17 April 2026

Perkuat Ketahanan Pangan, DPKP Rehabilitasi Lumbung dan Bangun Gudang Strategis

Perkuat Ketahanan Pangan, DPKP Rehabilitasi Lumbung dan Bangun Gudang Strategis

Banjarbaru – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, terus mengakselerasi program rehabilitasi lumbung pangan serta pembangunan gudang penyimpanan komoditas strategis di sejumlah wilayah sentra produksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan Kalimantan Selatan tahun 2026.

“Untuk mendukung ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026, ada beberapa kegiatan yang harus kita dorong. Salah satunya rehabilitasi lumbung pangan. Ini sangat penting, terutama ketika terjadi banjir atau kondisi tertentu yang memengaruhi distribusi dan produksi pangan,” ucap Syamsir, baru-baru ini.

Menurut Syamsir, keberadaan lumbung pangan merupakan solusi strategis sebagai tempat penyimpanan komoditas utama, seperti padi dan jagung agar tetap aman, terjaga kualitasnya, serta memiliki nilai tambah ekonomi.

Selain merehabilitasi lumbung yang sudah ada, pemerintah provinsi juga menyiapkan pembangunan gudang penyimpanan (storage), untuk mendukung pengelolaan hasil panen, termasuk jagung yang telah melalui proses pengeringan (dryer).

“Produksi padi dan jagung kita cenderung meningkat, meskipun bisa berubah setiap musim. Jika kita memiliki lumbung dan gudang yang memadai, komoditas tersebut dapat dikelola dengan baik, sehingga harga jualnya lebih stabil dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” lanjut Syamsir.

Ia menambahkan, khusus untuk komoditas jagung, penyimpanan yang baik setelah proses pengeringan sangat menentukan kualitas dan daya tahan hasil panen. Sementara untuk padi, pengelolaan pascapanen yang tepat akan berdampak pada peningkatan mutu beras yang dihasilkan.

DPKP Kalsel juga mendorong petani, agar semakin mandiri dalam manajemen hasil panen. Dukungan sarana dan prasarana penyimpanan diharapkan mampu membantu petani menentukan waktu jual yang lebih menguntungkan serta mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga.

Sejumlah wilayah sentra produksi menjadi prioritas dalam program ini. Untuk komoditas padi, sentra produksi utama berada di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Tanah Laut, Banjar, dan Hulu Sungai Tengah. Wilayah-wilayah tersebut akan menjadi fokus rehabilitasi maupun pembangunan lumbung pangan baru, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Kita akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, apalagi saat ini ada penyesuaian anggaran secara nasional. Namun prinsipnya, sentra-sentra produksi tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Syamsir juga menyoroti pentingnya penguatan hilirisasi pertanian. Selama ini, distribusi komoditas dari sejumlah daerah masih didominasi dalam bentuk gabah. Ke depan, pemerintah mendorong agar distribusi dilakukan dalam bentuk beras sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati lebih besar oleh penggilingan padi dan masyarakat.

“Harapannya bukan hanya gabah yang keluar dari daerah, tetapi berasnya. Dengan begitu ada nilai ekonomis yang lebih tinggi bagi pelaku usaha penggilingan dan masyarakat,” tambah Syamsir.

Upaya penguatan lumbung pangan ini, sejalan dengan misi pembangunan pertanian daerah dalam meningkatkan produksi, memperkuat cadangan pangan, serta menjaga stabilitas harga. Indeks Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan pada 2025 tercatat berada pada posisi yang membanggakan secara nasional.

“Prestasi ini harus kita pertahankan dan tingkatkan. Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana kita menyimpan, mengelola, dan mendistribusikan pangan secara efektif,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/ZN)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.