Perkuat Jejaring Konektivitas, Pemprov Kalsel dan Jatim Gelar Misi Dagang
Foto bersama : Gubernur Jawa Timur dan Sekdaprov Kalsel
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menggelar Misi Dagang dan Investasi di Banjarmasin, Rabu (17/9).
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring konektivitas sekaligus membuka peluang kerja sama antar pelaku usaha.
Misi dagang diikuti ratusan pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro dari kedua provinsi.
“Mereka membawa berbagai produk unggulan untuk dipromosikan, mulai dari sektor perikanan, perkebunan, mineral hingga hasil kayu,” ucapnya.

Disampaikan Syarifuddin, misi dagang ini sangat tepat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan komoditas berdaya saing tinggi. Kerja sama ini juga untuk memperkuat hubungan antarprovinsi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan, menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
“Produk unggulan daerah dapat lebih dikenal sekaligus memperluas pasar, baik di tingkat regional maupun nasional,” pintanya
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menambahkan, Pemprov Jawa Timur terus memaksimalkan pelaksanaan misi dagang, dan untuk
Kalimantan Selatan, merupakan mitra dagang strategis bagi Jawa Timur.

Pada 2023, total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp18,28 triliun, terdiri dari nilai bongkar sebesar Rp11,70 triliun dan nilai muat sebesar Rp6,58 triliun.
Komoditas utama yang dikirim dari Jawa Timur ke Kalimantan Selatan meliputi mobil dan kendaraan bermotor untuk penumpang senilai Rp2,48 triliun atau 37,7 persen dari total penjualan.
Selain itu, Jawa Timur juga mengekspor suku cadang mesin bor dan alat berat, mineral lainnya, kursi dengan rangka kayu, serta furnitur. Kelima komoditas tersebut menyumbang 70,7 persen dari total penjualan.
“Dari sisi pembelian, Jawa Timur paling banyak mengimpor batubara dari Kalimantan Selatan dengan nilai Rp11,04 triliun atau 94,4 persen dari total pembelian. Selain juga, membeli karet alam, ikan kering atau diasinkan, ikan olahan, serta crustacea tidak beku. Kelima komoditas ini menyumbang 99,14 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Selatan,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua provinsi. Beberapa di antaranya yakni kerja sama antara Dinas Perkebunan Jawa Timur dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kalimantan Selatan, Diskominfo Jawa Timur dengan Diskominfo Kalimantan Selatan, serta KADIN Jawa Timur dengan KADIN Kalsel.
Penandatanganan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, yang diwakili Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin. (NHF/RIW/RH)
