Cegah Konflik Umat Beragama, Biro Kesra Kalsel Gelar Bimtek Mediasi

BANJARMASIN – Dalam rangka pencegahan dini konflik antar umat beragama di Kalimantan Selatan, Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Bimbingan Teknis Mediasi Konflik Umat Beragama, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (25/9).

Bimtek dibuka Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Kabag Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrurazi.

Kabag Bina Mental dan Spiritual Biro Kesra Sekdaprov Kalsel Fahrurazi saat membaca sambutan Gubernur

Gubernur, dalam sambutannya yang dibacakan Fahrurazi, mengucapkan terima kasih kepada pemuka agama, tokoh tokoh agama dan organisasi keagamaan se Kalsel, yang sampai saat ini, masih terus bekerjasama dan saling merangkul, demi menjaga kerukunan umat beragama.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Walisongo Mediation Center UIN Walisongo Semarang, yang berkenan menjalin kerjasama, untuk kegiatan Bimtek ini,” ucapnya.

Gubernur Muhidin berharap, dari forum bimtek ini, peserta dapat lebih cerdas, teliti, dan lebih bijaksana, dalam menghadapi konflik umat beragama, apabila terjadi dalam kehidupan nyata.

“Kita tidak memungkiri, kemungkinan konflik umat beragama bisa saja muncul di Banua, meskipun kondisi Kalsel saat ini cukup harmonis dan penuh kedamaian,” ujarnya.

Pernyataan ini, terkait dengan sejarah kelam konflik umat beragama yang pernah terjadi di Banua, yang diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga, dan jangan sampai terulang kembali.

“Dari sejarah kelam tersebut kita bisa mengambil pelajaran, bahwa konflik yang melibatkan SARA dan umat beragama, telah menimbulkan perpecahan, permusuhan, dan kerusuhan,” tuturnya lebih lanjut.

Karena itu, Kalsel perlu terus waspada dan menyiarkayn penanganan yang bijak, jika terjadi konflik yang melibatkan umat beragama. Khususnya kemampuan dalam membuka ruang mediasi dan dialog.

“Dengan adanya Bimtek ini, kiranya semua peserta bisa memahami lebih luas lagi, cara cara yang efektif untuk bermediasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin berpesan kepada seluruh umat beragama di Banua, agar terus mengembangkan kehidupan yang penuh toleransi.

“Rangkullah pihak pihak yang berkonflik dengan cara yang arif, bijaksana, dan tanpa keberpihakan,” ujarnya.

Dengan bekal kemampuan mediasi yang baik, kehidupan yang rukun, aman, dan damai selalu terjaga di Kalimantan Selatan.

Bimtek yang bekerjasama dengan Walisongo Mediation Center (WMC) UIN Walisongo Semarang ini, berlangsung 5 hari dari 25 sampai 29 September 2025. (SRI/RIW/RH)

Rakerda Diskominfo dan Komdiphoria 2025, Kalsel Mantapkan Transformasi Digital

BANJARBARU – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat transformasi digital, kembali ditegaskan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan dan Komdiphoria 2025, yang digelar di salah satu hotel di Banjarbaru, pada Kamis (25/9).

Suasana pembukaan Rakerda Diskominfo se-Kalsel dan Komdophoria 2025

Kegiatan resmi dibuka Gubernur Muhidin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin. Acara ini juga menghadirkan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Nugroho Sulistiyadi Budi, serta perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin (kiri) memberikan cendramata kepada Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi (kanan)

Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu provinsi terdepan dalam penerapan sistem keamanan informasi di Indonesia.

“Provinsi Kalsel termasuk yang tercepat membentuk tim CSIRT di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dari 38 provinsi di Indonesia, baru enam yang memiliki tim CSIRT lengkap, dan Kalsel menjadi provinsi kedua tercepat. Bahkan Kalsel adalah yang pertama melakukan penilaian indeks kematangan keamanan informasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Nugroho.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keseriusan Pemprov Kalsel dalam memberikan pelayanan publik yang aman, cepat, dan efisien.

“BSSN tentu siap bersinergi dan mendukung Pemprov Kalsel dalam menjaga serta memperkuat infrastruktur pemerintahan digital. Hal ini penting untuk menjamin masyarakat memperoleh layanan publik yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menekankan, bahwa digitalisasi pemerintahan tidak sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan birokrasi yang adaptif.

“Transformasi digital adalah instrumen penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan sesuai perkembangan zaman. Ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera, serta grand design Reformasi Birokrasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menunjukkan percepatan tranformasi digital di setiap daerah di Kalimantan Selatan.

“Melalui forum ini, saya berharap lahir rumusan yang jelas untuk percepatan digitalisasi daerah. Layanan publik ke depan harus hadir dengan standar lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan tetap aman,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan, bahwa Rakerda dan Komdiphoria menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah bersama seluruh kabupaten/kota.

“Forum ini akan mengawal berbagai inovasi layanan publik agar lebih transparan, akuntabel, dan berkualitas. Kegiatan ini juga dirangkai dengan materi dari narasumber Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB, serta BSSN RI,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, BSSN RI bersama Pemprov Kalsel juga menyerahkan penghargaan kepada daerah yang dinilai berprestasi dalam pembentukan tim CSIRT dan penerapan Indeks Keamanan Informasi (KAMI).

Untuk kategori Indeks KAMI terbaik, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarmasin.

Kemudian kategori pembentukan tim CSIRT tercepat, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kota Banjarmasin.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Kepala BSSN RI, bersama Sekdaprov Kalsel, didampingi Kepala Dinas Kominfo Kalsel. (BDR/RIW/RH)

Tempati Peringkat ke-13 Tindak Lanjut Temuan BPK, Gubernur Muhidin Instruksikan Pemprov Kalsel Lakukan Percepatan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menempati peringkat ke-13 dari 14 daerah di Kalsel, dalam penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per 18 September 2025.

Hasil ini disampaikan dalam penandatanganan komitmen bersama penyelesaian TLRHP BPK yang diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Kalsel, Kamis (25/9).

Kepala BPK Perwakilan Kalsel, Andriyanto mengungkapkan, dari total 14.566 rekomendasi hasil pemeriksaan di 14 pemerintah daerah, sebanyak 12.050 (82,73%) sudah sesuai, 2.005 (13,76%) belum sesuai, 77 (0,53%) belum ditindaklanjuti, dan 434 (2,98%) tidak dapat ditindaklanjuti.

“Secara rata-rata, capaian penyelesaian TLRHP pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Kalsel mencapai 85,71 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, tiga daerah dengan capaian tertinggi adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (99,02%), Kabupaten Barito Kuala (96,79%), dan Kabupaten Balangan (94,20%).

Meski begitu, masih ada kendala yang dihadapi daerah, diantaranya koordinasi kepala daerah dengan OPD yang belum optimal, minimnya pemahaman terhadap substansi rekomendasi, serta lemahnya peran inspektorat dalam pengawasan.

Sementara itu, Pemprov Kalsel menempati peringkat ke-13 dengan capaian 74,54% dan 451 temuan. Gubernur Kalsel Muhidin menegaskan pihaknya akan segera mempercepat penyelesaian seluruh temuan tersebut.

Gubernur Kalsel (tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media

“Saya sudah memerintahkan Sekda dan Inspektorat untuk menuntaskan seluruh temuan sebelum Desember 2025. Jika tidak selesai, maka akan kami serahkan ke aparat penegak hukum. Bahkan bisa dikenakan sanksi berupa pencopotan jabatan atau penurunan eselon,” tegas Muhidin.

Lebih lanjut, Muhidin menyebut Pemprov Kalsel telah melakukan pembenahan struktur SKPD agar lebih profesional ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya permasalahan yang sama.

“Karena sebagian besar temuan ini terjadi karena ketidakpahaman dalam penyusunan laporan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Gelar Rapur Bahas Raperda, DPRD Kalsel Harapkan Peningkatan Pembangunan Banua

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat paripurna, dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel Alpiya Rahman, didampingi Kartoyo, dan Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Jaini. Turut hadir Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalsel Ariadi Noor, kalangan legislatif, eksekutif serta tenaga ahli Gubernur Kalsel, bertempat di Ruang Rapat Paripurna H. Masyah Addrian Gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (25/9)

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo, menyampaikan, masing-masing fraksi menanggapi hadirnya Raperda Penyelenggaraan Perdagangan, yang diharapkan mampu mengakomodasi perkembangan ekonomi digital, termasuk pengaturan ekosistem perdagangan elektronik secara komprehensif.

Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo, saat diwancara (kanan)

Regulasi ini mampu menciptakan perdagangan yang sehat, serta menjamin keadilan bagi pelaku usaha kecil di tengah maraknya toko ritel modern.

“Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ucapnya kepada sejumlah wartawan

Kartoyo juga berharap, Raperda Penyelenggaraan Kesehatan, dapat menjadi perlindungan hukum terhadap jaminan kesejahteraan, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil. Insentif fasilitas penunjang, dan jaminan karier menjadi poin yang harus diperhatikan pemerintah provinsi.

“Kami sangat mengapresiasi Gubernur Kalsel, telah memberikan responsif dan mendukung raperda inisiatif DPRD ini. Sehingga, ini sebagai wujud komitmen bersama dalam fasilitasi regulasi untuk kemajuan Banua,” pungkasnya

Dalam rapat paripurna masing-masing Fraksi juga menyampaikan, pandangan umum, tentang Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Penambahan Pernyataan Modal Pemerintah Provinsi kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, dan APBD Tahun Anggaran 2026.

Kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan/atau jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi – Fraksi DPRD terhadap 3 Raperda tersebut.

Selanjutnya Pendapat Gubernur Kalimantan Selatan terhadap penjelasan Komisi Pengusul atas Raperda Prakarsa DPRD, tentang Penyelenggaraan Perdagangan dan Kesehatan di Kalsel. (NHF/RIW/RH)

Peduli Pelestarian Sungai, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan 2 Perahu Motor Untuk Pokmaswas Balimau

HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, menyerahkan bantuan dua unit perahu bermotor kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (23/9).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono mengatakan, dukungan sarana yang diberikan ini, merupakan bentuk konkret keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian lingkungan yang digerakkan dari bawah.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

“Mereka berada di garis depan setiap hari, menjaga sungai dari kerusakan, bantuan perahu motor ini bukan hanya alat transportasi, tetapi alat perjuangan mereka menjaga kelestarian sungai,” ungkap Rusdi.

Dijelaskannya, secara total Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel menyalurkan 9 unit perahu bermotor ke berbagai wilayah strategis yang rawan terhadap praktik perikanan ilegal.

“Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawal sumber daya hayati perairan,” ucap Rusdi.

Program ini, lanjutnya, sejalan dengan visi Gubernur Kalsel dalam membangun provinsi yang hijau dan berkelanjutan, melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunal.

“Langkah ini menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap peran masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem sungai dari ancaman praktik perikanan ilegal,” ujar Rusdi.

Pada kesempatan tersebut, bantuan juga diberikan kepada Pokmaswas Perkasa 1 dan Perkasa 2, yang selama ini dikenal aktif dalam pengawasan praktik destruktif, seperti penyetruman ikan, penggunaan racun, hingga peledak yang merusak habitat sungai.

Salah satu penerima bantuan Pokmaswas Perkasa 1 mengucapkan, terima kasih kepada Gubernur Kalsel, yang telah menunjang kegiatan patroli di lapangan, sehingga mereka siap menjaga sungai demi anak cucu.

Seperti diketahui, Pokmaswas merupakan inisiatif akar rumput yang tumbuh dari kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ke berkelanjutan sumber daya perikanan. Mereka tidak digaji, tidak berseragam, tetapi memiliki semangat luar biasa sebagai relawan ekologis. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/RIW/RH)

Jambore Kader Posyandu 2025, Upaya Kalsel Dorong Optimalisasi Peran Posyandu

BANJARMASIN – Ratusan peserta dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mengikuti Jambore Kader Posyandu Tingkat Provinsi Tahun 2025. Kegiatan ini dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (24/9).

Prosesi pembukaan Jambore Kader Posyandu 2025

Gubernur Muhidin, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra, Muhamad Muslim, menyampaikan kabar gembira, sekaligus apresiasi kepada seluruh kader posyandu se-Kalsel atas capaian prestasi nasional.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhamad Muslim saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Awal pekan tadi, Kalsel berhasil meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik I se-Indonesia dalam Pengelolaan Posyandu 6 SPM pada Rakernas Posyandu di Jakarta.

“Semoga prestasi ini semakin mendorong seluruh kader posyandu se-Kalsel untuk terus mengoptimalkan peran dalam melayani masyarakat di sektor kesehatan,” ucap Muslim.

Ia menambahkan, keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan, khususnya layanan dasar bagi ibu dan anak.

Para kader juga dinilai tidak hanya sebagai penyampai informasi kesehatan, tetapi juga penggerak masyarakat agar aktif datang ke posyandu.

“Kader posyandu kiranya mampu melakukan langkah edukatif untuk mendampingi masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Teruslah bekerja membantu pemerintah agar bisa cepat mengatasi masalah kesehatan di masyarakat. Insya Allah, jika kita bekerja bersama, bergotong royong, maka persoalan kesehatan bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr. Diauddin menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kapasitas, tetapi juga ajang silaturahmi dan motivasi bagi para kader.

“Melalui jambore ini, kami ingin para kader posyandu semakin percaya diri dan bersemangat dalam mendukung program, terutama dalam upaya penanganan gizi, pencegahan stunting, dan menurunkan angka kematian ibu serta bayi,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Jawab Tantangan Global, Kalsel Tingkatkan Kinerja Pembangunan Industri

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kinerja pembangunan industri, sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, dan menjawab tantangan global yang semakin dinamis.

Kalimantan Selatan, diketahui memiliki potensi industri yang sangat beragam. Mulai dari sektor pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, hingga industri berbasis sumber daya alam seperti pertambangan dan energi. Selain itu, potensi kerajinan lokal serta industri kecil menengah juga menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim menjelaskan, bahwa peningkatan kinerja pembangunan industri ini akan menjadi pedoman penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan industri ke depan.

Dengan adanya pedoman tersebut, diharapkan arah pembangunan industri di Kalsel lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan pasar dan tantangan global.

“Perencanaan pembangunan industri tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor besar, namun juga mencakup industri kecil menengah atau IKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Peran IKM perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga strategi pemasaran yang lebih modern agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah maupun luar negeri,” ungkap Rahim, saat ditemui baru – baru ini.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga akan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan serta pemanfaatan teknologi dalam proses produksi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong terwujudnya industri hijau yang lebih efisien dan kompetitif.

Sejumlah sektor industri potensial di Kalsel juga akan mendapat perhatian serius. Misalnya, industri pengolahan hasil pertanian seperti padi, jagung, dan hortikultura, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi. Begitu pula industri perikanan, khususnya pengolahan ikan air tawar dan hasil laut yang melimpah di wilayah pesisir Kalsel.

Sektor pertambangan dan energi juga berpeluang besar, dengan dorongan agar pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sektor industri memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, industri juga berkontribusi dalam menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang semakin terbuka. Karena itu, kami terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama,” lanjut Rahim.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyoroti industri kerajinan lokal, seperti anyaman purun dan sasirangan, yang dapat dikembangkan melalui inovasi desain dan pemasaran digital agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

“Dengan langkah strategis tersebut, industri di daerah ini akan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Rahim. (MRF/RIW/RH)

Masuki Usia 499 Tahun, Pemko Banjarmasin Ziarah ke Makam Sultan Suriansyah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, dipimpin Wali Kota Muhammad Yamin, pada Peringatan Hari Jadi Ke 499 Kota Banjarmasin, berziarah ke makam Sultan Suriansyah, Raja Pertama Kesultanan Banjar, di Kelurahan Kuin Utara, Rabu (24/9).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akar sejarah lahirnya kota, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

Wali Kota Banjarmasin ziarah ke Makam Sultan Suriansyah

“Alhamdulillah, hari ini Banjarmasin genap berusia 499 tahun. Tanggal 24 September adalah hari bersejarah karena di sinilah Sultan Suriansyah dinobatkan sebagai raja, dan mulai memeluk agama Islam. Sejarah ini menjadi sakral bagi kita semua, sebab berdirinya Banjarmasin tidak bisa dilepaskan dari peran Kerajaan Banjar,” ungkap Yamin.

Menurutnya, ziarah ini memiliki dua pesan penting. Pertama, meneguhkan identitas masyarakat Banjar yang menjunjung nilai sejarah dan spiritual. Kedua, menegaskan tanggung jawab bersama dalam menjaga situs budaya seperti makam dari Sultan Kerajaan Banjar pertama.

“Kondisi komplek makam ini harus menjadi perhatian. Selain nilai sejarah, makam ini juga memiliki potensi wisata budaya,” ucap Yamin.

Namun, lanjutnya, hingga kini masih ada polemik status pengelolaan yang belum sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah kota.

“Ke depan, kami ingin memastikan tempat ini dirawat secara serius karena ini simbol kerajaan dan cikal bakal Banjarmasin,” ujar Yamin.

Prosesi ziarah tahun ini juga dilakukan dengan cara yang khas, yaitu rombongan Wali Kota dan pejabat menggunakan speed boat menyusuri sungai menuju lokasi.

Langkah ini, menurut Yamin, merupakan simbol penguatan identitas Banjarmasin sebagai kota sungai.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sungai adalah identitas kita. Dengan naik Speedboat, kita ingin mengingatkan warga bahwa sungai harus dirawat, dijaga, sekaligus dimanfaatkan sebagai pusat budaya dan destinasi wisata. Kota seribu sungai ini harus tetap indah dan nyaman,” tambahnya.

Tak hanya diwarnai doa dan tabur bunga, acara ziarah juga berlangsung meriah dengan partisipasi warga sekitar. Usai prosesi, masyarakat diajak makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan syukur. Pemerintah kota pun menyerahkan tali asih secara simbolis.

Bagi masyarakat, acara ini diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan terhadap sejarah, tetapi juga menjadi dorongan agar situs bersejarah dijaga bersama-sama sebagai bagian dari identitas kota.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ananda, Ketua TP PKK Neli Listriani, pimpinan SKPD, dan jajaran Forkopimda Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Sambut Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka puncak Peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin Tahun 2025, Rabu (24/9).

Rapat paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakilnya Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris DPRD Iwan Ristianto. Dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Wakilnya Ananda, Gatriwara kota Banjarmasin, jajaran Forkopimda, pimpinan media, pimpinan partai politik, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan, agenda rutin tahunan ini menjadi momentum penting, untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Seribu Sungai, sekaligus memperkuat komitmen pembangunan ke depan.

Dimana pada hari jadi tahun ini, mengangkat tema “Gawi Sabumi, Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera”. Tema ini dinilai sangat tepat, mencerminkan semangat kebersamaan. gotong royong, untuk membangun kota seribu sungai, agar semakin maju dan sejahtera.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat diwancara

“Tema ini syarat makna seperti ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya saat diwancara awak media

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, peringatan hari jadi tidak bersifat seremonial semata tetapi menjadi refleksi untuk kemajuan bersama. Dengan mewujudkan kebersamaan, kerja nyata, serta dukungan semua pihak.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, saat memberikan komentarnya

“Kami optimis Banjarmasin mampu berkembang menjadi kota yang lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, masyarakat juga harus terus menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat identitas budaya Banjar yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

“Menuju Banjarmasin maju dan sejahtera bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata, yang bukan hanya Pemko, DPRD, SKPD serta masyarakat sebagai penentu utamanya,” tutup Yamin.

Dalam dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa, juga disampaikan cerita pendek sejarah tentang terbentuknya Kota Banjarmasin, pada 24 September 1526, yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini. (NHF/RIW/RH)

Peduli Nelayan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

BANJARMASIN – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan, nelayan, serta pelaku usaha setempat, di Aula Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Rabu (24/9). Pemeriksaan kesehatan gratis, dibuka Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Achmad Jaki saat mengikuti pemeriksaan kesehatan

Jaki mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan para karyawan, nelayan, serta pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yang bersama kami telah melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Jaki.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, lanjutnya, kesehatan karyawan, nelayan, dan pelaku usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dapat terkontrol dengan baik.

“Dengan kondisi kesehatan yang diketahui sejak dini, maka mereka dapat berjaga jaga, terhadap kesehatan diri sendiri,” ucap Jaki.

Jaki berharap, dengan tubuh yang sehat maka aktivitas dan pekerjaan dapat dilakukan dengan maksimal, mengingat tugas nelayan yang cukup berat. Dimana aktivitas fisik ini , memerlukan kondisi tubuh prima.

Dikatakan Jaki, tercatat lebih dari 70 karyawan serta karyawan magang di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjalani pemeriksaan kesehatan kali ini.

“Pada pemeriksaan kesehatan gratis ini kami tidak memasang target, karena itu bagi nelayan serta ABK Kapal nelayan yang sedang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dipersilakan juga untuk dapat memeriksakan kesehatannya,” tutur Jaki.

Sementara itu, Koordinator Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Rusman mengatakan, layanan pemeriksaan kesehatan kepada para nelayan dan karyawan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, untuk mendeteksi keluhan penyakit yang dirasakan.

“Pemeriksaan kesehatan sejak dini ini sangat penting, untuk mengetahui penyakit yang dialami, sehingga pengobatan cepat dilakukan,” ucapnya.

Pada pemeriksaan ini, lanjut Rusman, dilakukan pemeriksaan pada tekanan darah, gula darah, asam urat, serta kolesterol.

Dalam kesempatan tersebut Rusman berpesan, kepada para nelayan serta ABK kapal nelayan, agar dapat menjaga kesehatannya, dengan memperbanyak asupan makanan bergizi serta perbanyak minum air putih.

“Pada saat menjaga kesehatan tubuh apalagi di tengah laut, untuk dapat makan yang bergizi serta minum air putih,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version