Tegaskan Status Lumbung Pangan Regional, Kalsel Surplus Beras Capai 1,2 Juta Ton
BATOLA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan regional melalui kegiatan Panen Raya, dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar serentak bersama Presiden Republik Indonesia secara daring.
Untuk Kalimantan Selatan, kegiatan panen raya dipusatkan di Desa Baringin Jaya, Handil Paliwara, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), pada Rabu (7/1).
Panen raya padi dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kepala BIN Daerah, serta jajaran Forkopimda dan kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pada kesempatan tersebut, panen dilakukan di lahan seluas 10 hektare.
Kegiatan ini juga terhubung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian yang mengikuti rangkaian panen raya nasional dari Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Muhidin, menyampaikan rasa syukur atas capaian ketahanan pangan Kalimantan Selatan yang terus menunjukkan tren positif.

Ia mengungkapkan, bahwa meskipun produksi padi dan beras Kalsel berada di peringkat 10 nasional, namun dari sisi Indeks Ketahanan Pangan, Kalimantan Selatan berhasil menembus peringkat tiga nasional, tepat di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Surplus beras Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton dengan kenaikan hampir 15 persen, tertinggi di regional Kalimantan. Ini menunjukkan ketahanan pangan kita sangat kuat,” ungkap Muhidin.
Muhidin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari peran Dinas Pertanian, TNI dalam pengelolaan sawah, hingga Kepolisian yang berkontribusi pada pengembangan jagung.
Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi pangan di Banua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan, bahwa pada tahun 2025 produksi padi Kalimantan Selatan mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton, tertinggi di Kalimantan. Capaian ini diraih meskipun sebagian lahan menghadapi tantangan hama dan genangan air.
Ia menyebutkan, produksi padi Kalsel juga menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala.
“Produksi padi kita terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala,” ucap Syamsir.
Selain itu, Kalimantan Selatan mencatat prestasi dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional, menggeser Provinsi Bali setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas. Indeks ini diukur dari aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi pangan.
Ke depan, Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi padi hingga 1,3 juta ton pada tahun 2026 melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru, pemanfaatan Brigade Pangan, serta modernisasi pertanian berbasis teknologi.
Pada kegiatan Panen Raya tersebut, Gubernur Kalsel Muhidin juga menyerahkan bantuan sektor pertanian dari APBD Provinsi Kalsel senilai hampir Rp2,5 miliar, termasuk dukungan pengelolaan tanaman pangan, hortikultura, serta subsidi pupuk lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. (MRF/RIW/RH)
