Pemprov Bersama Polda Kalsel Sepakat Atasi Konflik Nelayan, Tekan Destructive Fishing

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, bersama atasi konflik nelayan, dengan penekanan Destruktif Fishing.

Hal tersebut terungkap, pada Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Penanganan Destructive Fishing dalam Rangka Menjaga Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Perairan Kalsel” di Auditorium Bhara Dhaksa Polda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (2/9). Kegiatan dibuka Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Hadir pada FGD, Gubernur Kalsel Muhidin, Forkopimda, instansi terkait, akademisi, pelaku usaha, organisasi nelayan, dan tokoh masyarakat.

Kapolda Rosyanto menyampaikan, FGD ini menjadi langkah strategis dalam meredam konflik antar nelayan dan memberantas praktik destructive fishing di perairan Kalsel.

“Direktorat Polairud Polda Kalsel mencatat, pada triwulan I 2025 telah dilakukan 6.117 kegiatan patroli, pembinaan, dan sosialisasi. Dalam dua tahun terakhir, 15 tersangka destructive fishing berhasil ditangkap dengan kerugian negara mencapai Rp150 juta,” ungkapnya.

Kapolda Kalsel menegaskan, bahwa FGD ini dilatarbelakangi konflik nelayan Kalsel dengan nelayan Jawa Timur dan Jawa Tengah terkait metode penangkapan, wilayah operasi, dan persepsi batas laut.

“Forum ini diharapkan dapat menghadirkan titik temu agar pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara adil, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Muhidin mengapresiasi inisiatif Polda Kalsel, dalam menjaga ketertiban dan kelestarian wilayah perairan.

“Saya berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan bersama, terutama dalam menangani destructive fishing dan mencegah konflik sosial,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalsel Rusdi Hartono, yang menjadi salah satu narasumber, memaparkan kondisi, hambatan, serta strategi pembinaan dan pengawasan nelayan Kalsel.

“Penguatan pengawasan, pembinaan nelayan, dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mencegah praktik destructive fishing,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan paparan akademisi, diskusi kelompok, dan penandatanganan perjanjian bersama antar nelayan.

“Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor demi menjaga ekosistem laut Banua agar lebih lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” pungkasnya. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)

Kembali Normal, BYOND by BSI Dapat Diakses Nasabah

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan, bahwa layanan e-channel BYOND by BSI sudah normal kembali dan nasabah dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan lancar untuk semua transaksi mulai dari tarik tunai, pembayaran, pembukaan rekening, maupun transaksi lainnya.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengungkapkan, selain BYOND, nasabah dapat bertransaksi menggunakan e-banking lainnya seperti BSI Mobile, layanan ATM BSI, BSI Netbanking secara lancar ataupun mengunjungi jaringan BSI terdekat.

‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi BYOND.,” ucapnya.

Wisnu mengungkap aplikasi BYOND sudah dapat digunakan sejak Selasa (2/9) malam secara bertahap dan stabil pada Rabu (3/9) pagi.

Aplikasi BYOND BSI diluncurkan pada November tahun lalu dan memiliki user register 8,9 juta. Wisnu juga mengucapkan terima kasih atas loyalitas nasabah kepada BSI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan nasabah dan sejalan komitmen kami untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dari sisi teknologi dengan fokus pada IT Security, IT Capacity dan IT Compliance and Governance,” ujar Wisnu

Tak lupa, Ia juga mengingatkan nasabah untuk tetap menjaga PIN dan kerahasiaan data pribadi serta berhati-hati terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan Bank, seperti perubahan tarif yang disampaikan melalui nomor Whatsapp pribadi.

Informasi dari Bank Syariah Indonesia hanya disampaikan melalui saluran resmi, yakni www.bankbsi.co.id, BSI Call: 14040, Whatsapp Official Bank Syariah Indonesia dengan centang biru di nomor 081584114040. Sementara untuk social media, Instagram @Bank Syariah Indonesia, @Lifewithbsi, Twitter (X) Bank Syariah Indonesia @bankbsi_id, Tiktok, @Lifewithbsi; Facebook, @Banksyariahindonesia, LinkedIn, PTBank Syariah Indonesia Tbk. (RIW/RH)

Perkuat UMKM dan Promosikan Wisata Banjarmasin, Wagub Kalsel Apresiasi Bakul Fest

BANJARMASIN – Semarak Hari Jadi ke-499 tahun Kota Banjarmasin resmi dimulai, pada Selasa (2/9) malam di Siring Balai Kota. Perayaan yang dihadiri ribuan warga itu bukanlah sekadar pesta hiburan, melainkan momentum untuk menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, serta mempromosikan Banjarmasin sebagai kota wisata. Perayaan itu berwujud Bamara Kuliner Festival.

Hadir pada kick off Bamara Kuliner Festival, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, didampingi istri, drg. Ellyana Trisya. Pada kesempatan ini, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan apresiasinya, terhadap gelaran Bamara Kuliner Festival Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin tersebut.

Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

“Momentum ini penting sebagai pendorong UMKM dan wisata kuliner lokal,” ungkap Hasnur.

Hasnur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, yang memfasilitasi UMKM pada peringatan Harjad ke 499 ini, untuk meningkatkan pariwisata.

“Kota Banjarmasin adalah kota perdagangan, dimana diharapkan usaha rakyat semakin meningkat dan pariwisata semakin baik,” ucap Hasnuryadi.

Wagub Kalsel ini juga berharap, dengan kehadiran UMKM dan wisata kuliner lokal, menyita perhatian para pengunjung yang datang sehingga geliat ekonomi kota Banjarmasin akan tetap hidup.

“Kami atas nama pemerintah provinsi sangat menyambut gembira inisiatif ini. Cara Pak Wali Kota dan jajarannya sudah tepat untuk meningkatkan pariwisata dan UMKM. Kita tahu Banjarmasin adalah kota perdagangan, jadi harapannya usaha rakyat semakin meningkat dan pariwisata semakin baik,” ujarnya.

Hasnur menilai, stand UMKM di Bamara Kuliner Festival, sudah sangat baik dan mudah diakses.

“Tinggal kebersihannya ditingkatkan, harga dibuat terjangkau, dan tempatnya nyaman. Kalau warga mau cari makan, cukup di sini saja, tidak perlu ke tempat lain. Ini bisa jadi ikon kuliner Banjarmasin,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnur mengingatkan, bahwa momentum ini menjadi batu loncatan menuju lima abad kota Banjarmasin pada 2026 mendatang.

“Harjad ke-499 ini artinya kurang satu tahun lagi kita memasuki usia lima abad. InsyaAllah kota ini akan semakin baik, semakin maju, dan rakyatnya semakin sejahtera,” ucap Hasnur.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhamnad Yamin mengatakan, tema hari jadi tahun ini adalah Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

“Sesuai tema, maka sudah seharusnya rangkaian kegiatan hari jadi, melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Karena, lanjut Yamin, hari jadi bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh warga Kota Banjarmasin.

Rangkaian kegiatan hari jadi Kota Banjarmasin akan berlangsung sepanjang September, dengan acara yang menyentuh berbagai sektor. Seperti Bakul Festival sebagai ruang promosi UMKM yang berlangsung sebulan penuh, kegiatan religius seperti Banjarmasin Bersholawat bersama Habib Syech, Festival Anggrek, Parade Tanglong atau jukung hias, turnamen olahraga, seni, serta pendidikan. (SRI/RIW/RH)

Kunjungi Kementrian PUPR, Komisi III DPRD Kalsel Bahas Pengelolaan Air Bersih

JAKARTA – Persoalan pengembangan dan pengelolaan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengelola Air Minum Regional (BPAM) Banjarbakula, menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Komisi III DPRD Kalsel bersama mitra kerja, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalsel serta BPAM Banjarbakula, melakukan pertemuan dengan Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR di Jakarta, baru-baru tadi.

Suasana pertemuan di Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR Jakarta

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menyampaikan, pihaknya menyampaikan permohonan dukungan pemerintah pusat, untuk membantu penanganan permasalahan air bersih di daerah. Pihaknya menyampaikan maksud dan tujuan, yaitu terkait solusi dan bantuan untuk beberapa kabupaten kota yang masih kesulitan karena memiliki debit air yang sedikit.

“Ada beberapa wilayah kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kami sudah melihat dan mendengar sampai ke tahap review sebesar 2 miliar untuk perbaikan di empat kabupaten, agar debit air dapat teralokasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Pertemuan tersebut diterima Dina, Kepala Satker Wilayah 3 Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR, beserta jajaran teknis. Dalam pertemuan itu, pihak kementerian memaparkan progres perbaikan jaringan pipa yang mengalami kebocoran di beberapa titik.

“Pipa lama jenis GRP yang sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia akan diganti dengan pipa HDPE, dan pada 2026 akan diajukan tambahan anggaran setelah review desain selesai,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA juga menegaskan perhatian serius terhadap program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula, yang manfaatnya dirasakan lintas kabupaten dan provinsi.

“Program ini juga diperkuat dengan pembangunan satu unit sumur bor di Kabupaten Banjar pada 2024, pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT), rehabilitasi intake Batu Hapu dan di Kabupaten Tapin, serta pembangunan embung Jaro dan infrastruktur air lainnya,” tutupnya

Selanjutnya, Komisi III DPRD Provinsi Kalsel terus berkoordinasi
terkait penyediaan lahan, penyusunan amdal, hingga surat pernyataan Gubernur, Bupati terkait pembebasan lahan, agar pembangunan embung dan jaringan irigasi dapat berjalan lancar. (ADV-NHF/RIW/RH)

Audiensi ke Bali, Komisi II DPRD Kalsel Dorong Sektor Pariwisata Jadi Sumber PAD

BALI – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), berupaya mendorong sektor pariwisata yang ada di Banua, untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal. Langkah ini dinilai penting mengingat potensi pariwisata Kalsel yang cukup beragam.

Suasana pertemuan

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga religi dimiliki Kalsel, hanya saja belum begitu signifikan sebagai sumber PAD.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Hal itu Ia ungkapkan, seusai Komisi II DPRD Provinsi Kalsel melakukan audiensi bersama pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bali di Denpasar, baru-baru tadi, yang turut didampingi salah satu mitranya, yakni Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel.

Menurut Yani Helmi, Bali dipilih sebagai tujuan audiensi karena terbukti mampu mengelola sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utama ekonomi daerah. Ia menilai banyak hal yang dapat dipelajari, baik dari sisi manajemen destinasi, strategi promosi, maupun pola kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana Bali bisa menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian. Pengalaman ini bisa menjadi rujukan dalam mengembangkan potensi yang ada di Kalsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pariwisata Kalsel masih membutuhkan sentuhan serius dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat. Dengan sinergi yang baik, Yani optimis, pariwisata Banua mampu berkembang dan menjadi salah satu sumber utama PAD di masa depan.

“Harapan kami, setelah kunjungan ini ada langkah nyata yang bisa dilakukan, baik berupa inovasi program, peningkatan fasilitas, maupun promosi yang lebih luas agar pariwisata Kalsel semakin dikenal dan diminati wisatawan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Permudah Akses Masyarakat, BSI Agen Siap Layani Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat layanan untuk menjangkau nasabah hingga pelosok negeri. Salah satunya melalui layanan BSI Agen. Dengan jumlah jaringan mencapai 125 ribu, BSI Agen menjadi salah satu channel resmi perseroan dalam penetrasi inklusi keuangan syariah.

BSI bersama BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama menyediakan fasilitas pendaftaran dan pembayaran kepesertaan serta iuran BPJS melalui channel BSI Agen. Melalui kolaborasi ini, BSI dan BPJS Ketenagakerjaan memperluas Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi masyarakat Indonesia Bukan Penerima Upah (BPU).

Program tersebut mencakup dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Diharapkan para pekerja Indonesia lebih nyaman karena terlindungi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“BSI menyambut baik kerjasama ini sebagai bentuk literasi dan inklusi kepada masyarakat, khususnya yang belum mengikuti kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan jaringan lebih dari 125 ribu BSI Agen, kami berharap bisa mempermudah masyarakat untuk melakukan pendaftaran dan setoran iuran BPJS ketenagakerjaan”,ujar Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, menyatakan, kerjasama dengan BSI untuk layanan pendaftaran peserta dan pembayaran iuran melalui BSI Agen bertujuan memudahkan akses, dan mendekatkan layanan jaminan sosial kepada masyarakat, khususnya pekerja.

Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan BSI terkait layanan pendaftaran peserta BPU dan pembayaran iuran melalui BSI Agen akan mulai efektif pada 19 September 2025.

Untuk meningkatkan inklusi keuangan BSI meningkatkan jumlah BSI Agen. Per posisi Agustus 2025 jumlah BSI Agen mencapai 125 ribu, naik 16,82% dibanding posisi tahun sebelumnya 107.321. Volume Transaksi di BSI Agen per Agustus mencapai Rp51 Triliun transaksi atau 42 % Year on Year (YOY).

Meningkatnya jumlah BSI Agen juga dipengaruhi karena selain sebagai agen literasi, BSI Agen mampu menjadi alternatif layanan yang menjangkau daerah-daerah yang jauh dari kantor cabang. Layanan yang tersedia di BSI Agen cukup lengkap yakni setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan, top-up e-wallet, referral gadai emas, hingga pelunasan pembayaran haji. (ADV-RIW/RH)

GPM Kembali Digelar, Warga Banjarbaru Antusias Serbu Pasar Murah

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru, kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM), yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Cempaka, pada Selasa (2/9).

Suasana GPM di Kecamatan Cempaka Banjarbaru

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Selain bertujuan menekan gejolak harga pangan, GPM juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 RI.

Usai melakukan peninjauan, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa GPM di Banjarbaru sudah berlangsung dua kali. Menurutnya, antusiasme warga pada pelaksanaan kali ini sangat tinggi.

“Insya Allah kegiatan ini akan terus kami adakan secara berkelanjutan. Hari ini warga sangat bersemangat, bahkan memadati lokasi sejak pagi. Alhamdulillah, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Erna Lisa juga ikut membeli sejumlah sembako di pasar murah, kemudian membagikannya secara gratis kepada warga. Ia menyebut langkah itu sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Gerakan pangan murah bukan hanya soal menjaga kestabilan harga, tapi juga bentuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga program ini bisa semakin dirasakan manfaatnya, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di Banjarbaru,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Banjarbaru, Abu Yajid Bustami, menuturkan, GPM di Cempaka berjalan lancar dan sukses menarik minat warga. Berbagai kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga subsidi, antara lain telur ayam, ayam potong, bawang merah dan putih, sayuran segar, beras SPHP, hingga daging sapi.

“Untuk komoditi tertentu, kita berikan subsidi sekitar 5.000 rupiah, seperti pada bawang dan telur ayam,” jelasnya.

Adapun hasil penjualan tercatat cukup signifikan. Tercatat, beras habis terjual sebanyak 1,5 ton, telur ayam mencapai 500 kilogram, minyak goreng 500 liter, dan bawang sekitar 200 kilogram.

“Kita harapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin di berbagai kecamatan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan harga pangan tetap terkendali,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Dukung Kampung Pemuda dan Sepada Banjarmasin, Pemprov Kalsel Dorong Pembentukan di 12 Kabupaten/Kota

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), mencanangkan Kampung Pemuda sekaligus meluncurkan Sentra Pengembangan Potensi Pemuda (Sepada) di Jalan Kelayan A, Senin (1/9).

Kampung Pemuda tersebut resmi dicanangkan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi.

Yamin mengatakan, keberadaan Kampung Pemuda dan Sepada diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda Banjarmasin untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta jiwa kepemimpinan.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

“Dengan adanya kampung pemuda ini kita harap bisa berdampak positif, khususnya di wilayah Kelurahan Murung Raya yang saat ini dijadikan lokasi pencanangan. Kita ingin kampung ini benar-benar menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk berkumpul, berkolaborasi, dan bertukar ide demi kemajuan Kota Banjarmasin,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan.

Keberhasilan program ini, menurut Yamin, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan berbagai pihak. Mulai dari stakeholder, instansi vertikal, tokoh masyarakat, hingga orang tua.

“Kalau pemuda-pemuda kita diarahkan pada hal-hal yang positif, maka mereka akan terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba. Dengan adanya Kampung Pemuda, Insya Allah generasi kita menjadi generasi yang cerdas, berintelektual, sekaligus memiliki iman dan takwa,” ucap Yamin.

Karena itu, Yamin menekankan, pencanangan Kampung Pemuda ini tidak boleh hanya sebatas simbolis, melainkan harus diikuti dengan dukungan nyata dan berkesinambungan.

“Kami yakin jika semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, tokoh agama, maupun stakeholder mendukung, maka keberhasilan ini akan tercapai. Ini sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas dan visi Kota Banjarmasin Maju Sejahtera,” jelasnya.

Ke depan, tambah Yamin, Pemko Banjarmasin menargetkan setiap kelurahan memiliki Kampung Pemuda sebagai pusat aktivitas, kreativitas, dan pengembangan potensi generasi muda yang berkelanjutan.

“Harapan kita, 52 kelurahan di Banjarmasin nantinya juga memiliki Kampung Pemuda. Dengan begitu, para pemuda bisa menjadi garda terdepan untuk membangun wilayahnya masing-masing,” ujar Yamin.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan dukungan terhadap keberadaan Kampung Pemuda yang dicanangkan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi

“Kampung Pemuda ini berawal dari Program Dispora Provinsi Kalimantan Selatan, dengan Sentra Pemberdayaan Pemuda (SP2) yang telah berakhir pada Agustus 2025,” ucapnya.

Pemprov Kalsel bangga, lanjut Rokhyatin, bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin telah melanjutkan program tersebut, dengan diluncurkannya Kampung Pemuda di Kelurahan Murung Raya.

“Kota Banjarmasin telah menyambut positif, untuk peningkatan pemberdayaan pemuda dari Kampung Pemuda, dengan pembinaan pembinaan untuk peningkatan peran pemuda di Kelurahan Murung Raya,” ujarnya.

Rokhyatin berharap, Kampung Pemuda ini dapat diikuti daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Gelar Bimtek Story Telling di Tabalong, Dispar Kalsel Dorong Pokdarwis Kembangkan Destinasi Lokal

TABALONG – Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, ke Kabupaten Tabalong, Selasa (2/9)

Sumber foto humas Dispar Kalsel

Acara dibuka Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, diwakili Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, menyampaikan, kegiatan ini sangat penting untuk menekankan pentingnya story telling sebagai salah satu strategi memperkuat daya tarik wisata daerah. Dimana, kegiatan ini meningkatkan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan pariwisata, khususnya di Kabupaten Tabalong.

“Dengan kemampuan bercerita yang baik, dapat menghadirkan pengalaman lebih berkesan bagi wisatawan,” ujarnya.

Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, saat memberikan sambutan

Mugeni berharap, sebuah destinasi wisata tidak hanya memiliki keunikan, tetapi juga mudah dijangkau, aman, nyaman, serta didukung dengan aturan yang jelas. Selain itu, data kunjungan wisatawan perlu diperhatikan untuk menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata.

“Semakin banyak kunjungan wisatawan, maka pendapatan masyarakat sekitar juga meningkat. Tentu hal ini harus didukung dengan fasilitas wisata yang aman, bersih, dan nyaman,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tabalong, Zulfan Noor, menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut di wilayahnya. Apalagi tujuannya untuk meningkatkan kapasitas Pokdarwis, mengembangkan pariwisata lokal, dengan menyampaikan kisah menarik di balik destinasi wisata. Sehingga wisatawan tidak hanya datang menikmati keindahan alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman mendalam melalui cerita budaya dan sejarah lokal.

“Melalui bimtek story telling ini, kami yakin pariwisata Tabalong akan semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya. (DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Workshop Edukatif Kultural 2025, Museum Lambung Mangkurat Ajak Pelajar Kenali Permainan Tradisional

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi generasi muda, melalui Workshop Edukatif Kultural Tahun 2025.

Kegiatan ini diikuti puluhan pelajar dari SMKN 1 Banjarbaru dengan tema “Mengenal Permainan Tradisional Gasing Pengantin Kalimantan Selatan”.

Para siswa antusias mengikuti workshop permainan tradisional Gasing

Workshop yang digelar di Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (2/9), itu berlangsung interaktif, dengan sesi pembelajaran sejarah gasing, praktik langsung, hingga pemahaman nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut.

Foto bersama Workshop Edukatif Kultural tahun 2025 Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Workshop ini memiliki makna penting dalam mendukung visi dan misi pembangunan kebudayaan di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, kita berharap generasi muda dapat mengenal, melestarikan, sekaligus bangga terhadap permainan tradisional yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.

Raudati menambahkan, keberadaan permainan tradisional tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu membangun karakter generasi muda serta mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mari kita hidupkan Museum Lambung Mangkurat sebagai ruang belajar yang menyenangkan, sekaligus wahana memperkuat kecintaan pada Banua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menegaskan, peran museum sebagai pusat pembelajaran budaya dan sejarah. Dimana museum terus berusaha merawat, mendokumentasikan, dan mengomunikasikan koleksinya kepada masyarakat.

“Melalui workshop ini, pelajar dapat mengenal sejarah, asal-usul, hingga praktik pembuatan dan permainan gasing tradisional Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Taufik Akbar berharap pengalaman yang didapat generasi penerus bangsa ini, mampu menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan pelajar terhadap budaya lokal.

“Selain memperluas wawasan, kami ingin pelajar termotivasi untuk melestarikan warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version