan sekolah di Kota Banjarmasin terdampak banjir rob, yang kembali melanda sejumlah wilayah di kota seribu sungai ini, dalam beberapa hari terakhir.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk meninjau, sekaligus mendata kerusakan sarana dan prasarana sekolah yang terendam banjir.

Kadisdik Banjarmasin Ryan Utama

“Pendataan ini dilakukan atas permintaan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkap Ryan, kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/1).

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyaluran bantuan bagi sekolah-sekolah yang terdampak.

“Kerusakan sarana prasarana dan peralatan sekolah akibat banjir ini diminta untuk didata. Harapannya, data tersebut bisa menjadi dasar pemberian bantuan dari Kemendikdasmen,” ujar Ryan.

Selain sebagai bahan pengajuan bantuan, hasil pendataan juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Banjarmasin ke depan.

Terutama, bagi sekolah sekolah yang berada di bantaran sungai atau memiliki sistem drainase yang kurang memadai.

“Sekolah yang berada di wilayah rawan banjir tentu menjadi perhatian khusus. Ini menjadi evaluasi kami untuk perbaikan ke depannya,” ucap Ryan.

Ia juga menyampaikan, kondisi banjir di masing masing sekolah bervariasi, mulai dari genangan sedang, banjir cukup tinggi hingga air yang sudah memasuki ruang kelas.

Selain itu, terdapat pula sekolah yang mengalami genangan air dengan kondisi surut pasang dan lambat mengering.

“Kondisi banjir ini dinamis, datanya terus bergerak. Kami juga meminta para guru untuk mengisi Google Form terkait kondisi terkini sekolah mereka,” tutur Ryan.

Sekolah sekolah yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kecamatan Banjarmasin Selatan. Meski ada beberapa sekolah di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara juga terdampak, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak dua wilayah tersebut.

Pendataan sekolah terdampak banjir rob dilakukan di SMP serta SD di Kota Banjarmasin.

Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 26 SD dan 19 SMP terendam banjir. Sedangkan pendataan terhadap satuan pendidikan PAUD masih terus diperbarui.

Dalam kesempatan tersebut, Ryan juga meminta, pengawasan lebih ketat dari orang tua siswa terdampak banjir, yang saat ini mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Permintaan ini disampaikan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, mengingat saat ini, banyak sekolah yang terdampak banjir parah hingga terpaksa dilaksanakan penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar – KBM, dengan Pembelajaran Jarak Jauh,” ungkapnya.

Kondisi ini memaksa para siswa lebih banyak berada di rumah, sehingga pengawasan dari sekolah langsung menjadi berkurang.

“Karena itu Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin meminta pengawasan lebih ketat dari orang tua siswa, karena siswa saat ini lebih banyak berada di rumah,” ucapnya.

Orang tua siswa diminta untuk selalu mengawasi anaknya saat bermain, Terutama di daerah genangan dan daerah tepian sungai yang terjadinya arus air pasang agar selalu berhati-hati. (SRI/RIW/RH)

“Sang Ratu”, Sendratasik Berkarya 15 Mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan ULM

BANJARMASIN – Sendratasik Berkarya, merupakan sebuah label dari luaran output mata kuliah pagelaran seni, untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Lambung Mangkurat.

Pada gelaran ke-15, Sendratasik Berkarya tahun ini, mengangkat kisah “Sang Ratu”, menceritakan perasaan hati dan kondisi psikologis perempuan, dalam hal ini Memakai idiom seorang Ratu Zaleha dalam menghadapi ketakutan dan kondisi kekhawatiran pasca beliau diasingkan di Bogor.

Kisah Sang Ratu, mencoba mensingkronkan antara konflik sejarah, kondisi masa lalu dan masa kini yang dikemas dalam sebuah sajian pertunjukan gabungan dari seni tari, musik, teater dan seni pertunjukan lainnya.

Sendratasik Berkarya kali ini, diperankan Raisa Hafizatil Azkia sebagai tokoh utama, dengan sutradara, Muhammad Azmi Arief, dan Pimpro, Abdullah Samad Ilham.

Sementara penata tari, Maila Bilqies, Linda Agustina, dan Cita Bunga Lestari. Penata Musik, Rizki Fathurrahman dan Julianus Pratama.

Pimpro, Muhammad Azmi Arief mengatakan, Sendratasik Berkarya lahir dari tangan-tangan tulus mahasiswa jurusan seni pertunjukan.

“Dengan semangat manuntung sapadangsanakan, dan berpegang pada nilai pendidikan, Sendratasik Berkarya berusaha memperkuat dan menjaga ekosistem seni guna mempertahankan identitas budaya Banua,” ujarnya.

Didukung Muhammad Hidayatullah, PT. Adaro Indonesia, anggota DPRD Kalsel, Taufik Rahman, toko Cat Azka Fina Banjarmasin, Azza Event Organizer dan Gekrafs Kota Banjarmasin ini, disiapkan selama kurang lebih 4 bulan.

“Agustus sudah dimulai pembentukan panitia, riset, penyebaran proposal, proses kreatif, proses latihan dan pementasan,” tambahnya.

Sendratasik Berkarya 15 “Sang Ratu” ini, resmi dipertunjukkan pada (3/1) di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Banjarmasin. (ADV-RIW/RH)

Pansus II DPRD Kalsel Finalisasi Raperda Penyelenggaraan Pangan

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan rapat finalisasi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pangan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, bertempat di ruang Komisi II DPRD Provinsi Banjarmasin, Rabu (7/1).

Suasana Rapat Pansus II, di Ruang Komisi II DPRD Kalsel

Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Jahrian menyampaikan, bahwa rapat tersebut merupakan tahapan penting sebelum Raperda Penyelenggaraan Pangan dilanjutkan ke proses selanjutnya, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Jahrian

Ia menjelaskan, Raperda ini disusun sebagai bentuk komitmen DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat peran pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan.

“Raperda Penyelenggaraan Pangan ini pada prinsipnya telah dirampungkan dan diharapkan menjadi payung hukum dalam menjamin ketersediaan serta keamanan pangan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Jahrian mengatakan, regulasi tersebut juga mengatur pengelolaan sumber daya pangan daerah yang lebih tertata dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan. Menurutnya, persoalan lingkungan seperti banjir yang berdampak langsung terhadap masyarakat perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami tekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat wilayah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kawasan permukiman sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” harapnya

Dengan dirampungkannya Raperda ini, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap regulasi tersebut dapat segera ditetapkan dan diimplementasikan untuk mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan. (ADV-NHF/RIW/RH)

Terdampak Banjir, Komisi II Evaluasi Ketahanan Pangan Kalsel

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat kerja evaluasi penanganan ketahanan pangan, menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kalsel Lantai 4 Banjarmasin, bersama mitra kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (7/1)

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhamad Yani Helmi menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil evaluasi bersama, kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Selatan saat ini masih dalam keadaan aman.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhamad Yani Helmi

Ia mengungkapkan, sektor pertanian khususnya komoditas padi masih mengalami surplus, demikian pula pada sektor peternakan unggas. Ketersediaan pangan di pasar saat ini cukup tersedia.

“Sesuai arahan Gubernur, dinas terkait telah membantu masyarakat terdampak banjir, terutama di wilayah Martapura dan sekitarnya. Kami dari DPRD juga turut terlibat membantu masyarakat,” ujarnya.

Disampaikan Yani Helmi, banjir yang dipicu curah hujan tinggi dan fenomena rob tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan, khususnya di wilayah terdampak langsung. Oleh karena itu, penanganan banjir ke depan tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Kami Komisi II DPRD Kalsel berencana menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk mengevaluasi kondisi sungai dan anak sungai di Kalsel, khususnya Sungai Martapura, agar dapat dilakukan normalisasi secara menyeluruh,”
ungkapnya

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan,
penanganan banjir harus dari hulu sampai ke hilir. Jika hanya sebatas penyaluran bantuan, persoalan banjir tidak akan selesai. Reboisasi hutan dan normalisasi sungai menjadi langkah yang harus berjalan beriringan.

Rapat kerja ini diikuti mitra kerja Komisi II DPRD Kalsel, antara lain Bappeda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kehutanan, Dinas Perdagangan, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan. (ADV-NHF/RIW/RH)

Tegaskan Status Lumbung Pangan Regional, Kalsel Surplus Beras Capai 1,2 Juta Ton

BATOLA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan regional melalui kegiatan Panen Raya, dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar serentak bersama Presiden Republik Indonesia secara daring.

Untuk Kalimantan Selatan, kegiatan panen raya dipusatkan di Desa Baringin Jaya, Handil Paliwara, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), pada Rabu (7/1).

Panen raya padi dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kepala BIN Daerah, serta jajaran Forkopimda dan kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pada kesempatan tersebut, panen dilakukan di lahan seluas 10 hektare.

Kegiatan ini juga terhubung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian yang mengikuti rangkaian panen raya nasional dari Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Muhidin, menyampaikan rasa syukur atas capaian ketahanan pangan Kalimantan Selatan yang terus menunjukkan tren positif.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Ia mengungkapkan, bahwa meskipun produksi padi dan beras Kalsel berada di peringkat 10 nasional, namun dari sisi Indeks Ketahanan Pangan, Kalimantan Selatan berhasil menembus peringkat tiga nasional, tepat di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Surplus beras Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton dengan kenaikan hampir 15 persen, tertinggi di regional Kalimantan. Ini menunjukkan ketahanan pangan kita sangat kuat,” ungkap Muhidin.

Muhidin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari peran Dinas Pertanian, TNI dalam pengelolaan sawah, hingga Kepolisian yang berkontribusi pada pengembangan jagung.

Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi pangan di Banua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan, bahwa pada tahun 2025 produksi padi Kalimantan Selatan mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton, tertinggi di Kalimantan. Capaian ini diraih meskipun sebagian lahan menghadapi tantangan hama dan genangan air.

Ia menyebutkan, produksi padi Kalsel juga menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala.

“Produksi padi kita terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala,” ucap Syamsir.

Selain itu, Kalimantan Selatan mencatat prestasi dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional, menggeser Provinsi Bali setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas. Indeks ini diukur dari aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi pangan.

Ke depan, Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi padi hingga 1,3 juta ton pada tahun 2026 melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru, pemanfaatan Brigade Pangan, serta modernisasi pertanian berbasis teknologi.

Pada kegiatan Panen Raya tersebut, Gubernur Kalsel Muhidin juga menyerahkan bantuan sektor pertanian dari APBD Provinsi Kalsel senilai hampir Rp2,5 miliar, termasuk dukungan pengelolaan tanaman pangan, hortikultura, serta subsidi pupuk lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. (MRF/RIW/RH)

Banjir Rob Kepung Banjarmasin, Dinkes Tetapkan Status Siaga di Faskes

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, menetapkan status siaga banjir rob, di seluruh Puskesmas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan menyampaikan, tim kesehatan telah terjun ke lapangan dengan mendatangi langsung para korban terdampak banjir rob, salah satunya di kawasan Pekapuran Raya, serta di kawasan Sungai Lulut.

Plt Kadinkes Banjarmasin Muhammad Ramadhan

“Petugas kesehatan melayani semua warga yang terdampak banjir rob,” ungkap Ramadhan, kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/1).

Selain itu Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin juga telah membuka posko bersama.

“Saat ini sudah terdapat warga yang telah mendatangi posko kesehatan yang ada di Kelurahan Sungai Lulut serta Pekapuran Raya,” ucap Ramadhan.

Selain itu, lanjut Ramadhan, pada siaga banjir rob ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melakukan jemput bola, mendatangi warga yang mulai terserang sejumlah penyakit.

Dengan penyakit yang diderita korban banjir rob, sebagian besar adalah penyakit kulit, dan tidak ditemukan penyakit yang berbahaya.

“Sampai saat ini warga terdampak banjir hampir rata rata menderita penyakit kulit saja, dan telah mendapat pengobatan,” tutur Ramadhan.

Sedangkan, untuk penyakit berat seperti leptospirosis atau demam akibat kencing tikus, tidak ditemukan hingga saat ini.

Untuk pelayanan kesehatan warga terdampak banjir, Dinas Kesehatan menurunkan Tim Krisis Puskesmas Pekapuran Raya, Pelayanan bertempat di Kelurahan Pekapuran Raya RT 036. Dengan jumlah warga terdampak, sebanyak 119 KK, serta 112 Rumah.

Pos kesehatan lainnya, berada di Pemurus Dalam, Sungai Lulut, serta di Puskesmas 9 November. (SRI/ RIW/RH)

Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II 2025, dan Diktukba Gelombang I 2026, Resmi Ditutup

BANJARBARU – Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2025, dan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026, resmi ditutup melalui upacara yang digelar di Lapangan Secaba Rindam XXII Tambun Bungai, Banjarbaru, pada Rabu (7/1).

Suasana Upacara Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2025 dan Diktukba Gelombang I TA 2026

Upacara penutupan dipimpin Komandan Rindam XXII Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan, serta dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 510 siswa dinyatakan lulus dan resmi dilantik sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Sersan Dua.

Komandan Rindam XXII Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan, menegaskan bahwa pendidikan yang telah dilalui para siswa merupakan fondasi utama dalam membentuk prajurit yang memiliki integritas dan moralitas tinggi.

“Pendidikan ini menjadi landasan moral dalam menjalankan pengabdian terhadap bangsa dan negara, sehingga para prajurit senantiasa berada dalam koridor sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang dapat dibanggakan dan menjadi teladan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para purna siswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD.

“Saya mengucapkan selamat kepada para mantan siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan dilantik sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Sersan Dua,” kata Brigjen TNI Ali Akhwan.

Selain itu, Brigjen TNI Ali Akhwan turut memberikan apresiasi kepada para instruktur dan pelatih atas dedikasi serta kerja keras dalam menyelenggarakan pendidikan.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para instruktur dan pelatih. Tanpa kerja keras mereka, proses pendidikan ini tentunya tidak akan tercapai secara maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas pelaksanaan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI Angkatan Darat di Rindam XXII Tambun Bungai.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya kami memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI Angkatan Darat di Rindam XXII Tambun Bungai,” ucap Adi.

Menurutnya, pendidikan dasar keprajuritan Bintara yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis dalam membentuk prajurit yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada bangsa dan negara.

“Pendidikan dasar keprajuritan ini sangat berperan penting dalam membentuk prajurit yang disiplin serta memiliki semangat pengabdian” jelasnya.

Adi berharap para prajurit yang telah menyelesaikan pendidikan mampu menjadi teladan serta berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan.

“Kami berharap para prajurit yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi teladan di masyarakat dan turut menjaga stabilitas keamanan serta persatuan, khususnya di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Kalsel Masih Status Siaga Bencana, Gubernur: Penanganan Banjir Tetap Maksimal

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hingga kini masih menetapkan status kesiapsiagaan bencana, menyusul sejumlah kejadian banjir yang melanda beberapa wilayah. Meski belum ditetapkan sebagai tanggap darurat, penanganan di lapangan dipastikan tetap berjalan maksimal.

Menurut Gubernur Kalsel Muhidin, penetapan kesiapsiagaan bencana, bukan status tanggap darurat dikarenakan banjir yang terjadi di beberapa daerah masih bersifat sementara dan cepat surut.

Gubernur Kalsel (kiri) saat memimpin rapat.(foto : Adpim)

“Kalau tanggap darurat itu artinya banjirnya ekstrem dan berdampak luas,” ujarnya, usai memimpin Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, di Banjarbaru, Selasa (6/1) sore.

Ia mencontohkan, kondisi banjir di Kabupaten Balangan yang sempat menggenangi wilayah permukiman, namun air surut dalam waktu singkat.

Gubernur Muhidin juga menyinggung kejadian banjir di wilayah Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang tidak mampu ditampung sungai karena adanya hambatan aliran.

“Air meluap karena sungainya kecil dan ada hambatan. Tapi Alhamdulillah, dalam tiga sampai lima jam air juga sudah habis,”katanya.

Kondisi serupa, lanjut Muhidin, juga terjadi di Martapura yang penanganannya relatif cepat. Ia berharap banjir di wilayah Sungai Tabuk juga segera berangsur surut apabila tidak turun hujan.

“Mudah-mudahan Sungai Tabuk ini, kalau tidak ada hujan, besok airnya sudah mulai menurun,” harapnya.

Meski belum masuk status tanggap darurat, Pemprov Kalsel memastikan seluruh upaya penanganan tetap dilakukan secara optimal. Bantuan logistik dan layanan kepada masyarakat terdampak terus berjalan melalui sinergi lintas instansi.

“Penanganan tetap kita laksanakan. Dapur umum masih ada, bantuan sembako juga masih berjalan. Dari kepolisian ada, dari TNI juga ada,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga telah menginstruksikan seluruh kepala dinas terkait untuk terus memantau kondisi di lapangan.

“Walaupun belum tanggap darurat, kami tetap turun melihat langsung kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Muhidin juga membuka ruang kolaborasi seluas – luasnya, termasuk dengan para pelaku usaha dan media, untuk bersama-sama membantu masyarakat jika dampak banjir dinilai cukup besar.

“Kami juga mohon kepada rekan-rekan wartawan, ayo sama-sama kita lihat di mana perlu kita kunjungi. Kalau memang dampaknya luar biasa, tentu kita turun bersama,” katanya.

Menurutnya, masukan dari berbagai pihak sangat penting sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil langkah lanjutan.

“Kalau memang sudah berdampak besar, tentu penanganannya akan kita tingkatkan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version