13 Februari 2026

Workshop Edukatif Kultural 2025, Museum Lambung Mangkurat Ajak Pelajar Kenali Permainan Tradisional

Salah seorang siswa saat mempraktikkan bermain gasing

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi generasi muda, melalui Workshop Edukatif Kultural Tahun 2025.

Kegiatan ini diikuti puluhan pelajar dari SMKN 1 Banjarbaru dengan tema “Mengenal Permainan Tradisional Gasing Pengantin Kalimantan Selatan”.

Para siswa antusias mengikuti workshop permainan tradisional Gasing

Workshop yang digelar di Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (2/9), itu berlangsung interaktif, dengan sesi pembelajaran sejarah gasing, praktik langsung, hingga pemahaman nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut.

Foto bersama Workshop Edukatif Kultural tahun 2025 Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Workshop ini memiliki makna penting dalam mendukung visi dan misi pembangunan kebudayaan di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, kita berharap generasi muda dapat mengenal, melestarikan, sekaligus bangga terhadap permainan tradisional yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.

Raudati menambahkan, keberadaan permainan tradisional tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu membangun karakter generasi muda serta mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mari kita hidupkan Museum Lambung Mangkurat sebagai ruang belajar yang menyenangkan, sekaligus wahana memperkuat kecintaan pada Banua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menegaskan, peran museum sebagai pusat pembelajaran budaya dan sejarah. Dimana museum terus berusaha merawat, mendokumentasikan, dan mengomunikasikan koleksinya kepada masyarakat.

“Melalui workshop ini, pelajar dapat mengenal sejarah, asal-usul, hingga praktik pembuatan dan permainan gasing tradisional Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Taufik Akbar berharap pengalaman yang didapat generasi penerus bangsa ini, mampu menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan pelajar terhadap budaya lokal.

“Selain memperluas wawasan, kami ingin pelajar termotivasi untuk melestarikan warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.