17 April 2026

Hadapi Tantangan Digital, Diskominfo Kalsel Perkuat Manajemen Risiko Informasi

Ket : Suasana kegiatan sosialisasi penguatan tata kelola keamanan informasi berbasis manajemen resiko

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar sosialisasi penguatan tata kelola keamanan informasi berbasis manajemen risiko, secara daring dari ruang rapat Kepala Dinas Kominfo di Banjarbaru, Rabu (15/4).

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, yang diwakili Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar.

Ket : Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar saat membuka kegiatan

Sosialisasi diikuti seluruh SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Kominfo kabupaten/kota, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI.

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar mengatakan, penguatan tata kelola keamanan informasi berbasis manajemen risiko, menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di era digital.

“Meskipun sistem keamanan informasi saat ini sudah cukup baik, namun identifikasi dan pengelolaan risiko tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui sosialisasi ini, setiap perangkat daerah diharapkan dapat memahami berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi, baik di tingkat SKPD maupun di lingkungan Diskominfo.

Hal tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem keamanan informasi ke depannya.

“Data itu sangat penting dan memiliki nilai yang tinggi, sehingga perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian bersama. Sosialisasi ini juga menjadi langkah awal sebelum implementasi kebijakan perlindungan data pribadi di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sucilianita menambahkan, pendekatan manajemen risiko dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman yang dapat terjadi.

Dengan begitu, setiap instansi dapat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko serta langkah penanganannya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat lebih memahami potensi risiko yang ada, sehingga mampu melakukan langkah – langkah pencegahan secara optimal.

“Tantangan dalam menjaga keamanan informasi memang semakin besar, namun hal ini bukan menjadi hambatan, melainkan upaya berkelanjutan yang harus terus dilakukan demi menjaga keamanan data dan informasi,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.