13 Januari 2026

Lomba Cerdas Cermat Museum 2025 Resmi Dibuka, Dorong Generasi Muda Kalsel Melek Sejarah dan Budaya

Foto bersama pihak museum, dewan juri dan seluruh peserta serta pendamping dalam pembukaan LCCM 2025

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, kembali menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Tahun 2025, sebagai upaya meningkatkan literasi sejarah dan budaya di kalangan pelajar.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati, di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Senin (17/11) malam.

LCCM tahun ini mengusung tema “Cerdasmu: Cerdas dan Aktif Mengenal Museum, Membangun Generasi Melek Sejarah dan Warisan Budaya.” Tema tersebut dipilih untuk menanamkan tiga nilai utama pada generasi muda yaitu pengetahuan sejarah, penghargaan budaya, dan kecintaan terhadap museum.

Raudati Hildayati menjelaskan, lomba ini bertujuan mengajak pelajar memahami sejarah dan budaya daerah secara lebih mendalam.

“Melalui tema ini, generasi muda diajak memiliki pengetahuan yang baik tentang sejarah dan budaya serta memahami konteks maknanya. Mereka juga harus menghargai dan melestarikan warisan budaya karena di situlah identitas kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, museum bukan sekadar ruang untuk memajang benda bersejarah, melainkan lembaga edukasi yang menyenangkan sekaligus sarana rekreasi.

Plt Kepala Musuem Lambung Mangkurat saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan LCCM 2025

“Jadikan ini awal perjalanan panjang untuk menggali dan merawat sejarah serta budaya Banua. Segala bentuk kemajuan zaman tidak boleh melupakan aset berharga ini,” tambahnya.

Raudati juga mengingatkan, bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai penerus tradisi budaya.

“Kepada anak-anak pelajar, banggalah menjadi generasi Kalimantan Selatan. Kalian adalah penjaga obor warisan budaya kita,” tegasnya.

LCCM 2025 diikuti perwakilan SMP sederajat dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Peserta akan bersaing pada materi sejarah, museum, kebudayaan daerah, dan wawasan terkait warisan budaya.

Perempuan akrab disapa Hilda tersebut berharap, kompetisi ini mampu memupuk minat pelajar untuk terus belajar dan menambah wawasan.

“Kegiatan ini diharapkan membangkitkan semangat siswa-siswi untuk mempelajari sejarah dan menambah ilmu pengetahuan. Mereka akan dilatih untuk berpikir kritis, analitis, dan kreatif,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan yang diperoleh peserta nantinya, dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar, sehingga pemahaman budaya dapat menyebar luas di masyarakat.

“Melalui LCCM, Museum Lambung Mangkurat ingin memperkuat pemahaman bahwa museum bukan sekadar ruang penyimpanan benda budaya, melainkan wahana edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.